Attention deficit hyperactivity disorder (adhd)

1,942 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
1,942
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
54
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Attention deficit hyperactivity disorder (adhd)

  1. 1. ATTENTION-DEFICIT HYPERACTIVITY DISORDER (ADHD) By DINA HAYA SUFYA SITI MUKHAROMAH EMMY AYNI ISWAHYUDI
  2. 2. Definisi ADHDADHD merupakan kependekan dariattention deficit hiperactivity disorderAttention = perhatian,Deficit = berkurang,Hyperactivity = hiperaktif,Disorder = gangguan
  3. 3. Etiologi ADHD• Faktor genetik• Berubahnya fungsi dan anatomi otak• Ibu yang merokok, penggunaan obat-obatan dan zat beracun lainnya• Anak-anak yang terkena racun lingkungan
  4. 4. Manifestasi KlinisUntuk dapat disebut memilikigangguan hiperaktif, harus adatiga gejala utama yang nampakdalam perilaku seorang anak,yaitu inatensi, hiperaktif, danimpulsif
  5. 5. Manifestasi Klinis• Inatensi atau pemusatan perhatian yang kurang dapat dilihat dari kegagalan seorang anak dalam memberikan perhatian secara utuh terhadap sesuatu• Gejala hiperaktif dapat dilihat dari perilaku anak yang tidak bisa diam• Gejala impulsif ditandai dengan kesulitan anak untuk menunda respon
  6. 6. Identifikasi ADHD E. Gejala-gejala tidak B. Beberapa gejala terjadi selama D. Harus ada hiperaktivitas berlakunya PDD, gangguan yang impulsifitas atau skizofrenia, atau C. Ada suatu secara klinis, A2. Hiperaktivitas kurang perhatian gangguan psikotikA I . Kurang Perhatian gangguan di dua atau signifikan di dalam Impulsifitas yang menyebabkan lainnya, dan tidak lebih seting/situasi. fungsi sosial, gangguan muncul dijelaskan dengan akademik, atau sebelum anak lebih baik oleh pekerjaan. berusia 7 tahun. gangguan mental lainnya.
  7. 7. Prosedur IdentifikasiPerspektif orang tua Perspetif anak Perspektif sekolah• wawancara yang teliti • Wawancara • diskusi dengan orang tua• lembar cek perilaku anak • Pemeriksaan IQ • observasi ruang kelas (Conner’s Rating Scale) • Tes prestasi • formulir penilaian guru• pertanyaan situasi rumah • Kajian tentang keadaan atau Conner’s Rating Scale• formulir riwayat sekolah • Rating Scale perilaku perkembangan • Observasi interaksi orang dengan instrumen• survei penyesuaian tua dan anak Kendall-Wilcox perkawinan menggunakan instrumen temuan dari Locke-Wallace
  8. 8. PENDEKATAN1. Teori conditioning. Menurut teori ini proses belajar merupakan suatu bentuk perubahan tingkah laku yang dapat diamati dan terjadi melalui hubungan rangsang jawaban menurut prinsip-prinsip mekanistik2. Teori belajar kognitif. Menurut teori ini belajar merupakan proses pencapaian atas perubahan pemahaman, pandangan, harapan atau pola pikir3. Teori Social Learning. Menurut teori ini anak dapat belajar melalui pengamatan atau melalui orang lain
  9. 9. DIAGNOSA ADHDBila didapatkan seorang anak dengan usia6 hingga 12 tahun yang menunjukkantanda-tanda hiperaktif dengan prestasiakademik yang rendah dan kelainanperilaku, hendaknya dilakukan evaluasiawal kemungkinan. Untuk mendiagnosisADHD digunakan kriteria DSM IV yang jugadigunakan, harus terdapat 3 gejala :Hiperaktif, masalah perhatian dan masalahkonduksi.
  10. 10. KASUS ADHD• Ilustrasi : Kasus Bona Bona adalah anak laki-laki berusia 5 tahun dan bersekolah di sebuah TK ternama di Yogya. Penampilan fisiknya gemuk dan tinggi, jauh lebih besar dibandingkan teman-teman seusianya. Ayah ibunya bekerja sebagai karyawan swasta yang bekerja sepanjang hari sehingga Bona lebih banyak diasuh pembantunya. Bona dibawa ke sebuah biro konsultasi psikologi oleh ibunya karena adanya keluhan yang disampaikan pembantu, para tetangga, dan terutama guru-guru di sekolahnya. Pembantu rumah tangga di keluarga tersebut sering sekali berganti karena kebanyakan dari mereka tidak tahan dengan perilaku Bona yang selalu berlarian tanpa henti, membuat berantakan seluruh mainan tanpa menggunakannya untuk bermain (hanya dilempar-lempar kemana saja), sering memukul dan menendang tanpa alasan bahkan terkadang saat memegang benda juga digunakan untuk melempar atau memukul, makan sambil berlarian dan berantakan seluruh makanannya, tidak memperhatikan jika diberitahu sesuatu, suka berteriak-teriak kasar, dan membanting benda- benda terutama jika permintaannya tidak segera dipenuhi.
  11. 11. KASUS ADHDOrang tua Bona sering merasa tidak nyaman dan serbasalah dengan tetangga karena hampir setiap hari ada sajatetangga yang mengadu tentang perilaku Bona kepadaanak-anak mereka. Perilaku Bona yang merebut mainantemannya hingga rusak, Bona yang memukul temannyahingga benjol, Bona yang melempar-lempar batumengenai kaca tetangga, sampai Bona yang memanjatpagar tetangga dan merusakkan tanaman hias mereka,dan masih banyak lagi yang lainnya.
  12. 12. Sementara itu guru di sekolah juga sering sekali menyampaikankeluhan tentang perilaku Bona di sekolah, bahkan Bonabeberapa kali diantarkan pulang guru sebelum waktunya. Disekolah, Bona terlihat kesulitan mengikuti proses belajar karenadia selalu saja berlari dan sulit sekali diminta duduk dikursinya. Guru dan teman-teman lain merasa terganggu karenasetiap kali Bona diminta duduk, beberapa detik kemudian sudahberlari-lari lagi keliling ruang kelas sambil mengganggutemannya atau sampai keluar kelas. Ketika teman-temannyabelajar mewarnai atau menggambar maka Bona akanmeninggalkan kertas gambarnya dalam keadaan kosong ataudengan sedikit coretan yang terlihat asal-asalan.
  13. 13. Bona juga sulit sekali diminta melakukan sesuatu oleh gurunyakarena setiap kali gurunya berbicara, Bona tidak tahanmendengarkannya sampai selesai. Juga ketika guru mengajukanpertanyaan, terkadang Bona berteriak menjawab meskipertanyaan belum selesai, dan akhirnya jawabannya pun tidaktepat. Beberapa waktu terakhir bahkan gurunya secara implisitmenyatakan bahwa Bona sebaiknya di pindah ke sekolah lain yangdapat menanganinya dengan lebih baik karena guru-guru disekolahnya yang sekarang sudah kewalahan. Orang tuanyabingung sekali dengan kondisi ini sehingga merasa perlu mintabantuan tenaga terapis anak untuk membantu. Mengingat bahwaBona adalah anak tunggal dan efek dari perilakunya sudahdipandang meresahkan maka ibunya berniat cuti selama beberapabulan dari pekerjaannya untuk mengatasi masalah anaknya ini.
  14. 14. Proses Tata Laksana Perilaku Bagi BonaTarget Perilaku1. Mampu membereskan mainan dan barang- barang milik Bona sendiri.2. Mendengarkan orang lain bicara sampai selesai.3. Mengerjakan aktivitas sampai selesai.
  15. 15. Rencana WaktuWaktu yang direncanakan adalah 6bulan, mengingat bahwa selama waktuitu ibunya akan cuti dari kantor dandapat secara penuh terlibat dalamprogram ini untuk terus berada disamping Bona. Waktu 6 bulan ini akandibagi dalam beberapa tahap untukmemudahkan proses monitoring danevaluasi.
  16. 16. Pelaksana Program• Program ini dilaksanakan oleh Ibu Bona sebagai manajer program dibantu oleh seluruh anggota keluarga dengan didampingi terapis anak sebagai pemandu program dan nara sumber proses
  17. 17. Program yang Direncanakan1. Membereskan mainan dan barang milik Bona sendiri.2. Mendengarkan orang lain bicara sampai selesai.3. Mengerjakan aktivitas sampai selesai.
  18. 18. Evaluasi ProgramProgram bagi Bona ini akan selaludievaluasi dan dimonitor menggunakanlembar evaluasi dan lembar monitoringyang dibuat saat perencanaan program(contoh lembar evaluasi dan lembarmonitoring terlampir). Evaluasi danmonitoring dilakukan ibu Bona sebagaimanajer program dan secara berkala akandidiskusikan bersama terapis untukmelihat efektivitas dan kemajuan program
  19. 19. TERAPI “BACK IN CONTROL (BIC)” • Program terapi “Back in Control” dikembangkan oleh Gregory Bodenhamer. Program ini berbasis kepada sistem yang berdasar pada aturan, jadi tidak tergantung pada keinginan anak untuk patuh. Dalam program ini, tugas orang tua adalah: 1. Orang tua mendefinisikan aturan secara jelas dan tepat (kita perjelas apa yang kita mau, tidak kurang tidak lebih). Kita buat aturan sejelas mungkin sehingga pengasuh pun dapat mendukung pelaksanaannya tanpa banyak penyimpangan. 2. Jalankan aturan tersebut dengan ketat. 3. Jangan memberi imbalan atau hukuman pada sebuah aturan. Jalankan saja. 4. Jangan pernah berdebat dengan anak tentang sebuah aturan. Gunakan kata-kata kunci yang tidak akan diperdebatkan, misalnya “kamu harus….meskipun…..”

×