• Like

Loading…

Flash Player 9 (or above) is needed to view presentations.
We have detected that you do not have it on your computer. To install it, go here.

Penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 dan API Spec Q1 di PT. Pipa Mas Putih Sebagai Bagian Business Rules Perusahaan

  • 10,136 views
Uploaded on

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
No Downloads

Views

Total Views
10,136
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1

Actions

Shares
Downloads
290
Comments
0
Likes
1

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. TUGAS MANDIRIPenerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 dan API Spec Q1di PT. Pipa Mas Putih Sebagai Bagian Business Rules Perusahaan Mata Kuliah: Manajemen Basis Data Nama Mahasiswa : Dedy Kurniadi NPM : 113620020 Kode Kelas : 111-55004-N1 Dosen : Derist Touriano, SE., ST., M.Kom STMIK PUTERA BATAM 2012
  • 2. KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telahberkenan memberi Rakhmat dan dan Hidayah-Nya kepada penulis sehingga dapatmenyelesaikan dengan sebaik-baikya makalah tugas mandiri dari mata kuliah ManajemenBasis Data yang berjudul “Penerapan Business Rules di PT. Pipa Mas Putih”. Makalah tugas mandiri ini disusun berdasarkan landasan teori dari materi kuliahManajemen Basis Data dan materi lainnya yang berhubungan dengan Manajemen Basis Data.Materi-materi yang dirangkum tersebut diharapkan dapat menambah pengetahuan danwawasan bagi mahasiswa dan pembaca pada umumnya dan bagi penulis sendiri padakhususnya. Terima kasih yang sebanyak banyaknya kepada Pihak Manajemen PT. Pipa Mas Putihyang telah membantu memberikan informasinya, sehingga tugas mandiri ini dapat disusun dandiselesaikan dengan sebaik-baiknya. Batam, Januari 2012. Penulis i
  • 3. DAFTAR ISI HalamanKATA PENGANTAR…………………………………………………………………....... iDAFTAR ISI………………………………………………………………………………. iiBAB I PENDAHULUAN………………………………………………………………. 1 1.1 Latar Belakang Masalah…………………………………………………… 1 1.2 Tujuan dan Manfaat Penerapan Sistem Manajemen Mutu………………… 3 1.2.1 Tujuan………………………………………………………………. 3 1.2.2 Manfaat……………………………………………………………... 3 1.3 Ruang Lingkup…………………………………………………………….. 5BAB II LANDASAN TEORI…………………………………………………………… 6 2.1 Sistem Manajemen Mutu ISO 9000……………………………………….. 6 2.2 Sistem Manajemen Mutu API Spec Q1…………………………………… 8 2.3 Business Rules…………………………………………………………….. 9 2.3.1 Kategori Aturan Bisnis…………….……………………………….. 11 2.3.2 Siklus Aturan Bisnis dan Manajemen Proses Bisnis……………….. 13BAB III ANALISA………………………………………………………………………. 15 3.1 Analisa Berdasarkan Data.…..……………………………………………. 15 3.2 Analisa Berdasarkan Wawancara…….…………………………………… 15BAB IV KESIMPULAN……………………………….…………………………............ 17DAFTAR PUSTAKA / REFERENSI……………………………………………………... 18 ii
  • 4. BAB I PENDAHULUAN1.1 LATAR BELAKANG MASALAH PT. Pipa Mas Putih yang dikenal dengan nama PIPAMAS, pabriknya berlokasi dijalan Tenggiri No. 1 Kawasan Industri Batu Ampar, Kota Batam, sedangkan kantor pusatnya dijalan Kramat Asem No. 1 Jakarta dan mempunyai fasilitas Repair Shop di jalan Duri-DumaiKM 4.5 Duri, Riau adalah Perusahaan Manufaktur yang memproduksi pipa saringan (ScreenJacket) dan Penguliran Pipa-pipa (Casing dan Tubing) yang digunakan untuk perlengkapanpengeboran minyak dan gas alam, air sumur dan industri pertambangan lainnya, baik untukkebutuhan dalam negeri maupun luar negeri. Pelanggan Pipamas sebagian besar adalah perusahaan pertambangan minyak dan gasalam Indonesia yang disebut Indonesian Oil Company yang investornya sebagian besar dariluar negeri termasuk Pertamina dan BP Migas. PT. Pipa Mas Putih senantiasa melayani pelanggan dengan sebaik-baiknya dengancara memenuhi persyaratan yang ditentukan pelanggan, selain itu juga dapat mensuplay produkyang bermutu tinggi sesuai kebutuhan pelanggan yang sesuai dengan system manajemen mutuberstandar Internasional seperti standar International Organization for Standardization (ISO9001:2008) dan American Petroleum Institute (API Spec 5CT). Sejak awal Bulan Agustus 2011 kebutuhan akan Pipa Saringan (Screen Jacket) danPenguliran Pipa-pipa (Casing dan Tubing) untuk perusahaan pertambangan minyak dan gasalam di Indonesia sangat tinggi, pesanan untuk pengadaan barang-barang tersebut terus masukke Pipamas, sehingga meningkatnya permintaan produk tersebut dan padatnya jadwal produksiyang berarti meningkatnya operasional dan aktivitas perusahaan. Untuk memenuhi permintaanpelanggan tersebut maka jadwal produksi ditambah, waktu kerja di buat dua shift x 24 jam (1shit/12 jam) jika perlu hari sabtu dan minggu dipergunakan juga. Permintaan dari pelanggan akan produk-produk tersebut terus berdatangan, akantetapi untuk memenuhi permintaan pelanggan tersebut harus memenuhi pesyaratanadministrasi yang harus dipatuhi, permintaan pelanggan tersebut adalah perusahaan yangmemproduksi barang-barang peralatan untuk industri perminyakan dan gas alam harusmempunyai sertifikat lisensi American Petroleum Institute (API) yaitu suatu badan sertifikasi 1
  • 5. perminyakan di Amerika di bidang sistem manajemen mutu untuk spesifikasi produk yangserinya yaitu API Spec Q1 : Specification for Quality Programs for the Petroleum,Petrochemical and Natural Gas Industry yang seri Sertifikat Lisensinya adalah API Spec 5CT :Spesification for Casing and Tubing, serta harus mempunyai sertifikat registrasi InternationalStandardization Organization (ISO 9001) yaitu suatu badan standardisasi international dibidang sistem manajemen mutu yang berkantor pusat di Geneva, Swiss. Perusahaan yang mengadopsi sistem manajemen mutu ISO 9001 dan API Spec Q1harus mematuhi segala ketentuan yang dipersyaratkan oleh kedua Badan sertifikasi tersebutyang harus mempunyai dokumen sistem mutu, prosedur, instruksi kerja, gambaran proseskerja, rencana mutu dan lain-lain yang berhubungan dengan sistem manajemen mutu diperusahaan. Sertifikat yang diberikan kepada perusahaan yang mengadopsi sistem manajemenmutu API dan ISO tersebut harus lulus audit oleh kedua badan sertifikasi yang mengeluarkansertifikat lisensi tersebut. Persyaratan untuk mendapatkan kedua sertifikat tersebut sangat ketatsehingga perusahaan yang menerapkannya harus benar-benar mengikuti dan menjalankansistem manajemen mutu tersebut. Perusahaan yang mempunyai lisensi ISO 9001 dan API Spec 5CT di perbolehkanmengikuti tender pengadaan atau sebagai pensuplay barang-barang kebutuhan perusahaanperminyakan dan gas alam diindonesia maupun di luar negeri.Dari segi bisnis, jelas bahwa kedua sertifikat ini adalah sebagai alat untuk mencapai sasaranperusahaan, sehingga manajemen perusahaan menilai bahwa sangat penting untukmendapatkan dan memelihara kedua lisensi tersebut. Penerapan standar sistem manajemen mutu ISO 9001/API Spec Q1 berarti melakukanpengaturan berbagai aktifitas dalam organisasi dan menerapkannya. Perubahan-perubahandalam berbagai aktifitas yang selama ini dilakukan organisasi mungkin diperlukan untukmemenuhi persyaratan standar sistem manajemen mutu ISO 9001/API Spec Q1. Satu hal yangmutlak diperlukan untuk memungkinkan perubahan terjadi dengan lancar adalahpengembanganwawasan dan kompetensi setiap karyawan yang terlibat dengan perubahantersebut. Wawasan tentang manajemen mutu, alasan yang mendasari perubahan, manfaat yangakan timbul dari perubahan, pengetahuan tentang konsep dan teknik-teknik baru yangdiperlukan harus dikembangkan dalam diri karyawan sebelum perubahan dapat dilakukan. 2
  • 6. Wawasan akan memunculkan kesadaran internal karyawan untuk melakukanperubahan dan memungkinkan terjadinya perubahan yang lancar dan permanen.Penerapan standar sistem manajemen mutu ISO 9001/API Spec Q1 juga membutuhkantahapan-tahapan yang sistematis, yang dimulai dari tahapan perencanaan perubahan,pelaksanaan, pemantauan dan tindak lanjut.Pada umumnya organisasi dapat menerapkan standar sistem manajemen mutu ISO 9001/APISpec Q1 dalam waktu sekitar antara 6 – 12 bulan. Variasi waktu tergantung dari ketersediaansumber daya dalam organisasi, komitmen pihak manajemen, praktek manajemen mutu yangsudah diterapkan dan pengaturan program.Keberhasilan dalam penerapan ISO 9001/API Spec Q1 diukur dari 2 parameter dasar:Kesesuaian sistem manajemen dengan persyaratan ISO 9001/API Spec Q1 (yang berartikeberhasilan memperoleh sertifikat Lisensi API Spec 5CT dan Sertifikat registrasi ISO 9001)dan tingkat manfaat perbaikan yang diperoleh. Setiap organisasi mendapat manfaat perbaikandalam tingkat yang berbeda-beda, tergantung dari cara dan metoda yang dipilih untukmemenuhi persyaratan dan efektifitas perubahan yang dilakukan.1.2 TUJUAN DAN MANFAAT PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN MUTU1.2.1 Tujuan Standar sistem manajemen mutu ISO 9001/API Spec Q1 bertujuan untuk menjamin konsistensi organisasi dalam menghasilkan produk yang bermutu yang dapat memuaskan pelanggannya. Untuk tujuan tersebut, ISO 9001/API Spec Q1 berisi persyaratan-persyaratan bagaimana organisasi harus mengendalikan berbagai proses yang dapat mempengaruhi mutu, baik langsung maupun maupun tidak langsung. Persyaratan tersebut pada dasarnya adalah saduran dari praktek-praktes bisnis yang sudah diakui oleh dunia industri efektif dalam upaya penjaminan mutu.1.2.2 Manfaat a) Memperluas dan mempertahankan pasar Makin banyak industri menengah dan besar di Indonesia yang menjadikan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001/API Spec Q1 sebagai salah satu faktor yang menentukan dalam pemilihan pemasok mereka. 3
  • 7. Alasan yang mendasarinya adalah jelas: Bahwa pemasok atau calon yang sudah menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001/API Spec Q1 berarti sudah melakukan berbagai pengaturan proses yang diperlukan untuk menjamin mutu produk yang akan dikirim kepada mereka. Manfaat lain tentunya timbul sebagai implikasi logis dari penerapan-persyaratan yang terkandung dalam ISO 9001/API Spec Q1dengan cara yang tepat.b) Mengurangi biaya yang tidak diperlukan karena kegagalan produk ISO 9001/API Spec Q1 mensyaratkan agar organisasi melakukan perencanaan yang layak sebelum organisasi melakukan proses produksi atau memberikan pelayanan. Ada cukup banyak persyaratan tentang perencanaan yang memungkinkan organisasi dapat mengidentifikasi potensi kegagalan sejak awal dan mencegah kegagalan sebelum terjadi dan dengan demikian mencegah kerugian yang tidak diperlukan.c) Memudahkan pengendalian berbagai aktifitas. ISO 9001/API Spec Q1 mensyaratkan agar organisasi melakukan pendekatan proses dalam upaya menjamin mutu produk. Dengan pendekatan ini organisasi dapat melihat dengan mudah seluruh aktifitas yang dilakukan dalam organisasi sebagai rangkaian dari proses-proses yang saling terkait dan saling mempengaruhi. Organisasi dapat mengetahui dengan jelas output yang dihasilkan dari setiap proses, kemana output tersebut dialirkan dan apa yang diharapkan oleh penerima output tersebut. Ini menjadi dasar yang berguna untuk mengatur bagaimana sebuah proses harus dilakukan dan bagaimana mengukur keberhasilan suatu proses.d) Meningkatkan kemampuan untuk peningkatan kinerja secara berkelanjutan ISO 9001/API Spec Q1 mensyaratkan agar organisasi melakukan tindakan koreksi yang sistematis, dimulai dari identifikasi masalah sampai pemantauan efektifitas tindakan koreksi. Tujuannya untuk menghilangkan akar penyebab setiap masalah tidak muncul kembali. Hal ini tentu akan membuat terus menerus berkembang ke arah yang lebih baik, bersih dari masalah-masalah kronis yang merugikan. 4
  • 8. ISO 9001/API Spec Q1 juga memberikan persyaratan lain yang memungkinkan terjadinya peningkatan kinerja secara berkelanjutan seperti penetapan sasaran mutu, analisa data (termasuk tingkat kepuasan pelanggan) dan audit internal. Persyaratan-persyaratan lain dalam standar sistem manajemen mutu ISO 9001/API Spec Q1 juga membawa manfaat masing masing. Persyaratan tentang tinjauan manajemen akan membuat pihak majemen mendapatkan informasi terbaru dengan mudah tentang kinerja organisasi secara keseluruhan. Persyaratan tentang dokumentasi akan membuat organisasi dapat mengendalikan dokumen-dokumen dengan lebih rapih dan membuat pengaturan pengaturan yang baku (bukan berarti tidak fleksibel). Persyaratan tentang kompetensi dan pelatihan akan membuat organisasi mempunyai sumber daya manusia yang handal yang dapat mendukung tercapainya tujuan organisasi.1.3 RUANG LINGKUP Suatu keputusan strategis yang disepakati bersama untuk mengadopsi sistem manajemen yang mengarah kepada pencapaian kepuasan pelanggan dan secara konsisten memenuhi bentuk kepuasan tersebut serta berupaya meningkatkannya sejalan dengan perubahan-perubahan yang terjadi. Sistem manajemen yang dimaksudkan adalah sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 dan API Spec Q1 dengan dasar orientasi kepuasan pelanggan yang mengarah kepada pemenuhan persyaratan pelanggan dan undang-undang yang berlaku terhadap produk/jasa. Tidak ada pengecualian dalam penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 dan API Spec Q1 tersebut, dimana semua persyaratan yang ditetapkan dalam ISO 9001:2008 dan API Spec Q1 diterapkan dan dilaksanakan oleh PT. Pipa Mas Putih. Ruang lingkup penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 dan API Spec Q1 di PT. Pipa Mas Putih Batam dan Jakarta yang beralamat: Lokasi Pabrik : Jalan Tenggiri No.1, Batu Ampar - Batam 29451, Kepulauan Riau. Kantor Pusat : Gedung Cipta Graha, Jalan Kramat Asem No.1, Jakarta 13120. 5
  • 9. BAB II LANDASAN TEORI Sistem Manajemen Mutu adalah sistem yang memuat garis besar kebijakan danprosedur yang diperlukan untuk meningkatkan dan mengontrol berbagai proses menujupeningkatan business performance yang diaplikasikan pada seluruh kegiatan dan unit dalamsuatu organisasi. Kunci utama dari kebijakan mutu adalah pencapaian kepuasan permanen dankepercayaan stakeholders. Tujuan dicapai melalui identifikasi sistem, pengukuran dari seluruhproses yang mempengaruhi persepsi stakeholders terhadap mutu dari produk/pelayanan yangdihasilkan suatu organisasi. Sistem Manajemen Mutu merupakan suatu pola manajemen yang berisi prosedur-prosedur kerja agar dalam organisasi setiap orang mau berusaha bekerja keras secara terusmenerus memperbaiki jalan menuju sukses. Sistem ini bukanlah seperangkat peraturan danketentuan yang kaku dan yang harus diikuti, melainkan seperangkat prosedur dan proses untukmemperbaiki kinerja dan meningkatkan mutu kerja.2.1 Sistem Manajemen Mutu ISO 9000 ISO 9000 adalah kumpulan standar untuk sistem manajemen mutu (SMM). ISO 9000yang dirumuskan oleh TC 176 ISO, yaitu organisasi internasional di bidang standardisasi. ISO9000 pertama kali dikeluarkan pada tahun 1987 oleh International Organization forStandardization Technical Committee (ISO/TC) 176. ISO/TC inilah yang bertanggungjawabuntuk standar-standar sistem manajemen mutu. ISO/TC 176 menetapkan siklus peninjauanulang setiap lima tahun, guna menjamin bahwa standar-standar ISO 9000 akan menjadi up todate dan relevan untuk organisasi. Revisi terhadap standar ISO 9000 telah dilakukan padatahun 1994 dan tahun 2000. Maka yang berlaku pada saat ini adalah ISO 9000 edisi tahun 2008yaitu terdapat persyaratan yang harus dibuat dan dilaksanakan, antara lain :  Adanya satu set prosedur yang mencakup semua proses penting dalam bisnis;  Adanya pengawasan dalam proses pembuatan untuk memastikan bahwa sistem dapat menghasilkan produk-produk berkualitas;  Tersimpannya data dan arsip penting dengan baik; 6
  • 10.  Adanya pemeriksaan barang-barang yang diproduksi untuk mendeteksi yang rusak, dengan disertai tindakan perbaikan yang benar apabila dibutuhkan;  Secara teratur meninjau keefektifan tiap-tiap proses dan sistem kualitas itu sendiri. Sebuah perusahaan atau organisasi yang telah diaudit dan disertifikasi sebagaiperusahaan yang memenuhi syarat-syarat dalam ISO 9001 berhak mencantumkan label "ISO9001 Certified" atau "ISO 9001 Registered".Sertifikasi terhadap salah satu ISO 9000 standar tidak menjamin kualitas dari barang dan jasayang dihasilkan. Sertifikasi hanya menyatakan bahwa bisnis proses yang berkualitas dankonsisten dilaksanakan di perusahaan atau organisasi tersebut. Walaupan standar-standar ini pada mulanya untuk pabrik-pabrik, saat ini mereka telahdiaplikasikan ke berbagai perusahaan dan organisasi, termasuk perguruan tinggi danuniversitas.Kumpulan Standar dalam ISO 9000 mencakup standar-standar di bawah ini:  ISO 9000 - Quality Management Sistems - Fundamentals and Vocabulary: mencakup dasar-dasar sistem manajemen kualitas dan spesifikasi terminologi dari Sistem Manajemen Mutu (SMM).  ISO 9001 - Quality Management Sistems - Requirements: ditujukan untuk digunakan di organisasi manapun yang merancang, membangun, memproduksi, memasang dan/atau melayani produk apapun atau memberikan bentuk jasa apapun. Standar ini memberikan daftar persyaratan yang harus dipenuhi oleh sebuah organisasi apabila mereka hendak memperoleh kepuasan pelanggan sebagai hasil dari barang dan jasa yang secara konsisten memenuhi permintaan pelanggan tersebut. Implementasi standar ini adalah satu-satunya yang bisa diberikan sertifikasi oleh pihak ketiga.  ISO 9004 - Quality Management Sistems - Guidelines for Performance Improvements: mencakup perihal perbaikan sistem yang terus-menerus. Bagian ini memberikan masukan tentang apa yang bisa dilakukan untuk mengembangkan sistem yang telah terbentuk lama. Standar ini tidaklah ditujukan sebagai panduan untuk implementasi, hanya memberikan masukan saja. 7
  • 11. Masih banyak lagi standar yang termasuk dalam kumpulan ISO 9000, dimana banyakjuga diantaranya yang tidak menyebutkan nomor "ISO 900x" seperti di atas. Beberapa standardalam area ISO 10000 masih dianggap sebagai bagian dari kumpulan ISO 9000. Sebagaicontoh ISO 10007:1995 yang mendiskusikan Manajemen Konfigurasi dimana di kebanyakanorganisasi adalah salah satu elemen dari suatu sistem manajemen. ISO mencatat "Perhatian terhadap sertifikasi sering kali menutupi fakta bahwaterdapat banyak sekali bagian dalam kumpulan standar ISO 9000. Suatu organisasi akanmeraup keuntungan penuh ketika standar-standar baru diintegrasikan dengan standar-standaryang lain sehingga seluruh bagian ISO 9000 dapat diimplementasikan". Sebagai catatan, ISO 9001, ISO 9002 dan ISO 9003 telah diintegrasikan menjadi ISO9001. Kebanyakan, sebuah organisasi yang mengumumkan bahwa dirinya "ISO 9000Registered" biasanya merujuk pada ISO 9001.2.2. Sistem Manajemen Mutu API Spec Q1. American Petroleum Institute (API Spec Q1) adalah Sistem manajemen mutu yang tidak sepopuler ISO 9001. Ini disebabkan oleh beberapa hal, antara lain: 1. API Spec Q1 ditujukan khusus untuk organisasi yang bergerak di bidang minyak dan gas. API Spec Q1 ini merupakan persyaratan spesifik (technical standard) dari standar sistem manajemen mutu untuk organisasi yang bergerak di bidang minyak dan gas (petroleum, petrochemical & natural gas industry sector). Standar ini dikeluarkan oleh American Petroleum Institute (API), sebuah organisasi yang terakreditasi oleh American National Standards Institute (ANSI) yang bertugas mengembangkan standar organisasi dan standar operasi untuk industri minyak dan gas. Hanya organisasi yang bergerak baik langsung ataupun tidak langsung di bidang minyak dan gas yang menerapkannya sistem ini. 2. API Spec Q1 tidak harus didaftarkan terlebih dahulu untuk mendapat sertifikasi. API Spec Q1 adalah prasyarat untuk mendapatkan API Monogram (API untuk standar produk peralatan industri minyak dan gas). Setiap organisasi yang ingin meraih sertifikat API Monogram diwajibkan mengimplementasikan API Spec Q1 di lingkungan organisasinya. 8
  • 12. Namun, kewajian implementasi ini tidak diikuti dengan kewajiban mendaftarkan sertifikat API Spec Q1. Akan tetapi tentu, organisasi yang mendaftarkan sertifikasi API spec Q1 dan berhasil meraihnya telah membuktikan bahwa organisasinya telah sesuai dengan standar industri minyak dan gas yang diakui secara internasional. 3. API Spec Q1 tidak memiliki Certification Body (CB) selain API sendiri. Berbeda dengan ISO yang memiliki banyak perwakilan Certification Body (CB) di Indonesia semisal SGS, DQS, LRQA, BV, dan sebagainya, API tidak memiliki CB selain API sendiri. Sehingga pihak yang hendak mendaftarkan API Q1 harus berhubungan langsung dengan pusat API, Amerika. Perbedaan persyaratan & implementasi sistem yang diminta oleh API Spec Q1, ISO 9001 dan ISO/TS 29001? API Spec Q1 berisi semua persyaratan yang dimiliki oleh ISO 9001 dengan beberapa persyaratan tambahan yang disesuaikan kebutuhan industri minyak dan gas. Dengan kata lain, organisasi yang telah mengimplementasikan API Spec Q1 berarti telah memenuhi semua persyaratan yang diminta dalam ISO 9001. Ini dikarenakan API dan ISO saling bekerja sama dan menghasilkan sistem manajemen mutu untuk industri minyak dan gas; API dengan API Spec Q1 dan ISO dengan ISO/TS 29001. Kedua jenis standar ini adalah similar, hanya beda pada organisasi yang menerbitkannya. Ada sekitar tiga puluhan lebih persyaratan tambahan yang diminta oleh API Spec Q1 atau ISO/TS 29001 dibandingkan dengan ISO 9001. Penambahan persyaratan ini contohnya penambahan ketentuan masa simpan rekaman mutu minimal lima tahun, pelaksanaan management review minimal setahun sekali, serta kewajiban membuat beberapa prosedur beserta rekamannya di luar enam prosedur wajib yang ada di standard ISO 9001.2.3 Business Rules Aturan Bisnis (Business Rules) adalah pernyataan yang mendefinisikan ataumembatasi beberapa aspek dari bisnis dan selalu memutuskan untuk bisa benar atau salah.Aturan bisnis dimaksudkan untuk menegaskan struktur bisnis atau untuk mengendalikan atau 9
  • 13. mempengaruhi perilaku bisnis. Bisnis aturan menggambarkan operasi, definisi dan batasanyang berlaku untuk organisasi. Aturan bisnis dapat diterapkan pada orang, proses, perilakuperusahaan dan sistem komputasi dalam suatu organisasi, dan diletakkan di tempat untukmembantu organisasi mencapai tujuannya. Contoh lain dari aturan bisnis termasuk membutuhkan agen sewa untuk melarangpenyewa sewa jika rating kredit mereka terlalu rendah, atau membutuhkan agen perusahaanuntuk menggunakan daftar pemasok pilihan dan jadwal pasokan.Sementara aturan bisnis dapat informal atau bahkan tidak tertulis, menulis aturan secara jelasdan memastikan bahwa mereka tidak konflik adalah sebuah aktivitas yang berharga. Ketikahati-hati dikelola, aturan dapat digunakan untuk membantu organisasi untuk lebih mencapaitujuan, menghilangkan hambatan untuk pertumbuhan pasar, mengurangi kesalahan mahal,meningkatkan komunikasi, sesuai dengan persyaratan hukum, dan meningkatkan loyalitaspelanggan. Aturan bisnis (Business Rules) organisasi memberitahu apa yang dapat dilakukansecara rinci, sedangkan strategi mengatakan itu bagaimana untuk fokus bisnis pada tingkatmakro untuk mengoptimalkan hasil. Dengan kata lain, strategi menyediakan tingkat tinggi arahtentang apa yang harus dilakukan organisasi. Aturan bisnis memberikan panduan rinci tentangbagaimana strategi dapat diterjemahkan ke tindakan.Aturan bisnis untuk sebuah organisasi apakah ada atau tidak pernah mereka ditulis, berbicaratentang atau bahkan bagian dari kesadaran organisasi. Namun itu adalah praktek yang cukupumum bagi organisasi untuk mengumpulkan aturan bisnis. Hal ini dapat terjadi dalam satu daridua cara. Organisasi dapat memilih untuk secara proaktif menjelaskan praktek bisnis mereka,menghasilkan database aturan. Meskipun kegiatan ini mungkin bermanfaat, mungkin mahaldan memakan waktu. Sebagai contoh, mereka mungkin menyewa konsultan untuk datangmelalui organisasi untuk mendokumentasikan dan mengkonsolidasikan berbagai standar danmetode yang saat ini dalam praktek. Lebih umum, aturan bisnis yang ditemukan dan didokumentasikan informal selamatahap awal proyek. Dalam hal ini pengumpulan aturan bisnis adalah kebetulan. Selain itu,proyek bisnis, seperti peluncuran produk baru atau rekayasa ulang proses yang kompleks,mungkin mengarah pada definisi aturan bisnis baru. 10
  • 14. Praktek pengumpulan aturan bisnis kebetulan adalah rentan terhadap penciptaanaturan bisnis tidak konsisten atau bahkan bertentangan dalam unit organisasi yang berbeda,atau dalam unit organisasi yang sama dari waktu ke waktu. Ketidak konsistenan inimenimbulkan masalah yang bisa sulit untuk menemukan dan memperbaiki. Membiarkan aturan bisnis harus didokumentasikan selama proyek bisnis lebih murahdan lebih mudah untuk dicapai daripada pendekatan pertama, tetapi jika aturan tidakdikumpulkan dalam cara yang konsisten, mereka tidak berharga. Dalam rangka untuk mengajarorang-orang bisnis tentang cara terbaik untuk mengumpulkan dan mendokumentasikan aturanbisnis, ahli dalam analisis bisnis telah menciptakan Metodologi Aturan Bisnis. Metodologi inimendefinisikan proses menangkap aturan bisnis dalam bahasa alami, dalam cara yangdiverifikasi dan dimengerti. Proses ini tidak sulit untuk belajar, dapat dilakukan secara real-time, dan memberdayakan para pemangku kepentingan bisnis untuk mengelola aturan bisnismereka sendiri secara konsisten. Mengumpulkan aturan bisnis juga disebut panen aturan atau aturan bisnispertambangan . Para analis bisnis atau konsultan dapat mengekstrak aturan dari ITdokumentasi (seperti kasus penggunaan, spesifikasi atau kode sistem). Mereka mungkin jugamenyelenggarakan lokakarya dan wawancara dengan ahli subjek (biasa disingkat UKM).Perangkat lunak teknologi yang dirancang untuk menangkap aturan bisnis melalui analisiskode warisan sumber atau perilaku pengguna yang sebenarnya dapat mempercepat prosespengumpulan aturan.2.3.1 Kategori aturan bisnis Menurut Kelompok Aturan Usaha, sebuah pernyataan dari sebuah aturan bisnis jatuh ke dalam salah satu dari empat kategori: a) Definisi istilah bisnis Unsur yang paling dasar dari sebuah aturan bisnis adalah bahasa yang digunakan untuk mengekspresikannya. Definisi sangat istilah itu sendiri merupakan aturan bisnis yang menggambarkan bagaimana orang berpikir dan berbicara tentang hal- hal. Jadi, mendefinisikan istilah adalah membangun kategori aturan bisnis. Ketentuan tradisional telah didokumentasikan dalam Daftar Istilah atau sebagai entitas dalam model konseptual . 11
  • 15. b) Fakta istilah yang berkaitan satu sama lain Struktur sifat atau operasi dari suatu organisasi dapat digambarkan dalam bentuk fakta-fakta yang berhubungan satu sama lain hal. Untuk mengatakan bahwa pelanggan dapat memesan adalah aturan bisnis. Fakta dapat didokumentasikan sebagai kalimat bahasa alami atau sebagai hubungan, atribut, dan struktur generalisasi dalam model grafis. c) Kendala (disebut juga "pernyataan tindakan”) Setiap perusahaan membatasi perilaku dalam beberapa cara, dan ini terkait erat dengan kendala pada data yang mungkin atau mungkin tidak diperbarui. Untuk mencegah merekam dari yang dibuat adalah, dalam banyak kasus, untuk mencegah tindakan dari mengambil tempat. d) Derivasi (Asal mula) Aturan bisnis (termasuk hukum alam) menentukan bagaimana pengetahuan dalam satu bentuk dapat diubah menjadi pengetahuan lainnya, mungkin dalam bentuk yang berbeda. Dalam aplikasi dunia nyata dan hambatannya, aturan bisnis yang dikumpulkan dalam situasi ini adalah:  Ketika didikte oleh hukum  Selama analisis bisnis  Sebagai fana bantuan untuk insinyur. Kurangnya pendekatan yang konsisten terutama karena biaya dan upaya yangdiperlukan untuk mempertahankan daftar aturan. Biaya pemeliharaan daftar meningkat dalamsituasi di mana aturan-aturan yang cepat berubah, seperti di sebuah perusahaan start-up.Hambatan lain umum untuk penerapan manajemen aturan bisnis formal adalah resistensi darikaryawan yang memahami bahwa pengetahuan mereka tentang aturan bisnis adalah kunciuntuk pekerjaan mereka. Karena teknologi membutuhkan dan menegakkan konsistensi dalam penggunaan,teknologi ini sering digunakan untuk mengatasi masalah ini. Akibatnya, telah ada investasiyang besar dalam alat untuk melakukan manajemen bisnis aturan dan pelaksanaan aturan. 12
  • 16. Software alat seperti Wolf Frameworks adalah contoh dari kecenderungan ini.Perhatikan bahwa banyak alat membuat perbedaan antara Mesin Aturan Bisnis dan ManajemenAturan Bisnis, dan memerlukan terjemahan antara keduanya. Alat komersial tersedia sekarangjuga menawarkan kemungkinan untuk menggabungkan kedua manajemen dan pelaksanaanaturan Dikombinasikan dengan mudah untuk menggunakan antarmuka dan notasi yang tepatyang dapat dipertahankan oleh pengguna bisnis, pelanggan alat ini berharap untuk mengurangiatau menghilangkan hambatan yang disebutkan di atas. Sementara perangkat lunak baru yang mampu menggabungkan bisnis manajemen danpelaksanaan aturan, penting untuk menyadari bahwa kedua ide-ide yang berbeda, dan masing-masing memberikan nilai yang berbeda dari yang lain. Paket perangkat lunak aturan bisnismengotomatisasi menggunakan logika bisnis Aturan bisnis jangka kadang-kadang digunakanbergantian dengan logika bisnis, namun yang terakhir berkonotasi suatu praktek rekayasa danpraktek bisnis mantan intrinsik. Ada nilai dalam menguraikan aturan bisnis organisasi terlepasdari apakah informasi ini digunakan untuk mengotomatisasi operasi.2.3.2 Siklus Aturan Bisnis dan Manajemen Proses BisnisDengan Manajemen Proses Bisnis (BPM) alur kerja kegiatan dan informasi dimodelkan dandikendalikan sebagai proses end-to-end dalam rangka untuk akhirnya mengotomatisasi tugas-tugas sebanyak mungkin. 13
  • 17. Business Process Mamangement (BPM) menggabungkan teknologi ManajemenWorkflow dan Integrasi Aplikasi. Mereka memungkinkan untuk tugas-tugas untuk keduadiarahkan kepada staf untuk diproses, dan akan ditransfer ke sistem TI sebagai peserta dalamrantai proses. Dengan Aturan Bisnis Manajemen (BRM) perusahaan terutama mengotomatisasikeputusan yang kompleks dalam proses bisnis mereka:  Dalam langkah-langkah proses untuk sepenuhnya mengotomatisasi mereka  Untuk transisi antara langkah-langkah individu ("aliran")  Sebagai generator cerdas peristiwa yang memicu proses berdasarkan aturan Workflow Manajemen Bisnis Proses dan Aturan Bisnis 14
  • 18. BAB III ANALISA Analisa dilakukan terhadap data (dokumen dan laporan) yang dilihat/dievaluasi daripelaksanaan penerapan system manajemen mutu ISO 9001:2008 dan API Spec Q1 dari seluruhDepartemen, serta wawancara langsung dengan para Manajer Departemennya, Supervisor,Kepala Seksi dan beberapa Karyawan yang melaksanakan penerapan langsung dilapangan.3.1 ANALISA BERDASARKAN DATA Data-data yang dianalisa antara lain adalah : 1. Laporan Internal Audit Kuaslitas 2. Laporan Audit dari Badan Sertifikasi 3. Laporan Inspeksi Produk 4. Laporan Pelatihan Karyawan 5. Laporan Rapat Tinjauan Manajemen 6. Laporan Ketidaksesuaian Produk 7. Laporan Tindakan Perbaikan dan Pencegahan 8. Laporan Evaluasi Pemasok 9. Laporan Produksi 10. Laporan Kalibrasi Alat Ukur 11. Laporan Pembelian Material3.2 ANALISA BERDASARKAN WAWANCARA Wawancara dilakukan langsung dengan Manajer Departemen untuk mendapatkan informasi langsung mengenai pelaksanaan penerapan system manajemen mutu ISO 9001:2008 dan API Spec Q1 di PT. Pipa Mas Putih. Adapun karyawan yang di wawancarai secara langsung diantaranya adalah : 1. Manajer Produksi 2. Manajer Engineering 3. Manajer PPIC 4. Manajer Pembelian 5. Manajer Quality 15
  • 19. 6. Supervisor Produksi 7. Supervisor Quality 8. Kepala Seksi Produksi 9. Staff Personalia 10. Karyawan Produksi Dari hasil analisa data dan hasil wawancara tersebut terkumpul maka dibuat tabelrekapitulasi perbandingan keadaan sebelum dan sesudah penerapan system manajemen mutuISO 9001:2008 dan API Spec Q1. Tabel Rekapitulasi Perbandingan Sebelum dan Sesudah Penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 dan API Spec Q1.NO. DESKRIPSI KEADAAN SEBELUM KEADAAN SESUDAH 1 Dokumen Manual Sistem Mutu Kurang memenuhi standar Memenuhi Standar ISO/API 2 Dokumen Prosedur / Instruksi Kerja Kurang lengkap Lebih lengkap 3 Dokumen Rencana Mutu Kurang spesifik Lebih spesifik 4 Kebijakan Mutu Kurang Jelas Jelas dan terperinci 5 Sasaran Mutu Kurang terarah Lebih terarah 6 Kualitas Produk Kurang meningkat Meningkat lebih baik 7 Kepuasan Pelanggan Tidak diketahui Diketahui melalui survey 8 Penggunaan Dokumen dan Data Kurang terkontrol Terkontrol dengan baik 9 Pembelian Material Dari pemasok bebas Dari pemasok yg terevaluasi10 Alur Proses Kerja Kurang teratur Rapih dan teratur11 Motivasi Kerja Karyawan Biasa seadanya Meningkat baik12 Pengetahuan Karyawan Hanya sesuai bidangnya Bertambah dengan kualitas13 Komitmen Top Manajemen Kurang konsisten Konsisten terus menerus14 Peralatan Inspeksi Kurang lengkap Lengkap sesuai peruntukanya15 Kalibrasi alat ukur Program kurang terlaksana Program dilaksanakan16 Pelatihan Karyawan Program tidak terlaksana Program dilaksanakan17 Stok Material dan konsumabel Kurang terkontrol Terkontrol dengan baik18 Audit Internal Tidak ada jadwal audit Dilaksanakan sesuai jadwal19 Perawatan Mesin-mesin Jadwal tidak terlaksana Dilaksanakan sesuai jadwal20 Tindakan perbaikan dan pencegahan Hanya terfokus pada saat itu Terfokus untuk kedepan21 Laporan Inspeksi material/produk Kurang konsisten dibuat Konsisten dibuat dan lengkap22 Rapat tinjauan manajemen (RTM) Hanya rapat operasional Rapat (RTM) dilaksanakan 16
  • 20. BAB IV KESIMPULAN Berdasarkan dari tabel rekapitulasi perbandingan sebelum dan sesudah penerapansistem manajemen mutu ISO 9001:2008 dan API Spec Q1 tersebut maka dapat diambilkesimpulan secara menyeluruh bahwa telah diperoleh dampak positif terhadap perusahaan,antara lain : 1. Persyaratan Sistem Manajemen Mutu dari ISO 9001:2008 dan API Spec Q1 telah dipenuhi dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. 2. Produk telah dibuat sesuai dengan standar kriteria keberterimaan kualitas yang telah ditentukan. 3. Kepuasan pelanggan telah terpenuhi sesuai dengan tingkatannya. 4. Meningkatkan pengetahuan, disiplin dan motivasi karyawan terhadap kualitas. 5. Meningkatkan komitmen Manajemen Puncak terhadap pelaksanaan penerapan Sistem Manajemen Mutu dari ISO 9001:2008 dan API Spec Q1. 6. Meningkatkan perbaikan secara berkesinambungan. 7. Meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap perusahaan 8. Mengurangi jumlah produk yang rusak/gagal termasuk biaya kegagalannya 9. Dapat bersaing di pasar Nasional maupun Internasional 10. Meningkatkan performansi dan profit margin perusahaan 11. Dan hal-hal lain yang positif dan keuntungan bagi perusahaan. Dari berbagai keuntungan yang diperoleh perusahaan yang menerapkan sistemmanajemen mutu ISO 9001:2008 dan API Spec Q1, berdampak pula terhadap kesejahteraankaryawannya.Bahwa sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 dan API Spec Q1 yang diterapkan di PT. PipaMas Putih adalah sebagai bagian dari Business Rules perusahaan, dimana segala ketentuannyadipenuhi dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya untuk mencapai tujuan yang diharapkanperusahaan. Business Rules PT. Pipa Mas Putih dituangkan dalam Prosedur yangterdokumentasi, seluruh aktivitas tertuang dalam prosedur, sebagaimana disyaratkan dalamsistem manajemen mutu ISO 9001:2008 dan API Spec Q1. 17
  • 21. DAFTAR PUSTAKA / REFERENSI1. International standard ISO 9001 Fourth Edition 15-11-2008 : Quality Management System Requirements.2. ANSI/API Specification Q1 Eigth Edition, June 15, 2008. Addendum 1, June 2010 : Specification for Quality Programs for the Petroleum, Petrochemical and Natural Gas Industry.3. API Specification 5CT, Ninth Edition, July 2011 : Specification for Casing and Tubing.4. ISO/TS 29001:2010 (Third Edition 01-06-2010) : Petroleum, Petrochemical and Natural Gas Industries – Sector specific quality management systems - Requirements for product and service supply organizations.5. Quality System Manual PT. Pipa Mas Putih, revisi 2, tanggal 10 Jan. 2012.6. Operating Procedure Manual PT. Pipa Mas Putih, revisi 2, tanggal 5 Jan. 2012.7. Business Rules, http://en.wikipedia.org/wiki/Business_rule8. Sistem Manajemen Mutu API Spec Q1, Khairul Umam ST., dan Ir. Hengky S Nugroho MT., IPM. www.Bikasolusi.com9. Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008, Ir. Iim Ibrohim, PT. PGI Consulting www.ibrosys.com 18