Filsafat pendidikan idealisme dan filsafat pendidikan realisme

  • 9,265 views
Uploaded on

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
No Downloads

Views

Total Views
9,265
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
196
Comments
2
Likes
2

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. FILSAFAT PENDIDIKANIDEALISME DAN FILSAFATPENDIDIKAN REALISME Created by :  Dewi Atin Surya  Lusiana Dewi Fitri Nur Indah Sari  Mega Hidayah  Iin Indrawati  Etia Sari  Delly Amaliah  Lely Nurfiah
  • 2. Tinjauan Umum Tentang FilsafatPendidikan Dilihat dari pengertian praktisnya, filsafat berarti alam pikiran atau alam berpikir. Berfilsafat artinya, berpikir, namun tidak semua berpikir berarti berfilsafat. Berfilsafat artinya berpikir secara mendalam dan sungguh – sungguh. Tegasnya, filsafat adalah karya akal manusia yang mencari dan memikirkan suatu kebenaran dengan sedalam – dalamnya. Filsafat merupakan ilmu atau pendekatan yang mempelajari dengan sungguh – sungguh hakikat kebenaran segala sesuatu.
  • 3. Karena luasnya lapangan filsafat, orang sepakatmempelajari filsafat dengan dua cara, yaitu mempelajarisejarah perkembangannya (metode historis) danmempelajari isi atau pembahasannya dalam bidang-bidangtertentu (metode sistematis).Filsafat itu sangat luas cakupan pembahasannya, yangditujunya adalah mencari hakikat kebenaran atas segalasesuatu yng meliputi kebenaran berpikir ( logika), berperilaku (etika), serta mencari hakikat atau keaslian(metafisika).
  • 4. Dengan memperhatikan sejarah serta perkembangannya filsafatmempunyai beberapa cabang yaitu :Metafisika yaitu filsafat tentang hakikat yang ada di balikfisika, hakikat yang bersifat transeden dan berada di luarjangkauan pengalaman manusia.Logika yaitu filsafat tentang pikiran yang benar dan yangsalahEtika yaitu filsafat tentang perilaku yang baik dan yangburukEstetika yaitu filsafat tentang kreasi yang indah danyang jelekEpistomologi yaitu filsafat tentang ilmu pengetahuanFilsafat – filsafat khusus lainnya seperti filsafatagama, filsafat manusia, filsafat hukum, filsafatsejarah, filsafat alam, filsafat pendidikan, dan lain – lain.
  • 5. Fungsi filsafat adalah kreatif, menetapkannilai, menetapkan tujuan, menetapkan arah danmenuntun pada jalan baru serta membangunkeyakinan atas dasar kematangan intelektual.Filsafat tidak hanya melahirkan pengetahuanbaru, melainkan juga melahirkan filsafatpendidikan.
  • 6.  Idealisme adalah aliran  Aliran filsafat realisme filsafat yang berpendapat berpendirian bahwa bahwa pengetahuan itu pengetahuan manusia itu tidak lain daripada adalah gambaran yang kejadian dalam jiwa baik dan tepat dari manusia, sedangkan kebenaran. kenyataan yang diketahui manusia itu terletak di luarnya.
  • 7. Konsep filsafat menurut aliran idealisme adalah : Metafisika – Idealisme : secara absolut kenyataan yang sebenarnya adalah spiritual dan rohaniah, sedangkan secara kritis yaitu adanya kenyataan yang bersifat fisik dan rohaniah, tetapi kenyataan rohaniah yang lebih dapat berperan. Humanulogi – Idealisme : jiwa dikaruniai kemampuan berpikir yang menyebabkan adanya kemampuan memilih. Epistemologi – Idealisme : pengetahuan yang benar diperoleh melalui intuisi dan pengingatan kembali melalui berpikir. Kebenaran hanya mungkin dapat dicapai oleh beberapa orang yang memiliki akal pikiran yang cemerlang, sebagian besar manusia hanya sampai pada tingkat berpendapat. Aksiologi – Idealisme : kehidupan manusia diatur oleh kewajiban – kewajiban moral yang diturunkan dari pendapat tentang kenyataan atau metafisika.
  • 8. Konsep filsafat menurut aliran realisme adalah Metafisika – realisme : kenyataan yang sebenarnya hanyalah kenyataan fisik (materialisme), kenyataan material dan imaterial (dualisme), dan kenyataan yang terbentuk dari berbagai kenyataan (pluralisme). Humanologi – realisme : hakikat manusia terletak pada apa yang dapat dikerjakan. Jiwa merupakan sebuah organisasi kompleks yang kemampuan berpikir. Epistemologi – realisme : kenyataan hadir dengan sendirinya tidak tergantung pada pengetahuan dan gagasan manusia, dan kenyataan dapat diketahui oleh pikiran. Pengetahuan dapat diperoleh melalui penginderaan. Kebenaran pengetahuan dapat dibuktikan dengan memeriksa kesesuaiannya dengan fakta. Aksiologi – realisme : tingkah laku manusia diatur oleh hukum – hukum alam yang diperoleh melalui ilmu, dan pada taraf yang lebih rendah diatur oleh kebiasaan – kebiasaan atau adat istiadat yang telah teruji dalam kehidupan.
  • 9. Menurut Power (1982), implikasi filsafat pendidikan idealisme adalah sebagai berikut : Tujuan : untuk membentuk karakter, mengembangkan bakat atau kemampuan dasar, serta kebaikkan sosial. Kurikulum : pendidikan liberal untuk pengembangan kemampuan dan pendidikan praktis untuk memperoleh pekerjaan. Metode : diutamakan metode dialetika, tetapi metode lain yang efektif dapat dimanfaatkan. Peserta didik bebas untuk mengembangkan kepribadian , bakat dan kemampuan dasarnya. Pendidik bertanggungjawab dalam menciptakan lingkungan pendidikan melalui kerja sama dengan alam.
  • 10. Menurut Power (1982), implikasi filsafat pendidikan realisme adalah sebagai berikut : Tujuan : penyesuaian hidup dan tanggung jawab sosial. Kurikulum : komprehensif mencakup semua pengetahuan yang berguna berisi pengetahuan umum dan pengetahuan praktis. Metode : belajar tergantung pada pengalaman baik langsung ataupun tidak langsung. Metodenya harus logis dan psikologis. Metode pontiditioning (Stimulua – respon) adalah metode pokok yang digunakan. Peran peserta didik adalah menguasai pengetahuan yang handal dapat dipercaya. Dalam hal disiplin, peraturan yang baik adalah esensial dalam belajar. Disiplin mental dan moral dibutuhkan untuk memperoleh hasil yang baik. Peranan pendidik adalah menguasai pengetahuan, terampil dalam teknik mengajar dan dengan keras menuntut prestasi peserta didik.
  • 11. PENDIDIKAN IDEALISME DANREALISME DALAM PLS Pendidikan Luar Sekolah (PLS) adalah kegiatan terorganisasi dan sistematis diluar sistem persekolahan yang mapan, dilakukan secara mandiri merupakan bagian penting kegiatan yang lebih luas, yang sengaja dilakukan untuk melayani peserta didik tertentu dalam mencapai tujuan belajarnya. Untuk mengefektifkan pencapaian tujuan PLS tersebut maka aliran filsafat pendidikan idealisme dan realisme dapat digunakan sebagai landasan teoritis maupun praktis.
  • 12. Pendidikan idealisme dalamPLSDengan memperhatikan implikasi filsafat pendidikan realisme maka penyelenggaraan pendidikan luar sekolah dapat dikembangkan berdasarkan prinsip – prinsip sebagai berikut : Tujuan program PLS pertama – tama harus di fokuskan pada pembentukan karakter atau kepribadian pserta didik. Kurikulum pendidikan PLS dikembangkan dengan memadukan pendidikan umum dan pendidikan praktis. Metode pendidikan dalam program PLS di susun dalam metode pendidikan dialektis. Pelaksanaan pendidikan cenderung mengabaikan dasar – dasar fisiologis dalam belajar. Peserta didik bebas mengembangkan bakat dan kepribadiannya. Pendidikan bekerja sama dengan alam dengan proses pengembangan kemampuan ilmiah. Oleh karena itu, tugas utama tenaga pendidik adalah menciptakan lingkungan yang memungkinkan peserta didik dapat belajar dengan efisien dan efektif.
  • 13. Pendidikan realisme dalamPLS Dengan memperhatikan implikasi filsafat idealisme maka penyelenggaraan pendidikan luar sekolah dapat dikembangkan dengan memperhatikan prinsip – prinsip sebagai berikut : Tujuan program pendidikan PLS terfokus agar peserta didik dapat menyesuaikan diri secara tepat dalam hidup. Kurikulum komprehensif yang berisi semua pengetahuan yang berguna dalam penyesuaian diri dalam hidup dan tanggung jawab sosial. Semua kegiatan belajar berdasarkan pengalaman baik langsung maupun tidak langsung. Metode mengajar hendaknya bersifat logis, bertahap dan berurutan. Dalam hubungannya dengan pengajaran, peranan peserta didik adalah penguasaan pengetahuan yang handal sehingga mampu mengikuti perkembangan Iptek.
  • 14. Kesimpulan Aliran filsafat idealisme dalam pendidikan menekankan pada upaya pengembangan bakat dan kemampuan peserta didik sebagai aktualisasi potensi yang dimilikinya. Untuk mencapainya diperlukan pendidikan yang berorienrasi pada pengenalan potensi dengan memadukan kurikulum pendidikan umum dan praktis. Kegiatan belajar terpusat pada peserta didik yang di kondisikan oleh tenaga pendidik.
  • 15.  Pendidikan menurut aliran filsafat realisme menekankan pada pembentukan peserta didik agar mampu melaksanakan tanggung jawab sosial dalam menjalani kehidupan bermasyarakat. Untuk mencapainya diperlukan pendidikan yang ketat dan sistematis dengan dukungan kurikulum yang komprehensif dan kegiatan belajar yang teratur dibawah arahan oleh tenaga pendidik.
  • 16. Aliran filsafat idealisme dan realismependidikan tidak perludipertentangkan, tetapi dapat dipilih ataudipadukan untuk menemukan aliran yangsesuai dalam melandasi teori dan praktekpendidikan untuk mencapai tujuannya.Dengan kata lain, idealisme maupunrealisme pendidikan dapat diterapkantergantung konteks dan kontennya.