• Like
  • Save
Bab 3. Pemodelan Data
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Bab 3. Pemodelan Data

on

  • 2,158 views

 

Statistics

Views

Total Views
2,158
Views on SlideShare
1,968
Embed Views
190

Actions

Likes
3
Downloads
0
Comments
0

1 Embed 190

http://database.rizaarifudin.info 190

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Bab 3. Pemodelan Data Bab 3. Pemodelan Data Document Transcript

    • BAB 3 PEMODELAN DATA Tujuan Intruksional Khusus : Mahasiswa mampu memahami konsep dan menerapkan teknik-teknik pendeskripsian data, relasi data, dan semantik data.Model data adalah kumpulan tools yang secara konseptual untuk mendeskripsikan data,hubungan data, semantic data, dan konsistensi konstrain. Model data yang akan diuraikanpada bagian ini adalah meliputi :  Model basis data Flat-file  Model basis data Hirarki  Model basis data Jaringan  Model basis data Relasional  Model basis data Berorientasi Objek (Object Oriented (OO))  Model basis data Relasional Objek (Object Relational (OR))3.1. Model Basis Data Flat-FileSebelum vendor-vendor seperti Oracle dan Microsoft mengembangkan DatabaseManagement System (DBMS) yang dijalankan pada komputer, beberapa perusahaanmenggunakan komputer untuk menyimpan data-data dalam bentuk Flat-file. Basis dataflat-file terdiri dari satu atau lebih file yang dapat dibaca, yang secara normal berbentukformat file text. Informasi pada suatu file-file disimpan sebagai fields, dengan fields-nyamemiliki panjang konstan atau panjang bervariasi yang dipisahkan beberapa karakter(delimeter).Untuk basis data flat-file dengan panjang fields-nya konstan diberikan pada contoh 3.1.Pada contoh 3.1. terdapat 3 fields : identifikasi angka, nama dosen, dan nama programstudi. Setiap fields memiliki panjang konstan karena field identifikasi angka selaludimulai pada kolom #1 dan selalu berakhir pada kolom #4, field nama dosen selaludimulai pada kolom #6 dan selalu berakhir pada kolom #25, dan seterusnya.Pemodelan Data 21
    • Untuk contoh basis data flat-file dengan panjang fields bervariasi yang dipisahkandengan delimeter diberikan pada contoh 3.2.Contoh 3.1. 1234 5 6789012345678901234 6 78901234567890123 5 0123 Aris Puji Widodo PS. Ilmu Komputer 1234 Djalal ER Riyanto PS. Ilmu Komputer 2345 Kushartantya PS. Ilmu Komputer 3456 Suhartono PS. Ilmu Komputer 4567 Bambang Yismianto PS. Ilmu Komputer 5678 Indriyati PS. Ilmu Komputer 6789 Beta Noranita PS. Ilmu Komputer 7890 Eko Adi Sarwoko PS. Ilmu KomputerContoh 3.2.0123:Aris Puji Widodo:PS.Ilmu Komputer1234:Djalal ER Riyanto:PS.Ilmu Komputer2345:Kushartantya:PS.Ilmu Komputer3456:Suhartono:PS.Ilmu Komputer4567:Bambang Yismianto:PS.Ilmu Komputer5678:Indriyati:PS.Ilmu Komputer6789:Beta Noranita:PS.Ilmu Komputer7890:Eko Adi Sarwoko:PS.Ilmu KomputerPada contoh 3.2. terdapat 3 fields, untuk setiap fields dipisahkan dengan titik dua. Setiapfields memiliki panjang tidak konstan. Pada saat menggunakan fields separator,seharusnya fields seperatornya bukan merupakan karakter yang terdapat pada data.Kelemahan basis data flat-file:  Flat-file tidak menggunakan struktur data yang dengan mudah dapat direlasikan  Sulit untuk mengatur data secara efisien dan menjamin akurasi  Lokasi fisik fields data dengan file harus diketahui  Program harus dikembangkan untuk mengatur data3.2. Model Basis Data HirarkiBasis data Hirarki satu tingkat di atas basis data flat-file, dalam hal ini kaitanya dengankemampuan untuk menemukan dan memelihara relasi antar kelompok data. Arsitekturbasis data hirarki berdasarkan konsep hubungan parent/child. Pada basis data hirarki,suatu root table atau parent table berada apa struktur yang paling atas, terhubung ke childPemodelan Data 22
    • table yang dihubungkan dengan data. Struktur model basis data hirarki terlihat sepertikebalikan dari struktur pohon seperti yang diberikan pada gambar 3.1. Publishers Root table atau parent Authors BookStores Child tables dari Root table Child tables dari level Titles Inventory Orders sebelumnya Gambar 3.1. Model Basis Data HirarkiPada gambar 3.1 Publishers adalah sebagai root table. Publisher memiliki dua childtable : Author dan BookStores. Publisher mempunyai beberapa orang Author yangdikontrak, dan mempunyai beberapa BookStores untuk mensuplai kebutuhan buku-buku.Titles adalah child dari Author, Inventory dan Orders adalah child dari BookStrores.Salah satu masalah yang muncul adalah terjadinya redudansi informasi Titles yangdisimpan pada tabel Inventory, karena tidak ada hubungan langsung antara Authors danBookStores.Root table dapat memiliki lebih dari satu child table dan child table hanya boleh memilikisatu root table. Untuk mengakses child table, harus dilakukan pengaksesan root tableterlebih dahulu. Relasi-relasi tabel dengan struktur hirarki dihubungkan dengan pointer.Kelebihan basis data hirarki dibandingkan flat-file:  Data dapat dengan cepat dilakukan retrieve  Integritas data mudah dilakukan pengaturanKelemahan basis data hirarki dibandingkan flat-file:  Pengguna harus sangat familiar dengan struktur basis data  Terjadi redudansi data3.3. Model Basis Data JaringanModel basis data jaringan merupakan perbaikan dari model basis data hirarki, yaitudengan menambahkan kemampuan root table untuk melakukan share relationshipsdengan child tables. Dalam hal ini child table dapat memiliki banyak root table dan untukPemodelan Data 23
    • melakukan akses terhadap child table, tidak dibutuhkan lagi untuk mengakses root tableterlebih dahulu.Relasi antar tabel dalam basis data jaringan disebut set structure, yaitu satu tabel sebagaiowner dan tabel yang lainnya sebagai member, dalam hal ini konsep dasarnya adalahsama dengan relasi parent/child yang diberikan pada sebelumnya. Set structure dapatdirepresentasikan sebagai relasi one-to-many antar tabel. Program aplikasi dapatmengakses basis data jaringan menggunakan set structure sebagai navigasi ke bagianbasis data yang berbeda. Sehingga jika set structure dilakukan modifikasi, maka programaplikasi yang mengakses basis data juga harus dilakukan modifikasi. Untuk set structuredapat dilihat pada gambar 3.2. Publishers owner set structure contract supply Authors BookStores members Gambar 3.2. Model Basis Data JaringanPada gambar 3.2. tabel Publishers memiliki 2 tabel : Authors dan BookStores. Authorsdan BookStores adalah sebagai member dari tabel Publishers. Publishers meng-contractAuthors untuk bekerja, dan Publishers akan men-supply buku-buku yang selesaidikerjakan ke BookStores. Publishers Root table atau parent Child tables dari level Authors BookStores sebelumnya Child tables dari level Titles Inventory Orders sebelumnya shared child table Gambar 3.3. Child Table yang Dilakukan SharePemodelan Data 24
    • Pada gambar 3.3. memberikan deskripsi child table atau members dapat dilakukan shareoleh parent table. Tabel Titles dimiliki oleh Authors dan BookStores, karena Authors danBookStores membutuhkan relasi dengan Titles. Walaupun 2 set structure dapatdigunakan untuk mengakses tabel Titles, informasi book title hanya disimpan pada satutabel, sehingga redudansi data direduksi.Kelebihan basis data jaringan:  Data lebih cepat diakses  User dapat mengakses data dimulai dari beberapa tabel  Mudah untuk memodelkan basis data yang komplek  Mudah untuk membentuk query yang komplek dalam melakukan retrieve data.Kelemahan basis data jaringan:  Struktur basis datanya tidak mudah untuk dilakukan modifikasi  Perubahan struktur basis data yang telah didefinisikan akan mempengaruhi program aplikasi yang mengakses basis data  User harus memahami struktur basis data.3.4. Model Basis Data RelasionalModel basis data relasional merupakan model basis data yang paling populer banyakdigunakan sekarang ini. Beberapa perbaikan ditambahkan pada model ini, yaitusederhana dalam mengatur data, retrieve data, dan change data. Unit utama yangdisimpan pada basis data adalah berbentuk tabel atau kelompok data yang salingberhubungan. Tabel terdiri baris dan kolom, baris adalah merepresentasikan tuple ataurecord pada tabel, dan kolom merepresentaksikan fields pada tabel. Tabel dapatberhubungan dengan tabel yang lain dengan menggunakan kunci.Model basis data relasional tidak memiliki parent/root teble, walaupun relasi antaraparent table dan child table diperbolehkan. Parent table dapat memiliki banyak childtable, dan demikian juga sebaliknya. Untuk representasi model basis data relasionaldiberikan pada gambar 3.4.Pemodelan Data 25
    • supply Publishers BookStores contract sell write stocked in Authors Titles Inventory are ordered Orders Gambar 3.4. Model Basis Data RelasionalKelebihan basis data relasional:  Data sangat cepat diakses  Struktur basis data mudah dilakukan perubahan  Data direpresentasikan secara logik, user tidak membutuhkan bagaimana data disimpan.  Mudah untuk membentuk query yang komplek dalam melakukan retrieve data  Mudah untuk mengimplementasikan integritas data  Data lebih akurat  Mudah untuk membangun dan memodifikasi program aplikasi  Telah dikembangkan Structure Query Language (SQL).Kelemahan basis data relasional:  Kelompok informasi/tables yang berbeda harus dilakukan joined untuk melakukan retrieve data  User harus familiar dengan relasi antar tabel  User harus belajar SQL.3.5. Model Basis Data Berorientasi ObjekBeberapa tahun terakhir ini pemrograman berorientasi objek sangat populer denganmenggunakan bahasa pemrograman C++, Visual Basic, dan Java. Bahasa-bahasa padapemrograman berorientasi objek memperbolehkan seorang programmer bekerja denganobjek-objek untuk mendefinisikan aplikasi yang berinteraksi dengan basis data relasional.Model basis data berorientasi objek adalah suatu model basis data, dimana datadidefinisikan, disimpan, dan diakses menggunakan pemrograman berorientasi objek.Pemodelan Data 26
    • Pada gambar 3.5. diberikan ilustrasi mengenai contoh basis data berorientasi objek danimplementasinya. Basis data berorientasi objek didefinisikan dengan menggunakanbahasa pemrograman berorientasi objek, yaitu bahasa Java. Aplikasi End user juga dibangun dengan menggunakan bahasa berorientasi objek. Object database managementsystem digunakan untuk membuat link antara basis data dan aplikasi. Database declarations Application code written using Java using Java Object declarations using Java program compiler Java interaction Application executables Database generated End user Gambar 3.5. Basis Data Berorientasi ObjekDua struktur dasar yang terdapat pada basis data berorientasi objek terdiri adalah dariobjects dan literals. Objects adalah suatu struktur yang memiliki identifiers, object dapatdiasosiasikan dengan object yang lain. Literals adalah nilai-nilai yang diasosiasikandengan object dan tidak memiliki identifiers. Object dan literals diorganisasikan olehsuatu tipe, dimana setiap elemen memiliki properties yang sama, yang dapat dimodifikasiuntuk setiap object. Class adalah ekuivalen dengan tabel pada basis data relasional.Operasi digunakan untuk mengambil nilai-nilai dari class yang lain, menambah nilai, danuntuk menghapus nilai. Ilustrasi bagaimana relasi data pada basis data berorientasi objekdiberikan pada gambar 3.6.Pemodelan Data 27
    • Nama Class Properties Class Operasi / method Gambar 3.6. Model Data Berorientasi ObjekKelebihan basis data berorientasi objek:  Programmer hanya dibutuhkan memahami konsep berorientasi objek untuk mengkombinasikan konsep berorientasi objek dengan storage basis data relasional  Objek dapat dilakukan sifat pewarisan dari objek yang lain  Secara teoritis mudah untuk mengatur objek  Model data berorientasi objek lebih kompatibel dengan tools pemrograman berorientasi objek.Kelemahan basis data berorientasi objek:  User harus memahami konsep berorientasi objek, karena basis data berorientasi objek tidak dapat bekerja dengan metoda pemrograman tradisional3.6. Model Basis Data Relasional ObjekTujuan model basis data relasional objek dikembangkan adalah untuk mengkombinasikankonsep model basis data relasional dengan style pemrograman berorientasi objek. Padagambar 3.7. memberikan ilustrasi contoh basis data relasional objek. Tabel employeememiliki 2 kolom yang memiliki tipe bentukan, yaitu empInfo yang bertipe Person danaddrInfo yang bertipe Address. Pada empInfo memiliki tipe Person, dimana Personmemiliki kategori yang lebih spesifik: noId, firstName, dan lastName.Pemodelan Data 28
    • Gambar 3.7. Basis Data Relasional ObjekKelebihan basis data relasional objek:  Tipe bentukan dapat dibuatKelemahan basis data relasional objek:  User harus memahami antara konsep berorientasi objek dengan relasional  Beberapa vendor mengimplementasikan konsep relasional objek tidak mendukung sifat pewarisan objek.Pemodelan Data 29
    • 3.7. SOAL-SOAL LATIHAN1. Sebelum beberapa vendor-vendor seperti Microsoft dan Oracle mengeluarkan DBMS, bagaimana orang atau perusahaan melakukan penyimpanan data. Jelaskan secara singkat !2. Berikan alasan anda, mengapa model basis data flat-file sulit untuk dapat dilakukan relasi ?3. Berikan perbedaan dan persamaan mengenai hubungan parent/child yang terdapat pada model basis data hirarki dan jaringan !4. Bagaimana representasi model basis data relasional, berikan penjelasan secara singkat !5. Untuk basis data yang terdiri dari beberapa tabel, bagaimana model basis data relasional dalam merelasikan tabel-tabel tersebut, berikan uraian secara singkat !6. Mengapa model basis data relasional menjadi sangat populer, dan sejauh mana dukungan yang diberikan oleh vendor-vendor DBMS ?7. Apa yang anda ketahui tentang model basis data berorientasi objek, berikan penjelasan secara singkat !8. Bagaimana representasi model basis data berorientasi objek ?Pemodelan Data 30
    • 9. Apakah setiap class yang terdapat pada perancangan berorientasi objek harus di lakukan mapping ke tabel relasinal, uraikan secara singkat !10. Apakah redudansi data pada suatu tabel basis data diperbolehkan, berikan penjelasan anda secara singkat !Pemodelan Data 31