Makalah PAI tentang Menghargai Karya Orang lain dan Dosa dosa Besar

16,432
-1

Published on

0 Comments
6 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
16,432
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
186
Comments
0
Likes
6
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Makalah PAI tentang Menghargai Karya Orang lain dan Dosa dosa Besar

  1. 1. MAKALAH PAITENTANGMenghargai Karya Orang Lain danMacam-macam Dosa BesarDisusun oleh: Dede Adi Nugraha(xDLMx_dhansheiA3)Makalah ini diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata pelajaranPendidikan Agama IslamPEMERINTAH KABUPATEN MAJALENGKADINAS PENDIDIKANSMA NEGERI 1 SUKAHAJITahun Pelajaran 2012-2013
  2. 2. KATA PENGANTARPuji syukur kehadirat Allah swt karena berkat rahmat-Nya penyusunanmakalah ini dapat diselesaikan. Makalah ini merupakan makalah agama yangmembahas tentang Menghargai Karya Orang Lain dan Macam-macam Dosa Besar.Secara khusus pembahasan dalam makalah ini diatur sedemikian rupa sehinggamateri yang disampaikan sesuai dengan kurikulum yang digunakan disekolah yaituKTSP atau kurikulum tingkat satuan pendidikan.Dalam penyusunan tugas atau materi ini, tidak sedikit hambatan yang kamihadapi. Namun kami menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunanmateri/makalah ini tidak lain berkat bantuan, dorongan dan bimbingan orang tua,sehingga kendala-kendala yang kami hadapi teratasi. Oleh karena itu kamimengucapkan terima kasih kepada :1. Orang Tua kami yang selalu memberikan fasilitas dan dorongan untukbisa membuat makalah ini.2. Kepada tim/kelompok yang sangat kompak dalam mengumpulkanreferensi yang berkaitan dengan materi sehingga kami sebagai penulisdapat menyelesaikan makalah.3. Narasumber terpecaya dalam penelitian ini yang sudah banyakmembantu.Terima kasih atas semuanya. Kami sadar, sebagai seorang pelajar yangmasih dalam proses pembelajaran, meminta maaf apabila terdapat kesalahan baikitu dalam pembahasan materi ataupun isi dari makalah ini. Oleh karena itu kritikdan saran dari para pembaca sangat diperlukan guna meningkatkan kualitasmakalah penulis selanjutnya. Kebenaran dan kesempurnaan hanya Allah-lah yangPunya dan Maha Kuasa.Harapan kami, semoga makalah yang sederhana ini, dapat memberikesadaran tersendiri bagi generasi muda Islam yang akan datang, khususnya dalambidang Perekonomian.Penyusun,
  3. 3. DAFTAR ISIKATA PENGANTARDAFTAR ISIBAB I PENDAHULUANA. Latar Belakang MasalahB. Pembatasan MakalahC. Tujuna PenulisanD. ManfaatBAB II PEMBAHASANA. Pengertian Menghargai Karya Orang LainB. Perlindungan terhadap Hak Karya CiptaC. Penerapan Sikap dan Perilaku Menghargai Karya Orang LainD. Menyekutukan Allah SWTE. Tujuh Macam Dosa BesarF. Intisasri / Kandungan HaditsBAB III KESIMPULANA. KesimpulanB. SaranDAFTAR PUSTAKA
  4. 4. BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangSebagai muslim yang baik dan kehadirannya menadi rahmat bagi seluruh alam, kita tidakboleh melakukan perbuatan apapun yang sifatnya merendahkan, mengejek dan menghina oranglain, baik dari segi kepribadiannya, karyanya, postur tubuhnya, maupun keadaan sosialnya.Karena penghinaan, celaan maupun merendahkan orang lain akan memunculkan perasaan sakithati dan dendam. Oleh karena itu, setiap individu muslim hendaknya senantiasa berusaha sekuatkemampuannya untuk menahan diri dari sikap yang dapat membuat orang lain merasadirendahkan. Manusia yang terbaik adalah mereka yang selalu memperhatikan dan memberipertolongan kepada orang-orang yang tidak mampu atau lemah disekitarnya. Salah satukecenderungan atau bahkan kebiasaan orang beriman adalah selalu ingin berbuat baik kepadaorang lain, baik memiliki hubungan kekerabatan atau tidak, yang dikenal maupun yang tidakdikenal, Apakah berbuat baik dengan harta atau tenaga ataupun hanya dengan memperlihatkansikap terpuji yaitu memperlakukan orang lain dengan baik ataupu menghargai perbuatan baikatau karya orang lain dengan respon atau menanggapi dengan positif. Orang beriman selalu inginberbuat baik dan selalu memerhatikan serta memberi pertolongan kepada orang yang tidakmampu atau lemah di sekitarnya, karena itu merupakan salah satu cara dalam bersyukur kepadaAllah SWT atas kebaikan-kebaikan yang diberikan kepadanya seperti yang telah diceritakandalam QS Al-Qasas/28:77 dan sabda Rasulullah s.a.w. :Artinya :“Dan carilah pada apa yang Telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeriakhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuatbaiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah Telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlahkamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yangberbuat kerusakan” (H.R. Bukhari dan Muslim)Kebaikan itu memiliki tingkatan yang berbeda-beda. Demikian juga halnya dengankejahatan dan dosa. Kebaikan apa saja yang mempunyai manfaat besar, maka pahalanya di sisiAllah akan besar juga. Sedangkan kebaikan yang manfaatnya lebih rendah, maka pahalanya punseimbang dengan kebaikan tersebut. Sebaliknya, setiap kejahatan yang mudharatnya lebih besar,maka ia disebut sebagai dosa-dosa besar yang membinasakan dan siksanya pun sangat berat.Adapun kejahatan yang mudharatnya lebih rendah dari itu, maka ia tergolong kepada dosa-dosakecil yang dapat terhapus dengan jalan menjauhi dosa-dosa besar.Allah SWT berfirman didalam Al-Qur‟an Surat An-Nisaa‟ 31,Artinya :“Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamumengerjakannya, niscaya kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dankami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga)”.
  5. 5. Dari ayat di atas, jelas terdapat dua macam dosa, yakni dosa besar dan dosa kecil. Jelaspula bahwa Allah SWT berjanji bahwa jika seorang hamba menjauhkan diri dari dosa-dosabesar, maka Allah SWT memaafkan kesalahan/dosa kecil yang pernah dilakukannya. Haruslahkita ingat bahwa terdapat prasyarat untuk terpenuhinya (janji Allah SWT itu) yakni, semua yangfardlu (wajib) seperti halnya shalat, zakat, dan puasa, harus tetap dikerjakan dengan tertib danteratur, sambil terus berusaha menjauhi dosa-dosa besar, sebab meninggalkan yang fardlu itupuntergolong melakukan dosa besar. Jadi, jika seorang hamba melaksanakan semua yang diwajibkan(fardlu) dan meninggalkan perbuatan dosa besar maka Allah SWT akan memaafkan dosa-dosakecilnya.Apakah dosa itu? Apa sajakah dosa-dosa kecil itu? Dan, apa saja pulakah yang tergolongdosa-dosa besar?Dosa adalah segala perbuatan yang bertentangan dengan kehendak dan perintah AllahSWT. Sampai disini belum dibedakan besar kecilnya dosa. Abdullah bin Abbas berkata, “ Setiapperbuatan menentang ajaran Islam adalah dosa besar.”Oleh karena itu, jika dosa-dosa kecil dilakukan berulang-ulang, secara sembrono(serampangan), dan dikerjakan dengan terang-terangan, maka akan terangkum menjadi suatudosa besar. Seorang ulama menerangkan pengaruh-pengaruh dosa kecil dan dosa besar dengancontoh berikut ini. Ia mengibaratkan dengan perbandingan sengatan kalajengking kecil dengankalajengking besar. Juga ibarat rasa panas terbakar api kecil dibanding dengan terbakar api yangbesar. Semuanya terasa sangat sakit, namun akibat yang ditimbulkan oleh yang besarmenyisakan luka yang lebih parah. Begitu juga, kedua jenis dosa itu sama berbahayanya, akantetapi kerusakan yang diderita akibat dosa besar lebih parah daripada dosa kecil.B. Rumusan Masalah1. Apa yang dimaksud dengan menghargai karya orang lain?2. Apa yang dimaksud dengan perlindungan terhadap hak karya cipta?3. Bagaimana penerapan sikap dan perilaku menghargai karya orang lain?4. Maksud dari Meynekutukan Allah SWT ?5. Tujuh macam dosa besar ?C. Tujuan PenulisanAdapun tujuan penulisan dari makalah ini yaitu :1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan menghargai karya orang lain.2. Untuk mengetahui macam-macam dosa besar.3. Untuk mengetahui riwayat/hadist mengenai dosa-dosa besar.4. Menjelaskan tentang macam-macam dosa besar.D. Manfaat Penulisan1. Bagi penulis, untuk menambah ilmu pengetahuan Agama.2. Bagi siswa, makalah ini disusun untuk membantu siswa mengatahui maksud darimenghargai karya orang lain dan bisa mengetahui macam-macam dosa besar.3. Bagi guru, makalah ini di susun untuk membantu guru agar mempermudah dalammenyampaikan materi.
  6. 6. BAB IIPEMBAHASANA. Pengertian Menghargai Karya Orang LainKata „menghargai‟ menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia mempunyai arti bermacam-macam, diantaranya memberi, menentukan, menilai, membubuhi harga, menaksir harga,memandang penting (bermanfaat, berguna), menghormati. Karya orang lain adalah hasilperbuatan manusia berupa „suatu karya‟ yang baik (positif) yaitu hasil dari ide, gagasan manusiaseperti seni, karya budaya, cipta lagu, mesin atau sesuatu produk yang bermanfaat atau bergunabagi orang lain.Manusia diciptakan dalam kondisi saling ketergantungan antara yang satu dengan yanglain. Interaksi antara manusia tidak akan berjalan efektif jika tidak ada rasa saling menghargaiantar mereka. Sebenarnya sikap menghargai merupakan sebuah refleksi kejujuran seseorang ataskelebihan orang lain. Al-Quran dan sunah Nabi saw sendiri telah menuntun kita bagaimanaseharusnya bersikap saling menghargai. Banyak petunjuk yang bisa diambil dalam ayat-ayat Al-Quran maupun riwayat hadis mengenai masalah ini. Saling menghargai antar sesama makhlukAllah akan cepat tumbuh jika masing-masing mampu menghindari akhlak tercela, sepertiberperasangka buruk (su‟uzhzhann), mencari- cari kesalahan orang lain, iri hati, dan lainsebagainya. Berawal dari iri hati dan berperasangka buruk biasanya akan timbul kebencian yangpada akhirnya berujung pada permusuhan. Pada saat itulah menghargai hak- hak orang lain akanmenjadi beban yang sangat berat untuk ditunaikan. Untuk itu, tepat jika Nabi sawmemerintahkan kaum muslimin melalui riwayat hadis berikut ini:Dari Abi Hurairah bahwa Rasulullah saw bersabda, “Jauhilah olehmu prasangka (buruk),karena berprasangka (buruk) itu adalah kebohongan yang paling besar. Janganlah kalian salingmencari kesalahan orang lain, saling memata- matai, saling iri hati. Dan jangan saling beradupunggung, saling memarahi. Jadilah kalian hamba- hamba Allah SWT yang bersaudara. “ (HR.Bukhari dan Muslim).Saling mencari aib dan cacat orang lain (tajassus), saling dengki, saling berpaling muka, dansejenisnya adalah wujud dari tidak adanya rasa saling menghargai antar individu. Padahal Islammelarang umatnya untuk melakukan hal- hal yang tidak terpuji tersebut. Oleh karena itu, tidakdibenarkan jika seseorang bergaul hanya untuk mencari-cari kejelekan atau kelemahan oranglain. Allah swt berfirman,Artinya:“ Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), Karenasebagian dari purba-sangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang danjanganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakandaging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. danbertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang”.QS. Al- Hujurat/ 49: 12.
  7. 7. Kunci sikap saling menghargai dan saling memahami sekurang- kurangnya ada dua hal,yaitu:1. Menghormati hak orang lainSetiap orang menghendaki keberadaannya diakui dan hak- haknya dihormati. Rasa hargadiri sebagai manusia akan terusik jika hak- ¬haknya diabaikan oleh orang lain. Karena harga dirimerupakan identitas manusia yang pada dasarnya memang butuh pengakuan dari pihak lain.Orang akan bisa berbuat nekad jika harga dirinya dilanggar dan diusik oleh orang lain.2. Menahan diriPrinsip ini merupakan kelanjutan dari prinsip pertama. Menyadari bahwa setiap orang itumemiliki hak individual, maka tidak dibenarkan memaksakan haknya kepada orang lain. Jikaterjadi dua kepentingan yang berbeda di antara kedua belah pihak, harus dicarikan jalankeluarnya dengan cara musyawarah untuk mencapai titik temu.Sikap saling menghargai sangat dibutuhkan dalam berteman atau dalam pergaulan secaraumum. Maksudnya agar tidak terjadi salah faham antara individu yang satu dengan individu lainatau antara kelompok satu dengan kelompok lain. Dengan menghargai dan memahami pihaklain, kita akan bertambah pengetahuan tentang adat-istiadat dan kebiasaan mereka jika kebetulanmereka memiliki budaya dan tradisi yang berbeda dengan kita. Di samping itu juga untukmenghindari saling memaksakan kehendak. Dengan demikian, hubungan dapat berjalan secaraharmonis, karena masing-masing merasa hak-haknya dihormati. Kita tentu tidak mau dipaksaoleh orang lain, sebagaimana orang lain tidak suka jika kita paksa.Jika sesama orang mukmin mengembangkan sifat- sifat positif, mulai dari saling menghargai,toleransi, saling tolong menolong, saling memaafkan, menyambung tali silaturahmi,mendahulukan kepentingan orang lain di atas kepentingan pribadi, maka sikap solidaritas akanterjalin kuat. Ketika sesama muslim berselisih, maka segera damaikan antara pihak tersebut.Karena perselisihan biasanya diakibatkan masing- masing pihak berseteru dan tidak bisa lagisaling menghargai. Jika perselisihan itu berlangsung terus maka sikap solider antarsesama tidakakan terwujud. Wajar jika Al- Qur‟an dalam hal solidaritas memberikan perintah sukup tegassebagai berikut:Artinya:“Orang- orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilahhubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapatrahmat.” QS. Al- Hujurat/ 49: 10.Rasulullah saw pernah bersabda, “Akhlak yang baik adalah menyambung tali silaturahmikepada orang yang memutuskan hubungan denganmu, engkau memberi kepada orang yangselama ini tidak suka memberimu, dan engkau memaafkan orang yang pernah menyayangimu.”Perilaku negatif seperti sombong, enggan menghargai hak orang lain, dan egois yang tertanampada diri seseorang akan merusak solidaritas antar sesama manusia.Adapun bahaya mengabaikan karya orang lain (tidak menghargai orang lain) antara lain sebagaiberikut:1. Membahayakan KeimananTidak menghargai karya orang lain menunjukan sikap mental yang tidak sehat. Sikaptersebut akan dapat membawa kita pada sikap iri hati, dengki, hingga suuzan pada orang lain.Hal ini tentu saja berbahaya bagi keimanan kita kepada-Nya.
  8. 8. 2. Membahayakan AkhlakSeseorang yang terbelit oleh perasaan tamak dan tidak peduli lagi dengan hasil karyaorang lain akan terdorong untuk melakukan tindak pelanggaran dan kejahatan, sepertipembajakan hak cipta, pembunuhan karakter, dan beragam kejahatan lainnya. Sikap tamak dantiadanya rasa penghargaan pada hasil karya orang lain berpotensi menhalalkan segala cara untukmemenuhi kebutuhannya meskipun melanggar aturan agama.3. Membahayakan MasyarakatApabila sikap tidak menghargai karya orang lain dan sikap tamak bergabung menjadisatu, lalu dilanjutkan dengan tindakan kejahatan untuk memperkaya diri, maka mulailah dampakpada masyarakat terjadi. Kita dapat dengan jelas melihat hal ini dalam kejahatan pembajakanhasil karya. Sebuah buku misalnya.Untuk itu, Islam sangat mengecam sifat- sifat tercela tersebut. Banyak sekali hikmah yang bisadiambil dari sifat saling menghargai sesama manusia, di antarnya adalah:a. Tumbuhnya rasa senasib dan sepenanggungan. Sehingga ketika ada orang yang tertimpamusibah, yang lain akan segera ikut mengurangi deritanya.b. Akan terkumpul pada diri seseorang sifat- sifat terpuji. Orang solider cenderungbijaksana dalam menyelesaikan berbagai permasalahannya.c. Allah swt akan memberi banyak kemudahan dalam berbagai kebutuhannya.d. Allah swt akan memberikan pertolongan- NyaB. Perlindungan terhadap Hak Karya CiptaKita pasti pernah mengetahui dan mendengar tentang pembajakan hasil karya, misalnyapembajakan kaset atau VCD dengan menggandakan yang resmi, kemudian hasil bajakan tersebutdijual dengan harga yang sangat murah. Perbuatan tersebut membuat rugi perusahaan rekamandan berdampak pula kerugian materi terhadap pencipta lagu dan penyanyinya.Bentuk lain sikap tidak terpuji terhadap hasil karya orang lain adalah menduplikat ataumencontek desain atau mencuri ide (gagasan) cipta oarang lain untuk kepentingan dirinya gunamendapatkan keuntungan materi atau popularitas. Dalam kasus tersebut, pemerintah telahmembuat undang-undang tentang perlindungan terhadap hak cipta dalam hukum perdata. Sipelaku akan mendapat hukuman, sedang perbuatannya merupakan tindakan kriminal.Islam juga memiliki ajaran tentang hak perlindungan yang berkaitan dengan hak asasimanusia dan terdapat informasinya dalam Al-Qur‟an dan sunnah rasul, diantaranya firman AllahSWT. Surah Al-Ma‟idah/5:32Hadist nabi Muhammad saw, yang disampaikan oleh Abi Amamah juga memberipenegasan yang disampaikan dalam suatu pertemuan besar internasional, yaitu pada Haji Wadayang artinya, “Barangsiapa merampas hak seorang muslim, maka dia telah berhak masuk nerakadan haram masuk surga”. Seorang lelaki bertanya, “Walaupun itu sesuatau yang kecil, wahaiRasulullah? “Beliau menjawab, “Walaupun hanya sebatang kayu arak.” (HR Muslim).Dari ayat dan hadis tersebut Islam menjamin atau melindungi hak hidup, dan hakpemilikan (hasil karya) yang sah. Islam mengharamkan segala bentuk kezaliman termasukmenduplikat atau menggandakan hasil orang lain atau mencuri atau mengambil tanpa izin konsep(ide) sebuah gagasan (karya) orang lain untuk kepentingan dirinya atau guna mendapatkankeuntungan dari harta atau karya orang lain tersebut Allah berfirman dalam Q.S. Al-Baqarah:188
  9. 9. Artinya:“Dan janganlah kamu makan harta diantara kamu dengan jalan yang batil, dan (janganlah)kamu menyuap dengan harta itu kepada para hakim, dengan maksud agar kamu dapat memakansebagian harta orang lain itu dengan jalan dosa, padahal kamu mengetahui”. (Q.S. Al-Baqarah:188)Dalam islam, memberi keamanan (perlindungan) kepada orang lain tercermin dalamjaminan perlindungan mata pencaharian, jiwa dan harta benda termasuk di dalamnya hartaberupahasil karya cipta (QS Quraisy/106:3-4).Islam tidak hanya menempatkan bekerja atau berkarya sebagai hak dan melindunginyadalam berkerja berikut hasil karya (perkerjaannya), tetapi juga kewajiban. Bekerja merupakankehormatan yang perlu dijamin. Hadis Nabi Muhammad saw yang diceritakan oleh Miqdam ra.Menyebutkan bahwa, “Tidak ada makanan yang lebih baik yang dimakan seseorang dari padamakanan yang dihasilkan dari usahanya sendiri.” (HR Bukhari). Islam juga menjamin hakpekerja (melindungi hak pekerjaannya), seperti terlihat dalam hadis Nabi Muhammad saw, yangdiriwaytakan oleh Abdullah ibn Umar ra. Yang artinya, “Berilah pekerja itu upahnya sebelumkering keringatnya.” (HR Ibnu Majah).Beberapa contoh karya-karya yang dilindungi oleh hak cipta adalah sebagai berikut:1. Buku dan program computer2. Ceramah, kuliah, pidato, dan ciptaan lainnya yang diwujudkan dengan cara diucapkan3. Alat peraga yang dibuat untuk kepentingan pendidikan dan ilmu pengetahuan4. Ciptaan lagu atau music tanpa teks, termasuk karawitan dan rekaman suara5. Drama, tari, pewayangan, dan pantomime6. Karya pertunjukan7. Karya siaran8. Seni rupa, dalam segala bentuk seperti seni lukis, gambar, seni ukir, seni kaligrafi, senipahat, seni patung, kolase, seni terapan yang berupa seni kerajinan tangan9. Arsitektur10. Peta11. Seni batik12. Sinematografi13. Terjemahan, tafsir, saduran, bunga rampai, dan karya-karya lainnya dari hasil perwujudancipta dan karya.Hak-hak yang terkait dengan pemegang hak cipta:a. Hak ekonomiHak untuk mengambil keuntungan dari kegiatan ekonomi terhadap ciptaan tersebut.Berkaitan dengan hal ini Allah berfirman dalam Q.S. An-Nisa‟: 29Artinya:“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu denganjalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas suka sama sukadiantara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sungguh, Allah Maha Penyayangkepadamu”. (Q.S. An-Nisa‟(4) : 29)
  10. 10. b. Hak moral adalah :1) Hak untuk diakui karyanya yaitu hak pencipta untuk dicantumkan namanya atas karyanya,guna mencegah orang lain mengaku sebagai penciptanya.2) Hak untuk keutuhan; yaitu hak untuk mengajukan keberatan atas penyimpanan hasilkaryanya atau perubahan lainnya atau tindakan-tindakan yang bisa menurunkan kualitasdari karya tersebut.Sanksi pelanggaran hak cipta sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia No. 19 tahun2002 yang dibuat pemerintah:a. Mengumumkan atau mempebanyak suatu ciptaan atau memberi izin untuk itu penjaramaksimal 7 (tujuh) tahun dan/atau denda maksimal Rp. 100.000.000,00b. Menyiarkan, memamerkan, mengedarkan atau menjual ciptaan atau barang hasilpelanggaran hak cipta kepada umum; penjara maksimal 5 (lima) tahun dan/atau dendamaksimal Rp. 50.000.000,00.Tentang sanksi pelanggaran hak cipta, Allah berfirman dalam Q.S. Al-Baqarah: 188Artinya:“Dan janganlah kamu makan harta diantara kamu dengan jalan yang batil, dan (janganlah)kamu menyuap dengan harta itu kepada para hakim, dengan maksud agar kamu dapat memakansebagian harta orang lain itu dengan jalan dosa, padahal kamu mengetahui”. (Q.S. Al-Baqarah:188)C. Penerapan Sikap dan Perilaku Menghargai Karya Orang LainUpaya menghargai karya cipta orang lain dapat dilatih melalui pembiasaan sikap dan perilaku,antara lain sebagai berikut:1. Membeli produk dari tempat atau agen yang resmi untuk menghindari pembelian barangillegal atau hasil bajakan,2. Menghormati atau menghargai hasil karya orang lain merupakan bagian darimenghormati hak-hak orang lain dan merupakan sebuah kebaikan,3. Penghargaan terhadap suatu hasil karya merupakan salah satu upaya dalam membinakeserasian hidup sehingga terwujud suatu kehidupan masyarakat yang salingmenghormati dan saling menghargaiD. Menyekutukan Allah SWT1. Riwayat Hadits‫ﺣﺪﻳﺙﺃﻧﺱﺭﺿﻲﺍﷲﻋﻧﻪﻗﺎﻞﺳﺋﻞﺭﺳﻭﻝﺍﷲﺻﻟﻰﺍﷲﻋﻟﻳﻪﻮﺳﻟﻡﻋﻦﺍﻟﻛﺑﺎﺌﺭﻗﺎﻝ‬‫׃‬‫ﺍﻠﻮﺍﻟﺪﻳﻥﻭﻗﺗﻝﺍﻟﻧﻔﺱﻭﺷﻬﺎﺪﺓﺍﻟﺯﻭﺮ‬ ‫ﺍﻻﺷﺭﺍﻙﺑﺎﺍﷲﻭﻋﻘﻭﻕ‬.‫ﺍﺨﺭﺠﻪﺍﻟﺑﺨﺎﺭﻯﻓﻰ‬‫׃‬٥٢‫ـ‬‫ﮐﺘﺎﺏﺍﻟﺷﻬﺎﺪﺍﺕ‬‫׃‬١٠‫ـ‬‫ﺑﺎﺐﻣﺎﻗﻳﻝﻓﻰﺷﻬﺎﺪﺓﺍﻟﺯﻭﺭ‬.Arti Hadits / ‫الحديث‬ ‫ترجمة‬ :Hadits Anas ra. Dimana ia berkata: “Rasulullah saw. ditanya tentang dosa-dosa besar,kemudian beliau menjawab: “Mempersekutukan Allah, durhaka kepada kedua orang tua,membunuh jiwa (manusia), dan saksi palsu.”
  11. 11. Al-Bukhari mentakhrijkan hadits ini dalam “Kitab Persaksian” bab tentang apa yangdikatakan dalam saksi palsu.2. Sababul WurudDalam kitab Riyadhus Shalihi dijelaskan, bahwa ketika Nabi menjelaskan tentang dosasyirik dan durhaka terhadap kedua orang tua, beliau dalam keadaan bersandar, namun kemudianbeliau duduk untuk menunjukan betapa pentingnya masalah yang akan dibahasnya, yaitu tentangdosa saksi palsu. Beliau terus mengulang-ulanginya, sampai para sahabat berkata, “SemogaRasulullah segera diam”.3. Penjelasan (syarah) HaditsDalam hadits di atas diterangkan empat macam dosa besar, yakni menyekutukan Allah,durhaka kepada orang tua, membunuh jiwa manusia tanpa hak dan menjadi saksi palsu.a. Musyrik (menyekutukan Allah)Mempersekutukan Allah atau syirik dikategorikan sebagai dosa yang paling besar yang tidakakan diampuni oleh Allah SWT. Orang yang syirik diharamkan untuk masuksurga, sebagaimana firman Allah SWT :Artinya: “Sesungguhnya orang yang menyekutukan Allah, maka pasti Allah mengharamkansurga baginya dan ia ditempatkan di dalam neraka.” ( Q.S. Al-Ma‟idah: 72)Ada beberapa macam bentuk menyekutukan Allah SWT, di antaranya: Mengagungkan makhluk layaknya mengagungkan Allah SWT. Sikap seperti ini banyakdialami oleh sebagian para pembantu, mereka sering mengagungkan seorang pemimpin, ataupara pejabat melebihi pengagungannya kepada Allah SWT – Wal‟iyadzubillah - Perbuatanini merupakan syirik terbesar. Hal ini menunjukan apabila seorang pemimpin atau tuan rajamenyuruh sesuatu ketika waktu shalat, maka ia akan berani meninggalkannya. Bahkanhingga waktu shalat telah habis pula mereka tidak akan peduli. Dalam masalah cinta. Seseorang mencintai orang lain sesama makhluk sama besarnya ataumelebihi rasa cintanya kepada Allah SWT. Engkau akan melihat ia sering menuntut agardirinya lebih dicintai dari pada Allah SWT. Sikap seperti ini banyak ditemukan di kalanganorang-orang yang dimabukasmara. Hatinya dipenuhi oleh cinta kepada selain Allah SWT. Sesuatu yang tersembunyi, yang termasuk menyekutukan Allah SWT, yaitu riya. Seseorangyang sedang melaksanakan shalat lalu ia memperbagus shalatnya karena sedang dilihat olehsi fulan. Ia berpuasa hanya ingin dikatakan ahli ibadah dan rajin berpuasa. Ia bersedekahhanya ingin dikatakan sebagai orang yang dermawan, semua termasuk riya. Bentuk syirik yang tersembunyi yaitu ketika hati dan akal pikiran seseorang dipenuhi olehdunia. Akal pikirannya, badan, tidur dan bangun semua hanya untuk dunia, ia selalu berusahamencari dunia tidak peduli halal, haram, dusta, karena ia telah diperbudak dunia.Walhasil, bahwa di antara manusia ada yang menyekutukan Allah Ta‟ala namun orangtersebut tidak menyadarinya. Wahai saudara-saudara engkau merasakan bahwa dunia telahmenguasai hatimu dan engkau tak lagi memperdulikan hal lain selain itu, maka ketika engkaubangun dari tidur semuanya akan karena dunia. Maka ketahuilah bahwa hari-hari telah terisidengan kesyirikan.
  12. 12. b. Durhaka Kepada Orang TuaMaksudnya adalah tidak berbakti kepada keduanya. Setiap anak wajib berbakti kepadakedua orang tuanya sesuai kemampuannya. Ia wajib menaati mereka selama bukan untukkemungkaran dan kemaksiatan kepada Allah SWT.Dalam Al-qur‟an banyak sekali ayat yang menerangkan keharusan berbuat baik terhadaporang tua. Menurut Ibn Abas, dalam Al-Qur‟an ada tiga hal yang selalu dikaitkan penyebutannyadengan tiga hal lainnya, sehingga tidak dapat dipisahkan antara yang satu dan lainnya, yaitu taatkepada Allah dan Rasul-Nya, dirikan shalat dan keluarkan zakat, bersyukur kepada Allah dankepada kedua orang tua.Hal itu menandakan bahwa peran dan kedudukan orang tua sangat tinggi di hadapan AllahSWT, sehingga Rasulullah SAW. bersabda:Artinya :“Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunyaTelah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalamdua tahun[1180]. bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, Hanya kepada-Kulah kembalimu. [1180] Maksudnya: Selambat-lambat waktu menyapih ialah setelah anakberumur dua tahun.”c. MembunuhMaksud membunuh dalam pembahasan ini adalah membunuh jiwa yang diharamkan tanpahak dengan sengaja. Orang yang berbuat seperti itu akan dimasukkan ke neraka jahanam dankekal di dalamnya. Sebagaimana firman Allah dalam surat An-Nisa ayat 93 yang artinya:“Barang siapa yang membunuh orang yang beriman dengan sengaja, maka balasannya ialahneraka jahanam, ia kekal di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutuknya sertamenyediakan azab yang besar baginya.”Dan Nabi SAW. bersabda:‫ﺇﺬﺍﺍﻟﺘﻘﻰﺍﻟﻤﺴﻟﻤﺎﻦﺑﺴﻴﻔﻴﻬﻤﺎ‬٬‫ﻓﺎﻟﻘﺎﺘﻝﻭﺍﻟﻤﻘﺘﻭﻝﻓﻲﺍﻟﻨﺎﺭ‬٬‫ﻫﺫﺍﺍﻟﻘﺎﺗﻞ‬٬‫ﻓﻣﺎﺒﺎﻞﺍﻟﻣﻘﺗﻭﻞ‬‫؟‬‫ﻗﺎﻞ‬‫׃‬‫ﻷﻨﻪﻛﺎﻦﺣﺭﻳﺻﺎﻋﻟﻰﻗﺗﻞﺻﺎﺣﺑﻪ‬.Artinya: “Jika dua orang lelaki Muslim berjumpa membawa pedangnya masing-masing (dengantujuan untuk saling membunuh), maka pembunuhnya dan yang terbunuh akan sama-sama masukneraka. Lalu beliau ditanya oleh seorang sahabat: Ya Rasulullah, benarlah jika pembunuh inimasuk neraka, tetapi mengapakah pula orang yang terbunuh itu turut sama masuk neraka? NabiSAW. menjawab: Sebab yang terbunuh itu berusaha pula untuk membunuh kawannya yang telahmembunuhnya itu.” (Riwayat Bukhari, Muslim dan Ahmad)Menurut Imam Abu Sulaiman, cara yang demikian itu jika dalam bentuk saling membunuhitu perlu kepada penjelasan. Sehingga jika ada dua orang (kelompok) yang saling berusaha untukmembunuh yang lainnya atas dasar fanatisme atau untuk mendapatkan harta keduniaan danberebut pangkat. Adapun orang yang membunuh untuk membela isterinya (keluarganyadiancam), maka orang-orang tersebut tidak termasuk hadits di atas.d. Saksi PalsuImam An-Nawawi di dalam kitabnya Riyadhus Shalihinmencantumkan “Bab LaranganMemberikan Kesaksian Palsu.” Penulis menjelaskan bahwa kesaksian palsu adalah seseorangyang memberikan kesaksian suatu peristiwa yang ia ketahui, tetapi bertentangan dengankenyataannya. Seseorang memberikan kesaksian sebuah kejadian dan ia tidak mengetahuikesaksiannya sesuai dengan fakta yang sebenarnya atau justru bertentangan dengan fakta yangsebenarnya. Seseorang mengetahui bahwa kejadian sebenarnya adalah seperti ini, tetapi ia
  13. 13. memberikan kesaksian yang tidak sesuai dengan kenyataannya. Ketiga macam bentuk persaksianini hukumnya haram dan seseorang tidak boleh memberikan kesaksian kecuali sesuai denganfakta yang ia ketahui dan dengan cara yang benar.Dalam riwayat lain menyebutkan bahwa Nabi SAW. sangat memberi perhatian besar padapersoalan ini. Hal itu ditunjukan dengan sikap beliau yang sebelumnya duduk bersandar ketikamengucapkan dosa besar syirik dan durhaka kepada kedua orang tua, dan beliau duduk tegakketika mengucapkan tentang perkataan dusta atau saksi palsu. Alasan perkara ini mendapatperhatian khusus adalah karena perkataan dusta atau kesaksian palsu sangat mudah terjadi padamanusia, serta sering diremehkan oleh kebanyakan orang. Adapun syirik dijauhi oleh hatiseorang muslim, sedangkan durhaka kepada kedua orang tua tidak selaras dengan tabiat.Sementara kepalsuan itu ditunjang oleh berbagai faktor, seperti permusuhan, dengki dan lain-lain.E. Tujuh Macam Dosa Besar1. Riwayat Hadits‫ﺣﺪﻳﺙﺍﺒﻰﻫﺭﻴﺭﺓﺭﺿﻰﺍﷲﻋﻧﻪ‬٬‫ﻋﻦﺍﻟﻧﺑﻰﺻﻟﻰﺍﷲﻋﻟﻳﻪﻮﺳﻟﻡﻗﺎﻝ‬‫׃‬‫ﺍﺠﺗﻨﺑﻭﺍﺍﻟﺳﺑﻊﺍﻟﻣﻭﺑﻘﺎﺕ‬٬‫ﻗﺎﻟﻭﺍﻴﺎﺮﺳﻭﻝﺍﷲﻭﻣﺎﻫﻦ‬‫؟‬‫ﻗﺎﻝ‬‫׃‬‫ﺍﻟﺷﺮﻙﺑﺎﷲ‬٬‫ﻭﺍﻟﺴﺤﺮ‬٬‫ﻭﻗﺗﻝﺍﻟﻨﻔﺲﺍﻟﺗﻰﺤﺮﻡﺍﷲﺍﻻﺑﺎﻟﺤﻕ‬٬‫ﻮﺍﻜﻝﺍﻟﺮﺑﺎ‬٬‫ﻮﺍﻜﻝ‬‫ﻣﺎﻞﺍﻟﻳﺗﻴﻡ‬٬‫ﻮﺍﻟﺗﻮﻟﻰﻴﻮﻡﺍﻟﺯﺤﻒ‬٬‫ﻮﻗﺫﻑﺍﻟﻤﺤﺻﻨﺎﺖﺍﻟﻤﻮﻤﻨﺎﺖﺍﻟﻐﺎﻓﻼﺕ‬.‫ﺍﺨﺭﺠﻪﺍﻟﺑﺨﺎﺭﻯﻓﻰ‬‫׃‬٥٥‫ـ‬‫ﮐﺘﺎﺏﺍﻟﻭﺻﺎﻴﺎ‬‫׃‬٢٣‫ـ‬‫ﺑﺎﺏﻗﻭﻝﺍﷲﺗﻌﺎﻟﻰ‬‫׃‬‫ﺍﻟﻴﺘﺎﻤﻰﻈﻟﻤﺎ‬ ‫ﺍﻦﺍﻟﺬﻴﻥﻴﺄﻛﻟﻮﻦﺍﻤﻭﺍﻞ‬.Arti Hadits / ‫الحديث‬ ‫ترجمة‬ :Hadits Abu Hurairah ra. dari Nabi saw. dimana beliau bersabda: “ Jauhilah tujuh macam dosayang membinasakan.”Para sahabat bertanya: ”Wahai Rasulullah, apakah ketujuh macam dosaitu?” Beliau menjawab: “Mempersekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa (manusia) yangdiharamkan oleh Allah kecuali dengan hak, makan riba, makan harta anak yatim, lari pada saatpertempuran (dalam jihad) dan menuduh (berbuat zina) kepada wanita-wanita yang selalumenjaga diri, mukminat dan tidak pernah berfikir (untuk berzina).”Al-Bukhari mentakhrijkan hadits ini dalam “Kitab Wasiat” bab tentang firman Allah SWT (yangartinya) : “Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim dengan aniaya . . . .“2. Penjelasan (syarah) HaditsKebaikan itu memiliki tingkatan yang berbeda-beda. Demikian juga halnya dengankejahatan dan dosa. Kebaikan apa saja yang mempunyai manfaat besar, maka pahalanya di sisiAllah akan besar juga. Sedangkan kebaikan yang manfaatnya lebih rendah, maka pahalanya punseimbang dengan kebaikan tersebut. Sebaliknya, setiap kejahatan yang mudharatnya lebih besar,maka ia disebut sebagai dosa-dosa besar yang membinasakan dan siksanya pun sangat berat.Adapun kejahatan yang mudharatnya lebih rendah dari itu, maka ia tergolong kepada dosa-dosakecil yang dapat terhapus dengan jalan menjauhi dosa-dosa besar.Allah Ta‟ala berfirman,Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamumengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) danKami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga). (QS An-Nisa [4]: 31)Dalam hadis di atas, Rasulullah Saw menyuruh umatnya agar menjauhi tujuh dosa yangmembinasakan. Tujuh dosa ini bukan berarti pembatasan (hanya tujuh perkara) atas dosa-dosayang membinasakan. Tetapi hal ini sebagai peringatan atas dosa-dosa yang lainnya. Ketujuh dosayang dimaksudkan dalam hadis di atas, uraiannya adalah sebagai berikut.1. Musyrik (Mempersekutukan Allah)Menyekutukan Allah yaitu menyamakan dan mensejajarkan selain Allah dengan Allahdalam segala hal yang menjadi kekhususan bagi-Nya Yang Maha Suci, Maha Tunggal, TempatBergantung Segala Makhluk, dan Yang Maha Esa.Menyekutukan Allah SWT merupakan dosa yang paling besar. Bahkan Allah SWT tidakakan mengampuni dosa musyrik yang terbawa mati. Allah SWT berfirman, (QS An-Nisa [4]: 48)
  14. 14. Artinya :“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan dia mengampuni segala dosayang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. barangsiapa yangmempersekutukan Allah, Maka sungguh ia Telah berbuat dosa yang besar.‟Ar-Raghib al-Ashfahani menyatakan bahwa kemusyrikan terdiri dari dua bentuk, yaitu:1) Syirik besar, yaitu menetapkan adanya sekutu bagi Allah SWT. Inilah bentuk dosa yangpaling besar.2) Syirik kecil, yaitu memperhatikan selain Allah di samping memperhatikan-Nya juga dalambeberapa urusan. Itulah ria dan nifaq. (Al-Ashfahani, hlm. 266)Adanya kemusyrikan dalam kategori musyrik kecil bukan karena beban dosanya yangrendah, tetapi kemusyrikan ini merupakan bentuk kemusyrikan yang seringkali terabaikan atautidak terasa dalam perwujudannya. Tentang kemusyrikan ini, Rasulullah Saw bersabda,“Sesungguhnya perkara yang paling aku khawatirkan menimpa kalian adalah musyrik yangpaling kecil, yakni ria.” (Muttafaq „Alaih)2. SihirSihir termasuk ke dalam dosa yang besar karena di dalamnya terdapat upaya iltibas(pencampur-adukan) dan menutupi apa yang sebenarnya. Bahkan sihir ini bisa mengakibatkanpenyesatan aqidah, baik dari sisi penyebabnya maupun dari sisi perolehannya. Para ulama telahbersepakat atas pengharaman sihir, pembelajaran dan pengajarannya. Bahkan Imam Malik,Imam Ahmad, dan sekelompok para sahabat dan para tabiin berpendapat bahwa saling berbagisihir termasuk bagian kekufuran yang pelakunya harus mendapat hukum eksekusi (dibunuh).Demikian juga upaya mempelajari dan mengajarkan sihir kepada orang lain, karena hal itutermasuk wasilah yang akan menjadi jalan terwujudnya sihir tersebut.Namun di sisi lain, ada juga yang berpendapat bahwa jika mempelajari sihir itu hanyasekadar ingin mengetahuinya dan sebagai upaya menjaga diri, maka yang demikian itu tidaktermasuk dalam kategori haram. Pernyataan ini dianalogikan kepada orang-orang yang berusahamengetahui hakikat aliran-aliran sesat.3. Membunuh JiwaYang dimaksud membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah SWT dalam hadis di atasadalah membunuh seorang muslim dengan sengaja, bukan karena suatu hukuman tertentu sepertiqishas atau rajam.Pembunuhan seperti ini termasuk juga ke dalam bagian dari dosa-dosa besar yang dapatmembinasakan para pelakunya. Melalui upaya pembunuhan, sang pelaku telah menghilangkanrasa aman di lingkungannya, menebar rasa takut, dan memutuskan ikatan persaudaraan sesamamanusia, khususnya di kalangan kaum muslimin. Bahkan Allah SWT mengisyaratkan bahwamembunuh satu orang sama kedudukannya dengan membunuh semua orang. Keterangan initercantum dalam ayat berikut.(QS Al-Maidah [5]: 32)
  15. 15. Artinya :“Oleh Karena itu kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yangmembunuh seorang manusia, bukan Karena orang itu (membunuh) orang lain[411], atau bukanKarena membuat kerusakan dimuka bumi, Maka seakan-akan dia Telah membunuh manusiaseluruhnya[412]. dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, Maka seolah-olah dia Telah memelihara kehidupan manusia semuanya. dan Sesungguhnya Telah datangkepada mereka rasul-rasul kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas,Kemudian banyak diantara mereka sesudah itu[413] sungguh-sungguh melampaui batas dalamberbuat kerusakan dimuka bumi.”[411] Yakni: membunuh orang bukan Karena qishaash.[412] hukum Ini bukanlah mengenai Bani Israil saja, tetapi juga mengenai manusia seluruhnya.Allah memandang bahwa membunuh seseorang itu adalah sebagai membunuh manusiaseluruhnya, Karena orang seorang itu adalah anggota masyarakat dan Karena membunuhseseorang berarti juga membunuh keturunannya.[413] ialah: sesudah kedatangan Rasul membawa keterangan yang nyata.Hukum ini, walaupun khitab-nya Bani Israil, bukanlah mengenai Bani Israil saja, tetapijuga mengenai manusia seluruhnya. Allah memandang bahwa membunuh seseorang itu bagaikanmembunuh manusia seluruhnya, karena orang-seorang itu adalah anggota masyarakat dan karenamembunuh seseorang berarti juga membunuh keturunannya.4. Memakan RibaMemakan harta riba termasuk kezaliman kepada orang lain. Orang yang memakan hartariba pada dasarnya telah memerangi Allah dan Rasul-Nya, dan ia lebih pantas untuk mendapatsiksa yang abadi di neraka. Bagaimana tidak demikian, ketika orang lain berada dalam kesulitan,kefakiran, pailit dalam ekonomi, padahal dalam kondisi apapun seseorang didorong untukmengeluarkan shadaqah, sementara pemakan riba demikian asyiknya mempermainkankemelaratan orang lain dengan menambah beban pembayaran utang berlipat ganda dan dalamtempo yang terus-menerus.Pada hakikatnya, riba itu dapat menghanguskan harta kekayaan, menghilangkan nilai-nilai keberkahan, dan mencabut rasa kasih sayang dari pribadi para pelakunya. Dengandemikian, dalam riwayat lain, Rasulullah Saw melaknat praktik riba dengan berbagai faktorpendorong dan pelakunya, baik yang memakan harta riba, yang menjadi penulis dalamtransaksinya maupun yang menjadi saksi dalam proses transaksi riba tersebut.Secara umum, Islam melarang keras terhadap seseorang yang dalam usaha mencarirezekinya (ma„isyah) dengan cara yang haram, sedangkan transaksi ribawi termasuk kedalamnya. Rasulullah Saw telah bersabda, “Siapa saja yang daging (di tubuhnya) berkembangdari usaha yang haram, maka api neraka lebih utama bagi dirinya”. (HR al-Hakim)5. Memakan Harta Anak YatimKetika seorang anak menjadi yatim, karena ditinggal mati oleh orangtuanya, Islammenganjurkan agar kaum muslimin, terutama kaum kerabatnya, dapat menjaga dan mengurusharta mereka yang diperolehnya melalui proses pewarisan. Pengurusan harta anak yatim ini terusberlangsung sampai usia anak ini menjadi dewasa sebagaimana dijelaskan dalam ayat berikut :
  16. 16. Artinya :“Dan ujilah[269] anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian jikamenurut pendapatmu mereka Telah cerdas (pandai memelihara harta), Maka serahkanlahkepada mereka harta-hartanya. dan janganlah kamu makan harta anak yatim lebih dari bataskepatutan dan (janganlah kamu) tergesa-gesa (membelanjakannya) sebelum mereka dewasa.barang siapa (di antara pemelihara itu) mampu, Maka hendaklah ia menahan diri (darimemakan harta anak yatim itu) dan barangsiapa yang miskin, Maka bolehlah ia makan harta itumenurut yang patut. Kemudian apabila kamu menyerahkan harta kepada mereka, Makahendaklah kamu adakan saksi-saksi (tentang penyerahan itu) bagi mereka. dan cukuplah Allahsebagai Pengawas (atas persaksian itu).” QS An-Nisa [4]: 6)[269] Yakni: mengadakan penyelidikan terhadap mereka tentang keagamaan, usaha-usahamereka, kelakuan dan lain-lain sampai diketahui bahwa anak itu dapat dipercayai.1. Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang[1].[1] Maksudnya: saya memulai membaca al-Fatihah Ini dengan menyebut nama Allah. setiappekerjaan yang baik, hendaknya dimulai dengan menyebut asma Allah, seperti makan, minum,menyembelih hewan dan sebagainya. Allah ialah nama zat yang Maha suci, yang berhakdisembah dengan sebenar-benarnya, yang tidak membutuhkan makhluk-Nya, tapi makhluk yangmembutuhkan-Nya. Ar Rahmaan (Maha Pemurah): salah satu nama Allah yang memberipengertian bahwa Allah melimpahkan karunia-Nya kepada makhluk-Nya, sedang Ar Rahiim(Maha Penyayang) memberi pengertian bahwa Allah senantiasa bersifat rahmah yangmenyebabkan dia selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada makhluk-Nya.Tatkala seorang pengurus, terutama bagi mereka yang serba berkecukupan, tidak mampumenjaga dirinya dari memakan harta anak yatim, maka Allah SWT mengancam mereka denganancaman yang sangat besar sesuai dengan ayat berikut.Artinya :“Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, Sebenarnyamereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).” (QS An-Nisa [4]: 10)1. Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang[1].[1] Maksudnya: saya memulai membaca al-Fatihah Ini dengan menyebut nama Allah. setiappekerjaan yang baik, hendaknya dimulai dengan menyebut asma Allah, seperti makan, minum,menyembelih hewan dan sebagainya. Allah ialah nama zat yang Maha suci, yang berhakdisembah dengan sebenar-benarnya, yang tidak membutuhkan makhluk-Nya, tapi makhluk yangmembutuhkan-Nya. Ar Rahmaan (Maha Pemurah): salah satu nama Allah yang memberipengertian bahwa Allah melimpahkan karunia-Nya kepada makhluk-Nya, sedang Ar Rahiim(Maha Penyayang) memberi pengertian bahwa Allah senantiasa bersifat rahmah yangmenyebabkan dia selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada makhluk-Nya.6. Berpaling dari Barisan PerangYaitu seseorang yang melarikan diri ketika kaum muslimin sedang memerangi orang-orangkafir. Perbuatan ini termasuk dosa besar, termasuk tujuh perbuatan yang akan membinasakankarena menimbulkan dua bahaya:a. Akan menghancurkan semangat kaum muslimin
  17. 17. b. Orang-orang kafir semakin berani menekan kaum musliminKetika kaum muslimin sudah mulai terdesak, maka orang-orang kafir akan semakinberani memerang kaum muslimin.Barangsiapa yang lari dari medan perang karena dua sebab ini, yaitu untuk bergabungdengan batalyon lain. Contohnya ketika ada batalyon lain yang sedang dikepung oleh musuh danakan sangat berbahaya jika mereka dikuasai oleh musuh. Maka ia bergerak (mundur) untukmembantunya, maka hal ini tidak apa-apa, karena larinya menuju batalyon tersebut sangatmenguntungkan.Orang yang lari dari medan perang dengan berbelok untuk (siasat) perang. Contohnyaseperti seorang mujtahid yang lari belok (mundur) untuk memperbaiki senjata atau untukmemakai baju besinya dan lain-lain yang termasuk dalam kepentingan berperang dan perbuatanini tidak apa-apa.7. Menuduh BerzinaMenuduh berzina kepada wanita yang menjaga kehormatan dan wanita itu adalah orangyang terjaga keimanannya yaitu menuduh berzina wanita yang baik-baik, yang lurus, yang telahberkeluarga, yang berstatus merdeka, dan yang beriman. Predikat-predikat tersebut tercakupdalam pengertian sifat terhormat. Dan pada hakekatnya, seorang wanita itu terhormat karenaIslam, ia menjaga kesucian, menikah, dan berstatus merdeka.Dalam surat an-Nur Allah melarang menuduh berzina seorang wanita yang baik-baik, danmenjelaskan sanksi hukuman atas perbuatan ini.Disebutkan dalam Shahih Muslim dengan Syarah an-Nawawi jilid II halaman 86, seorangulama ahli tafsir Imam Abul Hasan al-Wahidiy dan lainnya mengatakan : "Menurut pendapatyang shahih ; batasan dosa besar itu tidak diketahui secara pasti. Bahkan di dalamsyari’at adabeberapa jenis perbuatan maksiat yang dijelaskan sebagai dosa-dosa besar, dan ada jugabeberapa jenis perbuatan maksiat yang dijelaskan sebagai dosa-dosa kecil, dan ada beberapajenis perbuatan maksiat lainnya tanpa ada penjelasan. Artinya, ini mencakup dosa-dosa besarmaupun dosa-dosa kecil. Hikmah dari tidak adanya penjelasan tersebut ialah, supaya seseorangtetap menahan diri jangan sampai melakukan semuanya, karena dikhawatirkan jangan-jangan halitu termasuk dosa-dosa besar." Menurut mereka, ini sama dengan masalah disembunyikannyakapan terjadinya lailatul qadar, saat-saat istimewa pada hari jum‟at, saat-saat terkabulnya do‟apada malam hari, nama Allah yang agung, dan hal-hal lain yang bersifat samar.F. Intisasri / Kandungan Haditsa. Perbuatan dosa yang dapat membinasakan diri dan orang lain harus senantiasa dihindari dandijauhi.b. Manusia dilarang untuk menyekutukan Allah Swt. Dengan sesuatu apapun, karena hal ituakan membinasakan diri baik dalam kehidupan di dunia maupun di akhirat.c. Sihir dan tenung merupakan perbuatan terlarang karena perbuatan tersebut adalahbersekongkol dan jin dan syetan.d. Jiwa seseorang apalgi Muslim harus senantiasa dijaga dan haram hukumnya untukmengambil nyawa orang lain tanpa alasan yang haq.e. Kita dilarang untuk memakan harta riba dan harta anak yatim yang ada dalam tanggungankita dan berada dalam pengasuhan kita.f. Setiap umat Islam dicela oleh Allah dan Rasul-Nya bagi siapapun yang melarikan diri daripeperangan atau ia keluar dari barisan perang karena merasa takut akan kematian.g. Menuduh berzina kepada seorang muslimah dan mukminah adalah perbuatan yang amatdilarang oleh baginda Nabi.h. Setiap perbuatan dosa dan hal-hal yang telah jelas dilarang dalam agama akanmembinasakan kehidupan kita dan akan membawa kita pada jalan kerugian dan peneysalan.
  18. 18. BAB IIIKESIMPULANA. Kesimpulan1. Menghargai Karya Orang LainMenghargai hasil karya orang lain merupakan salah satu upaya membina keserasian dankerukunan hidup antarmanusia agar terwujud suatu kehidupan masyarakat yang salingmenghormati dan menghargai sesuai dengan harkat dan derajat seseorang sebagai manusia.Menumbuhkan sikap menghargai hasil karya orang lain merupakan sikap yang terpuji karenahasil karya tersebut merupakan pencerminan pribadi penciptanya sebagai manusia yang ingindihargai.Kecendrungan manusia secara alamiah adalah keinginan untuk mendapat tanggapan ataupenghargaan atas apa yang dilakukannya. Kebutuhan untuk menuangkan ekspresi diri secarapositif telah mendorong setiap orang untuk terus menghasilkan karya terbaik demi kebaikandirinya dan orang lain. Oleh karena itu, upaya dan hasil karya kreatif yang berguna bagikemaslahatan orang banyak sudah selayaknya memperoleh penghargaan yang positif pula.Menghormati dan menghargai karya orang lain harus dilakukan tanpa memandangderajat, status, warna kulit, atau pekerjaan orang lain tersebut karena hasil karya merupakanpencerminan dari pribadi seseorang. Berkarya artinya melakukan atau mengerjakan sesuatusampai menghasilkan sesuatu yang menimbulkan kegunaan atau memanfaat dan berarti bagisemua orang. Karya tersebut dapat berupa benda, jasa, atau hal lainnya.2. Dosa-dosa BesarDosa-dosa besar merupakan segala larangan yang berasal dari Allah maupun Rasul-Nya.Dosa-dosa besar sangat banyak jumlahnya, diantaranya: syirik, durhaka terhadap kedua orangtua, membunuh jiwa tanpa hak, saksi palsu, sihir, menuduh mukminat berzina, membunuh anakkarena takut miskin, memakan harta anak yatim, memakan harta riba, lari dari medan perang,berzina dengan istri tentang dan lainnya.Dosa-dosa besar di atas yang merupakan dosa dan kezhaliman yang paling besar sertayang paling berat hukumannya, yaitu syirik. Allah telah mengharamkan surga bagi orang yangmenyekutukan-Nya dan telah disiapkan baginya neraka sebagai tempat kembali. Sesungguhnyatidak ada penolong bagi orang-orang yang zhalim.Selain itu, durhaka terhadap orang tua juga merupakan dosa besar dan termasuk dosayang membinasakan. Sudah sepatutnya kita harus taat terhadap keduanya sesuai dengan syariatIslam.Banyak lagi dosa-dosa besar yang harus dihindari, karena berakibat buruk dan dapatmembinasakan diri sendiri juga orang lain selain yang telah disebutkan di atas. Setiap orangIslam yang beriman wajib menghindarkan diri dari dosa-dosa besar tersebut, agar tidak mendapatlaknat dari-Nya. Karena Allah menjanjikan surga-Nya untuk orang-orang yang menhindarkandiri dari padanya dan Allah menghadiahkan neraka-Nya untuk orang-orang yangmengerjakannya.Muhammad Abdul Aziz al-Khauli mendefinisikan dosa besar sebagai dosa yang memilikikemudharatan yang sangat besar dan pengaruh negatifnya di masyarakat sangat besar pula. Haldemikian disebabkan karena mafsadat dan ancamannya yang sangat besar terhadap dosa-dosatersebut. (Al-Khauli, tt: 112)Jika kita mengacu kepada berbagai definisi di atas, maka yang termasuk dosa-dosa besaritu sangat banyak jumlahnya. Dengan demikian, tujuh dosa yang membinasakan sesuai dengansabda Rasul di atas bukan sebagai pembatas bagi dosa-dosa besar tersebut. Tetapi hal itudisampaikan oleh Rasulullah sebagai bentuk perhatiannya yang sangat besar terhadap umatnya
  19. 19. agar tidak terjerumus kepada dosa-dosa besar lain yang mafsadat, hukuman, dan ancamannyaseperti ketujuh dosa di atas.Namun demikian, dari sekian banyak dosa yang tergolong kepada dosa-dosa besar, dosamusyrik menempati urutan paling atas (yang terbesar) dari dosa-dosa besar lainnya. Adapundosa-dosa besar lainnya yang tidak tercantum dalam hadis di atas, tetapi menjadi kriteria dosabesar dalam hadis yang lain, di antaranya adalah durhaka terhadap orangtua, membunuh anakkarena kekhawatiran menambah kemiskinan, persaksian palsu atau dusta, khianat dalam perkaraghanimah, zina, mencuri, meminum minuman keras, memisahkan diri dari al-jama‟ah, menebarfitnah, melanggar bai‟at, dan tidak membersihkan air kencing.B. SaranSebagai umat muslim yang baik, sebaiknya kita harus menjaga silahturahmi antarsesama, salah satu cara untuk menjalin dan menjaga silaturahmi antar sesama umat manusiaadalah dengan cara menghargai karya orang lain meskipun karya tersebut tidak sebaik menurutkita.Para ulama (semoga Allah merahmati mereka) berpendapat, "Melakukan dosa kecilsecara terus menerus dapat mengakibatkannya menjadi dosa besar". Diriwayatkan dari AmruIbnul Ash, Abdulah Ibnu Abbas, dan lainnya, "Tidak ada dosa besar sama sekali dengan(melakukan) istighfar, dan tidak ada dosa kecil sama sekali dengan terus menerusmelakukannya." Artinya, bahwa dosa besar itu bisa terhapus dengan memohon ampunan kepadaAllah U, dan dosa kecil itu bisa berubah menjadi dosa besar jika dilakukan terus menerus tanpaistighfar.Ada juga yang berpendapat, "Yang dimaksud dengan terus menerus melakukan dosakecil ialah melakukannya secara berulang-ulang, karena orang yang bersangkutan tidak memilikirasa kepedulian yang besar terhadap agama."Adapun al-Imam Abu Amr ash-Shalah dalam fatwa-fatwanya mengatakan : "Dosa besaritu memiliki tanda-tanda, antara lain ; menuntut pemberlakuan sanksi hukuman atau hadd,diancam dengan siksa neraka dan lain sebagainya dalam al-Qur‟an maupun as-Sunnah,sementara orang yang melakukannya disebutfasik."
  20. 20. DAFTAR PUSTAKAFathul Bari, Ibnu Hajar Al-„Asqolani, dar As-Salam, Riyadh, cetakan pertamaTahun 2000 masehiAl-Minhaj syarh Sohih Muslim, Imam Nawawi, Dar Al-Ma‟rifahJami Al-„Ulum wa Al-Hikam, Ibnu Rojab, tahqiq Al-ArnauthSittu Duror min Ushuli Ahlil Atsar, Syaikh Abdul Malik Romadhoni, maktabahAl-AsholahTafsir Ibnu Katsir, tahqiq Al-Banna, dar Ibnu Hazm, cetakan pertamaFawaid Al-Fawaid, Ibnul Qoyyim, tahqiq Syaikh Ali Hasan, Dar Ibnul JauziAl-Ikhlash, Sulaiman Al-Asyqor, dar An-NafaisSilsilah Al-Ahadits As-Sohihah, Syaikh Al-AlbaniAina Nahnu min Akhlak As-Salaf, Abdul Aziz bin Nasir Al-Jalil, Dar ToibahWaqofaat ma‟a kalimaat li Ibni Mas‟ud, transkrip dari ceramah Syaikh SholehAlu SyaikhTazkiyatun Nufus, Ahmad FaridMateri Hadits Tentang Islam, Hukum, Ekonomi, Sosial dan Lingkungan., Dra.Oneng Nurul Badriyah M.AgHadits Web: http://opi110mb.com/www.google.comhttp://www.slideshare.net/dhansheiwww.dhanshei.blogspot.comhttp://www.elevensocials2.blogspot.comDhan_di@rocketmail.com,

×