Your SlideShare is downloading. ×
Sistem Pengukur Daya Reaktor TRIGA 2000
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Sistem Pengukur Daya Reaktor TRIGA 2000

2,009
views

Published on

Published in: Education

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
2,009
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
5
Actions
Shares
0
Downloads
38
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Sistem Pengukur Daya Reaktor Contoh di Reaktor Triga 2000 Bandung Oleh: (Didi Gayani) Pengukur Daya Reaktor 1
  • 2. Perangkat Ukur Perangkat Keselamatan Perangkat Kendali Panel Kendali Indikator dan Layar PeragaSistem Pendingin & Lain-lain Teras Reaktor Blok Sistem Instrumentasi & Kendali Reaktor Pengukur Daya Reaktor 2
  • 3. Sistem Instrumentasi dan Kendali Reaktor TRIGA Sistem terdiri : •Pengukuran Neutronik : NM-1000, NP-1000, NPP-1000 •Pengukuran Non Neutronik : • Temperatur air pendingin • Temperatur bahan bakar • Konduktivitas air • Flow-rate air pendingin • Dll •Pengatur Gerak Batang Kendali : • Rangkaian lojik kontrol • V/F Converter, Modul VEXTA •Sistem Trip & Scram : analog input, digital input •Tampilan & Indikator : DPM, Bargraph, Monitor Pengukur Daya Reaktor 3
  • 4. Instrumentasi Reaktor : Pengukuran NeutronikPada reaktor riset fluks neutron dimonitor secara bertahap. Fluks yang dideteksibiasanya dibagi dalam 3 tahap [1] : • tahap sumber (kurang dari 104 nv), • tahap daya menengah (103 nv s.d. 106 nv) • tahap daya penuh (105 nv s.d. 1012 nv)Diagram Blok Sistem Instrumentasi & Kendali Reaktor TRIGA 2000, kanalpengukuran neutronik terdiri dari : • NM-1000, yang mencakup pengukuran daya dengan jangkauan lebar mulai dari tahap sumber sampai daya 120 % daya penuh. • NP-1000, yang dipasang untuk mencakup pengukuran daya 2 dekade teratas • NPP-1000, yang dipasang sama seperti NP-1000 Pengukur Daya Reaktor 4
  • 5. Gambar memperlihatkan diagram blok penempatan NM-1000dalam sistem instrumentasi reaktor TRIGA 2000. % power trip reactor control room hall scram loop HV trip NM-1000 fission chamber pulsa sub unit sub unit komputer preamp. mikroprosesor HV monitor bar graph linear % pwr., chart per. recorder Diagram blok penempatan NM-1000 dalam sistem Pengukur Daya Reaktor 5
  • 6. Bahasan : • Detektor Neutron • Mode Pengukuran Pengukur Daya Reaktor 6
  • 7. Klasifikasi Detektor Nuklir : 1. Detektor Isian Gas • Kamar Ionisasi (Ionization Chamber) • Proportional Counter • Geiger Muller Counter 2. Detektor Semikonduktor 3. Detektor Sintilasi Efek yang banyak digunakan dalam deteksi radiasi adalah :∀• Ionisasi : Atom atom dari gas atau bahan solid (mis.semikonduktor) yang ditembus oleh radiasi terionisasi pada tingkat yang proporsional dengan intensitas radiasi.∀• Eksitasi : Penyerapan radiasi menimbulkan kerlip cahaya atau sintilasi pada bahan tertentu. Pengukur Daya Reaktor 7
  • 8. Klasififikasi radiasi pengion berdasarkan cara mengionisasi pada bahan : 1. Partikel Bermuatan (proton, elektron, positron, dll) 2. Photon (sinar gamma, sinar X) 3. Partikel Tak Bermuatan (neutron)Partikel Bermuatan mengionisasi lingkungannya danmelepaskan energinya ketika melalui bahanPhoton berinteraksi dengan bahan dengan cara : 1. Efek Fotolistrik (Photoelectric effect) 2. Hamburan Compton (Compton Scattering) 3. Produksi Pasangan (Pair Production)Neutron tidak mengionisasi secara langsung, tetapi menembusbahan sampai menumbuk inti atom dan menghasilkan partikelbermuatan hasil reaksi dan kemudian mengionisasi atom Pengukur Daya Reaktor 8
  • 9. Metoda Pendeteksian Neutron(dari buku Radiation Detection & Measurement, Knoll hal481,chapter 14)• Neutron dideteksi melalui reaksi nuklir yang menghasilkan partikel bermuatan seperti proton, alpha dan sebagainya (termasuk fission products).• Setiap jenis detektor neutron melibatkan kombinasi dari material target yang dirancang untuk melaksanakan konversi ini bersama dengan detektor radiasi konvensional.• Neutron lambat merupakan hal yang menonjol dalam reaktor saat ini dan banyak peralatan yang dikembangkan untuk daerah energi ini ditujukan pada pengukuran fluks neutron reaktor. Pengukur Daya Reaktor 9
  • 10. Neutron Detectors• Radiation detectors require ionizing radiation that interact with atomic electrons and either ionize or excite atoms• Neutrons do not interact with electrons, only nuclei• Therefore must use nuclear reaction in a detector to detect neutrons Pengukur Daya Reaktor 10
  • 11. Reaksi Nuklir Dalam Deteksi Neutron Dalam mencari reaksi nuklir yang berguna dalam deteksineutron, beberapa faktor harus diperhatikan. Dalam banyakaplikasi, medan sinar gamma yang kuat banyak dijumpai bersamaneutron sehingga ada pilihan yang berhubungan dengankemampuan mendiskriminasi terhadap sinar gamma dalam prosespendeteksian neutron : • Hal penting utama adalah nilai Q (Q value) dari reaksi yang menentukan energi yang dibebaskan dalam reaksi yang mengikuti penangkapan neutron. • Makin tinggi nilai Q, makin besar energi yang diberikan kepada produk produk reaksi, lebih mudah tugas untuk mendiskriminasi terhadap kejadian sinar gamma dengan menggunakan diskriminasi amplituda. Pengukur Daya Reaktor 11
  • 12. A. Reaksi 10B(n,α) / (The 10B(n,α ) reaction) Q value 10 B+ n  1 7 3 Li + 2 α 4 2,792 MeV ground state 5 0 10 5 B+ 01n  7 3 Li * + 2 α 4 2,310 MeV excited stateB. Reaksi 6Li(n, α) / (The 6Li(n, α ) Reaction) Q value 6 3 Li+ 01n  3 1 H +2α 4 4,78 MeVC. Reaksi 3He(n,p) / (The 3He(n,p) Reaction) Q value 3 He+ n 1  3 1 H +1 p 1 0,764 MeV 2 0 Pengukur Daya Reaktor 12
  • 13. D. Neutron-Induced Fission Reactions• Cross section fisi dari 233U, 235U dan 239Pu relatif lebih besar pada energi neutron rendah dan material material ini dapat digunakan sebagai basis detektor neutron lambat.• Satu karakteristik dari reaksi fisi adalah sangat besarnya nilai Q (kira kira 200 MeV) dibandingkan dengan reaksi nuklir lain. Sebagai hasilnya detektor yang didasarkan pada reaksi fisi memberikan luaran pulsa lebih besar dari pada yang disebabkan oleh sinar gamma dan diskriminasi dapat dilaksanakan dengan baik.• Hampir semua nuklida fisil secara alamiah adalah radioaktif alpha dan konsekuensinya setiap detektor yang menggunakan material tersebut akan memperlihatkan sinyal luaran spontan yang disebabkan peluruhan alpha.• Akan tetapi energi dari peluruhan alpha beberapa kali lebih kecil dari energi yang diberikan dalam reaksi fisi dan kejadian ini biasanya dapat didiskriminasi dengan mudah pada persoalan amplitude pulsa. Pengukur Daya Reaktor 13
  • 14. Fission Reaction235 U + n → FF (165 MeV) + n’s (5 MeV) + γ’s (7 MeV)• The fission reaction can be used to detect thermal energy neutrons• Fission fragments share approximately 165 MeV of energy and are highly ionizing particles• Cross sections for U-235 are relatively large for thermal energy neutrons ~ 582 barns Pengukur Daya Reaktor 14
  • 15. Example : Fission Chamber n U-235 Fission Fragment Insulator α current or pulses out Pengukur Daya Reaktor 15
  • 16. Mode Operasi Detektor : 1. Mode Arus 2. Mode MSV (Mean Square Voltage) 3. Mode Pulsa Pengukur Daya Reaktor 16
  • 17. Mode Arus : detektor I i(t) I(t) Time 1 t I (t ) = T ∫t −T i (t )dt Arus rerata : r = event rate E Q = Eq/w = charge produced foe each event I 0 = rQ = r q E = average energy deposited per event w W = average energy required to produce a unit charge pair (e.g.electron-ion pair) q = 1.6 x 10-19 C Pengukur Daya Reaktor 17
  • 18. Mode Arus :Untuk iradiasi atas detektor, arus rata-rata dapat ditulis kembali sebagaijumlah arus konstan Io ditambah komponen fluktuasi σI(t) seperti pada sketsaberikut, I(t) Io t• σI(t) adalah variabel acak yang tergantung waktu sebagai konsekuensi sifat acak kejadian radiasi berinteraksi dalam detektor.• Ukuran statistik dari komponen acak adalah varians atau nilai mean square, didefinisikan sebagai rata-rata dari kuadrat beda antara arus fluktuasi I(t) dengan arus rata-rata Io .• Nilai varians atau mean square diberikan dengan persamaan : t 1 t 1 σ (t ) = ∫t −T [ I (t ) − I 0 ] dt = ∫ σ ι2 (t )dt 2 2 ι T T t −T Pengukur Daya Reaktor 18
  • 19. t 1 t 1 σ ι (t ) = ∫ [ I (t ) − I 0 ] dt = ∫ σ ι2 (t )dt 2 2 T t −T T t −T Standard Deviation : σ ι (t ) = σ ι2 (t ) Statistik : σn = n Deviasi Standar dalam jumlah event yang timbul pada kelajuan r dalam waktu pengukuran efektif T, adalah : σ n = rT Jadi fraksi standard deviation dalam sinyal terukur karena fluktuasi acak dalam waktu kedatangan pulsa : σ ι (t ) σ n 1 = =σ ι (t ) = deviasi standar dalam arus terukur I0 n rTT = waktu respon picoammeterI0 = arus rerata terbaca pada meter Pengukur Daya Reaktor 19
  • 20. Mode MSV :Sinyal melalui rangkaian yang menahan arus DC dan hanya melewatkankomponen fluktuasi I(t). Dengan menggunakan elemen pengolah sinyal,dihitung rata-rata dari kuadrat amplitudo dari I(t). Langkah proses tersebut : output ion squaring Averaging chamber circuit t 1 t 1 σ ι (t ) = ∫t −T [ I (t ) − I 0 ] dt = ∫ σ ι2 (t )dt 2 2 T T t −T E I 0 = rQ = r q (Arus rerata pada mode arus) w σ ι (t ) σ n 1 rQ 2 I0 = n = rT (Fraksi standar deviasi)  σ ι (t ) = 2 TSinyal mean square secara langsung proporsional terhadap laju kejadian r dansebanding kepada kuadrat muatan Q yang dihasilkan dalam tiap kejadianinteraksi. Pengukur Daya Reaktor 20
  • 21. Mode Pulsa :Mode pulsa dapat memberikan informasi mengenai amplitudo dan pewaktuan darikejadian individu. Sinyal pulsa yang dihasilkan dari kejadian tunggal tergantungpada karakteristik rangkaian yang menghubungkan detektor (umumnya :preamplifier). Rangkaian penyederhanaan : detektor C R V(t)• Jika suatu preamplifier dihubungkan ke detektor, maka R adalah resistansi masukannya dan C adalah jumlah kapasitansi dari detektor, kabel yang digunakan untuk menghubungkan detektor ke rangkaian dan kapasitansimasukan dari preamplifier-nya sendiri.• Tegangan V(t), atas beban R adalah sinyal tegangan yang fundamental dari suatu mode pulsa. Dua operasi terpisah dapat diindentifikasi tergantung pada nilai relatif dari konstanta waktu (time constant) dari rangkaian pengukur. Untuk analisis rangkaian sederhana, konstanta waktu ini diberikan sebagai hasil kali R dan C; atau τ = R.C. Pengukur Daya Reaktor 21
  • 22. V (t) ∫ Q = i ( t ) dt (a ) tc k a s u s 1 : R C < < tc V (t) (b ) V (t) = R i( t ) k a s u s 2 : R C > > tc V (t) V m a x = Q / C (c ) t G a m b a r 1 . (a ) L u a ra n a ru s d a ri d e te k to r ( b ) T e g a n g a n V ( t) d e n g a n r a n g k a ia n b e b a n k o n s ta n ta w a k tu k e c il ( c ) T e g a n g a n V ( t) u n tu k r a n g k a ia n b e b a n k o n s ta n ta w a k tu b e s a rKarena kapasitansi biasanya tetap, amplitudo dari pulsa sinyal secara langsungproporsional terhadap muatan yang dihasilkan dalam detektor, dan diberikandengan pernyataan : Q V max = C Pengukur Daya Reaktor 22
  • 23. Q V max = C• Kesebandingan antara Vmax dan Q terpelihara hanja jika kapasitansi C tetap konstan.• Dalam banyak detektor, kapasitansi yang melekat terbentuk oleh ukuran detektor dan bentuknya yang terjamin,.• Dalam detektor jenis lain (detektor semikonduktor), kapasitansi dapat berubah dengan variasi parameter dalam operasi normal. Dalam hal ini, pulsa-pulsa tegangan dengan amplitudo berbeda dapat terhasilkan dari kejadian-kejadian dengan nilai Q yang sama.• Dalam usaha untuk menjaga informasi dasar yang dibawa oleh nilai Q, suatu jenis rangkaian penguat awal (preamplifier) yang disebut sebagai charge sensitive preamplifier telah banyak digunakan secara luas. Pengukur Daya Reaktor 23
  • 24. • Penguat awal ditempatkan sedekat mungkin dengan detektor, selalu diinginkan untuk meminimalkan beban kapasitif atas detektor, oleh karena itu kabel penghubung yang panjang antara detektor dan penguat awal harus dihindarkan sedapat mungkin. Satu fungsi dari penguat awal adalah mengahiri kapasitansi secepat mungkin hal itu memaksimalkan signal to noise ratio.• Penguat awal juga sebagai penyepadan impedansi, memberikan impedansi masukan yang tinggi untuk detektor untuk meminimalkan pembebanan, disamping memberikan impedansi luaran yang rendah untuk mengemudikan komponen rangkaian selanjutnya.• Penguat awal tidak memberikan pembentukan pulsa, dan luarannya pulsa linear. Rise time dari pulsa luaran dipelihara secepat mungkin, konsisten dengan charge collection time dalam detektor sendiri. Decay time dari pulsa dibuat cukup besar biasanya 50 –100 mikrodetik. Pengukur Daya Reaktor 24
  • 25. Preamplifier : • Voltage Sensitive Preamplifier • Charge Sensitive AmplifierSecara historis jenis voltage sensitive lebih konvensional dalam banyakaplikasi elektronik dan merupakan konfigurasi sederhana yangmemberikan pulsa luaran yang amplitudonya sebanding denganamplituda tegangan pulsa yang diberikan sebagai masukannya.Jika time constant dari rangkaian masukan (kombinasi paralel darikapasitansi dan resistansi masukan) cukup besar dibandingkan dengancharge collection time maka pulsa masukan akan mempunyai amplitudosama dengan : Q V max = C Pengukur Daya Reaktor 25
  • 26. Pengukuran Neutronik (NM-1000 & NP-1000)Dalam reaktor nuklir termal, kebanyakan daya dibangkitkanmelalui fisi yang disebabkan oleh neutron lambat. Oleh karenaitu sensor nuklir yang merupakan bagian dari kontrol reaktoratau sistem keselamatan umumnya didasarkan pada detektoryang respon utamanya pada neutron lambat.Kebanyakan sensor neutron untuk detektor adalah jenis isiangas. Keuntungan dalam aplikasi ini termasuk sifat diskriminasiterhadap sinar gamma yang melekat terdapat pada setiapdetektor isian gas, stabilitas jangka lama, dan ketahanannyaterhadap kerusakan radiasi. Pengukur Daya Reaktor 26
  • 27. NM-1000• NM-1000 merupakan sistem berbasiskan mikroprosesor Z80, sistem terbagi dalam 2 susunan sub unit yaitu sub-unit penguat awal (preamplifier) dan sub-unit mikroprosesor yang dapat ditempatkan secara berjauhan.• Komunikasi data dan sinyal kontrol di antaranya ditransmisikan melalui pasangan kabel terlindung. Informasi hasil pengamatan diolah untuk setiap basis waktu 200 milidetik dan hasil olahan ditampilkan melalui tampilanlokal dari sub unit mikroprosesor.• Selain itu NM-1000 dilengkapi dengan luaran serial dalam mode current loop dengan kecepatan 4800 baud untuk transmisi semua kanal pengukuran NM-1000 melalui pasangan kabel tunggal.• Keseluruhan kanal pengukuran memberikan jangkauan lebar secara logaritmik dan linear, mencakup daerah pengukuran fluks neutron daritahap sumber sampai tahap daya penuh. Pengukur Daya Reaktor 27
  • 28. AC AC Power Module filter +15 V -15 V fet switch preamp discrm. isolator Pwr Supp. Pwr Supp. filterdetector preamplifier (PA15) assy. HV Pwr Supp. HV Pwr Distrr. band true RMS V/F preamp pass detector converter filter Calibrate logic Campbell rectifier sense logic Counter #2 TSP UART Counter #1 comm TSP Calibrate Generator sub unit preamplifier counter / transmitter Pengukur Daya Reaktor 28
  • 29. Informasi sebagai luaran dari kanal pengamatan fluks neutron ditampilkan secara simultan pada tampilan lokal pada sub unit mikroprosesor dan pada panel bar graph untuk jarak jauh (remote). Luaran analog dalam bentuk arus 4 – 20 mA untuk pengukuran NM- 1000 terdiri dari :∀ • Luaran untuk laju cacah ( 1 s.d 106 cps)∀ • Luaran untuk daya jangkau lebar (2 X 10 -8 s.d. 120 %)∀ • Luaran untuk perioda, -30 s.d. 3 detik∀ • Luaran untuk daya dalam %∀ • Luaran untuk linear multirange (2 X 10-8 s.d. 120 %) - Mantissa - Exponent Pengukur Daya Reaktor 29
  • 30. NM1000 :Detektor fission chamber• Reaksi fisi dapat juga disediakan sebagai cara konversi neutron lambat produk reaksi pengion sehingga dapat dideteksi dengan cara konvensional.• Satu karakteristik yang menonjol dari reaksi fisi adalah jumlah energi yang besar (200 MeV) dibebaskan dalam reaksi, sekitar 160 MeV muncul sebagai energi kinetik dari fragmen fisi.• Oleh karena itu reaksi fisi yang disebabkan neutron dapat diharapkan menjadi lebih besar dalam magnitude dari pada reaksi lainnya ataukejadian lain karena latar belakang atau kontaminasi detektor. Pada kondisi tersebut laju latar belakang yang rendah bisa dicapai dan cacah neutron secara praktis dapat dilaksanakan pada laju cacah yang rendah. Pengukur Daya Reaktor 30
  • 31. • Metoda mengurangi sensitivitas gamma, menggunakan mode MSV. Mode ini dikenal dengan teknik Campbell, mendapatkan sinyal proporsional terhadap mean square dari fluktuasi arus ion chamber.• Sinyal ini sebanding dengan laju pulsa rerata dan kuadrat dari muatan ionisasi yang terjadi tiap pulsa. Karena pulsa yang terjadi karena neutron menghasilkan muatan lebih besar dari sinar gamma, sinyal mean square akan berbobot komponen neutron dengan kuadrat dari perbandingan muatan neutron terhadap gamma.• Peningkatan sensitivitas terhadap neutron merupakan keuntungan dalam fission chamber.• Operasi mode MSV berguna pada daya menengah reaktor dan dalam kontrol kanal jangkau lebar dimana satu detektor memberikan masukan kepada instrumentasi yang beroperasi dalam mode pulsa, mode MSV atau mode arus tergantung pada tingkat fluks neutron yang diukur. rQ 2 σ Ι2 (t ) = T Pengukur Daya Reaktor 31
  • 32. Pengukuran daya dengan NM-1000 terbagi dalam 10 dekade menggunakan 1buah detektor fission chamber. • Tujuh dekade pertama menggunakan teknik laju cacah (count rate); • Tiga dekade terakhir menggunakan teknik Campbell (MSV), yaitu daya reaktor berbanding dengan kuadrat nilai RMS (Root Mean Square) bagian sinyal AC dari luaran detektor fission chamber. Rangkaian Campbell memroses sinyal RMS dari detektor dan mengubahnya menjadi untaian pulsa yang dihitung oleh pencacah (counter). Dengan menggabungkan kedua teknik, NM-1000 dapat mencakup 10 dekade pengukuran. mode Campbell mode count rate 7 dekade 3 dekade -8 10 % 10 -1 % 10 2 % Range Pengukuran berdasarkan Mode Pengukur Daya Reaktor 32
  • 33. Untuk menghitung daya reaktor dua persamaan digunakan dalamNM-1000 : Daerah laju cacah : Daya dalam % = [Cacah/s] X Konstanta daya untuk laju cacah Daerah Campbell : Daya dalam % = [Cacah Campbell/s] X Fak. linearisasi X Konst.daya untuk Campbell Pengukur Daya Reaktor 33
  • 34. 1 x 100PercentPower 1 x 10-1 Count Rate region overlap Campbell region 1 x 10-2 1,2 x 106 Count Per Sec x 105 Jangkau ukur NM-1000 Sekitar CrossOver Pengukur Daya Reaktor 34
  • 35. Perioda reaktor menginformasikan waktu yang diperlukan oleh reaktorberubah dayanya sebesar ‘e’ (2,718..) kali. Untuk penentuan perioda reaktor,perangkat lunak NM-1000 menggunakan laju perubahan daya dalam %(percent power rate of change) dalam satuan DPM (Decade Per Minute)dengan rumusan sebagai berikut[4] : Rate of change = log (% power) – log (% power 200 msec ago) * 300Konstanta 300 digunakan untuk mengubah laju perubahan (rate of change) tiap200 milidetiik menjadi laju perubahan per menit.Untuk mengubah satuan laju perubahan menjadi perioda, digunakanpersamaan[4] : Period = 26,0576 / rate of change DPM Pengukur Daya Reaktor 35
  • 36. Foto Fission Chamber Pengukur Daya Reaktor 36
  • 37. Konektor pada FC yang dibongkar Pengukur Daya Reaktor 37
  • 38. Pengkawatan Fission Chamber dengan preamp PA5 Pengukur Daya Reaktor 38
  • 39. Preamp (PA15) untuk detektor FC Pengukur Daya Reaktor 39
  • 40. Mr. Didi Gayani,There is one more point I wish to make to you regarding the changes betweenyour original PA-15 and the new ones we have sent you. The DiscriminatorVoltage value is very different from PA-15 to PA-15, even in new onesmanufactured at the same time. Refer to the Schematic and you can see thateach PA-15 will require a true Discriminator Curve to be generated. To dothis you must attach the detector, and set the Discriminator voltage tovarious values and generate a curve. This procedure is outlined in yourNM-1000 manual. You must do this ANYTIME you change the PA-15.The Discriminator values set by us at the factory for the two new PA-15s wesent you are as follows:Serial Number T0105979 set at 0.689VDCSerial Number T0105980 set at 0.100VDCAlso, We would very much like to get our PA-15 sent back to us. This is theone we first shipped you in December. Please ship this PA-15 to usimmediately.____________________________John FairclothElectrical EngineerGeneral Atomics TRIGA Reactors(858) 455-2898(858) 455-3170 fax Pengukur Daya Reaktor 40
  • 41. Initambahandan NPP-1000 NP-1000 : • NPP-1000 dan NPP-1000 merupakan electrometer yang mengukur arus keluar dari detektor kamar ionisasi (Ion Chamber) sebagai detektor fluks neutron, hanya saja NPP-1000 dilengkapi dengan fasilitas pengukuran total fluks yang biasa dimanfaatkan dalam instrumentasi reaktor yang mempunyai fasilitas pulsing [3]. • Instrumentasi TRIGA 2000 memiliki kedua unit tersebut tetapi keduanya identik digunakan sebagai pengukur daya linear untuk tahap daya tinggi. • Operasi dengan mode arus dilakukan dalam penggunaan ionization chamber. Jangkau ukur arus untuk NP-1000 adalah dari 10-9 A sampai dengan 10-3 A. • NP-1000 dan NPP-1000 dilengkapi dengan fasilitas luaran trip dan relai manakala pengukuran daya lebih besar dari 110 % atau tegangan tinggi detektor menjadi lebih rendah dari batas yang ditentukan. Pengukur Daya Reaktor 41
  • 42. Blok Pengukuran Dengan Detektor IC (Mode Arus)Ionization Pengolah 10 Penampil 0Chamber Sinyal 0 arus luaran Pico meter / Ammeter DPM arus , tegangan 888 Rangkaian Trip High Voltage Rangkaian Trip Pengukur Daya Reaktor 42
  • 43. Gambar memperlihatkan diagram blok penempatan NP-1000 atau NPP-1000dalam sistem. Luaran dari NP-1000 dapat diakuisisi oleh komputer melaluiperangkat interface. % power trip scram loop HV trip ionization chamber arus DC NP-1000 komputer monitor Teg. Tinggi bar graph % power Diagram blok penempatan NP-1000 dalam sistem Pengukur Daya Reaktor 43
  • 44. Compensated Ion Chamber (CIC).• Untuk menekan sinyal radiasi gamma adalah menggunakan kompensasi sinar gamma secara langsung. Dalam detektor yang khusus dikenal sebagai Compensated Ion Chamber (CIC).• Detektor CIC secara tipikal menggunakan boron-lined ion chamber beroperasi dalam mode arus. Karena nilai Q yang jauh lebih rendah dari reaksi yang disebabkan neutron, interaksi neutron dalam boron-lined chamber menghasilkan besarnya satu tingkat lebih rendah dari kejadian sebab neutron dalam fission chamber (uranium-lined chamber).• Oleh karena itu efektifitas operasi mode MSV untuk boron lined chamber dalam mendiskriminasi sinar gamma menjadi berkurang.• Pendekatan alternatif dalam penggunaan CIC diketahui akan lebih efektif dalam mengurangi kontribusi gamma dalam boron-lined chamber daripada menggunakan mode operasi MSV. Pengukur Daya Reaktor 44
  • 45. Boron-lined Identical unlined ion chamber chamber I1 I2 current difference signal = I 1 - I2 Prinsip kerja CICMenggunakan ion chamber ganda dengan arus ion bebas diambil secaraterpisah. Satu chamber berlapis boron, sedangkan satu lagi chamber tanpalapisan boron. Arus I1 dari chamber berlapis boron terdiri dari jumlah aruskarena interaksi neutron dan interaksi sinar gamma dalam dindingchamber. Arus I2 dari chamber yang tak berlapis boron hanya menunjukkandari kontribusi sinar gamma. Dengan mengambil selisih antara 2 arustersebut, maka sinyal arus yang terjadi secara prinsip hanya sebanding dengankontribusi neutron. Pengukur Daya Reaktor 45
  • 46. Compensated Ion Chamber γn + voltage + - e 0 voltage Current out e + - - voltage Current out = i+n + i+γ + i-γ = i+ n γ Pengukur Daya Reaktor 46
  • 47. Kegiatan Perbaikan Detektor Sintilasi Di Ruangan Dengan Humiditas Rendah Pengukur Daya Reaktor 47
  • 48. Ini juga tambahan : Prinsip Dasar Scram untuk Proteksi Keselamatan Motor Penggerak Batang Kendali Sinyal Sinyal Rangkaian Kontrol Scram Scram arus listrik + Power Electromagnet - Supply arus listrik Sinyal Sinyal Scram Scram diaktifkan sinyal Batang Kendali scram ( control rod ) Gambar terlihat ketika elektromagnet diaktifkan Pengukur Daya Reaktor 48
  • 49. SelesaiPengukur Daya Reaktor 49

×