Etika Organisasi Pemerintah

31,901 views

Published on

MERUPAKAN NILAI-NILAI PERILAKU YANG DITUNJUKKAN OLEH SESEORANG ATAU ORGANISASI TERTENTU DALAM INTERAKSINYA DENGAN LINGKUNGAN

Published in: Education
0 Comments
8 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
31,901
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
123
Actions
Shares
0
Downloads
789
Comments
0
Likes
8
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Etika Organisasi Pemerintah

  1. 1.
  2. 2.   N a m a : Dede S. Soelaeman NIP : 080061954 Pangkat/Golongan : Pembina / IV a J a b a t a n : Widyaiswara Madya Instansi : Balai Diklat Aparatur (BDA) Sukamandi Subang – Jawa barat. Pusat Pelatihan Kelautan dan Perikanan – Departemen Kelautan dan Perikanan
  3. 3. <ul><li>Pengalaman Pendidikan : </li></ul><ul><li>  </li></ul><ul><li>Sekolah Dasar Negeri Dewi Sartika III Bogor. 1970 </li></ul><ul><li>  </li></ul><ul><li>Sekolah Menengah Pertama Negeri di Pandeglang. 1976/1977 </li></ul><ul><li>  </li></ul><ul><li>Sekolah Menengah Atas di Pandeglang, Jurusan IPA. 1979/1980 </li></ul><ul><li>  </li></ul><ul><li>D.III Akademi Usaha perikanan (AUP)/Diklat Akhli Usaha Perikanan – Jakarta. 1982 </li></ul><ul><li>  </li></ul><ul><li>D.IV (S1) Sekolah Tinggi Akhli Usaha Perikanan – Jakarta. 1988 </li></ul><ul><li>  </li></ul><ul><li>S2 Agribisnis – Jakarta, (Insya Allah) juli 2008. </li></ul>
  4. 4. <ul><li>Penghargaan : </li></ul><ul><li>  </li></ul><ul><li>Satya Lancana Karya Satya X Dan XX </li></ul><ul><li>dari Presiden Republik Indonesia </li></ul><ul><li>BJ. HABIBIE </li></ul><ul><li>SBY </li></ul>
  5. 5. BERTUGAS <ul><li>BALAI KETERAMPILAN PENANGKAPAN IKAN (BKPI) AERTEMBAGA, BITUNG – SULAWESI UTARA. 1983 S/D 2005 </li></ul><ul><li>BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN APARATUR (BDA) SUKAMANDI, SUBANG – JAWA BARAT. 2005 S/D SEKARANG </li></ul>
  6. 6. <ul><li>Pengalaman Pekerjaan : </li></ul><ul><li>  </li></ul><ul><li>Menjadi PNS sejak tahun 1983. sebagai tenaga teknis perikanan, data dan analisa, peñata usaha diklat, penilaian tenaga terampil, Instruktur Perikanan, Nakhoda Kapal latih Perikanan, Guru dibeberapa sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Dosen tetap di Akademi Perikanan (APB) Bitung, Widyaiswara Departemen Kelautan dan Perikanan sejak tahun 1995, mengajar Diklat Pim III, Diklat Pim IV, Diklat Prajabatan Golongan I, II, III, Diklat Teknis dan Manajerial Perikanan. </li></ul>
  7. 7. Pendidikan dan Pelatihan yang pernah diikuti : <ul><li>Sertifikat Ahli Nautika Kapal Penangkap Ikan Tingkat I (ANKAPIN I), Dirjen Hubla Jakarta, 1 Mei 1982 </li></ul><ul><li>Diklat Pengembangan Metoda, Materi dan Sarana Pengajaran - Ciawi Bogor, 6 Oktober s/d 4 Nopember 1986 (STTPL) </li></ul><ul><li>Diklat Dasar I Penyuluh Pertanian Bagi Staf Penyuluh di BKPI Aertembaga, Bitung – Sulawesi Utara, 9 Januari s/d 7 Pebruari 1990. </li></ul><ul><li>Diklat Pendidikan Guru dan Widyaiswara Pertanian (PGWP) Dasar, di BPLP Ciawi Bogor, 12 September s/d 10 Desember 1994. </li></ul><ul><li>Diklat Selam dan Metodologi Penilaian Kondisi Ekosistem Terumbu Karang, di Universitas Sam ratulangi Manado, 30 Agustus s/d 9 September 1995. dan mendapat sertifikat selam Scuba Diver 3 </li></ul>
  8. 8. <ul><li>Diklat Program Manajemen Mutu Terpadu (PMMT) di Bitung – Sulawesi Utara dan Lulus pada Bulan Oktober 1995. </li></ul><ul><li>Diklat TOT Penggunaan Modul Pelatihan Kependudukan di BLPP Denpasar – Bali, tanggal 29 September s/d 4 Oktober 1997. </li></ul><ul><li>Diklat Pengembangan Bisnis dan Kewirausahaan, Program Garuda – 21, Institut Pertanian Bogor di BLPP Batang Kaluku – Ujung Pandang, tanggal 17 Juli s/d 2 Agustus 1998. </li></ul><ul><li>Diklat Pemandu lapang (PL – 1) SPAKU di BPLPP Batang Kaluku – Ujung pandang, 16 juli s/d 1 Agustus 1998. </li></ul><ul><li>Pendidikan Keterampilan Komputer, Microsoft office dan Word, 1 Mei 2000. </li></ul>
  9. 9. <ul><li>Diklat TOT Ahli Pengawasan dan perlindungan Laut, di BPLPP Soropadan – Semarang, 25 s/d 30 September 2000. </li></ul><ul><li>Pendidikan Keterampilan Bahasa Inggris – Bitung, 10 januari 2001 </li></ul><ul><li>Diklat TOT. Basic Safety Training, di Diklat Khusus PKK Pertamina, Pusdiklat Hub Jakarta, 19 s/d 27 Juli 2001. </li></ul><ul><li>Diklat Peningkatan Profesionalisme Guru dan Widyaiswara, Jakarta 17 s/d 23 Juni 2002 </li></ul><ul><li>Certificate The JSPS International Workshop on Fishing Boat and Navigation, Manado March 5, 2003. </li></ul>
  10. 10. <ul><li>Diklat Proficiency in Survival Craft and Rescue Boats, Diksus PKK Pertamina Jakarta, 13 – 15 Juli 2004 </li></ul><ul><li>Diklat Medical Care On Board Ship, Diksus PKK Pertamina, Jakarta 15 Juli s/d 19 juli 2004 </li></ul><ul><li>Advanced Fire Fighting, Diksus PKK Pertamina , Jakarta 20 Juli s/d 23 Juli 2004. </li></ul><ul><li>Training Course For Instructor including all means of Crew Resources and Bridge Team Management, Poseidon Bridge Simulator, STCW 78 as amanded in 1995 IMO Model TA 609E, 27 November 2004 </li></ul><ul><li>Training Course in the operation of the Fisheries Training Simulator Equipment, APB Bitung, 6 s/d 11 Desember 2004 </li></ul>
  11. 11. <ul><li>Diklat Pengembangan Profesionalisme Widyaiswara, Jakarta 18 – 31 Agustus 2005. </li></ul><ul><li>Pelatihan Penulisan Ilmiah, Jakarta 15 – 19 Nopember 2005 </li></ul><ul><li>Diklat Kewidyaiswaraan Substantif diklat Prajabatan Golongan III, Jakarta 24 April s/d 6 mei 2006 </li></ul><ul><li>Diklat Peningkatan Kinerja Widyaiswara, Jakarta 2 -15 Agustus 2006. </li></ul><ul><li>Diklat TOT. Fasilitator Tata Kepemerintahan Yang Baik, MENPAN – LAN RI, Jakarta 26 – 30 Juni 2007. </li></ul>
  12. 12. <ul><li>Lembaga Pendidikan Manajemen dan Keterampilan VIDEO EDITING – Trimitsa, Jakarta 10 – 20 Juli 2007. </li></ul><ul><li>TOT. DIKLAT PIM III Substantif Kajian Manajemen Publik Mei 2008. </li></ul>
  13. 13.
  14. 14. Oleh : DEDE S. SOELAEMAN DEPARTEMEN KELAUTAN DAN PERIKANAN BALAI DIKLAT APARATUR SUKAMANDI JULI, 2008 ETIKA PENYELENGGARA PEMERINTAH
  15. 15. TUJUAN PEMBELAJARAN UMUM <ul><li>Setelah mengikuti Pembelajaran Peserta diharapkan memahami Norma Etika Penyelenggara Negara, dapat menerapkannya dan mengenakan sanksi. </li></ul><ul><li>Ruang Lingkup Pembelajaran </li></ul><ul><li>1. Norma Etika Penyelenggara Negara (EPN) </li></ul><ul><li>2. Tujuan dan Ruang Lingkup EPN </li></ul><ul><li>3. Penerapan Norma-norma EPN </li></ul><ul><li>4. Sanksi terhadap Pelanggaran EPN </li></ul>
  16. 16. ETIKA >< MORAL <ul><li>Apa makna gambar ini </li></ul>Wah.. Rp Rp 40 M
  17. 17. ETIKA : MERUPAKAN NILAI-NILAI PERILAKU YANG DITUNJUKKAN OLEH SESEORANG ATAU ORGANISASI TERTENTU DALAM INTERAKSINYA DENGAN LINGKUNGAN <ul><li>MORAL : DIARTIKAN SEBAGAI SEMANGAT ATAU </li></ul><ul><li> DORONGAN BATHIN DALAM DIRI SESEORANG UNTUK MELAKUKAN ATAU TIDAK MELAKUKAN SESUATU </li></ul>Pengertian …..
  18. 18. <ul><li>ETIKA : </li></ul><ul><li>Nilai-nilai moral yang mengikat seseorang atau sekelompok orang dalam mengatur sikap, tindakan ataupun ucapannya </li></ul><ul><li>NILAI : </li></ul><ul><li>Mencakup perangkat hal-hal yang dapat diterima dan hal-hal yang tidak dapat diterima dalam masyarakat. </li></ul><ul><li>Pengertian-pengertian yang yang dihayati seseorang mengenai apa yang lebih penting atau kurang penting, apa yang lebih baik atau kurang baik, dan apa yang lebih benar dan kurang benar </li></ul><ul><li>NORMA : </li></ul><ul><li>Secara harafiah, dapat diartikan “ ukuran atau patokan bagi seseorang untuk berperilaku dalam masyarakat “ </li></ul>
  19. 19. ETIKA >< MORALITAS <ul><li>ETIKA </li></ul><ul><li>Nilai-nilai normatif atau pola prilaku seseorang atau badan/lembaga organisasi sebagai suatu kelaziman yang dapat diterima umum dalam interaksi dengan lingkungannya. </li></ul><ul><li> (Solomon 1987) </li></ul>
  20. 20. <ul><li>MORALITAS </li></ul><ul><li>Nilai-nilai normatif yang menjadi keyakinan dalam diri seseorang atau suatu badan/lembaga </li></ul><ul><li>/organisasi yang menjadi faktor pendorong untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu. </li></ul><ul><li>Moralitas seseorang dapat menjadi faktor pendorong terbentuknya perilaku yang sesuai dengan etika, tetapi nilai-nilai moralitas seseorang mungkin saja </li></ul><ul><li>bertentangan dengan nilai etika yang </li></ul><ul><li>berlaku dalam lingkungannya. </li></ul>
  21. 21. PRINSIP-PRINSIP ETIKA <ul><li>1. Keindahan ( Beauty ) </li></ul><ul><li>2. Persamaan ( Equity ) </li></ul><ul><li>3. Kebaikan ( Goodness ) </li></ul><ul><li>4. Keadilan ( Justice ) </li></ul><ul><li>5. Kebebasan ( Liberty ) </li></ul><ul><li>6. Kebenaran ( Truth ) </li></ul>
  22. 22. ETIKA KEHIDUPAN BERBANGSA <ul><li>Latar Belakang: </li></ul><ul><li>1. TAP MPR No VI/2001: </li></ul><ul><li>“ bahwa dalam mewujudkan cita-cita luhur Bgs Ind termaktub dlm Pembukaan UUD 45 , diperlukan pencerahan dan sekaligus pengamalan etika kehidupan berbangsa bagi seluruh rakyat Indonesia” </li></ul><ul><li>2. Akibat Krismon berkepanjangan, terjadi krisis multi dimensional, ekonomi, sosial, politik, hukum dll </li></ul><ul><li>3. Terjadi konflik sosial dimasyarakat , kurangnya kesopanan dan budi luhur dalam pergaulan sosial, melemahnya kejujuran, menjadi ancaman thd persatuan dan kesatuan bangsa, dan kemunduran dalam pelaksanaan etika kehidupan berbangsa baik akibat faktor dalam negari dan luar negeri </li></ul>
  23. 23. POKOK-POKOK ETIKA KEHIDUPAN BERBANGSA <ul><li>1. Etika Sosial dan Budaya </li></ul><ul><li>-sikap jujur, peduli, memahami, menghargai, </li></ul><ul><li>- menumbuhkan budaya malu berbuat hal yang melanggar norma, </li></ul><ul><li>etika,dan moral agama, dan nilai-nilai luhur budaya bangsa </li></ul><ul><li>2. Etika Politik dan Pemerintahan </li></ul><ul><li>-utk mewujudkan Clean and Good Governance </li></ul><ul><li>3. Etika Ekonomi dan Bisnis </li></ul><ul><li>-melahirkan kondisi realitas eko yang bercirikan persaingan yang jujur, berkeadilan, mendorong berkembangnya etos kerja ekonomi dan kemampuan daya saing </li></ul><ul><li>4. Etika Penegakan Hukum yang Berkeadilan </li></ul><ul><li>-Supermasi Hukum melahirkan kesadaran tertib sosial, ketengan dan keteraturan hidup bersama , tidak diskriminatif, dan penggunaan hukum secara salah, sebagai alat kekuasaan dan bentuk-bentuk manipulasi hukum </li></ul><ul><li>- Seluruh peraturan hukum berpihak kepada keadilan </li></ul>
  24. 24. Sambungan………. <ul><li>5. Etika Keilmuan </li></ul><ul><li>-menjunjung tingi nilai kemanusiaan, IPTEK, </li></ul><ul><li>-Etika diwujudkan dalam karsa, cipta, karya yang inovatif, kreatif, komunikatif </li></ul><ul><li>-Etika keilmuan mendorong budaya kerja keras dan kerja cerdas, menghargai waktu, disiplin, tepat janji, dan komitmen dll. </li></ul><ul><li>6. Etika Lingkungan </li></ul><ul><li>-kesadaran thsd pelestarian lingkungan hidup serta tata ruang secara berkeanjutan Dan bertanggung jawab. </li></ul>
  25. 25. ETIKA ORGANISASI PEMERINTAH <ul><li>1. Etika dalam organisasi </li></ul><ul><li>Pola sikap dan perilaku yang diharapkan dari setiap individu dan kelompok anggota organisasi yang secara keseluruhan membentuk budaya organisasi ( organizational culture) yang sejalan dengan tujuan maupun filosofi organisasi yang bersangkutan. </li></ul>
  26. 26.
  27. 27.
  28. 28.
  29. 29. KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA <ul><li>HARAPAN HIDUP </li></ul><ul><li>PENGETAHUAN </li></ul><ul><li>STANDAR KEHIDUPAN </li></ul>HDI = Human Development Indek PROFIL SDM ABAD 21, TANTANGAN DAN PELUANG NEGARA MAJU URUTAN INDEK HDI NEGARA BERKEMBANG URUTAN INDEX HDI KANADA JEPANG NORWEGIA SWISS SWEDIA AMERIKA AUSTRALIA 1 2 3 4 5 6 7 0,982 0,981 0,978 0,977 0,976 0,976 0,968 BARBADOS HONGKONG KOREA SELATAN SINGAPURA PHILIPINA INDONESIA 20 24 34 40 80 98 0,927 0,913 0,871 0,848 0,600 0,491
  30. 30. INDIKATOR PENGETERAPAN GOOD GOVERNMENT DI BERBAGAI NEGARA (The World Bank, Koran Tempo 12 Mei 2005) <ul><li>ASPEK ASPIRASI DAN </li></ul><ul><li>PERTANGGUNGJAWABAN </li></ul><ul><li>Politik, Hak Sipil dan HAM </li></ul><ul><li>ASPEK KEPASTIAN HUKUM </li></ul><ul><li>Tingkat Kriminalitas dan Kebebasan Peradilan Negara </li></ul>Negara Index Denmark 1,59 Norwegia 1,53 Swedia 1,52 Indonesia -0,44 Eritrea -1,96 Korea Utara -2,05 Myanmar - 2,19 Islandia 2.00 Luksemburg 1.99 Swiss 1.99 Indonesia -0,91 Afganistan -1,91 Irak -1,97 Somalia -2,31
  31. 31. lanjutan ASPEK EFEKTIVITAS PEMERINTAHAN Birokrasi dan Pelayanan Publik BEBAN PERATURAN Kebijakan yang Pro Pasar Luksemburg 2,02 Hongkong 1,89 Singapura 1,87 Indonesia -0,42 Turkmenistan -2,22 Myanmar -2,34 Somalia -2,69 Swiss 1,77 Singapura 1,66 Islandia 1,65 Indonesia -0,36 Liberia -1,86 Haiti -0,90 Somalia -2,32
  32. 32. lanjutan KONTROL KORUPSI Penyelewengan Wewenang STABILITAS PUBLIK Kekerasan yg Mengancam Pemerintah Finlandia 2,53 Singapura 2,44 Islandia 2,43 Indonesia 0,90 Myanmar -1,49 Somalia -1,58 Guinea Katulistiwa -1,65 Islandia 1,77 LUksemburg 1,66 Finlandia 1,65 Indonesia -1,38 Pantai Gading -2,28 Somalia -2,39 Irak -2,87
  33. 33. Untuk Kita Renungkan (Ebiet GAD) <ul><li>Kita mesti telanjang, dan benar-benar bersih </li></ul><ul><li>Suci lahir dan didalam batin </li></ul><ul><li>Tengoklah kedalam, sebelum bicara </li></ul><ul><li>Singkirkan debu yang masih melekat (2x) </li></ul><ul><li>Ooo …..uuu……ooo……………. </li></ul><ul><li>Anugrah dan bencana, adalah kehendak-Nya </li></ul><ul><li>Kita mesti tabah menghadapi </li></ul><ul><li>Hanyalah cambuk kecilagar kita sadar </li></ul><ul><li>Adalah Dia diatas segalanya (2x) </li></ul><ul><li>Anak menjerit-jerit, awan panas menerjang </li></ul><ul><li>Lahar dan badai menyapu bersih </li></ul><ul><li>Ini bukan hukuman,hanya satu peringatan </li></ul><ul><li>Agar kita meski banyak berbenah </li></ul><ul><li>Memang bila kita kaji lebih jauh, </li></ul><ul><li>Dalam kekalutan masih banyak orang, </li></ul><ul><li>yang tega berbuat nista o o </li></ul><ul><li>Reff: </li></ul><ul><li>Tuhan mesti telah memperhitungkan </li></ul><ul><li>Amal dan dosa yang kita perbuat </li></ul><ul><li>Kemanakah lagi,……kita kan sembunyi </li></ul><ul><li>Hanya kepadaNya kita kembali </li></ul><ul><li>Tak ada akan , bisa menjawab </li></ul><ul><li>Mari kita runduk sujud kepada-Nya. </li></ul>Ya TUHAN,………… SELAMATKANLAH BANGSA INI DARI TINDAKAN ORANG-ORANG YANG TIDAK BERMORAL
  34. 34. KARAKTERISTIK Organisasi Birokrasi Ideal <ul><li>Ada Spesialisasi pembagian pekerjaan </li></ul><ul><li>Tingkatan berjenjang (hirarchi) </li></ul><ul><li>Berdasarkan aturan dan prosedur kerja </li></ul><ul><li>Hubungan yang bersifat impersonal </li></ul><ul><li>Pengangkatan dan promosi pegawai berdasarkan kompetensi. </li></ul>
  35. 35. KARAKTERISTIK ANGGOTA BIROKRASI <ul><li>Bebas urusan pribadi </li></ul><ul><li>Semua anggota paham tugas dan ruang lingkup jabatan dan kedudukan dalam hirarki organisasi </li></ul><ul><li>Setiap anggota harus mengerti dan dapat menerapkan kedudukan hukumnya dalam organisasi (paham aturan dan yang menetapkan kewajiban dan kewenangannya dalam organisasi) </li></ul><ul><li>Setiap anggota bekerja berdasarkan perjanjian / kontrak kerja dengan konpensasi tertentu sesuai dengan tugas dan tanggung jawab yang dibebankan organisasi kepadanya </li></ul>
  36. 36. Karakteristik ………………………….lanjutan <ul><li>Setiap anggota diangkat dan dipromosikan berdasarkan prestasi dan kompetensinya </li></ul><ul><li>Setiap anggota organisasi wajib mendahulukan tupoksi daripada tugas-tugas lain </li></ul><ul><li>Setiap anggota organisasi ditempatkan dengan struktur karir yg jelas </li></ul><ul><li>Setiap anggota organisasi harus disiplin dalam berperilaku kerjanya, dan untuk itu dilakukan pengawasan </li></ul>
  37. 37. 2. ETIKA DALAM PEMERINTAHAN <ul><li>Asas-asas Etika Birokrasi ( Gering Supriyadi, 2001) </li></ul><ul><li>Kepastian Hukum </li></ul><ul><li>Kesinambungan </li></ul><ul><li>Kesamaan dalam mengambil keputusan </li></ul><ul><li>Bertindak Cermat </li></ul><ul><li>Motivasi untuk setiap keputusan </li></ul><ul><li>Tidak menyalahgunakan kekuasaan </li></ul><ul><li>Permainan yang layak </li></ul><ul><li>Keadilan dan Kewajaran </li></ul><ul><li>Menanggapi penghargaan yang wajar / pemenuhan aspirasi dan harapan yang diajukan </li></ul><ul><li>Perlindungan atas pandangan /cara hidup pribadi </li></ul><ul><li>Kebijaksanaan </li></ul><ul><li>Penyelengaraan kepentingan umum </li></ul>
  38. 38. <ul><li>1. Kepastian Hukum </li></ul><ul><li>2. Tertib Penyelenggara Negara </li></ul><ul><li>3. Kepentingan Umum </li></ul><ul><li>4. Keterbukaan </li></ul><ul><li>5. Proporsionalitas </li></ul><ul><li>6. Profesionalitas </li></ul><ul><li>7. Akuntabilitas </li></ul>7 ASAS PENYELENGGARA NEGARA YANG BERSIH & BEBAS KKN UU No 28 Tahun 2000 psl, 3 1. Partisipasi 2. Aturan Hukum 3. Transparansi 4. Daya Tanggap 5. Birokrasi Konsensus 6. Berkeadilan 7. Efektifitas dan Efisiensi 8. Akuntability 9. Visi Strategis 10.Saling keterkaitan 10 ASAS GOOD GOVERNMENT (Menurut PBB-UNDP 1997)
  39. 39. 3. ETIKA DALAM JABATAN U no 28/2000, Psl 5 <ul><li>KEWAJIBAN SETIAP PENYELENGARA NEGARA SBB: </li></ul><ul><li>1. Mengucapkan sumpah atau janji sesuai jabatannya sebelum memangku jabatannya </li></ul><ul><li>2. Bersedia diperiksa kekayaannya sebelum memangku jabatannya </li></ul><ul><li>3. Melaporkan dan mengumumkan kekayaan sebelum memangku jabatannya </li></ul><ul><li>4. Tidak melakukan KKN </li></ul><ul><li>5. Melaksanakan tugas tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras dan golongan </li></ul><ul><li>6. Melaksanakan tugas dengan penuh tangungjawab, tidak melakukan perbuatan tercela, tanpa pamrih baik untuk kepentingan pribadi, keluarga, kroni maupun kelompok dan tidak mengharapkan imbalan dalam bentuk apapun yang bertentangan dengan UU yang berlaku </li></ul><ul><li>7. Bersedia menjadi saksi dalam perkara KKN serta dalam perkara lainnya sesuai ketentuan per UU-an yng berlaku </li></ul>
  40. 40. ETIKA PNS PP No 21 th 1975 ttg Sumpah dan Janji PNS dg PP No 30 th 1980 <ul><li>Kewajiban PNS (26 butir) </li></ul><ul><li>1. Setia dan taat kepada Pancasila dan UUD 45 </li></ul><ul><li>2. Mengutamakan kepentingan negara diatas kepentingan golongan, atau diri sendiri. </li></ul><ul><li>3. Menjunjung tinggi kehormatan dan martabat Negara, Pemerintah dan PNS </li></ul><ul><li>4. Mengangkat dan mentaati sumpah/janji PNS dan sumpah/janji Jabatan </li></ul><ul><li>5. Menyimpan rahasia negara dan atau rahasia jabatan dengan sebaik-baiknya, </li></ul>
  41. 41. Larangan PNS (18 butir) <ul><ul><li>Melaksanakan hal-hal yang menurunkan kehormatan atau martabat Negara,Pemerintah atau PNS </li></ul></ul><ul><ul><li>Menyalahgunakan wewenangnya </li></ul></ul><ul><ul><li>Menyalahgunakan barang-barang, uang dan surat-surat berharga milik Negara </li></ul></ul><ul><ul><li>Memiliki, menjual, membeli, menggadaikan , dan menyewakan atau meminjamkan barang-barang dokumen atau surat-surat berharga milik Negara secara tidak syah </li></ul></ul><ul><ul><li>Melakukan kegiatan bersama-sama dengan atasan teman sejawat, bawahan atau orang lain didalam maupun diluar lingkungan kerjanya dengan tujuan untuk keuntungan pribadi,golongan atau pihak lain yang secara langsung atau tidak langsung merugikan Negara, </li></ul></ul>
  42. 42. KODE ETIK PNS <ul><li>PENGERTIAN </li></ul><ul><li>“ Norma-norma sebagai pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan PNS yang diharapkan dan dipertangung jawabkan dalam melaksanakan tugas pengabdian nya kepada bangsa, negara dan masyarakat dan tugas-tugas kedinasan, organisasinya serta pergaulan hidup sehari-hari sesama PNS dan individu-individu di dalam masyarakat” </li></ul><ul><li>HUBUNGAN PNS DENGAN : </li></ul><ul><ul><li>Tuhan YME </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Negara </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>Pemerintah </li></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Masyarakat </li></ul></ul></ul><ul><ul><li>Diri sendiri </li></ul></ul>
  43. 43. 1O PRINSIP MORAL APARAT <ul><ul><ul><li>IMAN DAN TAQWA DIHAYATI </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>TUA DIHORMATI </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>MUDA DISAYANGI </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>SESAMA DIHARGAI </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>RAKYAT DILAYANI </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>TUGAS DITEKUNI </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>TAK MAMPU DISANTUNI </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>LEMAH DILINDUNGI </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>BENCANA DITANGULANGI </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>KELUARGA DICINTAI </li></ul></ul></ul>
  44. 44. PELAKSANAAN TUGAS DAN PERTANGGUNGJAWABAN ETIK PNS <ul><li>Setiap PNS harus memahami dan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, menjunjung tinggi ketidakberpihakan terhadap semua golongan, masyarakat, individu serta diskriminatif dalam memberikan pelayanan </li></ul><ul><li>Setiap PNS harus menunjukkan akuntabilitasnya dengan mempertanggung jawabkan seluruh pelaksanaan tugas yang dibebankan kepadanya baik kepada bangsa dan negara maupun masyarakat melalui pimpinan atau atasan langsung. </li></ul>
  45. 45. PELANGGARAN KODE ETIK <ul><li>Pelanggaran Kode Etik adalah perbuatan tercela </li></ul><ul><li>Dikenakan sanksi moral berupa sanksi organisatoris atau rekomendasi </li></ul><ul><li>Dikenakan sanksi berupa teguran tertulis dan atau pemberhentian sementara atau tetap dari keanggotaan PNS </li></ul><ul><li>Rekomendasi berupa masukan kepada instansi terkait ttg tindakan yang dapat dilakukan kepada PNS </li></ul>Selingkuh…
  46. 46. TINDAKAN PENYIMPANGAN ETIKA PROFESI <ul><li>Ketidakjujuran </li></ul><ul><li>Perilaku yang buruk </li></ul><ul><li>Mengabaikan hukum </li></ul><ul><li>Favoritisme dalam menafsirkan hukum </li></ul><ul><li>Perlakuan yang tidak adil terhadap pegawai </li></ul><ul><li>Inefesien bruto </li></ul><ul><li>Menutup-nutupi kesalahan </li></ul><ul><li>Gagal menunjukan inisiatif </li></ul><ul><li>Penyebab : </li></ul><ul><li>Faktor internal : </li></ul><ul><li>~kepribadian seseorang (niat, kemauan, dorongan untuk melakukan penyimpangan) </li></ul><ul><li>~ rendahnya sikap mental, dangkalnya keimanan dan keagmaannya. </li></ul><ul><li>Faktor eksternal : </li></ul><ul><li>~ lemahnya aturan, lemahnya lembaga kontrol, lembaga kerja yang memberi peluang untuk melakukan penyimpangan </li></ul>
  47. 47. MOTIVASI PENYIMPANGAN ETIKA PROFESI <ul><li>ITIKAD BAIK </li></ul><ul><li>KETIDAKTAHUAN AKAN HUKUM, KODE ETIK, DAN KEBIJAKAN PROSEDUR </li></ul><ul><li>KESERAKAHAN </li></ul><ul><li>KEWENANGAN DAN KEKUASAAN </li></ul><ul><li>PERSAHABATAN </li></ul><ul><li>KEUNTUNGAN PRIBADI DAN KELUARGA </li></ul><ul><li>KEBODOHAN </li></ul><ul><li>IKUT ARUS </li></ul><ul><li>MENGIKUTI PERINTAH </li></ul><ul><li>JAMINAN KESELAMATAN </li></ul>
  48. 48. KODE ETIK DILUAR KEDINASAN <ul><li>Berkelakuan baik tidak melakukan perbuatan yang dapat merendahkan martabat PNS </li></ul><ul><li>Tidak menyalahgunakan wewenang yg dimiliki </li></ul><ul><li>Tidak melanggar ketentuan dan peraturan per Undang Ungan yang berlaku </li></ul><ul><li>Tidak menggunakan sarana prasarana kedinasan untuk kepentingan pribadi tapi menggunakan sesuai maksud dan Tujuanya </li></ul>
  49. 49. P e mbinaan Jiwa Korsa Pegawai Negeri Sipil <ul><li>&quot;Setiap Pegawai Negeri Sipil harus senantiasa membina jiwa korps dengan menciptakan dan memelihara kesetiakawanan, kekompakan, dan kesatuan Korps Pegawai Negeri Sipil dalam hubungan kedinasan yang meliputi: </li></ul><ul><li>Hubungan Pegawai Negeri Sipil selaku bawahan terhadap atasan; </li></ul><ul><li>Hubungan Pegawai Negeri Sipil terhadap sesama Pegawai Negeri Sipii; </li></ul><ul><li>Hubungan Pegawai Negeri Sipil selalu atasan terhadap bawahan; </li></ul><ul><li>Sikap, tingkah laku dan perbuatan Pegawai Negeri Sipil terhadap organisasi dan masyarakat. </li></ul>
  50. 50. Ruang lingkup PEMBINAAN KORPS PEGAWAI NEGERI <ul><li>Pemupukan dan peningkatan kesadaran cinta terhadap bangsa, negara dan tanah air ; </li></ul><ul><li>Peningkatan kerjasama antar PNS untuk memelihara dan memupuk kesetiakawanan dallm rangka meningkatkan jiwa Korps PNS dalam kedinasan maupun pergaulan sehari-hari ; </li></ul><ul><li>Partisipasi dalam penyusunan kebijakan pemerintah yang terkait dengan PNS melalui pemberian sumbangan pemikiran baik secara individu atau kelompok ; </li></ul><ul><li>Peningkatan budaya kerja dalam rangka meningkatkan prduktivitas kerja secara profesional ; </li></ul><ul><li>Usaha-usaha bagi terwujudnya kesejahteraan PNS dengan memberikan sumbang saran pemikiran dan pelaksanaan tugas sesuai bidangnya; </li></ul>
  51. 51. <ul><li>PENYELENGGARA NEGARA DITUNTUT UNTUK BERSIKAP, BERPERILAKU DAN BERTINDAK BERDASARKAN NILAI-NILAI YANG BERLAKU DALAM LINGKUNGAN PROFESINYA. </li></ul><ul><li>TAPI MASIH DIJUMPAI TINDAKAN TIDAK ETIS PARA PENYELENGARA NEGARA DALAM MENJALANKAN TUGAS, FUNGSI DAN KEWENANGANNYA </li></ul><ul><li>DAN SELALU BANYAK ALASAN UNTUK PEMBENARAN MELAKUKAN PENYIMPANGAN </li></ul>
  52. 52. TERIMA KASIH , Semoga bermanfaat….. TOT FASILITATOR TATA PEMERINTAHAN
  53. 53. <ul><li>Dengan motto : </li></ul><ul><li>tiada hari tanpa prestasi </li></ul><ul><li>HARI INI LEBIH BAIK DARI HARI KEMARIN & HARI ESOK LEBIH BAIK DARIPADA HARI INI </li></ul>

×