KOMPLIKASI KEHAMILAN

DIAN HISANTI
WIDYANING TYAS
DIII KEBIDANAN
KELAS IA
10132009
DEFINISI
Preeklampsia dan eklampsia merupakan salah
satu
komplikasi
kehamilan
yang
disebabkan
langsung oleh kehamilan itu ...
GEJALA
1.Gejala preeklamsia
pertambahan berat badan yang
berlebihan, diikuti edema,
hipertensi, dan akhirnya
proteinuria:
a. Teka...
KOMPLIKASI AKIBAT PREEKLAMSIA DAN
EKLAMSIA
1.Solusio plasenta. Komplikasi ini terjadi pada
ibu yang menderita hipertensi a...
Pencegahanya

1. Pemeriksaan antenatal yang teratur dan bermutu serta
teliti, mengenali tanda-tanda sedini mungkin
(Preekl...
FREKUENSI KEJADIAN PREEKLAMPSIA dan
EKLAMPSIA.

•faktor yang mempengaruhinya frekuensi
preeklamsia :seperti jumlah
primigr...
Secara khusus frekuensi kejadian komplikasi kehamilan akibat
Preeklampsia dan eklampsia dapat dilihat pada tabel berikut :...
Distribusi kejadian preeklamsia dan eklamsia

1.Distribusi menurut umur
Pada usia Ibu lebih dari 35 tahun, dalam tubuh
tel...
2.D i
Us i
Bi a
mu n
k e t
b i s
t r i
Di s
Pr e
t e r
p a d
a n t
k e h

s t r i b u s i me n u r u t
a K e h a mi l a n
...
KEMATIAN IBU YANG DISEBABKAN OLEH
KOMPLIKASI KEHAMILAN
1.Secara umum kematian ibu:
a. Faktor sosial budaya juga menjadi sa...
Lanjutan . . . .
2.Secara Khusus mengenai
preeklamsia dan eklamsia:
Di temukannya teori
makanan yang dihubungkan
dengan ke...
Komplikasi kehamilan_STIKES MUHAMMADIYAH KUDUS_DIAN HISANTI WIDYANING TYAS
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Komplikasi kehamilan_STIKES MUHAMMADIYAH KUDUS_DIAN HISANTI WIDYANING TYAS

399
-1

Published on

berisi tentang komplikasi kehamilan
semoga bermanfaat :)

Published in: Health & Medicine
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
399
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
11
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Komplikasi kehamilan_STIKES MUHAMMADIYAH KUDUS_DIAN HISANTI WIDYANING TYAS

  1. 1. KOMPLIKASI KEHAMILAN DIAN HISANTI WIDYANING TYAS DIII KEBIDANAN KELAS IA 10132009
  2. 2. DEFINISI Preeklampsia dan eklampsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang disebabkan langsung oleh kehamilan itu sendiri. Preeklampsia adalah adalah kondisi khusus dalam kehamilan, ditandai dengan peningkatan tekanan Darah (TD) dan proteinuria. Eklampsia adalah kelainan akut pada wanita hamil, dalam persalinan atau nifas yang ditandai dengan timbulnya kejang.
  3. 3. GEJALA
  4. 4. 1.Gejala preeklamsia pertambahan berat badan yang berlebihan, diikuti edema, hipertensi, dan akhirnya proteinuria: a. Tekanan darah sistolik ³ 160 mmHg b.Tekanan darah diastolik ³ 110 mmHg c. Peningkatan kadar enzim hati/ ikterus d.Trombosit < 100.000/mm³ e. Oliguaria < 400 ml/24 jam f. Proteunaria > 3 g/liter g.Nyeri epigastrium 2.Gejala eklamsia Pada umumnya kejangan didahului oleh makin memburuknya Preeklampsia dan terjadinya gejala-gejala nyeri kepala di daerah frontal, gangguan penglihatan, mual keras, nyeri di epigastrium .Bila keadaan ini tidak dikenal dan tidak segera diobati, akan timbul kejangan terutama pada persalinan bahaya ini besar.
  5. 5. KOMPLIKASI AKIBAT PREEKLAMSIA DAN EKLAMSIA 1.Solusio plasenta. Komplikasi ini terjadi pada ibu yang menderita hipertensi akut dan lebih sering terjadi pada Preeklampsia. 2.Perdarahan otak. Komplikasi ini merupakan penyebab utama kematian maternal penderita eklampsia. 3. Edema paru-paru. 4. Kelainan ginjal 5. Prematuritas, dismaturitas dan kematian janin intra – uterin.
  6. 6. Pencegahanya 1. Pemeriksaan antenatal yang teratur dan bermutu serta teliti, mengenali tanda-tanda sedini mungkin (Preeklampsia ringan), lalu diberikan pengobatan yang cukup supaya penyakit tidak menjadi lebih berat. 2. Mencari pada tiap pemeriksaan tandatanda Preeklampsia dan mengobatinya segera apabila di temukan.
  7. 7. FREKUENSI KEJADIAN PREEKLAMPSIA dan EKLAMPSIA. •faktor yang mempengaruhinya frekuensi preeklamsia :seperti jumlah primigravida, perbedaan kriteria dalam penentuan diagnosis serta masih rendahnya status sosial-ekonomi dan tingkat pendidikan yang dimiliki kebanyakan masyaraka •Frekuensi eklampsia bervariasi antara satu negara dan yang lain. Frekuensi rendah pada umumnya merupakan petunjuk tentang adanya pengawasan antenatal yang baik, penyediaan tempat tidur antenatal yang cukup, dan penanganan Preeklampsia yang sempurna.
  8. 8. Secara khusus frekuensi kejadian komplikasi kehamilan akibat Preeklampsia dan eklampsia dapat dilihat pada tabel berikut : Frekuensi komplikasi kehamilan(preeklamsia dan eklamsia Tempat Frekuensi Singapura, 12 RS Frekuensi kejadian Preeklampsia dan eklampsi 0,13-6,6% pendidikan di Frek PE-E 3.4-8,5% dan PE-E 5,30% dengan kematian perinatal 10,83 perseribu (4,9 kali lebih besar dibanding Indonesia RS kehamilan normal pendidikan di insiden Preeklampsia berat 2, 61%, eklampsia 0,84% dan angka kematian akibatnya 22,2%. Makassar RSU Tarakan Kaltim RUD A. Djemma Persalinan dengan komplikasi meningkat dari 109 (2005) menjadi 219 (2006), 42,5 % dari 515 persalinan Masamba, Luwu Utara, 2006 Frekuensi PE-E 3,26% (110 kasus) dari 3370 persalinan
  9. 9. Distribusi kejadian preeklamsia dan eklamsia 1.Distribusi menurut umur Pada usia Ibu lebih dari 35 tahun, dalam tubuh telah terjadi perubahan-perubahan akibat penuaan organ-organ. Dengan begitu, kemungkinan untuk mendapat penyakitpenyakit dalam masa kehamilan yang berhubungan dengan umur akan meningkat, seperti penyakit darah tinggi (hipertensi), keracunan kehamilan, (preeklamsi/eklamsi), diabetes, penyakit jantung dan pembuluh darah. Disebut risiko tinggi karena kemungkinan terjadinya hasil kehamilan yang buruk/komplikasi pada ibu usia ini akan meningkat.
  10. 10. 2.D i Us i Bi a mu n k e t b i s t r i Di s Pr e t e r p a d a n t k e h s t r i b u s i me n u r u t a K e h a mi l a n s a n y a p r e e k l a ms i a c u l p a d a t r i wu l a n i g a k e h a mi l a n , d a n a j u g a p a d a a wa l wu l a n . t r i b u s i k e j a d i a n e k l a m p s i a -e k l a m p s i a b a n y a k d i t e mu k a n a u s i a k e h a mi l a n a r a 37-42 m i n g g u p a d a a mi l a n p e r t a ma .
  11. 11. KEMATIAN IBU YANG DISEBABKAN OLEH KOMPLIKASI KEHAMILAN 1.Secara umum kematian ibu: a. Faktor sosial budaya juga menjadi salah satu penyebab buruknya kondisi kesehatan dan gizi kaum perempuan. b. Gerakan Sayang Ibu dengan Program Siap Antar Jaga (Siaga) sejak tahun 2000 pun belum mampu memperbaiki nasib kaum perempuan. Suami masih sulit diajak berdialog dengan istri, atau kurang peduli terhadap kondisi kesehatan sang istri. (KOR)
  12. 12. Lanjutan . . . . 2.Secara Khusus mengenai preeklamsia dan eklamsia: Di temukannya teori makanan yang dihubungkan dengan kejadian eklamsi adalah kurangnya asam folat folic acid, pengurangan garam tidak berhubungan dengan turunnya kejadian preeklampsi.
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×