Rencana Pelaksanaan Pembelajaran(RPP)Mata Pelajaran : KimiaKelas / Semester : XI (sebelas) / 2 (dua)Alokasi Waktu : 180 me...
V. Materi PelajaranMateri (terlampir)Pertemuan I1. Pengertian koloid2. Pengolongan koloid3. Sifat-sifat koloidPertemuan II...
IX. PenilaianTeknik : PostestBentuk Instrumen : PG, EssaySoal-Soal Instrumen ( terlampir )
MATERI PELAJARANKOLOIDDalam kehidupan sehari-hari kita sering bersinggungan dengan sistem koloid sehinggasangat penting un...
sebagai fasa terdispersi dan mediumnya disebut sebagai medium pendispersi. Perhatikanpersamaan dan perbedaan sifat dari la...
Berdasarkan tingkat kestabilannya, koloid dapat digolongkan menjadi dua macam, yaitukoloid liofob dan liofil. Koloid liofo...
jelifikasi atau gelatinasi. Contoh dari proses ini, yaitu pada pembuatan kue dari bahan agar-agar,kanji, atau silikagel.Pe...
John TyndallSifat-Sifat Koloida. Efek TyndallEfek Tyndall ialah gejala penghamburan berkas sinar (cahaya) oleh partikel-pa...
Dalam kehidupan sehari-hari, efek Tyndall dapat kita amati seperti: Di bioskop, jika ada asap mengepul maka cahaya proyek...
seimbang. Sehingga terdapat suatu resultan tumbukan yang menyebabkan perubahan arah gerakpartikel sehingga terjadi gerak z...
Adsorbsi ion oleh koloidd. KoagulasiKoagulasi adalah penggumpalan partikel koloid dan membentuk endapan. Denganterjadinya ...
g. ElektroforesisMuatan Koloid ditentukan oleh muatan ion yang terserap permukaan koloid.Elektroforesis adalah gerakan par...
2H3AsO3(aq) + 3H2S(g) ⎯⎯→ As2S3(aq) + 6H2O(l)Oleh karena H2S dalam air dapat terionisasi membentuk ion H+dan ion HS–, arse...
Proses koagulasikoloid yang bermuatanlistrik.2. Destabilisasi KoloidOleh karena kestabilan koloid disebabkan oleh muatan l...
SKENARIO PEMBELAJARANSKENARIO PEMBELAJARANPERTEMUAN 1Alokasi Waktu : 90 menitTahap Pembelajaran Kegiatan PembelajaranPenda...
Tahap Pembelajaran Kegiatan Pembelajaranmenyimpulkan materi pelajaran yang telahditerimanyaPenutup( 20 menit ) Guru menye...
sifat koloidB. Elaborasi Guru meminta peserta didik untuk memberikankomentar terhadap video yang telah ditayangkan Peser...
SOAL1. Batu apung merupakan contoh dari koloid…a. emulsib. aerosolc. busa padatd. sol padat2. Mentega merupakan contoh dar...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Rpp

627 views
530 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
627
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
14
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Rpp

  1. 1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran(RPP)Mata Pelajaran : KimiaKelas / Semester : XI (sebelas) / 2 (dua)Alokasi Waktu : 180 menit ( 4 jam pelajaran)Materi : Sistem KoloidI. Standar KompetensiMenjelaskan sistem dan sifat koloid serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.II. Kompetensi Dasar1. Membuat berbagai sistem koloid dengan bahan-bahan yang ada di sekitarnya.2. Mengelompokkan sifat-sifat koloid dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.III. Indikator1. Memahami perbedaan antara larutan, suspense, dan koloid.2. Memahami makna koloid3. Mengetahui jenis-jenis koloid4. Memahami sifat-sifat koloid5. Memahami kestabilan koloidIV. Tujuan Pembelajaran1. Siswa dapat mengetahui perbedaan antara larutan, suspense, dan koloid2. Siswa dapat memahami makna koloid3. Siswa dapat mengetahui jenis-jenis koloid4. Siswa dapat memahami sifat-sifat koloid5. Siswa dapat menjelaskan kestabilan koloid
  2. 2. V. Materi PelajaranMateri (terlampir)Pertemuan I1. Pengertian koloid2. Pengolongan koloid3. Sifat-sifat koloidPertemuan II1. Sifat-sifat koloid2. Kestabilan koloidVI. Alat dan Sumber BelajarSumber belajar Buku Kimia SMA/MA kelas XI BSE dan buku lain yang relevan LKS InternetAlat belajar Proyektor slide, komputer Beberapa alat praktikum (gelas kimia, spatula)VII. Metode Pembelajaran Ceramah Diskusi Ekspositori Demonstrasi PraktikumVIII.Kegiatan Pembelajaran(Skenario terlampir)
  3. 3. IX. PenilaianTeknik : PostestBentuk Instrumen : PG, EssaySoal-Soal Instrumen ( terlampir )
  4. 4. MATERI PELAJARANKOLOIDDalam kehidupan sehari-hari kita sering bersinggungan dengan sistem koloid sehinggasangat penting untuk dikaji. Sebagai contoh, hampir semua bahan pangan mengandung partikeldengan ukuran koloid, seperti protein, karbohidrat, dan lemak. Emulsi seperti susu juga termasukkoloid. Dalam bidang farmasi, kebanyakan produknya juga berupa koloid, misalnya krim, dansalep yang termasuk emulsi.Dalam industri cat, semen, dan industri karet untuk membuat ban semuanya melibatkansistem koloid. Semua bentuk seperti spray untuk serangga, cat, hair spray, dan sebagainya adalahjuga koloid. Dalam bidang pertanian, tanah juga dapat digolongkan sebagai koloid. Jadi sistemkoloid sangat berguna bagi kehidupan manusia.Contoh larutan, koloid, dan suspensiMakna KoloidSelama ini Anda memahami bahwa campuran ada dua macam, yaitu campuran homogen(larutan sejati) dan campuran heterogen (suspensi). Di antara dua keadaan ini, ada satu jeniscampuran yang menyerupai larutan sejati, tetapi sifat-sifat yang dimilikinya berbeda sehinggatidak dapat digolongkan sebagai larutan sejati maupun suspensi.Berdasarkan ukuran partikel, sistem koloid berada di antara suspense kasar dan larutansejati. Ukuran partikel koloid lebih kecil dari suspense kasar sehingga tidak membentuk fasaterpisah, tetapi tidak cukup kecil jika dibandingkan larutan sejati. Dalam larutan sejati, molekul,atom, atau ion terlarut secara homogen di dalam pelarut. Dalam sistem koloid, partikel-partikelkoloid terdispersi secara homogen dalam mediumnya. Oleh karena itu, partikel koloid disebut
  5. 5. sebagai fasa terdispersi dan mediumnya disebut sebagai medium pendispersi. Perhatikanpersamaan dan perbedaan sifat dari larutan sejati, dan suspensi pada tabel berikut.Sistem koloid (selanjutnya disingkat "koloid" saja) merupakan suatu bentuk campuran(sistem dispersi) dua atau lebih zat yang bersifat homogen namun memiliki ukuran partikelterdispersi yang cukup besar (1 - 100 nm).Penggolongan KoloidSama seperti larutan sejati, dalam sistem koloid zat terdispersi maupun pendispersi dapatberupa gas, cairan, maupun padatan. Oleh sebab itu, ada delapan macam sistem koloid sepertidisajikan pada tabel berikut.Jika ditinjau dari tabel tersebut maka sistem koloid mencakup hampir semua materi baikyang dihasilkan dari proses alam maupun yang dikembangkan oleh manusia.a. Koloid Liofil dan Liofob
  6. 6. Berdasarkan tingkat kestabilannya, koloid dapat digolongkan menjadi dua macam, yaitukoloid liofob dan liofil. Koloid liofob memiliki kestabilan rendah, sedangkan koloid liofilmemiliki kestabilan tinggi.Liofob berasal dari bahasa Latin yang artinya menolak pelarut, sedangkan liofil berartimenyukai pelarut. Jika medium pendispersi dalam koloid adalah air maka digunakan istilahhidrofob dan hidrofil sebagai pengganti liofob dan liofil.Koloid hidrofil relatif stabil dan mudah dibuat, misalnya dengan cara pelarutan. Gelatin,albumin telur, dan gom arab terbentuk dari dehidrasi (penghilangan air) koloid hidrofil. Denganmenambahkan medium pendispersi, gelatin dapat terbentuk kembali menjadi koloid sebabprosesnya dapat balik (reversible). Koloid hidrofob umumnya kurang stabil dan cenderungmudah mengendap. Waktu yang diperlukan untuk mengendap sangat beragambergantung pada kemampuan agregat (mengumpul) dari koloid tersebut. Lumpur adalahkoloid jenis hidrofob. Lumpur akan mengendap dalam waktu relatif singkat. Namun, ada jugakoloid hidrofob yang berumur panjang, misalnya sol emas. Sol emas dalam medium air dapatbertahan sangat lama. Sol emas yang dibuat oleh Michael Faraday pada 1857 sampai saat inimasih berupa sol emas dan disimpan di museum London.Koloid hidrofob bersifat tidak dapat balik (irreversible). Jika koloid hidrofob mengalamidehidrasi (kehilangan air), koloid tersebut tidak dapat kembali ke keadaan semula walaupunditambahkan air. Sejumlah kecil gelatin atau koloid hidrofil sering ditambahkan ke dalam sollogam yang bertujuan untuk melindungi atau menstabilkan koloid logam tersebut. Koloidhidrofil yang dapat menstabilkan koloid hidrofob disebut koloid protektif atau koloid pelindung.Koloid protektif bertindak melindungi muatan partikel koloid dengan cara melapisinya agarterhindar dari koagulasi. Protein kasein bertindak sebagai koloid protektif dalam air susu. Gelatindigunakan sebagai koloid pelindung dalam es krim untuk menjaga agar tidak membentuk esbatu.b. Jelifikasi (Gelatinasi)Pada kondisi tertentu, sol dari koloid liofil dapat mengalami pemekatan dan berubahmenjadi material dengan massa lebih rapat, disebut jeli. Proses pembentukan jeli disebut
  7. 7. jelifikasi atau gelatinasi. Contoh dari proses ini, yaitu pada pembuatan kue dari bahan agar-agar,kanji, atau silikagel.Pembentukan jeli terjadi akibat molekul-molekul bergabung membentuk rantai panjang.Rantai ini menyebabkan terbentuknya ruang-ruang kosong yang dapat diisi oleh cairan ataumedium pendispersi sehingga cairan terjebak dalam jaringan rantai. eristiwa medium pendispersiterjebak di antara jaringan rantai pada jeli ini dinamakan swelling. Pembentukan jeli bergantungpada suhu dan konsentrasi zat. Pada suhu tinggi, agar-agar sukar mengeras, sedangkan pada suhurendah akan memadat. Pembentukan jeli juga menuntut konsentrasi tinggi agar seluruh pelarutdapat terjebak dalam jaringan.Kepadatan jeli bergantung pada zat yang didispersikan. Silikagel yang mengandungmedium air sekitar 95% membentuk cairan kental seperti lendir. Jika kandungan airnya lebihrendah sekitar 90% maka akan lebih padat dan dapat dipotong dengan pisau.Jika jeli dibiarkan, volumenya akan berkurang akibat cairannya keluar. Gejala inidinamakan sinersis. Peristiwa sinersis dapat diamati pada agar-agar yang dibiarkan lama. Jelidapat dikeringkan sampai kerangkanya keras dan dapat membentuk kristal padat atau serbuk. Jeliseperti ini mengandung banyak pori dan memiliki kemampuan mengabsorpsi zat lain.Silikagel dibuat dengan cara dikeringkan sampai mengkristal. Silikagel digunakansebagai pengering udara, seperti pada makanan kaleng, alat-alat elektronik, dan yang lainnya.Untuk memahami jeli, Anda dapat melakukan kegiatan berikut.
  8. 8. John TyndallSifat-Sifat Koloida. Efek TyndallEfek Tyndall ialah gejala penghamburan berkas sinar (cahaya) oleh partikel-partikelkoloid. Hal ini disebabkan karena ukuran molekul koloid yang cukup besar.Efek Tyndall merupakan satu bentuk sifat optik yang dimilikioleh sistem koloid. Pada tahun 1869, Tyndall menemukan bahwaapabila suatu berkas cahaya dilewatkan pada sistem koloid makaberkas cahaya tadi akan tampak. Tetapi apabila berkas cahaya yangsama dilewatkan pada dilewatkan pada larutan sejati, berkas cahayatadi tidak akan tampak. Singkat kata efek Tyndall merupakan efekpenghamburan cahaya oleh sistem koloid.Pengamatan mengenai efek Tyndall dapat dilihat pada gambarEfek Tyndall KoloidHamburan cahaya oleh koloid
  9. 9. Dalam kehidupan sehari-hari, efek Tyndall dapat kita amati seperti: Di bioskop, jika ada asap mengepul maka cahaya proyektor akan terlihat lebihterang. Di daerah berkabut, sorot lampu mobil terlihat lebih jelas Sinar matahari yang masuk melewati celah ke dalam ruangan berdebu, makapartikel debu akan terlihat dengan jelas.Hamburan cahaya oleh asapb. Gerak BrownGerak Brown ialah gerakan partikel-partikel koloidyang senantiasa bergerak lurus tapi tidak menentu (gerakacak/tidak beraturan). Jika kita amati koloid dibawahmikroskop ultra, maka kita akan melihat bahwa partikel-partikel tersebut akan bergerak membentuk zigzag.Pergerakan zigzag ini dinamakan gerak Brown. Partikel-partikel suatu zat senantiasa bergerak. Gerakan tersebutdapat bersifat acak seperti pada zat cair dan gas ( dinamakangerak Brown), sedangkan pada zat padat hanya beroszillasidi tempat (tidak termasuk gerak Brown).Untuk koloid dengan medium pendispersi zat cairatau gas, pergerakan partikel-partikel akan menghasilkantumbukan dengan partikel-partikel koloid itu sendiri. Tumbukan tersebut berlangsung dari segalaarah. Oleh karena ukuran partikel cukup kecil, maka tumbukan yang terjadi cenderung tidak
  10. 10. seimbang. Sehingga terdapat suatu resultan tumbukan yang menyebabkan perubahan arah gerakpartikel sehingga terjadi gerak zigzag atau gerak Brown.Semakin kecil ukuran partikel koloid, semakin cepat gerak Brown yang terjadi. Demikianpula, semakin besar ukuran partikel koloid, semakin lambat gerak Brown yang terjadi. Hal inimenjelaskan mengapa gerak Brown sulit diamati dalam larutan dan tidak ditemukan dalamcampuran heterogen zat cair dengan zat padat (suspensi). Gerak Brown juga dipengaruhi olehsuhu. Semakin tinggi suhu sistem koloid, maka semakin besar energi kinetik yang dimilikipartikel-partikel medium pendispersinya. Akibatnya, gerak Brown dari partikel-partikel faseterdispersinya semakin cepat. Demikian pula sebaliknya, semakin rendah suhu sistem koloid,maka gerak Brown semakin lambat.Gerak Brown Partikel-Partikel Koloidc. AdsorpsiZat-zat yang terdispersi dalam sistem koloid dapat memiliki sifat listrik padapermukaannya. Sifat ini menimbulkan gaya an der aals bahkan ikatan valensi yang dapatmengikat partikel-partikel zat asing. Gejala penempelan zat asing pada permukaan partikelkoloid disebut adsorpsi Zat-zat teradsorpsi dapat terikat kuat membentuk lapisan yang tebalnyatidak lebih dari satu atau dua lapisan partikel.Jika permukaan partikel koloid mengadsorpsi suatu anion maka koloid akan bermuatannegatif. Jika permukaan partikel koloid mengadsorpsi suatu kation maka koloid akan bermuatanpositif. Jika yang diadsorpsi partikel netral, koloid akan bersifat netral.Oleh karena kemampuan partikel koloid dapat mengadsorpsi partikel lain maka sistemkoloid dapat membentuk agregat sangat besar berupa jaringan, seperti pada jel. Sebaliknya,agregat yang besar dapat dipecah menjadi agregat kecil-kecil seperti pada sol.
  11. 11. Adsorbsi ion oleh koloidd. KoagulasiKoagulasi adalah penggumpalan partikel koloid dan membentuk endapan. Denganterjadinya koagulasi, berarti zat terdispersi tidak lagi membentuk koloid. Koagulasi dapat terjadisecara fisik seperti pemanasan, pendinginan dan pengadukan atau secara kimia sepertipenambahan elektrolit, pencampuran koloid yang berbeda muatan.e. Koloid PelindungKoloid pelindung ialah koloid yang mempunyai sifat dapat melindungi koloid lain dariproses koagulasi.f. DialisisDialisis adalah suatu teknik pemurnian koloid yang didasarkan pada perbedaan ukuranpartikel-partikel koloid. Dialisis dilakukan dengan cara menempatkan dispersi koloid dalamkantong yang terbuat dari membrane semipermeabel, seperti kertas selofan dan perkamen.Selanjutnya merendam kantong tersebut dalam air yang mengalir. Oleh karena ion-ion ataumolekul memiliki ukuran lebih kecil dari partikel koloid maka ion-ion tersebut dapat pindahmelalui membran dan keluar dari sistem koloid. Adapun partikel koloid akan tetap berada didalam kantung membran.
  12. 12. g. ElektroforesisMuatan Koloid ditentukan oleh muatan ion yang terserap permukaan koloid.Elektroforesis adalah gerakan partikel koloid karena pengaruh medan listrik. Karena partikelkoloid mempunyai muatan maka dapat bergerak dalam medan listrik. Jika ke dalam koloiddimasukkan arus searah melalui elektroda, maka koloid bermuatan positif akan bergerak menujuelektroda negatif dan sesampai di elektroda negatif akan terjadi penetralan muatan dan koloidakan menggumpal (koagulasi).Elektroforesis dapat digunakan untuk mendeteksi muatan suatu sistem koloid. Jika koloidbergerak menuju elektroda positif maka koloid yang dianalisa mempunyai muatan negatif.Begitu juga sebaliknya, jika koloid bergerak menuju elektroda negatif maka koloid yangdianalisa mempunyai muatan positif.. Contoh percobaan elektroforesis sederhana untukmenentukan jenis muatan dari koloid diperlihatkan pada gambar berikut ini.ElektroforesisKestabilan KoloidSistem koloid pada dasarnya stabil selama tidak ada gangguan dari luar. Kestabilankoloid bergantung pada macam zat terdispersi dan mediumnya. Ada koloid yang sangat stabil,ada juga koloid yang kestabilannya rendah. Koloid-koloid yang stabil dapat menjadi suspenseatau larutan sejati jika diganggu.1. Kestabilan KoloidKestabilan koloid pada umumnya disebabkan oleh adanya muatan listrik pada permukaanpartikel koloid, akibat mengadsorpsi ion-ion dari medium pendispersi. Jika larutan asam arsenatdireaksikan dengan gas H2S, akan terbentuk larutan arsen(III) sulfida menurut persamaan:
  13. 13. 2H3AsO3(aq) + 3H2S(g) ⎯⎯→ As2S3(aq) + 6H2O(l)Oleh karena H2S dalam air dapat terionisasi membentuk ion H+dan ion HS–, arsen(III)sulfida memiliki kemampuan mengadsorpsi ion HS–. Oleh karenanya, pada kondisi tertentularutan As2S3 akan membentuk koloid bermuatan negatif berupa sol arsen(III) sulfide.As2S3 membentuk koloid bermuatan negatif berupa sol arsen(III) sulfida.Mengapa sol As2S3 bersifat stabil? Hal ini disebabkan partikel-partikel koloid yangterbentuk bermuatan sejenis, yakni muatan negatif. Menurut konsep fisika, muatan sejenis akansaling tolak-menolak sehingga partikelpartikel As2S3 tidak pernah berkoagulasi menjadiendapan.Contoh yang lain, misalnya Fe(OH)3 dilarutkan ke dalam air membentuk larutan besi(III)hidroksida. Molekul Fe(OH)3 kurang larut dalam air. Akan tetapi, di dalam air, molekul tersebutdapat mengadsorpsi ion-ion Fe3+dari medium sehingga molekul Fe(OH)3 menjadi sol Fe(OH)3yang bermuatan positif dan sangat stabil .Di dalam air, Fe(OH)3 membentuk kesetimbangan:Fe(OH)3(s) ⟺ Fe3+(aq) + 3OH–(aq)
  14. 14. Proses koagulasikoloid yang bermuatanlistrik.2. Destabilisasi KoloidOleh karena kestabilan koloid disebabkan oleh muatan listrik pada permukaan partikelkoloid maka penetralan muatan partikel koloid dapat menurunkan bahkan menghilangkankestabilan koloid. Penetralan muatan partikel koloid menyebabkan bergabungnya partikel-partikel koloid menjadi suatu agregat sangat besar dan mengendap, akibat adanya gaya kohesiantarpartikel koloid.Proses pembentukan agregat dari partikel-partikel koloid hinggamenjadi berukuran suspensi kasar dinamakan koagulasi ataupenggumpalan dispersi koloid.Penetralan muatan koloid dapat dilakukan dengan caramenambahkan zat-zat elektrolit ke dalam sistem koloid, seperti ion-ionNa+, Ca2+, dan Al3+. Kecepatan koagulasi bergantung pada jumlah muatanelektrolit. Makin besar muatan elektrolit, makin cepat proses koagulasiterjadi. Penambahan ion Al3+ke dalam sistem koloid yang bermuatannegatif, seperti sol As2O3 lebih cepat dibandingkan dengan ion Mg2+atauion Na+.Gejala koagulasi pada dispersi koloid dengan cara penetralanmuatan koloid dapat dilihat pada pembentukan delta di muara sungai yang menuju laut.Pembentukan delta di muara sungai disebabkan oleh koagulasi lumpur yang bermuatan negatifoleh zat-zat elektrolit dalam air laut, seperti ion-ion Na+dan Mg2+.Ketika lumpur tersebut sampai di muara (pertemuan sungai dan laut), di laut sudahtersedia ion-ion seperti Na+dan Mg2+. Akibatnya, lumpur kehilangan muatannya dan beragregatsatu dengan lainnya membentuk delta.
  15. 15. SKENARIO PEMBELAJARANSKENARIO PEMBELAJARANPERTEMUAN 1Alokasi Waktu : 90 menitTahap Pembelajaran Kegiatan PembelajaranPendahuluan( 10 menit)1. Salam2. Berdoa3. Mengecek daftar hadir4. ApersepsiInti( 60 menit )A.Eksplorasi Guru membimbing peserta didik dalampembentukan kelompokB. Elaborasi Guru memberikan fenomena berupa contoh darikoloid (mendemonstrasikan contoh koloid) Peserta didik (dibimbing guru) mendiskusikan :- Pengertian larutan dan suspensi- Pengertian koloid- Contoh koloid Perwakilan dari tiap kelopok contoh koloid Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusisecara klasikal Guru menanggapi hasil diskusi dan memberikaninformasi yang sebenarnya Guru menyampaikan materi mengenaipenggolongan koloid Mendiskusikan sifat-sifat koloid (sebagian)C.Konfirmasi Beberapa peserta didik diminta untuk
  16. 16. Tahap Pembelajaran Kegiatan Pembelajaranmenyimpulkan materi pelajaran yang telahditerimanyaPenutup( 20 menit ) Guru menyebutkan kembali materi yang telahdipelajari Guru menyebutkan materi yang akan dipelajari padapertemuan berikutnya Guru memberikan tugas untuk melakukanpercobaan pembuatan jel Guru memberikan penghargaan kepada kelompokyang memiliki kinerja terbaik Doa SalamPERTEMUAN 2Alokasi Waktu : 90 menitTahap Pembelajaran Kegiatan PembelajaranPendahuluan(10 menit)1. Salam2. Doa3. Mengecek daftar hadir4. MotivasiInti(65 menit)A.Eksplorasi Guru meminta salah satu peserta didik untukmereview pelajaran pada pertemuan sebelumnya Guru meminta beberapa peserta didik untukmengungkapkan tugas yang telah diberikanmengenai pembuatan jel Guru menampilkan video mengenai macam-macam
  17. 17. sifat koloidB. Elaborasi Guru meminta peserta didik untuk memberikankomentar terhadap video yang telah ditayangkan Peserta didik memperhatikan penjelasan gurumengenai sifat-sifat koloid Guru meminta beberapa peserta didik untukmenjelaskna sifat koloid Siswa mendiskusikan kestabilan koloid Guru menanggapi dan menjelaskan mengenaikestabilan koloidC.Konfirmasi Peserta didik menyebutkan kembali sifat-sifat koloid Guru meminta salah satu siswa untuk menjelaskankestabilan koloidPenutup(15 menit) Guru mempersilahkan siswa untuk bertanya Guru meminta laporan hasil percobaan tugassebelumnya Guru menyebutkan materi yang akan dipelajari padapertemuan selanjutnya Guru memberikan tugas untuk mempelajari lembarkerja siswa Salam
  18. 18. SOAL1. Batu apung merupakan contoh dari koloid…a. emulsib. aerosolc. busa padatd. sol padat2. Mentega merupakan contoh dari koloid…a. emulsib. emulsi padatc. busa padatd. sol padat3. Koloid dengan zat terdispersi padat dan medium pendispersi cair, merupakan jenis koloid…a. emulsib. emulsi padatc. busa padatd. sol padat4. Gejala penghamburan berkas sinar (cahaya) oleh partikel-partikel koloid disebut…a. efek tyndallb. gerak brownc. adsorpsid. koagulasi5. Gejala penempelan zat asing pada permukaan partikel koloid disebut…a. efek tyndallb. gerak brownc. adsorpsid. koagulasiEssay1. Jelaskan perbedaan antara larutan, koloid dan suspense!2. Apa yang dimaksud koloid liofil?3. Jelaskan prinsip dari dialisis!4. Kenapa koloid dapat terkoagulasi?

×