LINGKARAN MASALAH

Minimnya
Kompetensi
Guru
Kurangnya
Sarana dan
Prasarana
Belajar

Gagalnya
Kepemimpinan
Kepala Sekolah

...
Nama : Desta Dwi Putranto
Kelas : Pendidikan Ekonomi Koperasi Reg 11
No Reg : 8105112236
KAJIAN TEORI
Teori Kinerja Guru
1...
Referensi : Moch. Uzer Usman . 2000, Menjadi Guru Profesional.
Bandung : Remaja Rosdakarya.

2.

Spencer dan Spencer,
Komp...
2.

Koonz dan O’ Donell
Kepemimpinan sebagai seni membujuk bawahan agar mau
mengerjakan tugas-tugas dengan yakin dan seman...
2.

John P. Campbell
Motivasi adalah arah atau tujuan tingkah laku, kekuatan respons, dan
kegigihan tingkah laku.”
Referen...
2.

Davis dan Hewstrom ,
Iklim organisasi adalah lingkungan dimana para karyawan suatu
organisasi

melakukan

pekerjaan

m...
2.

Louis van Gaal
Proses belajar mengajar yaitu meliputi kegiatan yang dilakukan guru
mulai dari perencanaan, pelaksanaan...
2.

Alvin W Howard,
Keterampilan mengajar adalah suatu aktivitas untuk memberi,
menolong, membimbing seseorang untuk menda...
Referensi

:

Prof.Dr.Harsja.W.Bahtiar.

1998.

Media

Pendidikan:Pengertian ,Pengembagan Dan Pemanfaatan. Jakarta:
Erlang...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Lingkaran masalah metlit

527 views
391 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
527
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
3
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Lingkaran masalah metlit

  1. 1. LINGKARAN MASALAH Minimnya Kompetensi Guru Kurangnya Sarana dan Prasarana Belajar Gagalnya Kepemimpinan Kepala Sekolah Rendahnya Kinerja Guru Minimnya Keterampilan Guru Proses Belajar Menagajar yang Kurang Baik Kurangnya Motivasi Kerja Guru Rendahnya Iklim Kerja Sekolah
  2. 2. Nama : Desta Dwi Putranto Kelas : Pendidikan Ekonomi Koperasi Reg 11 No Reg : 8105112236 KAJIAN TEORI Teori Kinerja Guru 1. Byars dan Rue “Performance refers to degree of accomplishment of the tasks that make up an individual’s job. It reflects how well an individual is fulfilling the requirements of a job”. Referensi : Rivai, Veithzal . 2005. Performance Appraisal. Jakarta : Rajagrafindo Persada 2. Smith Kinerja adalah “…..output drive from processes, human or otherwise”. Kinerja merupakan hasil atau keluaran dari suatu proses. Referensi : Basri, Hasan. 2006.: Sistem Yang Tepat Untuk Menilai Kinerja Karyawan . Jakarta :Rajagrafindo Persada 3. Dale Timpe Kinerja adalah akumulasi dari tiga elemen yang saling berkaitan yaitu keterampilan, upaya, dan sifat-sifat keadaan eksternal. Keterampilan dasar yang dibawa seseorang ke tempat pekerjaan dapat berupa pengetahuan, kemampuan, kecakapan interpersonal dan kecakapan teknis”. Referensi : Suprapto. 1995. Performance. Jakarta : Salemba Empat Teori Kompetensi Guru 1. C. Lynn “Competence my range from recall and understanding of fact and concepts, to advanced motor skill, to teaching behaviours and profesional values”.
  3. 3. Referensi : Moch. Uzer Usman . 2000, Menjadi Guru Profesional. Bandung : Remaja Rosdakarya. 2. Spencer dan Spencer, Kompetensi merupakan karakteristik yang menonjol bagi seseorang dan menjadi cara-cara berperilaku dan berfikir dalam segala situasi, dan berlangsung dalam periode waktu yang lama.” Referensi : Walter & Lou Corey. The Systematic Design Of Instruction, Fourth edition. New york : Harper Collins College Publisher 3. John Dewey Kompetensi adalah kemampuanmelaksanakan sesuatu (tugas) yang diperoleh melalui pendidikan.” Referensi : Prof. Dr Hamzah B. Uno, Mpd, . 2000. Model Pembelajaran. Bandung: Rosada Hubungan Kompetensi Guru Terhadap Kinerja Guru Amstrong menegaskan bahwa “Terdapat pengaruh antara kompetensi guru dengan kinerja guru”. Referensi : Oemar Hamalik . 1998. Pendidikan Guru Berdasarkan Pendekatan Kompetensi. Jakarta : Erlangga Teori Kepemimpinan Kepala Sekolah 1. Terry Kepemimpinan (leadership) adalah merupakan hubungan antara seseorang dengan orang lain, pemimpin mampu mempengaruhi orang lain agar bersedia bekerja bersama-sama dalam tugas yang berkaitan untuk mencapai tujuan yang diinginkan”. Referensi : Dimas, Evan. “Perilaku Organisasi”. Jakarta:Yudhistira 2001.
  4. 4. 2. Koonz dan O’ Donell Kepemimpinan sebagai seni membujuk bawahan agar mau mengerjakan tugas-tugas dengan yakin dan semangat. . Referensi Sondang , Siagian 2002. Teori & Praktek Kepemimpinan. Jakarta:Salemba Empat 3. Fiedler Kepemimpinan adalah pola hubungan antar individu yang menggunakan wewenang dan pengaruh terhadap orang lain atau sekelompok orang agar terbentuk kerja sama untuk menyelesaikan suatu tugas.” Referensi : Beniss, Waren. 2002. Menjadi Pemimpin Efektif. Jakarta:Ghalia Indonesia Hubungan Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru Friedel : “Baik tidaknya kinerja guru disekolah sangat bergantung pada bagaimana kemampuan kepala sekolah dalam mempengaruhi perilaku guru dalam melaksanakan tugasnya.” Referensi : Wahjosumidjo . 1998. Kepemimpinan Kepala Sekolah: Tinjauan Teoretik dan Permasalahannya. Jakarta:Yudhistira. Teori Motivasi Kerja Guru 1. Vroom , Motivasi adalah suatu proses mempengaruhi pilihan-pilihan individu terhadap bermacam-macam bentuk kegiatan yang dikehendaki.” Referensi : Prof. Dr. A.M. Kadarman, SJ & Drs.Jusuf Udaya. 2008. Pengantar Ilmu Manajemen. Jakarta: UI Press
  5. 5. 2. John P. Campbell Motivasi adalah arah atau tujuan tingkah laku, kekuatan respons, dan kegigihan tingkah laku.” Referensi : Ismail ,Solihin . 2005. Pengantar Manajemen. Yogyakarta: BPFE 3. Luthans “Motivation is a process that starts with aphysiological or psychological deficiency or need that activates a behavior or a drivethat is aimed at a goal or incentive”. Referensi : Sondang , Siagian . 2002. “Teori Motivasi dan Aplikasinya” Jakarta: Bumi Akasara Hubungan Motivasi Kerja Guru Terhadap Kinerja Guru Soldado : Dengan motivasi kerja yang tinggi maka guru bekerja dengan baik sehingga kinerja guru tersebut akan tinggi. Referensi : Wijaya, Kusumah. 2009. Menjadi Guru Tangguh Berhati Cahaya. Jakarta: Pt. Ghalia Indonesia Teori Iklim Kerja Sekolah 1. Litwin dan Stringer Iklim organisasi adalah sebagai suatu yang dapat diukur pada lingkungan kerja baik secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh pada karyawan dan pekerjaannya dimana tempat mereka bekerja dengan asumsi akan berpengaruh pada motivasi dan perilaku karyawan. Referensi : Wirawan. 2002. “Budaya dan Iklim Organisasi” Jakarta: Rajagrafindo)
  6. 6. 2. Davis dan Hewstrom , Iklim organisasi adalah lingkungan dimana para karyawan suatu organisasi melakukan pekerjaan mereka. Iklim mengitari dan mempengaruhi segala hal yang bekerja dalam organisasi sehingga iklim dikatakan sebagai suatu konsep yang dinamis. Referensi : Wirawan. 2002. “Budaya dan Iklim Organisasi”. Jakarta:Rajagrafindo 3. Ivancevich dan Donelly , “Iklim organisasi adalah serangkaian keadaan lingkungan yang dirasakan secara langsung dan tidak langsung oleh karyawan.” Referensi : Jeff, Cannon. 1999. “Leadership Lesson” . London: Cambridge School Hubungan Iklim Kerja Sekolah Terhadap Kinerja Guru Toulson dan Smith : Iklim kerja yang sejuk dan harmonis akan memberikan gairah dan inspirasi terhadap kinerja guru. Referensi : Halpin dan Croft . 2009. Organizational Climate Description Questionaire (OCDQ) New york : Harper Collins College Publisher Teori Proses Belajar Mengajar 1. Van Dijk Mengajar pada hakekatnya adalah melakukan kegiatan belajar, sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung secara efektif dan efisien.” Referensi : Etzioni. 1964. Efektivitas pembelajaran. Bandung: Rosdakarya
  7. 7. 2. Louis van Gaal Proses belajar mengajar yaitu meliputi kegiatan yang dilakukan guru mulai dari perencanaan, pelaksanaan kegiatan sampai evaluasi dan program tindak lanjut yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu yaitu pengajaran.” Referensi : Drs. Slameto. 2000. Belajar dan Faktor- Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Erlangga 3. Obafemi Martins (2007: 59), Proses belajar mengajar merupakan proses yang sistematik, artinya proses yang dilakukan oleh guru dan siswa di tempat belajar dengan melibatkan sub-sub, bagian, komponen-komponen atau unsur-unsur yang saling berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan. Referensi : Etzioni. 1964. Efektivitas pembelajaran . Bandung: Rosdakarya Hubungan Proses Belajar Mengajar Terhadap Kinerja Guru The Liang Gie : “Proses Belajar Mengajar akan menentukan kualitas hasil belajar yang diperoleh termasuk kinerja guru”. Referensi : J.J Hasibuan, Moedjiono . 2002. Proses Belajar Mengajar Jakarta: Rajawali Teori Keterampilan Guru 1. DeQueliy dan Gazali Keterampilan mengajar guru adalah seperangkat kemampuan/kecakapan guru dalam melatih/membimbing aktivitas dan pengalaman seseorang serta membantunya berkembang dan menyesuaikan diri kepada lingkungan.” Referensi : Drs. Slameto. 2000. Belajar dan Faktor- Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Erlangga
  8. 8. 2. Alvin W Howard, Keterampilan mengajar adalah suatu aktivitas untuk memberi, menolong, membimbing seseorang untuk mendapatkan,mengubah atau mengembangkan ide (cita-cita). Referensi : Muhibbinsyah. 2001. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Jakrata: Ghalia Indonesia 3. Langeveld Keterampilan mengajar adalah usaha guru memimpin muridnya keperubahan situasi dalam arti kemajuan dalam proses perkembangan intelek pada khususnya dan proses perkembangan jiwa, sikap, pribadi serta keterampilan pada umumnya.” Referensi : Suryabrata, Sumadi . 1989 . Psikologi Pendidikan, Edisi IV. Jakarta : Rajawali Hubungan Keterampilan Guru Terhadap Kinerja Guru Alvino Gagne : “Keterampilan guru merupakan gambaran tentang apa yang seyogyanya dapat dilakukan seorang guru dalam melaksanakan pekerjaanya, baik yang berupa kegiatan dalam berperilaku maupun hasil yang ditujukan” Referensi : Robbins, Stephen P.; Judge, Timothy A. 2008. Perilaku Organisasi Buku 1, Jakarta: Salemba Empat. Teori Sarana Dan Prasarana Belajar 1. Witherington, Sarana pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan yang secara langsung dipergunakan dan menunjang proses pendidikan, khususnya proses belajar, mengajar, seperti gedung, ruang kelas, meja kursi, serta alatalat dan media pengajaran.
  9. 9. Referensi : Prof.Dr.Harsja.W.Bahtiar. 1998. Media Pendidikan:Pengertian ,Pengembagan Dan Pemanfaatan. Jakarta: Erlangga 2. Hilgard, “Sarana pendidikan adalah semua fasilitas yang diperlukan dalam proses belajar-mengajar, baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak agar pencapaian tujuan pendidikan dapat berjalan dengan lancar, teratur, efektif dan efisien”. Referensi : Haryalesmana, Devid. 2008. Pengertian Media Pembelajaran. Jakarta: Yudhistira) 3. Ibrahim Bafadal “Prasarana pendidikan adalah semua perangkat kelengkapan dasar yang secara tidak langsung menunjang pelaksanaan proses pendidikan di sekolah”. Referensi : Prof. Dr Umar Tirtaraharja & Drs. S.L. Lasulo. 1998. Pengantar Pendidikan. Jakarta: Rajawali Hubungan Sarana Dan Prasarana Belajar Terhadap Kinerja Guru Dale : Bahan-bahan audiovisual dapat memberikan banyak manfaat asalkan guru berperan aktif dalam proses pembelajaran. Media pembelajaran dapat meningkatkan pengetahuan sehingga dapat membuat proses belajar mengajar menjadi lebih aktif. Referensi : Gordon, M. E. "Empirical Test of the Validity of Seniority as a Factor in Staffing Decisions," Journal of Applied Psychology, Juni 1982.

×