interferensi cahaya

2,900 views
2,629 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
7 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
2,900
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
218
Comments
0
Likes
7
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

interferensi cahaya

  1. 1. Interferensi Cahaya
  2. 2. Materi Seputar Interferensi Cahaya Interferensi menurut Para Ahli Interferensi pada Lapisan Tipis Cincin Newton Video Interferensi Cahaya Pola Interferensi Cahaya
  3. 3. Materi Seputar Interferensi Cahaya Interferensi menurut Para Ahli Interferensi pada Lapisan Tipis Cincin Newton Video Interferensi Cahaya Pola Interferensi Cahaya
  4. 4. Interferensi Cahaya itu .. Paduan dua gelombang cahaya atau lebih menjadi satu gelombang baru Terjadi atau tidaknya interferensi cahaya dapat digambarkan seperti ini (a) tidak terjadi inteferensi (b) terjadi inteferensi
  5. 5. • Kedua gelombang cahaya harus koheren, dalam arti bahwa kedua gelombang cahaya harus memiliki beda fase yang selalu tetap, oleh sebab itu keduanya harus memiliki frekuensi yang sama. • Kedua gelombang cahaya harus menghasilkan panjang gelombang yang sama Materi
  6. 6. Materi Seputar Interferensi Cahaya Interferensi menurut Para Ahli Interferensi pada Lapisan Tipis Cincin Newton Video Interferensi Cahaya Pola Interferensi Cahaya
  7. 7. A.J Fresnell Thomas Young
  8. 8. Percobaan A.J Fresnell Sumber sinar koheren diperoleh dari hasil pemantulan dua cermin dengan menggunakan dua sumber cahaya S Sinar monokromatis yang dipancarkan oleh sumber S, dipantulkan oleh cermin I dan cermin II yang seolah-olah berfungsi sebagai sumber S1 dan S2. Sesungguhnya, S1 dan S2 merupakan bayangan oleh Back
  9. 9. Percobaan Thomas Young Sumber sinar koheren yang dihasilkan menggunakan dua penghalang, yang pertama memiliki satu lubang kecil dan yang kedua dilengkapi dengan dua lubang kecil. Dengan cara tersebut, Young memperoleh dua sumber sinar (sekunder) koheren yang monokromatis dari sebuah sumber sinar monokromatis
  10. 10. Pada layar tampak pola garis-garis terang dan gelap. Pola garis-garis terang dan gelap inilah bukti bahwa cahaya dapat berinterferensi. Interferensi cahaya terjadi karena adanya beda fase cahaya dari kedua celah tersebut. Materi
  11. 11. Materi Seputar Interferensi Cahaya Interferensi menurut Para Ahli Interferensi pada Lapisan Tipis Cincin Newton Video Interferensi Cahaya Pola Interferensi Cahaya
  12. 12. Pola Interferensi Cahaya Pola interferensi yang dihasilkan adalah garis-garis terang dan garis-garis gelap pada layar yang silih berganti Garis terang terjadi jika kedua sumber cahaya mengalami interferensi yang saling menguatkan atau interferensi maksimum. Garis gelap terjadi jika kedua sumber cahaya mengalami interferensi yang saling melemahkan atau interferensi minimum
  13. 13. Sifat Interferensi Bersifat konstruktif jika kedua gelombang sama sehingga gelombang baru yang terbentuk adalah penjumlahan dari kedua gelombang tersebut Bersifat destruktif jika
  14. 14. Interferensi konstruktif (saling menguatkan) d sin θ = m λ m = 0,1,2,… Interferensi destruktif (saling mehilangkan) d sin θ = ( m + 1 2 )λ m = 0,1,2,… m = bilangan orde Materi
  15. 15. Materi Seputar Interferensi Cahaya Interferensi menurut Para Ahli Interferensi pada Lapisan Tipis Cincin Newton Video Interferensi Cahaya Pola Interferensi Cahaya
  16. 16. Interferensi antar gelombang yang dipantulkan oleh lapisan atas dan yang dipantulkan oleh lapisan bawah
  17. 17. Syarat terjadinya interferensi konstruktif (pola terang): 2d cos r = (m – ½ ) λ m = 1, 2, 3, … Syarat terjadinya interferensi destruktif (pola gelap): 2d cos r = m λ m = 0, 1, 2, 3, … Materi
  18. 18. Materi Seputar Interferensi Cahaya Interferensi menurut Para Ahli Interferensi pada Lapisan Tipis Cincin Newton Video Interferensi Cahaya Pola Interferensi Cahaya
  19. 19. Cincin Newton Fenomena cincin Newton merupakan pola interferensi yang disebabkan oleh pemantulan cahaya di antara dua permukaan, yaitu permukaan lengkung (lensa cembung) dan permukaan datar yang berdekatan.
  20. 20. • Radius cincin terang ke-n, yaitu rn dapat dihitung dengan: 𝑟𝑛 = 𝑚 − 1 2 𝜆𝑅 dengan m = 1, 2, 3, … • Radius cincin gelap ke-n, yaitu rn dapat dihitung dengan rumus: 𝑟𝑛 = 𝑚𝜆𝑅 dengan m = 0, 1, 2, 3, … Materi
  21. 21. Materi Seputar Interferensi Cahaya Interferensi menurut Para Ahli Interferensi pada Lapisan Tipis Cincin Newton Video Interferensi Cahaya Pola Interferensi Cahaya

×