• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Teori Piaget, Ausubel, dan Brunner
 

Teori Piaget, Ausubel, dan Brunner

on

  • 10,115 views

semoga dapat membantu para teman-teman sekalian... :)

semoga dapat membantu para teman-teman sekalian... :)

Statistics

Views

Total Views
10,115
Views on SlideShare
10,113
Embed Views
2

Actions

Likes
0
Downloads
213
Comments
1

1 Embed 2

http://www.google.no 2

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel

11 of 1 previous next

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • gimana download filenya ?
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Teori Piaget, Ausubel, dan Brunner Teori Piaget, Ausubel, dan Brunner Presentation Transcript

    • Oleh:1. Ahmad Atok Illah (091024000)2. Megaocvi Akhira P. (091024026)3. Rachmad Dicky N. (091024204)4. Dimas Dwi S.S (091024209)
    •  Perubahan persepsi dan pemahaman, yang tidak selalu berbentuk tingkah laku yang dapat diamati dan diukur. Proses belajar akan berjalan dengan baik jika materi pelajaran atau informasi baru beradaptasi dengan struktur kognitif yang telah dimiliki seseorang.
    • PIAGETBRUNERAUSUBEL
    •  Menurut Piaget, kegiatan belajar terjadi sesuai dengan pola tahap-tahap perkembangan tertentu dan umur seseorang, serta melalui proses asimilasi, akomodasi dan equibilibrasi.
    •  Teori Brunner menyatakan bahwa anak harus berperan secara aktif dalam belajar di kelas. Maksud dari Discovery Learning yaitu siswa mengorganisasikan metode penyajian bahwa dengan cara dimana anak dapat mempelajari bahan itu, sesuai dengan tingkat kemampuan anak.
    •  Sementara itu Ausubel mengatakan bahwa proses belajar terjadi jika seseorang mampu mengasimilasikan pengetahuan yang telah dimilikinya dengan pengetahuan baru.
    • Domain Kognitif (B.S Bloom, dkk ) Evaluasi 6 Memandukan 5 Penguraian 4 Penerapan 3 Pemahaman 2 Pengetahuan 1
    •  Pengetahuan ini merupakan aspek kognitif yang paling rendah tetapi paling mendasar dalam dunia kependidikan. Dengan pengetahuan ini individu dapat mengenal dan mengingat kembali suatu objek, hasil pikiran, prosedur, konsep, definisi, teori, ata u bahkan sebuah kesimpulan.
    •  Pemahaman/mengerti merupakan kegiatan mental intelektual yang mengorganisasikan materi yang telah diketahui. Temuan-temuan yang didapat dari mengetahui seperti definisi, informasi, peristiwa, fakta disusun kembali dalam struktur kognitif yang ada.
    •  Penerapan adalah menggunakan pengetahuan untuk memecahkan masalah atau menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari. Seseorang dikatakan menguasai kemampuan ini jika ia dapat memberi contoh, menggunakan, mengklasifikasikan, memanfaatkan, menyelesaikan dan mengidentifikasi hal-hal yang sama.
    •  Penguraian adalah menentukan bagian- bagian dari suatu masalah dan menunjukkan hubungan antar bagian tersebut, melihat penyebab-penyebab dari suatu peristiwa atau memberi argumen- argumen yang mendukung suatu pernyataan.
    •  Memadukan adalah menggabungkan, meramu, atau merangkai beberapa informasi menjadi satu kesimpulan atau menjadi suatu hal yang baru. Ciri dari kemampuan ini adalah kemampuan berfikir induktif.
    •  Penilaian adalah mempertimbangkan, menilai dan mengambil keputusan benar-salah, baik- buruk, atau bermanfaat-tak bermanfaat berdasarkan kriteria tertentu baik kualitatif maupun kuantitatif.
    •  Psikologi kognitif adalah kajian studi ilmiah mengenai proses-proses mental atau pikiran. Bagaimana informasi diperoleh, dipresentasikan dan ditransfermasikan sebagai pengetahuan. Psikologi kognitif juga disebut psikologi pemrosesan informasi.
    •  Belajar aktif Belajar lewat interaksi sosial Belajar lewat pengalaman sendiri
    •  Pada pembelajaran di kelas guru mengajar dengan metode penemuan (discovery). Tujuan : pembelajaran yang berpusat pada siswa berlangsung efektif, siswa dilatih untuk berfikir memecahkan suatu masalah dengan metode penemuan.
    • Pembelajaran kognitif merupakan proses belajaryang membutuhkan pengertian dan pemahamanserta sebagai jembatan yang menghubungkanantara yang sedang dipelajari dan yang akandipelajari (dari yang sederhana ke yang abstrak).Sehingga pembelajaran kognitif sangat cocokapabila diterapkan dalam proses pembelajaran.