Statistik Sosial Pertemuan 1

  • 6,462 views
Uploaded on

Statistik Sosial Pertemuan 1 …

Statistik Sosial Pertemuan 1

Halaman 1-12 buku Statistika untuk Ilmu Sosial
Ditulis oleh Wim Van Zanten.

More in: Education
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
6,462
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3

Actions

Shares
Downloads
86
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Statistik Sosial 1 Sumber: Wim van Zanten, Statistikauntuk Ilmu-ilmu Sosial, edisi kedua, hal.1-12, PT Gramedia Pustaka Utama, 1994
  • 2. Beberapa Konsep dalam Statistika• Statistika Deskriptif: bidang ilmu pengetahuan statistika yang mempelajari tata cara penyusunan dan penyajian data yang dikumpulkan dalam suatu penelitian• Statistika Induktif/Inferensial/Matematis: bidang ilmu pengetahuan statistika yang mempelajari tata cara penarikan kesimpulan mengenai keseluruhan populasi berdasarkan data yang diperoleh dari suatu bagian populasi tersebut
  • 3. Catatan: Penarikan kesimpulan tentang keseluruhan populasi berdasarkan hanya dari pengamatan terhadap salah satu bagian populasi disebut Induksi atau Generalisasi
  • 4. Populasi dan Sampel• Populasi: keseluruhan unsur-unsur yang akan diteliti• Sampel: himpunan bagian dari populasi Populasi ≠ population (penduduk) Statistika Induktif: memberi dugaan untuk suatu ciri populasi berdasarkan hasil pengamatan yang diperoleh dalam sampel.
  • 5. Proses InduksiB orang yang mampumembaca dan sampel ditarik b orang yangmenulis mampu membaca (N-B) dan menulis (n-b) orang orang buta buta huruf huruf Induksi 100 b/n merupakan penduga untuk 100 B/N
  • 6. Populasi• Penelitian: besar keluarga di Jawa pada tahun 1976• Populasi: keseluruhan keluarga Jawa pada tahun 1976 (atau himpunan yang unsur- unsurnya terdiri dari banyaknya anggota rumah tangga dari keseluruhan keluarga di Jawa pada tahun 1976)• Batasan cakupan: Jawa (bukan Indonesia)• Batasan waktu: 1976 (bukan 1940)
  • 7. Sampel• Komposisi suatu sampel sangat penting sifatnya dalam usaha untuk mendapatkan nilai dugaan yang baik untuk persentase (buta huruf) populasi.• Sampel acak (random): penarikan unsur dari populasi berdasarkan proses probabilitas, yaitu setiap unsur punya probabilitas yang sama untuk ditarik ke dalam sampel.
  • 8. Statistika di dalam Penelitian Ilmu-ilmu Sosial: Obyektifitas• Statistika  peran penting dalam penelitian survai• Penelitian arsip, studi kasus, pengamatan terlibat (participating observation)  statistika tidak digunakan• Obyektif: hasil penelitian dan analisis dapat diperiksa kembali oleh orang lain. Lebih penting adalah menentukan apa yang harus dihitung (lihat contoh hal.7)• Pengujian statistika dapat digunakan secara berbeda untuk menghitung gejala sosial tertentu (tergantung bahasa ilmiah yang digunakan, lihat contoh hal.7-8)
  • 9. Matriks Data dan Variabel Variabel Orang Variabel 1: umur dalam Variabel 2: pendidikan tahun formalA 26 3B 24 2C 49 3D 47 1E 22 2F 38 3Keterangan variabel 2: 1 = tanpa, 2 = sekolah dasar, 3 = sekolah lanjutan
  • 10. Lanjutan Matriks Data• Matriks data: data hasil penelitian• Baris: mewakili satuan penelitian (orang, kota, propinsi, keluarga, dll)• Kolom: mewakili sifat yang diukur dalam satuan penelitian• Variabel: nilai yang dimiliki oleh satuan penelitian untuk suatu konsep atau pengertian tertentu. (contoh: umur dalam tahun, pendidikan formal)
  • 11. Variabel Kontinu• Variabel kontinu: nilai-nilai variabel membentuk suatu kontinuum (artinya, untuk dua nilai sembarang selalu terdapat nilai ketiga yang berada diantara kedua nilai tersebut. (contoh variabel kontinu: umur, panjang, berat, suhu, tingkat urbanisasi, tingkat kohesi kelompok, tingkat kriminalitas, tingkat agresi)
  • 12. Variabel Diskret• Untuk sembarang dua nilai variabel diskret, tidak selalu dapat ditemukan nilai ketiga yang berada diantaranya.• Contoh variabel diskret: banyaknya penduduk, banyaknya anggota keluarga, jenis kelamin, propinsi tempat kelahiran, pilihan partai politik, banyaknya tahanan politik, banyaknya orang bunuh diri per tahun, dll.
  • 13. Batas Ketelitian• Nilai suatu variabel kontinu tergantung pada ketelitian pengukurannya (contoh: 1,65 m atau 1,653 m, pada pengukuran pertama tingkat ketelitian lebih rendah dari yang kedua)• Tingkat ketelitian ditentukan oleh cara pelaksanaan pengukuran.• Contoh: 1,605 m ≤ p < 1,615 m, ditulis: p = 1,61 m 1,615 m ≤ p < 1,625 m, ditulis: p = 1,62 m 1,625 m ≤ p < 1,635 m, ditulis: p = 1,63 m• Jika variabel kontinu diukur (dioperasionalisasikan, digolongkan dalam suatu kelas atau interval dari kontinuum), variabel tersebut menjadi variabel diskret.
  • 14. Reduksi Data• Dalam penelitian sosial, satuan analisis dapat berjumlah ratusan bahkan ribuan dan jumlah variabel yang diamati bisa mencapai 50 bahkan 100 variabel.• Meringkas data = mereduksi atau menyederhanakan data• Misalnya: menghitung nilai rata-rata yang mewakili distribusi nilai tersebut, ukuran menyatakan kuat atau kurang kuat hubungan antar dua variabel dinyatakan dalam angka• Analisis Data: Univariat, Bivariat, Multivariat