Tugas Perorangan  Resume Buku Kurikulum dan Pembelajaran <ul><li>Judul Buku : KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI </li></ul><ul>...
BAB I Konsep Dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi <ul><li>Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)  adalah suatu konsep kurikulu...
<ul><li>Pembelajaran dengan sistem modul memiliki karakteristik sebagai berikut; </li></ul><ul><li>a.  Modul memberikan in...
<ul><li>E.  Kemudahan Belajar </li></ul><ul><li>Kombinasi antara pembelajaran individual personal dengan pengalaman lapang...
<ul><li>4.  Peserta didik memiliki potensi yang berbeda dan bervariasi. </li></ul><ul><li>5.  Pendidikan berfungsi mengkon...
<ul><li>BAB 2  </li></ul><ul><li>PENGEMBANGAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI </li></ul><ul><li>Pengembangan kurikulum berba...
<ul><li>2.  Pendekatan dalam pengembangan kurikulum  </li></ul><ul><li>Dalam hal ini, Syaodih (2000) mengemukakan pendekat...
<ul><li>Kedua , kurikulum berbasis kompetensi boleh jadi mendasari pengembangan kemampuan- </li></ul><ul><li>kemampuan lai...
<ul><li>b.  Struktur Kurikulum </li></ul><ul><li>Struktur kurikulum memuat jumlah dan jenis mata pelajaran serta alokasi w...
<ul><li>BAB  3 </li></ul><ul><li>IMPLEMENTASI KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI </li></ul><ul><li>Implementasi Kurikulum Berba...
<ul><li>B.  Program Semester </li></ul><ul><li>Program tentang pokok bahasan yang disampaikan, waktu yang direncanakan dan...
<ul><li>b.  Tes Kemampuan Dasar, untuk mengetahui kemampuan membaca, menulis dan berhitung  </li></ul><ul><li>yang diperlu...
<ul><li>*  Keinginan peserta didik untuk mengetahui dan memahami sesuatu tidak terlalu sama </li></ul><ul><li>b.  Motivasi...
<ul><li>BAB  4 </li></ul><ul><li>PERBEDAAN PESERTA DIDIK DALAM KBK </li></ul><ul><li>Ada beberapa perbedaan peserta didik ...
<ul><li>*  Menyediakan waktu dan sumber untuk suatu keaktifan dan menyusun berbagai gagasan. </li></ul><ul><li>*  Mengemba...
<ul><li>*  Tahap Operasi Nyata (usia 7 – 11 tahun).  </li></ul><ul><li>*  Tahap Operasi Formal ( usia 11 tahun keatas). Ta...
<ul><li>BAB  5 </li></ul><ul><li>REFORMASI SEKOLAH DALAM RANGKA IMPLEMENTASI KBK </li></ul><ul><li>1.  Perlunya reformasi ...
<ul><li>Guru diberi kebebasan yang lebih leluasa untuk mengembangkan kurikulum sesuai  </li></ul><ul><li>standar kompetens...
<ul><li>a.  Menumbuhkan komitmen untuk mandiri  </li></ul><ul><li>b.  Menumbuhkan sikap responsif dan antisifatif terhadap...
<ul><li>b.  Sumber belajar </li></ul><ul><li>Untuk mendukung kegiatan pembelajaran digunakan buku teks, sarana dan media b...
<ul><li>BAB 6 </li></ul><ul><li>Kepala Sekolah dan Guru dalam Mensukseskan KBK </li></ul><ul><li>1.  Sedikitnya dapat  dii...
<ul><li>3.  Kepala Sekolah </li></ul><ul><li>Keberhasilan KBK sangat ditentukan oleh kepala sekolah dalam mengkoordinasika...
<ul><li>4.  GURU  </li></ul><ul><li>Agar guru dapat mengimplementasikan KBK secara efektif serta dapat meningkatkan kualit...
<ul><li>TUGAS PERORANGAN  </li></ul><ul><li>RESUME BUKU MATA KULIAH </li></ul><ul><li>KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN </li></ul...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Tugas Perorangan Kurikulum Belajar

5,446

Published on

3 Comments
5 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
5,446
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
1
Comments
3
Likes
5
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Tugas Perorangan Kurikulum Belajar

  1. 1. Tugas Perorangan Resume Buku Kurikulum dan Pembelajaran <ul><li>Judul Buku : KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI </li></ul><ul><li>Nama Pengarang : Dr. E. Mulyasa, M.Pd </li></ul><ul><li>Penerbit : PT. Remaja Rosdakarya (ROSDA) </li></ul><ul><li>Tahun : 2002 </li></ul>
  2. 2. BAB I Konsep Dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi <ul><li>Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) adalah suatu konsep kurikulum yang menekankan pada </li></ul><ul><li>pengembangankemampuan melakukan tugas-tugas dengan standar performansi tertentu sehingga hasilnya </li></ul><ul><li>dapat dirasakan oleh peserta didik, berupa penguasaan terhadap seperangkat kompetensi tertentu. </li></ul><ul><li>Karakteristik Kurikulum berbasis kompetensi (Depdiknas; 2002) yaitu; </li></ul><ul><li>1. Menekankan ketercapaian kompetensi siswa secara individual maupun klasikal </li></ul><ul><li>2. Berorientasi pada hasil belajar dan keberagaman </li></ul><ul><li>3. Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi </li></ul><ul><li>4. Sumber belajar bukan hanya guru, tetapi dari sumber belajar lainnya yang besifat educatif </li></ul><ul><li>5. Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau </li></ul><ul><li>pencapaian suatu kompetensi </li></ul><ul><li>Dari berbagai sumber dapat diidentifikasi ada enam sumber belajar,yaitu; </li></ul><ul><li>a. Sistem Belajar dengan Modul </li></ul><ul><li>Modul adalah suatu proses pembelajaran mengenai suatu satuan bahasan tertentu yang </li></ul><ul><li>disusun secara sistematis,operasional dan terarah untuk digunakan oleh peserta didik disertai </li></ul><ul><li>dengan pediman penggunaannya untuk para guru. </li></ul><ul><li>Tujuan utama sistem modul adalah untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas </li></ul><ul><li>pembelajaran disekolah baik waktu, dana, fasilitas maupun tenaga guna mencapai tujuan </li></ul><ul><li>secara optimal. </li></ul>
  3. 3. <ul><li>Pembelajaran dengan sistem modul memiliki karakteristik sebagai berikut; </li></ul><ul><li>a. Modul memberikan informasi petunjuk pelaksanaan yang jelas tentang apa, bagaimana dan </li></ul><ul><li>sumber belajar apa yang digunakan setiap peserta didik. </li></ul><ul><li>b. Modul merupakan pembelajaran individual, sehingga mengupayakan melibatkan banyak </li></ul><ul><li>karakteristik siswa. </li></ul><ul><li>c. Materi pembelajaran yang disajikan secara logis dan sistematis. </li></ul><ul><li>Tugas utama seorang guru di dalam sistem modul adalah sebagai berikut; </li></ul><ul><li>1. Menyiapkan situasi belajar yang kondusif. </li></ul><ul><li>2. Membantu peserta didik yang kesulitan memahami isi modul atau pelaksanaan tugas. </li></ul><ul><li>3. Melaksanakan penelitian terhadap setiap peserta didik. </li></ul><ul><li>B. Menggunakan keseluruhan sumber belajar </li></ul><ul><li>Dalam keanekaragamannya, sifat dan kegunaan sumber belajar sebagai berikut; </li></ul><ul><li>1. Sebagai pembuka jalan dan pengembangan wawasan terhadap proses belajar mengajar </li></ul><ul><li>2. Sebagai pemandu secara teknis dan langkah operasional menuju penguasaan keilmuan. </li></ul><ul><li>3. Memberikan berbagai ilustrasi dan contoh berkaitan dengan aspek bidang keilmuan. </li></ul><ul><li>4. Memberikan petunjuk dan gambaran kaitang bidang keilmuan dengan bidang keilmuan </li></ul><ul><li>C. Pengalaman Lapangan </li></ul><ul><li>Tujuannya untuk mengakrabkan hubungan antara guru dengan peserta didik serta </li></ul><ul><li>meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan pengalaman dalam ruang lingkup yang lebih besar. </li></ul><ul><li>D. Strategi Belajar Individual Personal </li></ul><ul><li>Belajar individual adalah belajar berdasarkan tempo belajar peserta didik, sedangkan Belajar </li></ul><ul><li>Personal adalah interaksi educatif berdasarkan keunikan peserta didik; bakat,minat dan </li></ul><ul><li>kemampuan. </li></ul>
  4. 4. <ul><li>E. Kemudahan Belajar </li></ul><ul><li>Kombinasi antara pembelajaran individual personal dengan pengalaman lapangan dan </li></ul><ul><li>pembelajaran dilakukan melalui berbagai media saluran komunikasi yang dirancang untuk belajar </li></ul><ul><li>seperti video, televisi, buletin, jurnal dan surat kabar. </li></ul><ul><li>F. Belajar Tuntas </li></ul><ul><li>Strategi pembelajaran yang dilaksanakan didalam kelas, dengan asumsi bahwa </li></ul><ul><li>didalam kondisi yang tepat </li></ul><ul><li>semua peserta didik akan mampu belajar dengan baik. </li></ul><ul><li>a. Asumsi Pertama belajar tuntas, bahwa adanya korelasi antara tingkat keberhasilan dengan </li></ul><ul><li>kemampuan petensial(bakat). </li></ul><ul><li>Asumsi Kedua bahwa, apabila pelajaran dilaksanakan secara sistematis, maka semua peserta </li></ul><ul><li>didik akan mampu menguasai bahan yang disajikan. </li></ul><ul><li>b. Strategi belajar tuntas dapat diterapkan secara tuntas sebagai upaya meningkatkan mutu </li></ul><ul><li>pendidikan, terutama dalam level mikro,yaitu mengembangkan individu dalam proses </li></ul><ul><li>pembelajaran dikelas. </li></ul><ul><li>Strategi belajar tuntas menurut Bloom (1968) meliputi tiga bagian, yaitu </li></ul><ul><li>mengidentifikasi prakondisi, mengembangkan prosedur opersional dan hasil belajar. </li></ul><ul><li>Selanjutnya diimplementasikan dalam pembelajaran klasikal dengan memberikan ‘bumbu’ </li></ul><ul><li>untuk menyesuaikan dengan kemampuan individual, yang meliputi; </li></ul><ul><li>* Corrective technique. Semacam pengajaran remedial, dilakukan dengan memberikan </li></ul><ul><li>pengajaran terhadap tujuan yang gagal dicapai oleh peserta didik dengan prosedur dan metode </li></ul><ul><li>yang berbeda dari sebelumnya. </li></ul><ul><li>* Memberikan tambahan waktu kepada peserta didik yang membutuhkan (belum menguasai </li></ul><ul><li>bahan secara tuntas). </li></ul>
  5. 5. <ul><li>4. Peserta didik memiliki potensi yang berbeda dan bervariasi. </li></ul><ul><li>5. Pendidikan berfungsi mengkondisikan lingkungan untuk membantu </li></ul><ul><li>peserta didik mengembangkan berbagai potensinya. </li></ul><ul><li>6. Kurikulum sebagai rencana pembelajaran harus berisi kompetensi </li></ul><ul><li>potensial </li></ul><ul><li>7. Kurikulum sebagai proses pembelajaran harus menyediakan berbagai </li></ul><ul><li>kemungkinan kepada seluruh peserta didik untuk mengembangkan </li></ul><ul><li>potensinya </li></ul><ul><li>KOMENTAR </li></ul><ul><li>Menurut saya, Dalam kurikulum berbasis kompetensi(KBK) guru tidak </li></ul><ul><li>harus lagi berperan sebagai aktor utama dalam proses pembelajaran, karena </li></ul><ul><li>pembelajaran dapat dilakukan dengan mendayagunakan aneka ragam </li></ul><ul><li>sumber belajar. Peserta didik haruslah dapat belajar dengan baik tanpa </li></ul><ul><li>didampingi oleh guru dan untuk memperoleh hasil belajar yang optimal </li></ul><ul><li>peserta didik dituntut tidak hanya mengandalkan diri dari apa yang </li></ul><ul><li>disampaikan guru, tetapi harus mau mencari, menggali dan menelusuri </li></ul><ul><li>berbagai sumber belajar yang diperlukan. </li></ul>
  6. 6. <ul><li>BAB 2 </li></ul><ul><li>PENGEMBANGAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI </li></ul><ul><li>Pengembangan kurikulum berbasis kompetensi(KBK) merupakan suatu proses yang kompleks </li></ul><ul><li>dan melibatkan berbagai faktor yang saling terkait. </li></ul><ul><li>1. Pengembangan kurikulum berbasis kompetensi(KBK ) pada umumnya terdiri dari </li></ul><ul><li>beberapa tingkat, yaitu </li></ul><ul><li>a. Pengembangan Kurikulum Tingkat Nasional </li></ul><ul><li>Pada tingkat ini pengembangan kurikulum dibahas dalam lingkup nasional, meliputi jalur </li></ul><ul><li>pendidikan sekolah dan luar sekolah. </li></ul><ul><li>b. Pengembangan Kurikulum Tingkat Lembaga </li></ul><ul><li>Pengembangan kurikulum untuk setiap jenis lembaga pendidikan pada berbagai satuan dan </li></ul><ul><li>jenjang pendidikan. Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah; </li></ul><ul><li>* Mengembangkan bidang-bidang studi yang diberikan dan mengidentifikasi fasilitas </li></ul><ul><li>pembelajaran yang diperlukan. </li></ul><ul><li>* Mengembangkan dan mengidentifikasi tenaga-tenaga kependidikan(guru dan non guru) </li></ul><ul><li>sesuai dengan kualifikasinya. </li></ul><ul><li>c. Pengembangan Kurikulum Tingkat Bidang Studi (Silabus) </li></ul><ul><li>Pengembangan silabus untuk setiap bidang studi pada berbagai jenis lembaga-lembaga </li></ul><ul><li>pendidikan. Kegiatan yang dilakukan antara lain; </li></ul><ul><li>* Mengidentifikasi dan menentukan jenis-jenis kompetensi dan tujuan setiap bidang studi. </li></ul><ul><li>* Mendeskripsikan kompetensi serta mengelompokan sesuai dengan skope dan skuensi. </li></ul><ul><li>d. Pengembangan kurikulum tingkat satuan bahasan (modul), kegiatannya adalah menyusun </li></ul><ul><li>dan mengembangkan paket-paket modul. </li></ul>
  7. 7. <ul><li>2. Pendekatan dalam pengembangan kurikulum </li></ul><ul><li>Dalam hal ini, Syaodih (2000) mengemukakan pendekatan pengembangan kurikulum </li></ul><ul><li>berdasarkan sistem pengelolaan dan berdasarkan fokus sasaran. </li></ul><ul><li>a. Pendekatan pengembangan kurikulum berdasarkan sistem pengelolaan. </li></ul><ul><li>Dibedakan antara sistem pengelolaan yang terpusat (sentralisasi) dan tersebar (desentralisasi). </li></ul><ul><li>b. Pendekatan pengembangan kurikulum berdasarkan fokus sasaran. </li></ul><ul><li>* Pendekatan penguasaan ilmu pengetahuan,yaitu pengembangan kurikulum menekankan </li></ul><ul><li>pada isi atau materi </li></ul><ul><li>* Pendekatan kemampuan standar yakni menekankan pada penguasaan kemampuan potensial </li></ul><ul><li>* Pendekatan pembentukan pribadi yakni menekankan pada pembentukan aspek-aspek </li></ul><ul><li>kepribadian secara utuh. </li></ul><ul><li>3. Pendekatan Kompetensi </li></ul><ul><li>Pendekatan kompetensi adalah pendekatan pengembangan kurikulum yang memfokuskan </li></ul><ul><li>pada penguasaan kompetensi tertentu berdasarkan tahap-tahap perkembangan peserta didik. </li></ul><ul><li>4. Keterkaitan KBK dengan pendekatan lain </li></ul><ul><li>Kurikulum berbasis kompetensi terkait dengan pendekatan pengembangan pribadi, seperti </li></ul><ul><li>kompetensi intelektual, sosial dan </li></ul><ul><li>5. Keunggulan KBK </li></ul><ul><li>Pertama, pendekatan ini bersifat alamiah(konstektual) kareana berangkat, berfokus dan </li></ul><ul><li>bermuara pada hakekat peserta didik. </li></ul>
  8. 8. <ul><li>Kedua , kurikulum berbasis kompetensi boleh jadi mendasari pengembangan kemampuan- </li></ul><ul><li>kemampuan lain, </li></ul><ul><li>Ketiga , bidang studi tertentu dalam pengembangannya lebih tepat menggunakan pendekatan </li></ul><ul><li>kompetensi. </li></ul><ul><li>Ada beberapa prinsip yang harus dipertimbangkan dalam KBK, antara lain; </li></ul><ul><li>1. Keimanan, Nilai, dan Budi Pekerti Luhur </li></ul><ul><li>2. Pengembangan KBK harus memperhatikan penguatan integritas nasional </li></ul><ul><li>3. Pengembangan KBK harus memperhatikan Keseimbangan pengalaman belajar peserta didik </li></ul><ul><li>4. Kesamaan memperoleh kesempatan dalam hal pengetahuan, keterampilan dan sikap </li></ul><ul><li>5. Kurikulum mengembangkan kemampuan berfikir dan belajar dengan mengakses, memilih, </li></ul><ul><li>pengetahuan </li></ul><ul><li>6. Pengembangan KBK perlu memasukan unsur keterampilan agar peserta didik memiliki </li></ul><ul><li>keterampilan, sikap, dan perilaku adaptif, kooperatif dan kompetitif. </li></ul><ul><li>Pengembangan struktur kurikulum berbasis kompetensi (KBK) mencakup tiga langkah kegiatan, </li></ul><ul><li>yaitu; </li></ul><ul><li>a. Identifikasi kompetensi </li></ul><ul><li>Menurut pendapat Hall(1976) dan Prihantoro(1999) ada beberapa sumber yang dapat </li></ul><ul><li>digunakan untuk mengidentifikasi kompetensi, yaitu; </li></ul><ul><li>* Pengembangan KBK harus memasukan pengujian ulang terhadap tujuan dan asumsi program. </li></ul><ul><li>* Proses penjabaran mata pelajaran akan meningkatkan mutu kompetensi yang diidentifikasi. </li></ul><ul><li>* Analisis taksonomi yang meliputi; Kompetensi kognitif, Kompetensi afektif, kompetensi </li></ul><ul><li>kinerja, Kompetensi konsekuensi / hasil, dan Kompetensi ekploratori atau ekspresif </li></ul><ul><li>* Masukan dari profesi, peserta didik dan masyarakat serta analisis tugas. </li></ul>
  9. 9. <ul><li>b. Struktur Kurikulum </li></ul><ul><li>Struktur kurikulum memuat jumlah dan jenis mata pelajaran serta alokasi waktunya yang </li></ul><ul><li>dilakukan tiap jenjang pendidikan. </li></ul><ul><li>c. Deskripsi Rumpun Mata Pelajaran </li></ul><ul><li>Selanjutnya dideskripsikan rumpun mata pelajaran sebagai berikut dan beberapa contohnya; </li></ul><ul><li>* Pendidikan agama </li></ul><ul><li>Pendidikan agama mengembangkan kemampuan siswa untuk memperteguh iman dan taqwa </li></ul><ul><li>kepada Tuhan Yang Maha Esa. </li></ul><ul><li>* Kewarganegaraan </li></ul><ul><li>Memfokuskan pada pembentukan diri dari segi agama, sosio-kultural, bahasa, usia, dan suku </li></ul><ul><li>bangsa untuk menjadikan warga negara indonesia yang cerdas, kritis, kreatif, terampil, dan </li></ul><ul><li>berkarakter sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD 45. </li></ul><ul><li>* Ilmu sosial </li></ul><ul><li>Ilmu sosial mengkaji interaksi antara manusia dan masyarakat serta lingkungannya melalui </li></ul><ul><li>konsep geografi, ekonomi, sejarah sosiologi dan antropologi. </li></ul><ul><li>KOMENTAR </li></ul><ul><li>Menurut saya, dalam pengembangan KBK seorang guru harus memandirikan peserta didik </li></ul><ul><li>untuk belajar, bekerja sama dan menilai dirinya sendiri agar mampu membangun pemahaman </li></ul><ul><li>dan pengetahuan yang dimiliknya, serta pengembangan KBK haruslah mempertimbangkan </li></ul><ul><li>semua pengalaman belajar yang dirancang secara berkesinambungan mulai dari TK sampai </li></ul><ul><li>jenjang pendidikan SMA. Keberhasilan pencapaian belajar haruslah dituntut tanggungjawab dari </li></ul><ul><li>peserta didik,guru,orang tua dan masyarakat pada umumya. </li></ul>
  10. 10. <ul><li>BAB 3 </li></ul><ul><li>IMPLEMENTASI KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI </li></ul><ul><li>Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) adalah suatu proses penerapan ide, </li></ul><ul><li>konsep dan kebijakan kurikulum dalam suatu aktifitas pembelajaran, sehingga peserta didik </li></ul><ul><li>menguasai seperangkat kompetensi tertentu. Implementasi kurikulum berbasis kompetensi </li></ul><ul><li>mencakup tiga kegiatan pokok, yaitu; </li></ul><ul><li>1. Pengembangan Program </li></ul><ul><li>A. Program tahunan </li></ul><ul><li>Sumber-sumber yang dapat dijadikan bahan pengembangan program tahunan antara lain; </li></ul><ul><li>* Daftar kompetensi standar sebagai konsensus nasional yang dikembangkan buku GBPP </li></ul><ul><li>* Skope dan sekuensi. Skope adalah ruang lingkup dan batasan-batasan keluasan setiap pokok </li></ul><ul><li>dan sub pokok bahasan, sedangkan Sekuensi adalah urutan logis dari setiap pokok dan sub </li></ul><ul><li>pokok bahasan. </li></ul><ul><li>* Kalender pendidikan. Penyusunan kalender pendidikan selama satu tahun pelajaran mengacu </li></ul><ul><li>pada efisiensi, efektifitas, dan hak-hak peserta didik. </li></ul><ul><li>Cara menyusun skope dan sekuensi menurut Syaodih(1988) sebagai berikut; </li></ul><ul><li>*. Sekuens kronologis, untuk menyusun bahan ajaran yang mengandung urutan waktu dan </li></ul><ul><li>dapat digunakan kronologis. </li></ul><ul><li>*. Sekuens kausal, peserta didik dihadapkan pada peristiwa yang menjadi sebab atau </li></ul><ul><li>pendahulu peristiwa tersebut. </li></ul><ul><li>*. Sekuens struktural. Bagian bahan ajaran sesuatu bidang studi telah mempunyai struktural </li></ul><ul><li>tertentu. </li></ul><ul><li>*. Sekuens spiral. Bahan ajaran dipusatkan pada topik atau pokok bahasan tertentu. </li></ul>
  11. 11. <ul><li>B. Program Semester </li></ul><ul><li>Program tentang pokok bahasan yang disampaikan, waktu yang direncanakan dan keterangan dalam satu periode. </li></ul><ul><li>C. Program Modul (Pokok Bahasan) </li></ul><ul><li>Program ini merupakan penjabaran dari program semester. </li></ul><ul><li>D. Program Pengayaan dan Remedial </li></ul><ul><li>Program pelengkap dan penjabaran dari program mingguan dan harian. </li></ul><ul><li>E. Program Bimbingan dan Konseling pendidikan </li></ul><ul><li>Sekolah berkewajiban memberikan bimbingan dan konseling kepada peserta didik yang </li></ul><ul><li>menyangkut pribadi, sosial, belajar dan karier. </li></ul><ul><li>2. Pelaksanaan Pembelajaran </li></ul><ul><li>a. Pre Tes (tes awal) yang berfungsi untuk menyiapkan peserta didik dalam proses belajar. </li></ul><ul><li>b. Proses, bagaimana agar tujuan belajar direalisasikan melalui modul dan proses pembelajaran </li></ul><ul><li>c. Post Test, untuk mengetahui tingkat penguasaan peserta didik terhadap kompetensi. </li></ul><ul><li>3. Evaluasi Hasil Belajar </li></ul><ul><li>Evaluasi belajar dalam implementasi kurikulum berbasis kompetensi dilakukan dengan cara sbb; </li></ul><ul><li>a. Penilaian Kelas, dilakukan dengan cara ulangan harian, ulangan umum dan ujian akhir </li></ul><ul><li>dengan tujuan untuk mengetahui kemajuan dan hasil belajar peserta didik. </li></ul>
  12. 12. <ul><li>b. Tes Kemampuan Dasar, untuk mengetahui kemampuan membaca, menulis dan berhitung </li></ul><ul><li>yang diperlukan dalam rangka memperbaiki program pembelajaran (program remedial) </li></ul><ul><li>c. Benchmarking, yaitu suatu standar untuk mengukur kinerja yang sedang berjalan, proses </li></ul><ul><li>dan hasil untuk mencapai sesuatu. </li></ul><ul><li>d. Penilaian program, kegiatan ini dilakukan oleh departemen pendidikan nasional dan dinas </li></ul><ul><li>pendidikan secara kontinu. </li></ul><ul><li>4. Peningkatan Kualitas Pembelajaran </li></ul><ul><li>A. Peningkatan Aktivitas dan Kreatifitas Peserta Didik </li></ul><ul><li>Menurut Gibbs(1972) bahwa kreativitas dapat dikembangkan dengan memberi kepercayaan, </li></ul><ul><li>komunikasi yang bebas, pengarahan diri, dan pengawasan yang tidak terlalu ketat. </li></ul><ul><li>B. Peningkatan Disiplin Sekolah </li></ul><ul><li>Disiplin sekolah bertujuan untuk membantu peserta didik menemukan dirinya dan mengatasi </li></ul><ul><li>serta mencegah timbulnya problem-problem disiplin dan berusaha menciptakan situasi yang </li></ul><ul><li>menyenangkan bagi kegiatan pembelajaran. </li></ul><ul><li>Cara menumbuhkan disiplin pada peserta didik, seorang guru harus mampu melakukan hal sbb; </li></ul><ul><li>* Membantu peserta didik mengembangkan pola perilaku untuk dirinya. </li></ul><ul><li>* Membantu peserta didik meningkatkan standar perilakunya. </li></ul><ul><li>C. Peningkatan Motivasi Belajar </li></ul><ul><li>a. Teori Motivasi Maslow </li></ul><ul><li>Teori Maslow dapat digunakan sebagai pegangan untuk melihat dan mengerti mengapa; </li></ul><ul><li>* Peserta didik lebih senang belajar dalam suasana yang menyenangkan. </li></ul><ul><li>* Peserta didik yang merasa disenangi, diterima oleh teman akan memiliki minat belajar yang </li></ul><ul><li>lebih besar daripada yang bodoh. </li></ul>
  13. 13. <ul><li>* Keinginan peserta didik untuk mengetahui dan memahami sesuatu tidak terlalu sama </li></ul><ul><li>b. Motivasi dan Tujuan Belajar </li></ul><ul><li>Dengan motivasi akan tumbuh dorongan untuk melakukan sesuatu dalam kaitannya dengan </li></ul><ul><li>pencapaian tujuan. aspek-aspek peserta didik yang perlu dipahami guru antara lain: kemampuan, </li></ul><ul><li>potensi, minat, kebiasaan,, sikap , hasil belajar, latar belakang keluarga dsb </li></ul><ul><li>c. Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar </li></ul><ul><li>Beberapa prinsip yang dapat diterapkan untuk meningkatkan motivasi peserta didik, diantaranya; </li></ul><ul><li># Peserta didik akan belajar lebih giat apabila topik yang dipelajarinya menarik dan berguna. </li></ul><ul><li># Tujuan pembelajaran harus disusun dengan jelas dan diinformasikan. </li></ul><ul><li># Pemberian hadiah dan pujian lebih baik daripada hukuman. </li></ul><ul><li># Manfaatkan sikap-sikap, cita-cita dan rasa ingin tahu peserta didik. </li></ul><ul><li># Usahakan memperhatikan perbedaan individual peserta didik, baik latar belakang keluarga </li></ul><ul><li>maupun kemampuan berfikirnya. </li></ul><ul><li>KOMENTAR </li></ul><ul><li>Menurut saya, dalam mendukung pelaksanaan implementasi kurikulum berbasis kompetensi </li></ul><ul><li>agar berjalan dengan baik, maka harus mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah seperti </li></ul><ul><li>kepala sekolah, rekan sejawat guru dan dukungan internal dari dalam diri guru sendiri. Seorang </li></ul><ul><li>guru haruslah bertindak sebagai faktor penentu yang utama dalam keberhasilan implementasi </li></ul><ul><li>KBK ini. Bagaimanpun baiknya/komplitnya sarana dan prasarana pendidikan disekolah tersebut </li></ul><ul><li>apabila guru tidak melaksanakan tugasnya dengan baik, maka hasil implementasi KBK tidak akan </li></ul><ul><li>memuaskan. </li></ul>
  14. 14. <ul><li>BAB 4 </li></ul><ul><li>PERBEDAAN PESERTA DIDIK DALAM KBK </li></ul><ul><li>Ada beberapa perbedaan peserta didik yang perlu diperhatikan dalam kurikulum berbasis </li></ul><ul><li>kompetensi (KBK) yaitu; </li></ul><ul><li>a. Perbedaan tingkat kecerdasan </li></ul><ul><li>Menurut Thurstone(1938 ) bahwa untuk mengetahui tingkat kecerdasan dapat dilakukan </li></ul><ul><li>melalui tes kemampuan mental dasar yang meliputi kemampuan-kemampuan sebagai berikut; </li></ul><ul><li>* Pemahaman kata yaitu kemampuan untuk memahami ide-ide yang diekspresikan dengan </li></ul><ul><li>kata-kata. </li></ul><ul><li>* Penalaran yaitu kemampuan untuk memecahkan masalah </li></ul><ul><li>* Kecepatan persepsi yaitu kemampuan menemukan persamaan dan ketidaksamaan obyek. </li></ul><ul><li>Menurut Craig (1975) menyebut ciri-ciri anak jenius, yaitu; </li></ul><ul><li># Belajar dengan cepat dan mudah serta mempertahankan/menyimpan apa yang telah </li></ul><ul><li>dipelajari. </li></ul><ul><li># Menunjukan rasa ingin tahu dan mencari teman yang lebih tua. </li></ul><ul><li># Memiliki perbendaharaan kata yang baik, mampu membaca dengan baik </li></ul><ul><li># Memiliki kemampuan berfikir logis, membuat generalisasi dan melihat hubungan-hubungan. </li></ul><ul><li>b. Perbedaan Kreativitas </li></ul><ul><li>Menurut Taylor(1964) ada beberapa saran untuk mengembangkan kreativitas seseorang, yaitu; </li></ul><ul><li>* Menilai dan menghargai berfikir kreatif dan memberika n indormasi tetntang proses </li></ul><ul><li>krativitas. </li></ul><ul><li>* Mengembangkan rasa toleransi terhadap gagasan baru dan mengajar anak untuk menilai </li></ul><ul><li>berfikir kreatif. </li></ul><ul><li>* Memberikan informasi tentang proses kreativitas dan menciptakan kondisi yang diperlukan </li></ul><ul><li>untuk berfikir. </li></ul>
  15. 15. <ul><li>* Menyediakan waktu dan sumber untuk suatu keaktifan dan menyusun berbagai gagasan. </li></ul><ul><li>* Mengembangkan keterampilan untuk memberikan kritik yang membangun. </li></ul><ul><li>c. Perbedaan Cacat Fisik </li></ul><ul><li>Perbedaan cacat fisik disini adalah penglihatan, pendengaran, kemampuan berbicara, </li></ul><ul><li>pincang(kaki) dan lumpuh akibat kerusakan otak. </li></ul><ul><li>d. Kebutuhan Peserta Didik </li></ul><ul><li>Uraian tentang kebutuhan dari berbagai sumber diharapkan disikapi oleh para pengembang </li></ul><ul><li>kurikulum dan guru atau calon guru, sehingga lahir layanan yang bijak. Bentuk-bentuk layanan </li></ul><ul><li>bijak tersebut sebagai berikut; </li></ul><ul><li>* Menyadari adanya kebutuhan rasa aman dan menyadari akan kebutuhan untuk diakui. </li></ul><ul><li>* Menyadari akan kebutuhan penghargaan dan menyadari akan kebutuhan aktualisasi diri. </li></ul><ul><li>e. Pertumbuhan dan Perkembangan Kognitif </li></ul><ul><li>Pertumbuhan dan perkembangan kognitif dapat diklasifikasikan atas kognitif, psikologis dan </li></ul><ul><li>fisik. Penganut aliran genetik (naturalis) bertahan bahwa perbedaan antarkelompok sebagian </li></ul><ul><li>besar ditentukan oleh faktor hereditas dan pengaruh lingkungan. Pengaruh Lingkungan mengakui </li></ul><ul><li>bahwa perbedaan kelompok sebagian berasal dari potensi bawaan. </li></ul><ul><li>Menurut Jean Piaget(1984) pandangan yang paling menyeluruh tentang pertumbuhan dan </li></ul><ul><li>perkembangan kognitif. Ada empat tahap perkembangan mental yang dapat dijelaskan, yaitu; </li></ul><ul><li>* Tahap Sensimotor (sejak lahir sampai usia dua tahun). Anak mengalami kemajuan dalam </li></ul><ul><li>operasi-operasi refleks dan belum mampu membedakan apa yang ada disekitarnya </li></ul><ul><li>* Tahap Pra operasional( usia 2 -7 tahun). Anak mulai menerima obyek-obyek dan peristiwa </li></ul><ul><li>secara simbolis serta tentang konsep yang lebih komplek. </li></ul>
  16. 16. <ul><li>* Tahap Operasi Nyata (usia 7 – 11 tahun). </li></ul><ul><li>* Tahap Operasi Formal ( usia 11 tahun keatas). Tahap ini ditandai oleh perkembangan </li></ul><ul><li>kegiatan-kegiatan (operasi) berfikir formal dan abstrak. </li></ul><ul><li>Sedikitnya terdapat tiga unsur yang mempengaruhi kesiapan belajar, yaitu; </li></ul><ul><li>*. Kesiapan fisik antara lain urat-urat saraf dan otot, Kejiwaan, antara lain bebas dari konflik </li></ul><ul><li>emosional pengalaman, berhubungan dengan keterampilan yang dipelajari sebelumnya </li></ul><ul><li>e. Pengelompokan Peserta Didik dalam KBK. </li></ul><ul><li>Dalam pengembangan kurikulum berbasis kompetensi peserta didik dapat diklasifikasikan </li></ul><ul><li>kedalam kelompok, yaitu; </li></ul><ul><li>1. Kelompok Normal, mengembangkan pemahaman tentang prinsip dan praktikal aplikasi yang </li></ul><ul><li>berhubungan dengan pekerjaan. </li></ul><ul><li>2. Kelompok Sedang, mengembangkan kemahiran berkomunikasi, kemahiran menggali potensi </li></ul><ul><li>diri dan aplikasi praktikal. </li></ul><ul><li>3. Kelompok Tinggi mengembangkan pemahaman tentang prinsip, teori dan aplikasi serta </li></ul><ul><li>mengembangkan kemampuan akademik untuk memasuki pendidikan tinggi. </li></ul><ul><li>KOMENTAR </li></ul><ul><li>Menurut saya, perbedaan individu setiap peserta didik haruslah disadari dan dipahami oleh </li></ul><ul><li>pengembang kurikulum, guru, calon guru dan kepala sekolah agar dapat mengimplementasikan </li></ul><ul><li>KBK secara efektif. Dalam hal ini, KBK harus diperluas, diperdalam dan disesuaikan dengan </li></ul><ul><li>keberagaman kondisi dan kebutuhan, baik yang menyangkut kemampuan/potensi peserta </li></ul><ul><li>didik maupun menyangkut potensi lingkungan sekitar. </li></ul>
  17. 17. <ul><li>BAB 5 </li></ul><ul><li>REFORMASI SEKOLAH DALAM RANGKA IMPLEMENTASI KBK </li></ul><ul><li>1. Perlunya reformasi sekolah antara lain dapat dilihat dari hal-hal sebagai berikut; </li></ul><ul><li>a. Perkembangan IPTEK yang semakin cepat berubah berpengaruh terhadap sistem pendidikan. </li></ul><ul><li>b. Pertumbuhan penduduk yang cepat membutuhkan pelayanan pendidikan yang besar </li></ul><ul><li>c. Sumber daya manusia yang berkualitas merupakan modal dasar sekaligus menjadi kunci </li></ul><ul><li>keberhasilan pembangunan nasional </li></ul><ul><li>d. Perkembangan teknologi informasi yang cepat yang berpengaruh terhadap bidang ekonomi, </li></ul><ul><li>politik dan dunia pendidikan. </li></ul><ul><li>2. Faktor-faktor Yang Perlu Diperhatikan dalam Reformasi Sekolah. </li></ul><ul><li>Secara umum faktor harus yang diperhatikan dalam proses reformasi sekolah adalah sebagai </li></ul><ul><li>berikut; </li></ul><ul><li>* Tujuan dan sasaran pendidikan nasional dalam pembangunan </li></ul><ul><li>* Mendidik merupakan pekerjaan profesional, tidak setiap orang dapat melaksanakan profesi </li></ul><ul><li>mendidik. </li></ul><ul><li>* Peserta didik merupakan subjek sekaligus objek pendidikan, perubahan perilaku peserta didik </li></ul><ul><li>ditentukan oleh pengalaman belajarnya disamping faktor bawaan(hereditas). </li></ul><ul><li>* Isi pendidikan merupakan segala pengalaman yang harus dimiliki peserta didik </li></ul><ul><li>* Keberhasilan pendidikan sangat ditentukan oleh kelengkapan fasilitas dan sumber belajar. </li></ul><ul><li>3. Beberapa Agenda Reformasi Sekolah </li></ul><ul><li>a. Modernisasi Pengelolaan Sekolah </li></ul><ul><li>pengelolaan sekolah para pelaksana pendidikan hendaknya bekerja sama dengan sektor-sektor </li></ul><ul><li>lain di masyarakat </li></ul><ul><li>b. Modernisasi Guru </li></ul>
  18. 18. <ul><li>Guru diberi kebebasan yang lebih leluasa untuk mengembangkan kurikulum sesuai </li></ul><ul><li>standar kompetensi </li></ul><ul><li>c. Modernisasi Proses Belajar </li></ul><ul><li>Pengembangan pendidikan guru dan pengembangan karier pendidikan perlu </li></ul><ul><li>ditekankan. </li></ul><ul><li>d. Penambahan Dana Untuk Pendidikan Tingkat Sekolah </li></ul><ul><li>Depdiknas(2002) mengagendakan berbagai reformasi yang harus dilakukan oleh </li></ul><ul><li>sekolah, pada level kelas(regulator), level Profesi (mediator) dan level sekolah </li></ul><ul><li>(manajemen). </li></ul><ul><li>1). Pada Level Kelas (regulator) </li></ul><ul><li>a. Mewujudkan proses pembalajaran efektif . </li></ul><ul><li>b. Menerapkan sistem evaluasi yang efektif dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan. </li></ul><ul><li>2). Pada Level Profesi (Mediator) </li></ul><ul><li>a. Melakukan refleksi diri kearah pembentukan karakter kepemimpinan sekolah yang </li></ul><ul><li>kuat </li></ul><ul><li>b. Melaksanakan pengembangan staf yang kompeten dan berdedikasi tinggi </li></ul><ul><li>3). Pada Level Sekolah (Manajemen) </li></ul>
  19. 19. <ul><li>a. Menumbuhkan komitmen untuk mandiri </li></ul><ul><li>b. Menumbuhkan sikap responsif dan antisifatif terhadap kebutuhan </li></ul><ul><li>c. Menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan tertib </li></ul><ul><li>d. Menumbuhkan budaya mutu di lingkungan sekolah </li></ul><ul><li>e. Mengembangkan komunikasi yang baik </li></ul><ul><li>f. Melaksanakan pengelolaan tenaga kependidikan secara efektif </li></ul><ul><li>D. Hal-hal lain yang Perlu Diperhatikan dalam KBK </li></ul><ul><li>Beberapa hal yang Perlu Diperhatikan dalam implementasi KBK, antara </li></ul><ul><li>lain; </li></ul><ul><li>1. Tenaga Guru </li></ul><ul><li>Pada dasarnya guru Sekolah Dasar adalah guru kelasa yang harus </li></ul><ul><li>mempunyai kualifikasi kompetensi mengajar multi mata pelajaran, namun </li></ul><ul><li>demikian guru sekolah menengah adalah guru mata pelajaran yang </li></ul><ul><li>mempunyai kualifikasi kompetensi mengajar mata pelajaran yang disertifikasi </li></ul><ul><li>secara periodik. </li></ul>
  20. 20. <ul><li>b. Sumber belajar </li></ul><ul><li>Untuk mendukung kegiatan pembelajaran digunakan buku teks, sarana dan media belajar </li></ul><ul><li>sebagai sumber belajar. </li></ul><ul><li>c. Bahasa pengantar </li></ul><ul><li>Bahasa pengantar pada jenjang pendidikan menengah menggunakan bahasa inggris atau </li></ul><ul><li>bahasa asing lainnya yang relevan. </li></ul><ul><li>d. Pendidikan Budi Pekerti </li></ul><ul><li>Merupakan mata pelajaran tetapi lebih merupakan program pendidikan untuk menciptakan </li></ul><ul><li>kondisi dan suasana kondusif bagi penerapan nilai-nilai budi pekerti demi berlangsungnya </li></ul><ul><li>kegiatan pembelajaran di dalam kelas </li></ul><ul><li>e. Akselerasi belajar </li></ul><ul><li>Akselerasi belajar dapat dilakukan dengan bantuan modul atau lembar kerja yang disediakan </li></ul><ul><li>oleh sekolah. </li></ul><ul><li>KOMENTAR </li></ul><ul><li>Menurut saya, reformasi yang perlu dilakukan oleh setiap sekolah adalah perbaikan proses </li></ul><ul><li>pendidikan yang dimulai dengan perubahan psikologis, budaya dan sosial para pengelola sekolah. </li></ul><ul><li>Seorang kepala sekolah yang semula otoriter haruslah mereformasi dirinya menjadi kepala yang </li></ul><ul><li>kolaboratif, sehingga menumbuhkan iklim sekolah yang lebih demokratis. Untuk guru yang masih </li></ul><ul><li>mengajar atas dasar petunjuk harus berubah menjadi guru yang berfikir bebas dan selalu </li></ul><ul><li>berinovasi, serta reformasi harus dilakukan secara menyeluruh seperti penambahan fasilitas, </li></ul><ul><li>penambahan dana dan penerimaan siswa baru yang lebih selektif. </li></ul>
  21. 21. <ul><li>BAB 6 </li></ul><ul><li>Kepala Sekolah dan Guru dalam Mensukseskan KBK </li></ul><ul><li>1. Sedikitnya dapat diidentifikasi tiga faktor yang menyebabkan mutu pendidikan tidak </li></ul><ul><li>mengalami peningkatan secara merata(Depdikbud, 1989); </li></ul><ul><li>Pertama , kebijakan dan penyelenggaraan pendidikan nasional menggunakan pendekatan </li></ul><ul><li>education production function </li></ul><ul><li>Kedua , penyelenggaraan pendidikan nasional dilakukan secara birokratik-sentralistik. </li></ul><ul><li>Ketiga , peran serta masyarakat, khususnya orang tua siswa dalam penyelenggaraan </li></ul><ul><li>pendidikan selama ini sangat minim. </li></ul><ul><li>2. Indikator keberhasilan KBK </li></ul><ul><li>Keberhasilan KBK antara lain dilihat dari indikator-indikator sebagai berikut; </li></ul><ul><li>a. Adanya peningkatan mutu pendidikan yang dapat dicapai sekolah melalui kemandirian. </li></ul><ul><li>b. Adanya peningkatan efisiensi dan efektifitas pengelolaan dan penggunaan sumber pendidikan. </li></ul><ul><li>c. Adanya peningkatan tanggung jawab sekolah kepada pemerintah, orangtua dan masyarakat. </li></ul><ul><li>d. Adanya kompetensi yang sehat antar sekolah dalam peningkatan mutu pendidikan </li></ul><ul><li>e. Tumbuhnya kemandirian dan berkurangnya ketergantungan dikalangan warga sekolah, </li></ul><ul><li>bersifat adaptif dan proaktif. </li></ul><ul><li>f. Terciptanya iklim sekolah yang aman, nyaman dan tertib sehingga proses pembelajaran dapat </li></ul><ul><li>berlangsung dengan tenang dan menyenangkan. </li></ul>
  22. 22. <ul><li>3. Kepala Sekolah </li></ul><ul><li>Keberhasilan KBK sangat ditentukan oleh kepala sekolah dalam mengkoordinasikan, </li></ul><ul><li>menggerakan dan menselaraskan semua sumber daya pendidikan yang tersedia. Untuk </li></ul><ul><li>kepentingan tersebut, kepala sekolah harus mampu memobilisasi sumber daya sekolah, yaitu; </li></ul><ul><li>a. Perencanaan dan Evaluasi </li></ul><ul><li>Sekolah diberi kewenangan untuk melakukan perencanaan sesuai dengan kebutuhan. </li></ul><ul><li>b. Pengembangan Kurikulum </li></ul><ul><li>Pengembangan kurikulum memberikan kewenangan kepada daerah dan sekolah untuk </li></ul><ul><li>mengidentifikasi kompetensi </li></ul><ul><li>c. Pengembangan Pembelajaran </li></ul><ul><li>Sekolah diberi kebebasan untuk memilih strategi, metode dan teknik-teknik pembelajaran </li></ul><ul><li>yang efektif sesuai karakteristik mata pelajaran, karakteristik siswa dan guru. </li></ul><ul><li>d. Pelayanan Siswa </li></ul><ul><li>Pelayanan siswa mulai dari penerimaan siswa baru, pembinaan, pembimbingan, penempatan </li></ul><ul><li>untuk melanjutkan sekolah. </li></ul><ul><li>e. Pengelolaan Ketenagaan </li></ul><ul><li>Pengelolaan ketenagaan mulai dari analisis kebutuhan, perencanaan, rekrutment, sampai </li></ul><ul><li>evaluasi kinerja tenaga guru. </li></ul><ul><li>f. Pengelolaan Sarana dan Sumber Belajar </li></ul><ul><li>Pengelolaan mulai dari pengadaan, pemeliharaan dan perbaikan hingga sampai pengembangan. </li></ul><ul><li>g. Penciptaan Iklim Sekolah </li></ul><ul><li>Iklim sekolah(fisik dan nonfisik) yang kondusif-akademik merupakan prasyarat bagi </li></ul><ul><li>terselenggaranya implementasi KBK yang efektif. </li></ul>
  23. 23. <ul><li>4. GURU </li></ul><ul><li>Agar guru dapat mengimplementasikan KBK secara efektif serta dapat meningkatkan kualitas </li></ul><ul><li>pendidikan, guru perlu memiliki hal-hal sebagai berikut; </li></ul><ul><li>a. Menguasai dan memahami bahan dan hubungannya dengan bahan lain dengan baik. </li></ul><ul><li>b. Menyukai apa yang diajarkan dan menyukai mengajar sebagai suatu profesi. </li></ul><ul><li>c. Memahami peserta didik, pengalaman, kemampuan dan prestasinya. </li></ul><ul><li>d. Menggunakan metoda yang bervariasi dalam mengajar. </li></ul><ul><li>e. Proses pembelajaran harus selalu dipersiapkan dan mendorong peserta didik untuk </li></ul><ul><li>memperoleh nilai yang baik. </li></ul><ul><li>Sikap dan karakteristik guru yang sukses mengajar secara efektif yaitu sebagai berikut; </li></ul><ul><li>1. Respek dan memahami dirinya, serta dapat mengontrol dirinya (emosinya stabil). </li></ul><ul><li>2. Antusias dan bergairah terhadap bahan, kelasnya, dan seluruh pengajarannya. </li></ul><ul><li>3. Berbicara dengan jelas dan komunikatif serta memperhatikan perbedaan individual siswanya. </li></ul><ul><li>4. Memiliki banyak pengetahuan, inisiatif, kreatif dan banyak akalnya. </li></ul><ul><li>5. Selalu menghindari sarkasme dan ejekan terhadap siswanya. </li></ul><ul><li>KOMENTAR </li></ul><ul><li>Menurut saya, kepala sekolah merupakan faktor penting yang besar pengaruhnya terhadap </li></ul><ul><li>keberhasilan implementasi KBK, tugas dan wewenangnya melakukan perencanaan, pelaksanaan, </li></ul><ul><li>pengawasan dan evaluasi pendidikan di sekolah secara keseluruhan merupakan salah satu faktor </li></ul><ul><li>yang dapat mendorong sekolah untuk dapat mewujudkan visi, misi, tujuan dan sasaran sekolah </li></ul><ul><li>melalui program yang telah dicanangkannya. Selain itu, guru merupakan faktor penting dalam </li></ul><ul><li>keberhasilan KBK, bahkan sangat menentukan berhasil-tidaknya peserta didik dalam belajar. </li></ul>
  24. 24. <ul><li>TUGAS PERORANGAN </li></ul><ul><li>RESUME BUKU MATA KULIAH </li></ul><ul><li>KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN </li></ul><ul><li>DISUSUN OLEH: </li></ul><ul><li>DIKDIK PEBRIANA </li></ul><ul><li>KELAS 2A </li></ul><ul><li>PENDIDIKAN EKONOMI </li></ul><ul><li>20080210133 </li></ul>

×