• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Landasan neurologis pada bahasa
 

Landasan neurologis pada bahasa

on

  • 296 views

 

Statistics

Views

Total Views
296
Views on SlideShare
296
Embed Views
0

Actions

Likes
1
Downloads
0
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Landasan neurologis pada bahasa Landasan neurologis pada bahasa Document Transcript

    • Dedi Damhudi (20116011034) 1LANDASAN NEUROLOGIS PADA BAHASAOleh Dedi Damhudi1. PendahuluanPerkembangan bahasa manusia terkait erat dengan perkembangan biologinya.Pertumbuhan bahasa pada manusia mengikuti jadwal perkembangan genetiknyasehingga munculnya suatu unsur bahasa tidak dapat dipaksakan. Selain faktorbiologis, faktor yang juga sangat penting dalam penguasaan bahasa adalah faktorneurologis yang membahas tentang kaitan antara otak manusia dengan bahasa.Neurologi mempunyai kaitan erat dengan bahasa karena kemampuan manusiaberbahasa ternyata bukan hanya karena lingkungan tetapi karena kodrat neurologisyang dibawanya sejak lahir. Betapa besar peranan otak kita di dalam pemerolehan,pemahaman dan pemakaian bahasa.Proses bahasa itu dimulai dari enkode semantik, enkode gramatika, danenkode fonologi, lalu dilanjutkan dengan dekode fonologi, dekode gramatikal, dandiakhiri dengan dekode semantik. Semua proses ini dikendalikan oleh otak yangmerupakan alat pengatur dan pengendali gerak semua aktifitas manusia (Chaer,2003). Tanpa otak dengan fungsi-fungsinya yang kita miliki sekarang ini, mustahillahmanusia dapat berbahasa. Pada bahasan ini akan disajikan struktur dan organisasiotak manusia untuk memberikan jawaban terhadap masalah pemerolehan,pemahaman,dan pemakaian bahasa, serta akibat-akibat yang akan timbul bila adagangguan pada otak.2. Pembahasan2.1 Evolusi Otak ManusiaManusia tumbuh secara gradual dari suatu bentuk ke bentuk lain selamaberjuta-juta tahun. Salah satu pertumbuhan yang telah diselidiki oleh para ahliPalaeneurologi menunjukkan bahwa evolusi otak dari primat Austrolopithecussampai dengan manusia pada masa kini telah berlangsung sekitar 3 juta tahun. Halini tampak paling tidak pada ukuran otak yang membesar dari 400 miligram menjadi1400 miligram pada kurun waktu 3-4 juta tahun yang lalu. Dari munculnya HomoErectus sampai dengan adanya Homo Sapiens sekitar 1,7 juta tahun lalu ukuranotak manusia telah berkembang hampir dua kali lipat, dari 800 miligram ke 1.500miligram.
    • Dedi Damhudi (20116011034) 2Perkembangan otak ini dapat dibagi menjadi empat tahap (Holloway dikutipDardjowidjojo, 2005:202). Tahap pertama adalah tahap perkembangan ukuranseperti yang dikatakan di atas. Tahap ini tampak pada Homo Erectus yangditemukan di Jawa dan di Cina.Tahap kedua adalah adanya perubahan reorganisasipada otak. Lembah-lembah pada otak ada yang bergeser sehingga memperluasdaerah lain seperti daerah yang dinamakan kaerah pariental. Perubahan ini terjadipada praaustrolopithecus ke Austrolopithecus Afarensis. Tahap ketiga adalahmunculnya sistem fiber yang berbeda-beda pada daerah-daerah tertentu melaluicorpus callosum. Fiber-fiber ini diibaratkan sebagai kabel listrik yang memberikanaliran-aliran elektrik untuk menggerakkan atau melakukan sesuatu. Tahap terakhiradalah munculnya dua hemisfir yang asimitris. Dua perkembangan terakhir ini(ketiga dan keempat) terjadi pada saat perubahan dari Homo Erectus ke HomoSapiens.Otak manusia merupakan pusat dari sistem saraf manusia dan merupakanorgan yang sangat kompleks. Terlampir di tempurung kepala, ia memiliki strukturumum yang sama dengan otak mamalia lain, tetapi tiga kali lebih besar sebagai otakmamalia khas dengan ukuran tubuh setara. Sebagian besar ekspansi berasal darikorteks serebral, berbelit-belit lapisan jaringan saraf yang menutupi permukaan otakbagian depan. Terutama diperluas adalah lobus frontalis, yang terlibat dalam fungsieksekutif seperti pengendalian diri, perencanaan, penalaran, dan berpikir abstrak.Satu diantara teori terdapat perbedaan kualitatif antara otak manusia seperti saat inidan otak manusia dalam bentuk pra-manusia.Spink dan Cole (2006) menyebut apa yang diistilahkan sebagai transformasineurologi dengan lompatan besar pada otak manusia, yang bisa menghasilkantransformasi dramatis pada bentuk kognitif manusia serta memperkuat kerja memori.Peristiwa ini terjadi mulai dari 40.000 sampai 75.000 tahun lampau.Perbedaan antara otak manusia saat ini dan otak manusia prasejarah serta nenekmoyang primata dapat dijelaskan dengan ukuran otak itu sendiri yang semakinmeningkat. Terdapat peningkatan relatif sebanyak tujuh kali lipat pada ukuran otakdibanding massa tubuh mulai dari jaman kera sampai manusia hari ini (Jerison,1973). Keadaan ini sering disebut dengan “bentuk terkuat dari hipotesaensefalization” atau hipotesa unitari. Menurut hipotesa ini, hanya terdapat satuadaptasi evolusi pada evolusi manusia, yaitu ukuran otak, dengan ukurannyasemakin lama semakin meningkat. Dalam evolusi manusia dari primata ke Homo
    • Dedi Damhudi (20116011034) 3sapiens, otak manusia berubah karena Homo sapiens mengembangkankemampuan sosio-kognitif dan bekerja sama sehingga sukses bersaing. Otakmanusia terus meningkat ukuran dan fungsinya; faktanya, peningkatan ukuran danfungsi ini sangatlah cepat. Berkembangnya otak manusia ini disebabkan karenakebutuhan manusia untuk bekerja sama dalam kelompok demi mempertahankanpersaingan melawan kelompok Homo sapiens lainnya. Hipotesa “kerja sama untukbersaing” berarti hanya dikalangan manusia dan diantara diri mereka sendirilah yangdapat mengembangkan tantangan cukup besar sehingga menimbulkan prosesadaptasi manusia. Oleh sebab itu diri manusia sendirilah yang menjadi kekuatanalam.Otak seorang bayi ketika baru dilahirkan beratnya hanyalah kira-kira 40% dariberat otak orang dewasa; sedangkan makhluk primata lain, seperti kera adalah 70%dari otak dewasanya (Menyuk, 1971:31). Dari perbandingan tersebut tampak bahwamanusia kiranya telah dikodratkan secara biologis untuk mengembangkan otak dankemampuannya secara cepat. Dalam waktu tidak terlalu lama otak itu telahberkembang menuju kesempurnaannya. Sewaktu dewasa manusia mempunyai otakseberat 1350 gram, sedangkan simpanse dewasa hanya 450 gram (Slobin, 1971:118). Memang ada manusia kerdil yang termasuk nanocephalic yang berat otaknyahanya 450 gram waktu dewasa, tetapi masih dapat berbicara seperti manusialainnya, sedangkan makhluk lain tidak (Lenneberg 1964). Perkembangan ataupertumbuhan otak manusia menurut Volpe (1987) terdiri atas enam tahap, yaitu:Pembentukan tabung neural.Profilerasi selular untuk membentuk calon sel neuron dan glia.Perpindahan selular dari germinal subependemal ke korteks.Deferensiasi selular menjadi beuron spesifik. Perkembangan akson dan dendrit yangmenyebabkan bertambahnya sinaps (perkembangan dendrit tergantung fungsidaerah tersebut).Elimenisi selektif neuron, sinaps, dan sebagainya untuk spesifikasi.Perkembangan tahap 1 sampai 4 pada masa kandungan, dan tidak dipengaruhi olehdunia luar; sedangkan tahap 5 dan 6 berlangsung terus setelah lahir, dandipengaruhi oleh dunia luar atau keadaan sekitarnya (Goodman, 1987). Pada tahapperkembangan ini ada dua masa yang merupakan masa terjadinya lajuperkembangan pesat dalam otak, yaitu antara bulan kedua dan bulan keempat masakandungan (yakni terjadinya pebelahan sel) dan antara bulan kelima kandungan
    • Dedi Damhudi (20116011034) 4sampai usia 18 bulan sesudah lahir (yakni terjadinya pertambahan oligodendroglia).Oleh karena itu, dua tahun pertama kehidupan disebut juga sebagai masa kritisperkembangan karena stimulasi dan intervensi pada masa ini memberikanperkembangan yang paling maksimal.Meskipun sel otak dapat tumbuh dengan cepat pada saat bayi dalamkandungan, dan juga mampu memperbaharui diri ketika mengalami luka, namunadanya pertumbuhan dianggap tidak masuk akal, yang dianggap masuk akal justrukemerosotan mental secara gradual ketika seseorang bertambah tua. Hal ini terjadikarena ada beberapa sel otak yang mati dan tidak dapat diperbaharui lagi karena itu,pendapat yang mengatakan bahwa sel otak manusia terus berkembang sepanjangusia manusia sulit diterima oleh sejumlah pakar. Stroke (kerusakan pada pembuluhdarah otak) dan berbagai penyakit yang disebabkan oleh kerusakan otak menjadibukti bahwa tidak ada lagi pertubuhan sel otak pada manusia dewasa.2.2 Otak Manusia Vs Otak BinatangDi samping bentuk tubuh dan ciri-ciri fisikal yang lainnya,yang membedakanmanusia dari binatang adalah terutama otaknya. Dibandingkan dengan binatang lainseperti monyet dan anjing, volume otak manusia memang lebih besar. Akan tetapiyang memisahkan manusia dari kelompok binatang, khususnya dalam halpenggunaan bahasa, bukanlah ukuran dan bobot otaknya. Manusia berbeda daribinatang karena struktur dan organisasi otaknya berbeda sehingga fungsi danpenggunaannya berbeda pula dalam hal bahasa.2.2.1 Otak ManusiaDari segi ukurannya berat otak manusia adalah 1 sampai 1,5 kilogram denganrata-rata 1330 gram (Halloway dikutip Dardjowidjojo, 2005:203). Untuk ukuran orangbarat, ini adalah 2% dari berat badannya; untuk manusia Indonesia bahkan mungkinkurang dari itu. Akan tetapi ukuran sekecil ini menyedot 15% dari seluruh peredarandarah dari jantung dan memerlukan 20% dari sumber daya metabolik manusia.Dengan demikian dari data di atas bahwa otak memerlukan perhatian khusus daribadan kita.Seluruh sistem saraf kita terdiri dari dua bagian utama: (a) tulang punggungyang terdiri dari sederetan tulang punggung yang bersambung-sambungan (spinalcord), dan (b) otak. Otak itu sendiri terdiri dari dua bagian yaitu batang otak (brainstem) dan korteks selebral (cerebral cortex). Tulang punggung dan korteks selebral
    • Dedi Damhudi (20116011034) 5ini merupakan sistem saraf sentral untuk manusia. Segala yang dilakukan manusiabaik berupa kegiatan fisik maupun mental itu dikendalikan oleh sistem saraf ini.Batang otak terdiri dari bagian-bagian yang dinamakan Medulla, Pons, Otaktengah, dan Cerebellum. Bagian-bagian ini terutama berkaitan dengan fungsi fisikaltubuh, termasuk pernapasan, detak jantung , gerakan , reflex , pencernaan danpemunculan emosi (Steinberg dikutip Dardjowidjojo, 2005:203).2.2.1.1 Hemisfer Kiri dan Hemisfer KananKorteks selebral menangani fungsi-fungsi intelektual dan bahasa. Korteksserebral manusia terdiri dari dua bagian, yakni hemisfir kiri dan hemisfir kanan.Kedua hemisfir ini dihubungkan oleh sekitar 200 juta fiber yang dinamakan korpuskalosum (corpus callosum) (Dingwall dikutip Dardjowidjojo, 2005:204).Hamisfir kiri mengendalikan semua anggota badan yang ada di sebelah kanan,termasuk muka bagian kanan. Sebaliknya, hemisfir kanan mengontrol anggotabadan dan wajah sebelah kiri. Sementara itu, Korpus Kalosum bertugasmengintegrasi dan mengkoordinir apa yang dilakukan oleh kedua hemisfir tersebut.Wujud fisik dari hemisfir kiri dan hemisfir kanan hampir merupakan pantulancermin, tetapi di sana sini ada sedikit perbedaan, misalnya pada hemisfir kiri adadaerah Wernicke yang lebih luas daripada bagian yang sama pada hemisfir kanan.Karena dalam kaitannya dengan bahasa yang paling banyak berperan adalahhemisfir kiri. Seperti pada gambar di bawah ini.
    • Dedi Damhudi (20116011034) 6Kedua hemisfer otak memunyai peranan yang berbeda bagi fungsikortikal.Fungsi bicara-bahasa dipusatkan pada hemisfer kiri bagi orang yang tidak kidal.Hemisfer kiri juga disebut juga hemisfer dominan bagi bahasa dan korteksnyadinamakan korteks bahasa. Hemisfer dominan atau superior secara morfologismemang agak berbeda dari hemisfer yang tidak dominan atau inferior. Hemisferdominan lebih berat dan girusnya lebih besar serta panjang. Hemisfer kiri jugaberperan untuk fungsi memori yang bersifat verbal (verbal memory). Sebaliknyahemisfer kanan memunyai fungsi emosi, lagu isyarat (gestrure), baik yang emosionalmaupun verbal.Hemisfer kiri memang dominan untuk fungsi bicara bahasa, namun tanpaadanya peranan hemisfer kanan pembicaraan seseorang menjadi monoton, tak adaprosodi, tak ada lagu kalimat (tanpa menampilkan emosi atau mimik), dan tanpadisertai isyarat-isyarat bahasa.1) Hemisfer KiriHemisfer kiri lebih aktif ketika seseorang terlibat dalam beberapa tugas yangbersifat logis, simbolik, dan berangkai, seperti memecahkan persoalan matematikadan memahami materi yang bersifat teknis. Hemisfer kiri mengatur kemampuanuntuk mengekspresikan diri dalam bahasa. Ia melakukan banyak aktivitas logika dananalitik yang rumit dan mampu mengerjakan komputasi (perhitungan) matematika.
    • Dedi Damhudi (20116011034) 72) Hemisfer KananHemisfer kanan memiliki kemampuan lebih dalam memecahkan persoalan-persoalan yang menuntut kemampuan visual-spatial, kemampuan menggunakanpeta, meniru cara berpakaian, mengenali wajah, dan membaca ekspresi wajah.Hemisfer kanan aktif ketika seseorang mencoba berkreasi dan memberikanapresiasi terhadap seni dan musik. Hemisfer kanan juga memiliki beberapakemampuan bahasa. Hemisfer kanan dapat memahami bahasa yang sangatsederhana. Ia dapat berespon terhadap kata benda sederhana dengan memilihbenda seperti mur atau sisir, dan bahkan ia dapat berespon terhadap asosiasi objektersebut.Dalam aktivitas hidup yang paling nyata, secara alamiah kedua sisi otak inisaling kerjasama. Masing-masing memberikan kontribusi yang saling bekerja sama.Sebagai contoh, kemampuan matematika tidak hanya melibatkan area-area lobusfrontal kiri, namun juga area lobus parietal kiri dan kanan. Lobus parietal kiridiperlukan untuk menghitung jumlah yang pasti dengan menggunakan bahasa (“2kali 5 sama dengan 10”). Lobus parietal kanan diperlukan untuk melakukanpembayangan secara visual atau spatial, seperti “garis angka” jarak mental, yangmenghitung kuantitas atau besarnya jarak (“6 lebih deket ke 9 daripada ke 2”).(Deehaene dkk, 1999).2.2.2 Otak BinatangEvolusi otak pada manusia dan pada makhluk lain berbeda. Pada makhlukseperti ikan , tikus , dan burung misalnya korteks selebral boleh dikatakan tidaktampak padahal korteks inilah yang sangat berkembang pada manusia. Padamakhluk lain seperti simpanse dan juga gorilla juga tidak terdapat daerah-daerrahyang dipakai untuk memproses bahasa. Korteks serebral pada binatang bolehdikatakan tiadak tampak, padahal korteks inilah yang sangat berkembang padamanusia. Manusia memakai sebagian besar otaknya untuk proses mental, termasukproses kebahasaan, tetapi binatang lebih banyak memakai otaknya untukkebutuhan-kebutuhan fisik.Secara sederhana, perbedaan yang mendasar antara otak binatang danmanusia terdapat pada lapisan terluar otaknya. Inilah yang disebut sebagai CortexCerebri, atau sering disebut Cortex saja. Disinilah pusat aktifitas ’pikiran’ manusiaberada dan ternyata seluruh peradaban manusia dihasilkan oleh aktifitas kulit otak
    • Dedi Damhudi (20116011034) 8ini. Itu pula, kenapa dunia binatang tidak memiliki peradaban seperti manusia – tidakpunya sains, teknologi, seni budaya, bahkan agama – karena mereka tidakmempunyai cortex tersebut di otaknya. Lebih jauh, adalah menarik mendapatikenyataan bahwa pusat penglihatan dan pendengaran manusia ternyata jugaterdapat di cortex-nya. Pusat penglihatan berada di kulit otak bagian belakang,sedangkan pusat pendengaran berada di bagian samping.Berarti, proses ‘melihat’ dan ‘mendengar’ itu sebenarnya identik dengan prosesberpikir. Orang yang melamun, meskipun bisa melihat dengan mata dan mendengardengan telinga, dia tidak bisa ’memahami’ apa yang sedang dilihat dan didengarnya.Pada saat demikian, dia tidak sedang mengaktifkan daya pikir cortexnya secarautuh, sehingga bisa disebut setara dengan ’binatang’. Pada kenyataannya,Hipocampus merupakan pusat memori yang menyimpan ’kesimpulan’ proses-prosesrasional yang terjadi di Cortex. Secara fisiologis, Hipocampus terbentuk dariperluasan kulit otak yang melipat ke bagian dalam otak tengah. Bentuknya sepertihuruf C. Dengan demikian, meskipun hipocampus berada di bagian dalam otak,sebenarnya ia adalah bagian dari cortex yang bekerja secara rasional, logis, dananalitis pula.Mengerti bahasa dengan dapat berbahasa adalah dua hal yang berbeda.Hewan-hewan yang dilatih, seperti dalam sirkus memang mengerti bahasa karenadia dapat melakukan perbuatan yang diperintahkan kepadanya. Namun,kemengertiannya itu sebenarnya bukanlah karena dia mengerti bahasa, melainkansebagai hasil dari respon yang dikondisikan, kemudian kalau brung beo dan burungnuri dapat “ngomong” bukanlah karena burung-burung itu dapat berbahasa,melainkan karena alat artikulasinya memungkinkan dia untuk dapat menirukanujaran manusia yang dapat didengar atau dilatihkan. Kalau kita mengacu kepadateori generatif transformasi Chomsky yang mengatakan bahwa kemampuanberbahasa adalah kemampuan untuk menghasilkan kalimat-kalimat baru yangbelum belum pernah didengar atau diucapkan orang, maka bisa disimpulkan bahwahewan-hewan itu tidak dapat berbahasa, burung beo dan burung nuri itu hanya bisamengucapkan kalimat yang pernah didengarnya, tetapi tidak dapat membuatkalimat-kalimat baru.
    • Dedi Damhudi (20116011034) 92.3 Kaitan Otak dengan BahasaOtak memegang peranan yang sangat penting dalam berbahasa. Telahdiutarakan sebelumnya bahwa saraf-saraf tertentu dalam otak berkaitan denganfungsi berbahasa baik lisan maupun tulisan. Ini dapat dibuktikan bahwa terdapatgangguan berbahasa bagi orang yang mengalami kerusakan otak atau kecelakaanyang mengenai kepala, selain itu juga dilakukan eksperimen terhadap saraf-saraf diotak bagi orang yang sehat. Saraf-saraf dalam otak berkaitan dengan fungsiberbahasa adalah daerah broca, daerah Wernicke, dan daerah korteks ujaransuperior atau daerah motorsuplementer. Berdasarkan tiga daerah saraf tersebutdapat dikatakan bahwa terdapat bagian-bagian tertentu pada saraf-saraf di otak kirimanusia yang mempengaruhi manusia untuk menghasilkan ujaran untuk berbahasadan berkomunikasi dengan sesama.Apabila input yang masuk adalah dalam bentuk lisan, maka bunyi-bunyi ituditanggapi di lobe temporal, khususnya oleh korteks primer pendengaran. Setelahbunyi diterima, dicerna, dan diolah maka bunyi bahasa yang masuk tersebut dikirimke daerah Wernicke untuk diinterpretasikan. Di daerah ini, bunyi-bunyi itu dipilah-pilih menjadi sukukata, kata, frase, klausa, dan akhirnya menjadi kalimat.Setelah bunyi tadi diberi makna dan dipahami isinya, maka ada dua jalurkemungkinan. Jika masukan tadi hanya sekedar informasi yang tidak perluditanggapi, maka masukan tadi cukup disimpan saja dalam memori. Namun bilamasukan itu perlu ditanggapi secara verbal, maka interpretasi itu dikirim ke daerahBroca melalui fasikulus arkuat.Di daerah Broca proses penanggapan dimulai setelah diputuskan tanggapanverbal itu bunyinya seperti apa maka daerah Broca memerintahkan motor korteksuntuk melaksanakan prosesnya. Pelaksanaan di korteks motor juga tidaksederhana. Untuk suatu ujuaran ada minimal 100 otot dan 140.000 rentetanneuromuskuler yang terlibat. Proses ini nampak pada gambar di bawah ini.
    • Dedi Damhudi (20116011034) 10Apabila input yang masuk bukan dalam bentuk lisan, tetapi dalam bentuktulisan, maka jalur pemrosesanya agak berbeda. Lihat bagan di bawah ini.Masukan tidak ditanggapi oleh korteks primer pendengaran, tetapi oleh korteksvisual di lobe osipital. Masukan ini tidak langsung dikirim ke daerah Wernicke, tetapiharus melewati girus anguler yang mengkoordinasikan daerah pemahaman dengandaerah osipital. Setelah tahap ini, prosesnya sama, yakni input tadi dipahami olehdaerah Wernicke, kemudian dikirim ke daerah Broca bila perlu tanggapan verbal.
    • Dedi Damhudi (20116011034) 112.4 Gangguan WicaraKelainan bicara atau wicara adalah adanya masalah dalam komunikasi danbagian-bagian yang berhubungan dengannya seperti fungsi organ bicara.Keterlambatan dan kelainan mungkin bervariasi dari yang ringan tahu tidak adapengaruhnya berhadap kehidupan sehari-hari dan sosialisasi, sampai yang tidakmampu untuk mengeluarkan suara atau memahami dan mempergunakan bahasa.Gangguan bicara berhubungan dengan kesulitan menghasilkan bunyi yang spesifikuntuk bicara atau dengan gangguan dalam kualitas suara. Berikut penyebabgangguan atau keterlambatan bicara adalah sebagai berikut:2.4.1 Gangguan PendengaranAnak yang mengalami gangguan pendengaran kurang mendengarpembicaraan disekitarnya. Gangguan pendengaran selalu harus dipikirkan bila adaketerlambatan bicara. Terdapat beberapa penyebab gangguan pendengaran, bisakarena infeksi, trauma atau kelainan bawaan. Infeksi bisa terjadi bila mengalamiinfeksi yang berulang pada organ dalam sistem pendengaran. Kelainan bawaanbiasanya karena kelainan genetik, infeksi ibu saat kehamilan, obat-obatan yangdikonsumsi ibu saat hamil, atau bila terdapat keluarga yang mempunyai riwayatketulian. Gangguan pendengaran bisa juga saat bayi bila terjadi infeksi berat, infeksiotak, pemakaian obat-obatan tertentu atau kuning yang berat (hiperbilirubin).Pengobatan dengan pemasangan alat bantu dengar akan sangat membantu bilakelainan ini dideteksi sejak awal. Pada anak yang mengalami gangguanpendengaran tetapi kepandaian normal, perkembangan berbahasa sampai 6-9 bulantampaknya normal dan tidak ada kemunduran. Kemudian menggumam akan hilangdisusul hilangnya suara lain dan anak tampaknya sangat pendiam. Adanyakemunduran ini juga seringkali dicurigai sebagai kelainan saraf degeneratif.2.4.2 Kelainan Organ BicaraKelainan ini meliputi lidah pendek, kelainan bentuk gigi dan mandibula (rahangbawah), kelainan bibir sumbing (palatoschizis/cleft palate), deviasi septum nasi,adenoid atau kelainan laring. Pada lidah pendek terjadi kesulitan menjulurkan lidahsehingga kesulitan mengucapkan huruf ”t”, ”n” dan ”l”. Kelainan bentuk gigi danmandibula mengakibatkan suara desah seperti ”f”, ”v”, ”s”, ”z” dan ”th”. Kelainan bibirsumbing bisa mengakibatkan penyimpangan resonansi berupa rinolaliaaperta, yaituterjadi suara hidung pada huruf bertekanan tinggi seperti ”s”, ”k”, dan ”g”.
    • Dedi Damhudi (20116011034) 122.4.3 Retardasi MentalRedartasi mental adalah kurangnya kepandaian seorang anak dibandingkan anaklain seusianya. Redartasi mental merupakan penyebab terbanyak dari gangguanbahasa. Pada kasus redartasi mental, keterlambatan berbahasa selalu disertaiketerlambatan dalam bidang pemecahan masalah visuo-motor.2.4.4 Genetik Heriditer dan Kelainan KromosomGangguan karena kelainan genetik yang menurun dari orang tua. Biasanya jugaterjadi pada satu diantara atau ke dua orang tua saat kecil. Menurut Mery GL anakyang lahir dengan kromosom 47 XXX terdapat keterlambatan bicara sebelum usia2 tahun dan membutuhkan terapi bicara sebelum usia prasekolah sedangkan BruceBender berpendapat bahwa kromosom 47 XXY mengalami kelainan bicara ekpresifdan reseptif lebih berat dibandingkan kelainan kromosom 47 XXX.2.4.5 Kelainan Sentral (Otak)Gangguan berbahasa sentral adalah ketidaksanggupan untuk menggabungkankemampuan pemecahan masalah dengan kemampuan berbahasa yang selalu lebihrendah. Ia sering menggunakan mimik untuk menyatakan kehendaknya seperti padapantomim. Pada usia sekolah, terlihat dalam bentuk kesulitan belajar.2.4.6 AutismeGangguan bicara dan bahasa yang berat dapat disebabkan karena autism. Autismeadalah gangguan perkembangan pervasif pada anak yang ditandai dengan adanyagangguan dan keterlambatan dalam bidang kognitif, bahasa, perilaku, komunikasidan interaksi sosial.2.4.7 Mutisme SelektifMutisme selektif biasanya terlihat pada anak berumur 3-5 tahun, yang tidak maubicara pada keadaan tertentu, misalnya di sekolah atau bila ada orang tertentu ataukadang-kadang ia hanya mau bicara pada orang tertentu, biasanya anak yang lebihtua. Keadaan ini lebih banyak dihubungkan dengan kelainan yang disebut sebagaineurosis atau gangguan motivasi. Keadaan ini juga ditemukan pada anak dengangangguan komunikasi sentral dengan intelegensi yang normal atau sedikit rendah.
    • Dedi Damhudi (20116011034) 132.4.8 Gangguan Emosi dan Perilaku LainnyaGangguan bicara biasanya menyerta pada gangguan disfungsi otak minimal,gejala yang terjadi sangat minimal sehingga tidak mudah untuk dikenali. Biasanyadiserta kesulitan belajar, hiperaktif, tidak terampil dan gejala tersamar lainnya.2.4.9 Alergi MakananAlergi makanan ternyata juga bisa mengganggu fungsi otak, sehinggamengakibatkan gangguan perkembangan satu diantaranya adalah keterlambatanbicara pada anak. Gangguan ini biasanya terjadi pada manifestasi alergi padagangguan pencernaan dan kulit. Bila alergi makanan sebagai penyebab biasanyaketerlambatan bicara terjadi usia di bawah 2 tahun, di atas usia 2 tahun anak tampaksangat pesat perkembangan bicaranya.2.4.10 Deprivasi LingkunganDalam keadaan ini anak tidak mendapat rangsang yang cukup darilingkungannya. Apakah stimulasi yang kurang akan menyebabkan gangguanberbahasa? Penelitian menunjukkan sedikit keterlambatan bicara, tetapi tidak berat.Bilamana anak yang kurang mendapat stimulasi tersebut juga mengalami kurangmakan atau child abuse, maka kelainan berbahasa dapat lebih berat karenapenyebabnya bukan deprivasi semata-mata tetapi juga kelainan saraf karena kuranggizi atau penelantaran anak.2.5 Hipotese Umur KritisSebelum mencapai umur belasan bawah, sekitar umur 12 tahunan, anakmempunyai kemampuan untuk memperoleh bahasa mana pun yang disajikanpadanya secara natif. Hal ini tampak terutama pada aksesnya. Gejala ini dinyatakandalam hipotese yang bernama Hipotesis Umur Kritis (Critical Age Hypothesis) yangdiajukan oleh Lenneberg (1967). Pada esensinya hipotese ini mengatakan bahwaantara umur 2 tahun sampai dengan 12 tahun seorang anak dapat memperolehbahasa mana pun dengan kemampuan seorang penutur asli. Jadi, seandainya adakeluarga Amerika yang tinggal di Jakarta dan kemudian mereka melahirkan anak,dan anak itu itu bergaul dengan orang-orang Indonesia sampai dengan, katakanlahumur 5-7 tahun, dia pasti akan dapat berbahasa Indonesia Jakarta seperti anakJakarta seperti anak Jakarta yang lain. Begitu juga sebaliknya: anak Indonesia yanglahir dan besar di New York dan bergaul dengan orang-orang New York akan
    • Dedi Damhudi (20116011034) 14berbicara bahasa Inggris New York seperti orang New York. Hal seperti ini terjadikarena sebelum umur 12 tahun pada anak belum terjadi lateralisasi, yakni hemisferkiri dan hemisfer kanan belum dipisah unutk diberi tugas sendiri-sendiri. Kedua-duanya masih lentur dan masih dapat menerima tugas apa pun. Itu pulalahsebabnya mengapa orang yang kena stroke pada umur di bawah sekitar 12 tahunakan dapat pulih 100% dalam memperoleh bahasa sedangkan orang dewasa akankecil kemungkinannya untuk sembuh total.2.6 Kekidalan dan KekinananAda orang yang kidal dan ada juga yang kinan, bahkan ada pula yang dapatmenggunakan kedua tangannya secara berimbang disebut ambidektrus(ambidextrous). Disebutkan bahwa hemisfer kiri adalah sebagai hemisfer dominanbagi bahasa. Untuk kebanyakan orang, bahasa ada pada hemisfer kiri yaitu sekitar99% dari orang kinan memakai hemisfer kiri untuk berbahasa. Demikian juga orangkidal, yaitu 75% dari mereka juga memakai hemisfer kiri, meskipun kadar dominasihemisfer ini tidak sekuat seperti pada orang kinan.Masalah mengenai ada atau tidaknya kolerasi anatara kekidalan dankekinanan dalam pemakai bahasa ataupun kemampuan intelektual lainnya, adayang mengatakan bahwa kadar dominasi hemifer kiri pada orang kidal yang tidaksekuat seperti orang kinan membuat orang kidal mempunyai masalah dalam halbaca dan hal tulis (Lamn dan Epstein 1999) namun hal tersebut masih menjadiperdebatan.Berdasarkan penelitian bahwasannya bagian depan dari otak kita tidakmempengaruhi seseorang untuk berbicara dengan baik dan benar, namun bagiankepala yang disebut dengan Medan Broce (Broca)-lah yang memiliki perananpenting dalam berbahasa, namun yang terjadi dalam masyarakat kita adalahsesuatu yang buruk itu berasal dari kiri dan hal ini sudah menjadi budaya dan dalammasyarakat yang berbudaya seperti ini orang umunya menghalangi anak untukmenjadi kidal padahal masalah kekidalan adalah semata-mata masalah genetik,namun belum ada penelitian yang menyatakan mengenai dampak dari pemaksaanmemakai tangan kanan.
    • Dedi Damhudi (20116011034) 152.7 Otak Pria dan Otak WanitaSteinberg dkk dalam Dardjowidjojo (2010:221) memuat pendapat tentangperbedaan antara otak pria dengan otak wanita terletak pada bentuknya, hemisferkiri pada wanita lebih tebal daripada hemisfer kanan. Keadaan inilah yangmenyebabkan kelas bahasa umumnya didominasi oleh wanita tetapi temuan Philipdkk dalam Dardjowidjojo (2010:221) menunjukkan bahwa meskipun ada perbedaandalam pemrosesan bahasa antara pria dan wanita, perbedaan ini hanya mengarahpada pengaruh budaya daripada pengaruh genetik.Pada laki-laki otak cenderung berkembang dan memiliki spasial yang lebihkompleks seperti kemampuan perancangan mekanis, pengukuran penentuan arahabstraksi, dan manipulasi benda-benda fisik. Tak heran jika laki-laki suka sekalimengutak-atik kendaraan. Daerah korteks otak pria lebih banyak tersedot untukmelakukan fungsi-fungsi spasial dan cenderung memberi porsi sedikit pada daerahkorteksnya untuk memproduksi dan menggunakan kata-kata. Kumpulan saraf yangmenghubungkan otak kiri-kanan atau corpus collosum otak laki-laki lebih kecilseperempat ketimbang otak perempuan.Bila otak pria hanya menggunakan belahan otak kanan, otak perempuan bisamemaksimalkan keduanya. Itulah mengapa perempuan lebih banyak bicaraketimbang pria. Dalam sebuah penelitian disebutkan, perempuan menggunakansekitar 20.000 kata per hari, sementara pria hanya 7.000 kata!Termasuk perempuan bisa memaksimalkan multi tasking-nya, menggendong sikecil, sembari memasak dan menyaksikan sinetron favorit di televisi. Sementarakaum pria, jangan heran kalau mereka tidak mendengarkan panggilan anda ketikatengah menyimak pertandingan bola dari klub favorit atau tengah menyaksikan filmkesayangan di televisi. Otak perempuan lebih banyak mengandung serotonin yangmembuatnya bersikap tenang. Tak aneh jika wanita lebih kalem ketika menanggapiancaman yang melibatkan fisik, sedangkan laki-laki lebih cepat naik pitam. Selainitu, otak perempuan juga memiliki oksitosin, yaitu zat yang mengikat manusiadengan manusia lain atau dengan benda lebih banyak. Dua hal ini mempengaruhikecenderungan biologis otak pria untuk tidak bertindak lebih dahulu ketimbangbicara. Ini berbeda dengan perempuan. Pusat memori (hippocampus) pada otakperempuan lebih besar ketimbang pada otak pria. Ini bisa menjawab pertanyaankenapa bila laki-laki mudah lupa, sementara wanita bisa mengingat segala detail.Selain itu wanita cenderung lebih besar kemungkinan sembuh dari penyakit afasia
    • Dedi Damhudi (20116011034) 16daripada pria dan afasia lebih sering muncul pada pria daripada wanita saat merekaterkena stroke .Kelebihan otak wanita daripada pria yang lainnya adalah otak wanitalebih seimbang, lebih tajam, dan lebih awet serta selektif.2.8 Bahasa SinyalBahasa sinyal adalah pengganti bahasa verbal. Bahasa sinyal (sign language)digunakan saat bahasa lisan tidak dapat digunakan. Bahasa ini menggunakantangan dan jari-jari untuk membentuk kata dan kalimat. Bahasa inilah yang seringdigunakan oleh para tuna rungu dan tuna wicara. Orang yang tuna rungu dapatmempergunakan bahasa sinyal untuk berkomunikasi. Hemisfer kanan memanglebih unggul untuk menangani tugas-tugas yang berkaitan dengan desain dan pola-pola visual, tetapi ternyata tetap saja hemisfer kiri yang lebih banyak mendominasibahasa sinyal.Selain itu, ketika seorang tuna rungu ingin berkomunikasi dengan kita, makaseharusnya hemisfer kanannya yang akan memegang peranan penting, namunberdasarkan bukti dari penelitian terhadap tuna rungu yang juga mengalamikerusakan hemisfer kirinya seperti halnya penderita Afasia Broca atau Wernicke, iatidak dapat menyampaikan bahasa sinyalnya dengan baik. Dalam hal ini kalimatyang diproduksi jadi tidak karuan dan fungsi gramatikalnya kacau. Maka dengan inidapat diperoleh kesimpulan bahwa hemisfir kiri juga mempengaruhi bahasa sinyaldan jika seseorang mengalami kerusakan hemisfer kanannya maka ia akan tetapdapat menghasilkan sinyal yang benar dengan susunan kalimat serta gramatikalnyajuga baik dan benar.Namun pada mereka yang menderita afasia broca terdapat kesukaran dalammensinyalkan apa yang ingin dinyatakan. Mereka mungkin bisa mensinyalkan kata,tetapi infleksi untuk kata itu, atau fungsi gramatikalnya kacau. Begitu juga denganorang tuna rungu yang mengalami kerusakan di daerah Wernicke, mereka dapatmemberikan sinyal dengan lancar tapi maknanya tidak karuan. Konfigurasi, lokasi,dan gerakan tangan atau jarinya menghasilkan kata-kata yang tidak cocokmaknanya sehingga kalimat tadi tidak berarti. Bukti lain bahwa pengguna bahasasinyal lebih banyak memakai hemisfer kiri untuk bersinyal adalah jika yang rusakhemisfer kanan, pada umumnya tidak terjadi gangguan dalam bersinyal. Tatabahasanya masih utuh dan tidak terbata-bata.
    • Dedi Damhudi (20116011034) 172.9 Metode Penelitian OtakDalam hal ini banyak sekali peneliti yang kemudian menyelidiki peranan otakdalam memproduksi ujaran atau juga bagian-bagian manakah yang menghasilkanujaran secara verbal kemudian bahasa sinyal, dan juga hal-hal yang lainnya.Disebutkan bahwa otak manusia itu bila diberi tekanan pada bagian-bagian tertentudapat mempengaruhi ujaran seseorang. Disini juga dapat kita ketahui bahwa bilainputnya adalah visual maka prosesnya akan berbeda dengan inputnya bunyi(suara) sebelum akhirnya outputnya secara verbal diujarkan. Seiring dengan adanyakemajuan teknologi, manusia dapat meneliti otak manusia untuk mengetahuikhususnya dalam hal ini faktor-faktor yang berperan dan mempengaruhi seseorangdalam berbahasa.Kemajuan teknologi telah membuat penelitian mengenai otak lebih maju. Kinitelah terdapat CT atau CTA (Computer–ized Axial Tomography), PET (PositronEmission Tomography), MRI (Magnetic Resonance Imaging), dan ERPs (EventRelated Potentials). Berikut ini spesifikasi dari alat-alat yang digunakan untukmeneliti otak tersebut:a. CT atau CTA (Computer–ized Axial Tomography)CT atau CTA scan memanfaatkan sumber sinar-X (X-ray) untuk merekamberbagai imaji (image) dan komputer kemudian membentuk imaji tiga dimensi dariseluruh atau sebagian otak. Menarik untuk diketahui bahwa alat ini telah dipakaiuntuk meneliti otak Mr. Tan (pasien Broca) yang otaknya disimpan di museumkedokteran Paris selama lebih dari 100 tahun dan terbukti bahwa Broca itu benar.b. PET (Positron Emission Tomography)Berbeda dengan CAT, Positron Emission Tomography dapat mempertunjukankegiatan otak secara langsung. Pada PET bahan yang berisi radioaktif ringan inidisuntikan ke pembuluh darah dan kemudian pola aliran darah pada otak ditelusuridengan alat detektor khusus yang diletakkan pada kepala si pasien. Detector inimemberikan imaji yang berwarna-warna. Pada waktu pasien melakukan kegiatanverbal sesuai dengan instruksi dari peneliti, bagian-bagian otak yang melakukankegiatan ini akan mendapat aliran darah yang lebih banyak dan menyebabkan
    • Dedi Damhudi (20116011034) 18daerah itu “menyala” dengan cara ini orang lebih pasti tahu untuk menentukanbagian-bagian mana dari otak yang terlibat dalam kegiatan-kegiatan verbal tertentu.c. MRI (Magnetic Resonance Imaging)MRI (Magnetic Resonance Imaging) berfungsi untuk mengukur fungsi untukotak dengan memanfaatkan jumlah aliran darah pada daerah-daerah otak yangsedang aktif. Aktivitas seluler diukur melalui medan magnetik yang menelusuriproton-proton pada aliran darah. Pada saat suatu daerah di otak melakukan sesuatutugas kognitif, ada tambahan aliran darah dan aktivitas seluler yang berkaitandengan tugas tersebut pada daerah itu.d. ERPs (Event Related Potentials)ERPs (Event Related Potentials) berfungsi untuk mengukur perubahan-perubahan voltase pada otak yang berkaitan dengan hal-hal seperti sensori, motorik,atau kognitiif. Pengukuran perubahan voltase ini mempunyai resolusi waktu yangukurannya milidetik. Rekaman dari ERPs menunjukan sederatan puncak voltaseyang positif dan negatif yang muncul dengan jeda waktu tertentu sejak stimulusdiberikan.3. SimpulanJadi dari paparan di atas dapat kita simpulkan bahwa kaitan neurologis danperkembangan bahasa sejak dini sangat erat. Seorang anak yang mengalami masa-masa menangis, mendekut dan mengoceh sesungguhnya mengalami jugaperkembangan otak yang sangat signifikan. Kemajuan berbahasa ditentukanbagaimana pola pendidikan anak sejak dini. Para ahli menganjurkan bahwakomunikasi yan diberikan kepada seorang anak sejak dalam kandungan, akan terusberkembang sampai dia lahir kedunia. Perkembangan yang baik akan menciptakanindividu yang sempurna kelak. Sebagai contoh kecil, seorang anak ketika masihdalam kandungan sering mendengar pertengkaran orang tuanya, atau ketikaseorang anak yang ada tanpa diharapkan, kemudian lahir ke dunia diterima tidakseutuhnya, jarang diajak berkomunikasi oleh ayah dan ibunya, maka ketikamengalami masa pertumbuhan bukan saja menjadi anak yang pasif namun juga
    • Dedi Damhudi (20116011034) 19anak yang tidak percaya diri dalam pergaulan. Itu akan sangat berpengaruh padaketerampilan berbahasa, anak akan enggan untuk mengembangkan bahasa karenadidorong rasa “takut salah”.Selain itu juga dapat disimpulkan bahwa ujaran didengar dan dipahami melaluidaerah Wernicke pada hemisfer kiri, lalu ujaran itu dipindahkan ke daerah Brocauntuk menghasilkan balasan ujaran itu. Kemudian sebuah isyarat tanggapan ujaranitu dikirimkan ke dalam motor suplementer untuk menghasilkan ujaran secara fisik.Sistem kerja otak hemisfer sebelah kiri sangat berkaitan dengan bahasa danberkembang sesuai usia manusia. Bahkan sedari seorang bayi di dalam kandungan,otaknya sudah bekerja untuk mengenal bahasa yang disampaikan baik melaluikomunikasi verbal yang dilakukan oleh sang ibu maupun komunikasi nonverbal.Hemisfer kanan memiliki kemampuan lebih dalam memecahkan persoalan-persoalan yang menuntut kemampuan visual-spatial, kemampuan menggunakanpeta, meniru cara berpakaian, mengenali wajah, dan membaca ekspresi wajah.Hemisfer kanan aktif ketika seseorang mencoba berkreasi dan memberikanapresiasi terhadap seni dan musik. Hemisfer kanan juga memiliki beberapakemampuan bahasa. Hemisfer kanan dapat memahami bahasa yang sangatsederhana. Ia dapat berespon terhadap kata benda sederhana dengan memilihbenda seperti mur atau sisir, dan bahkan ia dapat berespon terhadap asosiasi objektersebut.Dalam aktivitas hidup yang paling nyata, secara alamiah kedua sisi otak inisaling kerjasama. Masing-masing memberikan kontribusi yang saling bekerja sama.Sebagai contoh, kemampuan matematika tidak hanya melibatkan area-area lobusfrontal kiri, namun juga area lobus parietal kiri dan kanan. Faktor pendukungkebahasaan seorang anak bukan saja terletak di tangan orang tua namun yangterpenting juga adalah lingkungan sekitar. Lingkungan bahasa yang baik akanmenciptakan individu yang dapat berbahasa dengan baik, namun lingkungan yangburuk akan berpengaruh pada individu dalam berbahasa yang tidak dapat dikatakandengan baik.
    • Dedi Damhudi (20116011034) 20DAFTAR PUSTAKADardjowidjojo, Soenjono. 2010. Psikolinguistik, Pengantar Pemahaman BahasaManusia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.Chaer, Abdul. 2009. Psikolinguistik, Kajian Teoretik. Jakarta: Rineke Cipta.Tarigan, Henry Guntur. 1984. Psikolinguistik. Bandung: Angkasa.
    • Dedi Damhudi (20116011034) 21LANDASAN NEUROLOGIS PADA BAHASAProgram Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra IndonesiaMata Kuliah: PsikolinguistikDosen Pengampu: Prof. Dr. Hj. Ratu Wardarita, M.Pd.Agustinawati, S.Pd., M.Pd.Oleh: Dedi Damhudi (20116011034)PROGRAM PASCASARJANAUNIVERSITAS PGRI PALEMBANG2013