ACARA II                                PESEMAIANI.     PENDAHULUANA. Latar belakang          Biji merupakan cara yang pal...
Agar pesemaian dapat menghasilkan tanaman yang bermutu baik makaharus memperhatikan teknik-teknik pembuatan pesemaian.    ...
II.    TINJAUAN PUSTAKA         Pesemaian terhadap tanaman perlu dilakukan untuk menghasilkan bibittanaman yang baik, dima...
Alasan diperlukannya pesemaian:   1. Tanaman yang masih muda umumnya tidak tahan terhadap kondisi        lingkungan terbuk...
Hal-hal yang harus dilakukan setelah mengetahui sifat fisis tanah adalahsebagai berikut:       a.             Pemasangan a...
f. Pembuatan naungan atau atap pelindung           Hal ini ditujukan untuk melindungi tanaman muda dari terik matahari    ...
III. BAHAN DAN ALAT   1. BAHAN :        1. Benih padi/gabah 100 gr        2. Lahan kering 1 m x 1 m        3. Furadan 36 1...
5. Tanah diratakan kembali dan disiram agar kondisi tanah siap untuk      ditanami.   6. Tanah ditaburu pupuk SP36 dan KCl...
V.     HASIL PENGAMATAN dan PEMBAHASANPadi + Urea   Sampel           Minggu I      Minggu II         Minggu III     Minggu...
Cabe + Pupuk   Sampel        Minggu I      Minggu II       Minggu III       Minggu IV               TT     ∑D      TT    ∑...
Nangka Letak Biji   Minggu I       Minggu II            Minggu III   Minggu IV              TT    ∑D       TT    ∑D       ...
338,5                       RTT =       = 33,85    Minggu IV                10                             69            ...
81,3                      RTT =      = 8,13                             10      Minggu IV                            43  ...
43                     RTT =    = 4,77       Minggu IV           9                           10                     RJD =...
                   Minggu III                                             0                                     RJD =    ...
PERBANDINGAN JUMLAH DAUN TANAMAN                      PADI + UREA DAN TANPA UREA              7              6            ...
PERBANDINGAN TINGGI TANAMAN CABE                        YANG DITANAM PADA TANAH + PUPUK                            DAN TAN...
PEMBAHASAN       Pesemaian adalah tempat tanaman muda dipelihara dalam waktu tertentusebelum dipindahkan ketempat yang tet...
Pada pesemaian padi, tujuan dilakukannya penutupan bedengan denganjerami adalah melindungi tanaman muda dari cahaya mataha...
Pemberian pupuk Urea, SP36 dan KCl yang mengandung Nitrogen (N).Nitrogen berfungsi untuk memperbanyak anakan yang dihasilk...
b. Biji Setengah Tenggelam Dalam Tanah       Minggu I RTT = 0,22 dan RJD = 0, minggu II RTT = 0,44 cm dan RJD =       0, m...
DAFTAR PUSTAKA-                    Kawil, Jurnalis. 1979. Tekhnologi Benih 1. Angkasa :    Bandung.-                    Se...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Acara ii persemaian

4,256

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
4,256
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
118
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Acara ii persemaian

  1. 1. ACARA II PESEMAIANI. PENDAHULUANA. Latar belakang Biji merupakan cara yang paling umum untuk membiakkan tanaman.Pembiakan tanaman dengan biji ini dilakukan melalui pesemaian. Biji ditaburkanpada pesemaian terlebih dahulu, lalu setelah tumbuh menjadi tanaman muda,tanaman tersebut dipindahkan ke kebun yang tetap. Alasan dilakukan penyemaianini antara lain adalah : 1. Menunggu saat tanam yang tepat. 2. Memperkecil biaya pemeliharaan. 3. Jenis tanaman tersebut mampu tumbuh cepat, mampu bersaing dengan gulma, sulit dipindahkan (contohnya yaitu semangka, ketimun, jagung, buncis, labu). 4. Menjaga tanaman muda dari kondisi lingkungan yang ekstrim hingga dapat beradaptasi (tanaman-tanaman muda memiliki sistem perakaran yang masih dangkal, sehingga apabila menghadapi suhu dan intensitas cahaya matahari yang ekstrim maka kemampuan akar dalam menyerap air tidak dapat mengimbangi laju transpirasi yang tidak terlalu besar sehingga tanaman muda mengalami kelayuan, terbakarnya daun atau sunburn, bahkan dapat mengalami kematian). 5. Pemeliharaan tanaman muda dilapangan sangat sulit dilakukan dan tidak efisien. 6. Seleksi tanaman amat sulit dilakukan dilapangan.
  2. 2. Agar pesemaian dapat menghasilkan tanaman yang bermutu baik makaharus memperhatikan teknik-teknik pembuatan pesemaian. Teknik-teknikpembuatan pesemaian meliputi: 1. Pemilihan lokasi pesemaian. 2. Persiapan tanah pesemaian : a. Pemasangan ajir. b. Pembuatan selokan atau got. c. Pengolahan tanah. d. Pembuatan bedengan (seed bed). e. Penanaman benih. f. Pembuatan naungan atau atap pelindung. 3. Pemindahan bibit. Pemindahan bibit dari pesemaian ke pembibitan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu: a. cara putaran. b. cara cabutan.B. Tujuan Tujuan dari praktikum pesemaian ini agar praktikan memahami fungsipesemaian dan membuat pesemaian yang baik mulai dari memilih benih,mengolah tanah, cara menanam dan memelihara pesemaian.
  3. 3. II. TINJAUAN PUSTAKA Pesemaian terhadap tanaman perlu dilakukan untuk menghasilkan bibittanaman yang baik, dimana bibit yang telah kita pilih dengan berbagaipertimbangan kita tanam pada tanah yang sesuai untuk pesemaian dengan jarakyang rapat. Kemudian pesemaian kita rawat secara intensif agar diperoleh bibittanaman yang bermutu dan berkualitas tinggi. Sehingga pesemaian pada dasarnyamerupahkan tindakan penanaman benih dengan jarak tanam yang rapat padasebidang tanah atau tempat tertentu dan dipelihara lebih cermat serta intensifuntuk memperoleh bibit yang baik dan siap tanam.Adapun tujuan pembuatan pesemaian antara lain: 1. untuk menghindarkan tanaman muda dari kondisi lingkungan yang merugikan. 2. untuk mengatur lingkungan yang tepat selama awal pertumbuhan bibit. 3. untuk mempermudah pemeliharaan. 4. untuk mempermudah seleksi bibit. 5. untuk mengurangi biaya pemeliharaan.Ada berberapa macam pesemaian, antara lain: 1. Pesemaian kering. Yaitu pesemaian yang dilakukan dilahan kering, berupa bedengan- badengan dengan luas tertentu. Biasanya untuk tanaman tahunan, hortikultura, atau bisa tanaman padi. 2. Pesemaian basah. Dilakukan dilahan basah biasanya untuk tanaman padi. 3. Pesemaian box (kotak). Yaitu pesemaian yang dilakukan didalam box dengan ukuran tertentu. Media yang biasanya digunakan adalah campuran antara tanah, pasir, bahan organik, biasanya untuk ditanam tanaman sayuran. 4. Pesemaian kantong plastik (poly bag). Pesemaian dengan mempergunakan kantong plastik (poly bag). Benih yang disemai adalah benih sayuran, tahunan atau jenis tanaman yang sukar dipindahkan dengan cara cabutan.
  4. 4. Alasan diperlukannya pesemaian: 1. Tanaman yang masih muda umumnya tidak tahan terhadap kondisi lingkungan terbuka. 2. Tanaman muda tidak mampu bersaing dengan gulma. 3. Pemeliharaan tanaman muda dilapang sangat sulit dilakukan dan tidak efisien. 4. Seleksi tanaman amat sulit dilakukan dilapangan. 5. Dengan pesemaian dapat menunggu saat tanam yang tepat dan memungkinkan untuk menghasilkan bibit komersial. Agar pesemaian dapat menghasilkan tanaman yang bermutu baik makaharus memperhatikan teknik-teknik pembuatan pesemaian. teknik-teknikpembuatan pesemaian meliputi: 1. Pemilihan lokasi pesemaian. Syarat yang harus diperhatikan dalam pemilihan tempat untuk pesemaianadalah sebagai berikut : a. Dekat dengan kebun tetap, hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pemindahan bibit. b. Dekat dengan pos pengawasan kebun guna mempermudah pengawasan dan pemeliharaan. c. Dekat dengan sumber air. d. Tanahnya subur, stukturnya remah, dan bebas hama maupun penyakit. 2. Persiapan tanah pesemaian. Sifat fisis tanah harus dipersiapkan terlebih dahulu agar menjaminperakaran tanaman muda setelah biji berkecambah. Secara fisis, tanah itu dapatdikerjakan lebih dalam atau dangkal, sesuai dengan biji yang akan ditanam. Hallain yang perlu diperhatikan adalah panas, peredaran udara, dan kelembaban.Kelembaban udara akan mempengaruhi kelembaban biji yang notabene mutlakdiperlukan untuk perkecambahan. Kadar lembab benih harus berkisar antara 40-50 %.
  5. 5. Hal-hal yang harus dilakukan setelah mengetahui sifat fisis tanah adalahsebagai berikut: a. Pemasangan ajir. Pemasangan ajir dimaksudkan untuk mengatur letak pesemaian dan memberi tanda pada petak-petak pesemaian beserta selokan-selokan drainase sesuai dengan ukuran yang diperlukan. Ajir biasanya berupa bilah-bilah bambu dan kadang-kadang dilengkapi pula dengan tali rafia untuk memperjelas bentuk dan ukuran petak maupun selokan- selokannya. b. Pembuatan selokan atau got. Saluran selokan atau got ini berfungsi sebagai saluran irigasi dan sekaligus sebagai saluran pembuangan. Pembuatan got bergantung pada kondisi lahan dan curah hujan setempat. c. Pengolahan tanah. Pengolahan tanah untuk pesemaian harus dilakukan dengan intensif. Tanah yang diolah harus subur dan bersih dari gulma, hama dan penyakit serta mempunyai sistem drainase dan aerasi yang baik. d. Pembuatan bedengan (seed bed). Tanah bedengan biasanya dicampur dengan bahan organik (pupuk kompos) untuk meningkatkan daya tahan air dan memperbaiki struktur tanah. Dapat juga ditambahi pasir agar sistem drainase dan aerasinya menjadi lebih baik. Bagian permukaan bedengan dibuat rata, bagian tepinya dibuat agak miring dan dipadatkan agar tidak mudah gugur. e. Penanaman benih. Hal yang perlu diperhatikan dalam penanaman benih adalah kerapatan benih, kedalaman penanaman serta cara penanaman. Dalam penanaman benih bergantung pada jenis tanaman dan macam benihnya serta keadaan musimnya. Pada musim hujan dimana kelembaban tanahnya tinggi, benih ditanam lebih dangkal daripada musim kemarau yang kelembabannya relatif rendah.
  6. 6. f. Pembuatan naungan atau atap pelindung Hal ini ditujukan untuk melindungi tanaman muda dari terik matahari dan tetesan hujan. 3. Pemindahan bibit. Pemindahan bibit dari pesemaian ke pembibitan dapat dilakukan dengandua cara, yaitu: a. Cara putaran. Dengan cara ini, sedikit tanah yang ada disekitar bibit yang ikut terbawa atu terpindahkan. Keuntungan dari cara ini adalah tidak menghambat pertubuhan bibit karena akar yang rusak dapat diminimalisir. Kerugiannya adalah memerlukan waktu yang lama. b. Cara cabutan. Sebelum bibit dicabut, tanah dibasahi terlebih dahulu. Setelah berberapa menit, bibit di cabut atau dicungkil. Keuntungannya adalah waktu yang diperlukan lebih singkat. Kerugiannya dari cara ini adalah menghambat pertubuhan bibit karena banyak akar yang rusak.
  7. 7. III. BAHAN DAN ALAT 1. BAHAN : 1. Benih padi/gabah 100 gr 2. Lahan kering 1 m x 1 m 3. Furadan 36 10 gr 4. Urea 10 gr 5. Jerami 6. Biji nangka 9 buah 7. Biji cabai secukupnya untuk polibag sebanyak 10 buah 8. Plastik transparan sebagai molsa 9. Pupuk KCL, SP36 10. Pupuk kandang 2. ALAT : 1. Cangkul 2. Tali rafia 3. Gembor 4. Meteran 5. PolibagIV. PROSEDUR KERJAA. Utuk Persemaian Padi. 1. Lahan yang akan diolah diukur dengan luas 1 x 1 m sebanyak 2 bedengan dengan jarak 50 cm. 2. Rumput-rumput yang ada dipermukaan tanah dihilangkan agar lebih mudah dalam proses pencangkulan. 3. Tanah dicangkul dengan menggunakan sistem buruhan dangkal ( menggali parit sedalam 20 cm ). 4. Membersihkan batu-batu yang ada dan rumput yang masih tersisa agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman budidaya.
  8. 8. 5. Tanah diratakan kembali dan disiram agar kondisi tanah siap untuk ditanami. 6. Tanah ditaburu pupuk SP36 dan KCl. 7. Benih ditaburkan diseluruh permukaan bedengan. 8. Lahan yang telah ditaburi benih dan pupuk ditutup dengan jerami, kemudian disiram agar kelembabanya dapat terjaga.B. Utuk Persemaian Cabe. 1. 20 polybag transparan disiapkan. 2. 10 polybag diisi tanah dan lainnya diisi tanah + kompos. 3. Bagian bawah polybag dilubangi untuk keluarnya air yang berlebihan. 4. Polybag disiram, kemudian diisi benih dan diberi label untuk memudahkan dalam pengamatan.C. Untuk Persemaian Nangka 1. 9 polybag hitam disiapkan dan diisi dengan tanah, kemudian bagian bawahnya dilubangi untuk keluarnya air berlebih dan piolybag disiram. 2. Biji nangka ditanam dengan perlakukan berbeda, yaitu diatas permukaan tanah, separuh terbenam dan terbenam seluruhnya, masing-masing 3 polybag untuk tiap perlakuan. 3. Polybag kemudian diberi label untuk memudahkan dalam pengamatan.
  9. 9. V. HASIL PENGAMATAN dan PEMBAHASANPadi + Urea Sampel Minggu I Minggu II Minggu III Minggu IV TT ∑ D TT ∑ D TT ∑D TT ∑D 1 8 2 16 4 22 6 36 8 2 8 2 16 4 21 5 34 6 3 8,5 3 17 5 22,5 6 35 7 4 7 2 15 4 21 4 32 6 5 8 2 17 5 23,5 6 35 8 6 7,5 2 16 4 23 5 31 6 7 8 2 17 4 24 6 37 8 8 8,5 2 17 3 25 5 33 7 9 7 2 14 4 20,5 4 32,5 7 10 7,5 2 14 3 2 4 33 6 Rata-rata 7,8 2,1 = 2 15,9 4 20,45 5,1 = 5 33,85 6,9 = 6Padi tanpa Urea Sampel Minggu I Minggu II Minggu III Minggu IV TT ∑D TT ∑D TT ∑D TT ∑D 1 7 2 12 3 16 5 20 6 2 8 3 14 3 17 6 20, 6 5 3 7,5 2 15 4 18 6 24 7 4 8 2 15,5 4 19 7 26 8 5 8,5 2 16 3 18,5 6 22 6 6 7 2 17 3 19 4 25 5 7 8 2 17,5 4 20 5 26 7 8 7,8 2 16 3 18 4 27 6 9 7,5 2 15 3 17 5 21, 8 5 10 7 2 14 3 18 4 23 6 Rata-rata 7,6 2,1 = 2 15,2 3,3 = 3 18,05 5,2 = 5 23, 6,5 = 6 3 5
  10. 10. Cabe + Pupuk Sampel Minggu I Minggu II Minggu III Minggu IV TT ∑D TT ∑D TT ∑D TT ∑D 1 3 2 6 4 9 5 14,4 7 2 - - - - - - - - 3 - - - - - - - - 4 3,5 2 7,5 4 10,5 5 12,2 6 5 3 2 6 4 6,5 5 8,7 6 6 3 2 6 4 8 6 10,3 7 7 3 2 7 4 8 4 10,6 5 8 3,5 3 8,5 5 11,5 6 13,5 7 9 2 2 7 3 9,5 4 11,6 5 10 - - - - - - - - Rata-rata 2,1 1,5 = 1 4,8 2,8 = 2 6,3 3,5 = 3 8,13 4,8 = 4Cabe + Tanah Sampel Minggu I Minggu II Minggu III Minggu IV TT ∑D TT ∑D TT ∑D TT ∑D 1 3 2 4,5 4 9,1 5 12,4 6 2 2,5 2 5 4 8,3 5 11,3 6 3 2 2 4 3 7,6 3 8,4 4 4 3 3 5 4 8,8 6 10,6 6 5 - - - - - - - - 6 - - - - - - - - 7 - - - - - - - - 8 3 2 6 4 8,4 5 9,8 6 9 3 2 7 3 11 5 14,3 6 10 2,5 2 6 4 12 6 15 7Rata-rata 1,9 1,5 = 1 3,75 2,6 = 2 6,2 3,5 = 3 8,18 4,1 = 4
  11. 11. Nangka Letak Biji Minggu I Minggu II Minggu III Minggu IV TT ∑D TT ∑D TT ∑D TT ∑D Tenggelam 3 - 5 - 17 4 28 5 6 1 15 5 - - - - Setengah 2 - 4 - 29,5 2 32 3 tenggelam 12,5 1 23,5 3 12,9 1 29,8 2 Permukaan 1,5 - 5 - 6,5 - 8,7 1 - - - - 5 - 7,1 1Keterangan:TT = Tinggi tanamanJD = Jumlah daunPerhitunganPesemaian padi + Urea  Rataan Tinggi Tanaman = ∑TinggiTanaman ∑Sampel  Rataan Jumlah Daun = ∑Daun ∑Sampel 78 RTT = = 7,8  Minggu I 10 21 RJD = = 2,1 10 159 RTT = = 15,9  Minggu II 10 40 RJD = =4 10 204,5  Minggu III RTT = = 20,45 10 51 RJD = = 5,1 10
  12. 12. 338,5 RTT = = 33,85  Minggu IV 10 69 RJD = = 6,9 10Persemaian Padi tanpa Urea 76,3  Minggu I RTT = = 7,63 10 21 RJD = = 2,1 10 152 RTT = = 15,2  Minggu II 10 33 RJD = = 3,3 10 180,5 RTT = = 18,05  Minggu III 10 52 RJD = = 5,2 10 235  Minggu IV RTT = = 23,5 10 65 RJD = = 6,5 10Persemaian Cabe + Pupuk 21  Minggu I RTT = = 2,1 10 15 RJD = = 1,5 10 48  Minggu II RTT = = 4,8 10 28 RJD = = 2,8 10 63  Minggu III RTT = = 6,3 10 35 RJD = = 3,5 10
  13. 13. 81,3 RTT = = 8,13 10  Minggu IV 43 RJD = = 4,3 10Persemaian Cabe + Tanah 19 RTT = = 1,9  Minggu I 10 15 RJD = = 1,5 10 37,5 RTT = = 26  Minggu II 10 26 RJD = = 2,6 10 65,2 RTT = = 6,52  Minggu III 10 35 RJD = = 3,5 10 81,8  Minggu IV RTT = = 8,18 10 41 RJD = = 4,1 10Persemaian Biji Nangka didalam tanah 3 RTT = = 0,33  Minggu I 9 0 RJD = =0 0 5  Minggu II RTT = = 0,55 9 0 RJD = = 0 0 23  Minggu III RTT = = 2,55 9 5 RJD = = 0,55 9
  14. 14. 43 RTT = = 4,77  Minggu IV 9 10 RJD = = 1,11 9Persemaian Biji Nangka setengah tenggelam 2 RTT = = 0,22  Minggu I 9 0 RJD = = 0 0 4 RTT = = 0,44  Minggu II 9 0 RJD = = 0 0 54,9  Minggu III RTT = = 6,1 9 4 RJD = = 0,44 9 85,3  Minggu IV RTT = = 9,47 9 8 RJD = = 0,88 9Persemaian Biji nangka diatas permukaan tanah 1,5 RTT = = 0,16  Minggu I 9 0 RJD = =0 0 5 RTT = = 0,55  Minggu II 9 0 RJD = =0 0 11,5 RTT = = 1,27 9
  15. 15.  Minggu III 0 RJD = =0 0 15,8  Minggu IV RTT = = 1,75 9 2 RJD = = 0,22 9 PERBANDINGAN TINGGI TANAMAN PADI + UREA DAN TANPA UREA 40 33,85Tinggi Tanaman (cm) 30 23,5 20 20,45 15,9 18,05 15,2 10 7,8 7,63 0 Minggu I Minggu II Minggu III Minggu IV Tanam an Padi + Urea Tanaman Padi tanpa Urea
  16. 16. PERBANDINGAN JUMLAH DAUN TANAMAN PADI + UREA DAN TANPA UREA 7 6 6 5 5Jumlah daun 4 4 3 3 2 2 1 0 Minggu I Minggu II Minggu III MingguIV Tanam an Padi + Urea Tanaman Padi tanpa Urea PERBANDINGAN JUMLAH DAUN CABE YANG DITANAM PADA TANAH + PUPUK DAN TANAH TANPA PUPUK 5 4 4Jumlah daun 3 3 2 2 1 1 0 Minggu I Minggu II MingguIII Minggu IV Ditanam pada tanah + pupuk Ditanam pada tanah tanpa pupuk
  17. 17. PERBANDINGAN TINGGI TANAMAN CABE YANG DITANAM PADA TANAH + PUPUK DAN TANAH TANPA PUPUK 12 10Tinggi tanaman (cm) 8 8,18 8,13 6 6,3 6,2 4,8 4 3,75 2 2,1 1,9 0 Minggu I Minggu II MingguIII Minggu IV Ditanam pada tanah + pupuk Ditanam pada tanah tanpa pupuk
  18. 18. PEMBAHASAN Pesemaian adalah tempat tanaman muda dipelihara dalam waktu tertentusebelum dipindahkan ketempat yang tetap. Pesemaian pada dasarnya merupakantindakan penanaman benih dengan jarak tanam yang rapat pada sebidang tanahatau tempat tertentu dan dipelihara lebih cermat serta intensif untuk memperolehbibit yang baik dan siap tanam. Seperti yang telah dikemukakan dalam pendahuluan, baheasanya tujuandilakukannya pesemaian adalah kita bisa mengadakan seleksi bibit, dengan seleksibibit berarti akan didapatkan hasil yang baik. Oleh karena itu dalam penanamansebaiknya dilakukan penyemaian terlebih dahulu, sehingga bisa mendapatkantanaman yang mempunyai kualitas yang tinggi sesuai dengan keinginan. Haltersebut juga dapat meningkatkan produksi pertanian secara maksimal. Pesemaian dapat dilakukan dengan beragi cara. Masing-masing memilikikelebihan dan kekurangan. Dalam praktikum kali ini kita gunakan persemaiankering dan persemaian kantong plastik.Dalam pembuatan pesemaian kering, lahan yang akan digunakan harusmemperhatikan :1. Tanahnya, subur atau tidak.2. Cahaya matahari yang cukup.3. Dekat dengan sumber air.4. Mudah diamati.5. Tanahnya agak miring sehingga drainasenya baik. Selain itu, untuk mendapatkan hasil yang baik dibutuhkan bibit yang baikpula, baik faktor genetik maupun faktor lingkungan seperti curah hujan, suhu,intensitas matahari, dan harus terhindar dari gangguan hewan/hama dan penyakit.Kadang-kadang bibit atau tanaman yang berasal dari biji yang sangat muda,lemah, karena:1. Berat kering biji rendah.2. Biji masak kecil.3. Secara fisiologis biji belum masak.4. Jaringan penunjang tidak tumbuh dengan baik.
  19. 19. Pada pesemaian padi, tujuan dilakukannya penutupan bedengan denganjerami adalah melindungi tanaman muda dari cahaya matahari yang terlalubanyak, melindungi bibit dari pukulan/jatuhnya air hujan secara langsung yangdapat mengakibatkan kerusakan bibit dan mempertahankan kelembabanbedengan. Pada pesemaian tanaman nangka, ternyata biji yang terbenam didalamtanah pertumbuhannya lebih cepat dibandingkan dengan yang lainnya.Seharusnya yang paling cepat tumbuhnya adalah biji yang ditanam separuh diataspermukaan. Hal ini dikarenakan kurangnya penyiraman terhadap tanah dipolibag.Untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan bibit di pesemaian tersebut,dilakukan pengamatan setiap hari meliputi perhitungan tinggi tanaman dan jumlahdaunnya. Dan dari hasil pengamatan diperoleh data sebagai berikut :1. Pesemaian Padi Dari data yang diperoleh, perbandingan antara tanaman padi yang diberipupuk dan yang tidak diberi pupuk adalah 7,8 cm : 7,63 cm ; 15,9 cm : 15,2 cm ;20,45 cm : 18,05 cm ; 33,85 cm : 23,5 cm untuk perbandingan tinggi tanaman,sedangkan untuk jumlah daunnya adalah 2 : 2 ; 4 : 3 ; 5 : 5 ; 6 : 6 helai perminggunya selama pengamatan. Perbedaan antara padi yang diberi pupuk danyang tidak diberi pupuk yaitu : a. Yang diberi pupuk lebih cepat tumbuh baik untuk pertambahan tinggi tanamannya maupun untuk jumlah daunnya. b. Daun pada tanaman padi yang dipupuk berwarna lebih cerah (hijau segar) sedangkan pada padi yang tidak dipupuk warna daunnya lebih pucat (berwarna kuning).Hal ini berarti bahwa pemupukan sangat berpengaruh terhadap produktivitastanaman.
  20. 20. Pemberian pupuk Urea, SP36 dan KCl yang mengandung Nitrogen (N).Nitrogen berfungsi untuk memperbanyak anakan yang dihasilkan dan untukmempercepat produktivitas tanaman. Selain Nitrogen, unsur yang dibutuhkantanaman adalah Phospor (P) yang membantu perkembangan perakaran danmengatur pembungaan serta pembuahan, Kalium (K) berfungsi untuk membantusintesis gula dan asimilasi lewat klorofil, meningkatkan daya tahan terhadappenyakit, memperkuat tegaknya padi-padian dan meningkatkan pemakaian air.Unsur Belerang (S) adalah unsur utama berbagai jenis protein yang sangatdibutuhkan oleh tanaman.2. Pesemaian Polibag Cabai Pengambilan sampel sebanyak 20 buah masing-masing 10 buah untukperlakuan tanaman cabai yang diberi pupuk dan sisanya untuk tanaman cabai yangtidak dipupuk. Diperoleh data perbandingan tinggi cabai yang diberi pupuk danyang tidak diberi pupuk adalah 2,1 cm : 1,9 cm ; 4,8 cm : 3,75 cm ; 6,3 cm : 6,2cm ; 8,13 cm : 8,18 cm, sedangkan untuk jumlah daunnya adalah 1 : 1 ; 2 : 2 ; 3 :3 ; 4 : 4 helai per minggunya selama pengamatan Hasil yang diperoleh berdasarkan data yang diamati menunjukkan bahwatanaman cabai yang tidak dipupuk pertumbuhannya lebih baik karena beberapahal diantaranya : tanah yang digunakan mungkin mengandung lebih banyak unsurhara yang dibutuhkan tanaman.3. Pesemaian Dalam Polibag Nangka Pesemaian untuk tanaman nangka dilakukan di dalam polibag, terdapatsembilan polibag yang terisi tanah ditambah pupuk kandang. Data yang diperolehantara lain : a. Biji Tenggelam Dalam Tanah Untuk minggu I RTT =0,33 dan RJD = 0, minggu II RTT = 0,55cm dan RJD = 0, minggu III RTT = 2,55 cm dan RJD = 0,55, minggu IV RTT = 4,77 dan RJD = 1,11.
  21. 21. b. Biji Setengah Tenggelam Dalam Tanah Minggu I RTT = 0,22 dan RJD = 0, minggu II RTT = 0,44 cm dan RJD = 0, minggu III RTT = 6,1 cm dan RJD = 0,44, Minggu IV RTT = 9,47 cm dan RJD = 0,88. c. Biji Diletakkan Diatas Permukaan Tanah Minggu I RTT = 0,16 dan RJD = 0, minggu II RTT =0,55 dan RJD = 0, minggu III RTT = 1,27 cm dan RJD = 0, minggu IV RTT = 1,75 cm dan RJD = 0,22. Dari hasil pengamatan diperoleh data yang menunjukkan bahwa padapolibag yang berisi biji nangka yang diletakkan setengah tenggelam dalam tanahmemperoleh hasil yang lebih baik dibandingkan dengan polibag yang lain. Hal inidisebabkan karena biji tersebut memperoleh cukup unsur hara dan cahayamatahari.VI. KESIMPULAN1. Pesemaian pada dasarnya merupakan tindakan penanaman benih dengan jarak tanam yang rapat pada sebidang tanah atau tempat tertentu dan dipelihara lebih cermat serta intensif untuk memperoleh bibit yang baik dan siap tanam.2. Pesemaian ada bermacam-macam. Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Praktikum kali ini menggunakan pesemaian kering dan kantong plastic. Namun biasanya pesemaian kering lebih banyak dilakukan karena lebih mudah dan banyak manfaatnya.3. Penanaman dengan persemaian memiliki kelebihan antara lain kita bisa mengadakan seleksi bibit, dengan seleksi bibit berarti akan didapatkan hasil yang baik.4. Penanaman dengan persemaian terlebih dahulu akan lebih memudahkan dalam perawatan dan pengawasan.5. Pemupukan sangat berpengaruh terhadap produktivitas tanaman.
  22. 22. DAFTAR PUSTAKA- Kawil, Jurnalis. 1979. Tekhnologi Benih 1. Angkasa : Bandung.- Setiadi. 1994. Jenis dan Budidaya Cabai Rawit. Swadaya : Jakarta.- Sitompul, S. M. dan Guritno, Bambang. 1995. Analisis Pertumbuhan Tanaman. Gadjah Mada University Press : Yogyakarta.- Soetomo. H. A., Moch. 1992. Mengelola Pekarangan Sejahtera. Sinar Baru : Bandung.- Sutejo, M. M dan Kartasapoetra, A. G. 1988. Pupuk dan Cara Pemupukan. PT. Rineka Cipta : Jakarta.

×