Prinsip

  • 1,067 views
Uploaded on

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
1,067
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
6
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. PRINSIP-PRINSIP PERKEMBANGAN KELOMPOK VI :1. Dimas Ibnu Wijanarko2. Devy Kalkausari3. Aziz Mugi Raharjo4. Fitri Nur Hidayah
  • 2. Prinsip perkembangan yang aktif itu terletak di dalam dirianak sendiri. Perkembangan itu bukan proses yang selaludigerakkan oleh faktor dari luar saja, tetapi juga dikendalikandan diberi corak tertentu dari pembawaan, bakat dankemauan anak. Setiap periode perkembangan itu pasti erat bertaliandengan periode perkembangan yang mendahuluinya. Hal inimembuktikan bahwa hidup manusia merupakan kesatuanyang bulat. Tujuan setiap perkembangan adalah menjadimanusia dewasa yang sanggup mandiri.
  • 3. 1. Pertumbuhan sebagai Proses “Menjadi” Pertumbuhan dan perkembangan pada setiap organism mempunyai prinsip: selalu berproses untuk menjadi. Oleh karena itu, organism merupakan sistem yang hidup dan terbuka karena selalu mengalami kemajuan dan perubahan yang sifatnya dinamis. Perkembangan yang dinamis didasari oleh:` a. Faktor-faktor hereditas (pembawaan kodrati) b. Dirangsang oleh pengaruh lingkungan atau alam sekitar c. Diperlancar oleh usaha belajar. Anak merupakan pelaku atau author yang leluasa memilih satu pola hidup tertentu dan mengarah pada tujuan hidup tertentu pula. Namun selanjutnya mereka akan menyadari bahwa kebebasannya dibatasi oleh faktor-faktor kodrati dan kondisi lingkungan hidupnya.
  • 4. 2. Paduan antara Dorongan-DoronganMempertahankan Diri dan Pengembangan Diri Pada setiap proses perkembangan terdapat perpaduan antara doronganmempertahankan diridan dorongan mengembangkan diri. Pada setiap orang terdapatdorongan fisik dan psikis untuk mempertahankan diri dan mempertahankan hidupnya. Disamping dorongan mempertahankan diri terdapat pula dorongan untukmengembangkan diri guna mendapatkan kemajuan baru. Berkat dorongan mempertahankandiri tersebut seseorang akan menyimpan segala pengalaman yang berguna. Karenapengalaman-pengalaman itu penghayatan hidupnya menjadi makin kaya dan mendalam.Setiap stadium hidup yang baru saja tercapai merupakan bentuk keseimbangan, sementarayang dijadikan titik tolak usaha-usaha yang baru. Jadi ada tingkat perjuangan yang mengarahpada taraf yang lebih tinggi atau orang Jerman menyebutnya “Anspruchsniveau” (tingkattuntutan). Hakekat perjuangan anak manusia dan manusia ialah “”I’homme passé infinimentI’homme” atau manusia itu tidak habis-habisnya berusaha mengatasi kemanusiaannya.
  • 5. 3. Individualitas Anak dan Perbedaan Individual Sejak saat dilahirkan setiap bayi sudah memiliki karakteristik yang berbeda-beda.Karena perbedaan-perbedaan individual yang karakteristik tersebut individu anak merupakanpribadi yang khas dan unik yang berusaha mengembangkan diri serta merealisasi diri.Ciri-ciri karakteristik yang tampak sejak lahir cenderung tetap bertahan sampai usia dewasameskipun terdapat sedikit perbedaan. Anak akan menampilkan nilai dan martabat sendiri yaitu memiliki sistem penilaiankanak-kanak menurut criteria dan norma anak sendiri. Sistem penilaian kanak-kanak inidengan bantuan usaha pendidikan harus bisa dikaitkan dengan penilaian manusia dewasa.Oleh karena itu, tugas pendidikan ialah melengkapkan martabat-manusiawi anak, sehinggalambat laun anak mampu mencapai martabat manusiawinya secara penuh. Individualitas anak memiliki cirri-ciri karakteristik dan memiliki sistem nilai sendiri yangpatut dihargai dan diperhitungkan dalam usaha merawat, mengasuh dan mendidik anak.Perbedaan unsur tempo dan perkembangan, keinginan, harapan, tuntutan,sensitivitas/kepekaan ataupin kecenderungan “berkulit tebal” dan bersikap kurang sensitif,semua ini merefleksikan ciri-ciri yang karakteristik individual dari masing-masing anak.
  • 6. 4. Anak sebagai Makhluk Sosial Anak tidak bisa berkembang dengan sendirinya tanpa bantuan darilingkungan sosialnya. Anak dilahirkan, dirawat,dididik, tumbuh, berkembang danbertingkah laku sesuai dengan martabat manusiawi. Anak merupakan pribadi-sosial yang memerlukan relasi dan komunikasidengan orang lain untuk memenusiakan dirinya. Kondisi dan situasi sosial akanmenguntungkan dan positif bagi anak apabila kombinasi dari pengaruh lingkungansosial bisa membantu realisasi-diri serta proses sosialisasi anak sebagai manusia.Kondisi ini bisa menjadi tidak menguntungkan jika perkembangan anak terhambatakibat pengaruh-pengaruh negatif dari luar. Anak akan berkembang secara penuh apabila ia mendapat tuntunan danbantuan dari orang lain, oleh karena itu tercapainya martabat manusiawi dankedewasaan itu tidak berlangsung secara otomatis dengan kekuatan sendiri, akantetapi senantiasa berkembang dengan bantuan orang dewasa.
  • 7. 5. Hukum Konvergensi dari William Stern Konvergensi artinya: kerjasama atau bertemu pada satu titik. Hukumkonvergensi menyatakan adanya kerjasama antara faktor kodrati danfaktor sosial. Maksudnya, dalam setiap perkembangan anak, factorhereditas atau endogin dan faktor eksogin atau faktor sosial itu harusbekerjasama. Faktor Pribadi endogin, misalnya kemampuan berbicara danberjalan. Faktor eksogin merupakan faktor yang yang memberikankesempatan dan persyaratan yang menguntungkan bagi perkembanganfungsi berjalan dan berbicara yang wajar bagi potensi endogin anak. Orang tua merupakan faktor yang besar pengaruhnya padapembentukan pribadi anak. Selain itu kualitas kodrati anak dan kemauananak sendiri juga ikut menentukan proses perkembangannya. Jika terdapatabnormalitas dan kelemahan pada anak, hendaknya orang tua memahamibetul kekurangan tersebut, bersedia melindungi dan berusahameringankan beban anak.
  • 8. 6. Pemenuhan Kebutuhan sebagai Sumber Dinamika Aktivitas Anak Setiap individu anak selalu mempunyai kebutuhan tertentu. Kebutuhan-kebutuhan itu menuntut agar dipenuhi, sehingga tidak terjadi ketegangan batin, konflik-konflik batin dan frustasi. Menurut teori equilibrium, setiap individu selalu berusaha mencari kondisi keseimbangan dengan jalan mengatasi kesulitan-kesulitan berupa iritasi, frustasi dan barikade-barikade dalam pemenuhan kebutuhannya. Prinsip perkembangan menyatakan: motif utama dari hidup ialah meniadakan dan melepaskan diri dari semua rintangan, rasa tegang dan disequilibrium batin untuk mencapai kepuasan dan equilibrium batin. Teori disequilibrium: sehubungan dengan adanya dinamika manusia, maka anak tidak mencari keseimbangan, akan tetapi dengan sengaja mencari dan menantang timbulnya ketidakimbangan dengan jalan mencobakan semua potensinya dalam macam-macam aktivitas dan eksperimen. Unsur dinamisme merupakan ciri pokok pada individu anak yang sehat.
  • 9. 7. Penggunaan Fungsi-Fungsi Secara Spontan sebagai Tanda Kemampuan Tumbuh Jika kapasitas-kapasitas untuk berbuat, berfikir dan merasakanpada anak sudah matang, maka anak akan di dorong oleh impuls-impuls yang kuat untuk menggunakannya. Sejak masa bayi, anak senantiasa menunjukkan usaha untuk majudengan bantuan segenap peralatan fisik dan psikisnya, untuk mencapaikemungkinan-kemungkinan baru yang terletak di depannya. Ciri khas dari perkembangan kemampuan/kapasitas anak ialah:1) Kecenderungan untuk menggunakan semua kapasitas,kemungkinan, kekuatan, dan kemampuannya secara spontan dan aktif.2) Mekanisme perkembangan anak sudah sejak semula dilengkapidengan self-starter yang dinamis.
  • 10. 8. Tempo Dan Ritme Perkembangan yang Khas Perkembangan setiap anak itu berlangsung menurut tempo ataukecepatan dan ritme/irama tertentu, sesuai dengan pembawaankodrati sendiri. Jadi, pada setiap anak terdapat impuls untuk berkembang dengancaranya sendiri dalam melatih semua bakat serta kemampuannya. Segala sesuatu yang sudah dicapai oleh anak, dijadikan persiapanatau titik-tolak baru bagi pengalaman dan kemampuan berikutnya. Ritme atau irama perkembangan akan semakin jelas tampak padasaat kematangan fungsi-fungsi. Pada saat itu terlihat adanya selingan diantara cepat dan lambatnya perkembangan, yang kurang lebih tetapkonstan sifatnya. Inilah yang disebut sebagai irama perkembangan.
  • 11. 9. Kematangan dan Masa Peka Manusia muda yang baru dilahirkan itu dalam banyakhal keadaannya lebih miskin dibandingkan dengan anakbinatang yang manapun. Sebabnya ialah: semua fungsijasmaniahnya dan rokhaniah anak baru merupakanlembaga yang belum mekar. Maka faktor waktu dan usahabelajarlah yang memupuk perkembangannya. Fungsi yang baru dilatih atau baru saja berkembang,pasti belum membuahkan prestasi tinggi.Hampir semua fungsi jiwani itu memerlukan periodeberlatih atau periode belajar. Kadang kala periode tersebutberlangsung pendek, tetapi ada kalanya berlaku agak lama,misalnya pada proses belajar bercakap-cakap.
  • 12. Yang menarik perhatian kita pada umumnya ialah:1) Dalam melatih fungsi-fungsinya anak tidak memerlukan stimulusdari luar;2) Juga tidak membutuhkan dorongan dari siapapun juga, bahkan jugatidak dari orang tuanya. Sebab fungsi-fungsi tersebut dilatih oleh anaksendiri secara spontan dan dengan usaha kemampuan sendiri. Proses kematangan (maturation) itu ditandai oleh kematanganpotensi-potensi dari organisme, baik yang fisik maupun yang psikis,untuk terus maju menuju pemekaran/perkembangan secara maksimal.Maka prestasi dari pengguanaan dan penggeladian ketrampilan/fungsiitu bergantung pada derajat kematangan tadi, sebab kematangan inimempengaruhi kualitas hasil usaha belajar anak.
  • 13. 10. Perkembangan sebagai Proses Diferensiasi Seorang anak pada sejak bayi sudah mempunyai gambaranmeskipun gambaran itu belum jelas dan terlihat samar, dank arenaperkembangan tersebut yang belum jelas atau samar pada anaktersebut menjadi sedikit berkurang . Semakin cepat perkembangan itu berjalan semakin cepat pulaproses diferensiasi ( prinsip totalitas pada anak ) mempunyai strukturyang semakin lengkap, dimana struktur itu bisa gerak, bentuk,komunikasi, watak dan sifat pada anak. Namun, struktur itu mulai berkembang merupakan bagian daritotalitas atau yang di sebut proses diferernsiasi sekunder, sedangkanpada totalitas/mencakup semua bagian-bagian tersebut disebut prosesdiferensiasi primer.
  • 14. 11. Masa Trotzalter Masa Trotzalter adalah masa pembangkangan anakyang terjadi pada usia 3-4 tahun dan akan terjadi lagipada usia 12-15 tahun. Pada saat masa ini berlangsung pembangkangan inidi picu dengan dimana anak dalam fase menemukandirinya sendiri, ia beranggapan bahwa ia tidak lagimemerlukan bantuan orang di sekitarnya lagi dan mauberbuat semaunya sendiri. Anak mulai tegar dan keraskepala, juga tidak patuh terhadap perintah orang tuamaupun gurunya. Anak tidak suka diperintah dan tidaksuka aturan-aturan yang mengikat.
  • 15. Anak-anak yang berusia 12 -15 berada dalam pertumbuhanyang mengalami masa remaja. Masa remaja termasuk masa yang sangat menentukan karenapada masa ini anak-anak mengalami banyak perubahan pada psikisdan fisiknya. Terjadinya perubahan kejiwaan menimbulkankebingungan di kalangan remaja sehingga masa ini disebut olehorang Barat sebagai perode strum und drong. Sebabnya karenamereka mengalami penuh gejolak emosi dan tekanan jiwa sehinggamudah menyimpang dari aturan dan norma-norma sosial yangberlaku di kalangan masyarakat. Ada pula ahli psikologi yang menganggap masa remaja sebagaiperalihan dari masa anak ke masa dewasa, yaitu saat-saat ketikaanak tidak mau lagi diperlakukan sebagai anak-anak.
  • 16. 12. Perjuangan sebagai Ciri Perkembangan Pada anak dalam perkembangan adalah perjuangan mencarikedewasaan. Di mana anak saat anak sedang mempunyai rintangan ,kegagalan,kekecewaan, ataupun masalah dalam hidupnya . Karena ituanak tersebut harus belajar menerima resiko dan mengatasi semuadengan kedewasaan. Dari suatu masalah yang di miliki anak tersebut , maka sang anakberuaha memperjuangkan apa yang ada pada diri anak tersebut dancenderung sekali anak menggunakan kemampuan dan melatih fungsinyasehingga anak beruaha dengan spontan akan terus berjuang dan beruaha. Dalam perkembangannya anak akan mempelajari macam-macamkesanggupan baru yang akan di awali dgn kegairahan. Dalam prosespertumbuhan itu anak semakin lama semakin kurang menarik, karenasecara pola tingkah lakunya sudah kurang di hayati secata sadar.dan dalamperkembangan pertumbuhannya anak akan semakin memikul duka deritadalam perjuangannya.
  • 17. 13. Pemulihan Diri dan Revisi Kebiasaan Proses pemulihan diri merupakan kemampuan yangmembantu proses perkembangan. Pada anak penderitaanbatin bisa di sembuhkan dan jika sudah parah akanmenimbulkan ganguan mental. Pada saat itu di namakansebagai titik patah dan penderita tidak akan bisa disembuhkan lagi mentalnya. Tingkah laku juga mempengaruhi perkembangannyayang mungkin anak tersebut memperoleh luka ataupunpengalaman yang cukup pahit, maka luka tersebut akanmeninggalkan bekas yang sulit hilang. Namun, pada prosestingkah laku tersebut semakin lama fungsi lain pada anakjuga akan semakin matang sehingga prestasi anak tersebutbisa saja lebih baik.