Pengertian Internet Bab II

1,083 views

Published on

Definisi Internet

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,083
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
6
Actions
Shares
0
Downloads
20
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pengertian Internet Bab II

  1. 1. BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Definisi Internet Internet merupakan kepanjangan dari Interconnection Networking. Menurut Jill. H. Ellsworth dan Matthew. V. Ellsworth : “Internet is : large interconnected network of network computer linking people and computer all over the world, via phone line, satellites and other telecommunication systems”. Pengertiannya adalah internet adalah jaringan besar yang saling berhubungan dari jaringan-jaringan komputer yang menghubungkan orang-orang dan komputerkomputer diseluruh dunia, melalui telepon, satelit dan sistem-sistem komunikasi yang lain. Internet dibentuk oleh jutaan komputer yang terhubung bersama dari seluruh dunia, memberi jalan bagi informasi untuk dapat dikirim dan dinikmati bersama. Untuk dapat bertukar informasi, digunakan protocol standar yaitu Transmision Control Protocol dan internet Protocol yang lebih dikenal sebagai TCP/IP. 2.2. World Wide Web World Wide Web lebih dikenal dengan singkatan www adalah sekumpulan informasi yang dapat diakses melalui program browser Internet Explorer (IE), Mozilla Firefox, Opera. Web terdiri dari dua komponen dasar yaitu: 1. Server Web Sebuah komputer (server) dan software yang menyimpan dan mendistribusikan data komputer lainnya melalui jaringan internet. 2. Browser Web Adalah software yang dijalankan pada komputer pemakai (client) yang meminta informasi dari server web dan menampilkannya sesuai dengan file data itu sendiri. 5
  2. 2. 6 Saat ini terdapat banyak macam software aplikasi browser antara lain Internet Explorer dan Mozilla Firefox. 2.3. Homepage Homepage merupakan halaman pembuka pada sebuah situs web yang memiliki hubungan kehalaman lain. Halaman web dapat berupa grafis, suara, animasi dan efek-efek lain sebagai tambahan text. Sebuah halaman dapat dihubungkan ke halaman lain untuk memberikan informasi tambahan yang diperlukan. Hubungan antar halaman atau antar situs web dikenal dengan istilah hyperlink. 2.4. Browser Browser web digunakan untuk dapat mengakses web. Browser memiliki jendela atau window yang dapat menampilkan halaman web, sekumpulan toolbar dan menu yang memungkinkan pengguna untuk mengekplorasi atau menjelajah halaman pada sebuah situs web. 2.5. Definisi Script Script adalah semacam program yang terdiri dari sebuah set intruksi-intruksi untuk sebuah aplikasi atau utility program. Sebuah script dapat disatukan didalam sebuah web page. Terdapat dua jenis script yaitu script client dan script server. Script yang berjenis server side secara umum dapat dikatakan bahwa script tersebut diolah oleh server. Akibat yang muncul saat script tersebut diolah oleh server adalah : 1. Script tersebut harus diterjemahkan oleh sebuah server sebelum dikirim ke browser. Setelah berhasil diterjemahkan script tersebut akan diubah menjadi HTML murni dan selanjutnya dikirim ke browser untuk ditampilkan ke jendela monitor. 2. Server yang dipakai dituntut harus memiliki kemampuan untuk menerjemahkan kode-kode script.
  3. 3. 7 3. Kode-kode script tidak bisa terbaca oleh orang lain karena script tersebut telah diolah menjadi HTML murni, sehingga script berjenis server side aman dari intipan programmer lain. 4. Kita tidak perlu gelisah akan kemampuan browser para pengunjung situs kita, apakah browser tersebut mampu menerima script kita atau tidak, mengingat script telah diolah oleh server dan dikembalikan ke browser dalam wujud HTML murni. Script berjenis client side adalah sebuah script yang langsung diolah oleh browser. Akibatnya kita akan menemui hal-hal : 1. Browser harus memiliki kemampuan menerjemahkan kode-kode yang ada pada script. Jika tidak mampu maka hasilnya tak bisa dinikmati di layar browser. 2. Script bisa kita letakkan di server manapun sebab server tidak bertanggung jawab dalam mengelola kode-kode script. 3. Kode-kode script dapat dilihat dengan mudah oleh orang lain sehingga script jenis ini tak aman dan mudah diambil orang lain. Contoh-contoh dari script berjenis client side adalah Vbcript, Jscript, JavaScript. Sedangkan script yang berjenis server side antara lain adalah ASP, CouldFusion, Perl dan PHP. 2.6. PHP : Hypertext Processor (PHP) Apakah PHP itu ? Menurut PHP manual book yang dibuat oleh Stig Saether Bakken dan rekan, yang dimaksud PHP adalah : “PHP (officially “PHP: Hypertext Preprocessor”) is a server-side HTML-embedded scripting language.” Pengertiannya adalah PHP merupakan kepanjangan “PHP : Hypertext Preprocessor adalah sebuah bahas script berjenis server side yang menyatu dengan HTML. Sintaks dan perintah-perintah yang dimasukkan akan sepenuhnya dijalankan dan dikerjakan oleh server dan disertai pada halaman HTML biasa. PHP bertujuan untuk membuat aplikasi-aplikasi yang dijalankan diatas taknologi Web. Dalam hal ini, aplikasi pada
  4. 4. 8 umumnya akan memberikan hasil pada Web browser, tetapi prosesnya secara keseluruhan dijalankan dan dikerjakan di Web server. 2.6.1. Sintaks Dasar PHP Ada empat macam cara penulisan kode PHP, yaitu : 1. <? echo (“ini adalah script PHPn”); ?> 2. <? php echo(“ini adalah script PHPn”); ?> 3. <script language=”php”> echo (“tulis pakai ini jika HTML editor yang dipakai tidak mengenali PHP”); </script> 4. <% echo (“kalau yang ini mirip dengan ASP”);%> Anda dapat memilih salah satu dari empat cara tersebut. Tapi yang paling sering digunakan adalah cara pertama dan kedua. Perhatikan bahwa tiap akhir baris harus selalu diberi tanda titik koma (;). Seperti pada bahasa pemograman lain, Anda pun bisa meletakkan baris komentar pada program. Pada PHP caranya adalah dengan meletakkan komentar tersebut disebelah kanan tanda // jika komentar satu baris /* dan /* jika komentar lebih dari satu baris. Contoh: <? echo (“latihan PHP”); //ini adalah contoh komentar satu baris /* kalau yang ini adalah komentar lebih dari satu baris */ echo (_”memang mudah”); ?> 2.6.2. Tipe Data pada PHP PHP mengenal tiga macam tipe data, yaitu : 1. Integer Yang termasuk dalam tipe data ini adalah bilangan bulat (tidak pakai koma).
  5. 5. 9 Contoh : $a = 1234 // decimal $b = -1234 // negative $c = 0123 // octal $d = 0x12 // heksadesimal Pernyataan seperti $a = 1234 disebut pernyataan penugasan. Dalam contoh tersebut maksudnya adalah memberi nilai 1234 ke variable $a. 2. Floating Point Number Disebut juga bilangan pecahan. Terdapat tanda titik yang merupakan pemisah antara bagian bulat dan pecahaan. Contoh : $a = 1.234 // bentuk biasa $b = 1.2e3 // bentuk exsponensial 3. String String merupakan tipe data yang terdiri dari huruf (teks), angka dan karakterkarakter lainnya. Teks, angka dan karakter lainnya dapat digabungkan jika ingin membentuk sebuah kalimat atau pernyataan tertentu. Untuk memasukkan nilai string selalu diapait tanda kutip ganda seperti contoh : Contoh : $a = “ini adalah tipe data string” 2.6.3. Array Array merupakan tipe data terstruktur yang berguna untuk menyimpan sejumlah data yang bertipe sama. Bagian yang menyusun array disebut elemen array, yang masing-masing elemen dapat dapat diakses tersendiri melalui indeks array. Terdapat dua macam type array yaitu array berdimensi satu dan multidimensi. 1. Array berdimensi satu Pemakaian array berdimensi satu adalah sebagai berikut. Contoh :
  6. 6. 10 <? $kota[0] = “Yogyakarta”; $kota[1] = “Jakarta”; $kota[2] = “Malang”; $kota[3] = “Purwokerto”; print (“Kota favorit saya adalah $kota[2]”); ?> Kode diatas jika dijalankan pada browser, akan muncul tulisan : Kota favorit saya adalah Malang Indeks array dimulai dari 0. Jadi indeks array 0 menyatakan elemen pertama dari array, indeks array 1 menyatakan elemen array kedua, dan seterusnya. 2. Array Multidimensi Yang termasuk dalam tipe data ini adalah bilangan bulat (tidak pakai koma). Contoh : <? $buah = array( “apel”=> array( “warna”=> “merah”, “rasa “=> “manis” ), “pisang” => array( “warna” => “kuning”, “rasa” => “manis” ) ); ?> print (“Warna buah apel adalah “); print ($buah[“apel”][“warna”]),”<br>”; print (“Rasa buah pisang adalah”);
  7. 7. 11 print($buah[‘pisang”][“rasa”]); ?> Kode di atas akan menghasilkan tulisan : Warna buah apel adalah merah Rasa buah pisang adalah manis 2.6.4. Struktur Kontrol Struktur kontrol atau struktur keputusan yang dikenali oleh PHP terdiri dari struktur If dan struktur Elseif. 1. Statement If Statement If digunakan untuk menguji suatu kondisi, jika kondisi bernilai benar maka Statement akan dieksekusi, jika kondisi bernilai salah maka statement tidak akan dieksekusi, dan program akan melanjutkan perintah-perintah selanjutnya dalam script. Struktur dari statement if dalam PHP adalah sebagai berikut : If (Kondisi) Statement Contoh : menampilkan nilai dari variabel a, jika variabel a lebih besar dari variabel x $a = ; $b = $a-2; if ($a>$b) print “$a lebih besar dari $b”; Karena variabel a lebih besar dari b maka program akan menampilkan pernyataan yang dibawah if ( 10 lebih besar dari 8 ) 2. Statement Elseif Statement elseif juga digunakan untuk menguji suatu kondisi, hampir sama dengan statement if, namun dalam statement if…elseif, jika kondisi dari statement if bernilai salah maka program atau script akan memeriksa kondisi
  8. 8. 12 kondisi berikutnya yang ada pada elseif, demikian seterusnya. Struktur statement else if dalam PHP adalah : If (kondisi) { statement } elseif(kondisi) { statement } else { statement } Contoh berikut akan menampilkan nilai dari variabel berdasarkan kondisi yang diuji : $a = 10; $b =$a-2; if ($A>$b){ print “$A lebih besar dari $b;} elseif ($a = $b) { print “$a sama dengan $b;} else{ print “$a lebih kecil $b;} Karena kondisi dari statement if pertama adalah True maka program akan menampilkan pernyataan yang ada pada statement if pertama ( 10 lebih besar dari 8 ), kemudian program akan keluar control struktur tersebut.
  9. 9. 13 2.6.5. Struktur Pengulangan (Loop) Struktur pengulangan atau loop diterapkan pada situasi suatu intruksi atau grup dari intruksi yang diproses berulang kali sampai pada kondisi yang diinginkan sudah terpenuhi, Struktur pengulangan atau loop yang dikenali oleh PHP adalah for loop dan while loop. 1. For Loop Dalam PHP struktur pengulangan for loop ditulis dengan sintak : For (Inisialisasi, Pengulangan, Penambahan) statement Contoh: For($a=1;$a<=5;$a++) {print $a; } Pada contoh diatas, pertama nilai a diberikan=1, kemudian pada bagian pengulangan ($a<=5) jika variabel a masih lebih kecil atau sama dengan 5 maka program akan terus melaksanakan perintah dibawah for, pada bagian penambahan ($a++) setiap selesai pengulangan maka nilai a ditambah dengan 1, kemudian program akan kembali ke pengulangan untuk menguji kondisi nilai dari a, jika masih lebih kecil dari 5 maka program akan melaksanakan perintah dibawah for, demikian seterusnya sampai a bernilai lebih dari 5. 2. While loop While adalah jenis pengulangan yang sederhana. Bentuk sintak penulisannya dalam PHP adalah sebagai berikut : While (kondisi) statement While mengulang statement selama kondisi bernilai benar. Contoh : $x = 1; while ($x<=10 ){ print $x++; /*setelah nilai x ditampilkan, kemudian var x ditambah dengan 1 (x++) */
  10. 10. 14 } 2.7. POST dan GET Merupakan motode pingiriman data pada form HTML. Terdapat dua tipe pengiriman yaitu post dan get. 1. HTTP_POST_VARS Digunakan jika dalam form HTML ditetapkan methode pengiriman datanya menggunakan : Method=”post” Contoh : dibawah dibuat suatu HTML form, ketikan dan simpan dengan nama test.html, yang mana methode pengiriman datanya menggunakan method=”post” Karena methodnya menggunakan “post”, maka data yang dikirim dari form dalam file script PHP ditampung pada variabel array “$HTTP_POST_VARS” <form action=”mytest.php” method=”post”> Nama : <input type=”text” name=”nama”><br> Alamat : <input type=”text” name=”alamat”><br> <input type=”submit”> </form> Berikut adalah file mytest.php yang harus dibuat untuk mengelola dan menampilkan data yang dikirimkan dari form HTML diatas : <?php print “Nama kamu : $HTTP_POST_VARS[nama]n”; print “Alamatnya : $HTTP_POST_VARS[alamat]n”; ?> Pada layar browser hasil yang akan ditampilkan adalah sesuai dengan data yang diketikan pada form.test.html diatas. Jadi nama variabel input yang dikirim dari form test.html harus sesuai dengan elemen array pada file mytest.php yang akan menampung datanya dalam hal ini “$HTTP_POST_VARS[alamat]”. “$HTTP_POST_VARS[nama]” dan
  11. 11. 15 2. HTTP_GET_VARS Hampir sama dengan methode post perbedaannya jika mengggunakan methode get maka data dikirim sebagai bagian dari url, methode get digunakan jika dalam form HTML ditetapkan methode pengiriman datanya menggunakan method=”get”. Contoh : dibawah dibuat suatu HTML form, ketikan dan simpan dengan nama test.html, yang mana methode pengiriman datanya menggunakan method=”GET”. Karena methodenya menggunakan “get”, maka data yang dikirim dari form dalam file script PHP ditampung pada variabel array “HTTP_GET_VARS” <form action=”mytest.php” method=”get”> Nama : <input type=”text” name=”nama”><br> Alamat : <input type=”text” name=”alamat”><br> <input type=”submit”> </form> Berikut adalah file mytest.php yang harus dibuat untuk mengelola dan menampikan data yang dikirimkan dari form HTML diatas : <?php print “Nama kamu : $HTTP_GET_VARS[nama]n”; print “Alamatnya : $HTTP_GET_VARS[alamat]n”; ?> Pada layar browser hasil yang akan ditampilkan adalah sesuai dengan data yang diketikan pada form test.html diatas. Jadi nama variabel input yang dikirim dari form test.html harus sesuai dengan element array pada file mytest.php yang akan menampung datanya dalam “HTTP_GET_VARS[alamat]”. hal ini “HTTP_GET_VARS[nama]” dan
  12. 12. 16 2.8. MySQL Pengertian MySQL menurut MySQL manual adalah sebuah open source software database SQL (Search Query Language) yang menangani sistem manajemen database dan sistem manajemen database relational. MySQL adalah open source software yang dibuat oleh sebuah perusahaan Swedia yaitu MySQL AB. MySQL sangat mudah digunakan, reliable dan sangat cepat. MySQL mempunyai fitur-fitur yang sangat mudah dipelajari bagi para penggunanya dan dikembangkan untuk menangani database yang besar dengan waktu yang lebih singkat. Kecepatan, konektivitas dan keamanannya yang lebih baik membuat MySQL sangat dibutuhkan untuk mengakses database di internet. 2.8.1. Menghubungkan MySQL Menghubungkan MySQL ke server, pengguna harus menyediakan nama user dan password untuk terhubung dengan MySQL. Pengguna juga harus menentukan hostname yang digunakan. Kemudian masuk ke shell (contoh : shell :dosprompt ) dan ketikan perintah berikut : Shell> mysql –h host –u ser –p Enter password :******* Tanda ******** mewakili password pengguna, masukkan password. Jika berhasil akan terlihat informasi seperti ini : Shell> mysql –h nama_host –u nama_user –p Enter password : ******* Welcome to the MySQL monitor. Commands end with ; org. Your MySQL connection id is 459 to server version:3.22.20a-log Type ‘help’ for help. Mysql>
  13. 13. 17 Prompt mysql> menunjukan bahwa MySQL dapat menerima perintah-perintah MySQL. Untuk memutuskan hubungan dengan server, perintah adalah sebagai berikut: Mysql>quit. 2.8.2. Membuat Database dengan MySQL Pada bagian ini akan dijelaskan bagaimana menggunakan perintah-perintah MySQL untuk membuat dan menggunakan database. Perintah-perintah yang terdapat dalam MySQL adalah : 1. Membuat sebuah database dengan perintah : mysql> CREATE DATABASE nama_database; 2. Untuk menampilkan database apa saja yang aktif dalam server, gunakan perintah mysql>SHOW database; 3. Untuk menggunakan database dalam server gunakan perintah : mysql>USE nama_database; 4. Untuk membuat tabel yang akan menyimpan data yang dibutuhkan dapat menggunakan perintah : mysql>CREATE TABLE nama_tabel(namafield,nama_field.,namafield); 3. Untuk melihat tabel yang kita buat, ketikan perintah : mysql>SHOW TABLES; 4. Untuk memasukkan data kedalam tabel Buatlah sebuah file teks (format *.txt) yang mengandung sebuah record pada setiap barisnya. Masukkan nilai-nilai sesuai dengan field yang telah dibuat. Setiap nilai field dipisahkan dengan tabulasi (tab). Kemudian gunakan perintah ini mysql>LOAD DATA LOCAL INFILE ”nama_file.txt” nama_tabel; Jika ingin menambahkan record dapat digunakan perintah : mysql> INSERT INTO nama_tabel VALUES (‘nilai_field’,’nilai_field’,NULL); INTO TABLE
  14. 14. 18 5. Mengambil data Untuk mengambil database gunakan perintah : SELECT apa_yang_dipilih FORM nama_tabel WHERE kondisi 6. Jika terjadi kesalahan dalam pengisian data pada suatu record dapat dilakukan koreksi dengan cara : a. Edit file text yang telah dibuat. Kemudian edit record yang salah dengan nilai yang benar, lalu jalankan perintah : mysql>SET AUTOCOMMIT=1; # digunakan untuk membuat tabel secara cepat mysql>DELETE FROM nama_table_eror; mysql> LOAD DATA LOCAL INFILE “nama_file.txt” INTO TABLE nama_table; b. Perbaiki data yang salah saja denagan perintah update mysql>UPDATE nama_tabel SET nama_field =”nilai_baru” WHERE name= “nama_field”; 2.9. Hyper Text Markup Language (HTML) PHP merupakan script yang menyatu dengan HTML.Oleh karena itu, penulis perlu menjelaskan sedikit apakah Hyper Text Markup Language atau yang dikenal dengan HTML. Menurut Personal Web Server Documentation Hyper Text Markup Language (HTML) adalah : “Hypertext Markup Language is a simple markup language used to create hypertext documents that are portable from one platform to another. HTML files are simple ASCII text files with codes embedded (indicated by markup tags) to indicate formatting and hypertext links. The formatting language used for documents on the World Wide Web”
  15. 15. 19 Pengertiannya adalah HTML adalah bahasa markup yang digunakan untuk membuat dokumen hypertext yang portable. HTML adalah file text berformat ASCII dengan tambahan kode-kode yang diikutkan (ditunjukkan dengan tag markup) untuk menunjukkan format dan link-link hypertext. Format HTML digunakan untuk dokumen di World Wide Web 2.9.1. Elemen-elemen HTML HTML dibentuk dari elemen-elemen atau instruksi-instruksi yang diberikan kepada browser World Wide Web untuk melakukan suatu tugas tertentu (misalnya membuat teks menjadi tebal, menjadi miring, dan sebagainya). Kode-kode HTML ditulis dalam tanda ‘<’ dan ‘>’. Dalam HTML terdapat dua macam elemen yaitu open tag (tag terbuka) dan container tag (tag tetutup). Container tag menandai suatu bagian dari dokumen, dengan suatu tanda di awal dan suatu tanda di akhir, sehingga dapat diberikan suatu instruksi yang berfungsi membentuk dan memformat bagian dokumen tersebut. Container tag memeiliki awal dan akhir, yang masing-masing ditandai dengan kode yang serupa, kecuali tanda untuk bagian akhir diberi tanda ‘/’. Dilain pihak, open tag tidak memerlukan tanda awal dan akhir. Open tag hanya mewakili suatu instruksi pemformatan seperti ganti baris, pemenggalan paragraph, dan sebagainya. Contoh open tag dan container tag dapat dilihat sebagai berikut : <TITLE> ini judul </TITLE> <B>ini dicetak tebal </B> container tag <I> ini dicetak miring </I> <A HREF=”#bab1”>Lihat Bab 1 </A> <P> <BR> open tag
  16. 16. 20 2.9.2. Instruksi-instruksi pada HTML Dalam HTML terdapat bermacam-macam instruksi. Disini akan dijelaskan beberapa instruksi HTML yang akan digunakan dalam pembuatan website. Instruksi tersebut adalah : 1. Sepasang container tag <HEAD> dan </HEAD> untuk membuat bagian head dari dokumen. Di dalam container tag ini digunakan juga untuk menulis judul dokumen dengan perintah <TITLE> dan </TITLE>. Untuk membuat tubuh dari dokumen digunakan <BODY> dan diakhiri </BODY>. 2. Untuk memformat teks dapat digunakan perintah-perintah sebagai berikut : a. <H1> digunakan untuk menuliskan heading.HTML mendukung enam tingkat heading. b. <P> digunakan untuk memberikan jarak antara paragraf dan <BR> digunakan untuk membuat baris baru. c. <I>, <B>, dan <U> digunakan untuk membuat teks menjadi miring, tebal, dan bergaris bawah. d. <BASEFONT>, <FONT>, dan <CENTER> dapat digunakan untuk memanipulasi ukuran font serta merata tengahkan teks. e. <IMG SRC= “/URL/nama_file”> digunakan untuk menempatkan gambar dalam dokumen HTML. f. <A HREF= nama file, nama URL> diakhiri dengan </A> digunakan untuk membuat sebuah hypertext link dalam dokumen HTML. Link tersebut dapat berupa file images, teks, dokumen HTNL, URL, ataupun link ke e-mail. g. <BODY BGCOLOR=”kode warna”TEXT=”kode warna” LINK=”kode warna” VLINK=”kode warna”> untuk memberi warna pada latarbelakang, teks, link yang telah maupun belum dikunjungi pada dokumen HTML.
  17. 17. 21 2.10. Database Database adalah sekumpulan file-file yang mempunyai kaitan antara satu file dengan file yang lain sehinggga membentuk satu bangunan data untuk menginformasikan sesuatu. Sebuah database mempunyai elemen-elemen antara lain : 1. Entity, adalah orang, tempat, kejadian atau konsep yang informasinya direkam. 2. Atribute atau field, adalah sebutan atau simbol untuk mewakili suatu entity. 3. Data value, adalah data aktual atau informasi yang disimpan pada tiap data field atau attribute. 4. Record atau Tuple, adalah kumpulan elemen yang saling berkaitan menginformasikan tentang suatu entity yang lengkap. 5. File, adalah kumpulan record-record yang sejenis yang mempunyai penjang elemen dan atribute yang sama, namun berbeda data valuenya. 2.11. Diagram Alir Diagram alir merupakan bagan yang menunjukkan arus pekerjaan secara keseluruhan dari sistem. Diagram ini menjelaskan urutan-urutan dari prosedur- prosedur yang ada di dalam sistem aplikasi. Simbol-simbol yang digunakan dalam bagan alir sistem : 1. Proses Menunjukkan kegiatan proses dari operasi program komputer. Simbol yang biasa digunakan dapat dilihat pada gambar 2.1: Gambar 2.1 Simbol Proses 2. Manual Input Menunjukkan input yang dilakukan secara manual. Simbol yang biasa digunakan dapat dilihat pada gambar 2.2:
  18. 18. 22 Gambar 4.56 Simbol Input (Keyboard) 3. Display Menunjukkan output yang ditampilkan di monitor. Simbol yang biasa digunakan dapat dilihat pada gambar 2.3: Gambar 2.3 Simbil Display 4. Input/output Digunakan untuk mewakili data input/output. Simbol yang biasa digunakan dapat dilihat pada gambar 2.4. Gambar 2.4 Simbol Input/Output 5. Garis Alir Digunakan untuk menunjukkan arus dari proses. Simbol yang biasa digunakan dapat dilihat pada gambar 2.5 Gambar 2.5 Simbol Garis Alir 6. Penghubung Menunjukkan sambungan dari bagan alir yang terputus dihalaman yang sama atau halaman lainnya. Simbol yang biasa digunakan dapat dilihat pada gambar 2.6
  19. 19. 23 Gambar 2.6 Simbol Penghubung 7. Titik Terminal Digunakan untuk menunjukkan awal dan akhir dari suatu proses. Simbol yang biasa digunakan dapat dilihat pada gambar 2.7 Gambar 2.7 Simbol Titik Terminal 8. Persiapan Digunakan untuk memberi nilai awal suatu besaran. Simbol yang biasa digunakan dapat dilihat pada gambar 2.8 Gambar 2.8 Simbol Persiapan 9. Keputusan Digunakan untuk penyeleksian kondisi di dalam program. Simbol yang biasa digunakan dapat dilihat pada gambar 2.9 Gambar 2.9 Simbol Keputusan 10. Database Menunjukkan input/output menggunakan database. Simbol yang biasa digunakan dapat dilihat pada gambar 2.10 Gambar 2.10 Simbol Database
  20. 20. 24 2.12. Peta Navigasi Peta Navigasi digunakan untuk menjelajah halaman demi halaman dalam suatu situs web, dalam navigasi biasanya disertai tombol-tombol yang akan mengantarkan pengunjungan ke halaman yang diinginkan. Navigasi termasuk struktur yang penting dalam pembuatan suatu situs. Peta navigasi merupakan rancangan hubungan dan rantai kerja dari beberapa area yang berbeda dan dapat membantu mengorganisasikan seluruh elemen dengan pemberian perintah dan pesan. Ada beberapa tipe struktur navigasi yaitu: 1. Linier Struktur yang mempunyai satu rangkaian cerita yang berturut antara satu halaman dengan halaman lainnya terhubung seri. Perpindahan halaman secara satu per satu, misalnya untuk menuju halaman ketiga dari halaman pertama harus melalui halaman kedua. Struktur ini biasa digunakan untuk menampilkan unsur keindahan dan data sebagai informasi. Gambar 2.11 Struktur Navigasi Linier 2. Non Linier Struktur ini merupakan pengembangan dari struktur linier. Perpindahan antar halaman secara langsung diperbolehkan dan membentuk percabangan. Gambar 2.12 Struktur Navigasi Non Linier
  21. 21. 25 3. Hierarchical Pada struktur ini, dalam menampilkan data membentuk suatu percabangan yang berdasar pada kriteria-kriteria tertentu. Tampilan data terdiri dari halaman utama dan beberapa halaman pendukung. Gambar 2.13 Struktur Navigasi Hierarchical 4. Composite Struktur ini merupakan gabungan dari struktur linier, nonlinier dan hierarchical. Struktur composite banyak digunakan untuk pemakaian dengan interaksi yang tinggi. Gambar 2.14 Struktur Navigasi Composite

×