Your SlideShare is downloading. ×
Fiqih
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Saving this for later?

Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime - even offline.

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Fiqih

7,560
views

Published on

Power point tentang fiqih kelas X semester ganjil lengkap

Power point tentang fiqih kelas X semester ganjil lengkap

Published in: Education

0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
7,560
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
274
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Fiqih SEMESTER GANJILOleh : - M. Yusuf Arifin - Faisal Rachmad A.
  • 2. BAB IPrinsip – prinsip ibadah dan syariah dalam islam
  • 3. • Pengertian ibadah Ibadah secara bahasa berarti ketaatan, penghambaan, dan penyambahan. Dalam pengertian istilah, ibadah adalah segala sesuatu yang diridhai Allah baik niat, perkataan, perbuatan, yang lahir dan batin serta membebaskan diri dari segalahal yang bertentangan dan menyalahinya.
  • 4. • Sumber dan dasar Ibadah Ibadah adalah amalan pokok dalam kehidupan manusia, sebab manusia diciptakan oleh Allah dalam rangka untuk mengabdi (beribadah). Allah berfirman di dalam QS Adz-dzariyat : 56.
  • 5. • Tujuan Ibadah A. Taat kepada Allah Umat islam harus menunjukkan sikap atau kepribadian yang mencerminkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah swt. B. Berbudi luhur Setiap umat islam diperintahkan berperilaku terpuji (memiliki kepribadian yang luhur), seperti hormat kepada orang tua, tetangga, tamu, guru dan memiliki kepekaan sosial yang tinggi. C. Selalu menjaga kesucian diri Agar senantiasa ingat (beribadah) kepada Allah swt, kita hendaknya menjaga kesucian diri dari kotoran, baik hadast kecil maupun hadast besar. D. Menghindari sifat munafik Allah swt memerintahkan kepada umat islam untuk menunaikan amanah kepada orang yang berhak menerimanya.
  • 6. • Prinsip – prinsipp Ibadah A. Ihlas Ihlas merupakan niat hati yang murni dan suci hanya untuk memperoleh keridhoan Allah semata. B. Ibadah sesuai tuntunan Allah dan rasul-Nya Ibadah seseorang hamba Allah sudah ditetapkan tuntunannya dan dia harus menunaikan sesuai dengan cara – cara yang telah ditetapkan syara’. C. Memilahara keseimbangan dalam beribadah Islam memberikan pedoman kepada manusia dalam mengarungi kehidupan dan menjamin kesejahteraan di dunia dan di akhirat, jasmani dan rohani.
  • 7. • Macam – macam Ibadah A. Ibadah khusus adalah ibadah yang telah ditetapkan syarat, waktu dan tatacaranya oleh Allah. B. Ibadah umum, yaitu suatu ibadah yang tata cara, waktu, jumlah, tidak ditetapkan.
  • 8. • Bentuk – bentuk ibadah A. Ibadah dalam bentuk perkataan atau lisan, seperti berzikir, berdoa, dan membaca Al-Qur’an B. Ibadah dalam bentuk perbuatan yang tidak ditentukan bentuknya, seperti membantu meringankan beban orang lain dan berpartisipasi dalam mengurus jenazah C. Ibadah dalam bentuk pekerjaan yang telah ditentukan wujudnya, seperti solat, puasa, zakat dan haji D. Ibadah yang tata dan pelaksanaanya berbentuk menahan diri, seperi puasa, iktikaf dan ihram. E. Ibadah yang sifatnya menggugurkan hak, seperti memaafkan orang lain yang telah melakukan kesalahan terhadap dirinya dan membebaskan orang yang berhutang dari kewajiban membayar.
  • 9. • Pengertian syariah Dari segi bahasa syariah berarti jalan yakni jalan. Menurut pengertian istilah, syariah adalah hukum hukum dan tata aturan Allah yang ditetapkan bagi hambanya untuk diikuti.
  • 10. • Sumber dan dasar syariah A. Al-Qur’an Al-Qur’an adalah firman Allah SWT yang berbahasa Arab yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW, untuk difahami dan selalu diingat, disampaikan secara mutawattir (bersambung), ditulis dalam satu mushaf yang diawali dengan surat Al-Fatiha dan diakhiri dengan surat An-Nas B. Sunnah Sunnah adalah segala hal yang datang dari Nabi Muhammad SAW, baik ucapan, perbuatan, ketetapan dan cita – cita Nabi SAW. C. Ijmak Ijmak adalah kesepakatan semua para mujtahid dari kaum muslimin dalam suatu masa setelah waafat Rasul SAW atas hukum syara’ yang tidak dimukakan dasar hukumnya dalam al- Qur’an dan hadist D. Qiyas Qiyas adalah manetapkan hukum suatu kejadian atau peristiwa yang tidak ada dasar nashnya dengan cara membandingkanya kepada suatu kejadian atau peristiwa yang lain yang telah ditetapkan hukumnya berdasarkan nashnya.
  • 11. • Prinsip-prinsip Syariah A. Tidak Mempersulit Dalam menetapkan hukum syariah islam, Al-Quran senantiasa memperhitungkan kemampuan manusia dalam melaksanakannya. B. Menyedikitkan Beban Dengan dasar ini kita dapat rukhsah dalam beberapa jenis ibadah, seperti: menjamak dan mengqashar dalam salat apabila dalam perjalanan dengan syara’ yang telah ditentukan. C. Penetapan Hukum secara berangsur-angsur Dalam menetapkan hukum, Al-Quran selalu mempertimbangkan, apakah mental spiritual manusia telah siap untuk menerima ketentuan yang akan dibebankan kepadanya. D. Persamaan dan Keadilan Persamaan hhak di muka bumi dalah salah satu prinsip utama syariat islam, baik yang berkaitan dengan ibadah atau muamalah.
  • 12. BAB IIZakat dan Hikmahnya
  • 13. • Pengertian Zakat Zakat menurut bahasa berarti, kasih, berkah, berkembang dan baik. Dinamakan zakat karena, dapat mengembangkan dan menjauhkan harta yang telah diambil zakatnya dari bahaya. Zakat menurut istilah berarti, sejumlah harta tertentu yang diwajibkan oleh Allah untuk diberikan kepada yang berhak menerima zakat (mustahik).
  • 14. • Dasar Hukum Zakat Zakat merupakan salah satu dari rukun islam. Setiap muslim wajib mengeluarkan zakatbagi yang telah memenuhi persyaratan, yang telah disebutkan dalam QS Al-Baqarah : 43
  • 15. • Tujuan Penerapan Zakat 1. Berkaitan dengan orang yang mengeluarkan zakat. a. Zakat membersihkan muzakki dari penyakit kikirdan membebaskan dari penyembahan harta b. Zakat adalah latihan berinfak baik dalam keadaan sempit dan lapang sebagai wujud ketaatan kepada Allah. c. Zakat adalah aktualisasi mensyukuti nikmat yang Allah berikan, terapi hati dan membersihkannya dari cinta dunia.
  • 16. 2. Berkaitan dengan penerima zakat a. Zakat akan membebaskan penerimanya dari tekanan kebutuhan, baik materi (seperti makan, pakaian, dan papan), kebutuhan psikis (seperti pernikahan), atau kebutuhan maknawiyah fikriyah (seperti buku-buku ilmiah). b. Zakat membersihkan jiwa penerimanya dari penyakit hasad (iri) dan beci.
  • 17. • Syarat Wajib Zakat 1. Merdeka Maka tidak diwajibkan zakat kepada hamba sahaya, karena hamba itu tidak memiliki harta secara sempurna. 2. Islam Bagi non muslim tidak wajib berzakat, karena zakat itu adalah suatu ibadah yang mensucikan atau membersihkan harta. 3. Baligh Menurut Abu Hanifah anak-anak dan orang gila tidak wajib berzakat karena mereka keluar dari kategori kewajiban seperti kewajiban ibadah shalat dan puasa. 4. Milik Penuh Adalah kekayaan yang berada dibawah kekuasaan pemilik dan tidak tersangkut didalamnya hak orang lain. 5. Berkembang Adalah kekayaan yang dikembangkan atau mempunyai potensi untuk berkembang produktif dan memberikan keuntungan atau pendapatan. 6. Mencapai Satu Nisab Nisab adalah jumlah minimal harta kekayaan yang harus dikeluarkan zakatnya dalam waktu tertentu. 7. Lebih Dari Kebutuhan Biasa Kebutuhan biasa adalah sesuatu yang harus ada untuk ketahanan hidup, sepeti makanan, minuman, pakaian, perumahan, dan alat-alat kerja 8. Bebas dari utang Bila mempunyai hutang yang menghabiskan atau mengurangi jumlah satu nisab, maka pemilik tidak wajib mengeluarkan zakat. 9. Berlaku satu tahun Persyaratan satu tahun hanya untuk ternak, uang, dan harta perdagangan. Sedangkan dari hasil pertanian batas nisabnya adalah pada saat panen.
  • 18. • Macam-macam dan Ketentuan Zakat 1. Zakat fitrah Zakat fitrah adalah zakat diri yang diwajibkan atas diri setiap individu lelaki dan perempuan muslim yang berkemampuan dengan syarat-syarat yang ditetapkan dan harus dikeluarkan maksimal sebelum shalat hari raya idul fitri dilaksanakan. 2. Zakat Harta (Zakat Mal) Zakat mal adalah bagian dari harta kekayaan yang wajib diberikan kepada yang berhak menerima (mustahik) setelah mencapai jumlah minimal tertentu dan setelah dimiliki selama jangka waktu tertentu pula.
  • 19. • Macam-macam Zakat Mal A. Zakat Emas dan Perak Semua ulama sepakat bahwa emas dan perak wajib dikeluarkan zakatnya. Nisab emas adalah 20 dinar atau kurang lebih sama dengan 96 gram emas dengan kadar zakat emas adalah 2,5% dan haulnya satu tahun. B. Zakat Hewan Ternak Sebagian ulama berpendapat bahwa jenis hewan yang wajib dikeluarkan zakatnya adalah unta, sapi, kerbau dan kambing. Haul dari hewan ternak tersebut adalah 1 tahun dengan nisab sebagai berikut :
  • 20. 1) Unta Jumlah Unta Besar zakat 5-9 1 ekor kambing 10-14 2 ekor kambing 15-19 3 ekor kambing 20-24 4 ekor kambing 1 ekor bintu makhdad betina (unta genap 1-2 25-35 tahun) 1 ekor bintu labun (genap 2 tahun masuk 3 36-45 tahun) 46-60 1 ekor hiqqoh (genap 3 tahun masuk 4 tahun) 61-75 1 ekor jadz’ah (genap 4 tahun masuk 5 tahun) 76-90 2 ekor bintu labun 91-120 2 ekor hiqqoh 121-129 3 ekor bintu labun
  • 21. 2) Sapi, Kerbau Jumlah Sapi Besar zakat 30-39 1 ekor sapi jantan/ betina tabi’ 40-59 1 ekor sapi jantan/ betina musinnah’ 60-69 2 ekor sapi jantan/ betina tabi’ 70-79 1 ekor sapi musinnah dan 1 ekor tabi’ 80-89 2 ekor sapi musinnah 90-99 3 ekor tabi’ (sapi berumur 1 tahun atau memasuki tahun kedua) 100-109 2 ekor tabi’ dan satu ekor musinnah (sapi berumur 1 tahun atau memasuki tahun ketiga) 110-119 2 ekor musinnah dan 1 ekor tabi’ / sapi berumur 1 tahun (masuk tahun ke-2) 120-129 3 ekor musinnah atau 4 ekor tabi’/ sapi berumur 1 tahun (masuk tahun ke-2) 130-160 Setiap 30 ekor, 1 tabi’ dan setiap 40 ekor, 1 musinnah / sapi berumur 2 tahun (masuk tahun ke-3)
  • 22. 3) Kambing Jumlah Kambing Besar Zakat 40-120 1 ekor kambing (2th) atau domba (1th) 121-200 2 ekor kambing/domba 201-399 3 ekor kambing/domba 400-499 4 ekor kambing/domba 500-599 5 ekor kambing/domba
  • 23. 4) Unggas Nisab ternak unggas dan perikanan adalah setara dengan 20 dinar (1 dinar = 4,25 gram emas murni) atau sama dengan 85 gram emas. Artinya bila seseorang beternak unggas atau perikanan, dan pada akhir tahun (tutup buku) ia memiliki kekayaan yang berupa modal keja dan keuntungan lebih besar atau setara dengan 85 gram emas murni, maka ia terkena kewajiban zakat sebesar 2,5%.
  • 24.  Contoh : Harga emas 1 gram = 100.000, nisab = 85 gram X 100.000 = 8.500.000 Seorang peternak bebek memlihara 100 ekor bebek perminggu, pada akhir tahun (tutup buku) terdapat laporan keuangan sebagai berikut : a) Bebek 5600 ekor seharga : Rp 15.000.000 b) Uang kas/Bank setelah pajak : Rp 10.000.000 c) Stok pakan dan obat-obatan : Rp 2.000.000 d) Piutang (dapat ditagih) : Rp 4.000.000 Rp 31.000.000 e) Utang jatuh tempo : Rp 5.000.000 Saldo : Rp 26.000.000 Karena saldo lebih besar dari nisab (26.000.000 > 8.500.000) maka peternak wajib membayar zakat. Besar zakat = 2,5% X Rp 26.000.000 = Rp 650.000
  • 25. C. Zakat hasil pertanian dan buah-buahan “Rasulullah mengutus mereka ke yamantuk mengajarimanusia soal agama. Maka mereka di perselisihkan untuktidak memungut zakat kecuali dari yang empat macam ini :sya’ir (gandum), kurma, dan aggur kering.” (HR Daruqutni,Hakim, Tabrani, dan Baihaqi). Adapun nisab hasil tanaman adalah lima wasaq(652,8/653 Kg), sedangkan kadar pungutan zakatnya adalah10% apabila tanaman itu disiram air hujan dan 5% jikatanaman itu disiram dengan mempergunakan alat. Mengenaihasil pertanian ini zakatnya dikeluarkan di saat memanen hasiltanaman atau buah-buahan.
  • 26. D. Zakat perdagangan Para ulama sepakat bahwa harta perdaganganwajib dikeluarkan zakatnya apabila telah mencapainisab dan haulnya. Nisab harta perdagangan samadengan nisab emas dan perak. Adapun haulnyaadalah satu tahun dan kadar zakatnya 2,5% atau 1/40dari harga barang dagangannya.
  • 27. E. Zakat harta rikaz Harta rikaz adalah harta-harta yang terpendam atautersimpan. Yang termasukk harta rikaz yakni benda-benda yangdisimpan oleh orang terdahulu di dalam tanah, seperti emas, perak,tembaga, dan pundi-pundi berharga. Adapun ma’din adalahpemberian bumi yang terbentuk dari benda lain tetapi berharga,seperti emas, perak, timah, besi, intan, batu pernata, aakik, batubara, dan minyak bumi. Orang yang menemukan benda-benda inidiwajibkan mengeluarkan zakatnya 1/5 bagian. zakat rikaz wajib tanpa syarat nisab (ukuran jumlah) dan tanpahaul (ukuran waktu). Dalam harta ma’din, meskipun satu tahunpenuh (haul) tidak diperhitungkan, tetapi zakatnya wajibdikeluarkan pada saat barang-barang atau benda-benda ituditemukan. Nilai barang tambang tersebut harus mencapai satunisab uang, yaitu 20 misqal (96 gram) untuk emas dan 200 dirham(672 gram) untuk perak. Adapun kadar zakatnya 2,5% sementara itudijelaskan bahwa harta ma’din tidak ada nisabnya dan kadarzakatnya 1/5.
  • 28. F. Zakat profesi Nisab zakat pendapatan/profesi mengambil rujukan kepada nisabzakat tanaman dan buah-buahan sebesar 5 wasaq atau 652,8 Kg gabahsetara dengan 520 dikalikan 4000 menjadi sebesar Rp 2.080.000 namunmesti diperhatikan bahwa karena rujukannya pada zakat hasil pertanianyang dengan frekuensi panen sekali dalam setahun, maka pendapatanyang dibandingkan dengan nisab tersebut adalah pendapatan selamasetahun.Menurut Yusuf Qardhawi perhitungan zakat profesi dibedakan menurutdua cara :1) Secara langsung, zakat dihitung dari 2,5% dari penghasilan kotor secaralangsung, baik dibayarkan bulanan atau tahunan. Metode ini lebih tepatdan adil bagi mereka yang diluaskan rezekinya oleh Allah. Contoh :seseorang dengan penghasilan Rp 3.000.000 tiap bulannya, maka wajibmembayar zakat sebesar: 2,5% X 3.000.000 =Rp 75.000/bulan atau Rp900.000/tahun.2) Setelah dipotong dengan kebutuhan pokok, zakat dihitung 2,5% dari gajisetelah dipotong dengan kebutuhan pokok. Metode ini lebih adilditerapkan oleh mereka yang penghasilannya pas-pasan. Contoh :seseorang dengan penghasilan Rp 1.500.000,- dengan pengeluaran untukkebutuhan pokok Rp 1.000.000 tiap bulannya, maka ia wajib membayarzakat sebesar: 2,5% X (1.500.000-1.000.000) = Rp 12.500/bulan atau Rp150.000/tahun.
  • 29. • Golongan Penerima Zakat (mustahik) 1. Orang fakir adalah orang yang amat sengsara hidupnya, tidak mempunyai harta dan tenaga untuk memenuhi penghidupannya. 2. Orang miskin adalah orang yang tidak cukup penghidupannya dan dalam keadaan kekurangan. 3. Pengurus zakat adalah orang yang diberi tugas untuk mengumpulkan dan membagi zakat. 4. Muallaf adalah orang kafir yang ada harapan masuk islam dan orang imannya masih lemah. 5. Memerdekakan budak adalah mencakup juga untuk melepasskan muslim yang ditawan oleh orang-orang kafir. 6. Orang berhutang (gharim) adalah orang yang berhutang karena untuk kepentingan yang bukan maksiat dan tidak sanggup membayarnya. 7. fi sabilillah adalah untuk keperluan pertahanan islam dan kaum muslimin. 8. Ibnu Sabil adalah orang yang sedang dalam perjalanan yang bukan maksiat mengalami kesengsaraan dalam perjalanannya.
  • 30. • Hikmah Penerapan Zakat 1. Menolong, membina dan membangun kaum dhuafa yang lemah dengan materi sekedar untuk memenuhi kebutuhan pokok hidupnya. 2. Memberantas penyakit iri hati, rasa benci dan dengki dari diri orang- orang disekitarnya berkehidupan cukup, apalagi mewah. 3. Dapat mensucikan diri (pribadi) dari kotoran dosa, memurnikan jiwa (menumbuhkan akhlak mulia menjadi murah hati, peka terhadap rasa kemanusiaan) dan mengikis sifat kikir serta serakah. 4. Dapat menunjang terwujudnya sistem kemasyarakatan islam yang berdiri atas prinsip-prinsip: ummatan wahidan (umat yang satu), musawah (persamaan derajat, dan kewajiban), ukhuwah islamiyah (persaudaraan islam), dan takaful ijtima’ (tanggung jawab bersama). 5. Menjadi unsur penting dalam mewujudkan keseimbangan dalam distribusi harta dan keseimbangan tanggung jawab individu dalam masyarakat. 6. Zakat adalah ibadah maaliyah (masalah harta) yang mempunyai dimensi dan fungsi sosial ekonomi atau pemerataan karunia Allah dan juga merupakan perwujudan solidaritas sosial. 7. Mewujudkan tatanan masyarakat yang sejahtera dimana hubungan seseorang dengan yang lainnya menjadi rukun, damai dan harmonis yang akhirnya dapat menciptakan situasi yang tentram, aman lahir batin.
  • 31. BAB IIIHAJI DAN HIKMAHYA
  • 32. • Pengertian Haji Menurut etimologi, kata hhaji mempunyai arti qashd, yakni tujuan, maksud, dan menyengaja. Menurut istilah, haji adalah menuju ke baitullah pada waktu dan tempat-tempat tertentu untuk melaksanakan amalan-amalan ibadah yang telah ditentukan syari’at islam. Waktu yang ditentukan adalah pada bulan- bulan haji yang dimulai dari syawal sampai sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Tempat-tempat tertentu adalah Makkah yakni dilingkungan Masjidil Haram, Arafah, muzdalifah, dan Mina. Dan amalan tertentu adalah Tawaf, sa’I, wukuf, mabit di Muzdalifah, melontar jumrah, mabit di Mina, dan lain-lain.
  • 33. • Dasar Pelaksanaan Haji QS Al-Baqarah ayat 197 QS Ali-Imran ayat 97 Hadist riwayat Bukhari dan Muslim Hadist riwayat Ahmad Hadist riwayat Muslim
  • 34. • Syarat Haji 1. Islam 2. Baligh/Dewasa 3. Berakal 4. Merdeka (bukan budak) 5. Mampu melaksanakan ibadah haji a. Sehat Jasmani dan rohani b. Memiliki uang yang cukup untuk ongkos haji pukang pergi serta mempunyai bekal selama menjalankan ibadah haji. c. Keamanan yang cukup selama perjalanan dan melakukan ibadah haji serta keluarga dan harta yang ditinggalnya selama berhaji.
  • 35. • Rukun Haji Rukun haji adalah hal-hal yang wajib dilakukan dalam berhaji yang apabila ada yang tidak dilaksanakan, maka dinyatakan tidak sah dan harus mengulang di kesempatan berikutnya
  • 36. A. Ihram Menurut bahasa: berasal dari kata yaitu terlarang atau tercegah. Menurut istilah: Niat untuk mengerjakan haji atau umroh untuk kaum muslimin yang hendak menunaikan "Ibadah Haji ataupun Umroh" ke Tanah suci Mekkah. Dengan menggunakan pakaian Ihram yaitu pakaian putih yang disebut juga pakaian suci. Ihram untuk pria adalah pakaian yang bersifat unik dan spesifik karena tidak bisa dijahit. Cara memakainya dililitkan ke sekeliling tubuh. Mengenkan pakaian ihram merupakan pertanda ibadah haji mulai dilakukan. Dinamakan " ihram "karena dengan berniat masuk ke dalam pelaksanaan ibadah haji atau umrah, seseorang dilarang berkata dan beramal dengan hal-hal tertentu, seperti jima , menikah, melontarkan ucapan kotor, dan lain-sebagainya jika dilanggar membayar fidyah.
  • 37. B. Wukuf Menurut bahasa: berhenti atau berdiam diri Menurut istilah: berhenti di Arafah (nama tempat yang letaknya kurang lebih 20 km dari kota Mekkah) sejak tergelincirnya matahari pada tanggal 9 Dzulhijah sampai terbit fajar pada tanggal 10 Dzulhijah. Arafah berasal dari kata A-ra-fa , yang berarti mengerti dan paham pada sesuatu.C. Tawaf Menurut bahasa Kata tawaf adalah bentuk jamak dari kata Taif , artinya orang yang bertawaf di sekitar Baitul Haram (Kabah) Menurut istilah: mengelilingi Kabah sebanyak 7 kali putaran, di mana tiga kali pertama dengan lari-lari kecil (jika mungkin) dan selanjutnya dengan berjalan biasa. Tawaf dimulai dan berkir di Hajar Aswad (tempat batu hitam) dengan menjadikan Baitullah di sebelah kiri
  • 38.  Macam-Macam Tawaf 1. Tawaf Ifadah Tawaf Ifadah adalah salah satu dari beberapa rukun haji, yang harus dilaksanakan sendiri jika tidak hajinya batal. Tawaf inii dilaksanakan setelah semua rangkaian ibadah haji telah diselesaikan. 2. Tawaf Qudum Tawaf qudum yaitu, Tawaf pembukaan atau tawaf selamat datang yang dilakukan pada waktu jamaah baru tiba di Mekkah. Hukum untuk tawaf qudum adalah sunnah, maka jika tidak dilaksanakan tawaf qudum tidak membatalkan ibadah haji ataupun umrah. 3. Tawaf Wada Tawaf Wada atau Tawaf perpisahan adalah salah satu ibadah wajib untuk dilaksanakan sebagai pernyataan perpisahan dan penghormatan kepada baitullah dan Masjidil Haram. Tawaf ini cukup dikerjakan dengan berjalan biasa. 4. Tawaf Sunnat Tawaf Sunnat adalah tawaf yang bisa dilakukan kapan saja kalau dilakukan saat baru memasuki Masjidil Haram, tawaf ini berfungsi sebagai pengganti shalat tahiyatul masjid.
  • 39. D. Sa’I Menurut bahasa: lari-lari kecil / jalan cepat Menurut istilah: aktivitas ibadah haji (rukun haji / umrah) yang dilakukan dengan lari-lari kecil / jalan cepat sebanyak tujuh kali dimulai dari Shofa dan diakhiri di Marwah. Shofa adalah gunung kecil tempat orang memulai sai. Marwah adalah gunung kecil tempat orang mengakhiri Sai. Tapi saat ini keduanya sudah menjadi bagian dari komplek Masjid Haram dan sudah tidak tampak sebagai gunung.
  • 40. E. Tahallul Menurut bahasa tahallul berarti menjadi boleh atau diperbolehkan. Denga demikian tahallul ialah diperbolehkan atau disebabkannya seseorang dari larangan atau pantangan ihram. Pembebasan tersebut ditandai dengan tahallul yaitu dengan mencukur atau memotong rambut sedikitnya 3 helai rambut.F. Tertib Dalam melaksanakan ibadah haji harus dilakukan berdasarkan urutan yang telah ditentukan oleh Nabi SAW.
  • 41. • Wajib Haji1. Ihram dari miqat2. Bermalam di Muzdalifah pada 10 Dzulhijjah3. Bermalam di Mina selama 2 atau 3 malam pada hari tasyrik4. Melempar jumrah aqabah sebanyak tujuh kali5. Melempar jumrah ula, wustha, dan aqabah sebanya masing-masing tujuh kali pada hari tasyrik6. Meninggalkan segala sesuatu yang di haramkan karena Ihram
  • 42. • Sunnah Haji Mandi ketika akan memulai ihram Memakai wangi-wangian pada tubuhnya sebelum mengucapkan talbiyah ihram Berihram dengan mengenakan dua helai kain putih Mengeraskan suara ketika bertalbiyah Bertahmid, bertasbih dan bertakbir Berihram menghadap kiblat Mengusap hajar aswad Bertakbir setiap melewati hajar aswad Shalat dua rakaat di belakang makam Ibrahin setelah tawaf
  • 43. • Miqat Haji Miqat ialah batas dimulainya ibadah haji. 1. Miqat zamani Miqat zamani ialahbatasan waktu melakukan ibadah haji. Yaitu pada bulan- bulan haji. 2. Miqat Makani Miqat makani ialah batasan tempat dimulainya ibadah haji.
  • 44. Macam-Macam Miqat Makani Dzul Hulaifah , miqat bagi orang-orang di sekitar Madinah Juhfah , miqat bagi penduduk Saudi Arabia bagian utara dan negara-negara Afrika Utara dan Barat,serta penduduk negeri Syam Qarnul Manazil , miqat bagi penduduk Najd dan yang setelahnya dari negara-negara Teluk, Irak,Iran, penduduk bagian selatan Saudi Arabia yang berada di seputar pegunungan Sarat Yalamlam , miqat penduduk negara Yaman, Indonesia, Malaysia, dan sekitarnya Dzatu Irqin , penduduk negara-negara Irak dan yang melewatinya
  • 45. • Umrah Umrah sering juga disebut haji kecil. Umrah dapat dilaksanakan kapan saja. Untuk tatacara pelaksanaan umrah, maka perlu di perhatikan hal-hal berikut : o Disunnahkan mandi besar sebelum ihram o Memakai pakaian ihram o Niat umrah kemudian bertalbiyah o Tawaf sebanyak 7 kali putaran o Shalat 2 rakaat dibelakang makam Ibrahim o Sa’i o Tahallul
  • 46. • Pelaksanaan haji dan umrah 1. Haji Ifrad Haji Ifrad berarti melakukan ibadah haji terlebih dahulu , kemudian mengenakan ihram kembali dengan niat untuk umrah. 2. Haji Tamattu Haji Tamattu berarti melakukan umrah terlebih dahulu, kemudian melaksanakan ibadah haji ditahun yang sama. 3. Haji Qiran Maksudnya menyatukan berihram untk melaksanakan ibadah haji dan umroh.
  • 47. • Larangan Haji 1. Melakukan hubungan seksual. 2. Melakukan perbuatan maksiat dan terela. 3. Bertengkar dengan orang lain. 4. Memakai pakaian yang berjahit bagi laki-laki. 5. Memakaiwangi-wangian. 6. Memakai khuff. 7. Melakukan akad nikah. 8. Memotong kuku. 9 Mencukur ataumencabut rambut. 10. Memakai pakaian yang berbau harum. 11. Membunuh binatang buruan. 12. Memakan daging binatang buruan.
  • 48. • Hikmah Ibadah Hajia. Melepaskan diri dari hawa nafsub. Memperteguh iman dan taqwa kepada Allahc. Menambahkan jiwa tauhid yang tinggid. Sebagai tindak lanjut dalam pembentukan sikap mental dan akhlak yang muliae. Ibadah haji merupakan pernyataan umat islam sedunia menjadi umat yang satuf. Ibadah haji merupakan muktamar akbar umat islam seduniag. Memperkuat fisik dan mentalh. Menumbuhkan semangat berkorbani. Dengan melaksanakan ibadah haji bisa dimanfaatkan untuk membina persatuan dan kesatuan umat islam sedunia
  • 49. BAB IVHIKMAH KURBAN DAN AKIKAH
  • 50. A. Kurban 1. Pengertian kurban Kurban (udhhiyyah) adalah nama bgi sesuatu yang disembelih dari jenis hewan ternak seperti : Kambing, unta, kerbau, sapi, kibas dan domba pada hari raya Idul ‘Adha dan hari tasyrik, yaitu tanggal 11, 12, 13 Dzulhijjah, dalam rangka mendekatkan diri pada Allah. 2. Dasar Hukum Pelaksanaan Kurban Sebagian ulama berpendapat bahwa kurban itu wajib, Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, Maka dirikanlah shalat karena Rabb-mu, dan berqurbanlah.”[Al-Kautsar: 2]
  • 51. sedangkan sebagian lain berpendapat sunnahAllah ‘Azza wa Jalla juga menjelaskan bahwa ibadah agung ini adalah salah satu simbol syariat-Nyasebagaimana dalam firman-Nya,“Dan telah Kami jadikan unta-unta itu untuk kalian sebagai bagian dari syiar Allah, yang kalianmemperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah oleh kalian nama Allah ketika kalianmenyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). Kemudian, apabila (unta-unta itu)telah roboh (mati), makanlah sebagiannya serta beri makanlah orang yang rela dengan sesuatuyang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telahmenundukkan unta-unta itu untuk kalian, mudah-mudahan kalian bersyukur. Daging-daging untadan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan darikalianlah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kalian supayakalian mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kalian. Dan berilah kabar gembirakepada orang-orang yang berbuat baik.” *Al-Hajj: 36-37] Syarat - syaratnya sebagai berikut : a. Islam b. Merdeka c. Baligh lagi berakal d. Mampu untuk berkurban
  • 52. 3. Tata cara pelaksanaannya a. Binatang yang dikurbankan adalah jenis unta, lembu atau kerbau, kambing biasa yang berumur dua tahun atau telah berumur satu tahun atau telah gugur giginya sesudah enam bulan meskipun belum cukup satu tahun b. Binatang itu disyaratkan tudak cacat, tidak buta sebelah atau kedua-duanya, tidak pincang, tidak terlalu kurus, tidak terpotong lidahnya, tidak mengandung atau baru melahirkan anak, tidak berpenyakit atau berkudis. c. Waktu menyembelihnya sesudah terbit matahari setelah shalat idul adha dan pada hari tasyrik tanggal 11, 12, 13 Dzulhijjah d. Orang yang melaksanakan qurban disunnahkan makan 1/3 dari daging kurban dan sisanya disedekahkan pada fakir miskin dan dihadiahkan pada yang mampu
  • 53. 4. Hikmah pelaksanaan qurban a. Menghidupkan sunnah Nabi Ibrahim AS. b. Mendidik jiwa kearah taqwa c. Mengikis sifat tamak dan mewujudkan sifat murah hati d. Menghapuskan dosa dan mengkarapkan keridaan Allah SWT e. Menjalin hubungan kasih sayang antar manusia
  • 54. B. Akikah 1. Pengertian akikah Akikah berasal dari bahasa arab aqqa yang artinyamemotong atau mambelah, rambut yang tumbuhdiatas kepala bayi sejak lahir nama kambing yangdisembelih untuk kepentingan bayi dan lain-lain.Menurut istilah akikah berarti binatang yangdisembelih sebagai kurban atas anak yang baru lahirsebagai bentuk syukur kepada Allah SWT.
  • 55. 2. Dasar hukum pelaksanaan akikah Pelaksanaan Aqiqah hendaknya dilakukan pada hari ketujuh. Dalampelaksanaan itu, orang tua diperintahkan menggunduli rambut bayi danmemberi nama yang baik, sebagaimana disabdakan Rasulullah saw., Setiap anak yang lahir tergadai aqiqahnya yang disembelih pada hari ketujuh,dan pada hari itu ia diberi nama dan digunduli rambutnya.” (Hadits SahihRiwayat Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’I, Ibnu Majah, Baihaqi dan Hakim).Hadits lain tentang Aqiqah adalah:Aisyah berkata, “Rasulullah Saw pernah beraqiqah untuk Hasan dan Huseinpada hari ketujuh…” (HR. Ibnu Hibban, Hakim dan Baihaqi)ada beberapa perbedaan pendapat diantara para ulama Secara ringakas bisasaya uraikan sebagai berikut : a. Pelaksanaan akikah hukumnya wajib. Pendapat ini merupakan pendapat Mazhab Zhahiriyah b. Hukumnya sunnah. Pendapat ini merupakan pendapat sebagian besar ulama
  • 56. 3. Tata cara pelaksanaan akikah a. Hendaknya binatang itu berumur satu tahun lebih atau memasuki dua tahun, jika binatang itu biri-biri atau kambing b. Hendaknya binatang sembelihan itu tidak cacat c. Waktu yang dianjurkan melaksanakan akikah adalah tujuh hari setelah kelahiran d. Dianjurkan agar akikah itu disembelih atas nama anak yang dilahirkan e. Diperbolehkan mengadakan acara walimah akikah
  • 57. 4. perbedaan antara ‘aqiqah dengan qurban:• ‘Aqiqah tidak terikat pada masa tertentu, sedangkan qurban dilakukan pada masa-masa tertentu, iaitu selepas sembahyang dan khutbah Hari Raya ‘Aidil Adha hingga 13 Zulhijjah.• Daging ‘aqiqah boleh diberi milik kepada orang kaya manakala daging qurban hanya boleh diberi kepada fakir miskin.• ‘Aqiqah dilakukan sempena menyambut kelahiran anak sebagai tanda kesyukuran kepada Allah, manakala qurban dilakukan kerana memperingati peristiwa pengorbanan Nabi Ibrahim dan anaknya, Isma‘il.• Daging qurban sunat disedekahkan secara mentah, sedangkan daging ‘aqiqah sunat disedekahkan setelah dimasak
  • 58. 5. HIKMAH ‘AQIQAH ‘Aqiqah mengandungi beberapa hikmah,antaranya:• Sebagai tanda kesyukuran kita kepada Allah kerana telah mengurniakan anak.• Untuk mengisytiharkan kepada masyarakat umum tentang anugerah yang dikurniakan oleh Allah.• Untuk memulakan kehidupan anak dengan perkara- perkara kebaikan.• Mengeratkan hubungan silaturrahim antara ahli-ahli masyarakat dengan keluarga yang dikurniakan anak.• Melahirkan rasa kegembiraan kerana mendapat zuriat yang menepati sunnah Rasulullah.
  • 59. BAB VKetentuan hukum islam tentang pengurusan jenazah
  • 60. A. Pengertian Pengurusan Jenazah Dalam pengertian bahasa, kata jenazah diartikansebagai seseorang yang telah meninggal dunia dandiletakkan dalam usungan. Pengurusan jenazah adalahperbuatan-perbuatan seorang muslim terhadapseorang muslim lain yang meninggal yang meliputimemandikan, mengafani, menyalati dan menguburkan.Hukum pelaksanaan pengurusan jenazah adalah fardukifayah.
  • 61. • Dasar Hukum Jenazah Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Barangsiapa yang menyaksikan jenazah sampai ia menyolatkannya, maka baginya satu qiroth. Lalu barangsiapa yang menyaksikan jenazah hingga dimakamkan, maka baginya dua qiroth." Ada yang bertanya, "Apa yang dimaksud dua qiroth?" Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam lantas menjawab, "Dua qiroth itu semisal dua gunung yang besar." (HR. Bukhari no. 1325 dan Muslim no. 945)
  • 62. C. Tata cara pengurusan jenazah 1. Memandikan Tata cara memandikan jenazah adalah melaksanakanya di tempat tertutup yang tidak dilihat orang lain, tidak ada yang hadir selain yang ikut memandikan atau yang membantunya. Terhadap jenazah yang dinilai syahid keadaanya tidak dianjurkan dimandikan. 2. Mengafani Mengafani jenazah adalah kegiatan membungkus seluruh tubuh mayat dengan kain dengan tatacara tertentu.Perlengkapan yang diperlukan untuk mengafani jenazah adalahsebagai berikut : a. Kain untuk mengafani secukupnya, diutamakan berwarna putih b. Kain kafan untuk jenazah laki-laki 3 lembar, sedangkan untuk perempuan 5 lembar kain c. Meletakkan kain memanjang searah tubuhnya, diatas tali- tali yang disediakan
  • 63. setelah semua perlengkapan sudah disiapkan, maka dimulailahmengkafani jenazah dengan urutan sebagai berikut : a. Jenazah diletakkan membujur diatas kain kafan b. Lepaskan kain selubung dalam keadaan aurat tertutup c. Tutuplah dengan kapas lubang-lubang yang mengeluarkan cairan d. Bagi jenazah laki-laki ditutup dengan 3 lembar kain dengan sampul sebelah kiri e. Bagi jenazah yang berambut panjang hendaknya dikepang f. Bagi jenazah perempuan, kenakan 5 lapis kain, yaitu kerudung, baju kurung, kain basahan untuk aurat, dan 2 lembar kain penutup, sampul sebalah kiri
  • 64. 3. Menyalatkan Salat jenazah adalah salat yang dikerjakan sebagairangkaian ibadah yang dikerjakan sebelum jenazahdikuburkan. Hukum pelaksanaan shalat jenazah adalahfardhu kifayah. Dalam pelaksanaan shalat jenazah, posisi imamberbeda-beda sesuai dengan keadaan jenazah.Perbedaan tersebut adalah :a. Apabila jenazah laki-laki maka posisi imam tepat didekat kepala jenazahb. Apabila perempuan, imam berada di tengah badan jenazahc. Pembagian shaf dalam shalat jenazah hendaknya dibariskan menjadi tiga baris
  • 65. Shalat jenazah tidak dilakukan dengan ruku’, sujudmaupun iqamah, melainkan dalamposisi berdirisejak takbiratul ihram hinga salam.shalat jenazahdilaksanakan dengan 4 kali takbir kemudian diakhiridengan salama. Takbir pertama membaca Al-Fatihahb. Takbir kedua membaca shalawat nabic. Takbir ketiga membaca doa untuk yang meninggald. Takbir yang keempat membaca doa dan salam
  • 66. 4. Menguburkan Liang kubur hendaknya dibuat yang dalam, padatanah yang kuat. Dua atau tiga orang dari keluargadekat jenazah masuk kedalam liang kubur untukmenerima dengan menghadap kiblat untuk meletakkanjenazah, kemudian memiringkan jenazah ke sisi kanan,menghadap kiblat. Setelah membuka sejumlah ikatanpada kain kafan jenazah ditutup dengan papan, bambuatau batu lempeng kemudian menutup seluruh bagianliang kubur.
  • 67. D. Kewajiban terhadap harta peninggalan 1. Mengurus dan membiayai pengurusan jenazah 2. Melunaci hutang hutangnya 3. Memenuhi dan melaksanakan wasiat 4. Membagi harta waris kepada ahli waris yang berhakE. Hikmah penyelenggaraan jenazah 1. Merupakan manifestasi dari perasaan ukhwah islamiyah 2. Mewujudkan ketinggian agama islam 3. Lebih mempertegas ajaran islam tentang persamaan kedudukan manusia dihadapan Allah 4. Menyadarkan diri akan kenyataan bahwa setiap manusia akan mengalami kematian