KEHIDUPAN AWAL MASYARAKAT INDONESIA

29,341 views
29,108 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
29,341
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
137
Actions
Shares
0
Downloads
609
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

KEHIDUPAN AWAL MASYARAKAT INDONESIA

  1. 1. Assallamuallaikum. wr. wb Kami akan presentasikan hasil kerja kelompok sejarah . Berikut adalah anggota kelompok : - Ardiansyah ( 06 ) - Arys () - Dhaneswara Jauhari ( 13 ) - Dwi Chakti ( 17 ) - Hari Agung ( )
  2. 2. KEHIDUPAN AWAL MASYARAKAT INDONESIA Teori kehidupan di bumi Perkembangan Manusia Purba  Kehidupan Sosial, Ekonomi, dan budaya Pembabakan Zaman Prasejarah berdasarkan Arkeologi
  3. 3. Teori Kehidupan di Bumi <ul><li>ARKAEKUM / zaman tertua </li></ul><ul><li>Zaman ini berlangsung kira-kira 2500 juta tahun, pada saat itu </li></ul><ul><li> kulit bumi masih panas, sehingga tidak ada kehidupan. Dari penjelasan </li></ul><ul><li> ini tentu anda ingin bertanya kapan muncul kehidupan? </li></ul><ul><li> Untuk itu simak uraian berikutnya. </li></ul><ul><li>PALEOZOIKUM / zaman primer atau zaman hidup tua </li></ul><ul><li>Zaman ini berlangsung 340 juta tahun. </li></ul><ul><li> Makhluk hidup yang muncul pada zaman ini </li></ul><ul><li> seperti mikro organisme, </li></ul><ul><li> ikan, ampibi, reptil dan </li></ul><ul><li> binatang yang tidak bertulang punggung. </li></ul>
  4. 4. Teori Kehidupan di Bumi <ul><li>Mesozoikum / zaman sekunder atau zaman hidup pertengahan </li></ul><ul><li>Zaman ini berlangsung kira-kira 140 juta tahun. Pada zaman </li></ul><ul><li> pertengahan ijenis reptil mencapai tingkat yang terbesar seperti </li></ul><ul><li> pada gambar . </li></ul><ul><li> sehingga pada zaman ini sering disebut juga dengan zaman reptil. </li></ul><ul><li> Setelah berakhirnya zaman sekunder ini, maka muncul kehidupan yang </li></ul><ul><li> lain yaitu jenis burung dan binatang menyusui yang masih rendah sekali </li></ul><ul><li> tingkatannya. Sedangkan jenis reptilnya mengalami kepunahan. </li></ul><ul><li> Selanjutnya berlangsunglah zaman hidup baru seperti yang diuraikan </li></ul><ul><li>pada materi berikut ini ! </li></ul>
  5. 5. Teori Kehidupan di Bumi <ul><li>Neozoikum / zaman hidup baru </li></ul><ul><li>Zaman ini dibedakan menjadi 2 zaman, yaitu: </li></ul><ul><li>Tersier / zaman ketiga </li></ul><ul><li>Zaman ini berlangsung sekitar 60 juta tahun. Yang terpenting dari zaman </li></ul><ul><li>ini ditandai dengan berkembangnya jenis binatang menyusui seperti jenis </li></ul><ul><li>primata, contohnya kera. </li></ul><ul><li>Kuartier / zaman keempat </li></ul><ul><li>Zaman ini ditandai dengan adanya kehidupan manusia sehingga merupakan </li></ul><ul><li>zaman terpenting. </li></ul>menu utama
  6. 6. Pembabakan Zaman Prasejarah berdasarkan Arkeologi <ul><li>Pembabakan Zaman Prasejarah berdasarkan Arkeologi </li></ul><ul><li>Arkeologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan masa lampau </li></ul><ul><li>melalui benda-benda artefak. Dari hasil penelitian para ahli arkeologi, maka </li></ul><ul><li>tabir kehidupan masyarakat prasejarah Indonesia dapat diketahui. </li></ul><ul><li>Zaman Batu </li></ul><ul><li>Zaman batu menunjuk pada suatu periode di mana alat -alat kehidupan manusia umumnya/dominan terbuat dari batu, walaupun ada juga alat -alat tertentu yang terbuat dari kayu dan tulang. Dari alat-alat peninggalan zaman batu tersebut, melalui Metode Tipologi (cara menentukan umur berdasarkan bentuk atau tipe benda peninggalan), maka zaman batu dibedakan lagi menjadi 3 periode/masa, yaitu: </li></ul><ul><li>- Batu Tua/Palaeolithikum </li></ul><ul><li>- Batu Tengah Madya/Mesolithikum </li></ul><ul><li>- Batu Muda/Neolithikum </li></ul>
  7. 7. Pembabakan Zaman Prasejarah berdasarkan Arkeologi <ul><li>Zaman Logam </li></ul><ul><li>zaman logam disebut juga dengan zaman perunggu. </li></ul><ul><li>Munculnya kepandaian mempergunakan bahan logam, tentudikuti dengan kemahiran teknologi yang disebut perundagian, karena logam tidak dapat dipukul -pukul atau dipecah. </li></ul><ul><li>zaman logam dapat dibedakan atas : </li></ul><ul><li>A. Zaman tembaga </li></ul><ul><li>B. Zaman perunggu </li></ul><ul><li>C. Zaman besi . </li></ul><< menu utama
  8. 8. Perkembangan Manusia Purba Indonesia <ul><li>Meganthropus Paleojavanicus </li></ul><ul><li>Jenis manusia ini dikenal dengan sebutan manusia raksasa dari jawa. </li></ul><ul><li>Fosil ini ditemukan oleh ilmuan bernamaVonKoenigswaldpada1941 di </li></ul><ul><li>dekat desa Sangiran,Lembah sungai bengawan solo.Ditemukannya </li></ul><ul><li>dibagian pleistosen bawah. mereka masih terlalu primitif dan hanya bisa </li></ul><ul><li>mengumpulkan makanan-makanan mereka berupa tumbuh-tumbuhan dan </li></ul><ul><li>buah-buahan. </li></ul><ul><li>Adapun ciri-ciri mereka sebagai berikut : </li></ul><ul><ul><li>Memiliki tulang pipi yang tebal </li></ul></ul><ul><ul><li>Memiliki ototkunyah yang kuat </li></ul></ul><ul><ul><li>Memiliki tonjolan kening yang menyolok </li></ul></ul><ul><ul><li>Memiliki tonjolan belakang yang tajam </li></ul></ul><ul><ul><li>Tidak memiliki dagu </li></ul></ul><ul><ul><li>Memiliki perawakan yang tegap </li></ul></ul><ul><ul><li>Memakan jenis tumbuhan </li></ul></ul>
  9. 9. Perkembangan Manusia Purba Indonesia <ul><li>Pitchecanthropus </li></ul><ul><li>Merupakan mayoritas manusia yang pernah tinggal di Indonesia.Berasal dari </li></ul><ul><li>pleistosen bawah dan tengah (menendakan bahwa lebih muda dari </li></ul><ul><li>Meganthropus). Mereka sudah pandai berburu sehingga mereka bisa dibilang </li></ul><ul><li>Omnivora. </li></ul><ul><li>Ciri-ciri mereka sebagai berikut : </li></ul><ul><ul><li>Tinggi badan sekitar 165± 180 cm </li></ul></ul><ul><ul><li>Volume otak berkisar antara 750± 1350 cc </li></ul></ul><ul><ul><li>Bentuk tubuh &a ng gota badan tegap </li></ul></ul><ul><ul><li>Alat pengunyah dan alat tengkuk sangatkuat </li></ul></ul><ul><ul><li>Bentuk graham besar dengan rahang yang </li></ul></ul><ul><ul><li> sangatkuat </li></ul></ul><ul><ul><li>Bentuk tonjolan kening tebal </li></ul></ul><ul><ul><li>Bentuk hidung tebal </li></ul></ul><ul><ul><li>Bagian belakang kepala tampak menonjol </li></ul></ul>
  10. 10. Perkembangan Manusia Purba Indonesia <ul><li>Homo </li></ul><ul><li>Jenis manusia yang sudah pintar. Ini adalah jenis manusia yang paling muda. Kepintarannya diketahui dari cara ia mengolah makanannya dan perkembangannya. Mereka mengolah makanannya dengan cara dimasak. </li></ul><ul><li>Ciri -ciri : </li></ul><ul><ul><li>mereka adalah sebgai berikut: </li></ul></ul><ul><ul><li>Tinggi tubuhnya antara 130-210cm </li></ul></ul><ul><ul><li>Berat badan kira -kira 150kg </li></ul></ul><ul><ul><li>Otak lebih sempurna dan besar </li></ul></ul><ul><ul><li>Otot tengkuk mengalami penyusutan. </li></ul></ul>menu utama
  11. 11. Kehidupan Sosial, Ekonomi, dan budaya <ul><li>Kehidupan manusia purba di Indonesia berdasarkan bukti-bukti peninggalan mengalami perubahan. Perkembangan manusia purba di Indonesia dapat dijelaskan sebagai berikut : </li></ul><ul><li>Pada masa berburu dan meramu, kehidupan manusia purba pada zaman ini berpindah-pindah untuk mencari bnatang buruan dan bahan makanan yang telah disediakan oleh alam. Alat alat yang digunakan pada masa ini antara lain; kapak berimbas, alat dari serpih, dan kapak genggam. </li></ul><ul><li>Masa bercocok tanam, pada masa ini manusia sudah memulai hidup menetap dengan membuat rumah-rumah panggung yang bertujuan menghindar dari binatang, serangan musuh atau menghindari banjir. Alat-alt yang digunakan antara lain : mata panah, gerabah, beliung persegi, dan kapak lonjong. </li></ul>
  12. 12. Kehidupan Sosial, Ekonomi, dan budaya <ul><li>Masa pertukangan, pada masa ini selain hidup menetap manusia purba </li></ul><ul><li>juga sudah mampu membuat alat-alat walaupun masih sangat sederhana. </li></ul><ul><li>Alat-alat yang dihasilkan pada masa ini antara lain : nekara, kapak </li></ul><ul><li>perunggu, moko, bejana, patung perunggu, manik-manik, geraah dan mata </li></ul><ul><li>tombak. </li></ul><ul><li>Masa mengenal kepercayaan, pada masa ini mulai menyadari akan </li></ul><ul><li>keterbatasan dirinya sehingga ada kekuatan lain di luar kemampuanya. </li></ul><ul><li>Kepercayaan tersebut antara lain ; animisme yaitu kepercayaan terhadap </li></ul><ul><li>roh nenek moyang mereka yang telah meninggal, dan dinamisme yaitu </li></ul><ul><li>kepercayaan terhadap kekuatan gaib. Pada masa ini untuk upacara ritual </li></ul><ul><li>manusia purba mengembangkan kebudayaan megalithikum yaitu </li></ul><ul><li>kebudayaan batu besar dengan cara membuat beberapa bentuk bangunan </li></ul><ul><li>dari batu yang mempunyai ukuran yang cukup besar. </li></ul>menu utama
  13. 13. Sekian dari hasil kerja kelompok kami , terimah kasih <ul><li>Wassalamuallaikum wr wb </li></ul>

×