ACARA IV                    PEMELIHARAAN TANAMAN                            I. PENDAHULUANA. Latar belakang      Setelah d...
II. TINJAUAN PUSTAKA       Pemeliharaan merupakan salah satu faktor penting dalam budidayatanaman. Pada prinsipnya pemelih...
Dalam pemeliharaan tanah, kelembaban tanah harus tetap terjaga. Jumlahair tanah yang bermanfaat untuk tanaman mempunyai ba...
 pupuk lanjutan; urea diberikan 14 HST.b. kangkung    1. Penyiraman dilakukan 2 kali sehari pagi dan sore    2. Penyianga...
 pupuk lanjutan; urea diberikan 14 HST.b. kangkung    1. Penyiraman dilakukan 2 kali sehari pagi dan sore    2. Penyianga...
pH tanah 6,2   Kelembaban 25%   Waktu pengamatan pukul 17.00 keadaan cuaca agak mendung.                                  ...
Kelembaban = 70 %   Waktu pengamatan pukul 17.05, umur tanaman 21 hst                                  1           1      ...
VI. PEMBAHASAN                Pemeliharaan     tanaman   merupakan     suatu     usaha     untukmeningkatkan kondisi lingk...
Tujuan dari pemupukan adalah membuat tanah menjadi subur danmensuplai unsur-unsur hara yang kurang di dalam tanah yang dib...
d. Nitrogen (N) Unsur ini punya pengaruh besar terhadap pertumbuhan batang dan daun, terlebih pada saat tanaman mulai berb...
h. Belerang (S) Zat belerang pada tanaman berpengaruh terhadap pembentukan zat protein. Kekurangan zat ini mengakibatkan d...
saat tanaman memerlukannya. Pupuk-pupuk yang gampang larut, dengan       konsentrasi tinggi tidak dapat diberikan pada tan...
5. Pembumbunan          Pembumbunan hanya dilakukan pada tanaman jagung saja sedangkan padatanaman kangkung tidak dilakuka...
Adapun cara pembuangan bunga jantan adalah dengan mencabuttangkainya. Untuk memudahkan pencabutan, maka batang sebelah ata...
tandus. Sedangkan pada tanah yang ditanami tanaman kangkung kelembabannyatergolong tinggi, karena daerah sekitarnya banyak...
7. Tanaman yang terpelihara tumbuh lebih bagus dibandingkan dengan yang   tidak.                            DAFTAR PUSTAKA...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Acara iv pemeliharaan tanaman

7,732

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
7,732
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
162
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Acara iv pemeliharaan tanaman

  1. 1. ACARA IV PEMELIHARAAN TANAMAN I. PENDAHULUANA. Latar belakang Setelah ditanam, tanaman memerlukan pemeliharaan karena selamapertumbuhan kadang kala mengalami hal-hal yang kurang menguntungkan seperti: gangguan hama, gulma, iklim yang buruk, kekurangan air dan sebagainya.Gangguan tersebut dapat menurunkan mutu hasil. Oleh karena itu, perlu adanyatindakan untuk menekan serendah mungkin faktor-faktor penghambat tersebut. Dalam hal ini, pemeliharaan tanaman sangatlah penting, karenamerupakan salah satu faktor penentu dalam produktivitas tanaman. Semakin baikcara pemeliharaan tanamannya, maka semakin tinggi pula produktivitas tanamandan begitu juga sebaliknya. Pemeliharaan tanaman disini dimaksudkan dengansemua tindakan manusia yang bertujuan untuk memberi kondisi lingkungan yangmenguntungkan sehingga tanaman tetap tumbuh dengan baik dan mampumemberikan hasil atau produksi yang maksimal. Oleh karena itu, pemeliharaansangatlah penting dalam proses budidaya tanaman karena merupakan salah satufaktor utama. Seringkali para petani melalaikan pemeliharaan teradap tanaman,sehingga mangalami kerugian. Hal ini tentunya bukanlah yang diharapkan olehmereka. Ada beberapa perlakuan tanaman yang diberikan agar diperoleh hasiltanaman bermutu baik. Iklim tidak dapat dikontrol. Yang masih bisa dipengaruhiadalah Ketersediaan air, penyerbukan dan jumlah buah yang dihasilkan ( Untung,1996 ).B. TujuanDapat mempelajari berbagai macam pemeliharaan tanaman pada berbagai macamtanaman.
  2. 2. II. TINJAUAN PUSTAKA Pemeliharaan merupakan salah satu faktor penting dalam budidayatanaman. Pada prinsipnya pemeliharaan tanaman menyangkut tindakan : 1. Crop management 2. Soil management 3. Pest management 4. Water management Tindakan-tindakan tersebut merupakan garis besar dari prosespemeliharaan tanaman. Dengan tindakan-tindakan tersebut, maka hasil daribudidaya tanaman akan dapat meningkat. Menurut sifat pemeliharaan tanamandibedakan menjadi dua macam, yaitu : 1. Pemeliharaan yang bersifat umum, antara lain : penyiangan, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, irigasi dan drainase. 2. Pemeliharaan yang bersifat khusus : pemangkasan, pembumbunan, pemberian seresah atau mulching. Pelaksanaan pemeliharaan tersebut disesuaikan dengan jenis tanaman danumur atau stadia pertumbuhan. Faktor keliling yang paling primer tersangkutdalam pemeliharaan tanaman yaitu : tanah yang memberi hara dan kelembabandisamping sebagai pendukung secara mekanik, energi penyinaran dalam bentukpanas cahaya, dan udara yang memberikan karbondioksida dan oksigen. Tanahdan energi penyinaran bervariasi di permukaan bumi. Walaupun komposisi udaradi atas bumi hamper seragam di atas tanah, persentasi udara di dalam tanahbervariasi sangat besar. Dalam pemeliharaan, faktor tanah sangat pentingsehingga perlu pemeliharaan terhadap tanah agar tetap subur dan dalam kondisiyang baik untuk ditanami, yaitu tersedianya unsur hara dalam tanah. Dalammendukung kehidupan tanaman, terdapat fungsi tanah yang primer : 1. Memberikan unsur-unsur mineral, melayaninya baik sebagai medium pertukaran maupun sebagai tempat persediaan. 2. Memberikan air dan melayaninya sebagai reservoir. 3. Melayani tanaman sebagai tempat berpegang dan bertumpu untuk tegak.
  3. 3. Dalam pemeliharaan tanah, kelembaban tanah harus tetap terjaga. Jumlahair tanah yang bermanfaat untuk tanaman mempunyai batas-batas tertentu.Seperti pada kekurangan air, kelebihan air dapat merupakan kesukaran. Air yangberlebihan itu sendiri tidak beracun, akan tetapi kekurangan udara pada tanah-tanah yang kegenanganlah yang menyebabkan kerusakan. Ketersediaan air yangbagus bagi tanaman adalah yang sesuai dengan kapasitas lapang. III. ALAT DAN BAHAN1. Alat :  Cangkul  Sabit  Gembor  Lux meter  Pancong2. Bahan :  Pupuk  Pestisida  Tanaman semusim (jagung dan kangkung)  Tanaman tahunan (durian) IV. PROSEDUR KERJAa.Jagung 1. Pembumbunan dilakukan 2 kali seminggu 2. Penyiraman dilakukan 2 kjali sehari pagi dan sore 3. Pemangkasan/detaseling, pada saat usia tanaman 57HST 4. Penyiangan rumput dilakukan dua minggu sekali 5. Pemupukan;  pupuk dasar; urea, KCL, SP 36, dengan dosis 225 gram diberikan pada saat penanaman, jarak 5 cm dari lubang tanaman.
  4. 4.  pupuk lanjutan; urea diberikan 14 HST.b. kangkung 1. Penyiraman dilakukan 2 kali sehari pagi dan sore 2. Penyiangan rumput dilakukan dua minggu sekali 3. Pemupukan  pupuk dasar; urea, SP 36 dengan dosis 90 gram diberikan pada saat penanaman, jarak 5 cm dari lubang tanaman.  pupuk lanjutan; urea diberikan 14 HST.c. durian. 1. Pembumbunan dilakukan 2 kali seminggu 2. Penyiangan rumput dilakukan dua minggu sekali. 3. Pemupukan dilakukan sebulan sekali dengan menggunakan pupuk urea, KCL, dan SP36. 4. Penggunaan pestisida V. HASIL PENGAMATAN PERLAKUANa.Jagung 1. Pembumbunan dilakukan 2 kali seminggu 2. Penyiraman dilakukan 2 kjali sehari pagi dan sore 3. Pemangkasan/detaseling, pada saat usia tanaman 57HST 4. Penyiangan rumput dilakukan dua minggu sekali 5. Pemupukan;  pupuk dasar; urea, KCL, SP 36, dengan dosis 225 gram diberikan pada saat penanaman, jarak 5 cm dari lubang tanaman.
  5. 5.  pupuk lanjutan; urea diberikan 14 HST.b. kangkung 1. Penyiraman dilakukan 2 kali sehari pagi dan sore 2. Penyiangan rumput dilakukan dua minggu sekali 3. Pemupukan  pupuk dasar; urea, SP 36 dengan dosis 90 gram diberikan pada saat penanaman, jarak 5 cm dari lubang tanaman.  pupuk lanjutan; urea diberikan 14 HST.c. durian. 1. Pembumbunan dilakukan 2 kali seminggu 2. Penyiangan rumput dilakukan dua minggu sekali. Gulma yang terdapat pada tanaman; a. Imperata cylindrical, b. Euphorbia hirta c. Aneratum conyzoides d. Mikania micrantha e. Cyperus rotundus 3. Pemupukan dilakukan sebulan sekali dengan menggunakan pupuk urea, KCL, dan SP36. 4. Penggunaan pestisida PENGUKURAN INTENSITAS CAHAYA1. Tanaman tahunan (durian) a (30 cm dari batang tanaman ) 760 Klux b (tepat dibawah tepi tajuk) 980 Klux c (tempat terbuka setinggi 1 m dari permukaan tanah 1801 klux
  6. 6. pH tanah 6,2 Kelembaban 25% Waktu pengamatan pukul 17.00 keadaan cuaca agak mendung. 1 1 ( a + c ) + ( a + b) Intensitas cahaya yang diterima = 2 2 2 1 1 (760 + 1801) + (760 + 980) Intensitas cahaya yang diterima = 2 2 2 = 1075,25 Klux2. Tanaman semusim (jagung) a (30 cm dari batang tanaman ) 812Klux b (tepat dibawah tepi tajuk) 783 Klux c (tengah-tengah antara dua tanamnan) 786 klux d (tempat terbuka setinggi 1 m dari permukaan tanah 1867 klux pH tanah = 6,4 Kelembaban = 45 % Waktu pengamatan pukul 17.05, umur tanaman 21 hst 1 1 1 (a + d ) + (b + d ) + (c + d )Intensitas cahaya yang diterima = 2 2 2 3 1 1 1 (812 + 1867) + (783 + 1867) + (786 + 1867)Intensitas cahaya yang diterima= 2 2 2 3 = 1330,33 Klux3. Kangkung (5 cm dari batang tanaman) 3160 (Perpotongan garis diagonal jarak tanam) 3800 (Tengah-tengah diantara dua tanaman) 2830 (Tempat terbuka 1m dari permukaan tanah 6700 pH tanah = 6,5
  7. 7. Kelembaban = 70 % Waktu pengamatan pukul 17.05, umur tanaman 21 hst 1 1 1 (a + d ) + (b + d ) + (c + d )Intensitas cahaya yang diterima = 2 2 2 3Intensitas cahaya yang diterima 1 1 1 (3160 + 6700) + (3800 + 6700) + (2830 + 6300) = 2 2 2 3 = 4981,67 HASIL a.Pada tanaman semusim yang dipelihara dengan intensif menunjukkan hasil yang lebih baik doibandingkan bila tidak diberi perawatan yang baik. Perawatan dan pemupukan yang dilakukan sangat berguna bagi kesuburan tanaman dan meningkatkan aktivitas visiologi tanaman, seperti fotosintesis. b. Pada tanaman tahunan, perlakuan yang dilakukan belum terlihat hasilnya karena waktu pengamatan hanya sekitar 2 bulan, tanaman yang dipelihara juga sudah tua. Durian yang dipelihara belum dapat dilihat hasilnya, namun pemeloiharaan yang dilakukan akan memperbaiki aktivitas fisiologi pada tanaman, memperbaiki penyerapan unsure hara, perbaikan pada hama yang menggerek batang sangat diperlukan guna menjaga tetap tegarnya batang tanaman.
  8. 8. VI. PEMBAHASAN Pemeliharaan tanaman merupakan suatu usaha untukmeningkatkan kondisi lingkungan yang baik bagi tanaman. Langkah-langkahkonkrit yang dilakukan dalam pemeliharaan tanaman adalah penyiraman, pupukdasar, penyulaman, penyiangan, pembumbunan, pemberian pupuk, dandetasseling.1. Penyiraman Cara paling ekonomis dan praktis untuk memenuhi kebutuhan air padabudidaya baby corn dan kangkung adalah dengan mengandalkan curah hujan atausaluran irigasi yang ada. Pada saat ini musim hujan jadi pelaksanaan penyiramanmasih mengandalkan dari adanya hujan, namun apabila tidak hujan dilakukanpenyiraman yang intensif dengan bantuan alat gembor untuk menyiram. Dankebutuhan air baby corn sebenarnya tidak terlalu banyak, terutama dibutuhkanpada saat pertumbuhan dan pembentukan tongkol. Apabila tanaman jagungkekurangan air pada masa pertumbuhan dan pembentukkan tongkol dapatmenyebabkan tongkol menjadi kerdil dan akan tetap kerdil meskipun diberiperlakuan apapun. Sedangkan pada kangkung pengairan harus diperhatikan agartanaman yang kangkung yang diharapkan bisa diperoleh, karena bila lahankekurangan air maka kangkung tidak tumbuh secara optimal sehingga harusdilakukan penyiraman. Penyiraman tanaman baby corn dilakukan sesaat setelah tanam untukmembantu perkecambahan benih. Selanjutnya, penyiraman dilakukan satu kalisehari selama minggu pertama. Penyiraman tidak perlu dilakukan pada saat turunhujan. Penyiraman dilakukan secukupnya karena jika terlalu banyak dapatmengakibatkan tanaman mati membusuk. 2. Pemberian pupuk
  9. 9. Tujuan dari pemupukan adalah membuat tanah menjadi subur danmensuplai unsur-unsur hara yang kurang di dalam tanah yang dibutuhkan olehtanaman. Pemupukan yang teratur akan menghasilkan tanah yang subur.Pemupukan juga harus sesuai dengan dosis, apabila terlalu banyak akan membuattanah menjadi padat sehingga tanaman menjadi layu dan pada akhirnya dapatmenimbulkan kematian. Dalam praktikum yang dilakukan menggunakan pupukUrea, KCl, dan SP36. Unsur-unsur yang dibutuhkan oleh tanaman antara lain : a. Phosphor(P) Unsur ini penting sekali sekali untuk pertumbuhan tanaman, mulai dari perakaran, batang sampai daun. Peranan unsur phosphor di dalam dunia pertanian amat penting sekali hingga phosphor kerap disebut sebagai The masterkey of agriculture (kunci utama dalam pertanian). Penggunaan unsur phosphor haruslah hati-hati karena senyawa unsur phosphor yang diberikan dalam bentuk senyawa DS atau super phosphat dan triple phosphat tidak mudah meresap dalam tanah. Peresapan unsur phosphor ini dapat berjalan dengan cepat, jika tanah cukup banyak mengandung humus. Maka dari itu penggunaan phosphor ini sebaiknya dicampur dengan pupuk kandang, kemudian dimasukkan agak dalam ke tanah. b. Kapur (Ca) Didalam tanah banyak sekali terdapat zat kapur. Disamping itu zat kapur juga banyak terdapat di batang, ranting dan perakaran yang besar. Semakin bertambah tua umur tanaman akan bertambah pula kadar zat kapurnya. Kekurangan zat kapur ini menurut Reeddomhaas, akan nampak jelas dialami tanaman yang masih muda. Tanda-tanda yang nampak ialah daunnya menguning, terutama di bagian tulang daun sehingga daun mudah rontok, tunas-tunas baru banyak yang tumbuh tapi lekas mati. Hal ini disebabkan kondisi perakaran jelek dan banyak yang membusuk. c. Zat mangaan (Mn) Zat mangaan diperlukan untuk pembentukan hijau daun. Gejala kekurangan zat ini terlihat pada daun yang mulai tua, warnanya hijau keputihan akan tetapi warna tulang daunnya tetap hijau
  10. 10. d. Nitrogen (N) Unsur ini punya pengaruh besar terhadap pertumbuhan batang dan daun, terlebih pada saat tanaman mulai berbunga dan berbuah. Pemberian unsur nitrogen tidak perlu menunggu sampai menjelang unsur tersebut diperlukan tanaman karena biasanya tanaman dapatn menyimpan sendiri unsur nitrogen. Pemberian pupuk yang mengandung nitrogen harus memperhatikan faktor-faktor seperti umur tanaman, jenis-jenis tanah, banyaknya curah hujan, kandungan bahan organik.e. Magnesium (Mg) Unsur Magnesium sangat diperlukan untuk pembentukan zat hijau daun. Bagian tanaman yang banyak mengandung zat magnesium adalah biji. Jika terjadi hujan terus menerus, zat magnesium ini dapat dengan mudah tercuci sebab zat ini mudah larut sehingga tanah menjadi asam.f. Kalium (K) Peranan unsur kalium bagi tanaman tidak kalah penting dengan unsur yang lain. Tanaman yang kekurangan zat kalium dapat berakibat menipisnya zat pati (hidrat arang), sehingga tanaman tidak tahan terhadap kekeringan. Hal ini menunjukkan bahwa unsur kalium mempunyai hubungan erat dengan sistem penghisapan dan penyimpanan air di seluruh bagian tanaman. Kekurangan unsur kalium pada tingkat yang berat menyebabkan warna daun nampak menguning hingga keabu-abuan dan di bagian dekat pokok tulang daun tampak kering.g. Zat kuningan (Cu) Tanaman kekurangan zat kuningan akan mengalami perubahan pada beberapa bagian tanaman, seperti daun menjadi kasar dan buahnya hijau tua. Ranting-ranting yang baru terbentuk akan melengkung seperti huruf S dan didalam kulit serta kayunya terdapat kantong-kantong berisi getah. Sebaliknya tanaman yang kelebihan zat kuningan akan mengakibatkan kulit pohon pecah-pecah dan mengeluarkan getah, daun berjatuhan dan akhirnya pohon mati. Kelebihan zat kuningan dapat terjadi pada tanah-tanah yang masam sangat cerul dan banyak mengandung pasir.
  11. 11. h. Belerang (S) Zat belerang pada tanaman berpengaruh terhadap pembentukan zat protein. Kekurangan zat ini mengakibatkan daun yang masih muda (pucuk) menguning dan menjadi kerdil, tunas muda lekas menguning.i. Zat Besi (Fe) Zat besi juga punya peranan penting dalam pertumbuhan tanaman. Zat ini sangat dibutuhkan untuk pembentukan zat hiaju daun dan proses asimilasi. Hal ini nampak jelas pada daun yang masih muda yang berwarna kuning atau kehijauan seperti transparan karena kandungan zat hijau daun yang banyak, sedangkan tulang-tulang daunnya tampak hijau. Tanaman yang kekurangan unsur zat besi pertumbuhannya akan menjadi kerdil dan akhirnya berhenti sama sekali. Tanaman di tanah yang mengandung kapur umumnya sering mengalami kekurangan zat besi. Tanah yang kekurangan zat besi disebut tanah alkalis. Tanah yang kekurangan zat besi dapat diatasi dengan cara diberi pupuk ZA atau dengan sulfat besi.j. Zat seng (Zn) Kekurangan zat seng hanya terjadi pada tanah bersifat asam atau banyak mengandung kapur.k. Zat borium (Bo) Kekurangan zat borium dapat mengakibatkan pecahnya daun dan pembentukan callus pada pokok tulang daun dan tulang daun yang lain. Dari berbagai macam zat yang telah diuraikan seperti tersebut di atas, ternyata unsur NPK sangat penting dan mutlak harus ada, supaya tanaman dapat berproduksi tinggi. Selain itu penentuan dosis yang tepat dan penentuan saat pemupukan yang tepat juga menentukan kesuksesan panen. Pupuk yang memberikan N, P dan K disebut pupuk lengkap. Penempatan yang tepat dan saat pemberian merupakan faktor sangat penting dalam pemupukan. Agar efektif, pupuk harus diberikan di tempat dan di
  12. 12. saat tanaman memerlukannya. Pupuk-pupuk yang gampang larut, dengan konsentrasi tinggi tidak dapat diberikan pada tanaman-tanaman yang sedang tumbuh, terutama bila masih muda, karena kerusakan akibat garam. Pada tanaman tahunan atau pada tanaman setahun berumur panjang, ketersediaan hara lebih efisien diatur dengan pemberian berulang selama masa tanam. Ini terutama harus dilakukan untuk pemupukan nitrogen, karena jumlah berlebihan dapat diboroskan akibat pencucian, dan saat pemberian- pemberian sangat kritikal dalam hal tanggapan tanaman. Terdapat berbagai cara penempatan pupuk. Pemberian secara broadcast, menunjukkan pada penebaran terserak dari bahan secara merata pada permukaan tanah. Biasanya dilakukan sebelum tanaman ditanamkan. Pemberian secara permukaan tersebut, mungkin tidak seefektif seperti cara top dressing yaitu penempatan pupuk langsung di atas tanaman tumbuh. Bila tanaman peka terhadap kerusakan, pupuk dapat ditempatkan sepanjang sisi tanaman sebagai side dressing. Pemberian secara side dressing sering dilaksanakan bersama penyiangan, jadi tercampur dengan tanah.3. Penyulaman Penyulaman dilakukan bagi tanaman yang tidak tumbuh secara baik.Dimana penyulaman merupakan kegiatan penanaman kembali benih yang tidaktumbuh atau mengganti tanaman yang pertumbuhannya tidak sempurna(terhambat). Penyulaman dilakukan 17 hari setelah tanam. Hal ini sangat tepatkarena waktu tersebut tanaman sudah mulai tumbuh secara merata. Dan bagitanaman yang tidak tumbuh secara baik baru dilakukan penyulaman pada tanamantersebut.4. Penyiangan Penyiangan sangat perlu dilakukan agar tanaman jagung dan kangkungtidak sampai terganggu tanaman liar (gulma). Gulma yang paling banyak terdapatpada lahan adalah rumput teki. Penyiangan dilakukan dengan caramembersihkan/ mencabuti tanaman liar (gulma). Gulma yang dibiarkan tumbuhakan menjadi pesaing bagi tanamn jagung maupun kangkung. Oleh karena itupenyiangan harus dilakukan sesering mungkin.
  13. 13. 5. Pembumbunan Pembumbunan hanya dilakukan pada tanaman jagung saja sedangkan padatanaman kangkung tidak dilakukan pembumbunan. Pembumbunan dilakukandengan cara menimbun tanah disekeliling tanaman. Pada saat penyiangan,pembumbunan dilakukan dengan cara membenamkan potongan rumput padalahan yang telah dibersihkan pada tanah yang diambil dari tengah ruangan diantara dua barisan tanaman.Pembumbunan bertujuan untuk menutup bagian di sekitar perakaran agar batangtanaman menjadi kokoh dan tidak mudah rebah sekaligus untuk menggemburkantanah di sekitar tanaman, selain itu tanaman bisa tumbuh dengan baik secaraoptimal tanpa takut roboh atau tertiup angin.6. Pemberian Pupuk Lanjutan Pemberian pupuk lanjutan ini bertujuan untuk meningkatkan besarnyatanaman kangkung dan jumlah tongkol tanaman jagung. Pupuk susulan berupaUrea sebanyak 1 gr diberikan pada saat tanaman jagung dan kangkung pada umur28 hari setelah tanam, karena pada saat tersebut tanaman perlu adanya unsur yangdiperlukan bagi dirinya untuk tumbuh dari unsur di tanah yang sudah hilang atauterserap tanaman tersebut. Pemberian pupuk ini dilakukan setelah kegiatanpembumbunan.7. Pembuangan bunga jantan (Detasseling) Pemeliharaan yang lain adalah pembuangan bunga jantan (detasseling)yang dilakukan setelah bunga jantan keluar tetapi belum sempat mekar. Dimaksudkan untuk mencegah terjadinya penyerbukan bunga jantan yang dapatmenjadikana persilangan, yang apabila ini terjadi maka baby corn yangdiharapkan tidak akan terjadi. Perlakuan ini hanya dilakukan pada tanamanjagung.
  14. 14. Adapun cara pembuangan bunga jantan adalah dengan mencabuttangkainya. Untuk memudahkan pencabutan, maka batang sebelah atasdigoyangkan perlahan-lahan agar pelepah daun agak melebar. Pada pengukuran intensitas cahaya yang dilakukan, tanaman jagungmenerima intensitas cahaya sebesar 1330,33 klux, tanaman kangkung sebesar4891,67 klux dan pada tanaman tahunan yaitu durian sebesar 1075,25 klux.Penerimaan cahaya yang diterima oleh masing-masing tanaman tergolong normaluntuk pertumbuhan tanaman. Artinya dengan penerimaan intensitas cahayasebesar tersebut tanaman dapat tumbuh dengan baik. Cahaya sangat diperlukanbagi pertumbuhan tanaman. Tanaman yang ditanam tanpa cahaya tetapi diberisumber pangan dari tempat-tempat cadangan misalnya biji dan umbi akan menjadikuning dan mempunyai batang yang sangat panjang dan kurus. Tanaman yangsama bila diberi cahaya akan membentuk warna hijau yang bertalian denganpembentukan klorofil dan perangsangan fotosintesis serta mendapatkanstrukturnya yang normal. Wujud morfologi dari tanaman yang kekurangancahaya disebut etiolasi dan dihubungkan dengan pengaruh cahaya kepadadistribusi dan sintesis auksin. Beberapa pigmen antosianin supaya dapatterbentuk juga memerlukan cahaya. Cahaya mempengaruhi banyak respons laindari tanaman, termasuk perkecambahan, pembentukan umbi dan bulb,pembungaan dan perbandingan kelamin pada bunga. Cahaya mempengaruhiperkecambahan dan pembungaan dengan pengaruhnya terhadap fitokrom.Fitokrom dipengaruhi cahaya merah pada spektrum cahaya. Pancararan energiyang dibutuhkan oleh tanaman terbatas, hampir seluruhnya pada spektrum cahayanampak. Pertumbuhan optimum bila seluruh kisaran spektrum cahaya nampakdiberikan. Energi cahaya yang diuraikan dengan istilah partikel disebut foton,berbanding terbalik dengan panjang gelombang. Kelembaban tanah yang diukurpada tanah yang ditanami tanaman jagung sebesar 45 % dan memiliki pH 6,4;pada tanaman kangkung sebesar 70 % dan memiliki pH sebesar 6,5. Sedangkanpada tanaman durian sebesar tanahnya memiliki kelembaban sebesar 25 % dan pHsebesar 6,2. Kelembaban pada tanah yang ditanami jagung dan durian tergolongkecil. Hal ini dikarenakan tanahnya sebelum diolah keadaannya sangat kering dan
  15. 15. tandus. Sedangkan pada tanah yang ditanami tanaman kangkung kelembabannyatergolong tinggi, karena daerah sekitarnya banyak perairan sehingga tanahnyalembab atau basah. Dari hasil pengamatan yang dilakukan, dapat terlihat bahwa terdapatperbedaan yang cukup besar antara tanaman jagung dan kangkung yang diberiperlakuan pemeliharaan dengan yang tidak mendapat pemeliharaan. Tanamanyang terpelihara tumbuh lebih bagus dibandingkan dengan yang tidak. Padatanaman durian, tidak terlihat perbedaan yang signifikan antara sebelumpemeliharaan dengan sesudah pemeliharaan. Kemungkinan penyebabnya adalahkarena tanaman durian tersebut sudah tua sehingga pemeliharaan yang dilakukantidak terlihat hasilnya. VII. KESIMPULAN1. Perlakuan yang perlu dilakukan dalam membuahkan baby corn adalah pemupukan, penyiraman, penyulaman, penyiangan, pembumbunan, pemberian pupuk lanjutan, dan detasseling. Perlakuan harus tepat waktu sehingga baby corn yang diharapkan dapat terjadi.2. Perlakuan pada tanaman kangkung adalah pemupukan, penyiraman, penyulaman, penyiangan, serta pemberian pupuk susulan.Ketepatan waktu dalam perlakuan menambah mutu dan hasil tanaman kangkung.3. Dalam pemupukan usur NPK sangat penting dan mutlak harus ada, supaya tanaman dapat berproduksi tinggi.4. Air dapat mempertahankan turgor yang sangat perlu dalam kerumitan transpirasi dan pertumbuhan tanaman.5. Pembubunan dan pembuangan bunga jantan (detaeling) hanya dilakukan pada tanaman babycorn.6. Cahaya mempengaruhi banyak respons lain dari tanaman, termasuk perkecambahan, pembentukan umbi dan bulb, pembungaan dan perbandingan kelamin pada bunga.
  16. 16. 7. Tanaman yang terpelihara tumbuh lebih bagus dibandingkan dengan yang tidak. DAFTAR PUSTAKAAAK. 1984. Dasar- Dasar Bercocok Tanam. Jakarta : KanisusEffendi, Suryatana. 1985. Bercocok Tanam Jagung. Jakarta : C.V. YasagunaHarjadi, M.M. Sri setyati. 1984. Pengantar Agronomi. Jakarta : GramediaNazaruddin. 1995. Budi Daya dan Pengaturan Panen Sayuran Dataran Rendah. Penebar Swadaya. Jakarta.Sunarjono, Hendro. 1984. Kunci Bercocok Tanam Sayuran-Sayuran Penting di Indonesia. C.V. Sinar Baru, Bandung.Tim Penulis PS. 1996. Sweet Corn – Baby Corn. Jakarta : Penebar Swadaya

×