WAWASAN NUSANTARA & OTONOMI DAERAHWawasan Nusantara, Otonomi DaerahWawasan nusantara adalah sikap bangsa Indonesia mengena...
1. Tujuankedalamadalahmewujudkankesatuansegenapaspekkehidupanbaikalamiahmaupunsosial, makadapatdisimpulkanbahwatujuanbangs...
Bangsa Indonesia memilikiorganisasikenegaraan yangmerupakanwadahberbagaikegiatankenegaraandalamwujud suprastrukturpolitikd...
2. Ketetapan MPR-RITap MPR-RI No. XV/MPR/1998tentangpenyelenggaraanOtonomiDaerah : Pengaturan,PembagiandanPemanfaatanSumbe...
Prinsip-Prinsip Pelaksanaan Otonomi DaerahBerdasar pada UU No.22/1999 prinsip-prinsippelaksanaan Otonomi Daerah adalah seb...
Hakekat Wawasan NusantaraAdalah keutuhan nusantara/nasional, dalam pengertian : cara pandang yang selaluutuh menyeluruh da...
Bangsa Indonesia dalam semua aspek kehidupan internasional harus berusaha untukmengamankan kepentingan nasional dalam semu...
Adalah menciptakan tatanan ekonomi yang benar-benar menjamin pemenuhan danpeningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat ...
Kondisi nasional (Pembangunan) yang tidak merata mengakibatkan keterbelakangandan ini merupakan ancaman bagi integritas. P...
Dalam bukunya The Future of Capitalism menyatakan : untuk dapat bertahan dalamera baru kapitalisme harus membuat strategi ...
Dari rumusan-rumusan diatas ternyata tidak ada satupun yang menyatakan tentangperlu adanya persatuan, sehingga akan berdam...
http://emelliadesriyanti.blogspot.com/2013/03/6-wawasan-nusantara-otonomi-daerah.htmlhttp://danzblogerz.blogspot.com/2012/...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Wawasan nusantara & otonomi daerah

1,347

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
1,347
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
22
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Wawasan nusantara & otonomi daerah

  1. 1. WAWASAN NUSANTARA & OTONOMI DAERAHWawasan Nusantara, Otonomi DaerahWawasan nusantara adalah sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan bentuk geografinyaberdasarkan Pancasila dan UUD 1945.Dalam pelaksanannya, wawasan nusantaramengutamakan kesatuan wilayah dan menghargai kebhinekaan untuk mencapai tujuannasional. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara keanekaragaman(pendapat,kepercayaan,dsb) memerlukan suatu perekat agar bangsa yang bersangkutan dapatbersatu guna memelihara keutuhan negaranya.Suatu bangsa dalam menyelengarakan kehidupannya tidak terlepas dari pengaruhlingkungannya, yang didasarkan atas hubungan timbal balik atau kait-mengait antara filosofibangsa, idiologi, aspirasi, dan cita-cita yang dihadapkan pada kondisi sosial masyarakat,budaya dan tradisi, keadaan alam dan wilayah serta pengalaman sejarah.Upayapemerintahdanrakyatmenyelengarakankehidupannya, memerlukansuatukonsepsi yangberupa WawasanNasional yang dimaksudkanuntukmenjamin kelangsunganhidup,keutuhanwilayahsertajatidiri.Kata wawasan berasal dari bahasa Jawa yaitu mawas yang artinya melihat atau memandang,jadi kata wawasan dapat diartikan cara pandang atau cara melihat.Kehidupannegarasenantiasadipengaruhiperkembanganlingkunganstrategiksehingawawasanharusmampumemberiinspirasipadasuatubangsadalammenghadapiberbagaihambatandantantangan yang ditimbulkandalammengejarkejayaanya.Dalammewujudkanaspirasidanperjuanganadatigafaktorpenentuutama yangharusdiperhatikanolehsuatubangsa :1. Bumi/ruang dimana bangsa itu hidup2. Jiwa, tekaddansemangatmanusia / rakyat3. LingkunganWawasanNasionaladalahcarapandangsuatubangsa yangtelahmenegaratentangdiridanlingkungannyadalameksistensinya yang serbaterhubung(interaksi&interelasi) sertapembangunannya di dalambernegara di tengah-tengahlingkungannyabaiknasional, regional, maupun global.Tujuanwawasannusantaraterdiridaridua, yaitu:
  2. 2. 1. Tujuankedalamadalahmewujudkankesatuansegenapaspekkehidupanbaikalamiahmaupunsosial, makadapatdisimpulkanbahwatujuanbangsa Indonesiaadalahmenjunjungtinggikepentingannasional,sertakepentingankawasanuntukmenyelenggarakandanmembinakesejahteraan,kedamaiandanbudiluhursertamartabatmanusia di seluruhdunia.2. Tujuannasional, dapatdilihatdalamPembukaan UUD 1945,dijelaskanbahwatujuankemerdekaan Indonesia adalah“untukmelindungisegenapbangsa Indonesia danseluruhtumpahdarah Indonesiadanuntukmewujudkankesejahteraanumum, mencerdaskankehidupanbangsa,danikutmelaksanakanketertibandunia yangberdasarkankemerdekaanperdamaianabadidankeadialnsosial.Fungsi :1. Wawasannusantarasebagaiwawasanpertahanandankeamanannegaramerupakanpandangangeopolitik Indonesia dalamlingkuptanah air Indonesia sebagaisatukesatuan yangmeliputiseluruhwilayahdansegenapkekuatannegara.2. Wawasannusantarasebagaikonsepketahanannasional,yaituwawasannusantaradijadikankonsepdalampembangunannasional,pertahanankeamanan, dankewilayahan.Wawasannusantarasebagaiwawasanpembangunanmempunyaicakupankesatuanpolitik,kesatuanekonomi, kesatuansosialdanekonomi, kesatuansosialdanpolitik,dankesatuanpertahanandankeamanan.3. Wawasannusantarasebagaiwawasankewilayahan,sehinggaberfungsidalampembatasannegara, agartidakterjadisengketadengannegaratetangga. Carapenarikanbataslautwilayahtidaklagiberdasarkangarispasangsurut (low water line),tetapipadasistempenarikangarislurus (straight base line) yang diukurdarigaris yangmenghubungkantitik – titikujung yang terluardaripulau-pulau yangtermasukdalamwilayah RI.UnsurDasarWawasan NusantaraUU1. Wadah (Contour)Wadahkehidupanbermasyarakat, berbangsadanbernegarameliputiseluruhwilayah Indonesiayangmemilikisifatserbanusantaradengankekayaanalamdanpenduduksertaanekaragambudaya.
  3. 3. Bangsa Indonesia memilikiorganisasikenegaraan yangmerupakanwadahberbagaikegiatankenegaraandalamwujud suprastrukturpolitikdanwadahdalamkehidupanbermasyarakatadalahberbagaikelembagaandalamwujud infra strukturpolitik.2. Isi (Content)Adalahaspirasibangsa yang berkembang di masyarakatdancita-citasertatujuannasional.3. Tata laku (Conduct)Hasilinteraksiantarawadahdanisiwasantara yang terdiridari :-Tata laku Bathiniah yaitu mencerminkan jiwa, semangat dan mentalitas yang baik daribangsa Indonesia.-Tata laku Lahiriah yaitu tercermin dalam tindakan, perbuatan dan perilaku dari bangsaIndonesia. Keduatatalakutersebutmencerminkanidentitasjatidiri/kepribadianbangsaberdasarkan kemerdekaanperdamaianabadidankeadialnsosial.PengertianOtonomi Daerah :SesuaiUndang-UndangNomor 32 Tahun 2004 tentangPemerintahan Daerah (UU Nomor 32Tahun 2004) definisiotonomidaerahsebagaiberikut: “Otonomidaerahadalahhak, wewenang,dankewajibandaerahotonomuntukmengaturdanmengurussendiriurusanpemerintahandankepentinganmasyarakatsetempatsesuaidenganperaturanperundang-undangan.”UU Nomor 32 Tahun 2004 juga mendefinisikan daerah otonom sebagaiberikut: “Daerah otonom, selanjutnya disebut daerah, adalah kesatuan masyarakat hukumyang mempunyai batas-batas wilayah yang berwenang mengatur dan mengurus urusanpemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkanaspirasi masyarakat dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia.DasarHukumOtonomi Daerah berpijakpadadasarPerundang-undangan yang kuat,yakni :1. Undang-undangDasar Sebagaimanatelahdisebut di atasUndang-undangDasar 1945merupakanlandasan yang kuatuntukmenyelenggarakanOtonomi Daerah. Pasal 18UUDmenyebutkanadanyapembagianpengelolaanpemerintahanpusatdandaerah.
  4. 4. 2. Ketetapan MPR-RITap MPR-RI No. XV/MPR/1998tentangpenyelenggaraanOtonomiDaerah : Pengaturan,PembagiandanPemanfaatanSumberDayaNasionalyang berkeadilan,sertaperimbangankekuanganPusatdan Daerah dalamrangka Negara KesatuanRepublikIndonesia.3. Undang-UndangUndang-undang N0.22/1999 tentangPemerintahan Daerahpada prinsipnyamengaturpenyelenggaraanPemerintahan Daerah yanglebihmengutamakanpelaksanaanasasDesentralisasi. Hal-hal yang mendasardalamUUNo.22/1999adalahmendoronguntukpemberdayaanmasyarakat,menumbuhkanprakarsadankreativitas,meningkatkanperanmasyarakat,mengembangkanperandanfungsi DPRD. Dariketigadasarperundang-undangantersebut di atastidakdiragukanlagibahwapelaksanaanOtonomiDaerah memilikidasarhukum yang kuat.Tinggalpermasalahannyaadalahbagaimanadengandasar hukum yangkuattersebutpelaksanaanOtonomi Daerah bisadijalankansecaraoptimal.DampakPositifdanDampakNegatifOtonomi Daerah1. Dampak positif otonomi daerah adalah bahwa dengan otonomi daerah makapemerintah daerah akan mendapatkan kesempatan untuk menampilkan identitas lokalyang ada di masyarakat. Berkurangnya wewenang dan kendali pemerintah pusatmendapatkan respon tinggi dari pemerintah daerah dalam menghadapi masalah yangberada di daerahnya sendiri. Bahkan dana yang diperoleh lebih banyak daripada yangdidapatkan melalui jalur birokrasi dari pemerintah pusat. Dana tersebutmemungkinkan pemerintah lokal mendorong pembangunan daerah serta membangunprogram promosi kebudayaan dan juga pariwisata.2. Dampak negatif dari otonomi daerah adalah adanya kesempatan bagi oknum-oknumdi pemerintah daerah untuk melakukan tindakan yang dapat merugika Negara danrakyat seperti korupsi, kolusi dan nepotisme. Selain itu terkadang ada kebijakan-kebijakan daerah yang tidak sesuai dengan konstitusi Negara yang dapatmenimbulkan pertentangan antar daerah satu dengan daerah tetangganya, atau bahkandaerah dengan Negara, seperti contoh pelaksanaan Undang-undang Anti Pornografi ditingkat daerah.
  5. 5. Prinsip-Prinsip Pelaksanaan Otonomi DaerahBerdasar pada UU No.22/1999 prinsip-prinsippelaksanaan Otonomi Daerah adalah sebagai berikut :PenyelenggaraanOtonomi Daerah dilaksanakan denganmemperhatikan aspek-aspekdemokrasi, keadilan, pemerataan, sertapotensidankeanekaragamandaerah.PelaksanaanOtonomi Daerah didasarkanpadaotonomiluas,nyatadan bertanggungjawab.PelaksanaanOtonomi Daerah yangluasdanutuhdiletakkanpadadaerahKabupatendandaerah Kota, sedangOtonomi DaerahPropinsimerupakanOtonomiTerbatas.PelaksanaanOtonomi DaerahharussesuaidenganKonstitusinegarasehinggatetapterjaminhubungan yangserasiantarapusatdandaerahsertaantar daerah.PelaksanaanOtonomi DaerahharuslebihmeningkatkankemandirianDaerahOtonom,dankarenanyadalamdaerahKabupatendandaerah Kotatidakadalagiwilayahadministrasi.Kawasankhusus yang dibinaolehPemerintahataupihak lain sepertiBadanOtorita,KawasanPelabuhan, KawasanPertambangan,KawasanKehutanan,KawasanPerkotaanBaru,KawasanWisatadansemacamnyaberlakuketentuan peraturan Daerah Otonom.PelaksanaanOtonomi Daerahharuslebihmeningkatkanperanandanfungsi badanlegislatifdaerah,baiksebagaifungsilegislasi,fungsipengawasmaupunfungsi anggaranataspenyelenggaraan Pemerintahan Daerah.PelaksanaanasasdekonsentrasidiletakkanpadadaerahPropinsidalamkedudukannyasebagai Wilayah Administrasiuntukmemelaksanakan kewenangan pemerintahantertentuyang dilimpahkankepadaGubernursebagaiwakilPemerintah.Pelaksanaanasastugaspembantuandimungkinkan, tidakhanyadariPemerintahDaerah kepadaDesa yang disertaidenganpembiayaan, saranadan prasarana,sertasumberdayamanusiadengankewajiban melaporkanpelaksanaandanmempertanggungjawabkankepada yang menugaskan.
  6. 6. Hakekat Wawasan NusantaraAdalah keutuhan nusantara/nasional, dalam pengertian : cara pandang yang selaluutuh menyeluruh dalam lingkup nusantara dan demi kepentingan nasional.Berarti setiap warga bangsa dan aparatur negara harus berfikir, bersikap dan bertindaksecara utuh menyeluruh dalam lingkup dan demi kepentingan bangsa termasuk produk-produk yang dihasilkan oleh lembaga negara.Asas Wawasan NusantaraMerupakan ketentuan-ketentuan dasar yang harus dipatuhi, ditaati, dipelihara dandiciptakan agar terwujud demi tetap taat dan setianya komponen/unsur pembentuk bangsaIndonesia(suku/golongan) terhadap kesepakatan (commitment) bersama. Asas wasantaraterdiri dari:1. Kepentingan/Tujuan yang sama2. Keadilan3. Kejujuran4. Solidaritas5. Kerjasama6. Kesetiaan terhadap kesepakatanDengan latar belakang budaya, sejarah serta kondisi dan konstelasi geografi sertamemperhatikan perkembangan lingkungan strategis, maka arah pandang wawasan nusantarameliputi :1. Ke dalamBangsa Indonesia harus peka dan berusaha mencegah dan mengatasi sedini mungkinfaktor-faktor penyebab timbulnya disintegrasi bangsa dan mengupayakan tetap terbina danterpeliharanya persatuan dan kesatuan.Tujuannya adalah menjamin terwujudnya persatuan kesatuan segenap aspekkehidupan nasional baik aspek alamiah maupun aspek sosial.2. Ke luar
  7. 7. Bangsa Indonesia dalam semua aspek kehidupan internasional harus berusaha untukmengamankan kepentingan nasional dalam semua aspek kehidupan baik politik, ekonomi,sosial budaya, pertahanan keamanan demi tercapainya tujuan nasional.Tujuannya adalah menjamin kepentingan nasional dalam dunia yang serba berubahdan ikut serta melaksanakan ketertiban dunia.Kedudukan Wawasan NusantaraWawasan Nusantara merupakan ajaran yang diyakini kebenarannya oleh seluruhrakyat dengan tujuan agar tidak terjadi penyesatan dan penyimpangan dalam rangkamencapai dan mewujudkan tujuan nasional.Wawasan Nusantara dalam paradigma nasional dapat dilihat dari hirarkhi paradigmanasional sbb:-Pancasila (dasar negara) => Landasan Idiil-UUD 1945 (Konstitusi negara) => Landasan Konstitusional-Wasantara (Visi bangsa) => Landasan Visional-Ketahanan Nasional (KonsepsiBangsa) => Landasan Konsepsional-GBHN (Kebijaksanaan Dasar Bangsa) => Landasan OperasionalFungsi Wawasan Nusantara adalah pedoman, motivasi, dorongan serta rambu-rambudalam menentukan segala kebijaksanaan, keputusan, tindakan dan perbuatan, baik bagipenyelenggara negara di tingkat pusat dan daerah maupun bagi seluruh rakyat dalamkehidupan bermasyarakat, bernegara dan berbangsa.Tujuan Wawasan Nusantara adalah mewujudkan nasionalisme yang tinggi di segalabidang dari rakyat Indonesia yang lebih mengutamakan kepentingan nasional dari padakepentingan orang perorangan, kelompok, golongan, suku bangsa/daerah.Implementasi Wawasan NusantaraPenerapan Wawasan Nusantara harus tercermin pada pola pikir, pola sikap dan polatindak yang senantiasa mendahulukan kepentingan negara.1. Implementasi dalam kehidupan politikAdalah menciptakan iklim penyelenggaraan negara yang sehat dan dinamis,mewujudkan pemerintahan yang kuat, aspiratif, dipercaya.2. Implementasi dalam kehidupan Ekonomi
  8. 8. Adalah menciptakan tatanan ekonomi yang benar-benar menjamin pemenuhan danpeningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara merata dan adil.3. Implementasi dalam kehidupan Sosial BudayaAdalah menciptakan sikap batiniah dan lahiriah yang mengakui, menerima danmenghormati segala bentuk perbedaan sebagai kenyataan yang hidup disekitarnya danmerupakan karunia sang pencipta.4. Implementasi dalam kehidupan Pertahanan KeamananAdalah menumbuhkan kesadaran cinta tanah air dan membentuk sikap bela negarapada setiap WNI.Sosialisasi Wawasan Nusantara1. Menurut sifat/cara penyampaiana. langsung => ceramah,diskusi,tatap mukab. tidak langsung => media massa2. Menurut metode penyampaiana. ketauladananb. edukasic. komunikasid. integrasiMateri Wasantara disesuaikan dengan tingkat dan macam pendidikan sertalingkungannya supaya bisa dimengerti dan dipahami.Tantangan Implementasi Wasantara1. Pemberdayaan MasyarakatJohn Naisbit dalam bukunya GLOBAL PARADOX menyatakan : negara harus dapatmemberikan peranan sebesar-besarnya kepada rakyatnya.Pemberdayaan masyarakat dalam arti memberikan peranan dalam bentuk aktivitasdan partisipasi masyarakat untuk mencapai tujuan nasional hanya dapat dilaksanakan olehnegara-negara maju dengan Buttom Up Planning, sedang untuk negara berkembangdengan Top Down Planning karena adanya keterbatasan kualitas sumber daya manusia,sehingga diperlukan landasan operasional berupa GBHN.
  9. 9. Kondisi nasional (Pembangunan) yang tidak merata mengakibatkan keterbelakangandan ini merupakan ancaman bagi integritas. Pemberdayaan masyarakat diperlukan terutamauntuk daerah-daerah tertinggal.2. Dunia Tanpa Batasa. Perkembangan IPTEKMempengaruhi pola, pola sikap dan pola tindak masyarakat dalam aspek kehidupan.Kualitas sumber daya Manusia merupakan tantangan serius dalam menghadapi tantanganglobal.b. Kenichi Omahe dalam bukunya Borderless Word dan The End of NationState menyatakan : dalam perkembangan masyarakat global, batas-batas wilayah negaradalam arti geografi dan politik relatif masih tetap, namun kehidupan dalam satu negara tidakmungkin dapat membatasi kekuatan global yang berupa informasi, investasi, industri dankonsumen yang makin individual. Untuk dapat menghadapi kekuatan global suatu negaraharus mengurangi peranan pemerintah pusat dan lebih memberikan peranan kepadapemerintah daerah dan masyarakat.Perkembangan Iptek dan perkembangan masyarakat global dikaitkan dengan duniatanpa batas dapat merupakan tantangan Wawasan Nusantara, mengingat perkembangan tsbakan dapat mempengaruhi masyarakat Indonesia dalam pola pikir, pola sikap dan pola tindakdi dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.3. Era Baru Kapitalismea. Sloan dan ZurekerDalam bukunya Dictionary of Economics menyatakan Kapitalisme adalah suatusistim ekonomi yang didasarkan atas hak milik swasta atas macam-macam barang dankebebasan individu untuk mengadakan perjanjian dengan pihak lain dan untuk berkecimpungdalam aktivitas-aktivitas ekonomi yang dipilihnya sendiri berdasarkan kepentingan sendiriserta untuk mencapai laba guna diri sendiri.Di era baru kapitalisme,sistem ekonomi untuk mendapatkan keuntungan denganmelakukan aktivitas-aktivitas secara luas dan mencakup semua aspek kehidupan masyarakatsehingga diperlukan strategi baru yaitu adanya keseimbangan.b. Lester Thurow
  10. 10. Dalam bukunya The Future of Capitalism menyatakan : untuk dapat bertahan dalamera baru kapitalisme harus membuat strategi baru yaitu keseimbangan (balance) antara pahamindividu dan paham sosialis.Di era baru kapitalisme, negara-negara kapitalis dalam rangka mempertahankaneksistensinya dibidang ekonomi menekan negara-negara berkembang dengan menggunakanisu-isu global yaitu Demokrasi, Hak Azasi Manusia, Lingkungan hidup.4. Kesadaran Warga Negaraa. Pandangan Indonesia tentang Hak dan KewajibanManusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama. Hak dankewajiban dapat dibedakan namun tidak dapat dipisahkan.b. Kesadaran bela negaraDalam mengisi kemerdekaan perjuangan yang dilakukan adalah perjuangan non fisikuntuk memerangi keterbelakangan, kemiskinan, kesenjangan sosial, memberantas KKN,menguasai Iptek, meningkatkan kualitas SDM, transparan dan memelihara persatuan.Dalam perjuangan non fisik, kesadaran bela negara mengalami penurunan yang tajamdibandingkan pada perjuangan fisik.Prospek Implementasi Wawasan NusantaraBerdasarkan beberapa teori mengemukakan pandangan global sbb:1. Global Paradox menyatakan negara harus mampu memberikan peranan sebesar-besarnya kepada rakyatnya.2. Borderless World dan The End of Nation State menyatakan batas wilayah geografirelatif tetap, tetapi kekuatan ekonomi dan budaya global akan menembus batas tsb.Pemerintah daerah perlu diberi peranan lebih berarti.3. The Future of Capitalism menyatakan strategi baru kapitalisme adalah mengupayakankeseimbangan antara kepentingan individu dengan masyarakat serta antara negara majudengan negara berkembang.4. Building Win Win World (HENDERSON) menyatakan perlu ada perubahan nuansaperang ekonomi, menjadikan masyarakat dunia yang lebih bekerjasama, memanfaatkanteknologi yang bersih lingkungan serta pemerintahan yang demokratis.5. The Second Curve (IAN MORISON) menyatakan dalam era baru timbul adanyaperanan yang lebih besar dari pasar, peranan konsumen dan teknologi baru yang mengantarterwujudnya masyarakat baru.
  11. 11. Dari rumusan-rumusan diatas ternyata tidak ada satupun yang menyatakan tentangperlu adanya persatuan, sehingga akan berdampak konflik antar bangsa karena kepentingannasionalnya tidak terpenuhi. Dengan demikian Wawasan Nusantara sebagai cara pandangbangsa Indonesia dan sebagai visi nasional yang mengutamakan persatuan dan kesatuanbangsa masih tetap valid baik saat sekarang maupun mendatang, sehingga prospek wawasannusantara dalam era mendatang masih tetap relevan dengan norma-norma global.Dalam implementasinya perlu lebih diberdayakan peranan daerah dan rakyat kecil,dan terwujud apabila dipenuhi adanya faktor-faktor dominan : keteladanan kepemimpinannasional, pendidikan berkualitas dan bermoral kebangsaan, media massa yang memberikaninformasi dan kesan yang positif, keadilan penegakan hukum dalam arti pelaksanaanpemerintahan yang bersih dan berwibawa.Keberhasilan Implementasi WasantaraDiperlukan kesadaran WNI untuk :1. Mengerti, memahami, menghayati tentang hak dan kewajiban warganegara sertahubungan warganegara dengan negara, sehingga sadar sebagai bangsa Indonesia.2. Mengerti, memahami, menghayati tentang bangsa yang telah menegara, bahwa dalammenyelenggarakan kehidupan memerlukan konsepsi wawasan nusantara sehingga sadarsebagai warga negara yang memiliki cara pandang.Agar ke-2 hal tersebut dapat terwujud diperlukan sosialisasi dengan program yangteratur, terjadwal dan terarah.
  12. 12. http://emelliadesriyanti.blogspot.com/2013/03/6-wawasan-nusantara-otonomi-daerah.htmlhttp://danzblogerz.blogspot.com/2012/04/wawasan-nusantara-dan-otonomi-daerah.htmlhttp://makalahcyber.blogspot.com/2012/04/wawasan-nusantara-dalam-otonomi-daerah.htmlhttp://irfantrisnariyadi.wordpress.com/2013/04/03/wawasan-nusantara-dan-otonomi-daerah/

×