Bengkel kesehatan lingkungan kerja

1,300 views
965 views

Published on

Bengkel kesehatan lingkungan kerja

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,300
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
19
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Bengkel kesehatan lingkungan kerja

  1. 1. Sekilas info • Penyakit akibat kerja adalah penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan, alat kerja, bahan, proses maupun lingkungan kerja • Perbengkelan merupakan suatu tempat bekerja yang bergerak di bidang sektor informal yang berlangsung tiap hari yang memiliki pekerja (ada yang tetap dan tidak) tergantung pada pemilik bengkel dalam mempekerjakan pekerjaannya.
  2. 2. Gambaran Lokasi • Bengkel “KANCIL” milik Bapak Ngasirin yang berada di Jalan Nakula Raya (samping gedung G udinus) Semarang. Jumlah tenaga kerja • terdiri dari 2 orang yang terdiri dari: bapak Ngasirin 49 tahun kakak dari bapak Ngasirin 52 tahun Proses produksi Dalam perbengkelan ini pekerja hanya melakukan service motor seperti menganti oli, tambal ban, stel velg mengisi angin, dan reparasi sepeda.
  3. 3. Hasil observasi & pembahasan Dari observasi yang kami lakukan, ada beberapa hal yang dapat ditarik kesimpulan: 1. Kapasitas Kerja Mulai Bekerja di bengkel sejak tahun 2006 sampai sekarang, 6 tahun. Pada shift 1 bapak ngasirin bekerja dari pukul 07.00-14.00 Pada shift 2 kakaknya bapak ngasirin bekerja dari pukul 14.0020.00 2. Beban Kerja Utama Beban kerja utama pada pada pekerja bengkel adalah beban kerja fisik 3. Beban Kerja Tambahan Faktor kimia : Polusi udara, Asap Pembangkaran Ban Faktor mental psikologis : Suasana kerja yang kurang nyaman, Tekanan dari Pelanggan. Faktor Biologis : Bakteri, Serangga, Cacing
  4. 4. Cara cuci tangan yang salah Pekerja bengkel mencuci tangan menggunakan bensin serta mencelupkannya ke air rendaman besi yang kotor.
  5. 5. Proses pencongkelan ban Proses Pencongkelan ban yang tidak menggunakan APD dapat menyebabkan resiko kecelakaan kerja, seperti tangan tertusuk besi yang ada disekitar ban,tertusuk paku apabila di dalam ban terdapat paku.Ataupun tersentuh mesin motor yang masih panas.
  6. 6. Lokasi bengkel berada di pinggir jalan, dapat menyebabkan gangguan pernapasan bagi pemilik maupun pengunjung bengkel akibat polusi udara. Jarak yang terlalu dekat dengan jalan memberi efek kebisingan baik pada pengunjung maupun pekerja bengkel.
  7. 7. Tata letak barang yang tidak beraturan • Tata letak peralatan bengkel yang tidak rapi. Dapat meyebabkan kecelakaan kerja.
  8. 8. Banyaknya perkakas yang tidak dibutuhkan • Banyaknya perkakas yang tidak dibutuhkan namun tidak dibuang sehingga berisiko menimbulkan penyakit jika ditempat tersebut menjadi tempat bersarangnya vektor
  9. 9. Kesemutan Pusing & Stres Penyakit kulit Pegal pada lengan atas Gangguan Pernapasan
  10. 10. Kebisingan > pendengaran lama-lama akan berkurang dan daya konsentrasi terhadap rangsangan juga menjadi rendah
  11. 11. 1. Potensi bahaya pada saat melepas has motor : • Tangan terpukul palu • Tangan terkena knalpot panas 2. Potensi bahaya pada saat memasang gear motor : o Tangan terjepit o kejatuhan gear
  12. 12. 3. Potensi bahaya pada saat menambal ban :  Luka bakar akibat terkena api saat menambal ban  Sesak nafas akibat asap hitam yang dihasilkan dari proses pembakaran.  Ketusuk benda kecil saat memasukkan ban dalam ke ban luar
  13. 13. • Dalam mencegah/mengendalikan kecelakaan kerja, pekerja di bengkel ini tidak mempunyai program atau prosedur apapun, pekerja hanya mencegah terjadinya kecelakaan kerja dengan bersikap hati-hati pada tiap aktivitasnya.

×