• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content

Loading…

Flash Player 9 (or above) is needed to view presentations.
We have detected that you do not have it on your computer. To install it, go here.

Like this presentation? Why not share!

Soal2 laju reaksi kesetimbangan

on

  • 17,185 views

 

Statistics

Views

Total Views
17,185
Views on SlideShare
17,140
Embed Views
45

Actions

Likes
2
Downloads
465
Comments
0

2 Embeds 45

http://dianferyimut.blogspot.com 43
http://www.dianferyimut.blogspot.com 2

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment
  • 13

Soal2 laju reaksi  kesetimbangan Soal2 laju reaksi kesetimbangan Presentation Transcript

  • LAJU REAKSI DAN KESETIMBANGAN DISUSUN OLEH : Drs. Ahsani Taqwiim, M.Pd.
    • Jika pernyataan dan alasan benar keduanya menunjukkan hubungan sebab akibat.
    • Jika pernyataan dan alasan benar namun keduanya tidak menunjukkan hubungan sebab akibat
    • Jika pernyataan benar dan alasan salah
    • Jika pernyataan salah dan alasan benar
    • Jika pernyataan salah dan alasan salah
    Petunjuk pengerjaan soal Pilihlah 1 jawaban yang benar Petunjuk 1 Petunjuk 3 Petunjuk 2
    • Jika (1),(2), dan (3) benar
    • Jika (1) dan (3) benar
    • Jika (2) dan (4) benar
    • Jika hanya (4) yang benar
    • Jika semuanya benar
    Jawablah pertanyaan dengan benar dan jelas Petunjuk 4
  • UMPTN `94/49 1. Katalis mempengaruhi ketetapan kesetimbangan SEBAB Katalis mempengaruhi laju reaksi GUNAKAN PETUNJUK 2 UNTUK MENGERJAKAN SOAL DI BAWAH INI!
  • Jawaban :D Bahasan : Katalis tidak dapat mempengaruhi harga K Katalis mempengaruhi laju reaksi
  • 2. UMPTN `94 Rayon B Pada suhu kamar,reaksi kimia yang mempunyai energi pengaktfan tinggi berlangsung dengan lambat. SEBAB Energi pengaktifan reaksi-reaksi kimia selalu mempunyai nilai positif.
    • Jawaban : B
    • Penyelesaian :
    • Energi aktivasi adalah energi potensial perintang dalam suatu reaksi. Semakin tinggi energi aktivasi maka proporsi partikel-partikel pereaksi yang energinya dapat melampaui energi aktivasi semakin sedikit, sehingga reaksi menjadi semakin lambat. (pernyataan benar)
    • Energi aktivasi merupakan energi yang dibutuhkan agar reaksi bisa berlangsung. Oleh karena itu, energi aktivasi selalu berharga positif. (alasan benar)
    • Pernyataan dan alasan tidak berhubungan.
  • 3. UM UGM `05 Penguraian NH 3 menjadi gas N 2 dan gas H 2 akhirnya mencapai keadaan reaksi yang setimbang. Kalau reaksi dibiarkan berjalan dalam tekanan reaktor yang tetap, maka perbandingan volume ketiga gas tersebut adalah perbandingan koefisien persamaan reaksinya. SEBAB Koefisien reaksi menunjukkan kuantitas masing-masing senyawa yang ada dalam reaksi kesetimbangan tersebut.
  • Jawaban : E Penyelesaian : Pada reaksi kesetimbangan, koefisien reaksi menyatakan perbandingan mol atau volume gas-gas ruas kiri yang terurai dan gas-gas ruas kanan yang terbentuk.
  • 4. UMPTN `94 Rayon A Jika suatu reaksi kimia mencapai kesetimbangan maka komposisi campuran reaksinya tidak akan berubah selama suhu tidak berubah. SEBAB Tetapan kesetimbangan reaksi hanya bergantung pada suhu.
    • Jawaban : D
    • Penyelesaian :
    • Komposisi campuran tidak hanya dipengaruhi suhu, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor lain, misalnya tekanan.
    • Tetapan kesetimbangan reaksi adalah fungsi suhu.
  • 5. UMPTN `94 Rayon C Katalis mempengaruhi tetapan kesetimbangan. SEBAB Katalis mempengaruhi laju reaksi
  • Jawaban : D Penyelesaian : Katalis tidak mempengaruhi tetapan kesetimbangan reaksi, tetapi mempengaruhi laju reaksi sehingga kondisi kesetimbangan bisa dicapai lebih cepat.
  • 6. No. 62 SIP`84 Kecepatan reaksi akan bertambah besar bila konsentrasi zat yang bereaksi bertambah besar. SEBAB Semakin besar konsentrasi zat yang bereaksi dengan zat lain, semakin sukar terjadinya tumbukan antar molekul.
  • C. Menurut teori tumbukan, semakin besar konsentrasi zat yang bereaksi semakin banyak tumbukan efektif yang terjadi antara molekul pereaksi, akibatnya reaksi akan berlangsung lebih cepat. Jadi, pernyataan benar alasan salah.
  • 7. No. 91 PP`81 Bila dicampurkan dengan air, maka etilasetat terurai dengan lambat menurut reaksi, CH 3 COOH 2 H 5 + H 2 O -> CH 3 COOH + C 2 H 5 OH Akan tetapi jika dalam air terdapat ion OH - , reaksi akan berjalan lebih cepat sesuai persamaan, CH3COOH2H5 + OH - -> CH3COOH + C2H5OH Jadi dapat dikatakan bahwa pada reaksi terakhir ini ion OH - adalah katalis. SEBAB Katalis yang mempercepat reaksi kimia memperbesar energi pengaktivan.
  • C. Katalis adalah zat yang dapat mempercepat/memperlambat suatu reaksi, di mana zat tersebut tidak mengalami perubahan yang kekal. Katalis yang mempercepat reaksi kimia akan menurunkan energi pengaltivan. Pernyataan benar alasan salah.
  • 8. Olimpiade Kimia Nasional 2002-UGM Suhu berperan dalam menentukan laju reaksi. SEBAB Laju reaksi dinyatakan sebagai fungsi suhu (T) dalam persamaan : v = -d[reaktan]/dt
  • Jawaban : C Penyelesaian : Dalam reaksi, kenaikan suhu akan memperbesar proporsi molekul-molekul pereaksi yang mempunyai energi (energi kinetik) lebih besar daripada energi aktivasi, sehingga kenaikan suhu mempercepat reaksi. (pernyataan benar) Laju reaksi didefinisikan sebagai besarnya perubahan fungsi konsentrasi dan waktu, bukan fungsi suhu. (alasan salah)
  • 9. No. 79 PP`79 Suatu katalisator yang baik untuk reaksi pembentukan amoniak dari unsur-unsurnya, juga merupakan katalisator yang baik untuk reaksi yang sebaliknya, yaitu pengurangan amoniak menjadi unsur-unsurnya. SEBAB Fungsi suatu katalisator ialah mempercepat tercapainya kesetimbangan.
  • Suatu katalisator yang baik untuk reaksi pembentukan amoniak dari unsur-unsurnya, juga merupakan katalisator yang baik untuk reaksi yang sebaliknya, yaitu pengurangan amoniak menjadi unsur-unsurnya. SEBAB Fungsi suatu katalisator ialah mempercepat tercapainya kesetimbangan. Jadi, pernyataan dan alasan benar, terdapat hubungan. Jawab : A
  • 10. No. 40 SKALU`77 Suatu campuran es dan air yang diaduk baik, ada dalam kesetimbangan. Bila ke dalamnya ditambahkan sedikit es, suhu tidak berubah. SEBAB Pada kesetimbangan es ↔ air tidak dpat diterapkan asas Le Chatelier.
  • Pada proses es air, jika ditambahkan es suhu sisrem tersebut tidak mengalami perubahan. Asas Le Chatelier tidak dapat diterapkan pada kasus ini. Sebab, es air buakan kesetimbangan kimia, tetapi termasuk kesetimbangan fasa. Jadi, pernyataan dan alasan benar, terdapat hubungan. Jawab : A
    • GUNAKAN PETUNJUK 3 UNTUK MENGERJAKAN SOAL DI BAWAH INI!
    • 1. Dalam reaksi kesetimbangan :
    • 2 SO 2 (g) + O 2 ↔ 2 SO 3 (g)
    • Kp = 1,0 x 10 -9 pada 1030 o C.
    • Jika mula-mula mol oksigen = mol sulfurdioksida, maka pernyataan yang benar si saat kesetimbangan pada volume tetap dan suhu 1030 o C adalah
    • tekanan campuran naik
    • harga Kp > Kc
    • jumlah mol SO 3 pada kesetimbangan adalah 2 kali jumlsh mol oksigen mula-mula
    • jumlah mol SO 3 pada kesetimbangan tergantung pada volume wadah reaksi
  • Jawab : D 2 SO 2 (g) + O 2 2 SO 3 (g) m a mol a mol v s Volume tetap -> tekanan tetap Kp = Kc (RT) 2-(2+1) 1.10 -9 =Kc (0,082.1303) -1 Kc = 10 -9 . (0,082.1303) -1 = 10 -9 .106,846 Jadi, Kc > Kp Sehingga, Jawaban no. (1) salah, Jawaban no. (2) salah, Jawaban no. (4) benar.
    • 2. UMPTN `90/C43
    • Diantara pernyataan-pernyataan mengenai katalis di bawah ini manakah yang benar ?
    • Kecepatan reaksi terkatalis bergantung pada konsentrasi katalis
    • Bagi reaksi reversible katalis mempercepat baik reaksi maju maupun reaksi balik
    • Suatu reaksi yang pada kondisi terentu tidak spontan, akan menjadi spontan bila ditambahkan katalis
    • Unsur-unsur transisi banyak digunakan dalam katalis heterogen
    • Jawaban : B
    • Bahasan :
    • Sifat katalis :
    • Kecepatan reaksi terkatalis bergantung pada konsentrasi pereaksi, tidak tergantung pada katalis
    • Bagi reaksi reversible katalis mempercepat reaksi ke kanan dan ke kiri
    • Katalis tidak dapat mengubah reaksi tidak spontan menjadi spontan
    • Unsur transisi (Fe, Ni, Pt) sering digunakan sebagai katalis
    • 3. UM UGM`05
    • Kalau reaksi kesetimbangan
    • 2SO3 ↔ 2SO2 + O2 harga tetapan kesetimbangan reaksinya atau K adalah 10.000 maka harga K untuk reaksi kesetimbangan ditulis
    • 4SO 3 ↔ 4SO 2 + 2O 2 harga K = 10 8
    • SO 3 ↔ SO 2 + 1/2O 2 harga K = 100
    • 1/2O 3 ↔ SO 2 + 1/2O 2 harga K = 10
    • Harga K tidak berubah
  • Jawaban : A Penyelesaian : K = (10 4 ) 2 = 10 8 K = = 10 2 K = = 10
    • 4. UMPTN`94 Rayon A
    • Dari reaksi N 2 O 4 (g) 2NO 2 (g) diketahui Kp pada 600 o C dan pada 1.000 o C berturut-turut adalah 1,8 x 10 4 dan 2,8 x 10 4 . Dapat disimpulkan bahwa
    • Tekanan parsial NO2 akan meningkat jika suhu dinaikkan.
    • ∆ H > 0
    • Peningkatan tekanan total campuran gas dalam kesetimbngan akan menurunkan kadar NO 2
    • Kp = Kc
  • Jawaban : A Penyelesaian : Jika suhu dinaikkan, Kp meningkat. Ini berarti tekanan parsial produk (NO 2 ) semakin meningkat. Jika suhu naik, Kp juga membesar maka reaksinya bersifat endoterm (∆H > 0) Jika tekanan total diperbesar maka reaksi akan bergeser ke arah jum,lah koefisiennya lebih kecil ( ke kiri). Akibatnya kadar NO 2 menurun, sebaliknya kadar N 2 O 4 meningkat. ∆ n = 2-1 =1, sehingga Kp =Kc x R x T
  • 5.No. 53 SIP ‘87 Dalam satu tempat tertutup, berlangsung reaksi kesetimbangan : PCl 5 (g) PCl 3 (g) + Cl 2 (g) dengan harga tetapan kesetimbangan KC pada temperatur T. Bila volume diperkecil, dengan tetap menjaga suhu tetap, maka beberapa hal berikut akan diamati. (1) Jumlah mol PCl 3 berkurang (3) Jumlah mol PCl 5 bertambah (2) Harga KC tak berubah (4) Jumlah mol Cl 2 tak berubah
  • Penyelesaian : PCl 5 (g) ↔ PCl 3 (g) + Cl 2 (g) Jika pada suhu tetap, reaksi kesetimbangan di atas volumenya diperkecil, maka : reaksi akan bergeser ke arah jumlah molnya kecil, yaitu ke arah PCl 5 , jadi PCl 3 dan Cl 2 berkurang, sedang PCl 5 bertambah. Pada suhu tetap, harga KC tetap. Jadi 1, 2, dan 3 jawaban yang benar. Jawaban : (A)
    • 6. No. 65 SIP ‘85
    • Perhatikan reaksi kesetimbangan,
    • Ag + (aq) + Fe 2 +(aq) ↔ Ag(s) + Fe 3+ (aq) ∆H = - 65,7 kJ
    • Tetapan kesetimbangan reaksi ini dapat diperkecil dengan cara :
    • menambahkan inhibitor
    • menambahkan perak
    • menambahkan air
    • (4) menaikkan suhu
  • Penyelesaian : Ag + (aq) + Fe 2 +(aq) Ag(s) + Fe 3 +(aq) H = - 65,7 kJ Reaksi kesetimbangan di atas merupakan kesetimbangan heterogen yang berlangsung secara eksoterm ke arah kanan dan berlangsung endoterm ke arah kiri. K diperkecil dengan jalan memperbesar [Ag+] dan [Fe2+]. [Ag+] dan [Fe2+] diperbesar dengan jalan menaikkan suhu. Jadi hanya 4 jawaban yang benar. Jawaban : (D)
    • 7. No. 66 SIP’85
    • Etilena dapat dihasilkan dari etana dengan cara pemanasan dan dengan penambahan katalis sesuai dengan reaksi :
    • C 2 H 6 (g) ↔ C 2 H 4 (g) + H 2 (g) ∆ H = +138 kJ.
    • Proporsi etana yang diubah menjadi etilena pada keadaan setimbang akan berkurang jika :
    • suhu diturunkan
    • suhu dinaikkan
    • H 2 ditambahkan pada campuran reaksi
    • volum campuran reaksi diperbesar.
  • Penyelesaian : C 2 H 6 (g) ↔ C 2 H 4 (g) + H 2 (g) ∆H = + 138 kJ Kesetimbangan di atas berlangsung secara endoterm, pada ruas kiri ada satu molekul dan pada ruas kanan terdapat 2 molekul. Proporsi etana yang diubah menjadi etilena pada keadaan setimbang akan berkurang jika : suhu diturunkan ditambahkan H 2 pada campuran reaksi. Volum campuran diperkecil. Jadi 1 dan 3 jawaban yang benar. Jawaban : (B)
  • 8. No. 69 SIP ‘85 Diketahui ∆ H o f dari CO (g) = - 110,5 kJ/mol dan ∆H o f dari CH3OH (l) = -238,6 kJ/mol dari reaksi kesetimbangan : CO(g) + 2H2(g) ↔ CH3OH (l) Dapat dikatakan bahwa : (1) ∆ H o reaksi = - 128,1 kJ/mol. (2) jika suhu dinaikkan, kesetimbangan bergeser ke kiri. (3) tetapan kesetimbangan berkurang jika suhu dinaikkan (4) Reaksi ke kiri adalah endoterm.
  • Penyelesaian : CO(g) + 2H2(g) CH3OH (l) ∆ H o reaksi = ∆ H o f produk - ∆ H o f pereaksi. ∆ H o reaksi = (∆ H o f CH3OH) – (∆ H o f CO 2 + ∆ H o f H2) ∆ H o reaksi = - 238,6 + 110,5 – 0 kJ/mol ∆ H o reaksi = - 128,1 kJ/mol CO(g) + 2H 2 (g) ↔ CH3OH (l) ∆H = - 128,1 kJ/mol ∆ H = -, artinya reaksi ke arah kanan berlangsung secara eksoterm, dan ke arah kiri berlangsung secara endoterm. Jika suhu dinaikkan, kesetimbangan bergeser ke kiri, akibatnya tetapan kesetimbangan berkurang. Jadi 1, 2, 3, dan 4 jawaban yang benar. Jawab : (E)
  • 9. No. 64 SIP’84 Reaksi pembentukan SO 3 menurut persamaan : SO 2 (g) + O 2 (g) ↔ SO 3 (g) Adalah reaksi eksoterm. Hasil SO 3 yang diperoleh akan bertambah bila : (1) tekanan diperbesar (2) ditambah katalis (3) ditambah gas O 2 (4) suhu dinaikkan
    • Penyelesaian :
    • SO 2 (g) + O 2 (g) ↔ SO 3 (g)
    • Ke arah kanan (maju ) berlangsung secara eksoterm, maka ke arah kiri (balik) berlangsung secara endoterm.
    • Hasil SO 3 yang diperoleh akan bertambah bila :
    • tekanan diperbesar atau volum diperkecil
    • ditambah gas O 2 atau SO 2
    • suhu diturunkan
    • Jadi 1 dan 3 jawaban yang benar.
    • Jawab : (B)
  • 10. No. 70 SIP’84 Senyawa Cr dan Mn dapat mengalami reaksi kesetimbangan sebagai berikut : 4CrO 4 2 – (aq) + 2H + (aq) ↔ 2 Cr 2 O7 2 – (aq) + 2 OH - kuning jingga 7 MnO 4 2 – (aq) + 4H + (aq) + O 2 ↔ MnO 2 (s) + Hijau coklat 6MnO 4 – (aq) + 4 OH - (aq) Ungu Dari reaksi-reaksi ini dapat disimpulkan sebagai berikut : pada pH kecil warna kuning kromat tetap penambahan asam pada larutan kromat, mengubah warna kuning menjadi jingga pada pH besar warna hijau manganat menjadi ungu penambahan asam pada larutan manganat mengubah warna hijau menjadi ungu.
  • Penyelesaian : 4CrO 4 2 – (aq) + 2H + (aq) ↔ 2 Cr 2 O 7 2 – (aq) + 2 OH - kuning jingga 7 MnO 4 2 – (aq) + 4H + (aq) + O 2 ↔ MnO 2 (s) + Hijau coklat 6MnO 4 – (aq) + 4 OH - (aq) ungu Ion Kromat dalam suasana basa, warnanya kuning, segera kemudian berubah menjadi dikromat yang warnanya jingga, jika ditambahkan asam. Jadi pH kecil warna ion kromat tidak tetap kuning, melainkan berubah menjadi jingga. Pada pH besar atau suasana basa ion manganat warnanya tetap hijau, penambahan asam pada ion manganat (MnO4 - ) akan mengubah warna hijau menjadi ungu. Jadi 2 dan 4 jawaban yang benar. Jawab : (C)
    • 11. No. 99 SIP’80
    • Reaksi-reaksi kimia yang dikerjakan di industri seringkali menggunakan katalis. Pada temperatur tetap.
      • katalis mempercepat tercapainya keadaan kesetimbangan reaksi
      • katalis mempercepat reaksi maju dan reaksi sama besar
      • katalis tidak mempengaruhi kedudukan kesetimbangan reaksi
      • katalis tidak turut bereaksi
    • Penyelesaian :
    • Pada temperatur tetap, fungsi katalis dalam reaksi :
    • katalis mempercepat tercapainya keadaan kesetimbangan reaksi
    • katalis mempercepat reaksi maju dan reaksi balik sama besar
    • katalis tidak mempengaruhi kedudukan kesetimbangan reaksi
    • katalis tidak turut bereaksi.
    • Jadi 1, 2, 3, dan 4 jawaban yang benar
    • Jawab : (E)
  • 12. No. 87 PP’79 Kesetimbangan antara H 2 , HI dan I 2 menurut reaksi : 2HI ↔ H 2 + I 2 tercapai kalau : 1. = 2. = = 3. x = 4. Kecepatan reaksi ke dua arah sama
  • Penyelesaian : Kesetimbangan antara H 2 , HI dan I 2 menurut reaksi : 2HI ↔ H 2 + I 2 tercapai kalau : kecepatan reaksi kedua arah sama. K = K = [H 2 ] 2 = K[HI] 2 [H 2 ] = Jadi 2 dan 4 jawaban = [H 2 ] = I 2 = yang benar Jawab : (C)
    • 13. No. 48 SKALU’77
    • Kesetimbangan A + B ↔ 2 AB–Q, Q = + a KKal, mempunyai ciri khas sebagai berikut:
      • jumlah molekulnya sebelum dan sesudah reaksi berbeda
      • dipengaruhi oleh perubahan tekanan
      • tidak dipengaruhi oleh perubahan suhu
      • tidak dipengaruhi oleh perubahan volume.
    • Penyelesaian :
    • A + B ↔ 2 AB–Q, Q = + a kkal
    • Mempunyai cirri khas :
    • jumlah molekul sebelum dan sesudah reaksi sama
    • tidak dipengaruhi oleh perubahan tekanan
    • dipengaruhi oleh perubahan suhu
    • tidak dipengaruhi oleh perubahan volume.
    • Jadi hanya 4 jawaban yang benar
    • Jawab : (D)
    • 14. No. 49 SKALU’77
    • Pada reaksi kesetimbangan A + B C + D
    • v1 = kecepatan reaksi ke kanan
    • v2 = kecepatan reaksi ke kiri
    • K = tetapan kesetimbangan
    • Bila pada reaksi tersebut ditambahkan Katalis positif, maka :
    • v1 akan bertambah besar
    • v2 akan bertambah besar
    • harga K tetap
    • v1 , v2 bertambah besar dan K bertambah besar pula
    • Penyelesaian :
    • A + B C + D
    • Bila ditambahkan katalis :
    • v1 akan bertambah besar
    • v2 akan bertambah besar
    • harga K tetap
    • Jadi hanya 1, 2, dan 3 yang benar
    • Jawab : (A)
  • 15. SPMB`03 Regional III Reaksi kesetimbangan berikut yang mempunyai harga Kp =Kc adalah H2(g) + Cl2 2 HCl(l) CaCO3(s) CaO(s) + CO2(g) 2 NH3(g) N2(g) + 3 H2 H2(g) + I2 2 HI(g)
  • Jawaban : D Penyelesaian : Kp =Kc, jika jumlah koefisien gas kiri = kanan
    • 16. UMPTN`94 Rayon B
    • Pada 289 K, reaksi N2O4(g) 2 NO2(g) ∆H = 57,2 KJ, diketahui dapat mencapai kesetimbangan dengan Kp = 0,14. Dapat disimpulkan bahwa
    • Reaksi terebut bersifat endoterm
    • Jika 2 mol NO2 bereaksi pada 289 K hingga mencapai kesetimbangan maka akan diserap kalor sebanyak 57, 2 KJ
    • Jika reaksi dimulai dengan N2O4 maka dalam kesetimbangan konsentrasi NO2 lebih rendah dari konsentrasi N2O4
    • Peningkatan suhu akan meningkatkan kadar N2O4 dalam campuran reaksi dalam kesetimbangan.
  • Jawaban : B Penyelesaian : ∆ H > 0 berati reaksi bersifat endoterm Jika NO2 bereaksi berarti reaksi berlangsung ke kiri sehingga akan dilepaskan kalor (reaksi ke kiri bersifat endoterm) Pada kesetimbangan konsentrasi N2O4 > konsentrasi NO2 karena Kp < 1 Peningkatan suhu menyebabkan reaksi bergeser ke kanan (ke arah reaksi endoterm) sehingga kadar NO2 meningkat, sebaliknya kadar N2O4 berkurang.
    • 17. SPMB`03 Regional I
    • Reaksi pembuatan belerang trioksida adalah reaksi eksoterm :
    • 2 SO2(g) + O2 2 SO3 (g)
    • Produksi belerang trioksida dapat meningkat dengan cara :
    • Menaikkan tekanan
    • Menambah katalis
    • Menurunkan suhu
    • Memperbesar volume
  • Jawaban : B Penyelesaian : Agar reaksi tersebut bergeser ke kanan, tekanan dinaikkan (ke jumlah mol gas terkecil) dan suhu diturunkan (ke reaksi eksoterm)
  • 18. UM UGM`04 Reaksi : A + 2B -> C memiliki laju reaksi v = k[A][B] = d [C] : dt, sehingga reaksi tersebut adalah Orde satu terhadap reaktan A Reaksi orde dua Orde satu terhadap reaktan B Reaksi rumit (bukan sederhana)
    • Jawaban : E
    • Penyelesaian :
    • A + 2B->C, v = k[A][B] = d [C] : dt,
    • Orde tehadap A = 1
    • Orde tehadap B = 1
    • Orde reaksi = 1 + 1 = 2
    • Reaksi rumit (orde reaksi tidak sama dengan koefisien)
    • 19. No. 88 PP`80
    • Menurut teori tumbukan tentang kinetika reaksi,
    • Setiap tumbukan antara molekul-molekul pereaksi akan menghasilkan reaksi.
    • Setiap tumbukan antara molekul-molekul pereaksi pada temperatur tinggi akan menghasilkan pereaksi.
    • Tekanan tidak mempengaruhi jumlah tumbukan yang terjadi antara molekul-molekul pereaksi.
    • Hanya tumbukan antara molekul-molekul pereaksi yang mempunyai energi cukup dan posisi yang baik pada waktu terjadinya tumbukan, akan menghasilkan reaksi.
  • Menurut teori tumbukan tentang kinetika reaksi, Hanya tumbukan antyara molekul-molekul pereaksi yang mempunyai energi cukup dan posisi yang baik pada waktu terjadinya tumbukan akan menghasilkan reaksi. Jadi, hanya jawaban no. 4 yang benar
    • 20. No. 98 SKALU`78
    • Campuran larutan asam oksalat dan asam sulfat diberi setetes kalium permanganat. Warna kalium permanganat jelas mewarnai campuran tersbut dan setelah beberapa waktu warna tersebut baru hilang. Kalau kemudian diberi lagi setetes kalium permanganat, ternyata kali ini warna kalium permangant lebih cepat hilang. Warna yang disebabkan tetes ketiga lebih cepat lagi hilangnya.
    • Hal-hal tersebut menunjukkan :
    • Kecepatan reaksi berbanding terbalik dengan konsentrasi asam oksalat.
    • Kecepatan reaksi berbanding lurus dengan konsentrasi kalium permanganat.
    • Reaksi di atas merupakan reaksi eksoterm.
    • Salah satu hasil reaksi menjadi katalis untuk reaksi selanjutnya.
  • Kasus yang terjadi pada soal tersebut menunjukkan bahwa salah satu hasil reaksi bertindak sebagai katalis untuk reaksi selanjutnya (auto katalis). Jadi, hanya jawaban 4 yang benar. Jawab : D
  • Pilihan ganda dan essay Laju Reaksi
  • Pilihan Ganda GUNAKAN PETUNJUK 1 UNTUK MENGERJAKAN SOAL DI BAWAH INI!
  • Bila pada suhu tertentu, laju penguraian N 2 O 5 menjadi NO 2 dan O 2 adalah sebesar 2,5 × 10 -6 mol/L.s, maka laju pembentukan NO 2 adalah…… A. 3 × 10 -6 mol/L.s B. 2,5 × 10 -6 mol/L.s C. 3,9 × 10 -6 mol/L.s D. 5,0 × 10 -6 mol/L.s E. 6,2 × 10 -6 mol/L.s 1 .
  • Amonia dapat dibakar dengan persamaan reaksi : 4NH 3 ( g ) + 5O 2 ( g ) -> 4 NO ( g ) + 6H 2 O (g) Jika pada waktu tertentu diketahui laju reaksi amonia sebesar 0,24 mol L -1 det -1 , maka laju reaksi oksigen (O 2 ) dn laju reaksi pembentukan H2O berturut – turut adalah..... A. 0,24 dan 0,36 mol L -1 det -1 B. 0,30 dan 0,24 mol L -1 det -1 C. 0,36 dan 0,30 mol L -1 det -1 D. 0,30 dan 0,36 mol L -1 det -1 E. Tidak ada perbedaan laju reaksi 2 .
  • Laju reaksi suatu gas dinyatakan dengan v = k [A]2[B]. Bila volum diperkecil menjadi ¼ kali volum semula, maka laju reaksi jika dibanding dengan laju reaksi mula – mula adalah ...... A. 4kali B. 8 kali C. 16 kali D. 32 kali E. 64 kali 3 .
  • Data eksperimen untuk reaksi : 2A (g) + B (g) -> 2AB (g) terdapat dalam tabel berikut :
    • Dari data tersebut dapat disimpulakan bahwa persamaan laju reaksinya adalah ....
    • v = k [A]2
    • v =k [B]
    • v = k [A][B]
    • v = k [A][B]2
    • v = k [A]2[B]
    4 . Percobaan [A] awal mol/L [B] awal mol/L Laju reaksi mol L -1 detik -1 1 2 3 4 5 0,1 0,1 0,1 0,2 0,3 0,1 0,2 0,3 0,1 0,1 6 12 18 24 54
  • Dari hasil percobaan diperoleh data sebagai berikut : Laju reaksi untuk BrO 3 - + 5Br - +6H + 3Br 2 + 3H 2 O Adalah .... A. v = k [BrO 3 - ][H+] 2 B. v = k [Br - ][H + ] 2 C. v = k [BrO 3 - ][Br - ][H+] 2 D. v = k [BrO 3 - ] [Br-][H+] E. v = k [BrO 3 - ] [Br-] 2 [H+] 5 . [BrO 3 - ] awal mol dm -3 [Br - ] awal mol dm -3 [H + ] awal mol dm -3 Waktu reaksi detik 0,4 0,8 0,4 0,8 0,24 0,24 0,48 0,24 0,01 0,01 0,01 0,02 152 ± 6 152 ± 6 152 ± 6 152 ± 6
  • 6.
    • Data percobaan suatu reaksi 2A + B 2 -> 2AB tercantum diatas.
    • Orde keseluruhan reaksi tersebut adalah ….
    • 0
    • 1
    • 2
    • D. 3
    • E. 4
    Percobaan [A] mol/L [B] mol/L Laju reaksi mol L -1 detik -2 1 2 3 0,50 0,50 1,00 0,50 1,00 1,00 1,6 x 10 -4 3,2 x 10 -4 3,2 x 10 -4
  • Suatu reaksi tertentu yang berorde nol terhadap pereaksi A mempunyai nilai k = 0,025 M s-1. jik konsentrasi awal A adalah 0,05 M, maka konsentrasinya saat reaksi berlangsung selama 15 detik adalah .... A. 0,500 M B. 0,320 M C. 0,125 M D. 0,060 M E. 0,030 M 7 .
  • Dalam suatu eksperimen untuk menmyelidiki laju reaksi : X + Y -> Z, diperoleh data sebagai berikut :
    • Maka grafik yang menggambarkan tingkat reaksi terhadap X adalah ….
    • I
    • II
    • III
    • IV
    • V
    8 . No. Percobaan [X] mula -mula (mol/L) [Y] mula -mula (mol/L) Laju pertambahan [Z] (mol L -1 s -1 ) 1 2 3 0,50 0,50 1,00 0,50 1,00 1,00 1,6 x 10 -4 3,2 x 10 -4 3,2 x 10 -4 V [X] I V [X] II V [X] IV V [X] III V [X] V
  • Diperoleh data percobaan untuk reaksi: H 2 (g) + I 2 (g) -> 2HI (g) Sebagai berikut:
    • Harga x adalah ….
    • 0,128
    • 0,256
    • 0,64
    • 1,44
    • 2,56
    9 . [H 2 ], M [I 2 ], M v (M s -1 ) 0,1 0,1 0,2 0,3 0,1 0,2 0,2 0,3 0,16 0,32 0,64 x
  • Untuk reaksi A + B -> C diperoleh data sebagai berikut :
    • Harga tetapan laju reaksi, k, untuk reaksi diatas adalah ….
    • 1000
    • 500
    • 10
    • 0,02
    • 0,001
    10 . [A], molar [B], molar Laju, molar/menit 0,01 0,02 0,02 0,03 0,20 0,20 0,40 0,60 0,02 0,08 0,16 0,54
  • Pada reaksi 2H 2 + 2NO -> 2H 2 O + N 2 , eksperimen menyatakan bahwa persamaan laju reaksinya adalah v = k [H 2 ] [NO] 2 dengan nilai k = 1 x 10 -6 . jika 4 mol H 2 dan 2 mol NO direaksikan dalam bejana 2 liter, laju awal reaksinya adalah .... A. 1,6 x 10 -5 B. 6,4 x 10 -5 C. 4,0 x 10 -6 D. 3,0 x 10 -6 E. 2,0 x 10 -6 11 .
  • Untuk reaksi 2NO + Cl 2 -> 2NOCl laju reaksinya adalah v = 0,4 [NO] 2 [Cl 2 ] dalam M/menit. Jika 2 mol NO dan 2 mol Cl 2 direaksikan dalam wadah 4 liter, maka aju reaksi pada saat 80% NO bereaksi adalah .... A. 0,0004 M/menit B. 0,0012 M/menit C. 0,0048 M/menit D. 0,0128 M/menit E. 0,0256 M/menit 12 .
  • Dekomposisi (penguraian) etana menjadi 2 radial metil merupakan reaksi berorde 1 dengan harga konstanta laju reaksi, k, adalah 5,5 x 10 -4 s -1 pada 700 o C. Waktu paro dari reaksi ini dinyatakan dalam menit adalah .... A. 9,1 B. 15 C. 21 D. 30 E. 35 13 .
  • Jika pada suhu tertentu waktu paro reaksi orde pertama 2A -> 2B + C adalah 3 jam, maka jumlah A yang terurai dalam waktu 9 jam adalah .... A. 12,5% B. 25,0% C. 50,0% D. 75,0% E. 87,5% 14 .
  • Data reaksi antara logam zink dengan asam klorida :
    • Reaksi yang berlangsung paling cepat terjadi pada percobaan ….
    • 1
    • 2
    • 3
    • 4
    • 5
    15 . Percobaan Bentuk logam Zn Konsentrasi asam klorida 1 2 3 4 5 granula lempeng serbuk granula serbuk 0,50 molar 0,50 molar 0,25 molar 0,25 molar 0,50 molar
  • 16.
    • Diagram di atas menyatakan bahwa ….
    • reaksi hanya berlangsung jika x > y
    • reaksi tersebut adalah reaksi endoterm
    • x adalah perubahan entalpi
    • reaksi berlangsung dengan melepaskan energi
    • x + y adalh energi aktivasi
    pereaksi Hasil reaksi x y E
  • Laju pembentukan O 3 (g) adalah 2,0 x 10-7 mol L -1 s -1 menurut reaksi : 3O 2 (g) -> 2O 3 (g). Laju hilangnyaO 2 (g) dalam mol L -1 s -1 adalah .... A. 1,3 x 10 -7 B. 2,0 x 10 -7 C. 3,0 x 10 -7 D. 4,0 x 10 -7 E. 4,5 x 10 -7 17 .
  • Laju reaksi dari suatu reaksi didefinisikan sebagai besarnya pengurangan konsentrasi pereaksi tiap satuan waktu, atau sebagai besarnya penambahan konsentrasi hasil reaksi tiap satuan waktu. Jika pada reaksi ½ N 2 + 3/2 H 2 , laju reaksi berdasarkan konsentrasi N 2 adalah v N dan laju reaksi berdasarkan konsentrasi H 2 dinyatakan sebagai v H , maka : A. v N = v H B. v N = ½ v H C. v N = 1/3 v H D. v N = 2/3 v H E. v N = ¾ v H 18 .
  • Untuk reaksi, 4NH 3 (g) + 5O 2 (g) -> 4NO (g) + 6H 2 O (g) hubungan yang benar adalah .... A. d[NH 3 ]/dt = d[NO]/dt B. - d[O 2 ]/dt = d[NO]/dt C. -4 . d[NH 3 ]/dt = 6 . d[H 2 O]/dt D. -1/4 . d[NH 3 ]/dt = 1/6 . d[H 2 O]/dt E. -1/6 . d[O 2 ]/dt = 1/5 . d[H 2 O]/dt 19 .
  • Suatu reaksi mempunyai ungkapan laju reaksi v = k [P] 2 [Q]. Bila konsentrasi masing – masing diperbesar tiga kali, laju reaksinya diperbesar .... A. 3 kali B. 6 kali C. 9 kali D. 18 kali E. 27 kali 20 .
  • Tabel dibawah ini merupakan data dari reaksi P + Q -> R + S
    • Dari data tersebut dapat disimpulkan ....
    • Laju reaksi sebanding dengan [P]-awal pangkat tiga
    • Laju reaksi sebanding dengan [P]-awal pangkat satu
    • Tingkt reaksi terhadap P adalah tiga
    • Tingkat reaksi total adalah empat
    • Rumus laju reaksinya adalah v = k [P] 2
    21 . [ P ]-awal (M) [Q]-awal (M) Laju reaksi (M/s) a 2a 3a a A b b b 2b 3b v 4v 9v v V
  • Data percobaan reaksi antara asam klorida dan narium tiosulfat sebagai berikut :
    • Dari data disamping reaksi yang paling cepat adalah ....
    • 1
    • 2
    • 3
    • 4
    • 5
    22 . No Konsenrasi awal Suhu Na 2 S 2 O 3 HCl 1 2 3 4 5 0,1 M 0,1 M 0,2 M 0,2 M 0,2 M 0,1 M 0,2 M 0,2 M 0,2 M 0,1 M 35 o C 35 o C 35 o C 40 o C 40 o C
  • Waktu paro dari reaksi pengubahan siklobutana menjadi etilen menurut reaksi : C 4 H 8 (g) -> 2C 2 H 4 (g) adalah 22,7 detik pad suhu tertentu. Jika reaksi resebut berorde pertama maka waktu yang dibutuhkan untuk menurunkan tekanan parsial siklobutana menjadi 10 mmHg adalah .... A. 52,0 detik B. 7 5,4 detik C. 90,0 detik D. 227 detik E. 300 detik 23 .
  • Untuk reaksi N 2 O 4 (g) -> 2NO 2 (g) diketahui data : ∆ H = +54,0 kJ dan E a = +57,2 kJ energi aktivasi ( E a) untuk reaksi 2NO 2 (g) -> N 2 O 4 (g) adalah .... A. -54,0 kJ B. +3 ,2 kJ C. +60,2 kJ D. +111,2 kJ E. -57,2 kJ 24 .
  • Persamaan laju reaksi untuk P +2Q -> R adalah v = k [P] [Q] 2 . jika konsentrasi P dan Q semula masing – masing 1 molar, maka pada saat konsentrasi P tinggal ¾ molar laju reaksinya adalah .... A. 9/8 k B. 3/16 k C. 1/16 k D. 3/8 k E. 1/8 k 25 .
  • Pembahasan
    • Reaksi yang terjadi:
    • 2N 2 O 5 -> 4NO 2 + O 2
    • Perbandingan laju reaksi tiap zat = perbandingan koefisien:
    Jawaban : D 1.
  • 4NH 3 + 5O 2 -> 4NO + 6 H 2 O 2. Jawaban : D
  • 3. Jawaban : E
  • 4. Jawaban : E 1 -> 2 1 -> 4 Persamaan laju : v = k [A] 2 [B]
  • Orde BrO 3 - : pecobaan (1) dan (2) Orde Br - : pecobaan (1) dan (3) Orde H + : pecobaan (2) dan (4) Jadi persamaan laju reaksi : v = k [BrO 3 - ][Br - ][H + ] 2 5. Jawaban : C
  • 6. Jawaban : B
    • Persamaan laju reaksi :
    • v = k [A] m [B] n
    • Dari percobaan 1 dan 2 :
    • Dari percobaan 2 dan 3 :
    Orde keseluruhan = m+n = 1
  • 7. Persamaan laju reaksi untuk reaksi berorde nol adalah : -([A] sisa – [A] awal ) = k x ∆t -([A] sisa – 0,50) = 0,025 x 15 [A] sisa = 0,50 – 0,375 = 0,125 M Jawaban : C
  • 8.
    • Persamaan umum reaksi :
    • v = k [X] m [Y] n
    • Dari percobaan 1 dan 3 :
    • Dari percobaan 2 dan 3 :
    Grafik yang menggambarkan tingkat reaksi bagi kedua pereaksi adalah : Jawaban : A V [X] Orde nol V [Y] Orde dua
  • 9 .
    • Persamaan umum laju reaksi :
    • v = k [ H 2 ] m [ I 2 ] n
    • Dari percobaan 1 dan 2 :
    • Dari percobaan 2 dan 3 :
    Jawaban : D
    • Dari percobaan 1 dan 4 :
  • 10 .
    • Persamaan umum laju reaksi :
    • v = k [ A ] m [ B ] n
    • Dari percobaan 1 dan 2 :
    • Dari percobaan 2 dan 3 :
    Jawaban : A
    • Persamaan laju reaksi nya menjadi :
    • v = k [ A ] 2 [ B ]
    • Dengan menggunakan data percobaan 1 maka :
    • v = k [ A ] 2 [ B ]
    • 0,02 = k x (0,01) 2 (0,20)
  • 11 . Jawaban : E v = k [H 2 ][NO] 2 = 1x 10 -6 x 2 x 1 2 = 2 x 10 -6 M s -1
  • 12 . Jawaban : B
    • NO bereaksi
    Cl 2 bereaksi Laju reaksi ditentukan oleh jumlah zatyang ada (sisa) bukan oleh jumlah zat yang sudah bereaksi. NO sisa = 2 – 1,6 = 0,4 mol Cl 2 sisa = 2 – 0,8 = 1,2 mol
  • 13 . Jawaban : C Untuk setiap reaksi orde 1 berlaku : Jika dinyatakan dalam menit :
  • 14 . Jawaban : E Jadi yang terurai adalah 87,5 %
  • 15 . Laju reaksi dipengaruhi oleh luas permukaan dan konsentrasi pereaksi. Semakin luas permukaannya (semakin halus) maka laju makin besar. Jawaban : E
  • 16 . Jawaban : D
    • X = energi aktivasi untuk reaksi : Pereaksi -> Hasil reaksi
    • Y = perubahan entalpi yaitu selisih antara energi hasil reaksi dengan energi pereaksi. Energi hasil reaksi lebih kecil dibandingkan pereaksi (karena melepaskan kalor) sehingga nilai Y < O. Reaksi seperti ini disebut reaksi eksoterm.
  • 17 . Jawaban : C Reaksi : 3O 2 (g) -> 2O 3 (g)
  • 18 . Jawaban : C Reaksi :
  • 19 . Jawaban : D Reaksi : 4NH 3 + 4NO -> 4NO + 6H 2 O. Untuk reaksi diatas berlaku :
  • 20 . Jawaban : E Dari soal diketahui : v = k [P] 2 [Q]. Jika pereaksi diperbesar 3 kali semula maka : v’ = k ( 3[P] ) 2 ( 3[Q] ) = 27 k[P] 2 [Q] = 27 v
  • 21 . Jawaban : E
    • Persamaan reaksi untuk reaksi :
    • v = k [ P ] m [ Q ] n
    • Dari percobaan 1 dan 2 :
    • Dari percobaan 2 dan 3 :
    Jadi, persamaan laju reaksi : v = k [P] 2 . Hal ini berarti bahwa laju reaksi sebanding dengan [P] pangkat dua
  • 22 . Jawaban : D Reaksi akan berlangsung semakin cepat bila konsentrasi pereaksi dibuat semakin besar dan suhu reaksi dibuat semakin tinggi.
  • 23 . Jawaban : D Untuk reaksi berorde pertama berlaku : Jika pada t = 0, [A] = [A] o dan saat t , [A] = [A] t , maka Persamaan diatas dapat ditulis sebagai : Jika pada saat t = t ½ ( t ½ disebut dengan waktu paro), [A] t = ½ x [A] o maka : Jika reaksi C 4 H 8 -> 2C 2 H 4 berorde 1 dengan t ½ = 22,7 detik maka: Dengan menggunakan tekanan parsial untuk mewakili konsentrasi (tekanan parsial sebanding dengan konsentrasi) maka : . . . (1)
  • 24 . Jawaban : B Diagram energi untuk reaksi : Dapat dilihat pada gambar diatas. Dari diagram terlihat bahwa : E a = E’ a +  H E N 2 O 4 E a = +57,2 kJ  H = +54,0 kJ E’ a NO 2
  • 25 . Jawaban : B P + 2Q -> R mula – mula : 1 1 reaksi : ¼ ½ sisa : ¾ ½ Pada saat [P] = ¾ molar dan [Q] = ½ molar, maka : v = k [P][Q] 2 = k x ¾ x (½) 2 = 3/16 k
  • Essay dan pembahasan GUNAKAN PETUNJUK 4 UNTUK MENGERJAKAN SOAL DI BAWAH INI!
  • Dari reaksi 2NO (g) + Br 2 (g) -> 2NOBr (g) dibuat percobaan dan diperoleh data sebagai berikut: Pertanyaan: a. Tentukan orde reaksinya ! b. Tentukan harga k (tetapan laju reaksi) ! 1 . No. (NO) mol/l (Br 2 ) mol/l Kecepatan Reaksi mol -1 detik -1 1. 0.1 0.1 12 2. 0.1 0.2 24 3. 0.1 0.3 36 4. 0.2 0.1 48 5. 0.3 0.1 108
  • a. V = k (NO) x (Br 2 ) y : jadi kita harus mencari nilai x d a n y. Untuk menentukan nilai x maka kita ambil data dimana konsentrasi terhadap Br 2 tidak berubah, yaitu data (1) dan (4). Dari data ini terlihat konsentrasi NO naik 2 kali sedangkan kecepatan reaksinya naik 4 kali maka : 2x = 4 x = 2 (reaksi orde 2 terhadap NO) Untuk menentukan nilai y maka kita ambil data dimana konsentrasi terhadap NO tidak berubah yaitu data (1) dan (2). Dari data ini terlihat konsentrasi B r 2 naik 2 kali, sedangkan kecepatan reaksinya naik 2 kali, maka : 2y = 2 y = 1 (reaksi orde 1 terhadap Br 2 ) Jadi rumus kecepatan reaksinya : V = k (NO) 2 (Br) (reaksi orde 3) b. Untuk menentukan nilai k cukup kita ambil salah satu data percobaan saja misalnya data (1), maka: V = k (NO) 2 (Br 2 ) 12 = k (0.1) 2 (0.1) k = 12 x 103 mol -212 det -1
  • H asil percobaan laju r e aksi 2NO (g) + 2H 2 (g) -> N 2 (g) + 2H 2 0 (g) tentukan orde reaksi 2NO 2 (g) , 2H 2 (g) , dan tetapan laju reaksinya serta harga ?
    • orde reaksi terhadap NO adalah :
    2 . No. Laju reaksi (mol/L.s) Laju reaksi (mol/L.s) [NO] [H 2 ] 1. 4 x 10 -3 1,5 x 10 -3 32 x 10 -7 2. 4 x 10 -3 3 x 10 -3 64 x 10 -7 3. 4 x 10 -3 6 x 10 -3 120 x 10 -7 4. 2 x 10 -3 6 x 10 -3 30 x 10 -7 5. 10 -3 6 x 10 -3 ?
  • cari konsentrasi NO yang berubah tapi konsentrasi H 2 yang tetap [NO] laju reaksi 4 x 10 -3 120 x 10 -7 2 x 10 -3 30 x 10 -7 perubahan konsentrasi NO adalah ½ kali dan perubahan laju reaksi adalah ¼ kali jadi orde reaksi NO adalah ( ½ )n=( ¼ ) maka n = 2 sehingga orde reaksi terhadap NO adalah 2 konsentrasi NO dibuat tetap tapi konsentrasi H2 dibuat berubah [NO] [H 2 ] laju reaksi 4 x 10 -3 1,5 x 10 -3 32 x 10 -7 4 x 10 -3 3 x 10 -3 64 x 10 -7 perubahan H 2 adalah 2 x sedang laju reaksi 2 x juga , orde reaksi H 2 adalah (2)m = (2) maka m = 1 jadi orde reaksi H 2 adalah 1 tetapan laju reaksi (k) adalah : v = k [NO] n [H 2 ] m dimana n = 2 dan m = 1, maka 64 x 10 -7 = k [4 x 10 -3 ] 2 [3 x 10 -3 ] 64 x 10 -7 = k 48 x 10 -9 sehingga k = 133 harga x adalah ….. v = k [NO] n [H 2 ] m x = 133 [10 -3 ] 2 [6 x 10 -3 ] x = 133 [6 x 10 -9 ] x = 798 x 10 -9 x = 7,98 x 10 -7
  • Data berikut dikumpulkan dari reaksi 2 NO (g) + Br 2 (g) -> 2 NOBr (g) pada suhu 55ºC Orde reaksi terhadap Br 2 berdasarkan data diatas adalah… 3 . Percobaan Konsentrasi awal (mol L -1 ) Laju awal pembentukan NOBr (mol L -1 detik -1 ) NO Br 2 1 0. 10 0. 10 0. 0010 2 0. 20 0. 10 0. 0020 3 0. 30 0. 10 0. 0030 4 0. 10 0. 20 0. 0010 5 0. 10 0. 30 0. 0010
  • V = k ( NO) m ( Br 2 ) n p1 / p2 -> 0. 001 / 0. 002 = k (0.1) m (0.1) n / k (0.2) m (0.1) n -> m = 1 p1 / p4 -> 0. 001 / 0.001 = k (0.1) p (0.1) n / k (0.1) p (0.2) n -> n = 0 V = k (NO) 2 (Br) 0 Jadi, orde reaksi Br = 0
  • Dekomposisi ozon oleh atom klorin dapat digambarkan oleh persamaan laju reaksi = k [Cl] [O 3 ]. Reaksi Cl (g) + O 3 (g) -> ClO (g) + O 2 (g) , dengan tetapan laju reaksi k = 7.2 x 10 9 M -1 detik -1 pada 298 K. Jika konsentrasi atom – atom klorin menjadi 2 kali semula, maka laju kerusakan ozon ….. V = [Cl] 1 [O 3 ] 1 Jika konsentrasi Cl menjadi 2 kali maka V 1 = k [2Cl] 1 [O 3 ] V 1 = 2 k [Cl] 1 [O 3 ] 1 = 2V Jadi laju kerusakan ozon menjadi 2 kali lebih cepat. 4 .
  • Amoniak dapat dibakar dengan persamaan reaksi : 4NH 3 (g) + 5O 2 (g) -> 4NO (g) + 6H 2 O (g) . Jika pada waktu tertentu diketahui laju reaksi amoniak sebesar 0. 24 mol/L/detik, maka laju reaksi oksigen (O 2 ) dan laju reaksi pembentukan H 2 O berturut – turut adalah ….. 4Nh 3 + 5O 2 -> 4NO + 6H 2 O V Nh 3 = 0. 24 M/det (untuk 4 koefisien) VO 2 (untuk 1 koefisien) = 5/4 x 0. 24 = 0. 30 M/det VH 2 O (untuk 1 koefisien ) = 6/4 x 0. 24 = 0. 36 M/det 5 .
  • Sebanyak 16.4 gram Ca(NO 3 ) 2 dilarutkan dalam air hingga volumenya menjadi 250 mL. Jika diketahui Ar Ca = 40, N = 14, dan O = 16, konsentrasi larutan tersebut adalah….. Mr Ca(NO 3 ) 2 = Ar Ca + 2Ar N + 6Ar O = 40 + 2(14) + 6(16) = 164 M = g/Mr x 1000/v = 16. 4 g/164 g mol -1 x 1000/250m L = 0. 4 M 6 .
  • Perhatikan reaksi sinstesis amoniak berikut: N 2 + 3H 2 -> 2NH 3 Jika laju reaksi terhadap N 2 adalah (-rN 2 ), berapakah laju reaksi terhadap H 2 dan NH 3 dinyatakan dalam (-rN 2 )?
    • r = (rN 2 )/-1 = (rH 3 )/-3 = (rNH 3 )/2 maka (rH 2 ) = 3 x (-rN 2 ) (rNH 3 ) = -2 x (-rN 2 )
    7 .
  • Massa jenis H 2 SO 4 pekat 49% adalah 1.3 g mL -1 . Mr H 2 SO 4 = 98. Untuk memperoleh 260 mL H 2 SO 4 0.05 M diperlukan H 2 SO 4 pekat sebanyak …..
    • M = 10 x P x ρ = 10 x 49 x 1.3 g mL -1 = 6.5 M
    • ¯¯¯ Mr¯¯¯ ¯¯¯¯¯¯98 g mol -1 ¯¯¯¯
    • M 1 x V 1 = M 2 x V 2
    • 6.5 x V 1 = 0.05 x 260
    • V 1 = (0.005 x 260) M mL = 2 mL
    • ¯¯¯¯¯6.5 M¯¯¯¯¯¯
    8 .
  • Untuk mengubah 10 mL larutan H 2 SO 4 8 M menjadi larutan H 2 SO 4 5 M diperlukan air sebanyak ….
    • V 1 x M 1 = V 2 x M 2
    • 10 x 8 = V 2 x 5
    • V 2 = 80 M mL = 16 mL
    • ¯¯5 M¯¯
    • Volume air air yang ditambahkan :
    • = V 2 – V 1
    • = 16 mL – 10 mL = 6 mL
    9 .
  • Di sebuah meja praktikum di laboratorium kimia terdapat botol pereaksi dengan label yang bertuliskan NaOH 4% (m/v), volume 100 mL, dan massa jenis , ρ = 1.1 g mL -1 . Tentukan kemolaran NaOH tersebut jika diketahui Mr NaOH = 40 Cara I Massa larutan NaOH = ρ x V = 1.1 g mL -1 x 100 mL = 110 g Massa NaOH terlarut = 4 x 110 = 4.4 g ¯100¯ M = g/Mr x 1000/V = 4.4/40 x 1000/100 = 1.1 M Cara II M = 10 x P x ρ = 10 x 4 x 1.1 = 1.1 M ¯¯¯ Mr¯¯¯ ¯¯¯40 ¯¯¯ Jadi, kemolaran NaOH adalah 1.1 M 10 .
  • Jika Anda mencampurkan 150 mL larutan NaCl 0.2 M dan 250 mL larutan NaCl 0.6 M, berapakah kemolaran NaCl setelah dicampurkan? M campuran = (V 1 x M 1 ) + (V 2 x M 2 ) ¯¯¯¯¯V 1 + V 2 ¯¯¯¯¯¯¯ = (150 mL x 0.2 M) + (250 mL x 0.6 M) ¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯ 150 + 250¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯ = (30 + 150) M mL = 180 M mL = 0.45 M ¯¯¯¯¯400¯¯¯¯¯ ¯¯¯400¯¯¯ Jadi, kemolaran larutan NaCl setelah dicampurkan adalah 0.45 M 11 .
  • Dalam suatu praktikum kimia, seorang praktikan memasukkan 8 gram zat A (Ar A = 65) ke dalam tabung reaksi yang berisi 200 mL larutan HCl 2 M. Setelah reaksi berlangsung selama 2 menit, zat A masih tersisa sebanyak 1.5 gram. Berapakah laju pengurangan zat A?
    • Massa A yang beraksi = 8 – 1.5 = 6.5 gram
    • nA = g/Ar = 6.5/65 = 0.1 mol
    • [A] yang bereaksi = n/V = 0.1 mol/0.2 L = 0.5 M
    • Δ t = 2 menit = 120 sekon
    • ν A = Δ [A] = 0.5 M = 4.2 x 10 -3 Ms -1
    • ¯ Δ t¯ ¯120 s¯
    • Jadi, laju pengurangan zat A = 4.2 x 10 -3 Ms -1
    12 .
  • Dari reaksi 2N 2 O 5 -> 4NO 2 + O 2 diperoleh data pembentukan senyawa NO 2 . Tentukan laju pembentukan NO 2 Perhatikan data no. 2 dan 3 Δ [NO 2 ] = [NO 2 ] (3) + [NO 2 ] (2) = 0.040 M – 0.020 M = 0.02 M Δ t = t 3 – t 2 = (2-1)jam = 3600 s ν NO2 = Δ [NO 2 ] = 0.02 M = 5.5 x 10 -6 Ms -1 ¯¯ Δ t¯¯ ¯3600¯ Jadi, laju pembentukan NO 2 = 5.5 x 10 -6 Ms -1 13 . No. [NO 2 ] [M] Waktu (jam) 1 0. 000 0 2 0. 020 1 3 0. 040 2 4 0. 080 4
  • Dari persamaan reaksi 2A + B -> hasil, diperoleh data sebagai berikut. 1. Jika konsentrasi awal A ditingkatkan dua kali dan konsentrasi B tetap, laju reaksi meningkat em pat kali. 2. Jika konsentrasi awal A dan B masing-masing ditingkatkan dua kali, laju reaksi meningkat enam belas kali. a. Tentukan orde tiap-tiap zat dan orde reaksi total b. Tentukan persamaan laju reaksinya.
    • Persamaan laju reaksi dimisalkan v = k [A] x [B] y
    • Dari data 1 diperoleh : Dari data 2 diperoleh :
    • v = k [A] x [B] y v = k [A] x [B] y
    • 4 = (2) x (1) y 16 = (4) (2) y
    • 4 = (2) x , x = 2 4 = (2) y , y = 2
    • Jadi, orde reaksi A = 2 dan B = 2, jadi orde reaksi total = 4
    • Persamaan laju reaksi : v = k [A] 2 [B] 2
    14 .
  • Pilihan ganda dan essay Kesetimbangan
  • Pilihan Ganda GUNAKAN PETUNJUK 1 UNTUK MENGERJAKAN SOAL DI BAWAH INI!
    • Reaksi : 2 NO (g) + O 2 (g) ↔ 2 NO 2 (g) memiliki K c = ¼ pada suhu tertentu. Jumlah mol O 2 yang dicampurkan dengan 4 mol NO dalam 1 liter untuk menghasilkan 2 mol NO 2 dalam kesetimbangan adalah . . . . . A. 1 mol B. 2 mol C. 3 mol D. 4 mol E. 5 mol
    • Bila harga K untuk reaksi kesetimbangan 2SO 2 (g) + O 2 (g) ↔ 2SO 3 (g) adalah 25, maka pada kondisi yang sama harga K untuk reaksi SO 3 (g) ↔ ½O 2 (g) + SO 2 (g) adalah . . . . . A. 1/3 B. 1/5 C. 1/7 D. 1/9 E. 1/25
  • 3. Diketahui dua buah reaksi kesetimbangan sebagai berikut : 2X 2 (g) + Y 2 (g) ↔ 2X 2 Y (g) X 2 Y (g) ↔ X 2 (g) + ½Y 2 (g) Jika nilai K c untuk reaksi I adalah 2, dalam kondisi yang sama nilai K c untuk reaksi II adalah . . . . . A. 1/√2 B. √2 C. ¼ D. -1 E. -2
    • Pada pemanasan 1 mol gas SO 3 dalam ruang yang volumnya 5 liter diperoleh gas O 2 sebanyak 0,25 mol. Pada keadaan tersebut tetapan kesetimbangan K c adalah . . . . . A. 0,01 B. 0,05 C. 0,25 D. 10,00 E. 20,00
    • Perhatikan reaksi : 2N 2 O (g) + N 2 H 4 (g) ↔ 3N 2 (g) + 2H 2 O (g) Jika 0,10 mol N 2 H 4 dicampurkan dalam volum 10 liter dan dibiarkan mencapai kesetimbangan, ternyata bahwa x mol N 2 O telah bereaksi. Jadi, konsentrasi N 2 dalam kesetimbangan adalah . . . . . A. 0,10x mol/L B. 0,15x mol/L C. 0,67x mol/L D. x mol/L E. 10x mol/L
    • Diketahui suatu reaksi kesetimbangan : 2A + B ↔ A 2 B Pada kondisi awal di dalam bejana satu liter terdapat 2 mol A dan 2 mol B. Jika dalam kesetimbangan terdapat 0,5 mol A, maka tetapan kesetimbangannya adalah . . . . . A. 4,0 B. 2,4 C. 2,0 D. 1,2 E. 0,6
    • Tetapan kesetimbangan untuk reaksi : PCL 5 (g) ↔ PCL 3 (g) + Cl 2 (g) pada suhu 760 K adalah 0,05. Jika konsentrasi awal PCL 5 0,1 mol/L, maka pada keadaan setimbang PCL 5 yang terurai adalah . . . . . A. 12,5% B. 20,0% C. 25,0% D. 33,3% E. 50,0%
    • Kalau reaksi penguraian HF menjadi gas H 2 dan F 2 dalam ruang yang telah mencapai kesetimbangan, dan kalau kuantitas mol gas HF semula adalah 1mol maka setelah mencapai kesetimbangan tekanan ruang akan menjadi . . . . . A. 2x tekanan semula B. 4x tekanan semula C. 1/2 x tekanan semula D. tetap seperti tekanan semula E. 3x tekanan semula
    • PCL 5 dapat terdekomposisi menjadi PCL 3 dan Cl 2 membentuk reaksi kesetimbangan : PCL 5 (g) ↔ PCL 3 (g) + Cl 2 (g) Jika pada suhu 250 ºC harga K p untuk reaksi tersebut adalah 2 dan PCL 5 terdisosiasi sebanyak 10%, maka tekanan total sistem adalah . . . . . A. 180 atm B. 150 atm C. 100 atm D. 50 atm E. 20 atm
    • Dalam suatu wadah gas N 2 O 4 terdisosiasi 50% menjadi gas NO 2 sehingga campuran gas menimbulkan tekanan total 6 atm. Harga K p adalah . . . . . A. 1 B. 2 C. 8 D. 16 E. 30
    • Pada suhu 30 ºC gas N 2 bereaksi dengan gas H 2 membentuk NH 3 . Pada keadaan setimbang, tekanan parsial gas H 2 = ¼ atm. Jika K p pada 30ºC = 48, maka tekanan parsial gas N 2 (dalam atm) adalah . . . . . A. ¼ B. 1/12 C. 1/16 D. 1/48 E. 1/64
    • Tetapan kesetimbangan bagi reaksi : X 2 (g) + Y 2 (g) ↔ 2XY (g) adalah K c = 16, pada suhu tertentu. Jika X 2 , Y 2 , dan XY masing – masing sebanyak 1 mol dicampurkan dalam ruangan tertutup pada suhu ini, maka jumlah mol XY dalam kesetimbangan adalah . . . . . A. ½ B. 1 ½ C. 2 D. 3 E. 4
    • Dalam wadah 1 liter dimasukkan 4 mol zat A dan 5 mol zat B menurut reaksi : A (g) + 2B (g) ↔ C (g). Jika pada keadaan setimbang terdapat 2 mol zat C dan tekanan total 10 atm, maka . . . . . A. K p = K c B. K p = 2 K c C. K p = 4 K c D. K p = ½ K c E. K p = ¼ K c
    • CO (g) + H 2 O (g) ↔ CO 2 (g) + H 2 (g) Bila 1 mol CO dan 1 mol H 2 O direaksikan sampai terjadi kesetimbangan dan pada saat tersebut masih tersisa 0,2 mol CO, maka harga tetapan kesetimbangan K c adalah . . . . . A. 4 B. 9 C. 16 D. 20 E. 25
    • Jika 10 ml larutan AgNO 3 0,1 M dicampurkan dengan 10 ml larutan FeCl 2 0,1 M akan terjadi reaksi Ag* (aq) + Fe ²* (aq) ↔ Ag (s) + Fe ³* (aq) Ditemukan bahwa dalam keadaan kesetimbangan konsentrasi ion Ag* (aq) adalah 0,02 M. Maka konsentrasi ion Fe³* (aq) dalam kesetimbangan itu sama dengan . . . . . A. 0,02 M B. 0,03 M C. 0,04 M D. 0,06 M E. 0,08 M
    • Jika COCl 2 0,5 M dipanaskan pada suhu 450 °C, zat itu akan terurai menurut reaksi COCl 2 (g) ↔ CO (g) + Cl 2 (g) dan pada kesetimbangan tinggal 0,1 M. Berapakah konsentrasi CO yang terjadi apabila COCl 2 0,225 M dipanaskan pada suhu yang sama ? A. 0,015 M B. 0,025 M C. 0,15 M D. 0,18 M E. 0,20 M
    • Untuk reaksi 2A (g) + 2B (g) ↔ 3C (g) pada suhu tertentu, K = 2,5 x 10ˉ². Pada kondisi manakah, reaksi tersebut berlangsung ke kanan pada suhu yang sama . . . . .
    [A], M [B], M [C], M A. B. C. D. E. 0,10 1,0 1,0 1,0 0,20 0,10 1,0 0,10 1,0 0,20 0,10 1,0 0,10 0,10 0,20
    • Pernyataan K c pada 250 °C yang benar untuk reaksi 2NH 3 (g) ↔ N 2 (g) + 3H 2 (g) adalah . . . . . A. K c = K p (RT)² B. K c = K p (RT) C. K c = K p x (R x T)² D. K c = K p x R x T E. K c = K p x √(R x T)
    • Suatu reaksi memiliki tetapan laju reaksi ke kanan (reaksi maju) sebesar 2,3 x 1000000 s ־ ¹ dan tetapan kesetimbangan 4,0 x 100000000. Tetapan laju reaksi ke kiri (reaksi balik) dari reaksi tersebut adalah . . . . . A. 1,1 x 10 (-15) s ־ ¹ B. 1,7 x 10² s ־ ¹ C. 5,8 x 10 ־ ³ s ־ ¹ D. 9,2 x 10 (-14) s ־ ¹ E. 2,9 x 10 (15) s ־ ¹
    • SO 3 (Mr = 80) sebanyak 160 gr dipanaskan dalam wadah bervolum 1 L dan terjadi reaksi 2SO 3 (g) ↔ 2SO 2 (g) + O 2 (g) Pada saat perbandingan mol SO 3 : O 2 = 2 : 3 maka derajat disosiasi SO 3 adalah . . . . . A. ¼ B. 1/3 C. ½ D. 2/3 E. ¾
    • Perhatikan reaksi : CO (g) + H 2 O (g) ↔ CO 2 (g) + H 2 (g) Bila mula – mula [CO] = 0,1 mol / L dan [H 2 O] = 0,1 mol / L serta K c = 9,0 maka Co yang bereaksi adalah . . . . . A. 0,0075 mol/L B. 0,0175 mol/L C. 0,0275 mol/L D. 0,0350 mol/L E. 0,0750 mol/L
    • Reaksi CO 2 (g) + NO (g) ↔ NO 2 (g) + CO (g) dilakukan dalam wadah 5 liter. Pada keadaan awal terdapat 4,5 mol CO 2 dan 4 mol NO, setelah kesetimbangan NO yang masih tersisa adalah 0,5 mol. Tetapan kesetimbangan reaksi tersebut adalah . . . . . A. 11,25 B. 24,5 C. 35,5 D. 49,0 E. 60,0
    • Tetapan kesetimbangan reaksi : 2BaO 2 (s) ↔ 2BaO (s) + O 2 (g) diberikan oleh . . . . . A. K = [BaO 2 ]² [BaO]² B. K = [BaO 2 ]² [BaO]²[O 2 ] C. K = [BaO]² [BaO 2 ]² D. K = [BaO]²[O 2 ] [BaO 2 ]² E. K = [O 2 ]
    • Jika satu mol AB dalam 1 liter air terurai sebanyak 40% menurut AB ↔ A + B, maka tetapan kesetimbangan reaksi tersebut adalah . . . . . A. 0,27 B. 0,09 C. 0,07 D. 0,0009 E. 0,00027
    • Ke dalam volume 1dm ³ dimasukkan 4 mol gas NO dan 5 mol gas O 2 . Reaksi yang terjadi 2NO (g) + O 2 (g) ↔ 2NO 2 (g). Jika dalam kesetimbangan terdapat 2 mol gas NO 2 , maka tetapan kesetimbangan reaksi tersebut adalah . . . . . A. ½ B. ¼ C. 1/10 D. 1/12 E. 1/20
  • Pembahasan
    • Jawaban : E 2 NO + O 2 ↔ 2 NO 2 awal : 4 x reaksi : 2 1 setimbang : 2 x-1 ¼ = 2 ² -> x-1 = 4 2² (x-1) x = 5
    • Jawaban : B 2SO 2 (g) + O 2 (g) ↔ 2SO 3 (g) K = 25 jika dibalik maka : 2SO 3 ↔ 2SO (g) + O 2 (g) K = 1/25 jika reaksi dikali ½ maka : SO 3 (g) ↔ SO 2 (g) + ½ O 2 (g) K = √(1/25) K = 1/5
    • Jawaban : A Reaksi dibalik dan dibagi dua. K = √1/2 = 1 √2
    • Jawaban : B 2SO 3 ↔ 2SO 2 + O 2 awal : 1 - - reaksi : 0,5 0,5 0,25 setimbang : 0,5 0,5 0,25 pada kesetimbangan : [SO 3 ] = 0,50 mol/5 L = 0,10 [SO 2 ] = 0,50 mol/5 L = 0,10 [O 2 ] = 0,25 mol/5 L = 0,05 K c = [SO 2 ]²[O 2 ] = (0,1) ² x (0,05) [SO 3 ]² (0,1)² = 0,05
    • Jawaban : B 2N 2 O (g) + N 2 H 4 (g) ↔ 3N 2 (g) + 2H 2 O (g) awal : 0,10 0,10 - - reaksi : x 0,5 x 1,5 x x setimbang : 0,10 – x 0,10 – 0,5 x 1,5 x x pada kesetimbangan : [N 2 ] = 1,5x mol = 0,15x mol/L 10 L
    • Jawaban : B 2A + B ↔ A 2 B awal : 2 2 reaksi : 1,5 0,75 0,75 setimbang : 0,5 1,25 0,75 K c = [A 2 B] = 0,75 = 2,4 [A] ²[B] (0,5)² x 1,25
    • Jawaban : E PCl 5 (g) ↔ PCl 3 (g) + Cl 2 (g) awal : 0,1 reaksi : x x x setimbang : 0,1 – x x x K c = [PCl 3 ][Cl 2 ] [PCl 5 ] 0,05 = X x X ↔ x² + 0,05x – 0,005 = 0 0,1 – x (x + 0,1)(x – 0,05) = 0 x = 0,05 mol/L PCl 5 yang terurai = 0,05 x 100 % = 50 % 0,1
    • Jawaban : D 2HF ↔ H 2 + F 2 awal : 1 reaksi : x setimbang : a – x 0,5x 0,5x Jumlah mol pada kesetimbangan = 1 – x + 0,5x + 0,5x = 1 (sama dengan mol mula – mula). Tekanan pun sama (tetap).
    • Jawaban : - PCl 5 (g) ↔ PCl 3 (g) + Cl 2 (g) awal : x - reaksi : 0,1 x 0,1 x setimbang : 0,1 x 0,1 x K p = [ P PCl 3 ][ P Cl 2 ] P PCl 5 2 = (0,1x)(0,1x) 0,9x x = 180 tekanan total = 0,9x + 0,1x + 0,1x = 1,1x = 1,1 x 180 = 198 atm
    • Jawaban : C Jika mol N 2 O 4 awal = a maka N 2 O 4 yang bereaksi = 0,5 x a N 2 O 4 ↔ 2NO 2 awal : a - reaksi : 0,5a a setimbang : 0,5a a P N 2 O 4 = 0,5a x 6 atm = 2 atm 1,5a P NO 2 = a x 6 atm = 4 atm 1,5a K p = P ² NO 2 = 4² = 8 P N 2 O 4 2
    • Jawaban : B K p = (P NH 3 ) -> 48 = (1/4)² (P N 2 )(P H 2 ) ³ (P N 2 )(1/4)³ P N 2 = 1/12
    • Jawaban : C [XY] ² = 1² = 1 < K c [X 2 ][Y 2 ] 1 x 1 berarti reaksi berlangsung ke kanan X 2 + Y 2 ↔ 2XY awal : 1 1 1 reaksi : x x 2x setimbang : 1 – x 1 – x 1 + 2x K c = [XY]² [X 2 ][Y 2 ] 16 = (1 + 2x)² -> 4 = 1 + 2x (1 – x)² 1 – x 4 – 4x = 1 + 2x x = ½
    • Jawaban : E A + 2B ↔ C awal : 4 5 - reaksi : 2 4 2 setimbang : 2 1 2 n total = 2 + 1 + 2 = 5 P = 10 K p = K c (R x T)∆n ; dimana ∆n = 1 – (1 + 2) = -2 RT = P x V n total sehingga : K p = K c x (10 x 1) ־ ² 5 = ¼ K c
    • Jawaban : C CO + H 2 O ↔ CO 2 + H 2 awal : 1 1 - - reaksi : 0,8 0,8 0,8 0,8 setimbang : 0,2 0,2 0,8 0,8 K c = (0,8)(0,8) = 16 (0,2)(0,2)
    • Jawaban : B Ag* (aq) + Fe ²* (aq) ↔ Ag(s) + Fe³* (aq) 10 x 0,1 = 10 x 0,1 = - - awal : 1 mmol 1 mmol reaksi : 0,6 mmol 0,6 mmol 0,6 mmol 0,6 mmol 0,02 x 20 setimbang : 0,4 mmol 0,4 mmol 0,6 mmol 0,6 mmol Fe³* (aq) = 0,6 mmol dalam 20 ml larutan = 0,06 M = 0,03 20
    • Jawaban : E COCl 2 ↔ CO + Cl 2 awal : 0,5 - - reaksi : 0,4 0,4 0,4 setimbang : 0,1 0,4 0,4 K c = (0,4)(0,4) = 1,6 (0,1) COCl 2 ↔ CO + Cl 2 0,225 - - x x x 0,225 – x x x K c = (x)(x) = 1,6 (0,225 – x) x² + 1,6x – 0,36 = 0 (x + 1,8)(x – 0,2) = 0 x = - 1,8 (tidak memenuhi) x = 0,2
    • Jawaban : D 2A + 2B ↔ 3C K = [C]³ = 2,5 x 10 ־ ² [A]²[B]² reaksi berlangsung ke kanan pada kondisi : [C]³ < 2,5 x 10 ־ ² yaitu pada pilihan D [A]²[B]² sebagai berikut : (0,1)³ = 10 ־ ³ < 2,5 x 10 ־ ² (1)²(1)²
    • Jawaban : A 2NH 3 ↔ N 2 + 3H 2 K c = K p ; ∆n = (1 + 3) – (2) = 2 (RT)∆n K c = K p (RT)²
    • Jawaban : C k 1 = 2,3 x 10(6) s ־ ¹ K = 4,0 x 10(8) K = k 1 k 2 k 2 = k 1 = 2,3 x 10(6) s ־ ¹ K 4,0 x 10(8) = 5,8 x 10 ־ ³ s ־ ¹
    • Jawaban : E Volum : 1 Liter 2SO 3 ↔ 2SO 2 + O 2 awal : 2 mol - - reaksi : x x ½ x setimbang : 2 – x x ½ x mol SO 3 = 2 – x = 2/3 mol O 2 ½ x x = 1 ½ α = reaksi = x = 1 ½ awal 2 2 = ¾
    • Jawaban : E CO(g) + H 2 O(g) ↔ CO 2 (g) + H 2 (g) awal : 0,1 0,1 - - reaksi : x x x x setimbang : 0,1 – x 0,1 – x x x K c = [CO 2 ][H 2 ] [CO][H 2 O] 9,0 = x X x -> 3 = x (0,1 – x)(0,1 – x) 0,1 – x x = 0,075 mol/L
    • Jawaban : B Volum : 5 liter CO 2 + NO ↔ NO 2 + CO awal : 4,5 4 - - reaksi : 3,5 3,5 3,5 3,5 setimbang : 1 0,5 3,5 3,5 K c = (3,5 / 5 )(3,5 / 5 ) = 24,5 (1/5)(0,5 / 5)
    • Jawaban : E 2BaO 2 (s) ↔ 2BaO (s) + O 2 (g) K c = [O 2 ] dalam hal ini yang diambil fase gas saja.
    • Jawaban : A AB ↔ A + B awal : 1 - - reaksi : 0,4 0,4 0,4 setimbang : 0,6 0,4 0,4 K c = (0,4)(0,4) = 0,27 (0,6)
    • Jawaban : B 2NO + O 2 ↔ 2NO 2 awal : 4 5 - reaksi : 2 1 2 setimbang : 2 4 2 K c = (2) ² = ¼ (2)²(4)
  • Essay dan pembahasan GUNAKAN PETUNJUK 4 UNTUK MENGERJAKAN SOAL DI BAWAH INI!
  • Pada reaksi kesetimbangan 2C 2 H 2 (g) + 5O 2 (g) ↔ 4CO 2 (g) +2H 2 O (g)  h = -900 tindakan apa saja yang dapat dilakukan agar gas CO terbentuk sebanyak mungkin? 1 .
    • Pada reaksi kesetimbangan Fe 2 O 3 (s) + 3CO (g) ↔ 2Fe(s) + 3CO 2 (g) h = +30 kj
    • ke arah manakah reaksi akan bergeser apabila tindakan di bawah ini dilakukan ?
    • Gas CO ditambahkan ke dalam campuran
    • Gas CO ditambahkan ke dalam campuran
    • suhu dinaikan
    • tekanan diperbesar
    2 .
  • Sebanyak 0,1 mol HI dimasukkan ke dalam bejana 1 liter, lalu sebagian terurai menurut reaksi 2HI(g) ↔ H 2 (g) + I 2 (g) Jika terbentuk 0,02 mol I 2 , hitunglah tetapan kesetimbangan. 3 .
  • Dalam wadah 2 dm dicampurkan gas HCl dan gas O masing-masing 10 mol, lalu mengalami reaksi kesetimbangan : 4HCl (g) + O (g) ↔ 2Cl 2 (g) + 2H 2 O (g) jika pada kesetimbangan masih terdapat 2 mol HCl , hitunglah tetapan kesetimbangan 4 .
  • Tetapan kesetimbangan A + 2B ↔ AB 2 adalah ¼ . Berapakah jumlah mol A yang harus dicampurkan dangan 4 mol B dalam volume 5 liter, agar menghasilkan 1 mol AB 2 ? 5 .
    • Diketahui reaksi:
    • CO (g) + H 2 O (g) ↔ CO 2( g) + H 2 (g)
    • K = 4,00
    • Jika 2 mol gas CO dan 2 mol uap air direksikan , berapa mol uap air yang dijumpai pada kesetimbangan
    6 .
    • Dalam ruang 1 liter terdapat kesetimbangan berikut:
    • 2SO 3 g) ↔ 2SO 2 (g) + O 2 (g)
    • Mula-mula terdapat 0.5 mol SO 3 , Setelah kesetimbangan, perbandingan mol SO 3 dan O 2 adalah 4 : 3 . Htunglah tetapan kesetimbangan reksi tersebut
    7 .
    • Perhatikan persamaan reaksi berikut
    • 2H2(g) + O2(g) ↔ 2H2O (g)  H0 = - 484
    • Tentukan arah pergeseran kesetimbangan jika terhadap sistem kesetimbangan tersebut
    • Ditambahkan gas oksigen
    • Volume diperbesar
    • Tekanan ditingkatkan
    • Suhu diturunkan
    8 .
  • 9 .
    • Diketahui reaksi kesetimbangan
    • P 2 + Q 2 ↔ 2PQ, dengan K C1 = 32,dan
    • PS + ½ Q 2 ↔ PQ + S, dengan K C2 = 4
    • Tentukanlah KC3 untuk reaksi P 2 + 2S 2PS
  • 10 . Tetapan kesetimbangan unuk reaksi A(g) + B (g) ↔ C (g) adalah 1/8 . Tentukan jumlah mol zat A yang harus dicampur dengan 3 mol zat B dalam volume 1 L untuk dapat menghasilkan 1 mol zat C pada kesetimbangan.
  • 11 . Diketahui 0,6 M senyawa PCl 5 dibiarkan terurai sesuai dengan persamaan reaksi PCl 5 (g) ↔ PCl 3 (g) + Cl 2 (g) Pada keadaan setimbang, terdapat 0,2 M PCl 5 . Tentukan jumlah gas klorin yang terbentuk jika pada suhu yang sama 0,25 M PCl 5 dibiarkan terurai
  • 12 . Diketahui pada reaksi kesetimbangan CO 2 (g) + H 2 (g) ↔ CO(g) + H 2 O(g) Terdapat 0,1 mol CO 2 ;0,1 mol H 2 ; 0,3 mol CO ;0,3 mol H 2 O. Jika pada kondisi yamg sama direaksikan 0,2 mol CO 2 ; 0,2 mol H 2 ; 0,3 mol H 2 O serta dibiarkan mencapai kesetimbangan, tentukan jumlah CO 2 dan CO setelah tercapai kesetimbangan.
  • Pembahasan
  • 1 .
    • Agar gas CO 2 terbentuk sebanyak mungkin , kit harus menggeser reaksi ke
    • kanan, berdsarkan Asas Le Chatelier, kita dapat melakukan tindkan seabgai
    • berikut.
    • kosentrasi gas C 2 H 2 dan O 2 selalu diperbesar, dengan cara mengalirkan kedua gas ini secara terus-menerus ke dalam campuran.
    • Kosentrasi gas CO dan uap air selalu diperkecil dengan cara memisahkan kedua gas ini dari campuran.
    • Karena reaksi ke kanan eksosterm, maka suhu harus diperkecil
    • Karena jumlah mol di ruas kanan lebih kecil, maka tekanan harus diperbesar
    • Penambahan CO akan menggeser reaksi ke kanan
    • Penambahan CO 2 akan menggeser reaksi ke kiri
    • Peningkatan suhu kan menggeser reaksi ke arah endoterm, yaitu ke kanan
    • Perubahan tekanan tidak mempengaruhi kedetimbangan, sebab jumlah mol gas di ruas kiri dan di ruas kanan sama banyak
    2 .
    • Data mol dari soal kita masukkan ke dalam tabel:
    • 2HI ↔ H 2 + I 2
    • mula-mula: 0.1
    • terurai : ?
    • Setimbang : ? ? 0.2
    • Kemudian tabel kita lengkapi
    • 2HI ↔ H 2 + I 2
    • mula-mula: 0.1
    • terurai : 0.04
    • setimbang: 0.02 0.02 0.02
    • karena volume = 1 liter, maka:
    • [HI] = 0.06 M
    • [H 2 ] = 0.02 M
    • [I 2 ] = 0.02
    • K = [H2][I2 ] = [0,02][0.02] = 1/9
    • [HI]2 [0.06]2
    3 .
    • Data mol dari soal kita masukkan ke dalam tabel:
    • 4HCl + O 2 ↔ 2Cl 2 + 2H 2 O
    • mila-mula: 10 10
    • terurai : ? ?
    • setimbang : 2 ? ? ?
    • kemudian tabel kita lengkapi:
    • 4HCl + Cl 2 ↔ 2Cl 2 + 2H 2 O
    • mual-mula : 10 10
    • terurai : 8 2
    • setimbang : 2 8 4 4
    • [HCl] = 2/2 = 1 M
    • [O2] = 8/2 = 4 M
    • [Cl2] = 4/2 = 2 M
    • [H2O] = 4/2 = 2 M
    • K = [Cl 2 ] 2 [H 2 O] = 2 2. 2 2 = 2
    • [HCl] 4 [O 2 ] 1 4 .8 1
    4.
    • Data mol dari soal kita masukkan ke dalam tabel:
    • A + 2B ↔ AB 2
    • Mula-mula : x 4
    • Terurai : ? ?
    • Setimbang : ? ? 1
    • Kemudian tabel kita lengkapi:
    • A + 2B ↔ AB 2
    • Mul-mula : X 4
    • Terurai : 1 2
    • Setimbang : X – 1 2 1
    • [A] = X - 1 M
    • 5
    • [B] = 2./5 M
    • [AB2] = 1/5 M
    • K = [AB 2 ]
    • [A][B]2
    • ¼ = 1/5
    • x – 1 . 4
    • 5 25
    • x = 26
    • jadi, jumlah mol mula-mula adalah 26 mol
    5 .
    • Data dari soal kita masukkan ke dlam tabel:
    • CO + H 2 O ↔ CO 2 + H 2
    • mula-mula: 2 2
    • terurai : ? ?
    • setimbang: ? x ? ?
    • kemudian kita lengkapi:
    • CO + H 2 O ↔ CO 2 + H 2
    • Mula-mula : 2 2
    • Terurai : 2 – x 2 – x
    • Setimbang : x x 2 – x 2 – x
    • K = [CO 2 ][H 2 ]
    • [CO][H2O]
    • 4 = (2 – x) 2
    • x2
    • 2 = 2 – x
    • x
    • x = 2/3
    6 .
    • Data dari soal kita masukkan ke dalam tabel:
    • 2SO 3 ↔ 2SO 2 + O 2
    • mula-mula : 0.5
    • terurai : ?
    • setimbang : 4x ? 3x
    • kemudian tabel kita lengkapi
    • 2SO 3 ↔ 2SO 2 + O 2
    • mula-mula : 0.5
    • Terurai : 6x
    • setimbang : 4x 6x 3x
    • 0.5 – 6x = 4x
    • x = 0.05
    • [SO 3 ] = 4x = 4 x 0.05 = 0,2 M
    • [SO 2 ] = 6x = 6 x 0.05 = 0.3 M
    • [O 2 } = 3X = 3 X 0,05 = 0.15 M
    • K = [SO 2 ] 2 [O 2 ]= (0,3) 2( 0.15 ) = 0.33
    • [SO 3 ] 2 (0.2)
    7 .
  • 8 .
    • Jika ditambahkan gas oksigen, reaksi bergeser ke kanan (ke arah H 2 O)
    • Jika volume ditingkatkan,reaksi bergesr ke jumlah koefisien yang lebih besar,yaitu bergeser ke kiri (ke H 2 dan O 2 )
    • Jika tekanan ditingkatkan, reaksi bergeser ke jumlah koefisien yang lebih kecil,yaitu bergeser ke kanan (ke H 2 O)
    • Jika suhu diturunkan, reaksi bergaser ke zat eksosterm,yaitu bergeser ke kanan (ke arah H 2 O)
  • 9 . Reaksi ketiga melibatkan zat-zat yang ada pada kesetimbangan (1) dan (2). Reaksi ketiga ini dapat disusun dengan mengubah dan menggabungkan reaksi (1) dan (2).Posisi P2 pada reaksi tetap. Agar terdapat 2PS di ruas kanan, reaksi (2) dikalikan 2 dan dibalik . Jika reaksi (1) dan (2) dijumlahkan ,KC1 dan 1/ KC2 dikalikan: Reaksi (1) : P 2 + Q 2 ↔ 2PQ; K C1 = 32 Reaksi (2) : 2PQ + 2S ↔ 2PS + Q 2 (1/ KC2) 2 = 1/16 P 2 + 2S ↔ 2 PS K C3 = 32 x 1/16 = 2 Jadi, KC3 = 2
  • 10 . Dimisalkan, A yang dicampurkan = x mol A(g) + B (g) ↔ C(g) Keadaan awal x mol 3 mol - Bereaksi 1 mol 1 mol 1 mol Keadaan setimbang (x-1) mol 2 mol 1 mol Jadi, zat A yang harus dicampurkan sebanyak 5 mol
  • Dengan diketahuinya nilai K C1 jumlah K C2 pada keadaan (2) dapat diketahui. Pada keadaan (2) sebanyak 0,25 PCl 5 dibiarkan terurai. Jumlah gas Cl 2 dimisalkan x mol PCl 5 (g) ↔ PCl 3 (g) + Cl 2 (g) Keadaan awal 0,25 M - - Bereaksi x M x M x M Setimbang 0,25 – x x M x M 11 . Pada suhu yang sama, nilai KC suatu reaksi tidak berubah sehingga Jadi,jumlah gas klorin yang dihasilkan 0,2 Pada keadaan setimbang terdapat 0,2 M PCl 5 PCl 5 (g) ↔ PCl 3 (g) + Cl 2 (g) Keadaan awal 0,6 M - - Bereaksi 0,6 – 0,2 = 0,4 M 0,4 M 0,4 M Setimbang 0,2 M 0,4 M 0,4 M
  • 12 . Pada kesetimbangan Jumlah mol CO 2 =0,2 – x = 0,2 – 0,075 = 0,125 Jumlah mol CO = 0,3 0,3 + x = 0,3 + 0,075 = 0,375 Jadi , dalam kesetimbangan terdapat 0,125 mol CO 2 dan 0,375 mol CO Jumlah CO 2 dan jumlah H 2 yang direaksikan lebih besar daripada keadaan setimbang awal sehingga akan bergeser ke kanan. Untuk menentukan jumlah CO2 atau H 2 yang berkurang (dimisalkan x mol) CO 2 (g) + H 2 (g) ↔ CO (g) + H 2 (g) Keadaan awal 0,2 mol 0,2 mol 0,3 mol 0,3 mol Bereaksi x mol x mol x mol x mol Setimbang 0,2 – x 0,2 – x 0,3 + x 0,3 + x
  • Sekian dan Terima kasih Demikian soal – soal ini kami tampilkan sebagai latihan. . . .