• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Adab berpergian
 

Adab berpergian

on

  • 5,294 views

 

Statistics

Views

Total Views
5,294
Views on SlideShare
5,294
Embed Views
0

Actions

Likes
1
Downloads
0
Comments
1

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel

11 of 1 previous next

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • Pelit nih masa gak bisa di download
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Adab berpergian Adab berpergian Presentation Transcript

    • Disusun Oleh:Adelia Putri SabrinaDesy Indah PermataSariErsad AbdurrahmanAlawiFajar Trimo SKhoirul Fatimah P. E.PRifdah Aprianti
    • Adab Dalam PerjalananAdab Perjalanan yang Adab Perjalanan yang Sesuai Syar’i Tidak Sesuai Syar’i Hukum Ziarah Bagi Wanita
    • Adab Berpergian yang Sesuai Syar’i Mengingat Allah dan Berdo’a Saat Berkendaraan Ali bin Robi’ah berkata, Aku menyaksikan Ali -radhiyallahu ‘anhu- ; didatangkan suatu kendaraan (kepadanya) agar ia mengendarainya. Tatkala ia menginjakkan kakinya pada kendaraan, ia berkata, “Bismillah“. Tatkala beliau berada di atas punggungnya, beliau berkata, “Alhamdulillah“. Kemudia beliau berdo’a, “Subhaanalladzi sakhkharo lanaa haadza wamaa kunna lahu muqriniin” Kemudian beliau mengucapkan, “Alhamdulillah” sebanyak tiga kali ; lalu mengucapkan,”Allahuakbar” sebanyak tiga kali. Lalu berdo’a, Lalu Ali bin Abi Tholib tertawa. Beliau ditanya, “Kenapa Anda tertawa?” Beliau menjawab, “Aku telah melihat Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- pernah melakukan apa yang aku lakukan, lalu beliau tertawa…”.[HR. Abu Dawud (2602), At-Tirmidziy (3446), dan An-Nasa’iy dalam Al-Kubro (8799, 8800, & 10336). Hadits ini di-shohih-kan oleh Syaikh Al-Albaniy Al-Atsariy dalam Mukhtashor Asy-Syama’il Al-Muhammadiyyah (198)]
    • Merawat KendaraanSeorang sahabat yang bernama Abdullah bin Ja’far -radhiyallahu ‘anhu- pernahberkata, “Beliau masuk kedalam kebun laki-laki Anshar. Tiba tiba ada seekor onta.Tatkala Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- melihatnya, maka onta itu merintih danbercucuran air matanya. Lalu Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- mendatanginyaseraya mengusap dari perutnya sampai ke punuknya dan tulang telinganya, makatenanglah onta itu. Kemudian beliau bersabda, “Siapakah pemilik onta ini, Onta inimilik siapa?” Lalu datanglah seorang pemuda Anshar seraya berkata, “Onta itumilikku, wahai Rasulullah”. Maka Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,“Tidakkah engkau bertakwa kepada Allah dalam binatang ini, yang telah dijadikansebagai milikmu oleh Allah, karena ia (binatang ini) telah mengadu kepadaku bahwaengkau telah membuatnya letih dan lapar”. [HR.Muslim dalam Shohih-nya (342),danAbu Dawud dalam As-Sunan ( 2549 ).
    • Memperlambat Laju Kendaraan ketika Berjalan di Jalan yangSempit (Lorong) dan Mempercepat ketika Berjalan di Jalan yangLapangNabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda ketika menegur seorangsahabat yang cepat dan tergesa-gesa dalam menuntun perjalanan parawanita yang menyertai Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- berhaji,"Wahai Anjasyah, celaka engkau ! Pelanlah engkau dalam menuntun parawanita". [HR. Al-Bukhoriy (6149, 6161, 6202, & 6209), dan Muslim (2323)]Al-Imam An-Nawawiy-rahimahullah- berkata saat menyebutkanpenafsiran ulama tentang makna hadits ini, “Sesungguhnya yangdimaksudkan hadits ini adalah pelan dalam berjalan, karena jika ontamendengar al-hida’ (nyanyian hewan), maka ia akan cepat dalamberjalan; onta akan merasa senang, dan membuat penumpangnyakaget, dan penat. Maka Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- melarangnyadari hal itu (al-hida’), karena para wanita akan lemah saat kerasnyagerakan, dan beliau khawatir tersakitinya para wanita dan jatuhnyamereka”. [Lihat Syarh Shohih Muslim (15/81)]
    • Memberi Hak kepada JalananJalanan juga mempunyai hak-hak untuk kita penuhi. Karenaitu, Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- berwasiat kepada parasahabatnya ketika seseorang duduk di pinggir jalan, “Waspadalah kalianketika duduk di jalan-jalan”. Para sahabat berkata, “WahaiRasulullah, kami harus berbicara di jalan-jalan. Rasulullah -Shallallahu‘alaihi wa sallam- bersabda, “Jika kalian enggan, kecuali harusduduk, maka berikanlah haknya jalan”. Mereka bertanya, “Apa haknyajalan?” Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,“(Haknya jalan adalah) menundukkan pandangan, menghilangkangangguan, menjawab salam, memerintahkan yang ma’ruf, danmencegah yang mugkar“. [HR. Al-Bukhoriy (6229), dan Muslim (2121)]
    • Membaca doa ketika keluar rumah Imam Ali Ar-Ridha as. berkata, “Jika kamu keluar dari rumahmu baik dalam perjalanan atau tidak, ucapkanlah, ‘Dengan nama Allah, aku beriman kepada Allah dan kepadaNya aku tawakal kepada Allah, apapun yang dikehendaki Allah (terjadilah), tidak ada daya dan upaya kecuali atas kehendak Allah’.”Apabila memasuki desa atau kota disunnahkan membaca do’aDo’anya yaitu:Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikandesa ini, kebaikan penduduknya dan apa yang ada didalamnya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan desaini, kejelekan penduduknya dan apa yang ada di dalamnya.
    • Apabila singgah disuatu tempat, sunnah membaca do’a: Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari kejahatan makhluk-Nya.Apabila kemalaman dalam perjalanan bacalah do’a:Hei bumi Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah, Aku berlindung kepadaAllah dari kejelekanmu dan kejelekan barang yang ada didalammu dankejelekan makhluq didalammu dan yang melata diatasmu. Aku berlindungkepada Allah dari harimau dan seseorang, dari ular, kalajengking, jin, iblisdan syetan.
    • BersedekahSedekah memang sunah Islam yang sangatditekankan, termasuk sebelum melakukan perjalanan.Dalam beberapa hadis disebutkan bahwa sedekahdapat menolak marabahaya dan bencana sertamencegah hal buruk lainnya. Nabi sawbersabda, “Sedekah itu menolak bala (bencana).”Dalam hadis lain beliau bersabda, “Sedekah itumenutup tujuh puluh pintu kejahatan.”
    • Membawa Oleh-OlehRiwayat-riwayat Islam menganjurkan bahwa ketika musafir kembali dariperjalanan, hendaklah membawa oleh-oleh untuk keluarga meskipun sesuatuyang kecil dan murah. Rasulullah saw. bersabda, “Jika salah seorang darikalian keluar melakukan perjalanan, tatkala kembali ke tengah keluarganyahendaklah membawakan untuk mereka hadiah meskipun hanya sepotongbatu.” (Bihârul Anwâr, jil. 76, bab 52) Tentunya maksud Nabi bukansebenarnya batu, tapi sekecil atau semurah apapun, orang yang menerimapasti senang.Selain hal-hal di atas ada juga adab-adab khusus lainnya, seperti salat duarakaat, pamit pada sanak keluarga dan kenalan, jika perjalanan secararombongan maka pilihlah seorang pemimpin. Nabi saw. bersabda, “Jika tigaorang melaksanakan suatu perjalanan, maka hendaklah memilih salahseorang mereka sebagai pemimpin perjalananmu.” (Kanzul ‘Ummal, hadis7549).Pemimpin perjalanan harus mengerti bahwa tugas-tugasnya adalahmemimpin, menjaga dan melayani peserta perjalanan dan mengatur tugasserta memberikan kenyamanan. Nabi saw bersabda, “Pemimpin kelompokdalam perjalanan adalah pelayan mereka.” (Man Lâ Yahdhuruhu Al-Faqîh)
    • Adab Perjalanan yang Tidak Sesuai Syar’iTidak Memilih Teman SeperjalananDisarankan orang yang mau pergi (jauh) untuk tidak melakukan perjalanansendirian. Bukan cuma sekedar mempererat persahabatan atau menjadi temanngobrol, tapi juga menjadi penolong kalau terjadi sesuatu. Rasulullah saw.bersabda, “Maukah kalian aku beritahu manusia yang paling buruk?” Orang-orang bertanya, “Ya, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda, “Orang yang bepergiansendirian dan orang yang tidak mau menolong temannya serta orang yangmemukul hamba sahayanya.”Karena itulah Rasulullah saw mengatakan, “Pilihlah teman, baru kemudiantempuhlah perjalanan.” (Bihârul Anwâr, jil. 76, bab. 49) Tapi bukan asal pilihteman, harus lihat juga waktu yang tepat dan akan kemana perjalanan. Pilihlahteman seperjalanan yang keberadaannya memberikan efek positif bagiperkembangan dan kesempurnaan manusia (insân).
    • Tidak Melakukan tugas dengan baik sebagai pemimpin perjalanan Pemimpin perjalanan harus mengerti bahwa tugas-tugasnya adalah memimpin, menjaga dan melayani peserta perjalanan dan mengatur tugas serta memberikan kenyamanan. Nabi saw bersabda, “Pemimpin kelompok dalam perjalanan adalah pelayan mereka.” (Man Lâ Yahdhuruhu Al-Faqîh)Tidak Murû’ah dan Tidak Bersikap BaikSesama teman seperjalanan hendaknya berlaku baik, sopan dan murahhati (murû’ah). Jika bersikap kasar dan tidak sopan, perjalanan malahtidak menyenangkan. Nabi saw. pernah bilang, “Tidaklah dua orangbersahabat melainkan orang yang lebih baik terhadap temannyalah yangakan memperoleh pahala lebih besar dan lebih dicintai oleh Allah.”Nabi saw. juga bersabda, “Adapaun murû’ah dalam perjalanan adalahmengeluarkan bekal, berlaku baik dan bercanda pada hal-hal yangbukan maksiat.” Imam Ali as juga pernah bilang, “Adapun murû’ah dalamperjalanan adalah mengeluarkan bekal (biaya) kepada yanglain, mengurangi perselisihan dengan teman perjalanan, memperbanyakzikir di setiap puncak atau lembah, di saat turun, duduk ataupunberdiri.”
    • Tidak Zikir dan DoaSebagaimana setiap pekerjaan diawali dengan doa, tidak terkecuali perjalananjauh. Dianjurkan setelah menyebut nama Allah, membaca surah al-Fatihah danayat kursi serta doa yang terkait dengan bepergian (biasanya banyak di kitab-kitab hadis). Disebutkan bahwa Imam Ja’far ash-Shadiq as. membaca doa inisetiap kali akan berangkat, “Ya Allah, leluasakanlah jalan kami dan berikanlahkebaikan jalan kami serta perbanyaklah kesehatan kami.”Begitu juga diriwayatkan bahwa tatkala Imam menaiki kendaraan, terlebihdahulu membaca ayat, “Mahasuci Tuhan yang telah menundukkan semua inibagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya…” (QS. Az-Zukhruf : 13) Kemudian ucapkan zikir subhanallâh tujuh kali, alhamdulillâh tujuhkali dan lâ ilâha illallâh tujuh kali.Imam Ali Ar-Ridha as. berkata, “Jika kamu keluar dari rumahmu baik dalamperjalanan atau tidak, ucapkanlah, ‘Dengan nama Allah, aku beriman kepadaAllah dan kepadaNya aku tawakal kepada Allah, apapun yang dikehendaki Allah(terjadilah), tidak ada daya dan upaya kecuali atas kehendak Allah’.”
    • Membawa anjing atau lonceng dalam perjalanan Malaikat tidak akan menemani rombongan yang didalamnya terdapat anjing atau lonceng. Apabila salah seorang dari anggota rombongan membawa anjing atau lonceng dan kita tidak mampu mencegahnya, maka ucapkan do’a ini: Ya Allah sesungguhnya aku membebaskan diri kepada Mu dari perbuatan mereka, maka janganlah Engkau mengharamkanku dari ditemani malaikatUgal-ugalan di Jalan RayaSeseorang hendaklah memperhatikan keselamatan dirinya dan keselamatan orang lainketika berkendara. Jangan sampai kita menjadi sebab tertumpahnya darah seseorangserta rusaknya harta saudara kita. Padahal Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,“Sesungguhnya darah dan harta kalian adalah haram (mulia) atas kalian seperti haramnyahari kalian ini, di bulan kalian ini, di negeri kalian ini”. [HR. Muslim dalam Shohih-nya(1218)]
    • Melanggar Peraturan ketika Berkendaraan“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul(nya), dan ulil amri di antara kamu”. (QS. An-Nisaa’: 56).Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,“Wajib Bagi seorang muslim untuk mendengar dan mentaati(penguasa) dalam perkara yang ia cintai dan ia benci selama ia tidakdiperintahkan (melakukan) suatu maksiat. Jika ia diperintahkanbermaksiat, maka tak boleh mendengar dan taat (kepadapenguasa)”.[HR. Al-Bukhoriy dalam Kitab Al-Ahkam (4/no. 6725) &Kitab Al-Jihad (107/no. 2796), Muslim (1839)]
    • Menakut-nakuti orang lain ketika dalamperjalananNabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabdaketika menegur sebagian sahabat yangmenyembunyikan tongkat saudaranya sehingga iapanik,“Tidak halal bagi seorang muslim untuk membuattakut seorang muslim”. [HR. Abu Dawud (5004).Di-shohih-kan oleh Al-Albaniy dalam Ghoyah Al-Maram (447)]
    • Membebani kendaraan melebihi kapasitasnya“Tidakkah engkau bertakwa kepada Allah dalam binatang ini, yang telah dijadikansebagai milikmu oleh Allah, karena ia (binatang ini) telah mengadu kepadaku bahwaengkau telah membuatnya letih dan lapar”. [HR.Muslim dalam Shohih-nya (342),danAbu Dawud dalam As-Sunan ( 2549 ).Jadi, seorang muslim tidak boleh membebani kendaraan lebih darikemampuannya, sehingga ia letih atau rusak. Kita juga harus memperhatikanbensinnya, dan olie-nya sebagaimana halnya jika kendaraan berupa hewan, maka kitaharus memperhatikan makanan, dan perawatannya. Kendaraan yang kita miliki haruskita rawat dengan baik; jangan dibiarkan terparkir di bawah terik matahari, tapicarilah naungan baginya. Jangan kalian bebani melebihi kapasitas kemampuan yangtelah ditetapkan baginya.
    • Ziarah Kubur Bagi Wanita?Adapun bagi wanita secara khususnya, maka para ulama berselisih pendapat1. melarang secara mutlakDari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallambersabda: (Allah melaknat para wanita yang sering menziarahi kuburan). HRTirmidzi dan beliau berkata: hadits hasan shahih.2. MemperbolehkanDan ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melewati seorang wanita yangmenangisi anaknya dikuburan.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepadanya: (bertakwalah kepadaAllah dan sabarlah) HR Bukhari dan Muslim.Dan hadits ini diletakkan oleh Imam Bukhari dalam: Bab ziarah kubur.Seandainya ziarah kubur diharamkan pastilah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallammengingkari wanita tersebut, namun beliau hanya mengingkari keluh kesahnya saja.
    • Imam Qurtubi berkata dalam tafsirnya: (ziarah kuburbagi laki-laki disepakati bolehnya oleh paraulama, namun diperselisihkan bagi wanita. Adapunwanita-wanita muda maka haram atas merekakeluar, adapun wanita-wanita tua maka merekadiperbolehkan, dan diperbolehkan bagi mereka semuaapabila tidak bercampur dengan laki-laki, InsyaAllah halini tidak diperselisihkan, oleh karena itu maknaperkataan beliau: “ ziarahilah kuburan” umum, adapunkondisi atau waktu yang dikuatirkan terjadi fitnahseperti ikhtilath laki dan perempuan maka tidak boleh.Namun untuk kehati-hatian dan keluar dari khilaf yangada sebaiknya wanita tidak menziarahi kubur kecualisesekali saja jika diperlulan.
    • Wassalamu’alaikum Wr. Wb