Your SlideShare is downloading. ×
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Dasar dasar manajemen pendidikan
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Dasar dasar manajemen pendidikan

16,681

Published on

membahas mengenai dasar-dasar manajemen

membahas mengenai dasar-dasar manajemen

Published in: Education, Technology, Business
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
16,681
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
530
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. DASAR-DASAR MANAJEMEN PENDIDIKAN
  • 2. DEFINISI PENDIDIKAN
    UNDANG-UNDANG RI NOMOR 20 TAHUN 2003 TENTANG SISDIKNAS, PASAL 1 AYAT 1:
    “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlakmulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.”
    “Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan.”
    (Sunario, 2003) menjelaskan, potensi otak manusia yang digunakan untuk berpikir baru 4%. Jadi masih 96% dari otak kita belum digunakan untuk berpikir.
  • 3. ADMINISTRASI
    • Ad ------ intensif
    • 4. Ministrare ------- melayani, membantu, memenuhi.
    • 5. Administrare ----- katakerja
    • 6. Administratio ----- katabenda
    • 7. Administrativus ----- katasifat
    • 8. Dalambahasa Indonesia AdministrarediterjemahkanmenjadiAdministrasiyang berartimelayanisecaramaksimal.
    • 9. Dalamartisempit(Administratie --- Bhs. Belanda) berartipekerjaan yang berhubungandenganketatausahaan (surat-menyurat).
    • 10. Dalamartiluas,Administratieberartisenidanilmumengelola (memanej) sumberdaya 7M + 1 (I). YaituMan, Material, Machines, methods, marketing, and minutes + Informationuntukmencapaitujuansecaraefektifdanefisien.
    • Mengelolameliputi: Perencanaan, (Planning), pengorganisasian (Organizing), pengarahan (Leading), danpengendalian (Controlling).
    • 11. Efisien (DayaGuna) ------ Prosespenghematan 7M + 1 (I) dengancaramelakukandenganbenar (do things right).
    • 12. Efektif (HasilGuna) ------- tingkatkeberhasilanpencapaiantujuan (outcomes) denganmelakukanpekerjaan yang benar (do the right things).
    • 13. Efektivitasdilihatdari 3 perspektif:
    1. Efektivitas individual (Input): Pengetahuan, sikap,
    kemampuan, motivasi, danstres.
    2. Efektivitaskelompok (proses): Kekompakkan
    (Cohesiveness), kepemimpinan, struktur, status, peran,
    dannorma.
    3. Efektivitasorganisasi(lingkungan, teknologi, pilihan
    strategi, struktur,proses, danbudaya)----- Gibson, 2003
  • 14. MANAJEMEN
    Dale:
    • Mengelola orang-orang
    • 15. Pengambilan keputusan
    • 16. Proses mengorganisasi dan memakai sumber-sumber untuk menyelesaikan tujuan yang telah ditentukan.
    Johnson:
    Proses mengintegrasikan sumber-sumber yang tidak berhubungan menjadi sistem total untuk menyelesaikan suatu tujuan.
    Massie:
    Kelompok khusus orang-orang yang tugasnya mengarahkan usaha ke arah tujuan-tujuan melalui aktivitas-aktivitas orang lain atau membuat sesuatu dikerjakan oleh orang lain
  • 17. Siagian:
    Sesuatu aktivitas menggerakkan orang lain, sesuatu kegiatan memimpin, atas dasar sesuatu yang telah diputuskan terlebih dahulu.
    Dalam pendidikan, manajemen dapat diartikan sebagai aktivitas memadukan sumber-sumber pendidikan agar terpusat dalam usaha mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan sebelumnya.
  • 18. AKTIVITAS MANAJEMEN
    1. Menentukan visi, misi serta sasaran jangka waktu panjang.
    2. Membuat perencanaan pelaksanaan misi dalam tahapan
    yang realistis dengan pengukuran kualitas yang konsisten
    3. Menentukancore competencedanmengembangkannya
    secarakonsistendankontinu
    4. MengembangkankreativitasdandayainovasiSumberDaya
    Manusia(SDM)denganpemberdayaansertameningkatkan
    motivasidankualitaskerja.
    5. Pengembangankualitas SDM sebagaistrategiterpadu
    6. Prosespengambilankeputusandilakukandengan
    mendengarkan semua “suara” internal daneksternal
    organisasidengankomunikasi yang efektifdanefisien.
  • 19. DEFINISI MANAJEMEN PENDIDIKAN
    “Seni dan ilmu mengelola sumber daya pendidikan untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.”
    “Seni dan ilmu mengelola sumber daya pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.”
    “Sebagai proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian sumber daya pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.”
  • 20. GembadanManajemen
    • Gemba (rumah), kaizen (inovasiberkesinambungan). Gemba kaizen bermakna sebagai rumah/tempat untuk mewujudkan mutu (SDM maupun produk) secara berkelanjutan.
    • 21. Manajemen:
    • 22. Perbaikan (menaikkan/perbaikan standar)
    • 23. Pemeliharaan (memelihara standar)
    9
  • 24. Manajemen & Kaizen
    • Dalam konteks Kaizen, manajemen memiliki 2 fungsi utama yaitu pemeliharaan dan perbaikan.
    • 25. Pemeliharaan terkait dengan kegiatan memelihara teknologi, sistem manajerial, standar operasional yang ada, menjaga standar melalui pelatihan dan penerapan disiplin. Di bawah pemeliharaan semua orang dapat mematuhi standard operating prosedure (SOP).
    • 26. Perbaikan, berkaitan dengan peningkatan untuk melampaui standard yang ada.
    • 27. Manajemen diarahkan untuk pemeliharaan dan peningkatan (dari standard yang ada).
    10
  • 28.
    • Perbaikan:
    • 29. Inovasi: perbaikan menuju standar mutu yang lebih tinggi atau perubahan lainnya.
    • 30. Kaizen: perubahan sedikit terus menerus (berkesinambungan) tanpa henti.
    • 31. Gugus kendali mutu: perbaikan selalu dimulai dengan unsur manusia terlebih dulu.
    11
  • 32. KEPEMIMPINAN
    Guru, Kur, Biaya, Sarana, Prasarana, Metode, manajemen
    Siswa
    Lulusan/DO
    PBM
    kemampuan
    Masyarakat, ortu, lingkungan alam, dsb
    Sekolah sebagai sistem
  • 33. FALSAFAH MANAJEMEN
    1. HAKIKAT TUJUAN MANAJEMEN
    * Produktivitas----- ukurankuantitasdankualitaskinerjadenganmempertimbangkankemanfaatansumberdaya.
    Dalamartiteknis, keefektifan, efisiensisumberdaya
    Dalampengertianperilaku, merupakansikap mental yang senantiasaberusahaterusberkembang.
    Paul Mali (1978):
    Output (Performance)/Efektivitas
    UkuranProduktivitas= ------------------------------------------------------
    Input (AlokasiSumber)/Efisiensi
    Victor Vromm:
    ProduktivitasdiartikansebagaiPrestasiKerja
    P = f (M x K)
    P = Prestasi
    f = Fungsi
    M = Motivasi
    K = Kemampuan
  • 34. Gillmore
    Produktivitas terdiri dari prestasi akademik, kreativitas, dan pemimpin (Seorang yang intelegennya tinggi mempunyai kecenderungan kreatif dan berprestasi, dan akhirnya produktivitasnya tinggi.
    * Kepuasan ---------- Perasaan senang/tidak senang individu terhadap pekerjaaannya (Responsi seseorang terhadap pekerjaannya).
    Maslow: Terpenuhinya kebutuhan fisiologi, sosial, rasa aman, penghargaan dan aktualisasi diri.
  • 35. Climbers
    Aktualisasi diri
    Kebutuhan penghargaan
    Proses Pembelajaran
    Kebutuhan ikut memiliki & kasih sayang
    Campers
    Kebutuhan rasa aman
    Kebutuhan fisiologis
    Quitters
    Kebutuhan Maslow
    15
  • 36. 2. HAKIKAT MANUSIA (Id,ego, dan super ego)
    Freud:
    Id -------- insting manusia pada pemuasan diri
    Ego ------ (lebih penting menurut kaum neo-analis) fungsi pokok yang tidak hanya pada perwujudan id saja, tetapi lebih bersifat rasional dan bertanggung jawab atas tingkah laku intelektual dan sosial individu.
    Super ego.
    Kaum Behavioristik (pendekatan ilmiah) ------ manusia sepenuhnya adalah makhluk reaktif yang perilakunya dikontrol oleh faktor-faktor yang datang dari luar.
  • 37. Makna manusia dalam organisasi
    • SumberdayaManusiaadalahaset paling berhargadalambisnisapapun, bahkanlebihberhargadaripada modal danmesin-mesin. Sayangnya, manusiadapatjugamenyebabkanpemborosan yang terbesar, jikasalahmengelola.
    • 38. ManusiadapatmenjadiasetterbesaratausebaliknyamenjadibebanterbesarbagiorganisasiAnda.
    • 39. Agar menjadiaset, bangunkanmotivasisuperiornya
  • 3. HAKIKAT KERJA
    Kerjamerupakankegiatandalammelakukansesuatuuntukmemenuhikebutuhanatasdoronganataumotivasitertentu.
    KebutuhanUsaha/perilakuPrestasi
    EvaluasiKebutuhanImbalan
    David C. McClelland ---------- MotivasiBerprestasi (berusahamencapaistandartertentu yang sangatbaik)
    Smith dan Cranny --------- MotivasiKerjaditentukanoleh: Usaha, kepuasan,danganjaran.
    Maslow ------- Kebutuhanbertingkat (Mulaidari yang paling tinggiperwujudandiri, kebutuhan ego, kebutuhankasihsayang, rasa aman, danfisiologis.
    Herzberg ------ teoriduafaktor (Higine, yaitugaji, kondisi, kebijakanperusahaan, penyeliaan, kelompokkerja; danMotivasi, yaitukemajuan, perkembangan, tanggungjawab, penghargaan, prestasi, pekerjaanitusendiri)
  • 40. Motivasi superior
    • Motivasiadalahsuatudorongan, berbentukenergibio-psiko-spiritualdaridalamhati yang membuatkitamelakukanaktivitas.
    • 41. Motivasi superior adalahmotivasi yang sangatkuat, sehinggahalangansebesarapapundapatdilalui.
    • 42. Motivasi superior adalahenergibesardanmenghasilkankinerjaunggul.
  • Peran motivasi dalam meraih sukses
    • Kemampuan= pengetahuan+keterampilan
    • 43. Motivasi= Visi + Komitmen
    • 44. Kemampuan x Motivasi = Prestasi
    • 45. Motivasimerupakan ‘energy in-action, energy in-use’
    Roh Keberhasilan
  • 46. Tujuan untuk sukses: sesuatu yang vital
    • Sukses berawal dari: mimpi, tujuan hidup, cita-cita dan mengusahakannya agar terwujud
    • 47. Mimpi ibarat peta jalan ke arah tempat yang kita tuju. Jadi tujuan itu sangat penting. Setelah itu, kapan harus kita lakukan.
    • 48. Sesuaikan tujuan (hidup) dengan kesenangan dan atau suara hati kita, agar kita menjalaninya dengan gembira.
  • Pendidikan, pergaulan, dan sukses
    • Bekerja sesuai dengan latar belakang pendidikan, memudahkan kita bekerja dan memperkecil hambatan
    • 49. Pergaulan positif dengan orang-orang yang positif, sangat membantu kesuksesan.
    Bergaul dengan orang sukses, akan tahu caranya sukses.
    Bergaul dengan orang yang berpikir besar, pikiran kita menjadi besar.
    Semua akan menjadi akses bisnis yang saling menguntungkan.
  • 50. Cara Mengembangkan Mental Sukses
    • MenetapkanTujuan (goals): adalah faktor dominan untuk mencapai sukses
    • 51. Perilaku positif: memandang dunia dari sudut pandang positif. ‘Saya bisa’.
    • 52. If you think you can or if you think you can’t, you’re right.
    • 53. Anda adalah produk pikiran Anda (Henry Ford).Apa yang mendominasi pikiran Anda setiap waktu, itulah yang akan Anda ciptakan dalam realita hidup. Tingkatkan kemampuan berpikir Anda.
  • Cont’d
    • Membangun networking & bekerjasama dengan orang lain.
    • 54. Tabah dan ulet/tekun, dan terus berbuat.
    • 55. Bersikap proaktif terhadap perubahan.
    • 56. Passion: kemauan internal yang berkobar untuk mencapai hasil terbaik.
    • 57. Keyakinan (belief):They can because they think they can
  • JikaAndamengubahcaraberpikirAnda, makaAndamengubahkehidupanAnda
    Banyak orang berkeinginan untuk menang,
    tetapi sedikit sekali yang mau mempersiapkan diri untuk menang
    ---Vince Lombardi
  • 58. TEORI MANAGEMENT
    TEORI KLASIK (Taylor 1856-1915, Gilbreth 1911 manajemen waktu, Fayol 1916, Gulick dan Urwick 1930, Weber 1947)
    TEORI NEO-KLASIK (Chester I. Barnard 1976 hakikat organisasi adalah kerjasama, McGregor teori X manusia tidak menyukai kerja dan Y manajer memandang bawahan bersedia bekerja), Vromm 1976 teori harapan/ekspektasi dengan dua asumsi yaitu nilai yang diharapkan/prestasi dan motivasi, McClelland dengan teori prestasi dengan tiga kebutuhan, model motivasi Porter dan Lawler 1968)
    TEORI MODERN (Murdick dan Ross dengan sistem organisasi, William A. Shrode & D. Voich 1974 dengan sistem terbuka).
  • 59.
  • 60. Teori klasik lebih menekankan pada prinsip-prinsip manajemen, terikat waktu (motif pekerja orientasi fisiologis dan kurang memperhitungkan berbagai dimensi dalam manajemen seperti motivasi, pengambilan keputusan, dan hubungan informal.
    Pada teori klasik, efisiensi hanya diukur secara ekonomis tanpa memperhitungkan faktor manusiawi.
    Taylor: Planning, Organizing, Actuating, & Controlling.
    (POAC). Dikenal sebagai “Bpk manajemen ilmiah”
    Henri Fayol: Planning, Organizing, Comanding, Coordinating, & Controlling (POCCC). Teori organisasi klasik.
    Gulick & Urwick: Planning, Organizing, Staffing, Directing, Coordinating, Reporting, & Budgeting (POSDCORB).
    Max Weber: Birokrasi
  • 61. Teori Neo Klasik
    • Asumsimanusiaadalahmakhluksosialdenganmengaktualisasikandirinya.
    • 62. Elton Mayo: Studihubunganantarmanusiadalamsituasikerjauntukmenghasilkanproduktivitas.
    • 63. Chester I Barnard: hakikatorganisasiadalahkerjasama.
    • 64. Douglas McGregor: Teori X, yang berasumsikaryawantidakmenyukaikerja. Dan teori Y, manajermemandangbawahanbersediabekerja, bertanggungjawab, mampumengendalikandiri, berpandanganluasdankreatif.
    Padateori X, manajercenderungmengarahkan, berakibatpadatingkatketergantungankaryawan/pegawai.
    Padateori Y, manajercenderunguntukmendorongberpartisipasi, danbertanggungjawabdalammenyelesaikantugasnyadankaryawandapatmengembangkandiri.
    • Vromm: Teoriharapan (Ekspektasi) berdasarkanduaasumsiyaituharapanterhadapnilaihasilkaryanyadanmotivasi.
  • Formula prestasi yang berhubungan langsung dengan motivasi (Vromm)
    P = f (M x A)
    M = f (V x E)
    P = f (A x V x E).
    P = Prestasi Kerja
    M = Motivasi Kerja
    A = Ability (kemampuan)
    V = Valensi (preferensi keinginan)
    E = Ekspektasi (harapan)
    McClelland: Motivasi seseorang ditentukan oleh tiga kebutuhan, yaitu: Kebutuhan akan kekuasaan, kebutuhan akan afiliasi, dan kebutuhan akan keberhasilan.
  • 65. Model Motivasi Porter dan Lawler
    Nilai imbalan (Reward)
    Nilai imbalan (Reward)
    Kemampuan melaksanakan tugas
    Imbalan Intrinsik
    Keberhasilan penampilan
    Upaya
    Kepuasan
    Imbalan Ekstrinsik
    Persepsi dari tugas yang diberikan
    PersepsiupayaProbabilitasimbalan
  • 66. Teori Modern (Perilaku Organisasi)
    • Murdickdan Ross: SifatnyaSituasional
    • 67. William A. Shrodedan D. Voich: Sistemterbuka(open system) sistemmasukan - keluarandengan data empirik, sifatsintesis, energetik, danintegratif.
    • 68. Prinsip:Servicelingkungan
    Optimasi/pendekatanmotivasional
    Multidimension
    Keharmonisan
    Penguranganresiko
    • Dalammanajemen modern, sistemtertutup (berdasarkansiklustanpamasukaneksternal) dansistemterbukadapatdigunakan.
  • Prinsip Dasar Perilaku Organisasi
    Manajemen tidak dapat dipandang sebagai suatu proses teknik secara ketat (peranan, prosedur, prinsip)
    Manajemen harus sistematik
    Organisasi sebagai suatu keseluruhan dan pendekatan manager individual untuk pengawasan harus sesuai dengan situasi
    Pendekatan motivasional yang menghasilkan komitmen terhadap tujuan organisasi.
    Unsur manusia adalah faktor kunci penentu sukses atau kegagalan pencapaian tujuan organisasi
    Ciptakan iklim yang mendatangkan kesempatan untuk kepuasan kebutuhan
    Pemimpin/manager harus diberi latihan dalam pemahaman prinsip-prinsip dan konsep-konsep manajemen.
  • 69. TOKOH-TOKOH YANG TERKENAL
    • Abraham Maslow denganhirarkikebutuhan
    • 70. Douglas McGregor denganteori X dan Y
    • 71. Frederick Herzberg denganteorimotivasihigienisatauteoriduafaktor
    • 72. Robert Black dan Jane Mouton dengan lima gayakepemimpinandengankisi-kisimanajerial (Managerial Grid)
    • 73. RensisLikertyang mengembangkanpenelitiannyasecaraekstensifmengenaiempatsistemmanajemendarisistemexploitif-otoritatifsampaipartisipatifkelompok.
    • 74. Fred Fiedler denganpendekatancontingencypadastudikepemimpinan yang menjembatani gap antarateoridanpraktek. Variabellingkungan (internal daneksternal), konsepdanteknikmanajemen, danhubungankontingensiantarkeduanya. Menggabungkanpendekatanklasikdanhubunganmanusiawi.
    • 75. Chris Argyrismemandangorganisasisebagaisistemsosialatausistemantarhubunganbudaya
    • 76. Edgar Schein banyakmenelitidinamikakelompokdalamorganisasi.
  • Aliran Kuantitatif (Management Science)
    Ditandai dengan berkembangnya tim riset operasi (operations research) dalam pemecahan masalah industri.
    Langkah-langkah pendekatan management science:
    1. Perumusan masalah
    2. Penyusunan suatu model matematis
    3. Mendapatkan penyelesaian dari model
    4. Pengujian model dan hasil yang didapatkan dari model
    5. Penetapan pengawasan atas hasil
    6. Pelaksanaan hasil dalam kegiatan implementasi.
  • 77. RINGKASAN ALIRAN KONSEP-KONSEP MANAJEMEN
    1. ProsesPendekatanOperasional
    Manajemendianalisadarisudutpandanganapa yang diperbuatseorangmanajer. Pendekatanprosesmemusatkanpadafungsi-fungsidasarmanajemen.
    2. PendekatanPerilakuManusia
    Penekanandiberikankepadahubungan-hubunganantaraperorangansertadampaknya. Pengaruhlingkungandandampak yang memberimotivasipadaperilakumanusiadiperhitungkandalampenelitian yang dilakukan.
    3. PendekatanSistemSosial
    Manajemensebagaisuatusistemsosialberorientasisecarasosiologis, berurusandenganberbagaikelompoksosialdanhubungan-hubunganbudayanyasertaberusahamenyatukankelompokkedalamsuatusistemsosial. Pendekataninimemperhitungkankelahiran, manfaatdanfungsisuatu “organisasi informal” (misalnyakelompok-kelompokkerja informal yang terbentukataskesetiakawanandannilai-nilaibersama) disatukandengankelompokkerja formal (sesuaipetaorganisasi formal) yaituhubungan yang diperintahkansecararesmiantarapegawai (regukomandodanregutugas).
  • 78. 4. PendekatanSistem-sistem
    Bertujuanmengembangkansuatukerangkasistematisuntukmenguraikanhubungan-hubunganantaraktivitas. Pendekatansistem-sistemmemberikansuatualatuntukmelihatdenganjelasfaktor-faktor yang bersifattidaktetap, hambatan, daninteraksi.
    5. PendekatanKuantitatif
    Manajemendipandangsebagaisuatukesatuan yang logisuntukmengambilkeputusandanmendifinisikandengantepatsegalatujuan, persoalandanhubungandengancara yang dapatdiukur.
  • 79. Berilahjawaban “BENAR” atau “SALAH” padapernyataanberikut:
    …………..1. Manajemensemata-matamengenaipencapaiantujuan-tujuan.
    …………..2. Manajementerutamaberhubungandenganpelaksanaanurusan-urusanpribadiseseorang.
    …………..3. Manajemensaratdengan target dalamartibahwainimenyangkuttercapainyatujuan-tujuankhusus.
    …………..4. Manajemenlebihbersifatsenidaripadailmupengetahuan.
    …………..5. Pertama kali manajemendigunakanpadazamanrevolusiindustri.
    …………..6. Prosesataupendekatanoperasionalterhadapmanajemenmemberikanpenekananpadakesamaan-kesamaansetiapsituasimanajemen.
    …………..7. Pendekatansistemsosialterhadapmanajemenmenganggaphanyaorganisasi formal saja yang menjadisistemsosial.
    …………..8. Penelitianmanajemenbebasdarianalisakuantitatif.
  • 80. PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN
    Manajemen berdasarkan sasaran (MBO)
    Manajemen berdasarkan orang
    1. Hakikat Perubahan
    2. Proses Perubahan
    3. Teknik Perubahan
    Manajemen berdasarkan informasi
  • 81. MANAJEMEN BERDASARKAN SASARAN
    Merupakan teknik manajemen yang membantu memperjelas dan menjabarkan tahapan tujuan organisasi menjadi tujuan-tujuan perorangan.
    Asumsinya: Menetapkan tujuan-tujuan pribadi menimbulkan keterikatan pegawai yang menuju pada pelaksanaan yang bertambah baik.
    Dengan MBO dilakukan proses penentuan tujuan bersama antara atasan dengan tujuan di unit kerja agar serasi dengan tujuan organisasi.
    Siklus MBO:
    1. Identifikasi tugas, tujuan dan tanggung jawab
    2. Pengembangan standar prestasi (performance)
    3. Pengukuran dan penilaian prestasi untuk diberi upah atas
    dasar tercapainya tujuan.
  • 82. Sistem MBO:
    1. Tentukan hasil akhir
    2. Tentukan apakah saling bertautan dengan
    tujuan organisasi
    3. Atasan dan bawahan bekerjasama dalam
    menentukan sasaran
    4. Menyusun kegiatan untuk mencapai sasaran
    5. Menyusun tugas-tugas
    6. Menentukan batas-batas pekerjaan dan jenis
    pengarahan dari atasan
    7. Monitoring dan laporan.
  • 83. Sistem MBO Efektif, jika:
    Komitmen pada program
    Penentuan sasaran pada tingkat puncak terlebih dahulu (top down)
    Sasaran individu (bottom up)
    Peran serta aktif di semua tingkatan
    Otonomi dalam pelaksanaan rencana
    Ada evaluasi yang dilakukan terprogram
    Memperhatikan keunggulan MBO (pengelolaan, peranan dan fungsi struktur organisasi jelas, individu terikat pada tugas-tugasnya, pengawasan lebih efektif)
    Memperhatikan kelemahan MBO (tidak mudah menilai prestasi kerja, tidak mudah menentukan tujuan)
    Memperhatikan proses MBO.
  • 84. Proses Penyusunan tujuan dalam organisasi dengan MBO
    Manajer
    Tujuan (Bagi Bawahan)
    Pertemuan
    Tujuan (Bagi Bawahan)
    Tujuan (Bagi Bawahan)
  • 85. MANAJEMEN BERDASARKAN ORANG
    • HakikatPerubahan
    Perubahandalamorganisasimelibatkanberbagaikomponensepertitujuan, strategi, manusia, struktur, danteknologi yang salingterkait.
    Agar perubahanefektif, mulailahdenganmerencanakan.
    Denganmemahamiprosesperubahan, sumber-sumberpenolakandancaramengatasinyadapatkitaketahui.
    • ProsesPerubahan
    1. TahapPencarian(perubahanmerupakankebutuhan)
    2. Tahappengubahan(melakukantindakanpemodifikasian
    organisasi yang membutuhkanagenperubahan yang
    terlatih)
    3. Pembekuan (mengukuhkanpolaperilakubaru
  • 86.
    • TeknikPerubahan
    Denganlatihankepekaan (Sensitivity Training), yaitusuatuinteraksidalamkelompokkecil yang terjadidalamsuasana yang tertekan, sehinggamenuntutsetiaporanguntukpekaterhadapperasaanorang lain sebagaisuatuusahauntukmenciptakankegiatankelompok yang memadai.
    • ManfaatLatihanKepekaan:
    1. Meningkatkanpengertian, pemahaman, dankepekaan
    terhadapperilakudirisendiri
    2. Meningkatkanpengertiandankepekaanterhadapperilaku
    orang lain
    3. Lebihmengertidanmemahamiproses yang terjadi
    4. Meningkatkanketerampilandalammengadakan diagnosis
    5. Meningkatkankemampuanuntukmenerjemahkanapa yang
    dipelajari
    6. Meningkatkankemampuanmengadakanhubunganantar
    manusia.
  • 87. MANAJEMEN BERDASARKAN INFORMASI
    Model Dasar Sistem Informasi Manajemen
    Data Masukan (Sumber Dokumen)
    Informasi (Laporan)
    Proses SIM
    Pengguna
    (USER)
  • 88. Yang perlu diperhatikan dalam SIM
    Identifikasi jenis informasi yang dibutuhkan
    Tentukan sumber data dan informasi yang dibutuhkan
    Tentukan siapa yang membutuhkan informasi dan kapan?
    Komunikasikan informasi secara tepat (accuracy), terpercaya (reliable) kepada para pengambilan keputusan.
    Beberapa persyaratan yang dibutuhkan:
    1. Uniformitas
    2. Lengkap
    3. Jelas
    4. Tepat waktu
  • 89. ProsesManajemendanKebutuhanInformasi(Murdick & Ross)
    Pengakuan Masalah
    1. Perbedaan rencana dan prestasi
    2. Lingkungan, persaingan, dan
    informasi intern tentang masalah
    Merumuskan Masalah, Mengembangkan alternatif tindakan
    Evaluasi butir 1 dan 2 untuk membuat estimasi alternatif
    Prediksi sebagai hasil alternatif tindakan
    Keputusan
    Komunikasi detail tentang rencana dan standar pengawasan
    Implementasi
    Hasil Pengawasan berbeda dengan Rencana
    Prestasi berbeda dengan rencana
  • 90. MANAJEMEN SEBAGAI SISTEM
    Manajemensebagaisistem:
    Sub sistemstruktur
    Sub sistemteknik
    Sub sistempersonalia
    Sub sistemInformasi
    Sub sistemLingkungan/ masyarakat
    Melaksanakan manajemen sebagai sistem, berarti memberi perhatian dan perlakuan dengan proporsi yang relatif sama kepada subsistemnya.
  • 91. Organisasi sebagai sistem
    OrganisasiSebagaisistem:
    Sub sistemtujuanditengah
    Sub sistemmanajemendiluarnya
    Sub sistemstruktur, teknik, personalia, daninformasipadakeempatlingkungan yang mengelilinginya
    Lingkunganpadalingkaran yang paling luar.
  • 92. ORGANIZATIONS AS OPEN SYSTEM
    The environment The organizations The environment
    Supplies Createsconsumes
    Resource input
    People
    Money
    Materials
    Technology
    Information
    Product outputs
    Finished
    Goods and
    Services
    Work
    Activities turn
    Resources
    Into outputs
    Transformation process
    Consumer feedback
  • 93. FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN
    PERENCANAAN
    PENGORGANISASIAN
    PENGARAHAN/KEPEMIMPINAN
    PENGAWASAN/PENGENDALIAN
    Taylor: Planning, Organizing, Actuating, & Controlling.
    (POAC). Dikenal sebagai “Bpk manajemen ilmiah”
    Henri Fayol: Planning, Organizing, Comanding, Coordinating, & Controlling (POCCC). Teori organisasi klasik.
    Gulick & Urwick: Planning, Organizing, Staffing, Directing, Coordinating, Reporting, & Budgeting (POSDCORB).
  • 94. PERENCANAAN
    Menentukan tujuan-tujuan yang hendak dicapai selama suatu masa yang akan datang dan apa yang harusdiperbuat agar dapat mencapai tujuan itu.
    “Self audit”, menentukan keadaan organisasi sekarang
    “Survey” lingkungan
    “Menentukan tujuan “objectives”
    “Forecast”, ramalan keadaan yang akan datang.
    Melakukan tindakan-tindakan dan sumber pengerahan
    “Evaluate”, pertimbangan tindakan-tindakan yang diusulkan
    Ubah dan sesuaikan, “Revise and adjust” rencana-rencana sehubungan dengan hasil pengawasan dan keadaan yang berubah
    “Comunicate”, berhubungan terus selama proses perencanaan.
  • 95. Model-model Perencanaan
    Model Perencanaan komprehensif
    Digunakan untuk menganalisis perubahan-perubahan dalam sistem pendidikan secara keseluruhan.
    Model Target Setting
    Diperlukan dalam upaya proyeksi dalam kurun waktu tertentu. (demografis, enrolmen, kebutuhan)
    Model Costing (pembiayaan) dan Keefektifan Biaya
    Untuk menganalisis proyek-proyek dalam kriteria efisiensi dan efektivitas.
    Model PPBS (Planning, Programing, Budgeting System)
    Merupakan suatu proses yang komprehensif untuk pengambilan keputusan yang lebih efektif.
  • 96. Jenis-jenis Perencanaan Pendidikan
    • MenurutBesarannya:
    1. PerencanaanMakro (Nasional)
    2. PerencanaanMeso (dalambentuk program-program
    padaDepartemenatau unit-unit)
    3. PerencanaanMikro (Institusional)
    • MenurutTingkatannya:
    1. PerencanaanStrategik (Pendekatansistemdengananalisis
    SWAT; analisislingkunganEkonomi, sosial, pasardan
    teknologi, Norma danNilai)
    2. PerencanaanKoordinatif (Managerial) mencakupsemua
    aspekoperasisuatusistemdengankebijakan-kebijakan
    yang harusditaati yang telahditetapkanpadaperencanaan
    strategik.
    3. PerencanaanOperasional (memusatkanperhatianpada
    tingkatpelaksanaandilapanganyangdapatdiukur)
  • 97.
    • MenurutJangkaWaktunya:
    1. PerencanaanJangkaPendek (PerencanaanOperasional
    kurangdari 5 tahun)
    2. PerencanaanJangkaMenengah (KurunWaktu 5 – 10 Tahun)
    3. PerencanaanJagkaPanjang (di atas10 tahun – 25 tahun)
  • 98. PENGORGANISASIAN
    • Mengelompokkandanmenentukanberbagaikegiatanpentingdanmemberikankekuasaanuntukmelaksanakankegiatan-kegiatan.
    • 99. “Identity”, tetapkandengantelitidantentukanpekerjaan yang akandilaksanakan.
    • 100. “Break work down”, bagi-bagipekerjaanmenjaditugassetiaporang.
    • 101. Tugas-tugaskelompokmenjadiposisi-posisi
    • 102. Tentukanpersyaratansetiapposisi-posisi.
    • 103. Kelompok-kelompokposisimenjadisatuan-satuan yang dapatdipimpindansalingberhubungandenganbaik.
    • 104. Bagi-bagikanpekerjaan, pertanggungjawabandanluaskekuasaan yang akandilaksanakan.
    • 105. Ubahdansesuaikanorganisasisehubungandenganhasilpengawasandankondisi yang berubah-ubah.
    • 106. Berhubunganselaluselamaprosespengorganisasian.
  • KEPEMIMPINAN
    Pemimpin adalah seorang yang mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi perilaku orang lain di dalam kerjanya dengan menggunakan kekuasaan.
    Kekuasaan adalah kemampuan untuk mengarahkan dan mempengaruhi bawahan sehubungan dengan tugas-tugas yang harus dilaksanakan.
    Pendekatan kepemimpinan:
    a. Pendekatan sifat, yang memfokuskan pada karakteristik
    pribadi pemimpin.
    b. Pendekatan perilaku, yang hubungannya dengan
    bawahan.
    c. Pendekatan situasional, yang memfokuskan pada
    kesesuaian antara perilaku pemimpin dengan karakteristik
    situasional.
  • 107. Syarat menjadi pemimpin
    • Dapat mengambil keputusan dengan cepat
    • 108. Berani mengambil resiko
    • 109. Memiliki wawasan yang luas
    • 110. Human relationnya baik
    • 111. Mampu berkomunikasi baik ke segala arah
    • 112. Mau memahami kondisi organisasinya
    • 113. Mencintai bisnis/pekerjaan yang dijalankan
    • 114. Menguasai kompetensi teknis
    • 115. Belajar mencintai pelanggan
    59
  • 116.
    • Merasa dekat dengan karyawan/anggota
    • 117. Dekat dengan pemasok
    • 118. Mencintai diri sendiri (tahu ttg dirinya)
    • 119. Mampu memberi inspirasi
    • 120. Mampu menanamkan nilai2 yang dianut organisasi
    • 121. Mempunyai visi dan misi yang jelas
    • 122. Mempunyai tujuan/sasaran jelas
    • 123. Menetapkan strategi implementasi
    60
  • 124. Untuk menjadi pemimpin
    • Self understanding (memahamidirisendiri)
    • 125. Menyusunrencanasesuaidengankemampuannya
    • 126. Self awareness (sadarakanperasaannyasendiri)
    • 127. Mengenalidanmengidentifikasiperasaan yang sedangdirasakan
    • 128. Self control/pengendaliandiri (sadarsepenuhnyaapa yang dilakukan)
    • 129. Pengendaliandiribarudapatdilihatpadasituasi yang sulitdanmelibatkanemosi.
    • 130. Kemampuanmenundakenikmatanmenunjukkanpengendaliandiri yang kuat.
    • 131. Pengendaliandirijugaditunjukkanolehkeberanianseseorangutkmembuatkomitmendanmelaksanakankomitmentersebut.
    61
  • 132. Leadership values
    • Kepemimpinan yang tepatakanmampumenggerakkanstafdenganefektif
    • 133. Kepemimpinan yang diteladaniakanmendorongstafberprestasisepertipemimpinnya
    • 134. Kepemimpinan yang efektifakanmenggerakkanstafdengancepat/tepat
    • 135. Pemimpin yang dekatdenganstafakanmembuatstafbekerjadengan fun.
    62
  • 136. Fungsi-fungsi Kepemimpinan
    63
  • 149. Leadership skill
    • Conceptual skill(Kemampuan konseptual): Kemampuan untuk memahami kompleksitas organisasi dan penyesuaian bidang gerak unit kerja masing-masing ke dalam bidang operasi organisasi secara menyeluruh.
    • 150. Human skill(Kemampuan berhubungan dengan orang lain): kemampuan dan judgment dalam bekerja dengan/dan melalui orang lain, yang mencakup pemahaman ttg motivasi dan penerapan kepemimpinan secara efektif.
    • 151. Technical skill(kemampuan teknis): Kemampuan menggunakan pengetahuan, metode, teknik, dan peralatan yang diperlukan untuk melaksanakan tugas tertentu yang diperoleh dari pengalaman, pendidikan, dan pelatihan
    64
  • 152. Peranan PemimpinStoner:
    • Sbgpenanggungjawab
    • 153. Sbgpenyeimbangdalammencapaitujuan-tujuan
    • 154. Sbgpemikirhal-hal yang konseptual
    • 155. Sbgbekerjasamadengandanmelaluiorang lain
    • 156. sbg mediator & fasilitator
    • 157. sbgpolitisi (berpikirttgstrategi)
    • 158. sbgrepresentasi (wakil) organisasi
    • 159. sbgpembuatkeputusan
    65
  • 160. Peranan PemimpinMintzberg:
    • Sbg figurhead (panutan)
    • 161. Sbg leader (pemimpin)
    • 162. Sbg liasion (penyelenggara)
    • 163. Sbg monitor (pemantau)
    • 164. Sbg dessiminator (pengembang)
    • 165. Sbg spokesman (juru bicara)
    • 166. Sbg entrepreneur (wirausaha)
    • 167. Sbg disturbance handler (penyelesai masalah)
    • 168. Sbg resource allocator & negotiator
    66
  • 169. Peranan PemimpinH.G. Hicks & C.R Gullet:
    • Bersikap adil (arbitrating)
    • 170. Memberikan sugesti
    • 171. Mendukung tercapainya tujuan
    • 172. Sbg katalisator (mempercepat proses)
    • 173. Menciptakan rasa aman
    • 174. Sebagai wakil organisasi
    • 175. Sbg sumber inspirasi
    • 176. Bersikap menghargai keberhasilan staf
    67
  • 177. Pemimpin Formal & Non-formal
    • Pemimpin formaladalahpemimpin yang ditetapkanberdasarkanstrukturorganisasidanmelaluiprosedurdanlangkah-langkah yang telahditetapkan.
    • 178. Pemimpin non-formaladalahpemimpin yang ditunjukberdasarkankepentinganpadasituasitertentutanpaterikatolehstrukturorganisasi, prosedur, danaturan-aturantertentu
    68
  • 179. Pemimpin
    Guru, Kurikulum, Biaya, Sarana-prasarana, Metode
    Siswa
    PBM
    Lulusan
    Kemampuan
    Masyarakat, ortu, lingkungan alam, dsb
    Sekolah sebagai sistem
    69
  • 180. Gaya Kepemimpinan
    • Otoriter: keputusan diambil oleh pemimpin, staf tinggal melaksanakan keputusan tersebut
    • 181. Demokratis: sebelum sampai pada keputusan, staf diajak untuk membahas bagaimana keputusan terbaik akan diambil. Semua pihak dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan
    • 182. Pseudo demokratis: keputusan ditetapkan oleh pimpinan, tetapi agar tidak tampak otoriter, staf diajak dalam proses
    • 183. Situasional: pemimpin bersifat fleksibel tergantung dari situasi saat itu, gabungan dari gaya otoriter dan demokratis
    • 184. Laissesfaire: yakni gaya kepemimpinan yang memberikan kebebasan sepenuhnya kepada bawahan untuk mengambil keputusan.
    70
  • 185. Douglas McGregor Teori X dan Teori Y
    Padaumumnyaorang-orangtidaksukabekerja
    Orangumumnyatdkambisius, hanyamemilikisedikitkeinginanutkbertanggungjawab, lebihsukadiarahkan
    Orangmemilikikreatifitassedikitdlmmemecahkanmasalahorganisasi
    Motivasihanyapada level fisiologisdan rasa aman
    Orang pd umumnya hrs diawasi dg ketatdandipaksauntukmencapaitujuanorganisasi
    1. Pekerjaanpadahakikatnya
    sepertibermain, bilakondisimenyenangkan
    2. Swa-kendalisangatdiperlukanuntukmencapaitujuanorganisasi
    3. Orangumumnyamemilikikemampuankreatifutkmemecahkan masalah2organisasi
    4. Motivasitimbulpada level sosial, penghargaan, danaktualisasidiri
    5. Orangdapatmengarahkandirisendiridankreatifbekerjaapabiladimotivasi dg tepat
    71
  • 186. Gaya Kepemimpinan efektif
    tinggi
    Gaya kepemimpinan efektif
    H t
    T r
    H t
    T t
    Orientasi Hub manusiawi
    S2
    S3
    H r
    T r
    H r
    T t
    S1
    S4
    Orientasi tugas
    tinggi
    rendah
    R4
    R3
    R2
    R1
    72
  • 187. Gaya kepemimpinan - Cont’
    Style 1, berorientasitinggitugasdanrendahhubungan. Kesanggupanrendah (R1 rendahkecakapan; rendahkemauan)
    Style 2,berorientasitinggitugas,tinggihubungan. Kesanggupansedang (R2 tinggikecakapan; rendahkemauan, atausalahsatutinggi)
    Style 3,berorientasitinggihubunganrendahtugas. Kesanggupansedang (R3 tinggikecakapan; tinggikemauan)
    Style 4, berorientasirendahhubungan; danrendahtugas. Kesanggupantinggi (R4 tinggikecakapandantinggikemauan)
    73
  • 188. Path-Goals Theory (teori jalur-tujuan)Robert House
    Teori bahwa perilaku seorang pemimpin dapat diterima baik oleh bawahan sejauh mereka pandang sebagai suatu sumber dari kepuasan segera atau kepuasan masa depan.
    Pemimpin efektif menjelaskan jalur (path) untuk membantu pengikut melalui jalur mana harus bekerja efektif menuju pencapaian tujuan dengan lebih mudah dan efisien
    74
  • 189. 4 perilaku pemimpin menurut House
    • Pemimpindirektif, memberitahubawahanapa yang diharapkandarimereka, jadwalkerjajelas, danmembimbingmerekabgmnmenyelesaikantugas
    • 190. Pemimpinpendukung, ramahdanmenunjukkankepedulianakankebutuhanbawahan
    • 191. Pemimpinpartisipatif, berkonsultasi dg bawahansebelummengambilkeputusan
    • 192. Pemimpinberorientasiprestasi, menetapkantujuan yang menantang, danmengharapkanbawahanuntukberprestasitertinggi.
    75
  • 193. Managerial grid (Blake dan Mouton)
    0;9
    9;9
    produktif
    H t
    T r
    H t
    T t
    Gaya kepemimpinan efektif
    Orientasi Hub manusiawi
    5;5
    H r
    T r
    H r
    T t
    Orientasi tugas
    0;0
    9;0
    76
  • 194. The High-high Leader, dariteoriduafaktor
    • Pemimpin yang efektif berorientasi pada tugas dan berorientasi pada orang, yakni apa yang disebut dengan high-high leader
    • 195. Managerial grid (teori jaringan manajerial) oleh Blake dan Mouton menggambarkan pemimpin yang efektif adalah yang concern pada tugas dan pada orang (9;9)
    77
  • 196. The PM Leadership Theory
    • Peterson & Misumi (1985) menjelaskan bahwa perilaku pemimpin yang efektif adalah perilaku kinerja yang tinggi dan perilaku mempertahankan yang tinggi
    • 197. Keterangan: perilaku kinerja berorientasi pada produksi, sedangkan perilaku mempertahankan berorientasi pada orang/hubungan
    78
  • 198. Model tambahan dari perilaku pemimpin
    • Kebanyakanperilakupemimpin yang spesifikhanyarelevanuntukpencapaiantugasatauuntukmempertahankanhubungan yang harmonis, kooperatif, namuntidakuntukkeduaperhatiansecarabersamaan (Misumi, 1985).
    • 199. Blake & Mouton, untukkedua-duanya.
    • 200. Perilakuberorientasipegawaimenghasilkankepuasankerja, kerjasamatim, komitmenorganisasi yang lebihtinggi.
    • 201. Perilaku yang berorientasipadatugasdapatmenghasilkansalingpengertian yang lebihbaikmengenaipersyaratanperan, koordinasi yang lebihbaikdiantaraparabawahan, penggunaansumberdayadanpersonil yang lebihefisien
    79
  • 202. Mengawasi
    Analitical(Analitis)
    • Logis
    * Cermat
    * Serius
    * Sistematik
    * Percayadiri
    Driver
    • Independen
    * Agak tertutup
    * Tegas
    * Pragmatis
    * Efisien
    Gabungan/
    situasional
    Bertanya
    Memberitahu
    Amiable (ramah)
    - Supportive
    - Kooperatif
    - Diplomatis
    - Sabar
    - Loyal
    Expressive (perasaan)
    - Terbuka
    - Antuasias
    - Persuasif
    - Penyayang
    - Spontan
    80
    Emotif
  • 203. Pengawasan
    Tetapkan Ukuran-ukuran/standar-standar pelaksanaan pekerjaan (ongkos, waktu, kuantitas, dan kualitas).
    Monitor hasil-hasil dan bandingkan dengan ukuran-ukuran
    Perbaiki penyimpangan-penyimpangan
    Ubah dan sesuaikan cara-cara pengawasan sehubungan dengan hasil-hasil pengawasan dan perubahan kondisi-kondisi.
    Selalu berhubungan selama proses pengawasan.
  • 204. Langkah-langkahDasarProsesPengawasan(PahamKlasik)
    Tidak
    MengukurPrestasiKerja
    Apakah Prestasi memenuhi standar
    Ambil tindakan korektif
    MenetapkanStandaruntukmengukurprestasi
    Ya
    Tidak berbuat apa-apa
  • 205. Pengawasan dan Konsep Sistem Cybernetic/sibernetika
    Karakteristik:
    Menentukan keseimbangan
    Menerima perubahan-perubahan di dalam lingkungan sebagai umpan balik sistem
    Memindahkan informasi lingkungan eksternal ke dalam sistem
    Melakukan tindakan korektif
  • 206. InformasidanPengawasan
    Informasi Pengawas:
    Pemakai jasa pendidikan atau masyarakat
    Perencanaan:
    Tujuan
    Premis/alasan
    Alternatif
    Evaluasi
    Keputusan
    Informasi Perencanaan
    Pelaksanaan:
    Implementasi Rencana
    Pengawasan:
    Standar
    Pengukuran
    Koreksi
    Eksternal
    Internal
    Umpan Balik
  • 207. MANAJEMEN BERDASARKAN SASARAN DALAM BIDANG PENDIDIKAN
    Manajemen pada aspek struktur
    Manajemen pada aspek teknik
    Manajemen pada aspek personalia
    Manajemen pada aspek informasi
    Manajemen pada aspek lingkungan
  • 208.
    • Manajemenpadaaspekstruktur
    1. Strukturorganisasiadalahsalahsatu sub sistemdarimanajemensebagaisistem.
    2. Strukturmerupakanmekanismeorganisasi. Apa yang harusdikerjakanolehsetiappersonaliadandiorganisirdalam unit-unit kerja.
    3. Hierarki paling tinggiadalah unit kerja, kemudianjabatan, dantugas.
    4. Analisis unit kerjadiperlukanuntukmengidentifikasi unit-unit kerjadanmemberipenjelasankepadasetiappersonalia.
    5. Dengananalisis unit kerjadapatditentukan model- model unit kerja, konsep-konseptugas individual, tanggungjawabnya, prosedurkerja, kompetensipetugas, latihandanpendidikan yang diperlukan, dankondisikerja yang harusdisediakan.
  • 209. 1. Analisis Unit Kerja
    Analisis unit kerjadiperlukanuntukmengidentifikasi unit-unit kerjadanmemberipenjelasankepadasetiappersonalia.
    Dengananalisis unit kerjadapatditentukan model-model unit kerja, konsep-konseptugas individual, tanggung-jawabnya, prosedurkerja, kompetensipetugas, latihandanpendidikan yang diperlukan, dankondisikerja yang harusdisediakan.
    2. DeskripsiTugasdanSpesifikasiTugas
    Deskripsitugasmencakuptugasbesertahubungannyadengantugas-tugas lain, tujuantugasitudanfaktor-faktorfisik, sosial, danekonomi yang efekkepadanya.
    Spesifikasitugasmenjelaskantentangjasmani (batasumur, tinggi) dankualitasataukompetensipetugas (pengalaman, keahlian, keterampilan, danijazah)
  • 210. 3. HierarkidanWewenang/Otoritas
    Hierarkidiwujudkandalambentukkedudukanatau status seseorangdenganotoritasatauwewenangnya.
    Status adalahposisiindividudalamkelompok (Massie).
    Otoritasatauwewenangdankekuatan (power) akanmenentukankemampuanseseorangmenduduki status tertentu. Otoritasadalahhak-hak yang melekatpada status yang diberikankepadanya (Robbins).
    PerubahanLingkungandanDinamikaStrukturOrganisasi
    Struktur yang dibuatdiharapkanbersifatfleksibeldancocokdengansituasilingkungan (Robbins).
    Contoh:
    Strukturorganisasi (sekolah)
    Unit ketua/pimpinan (jabatankepalasekolah, wakil)
    Unit pendukungnya (jabatandilaboratorium, perpustakaan, sumber media, kurikulum, dantatausaha)
    Unit pelaksana (jabatanwalikelas, guru, dannarasumber).
  • 211.
    • Manajemenpadaaspekteknik
    Manajemenpadaaspekteknikadalahusahaparapimpinanmenanganiteknik-teknik yang adadalamorganisasinya agar teknik-teknikitudapatdigunakanseoptimalmungkinuntukmencapaitujuanorganisasi.
    Teknik-teknik yang adadihimpundandikoordinasikanmenjadisatukesatuandalammenanganitugas-tugasorganisasi.
    Teknikadalahsuatucarauntukmengoptimalkankeputusan-keputusan.
    Keputusandalambidangpendidikanmencakupsegalabidangaktivitasorganisasi yang tercakupdalamkomponen-komponenpendidikan.
    Dalambidangpendidikanteknikadalahsegala yang digunakanuntukmengubah input menjadi output.
  • 212.
    • Manajemenpadaaspekpersonalia
    Manajemenpersonaliaadalahbagianmanajemen yang memperhatikanorang-orangdalamorganisasi yang merupakansalahsatu sub sistemmanajemen (Evans).
    Fungsinyameliputi:
    1. Rekruitmen
    2. Penempatan
    3. Melatihdanmengembangkan
    4. Meningkatkankesejahteraan.
    Yang perluditanganiolehparapemimpinpendidikanadalah:
    1. Perencanaanpersonalia
    2. Pengembanganpersonalia
    3. Antarhubunganpersonalia/iklimorganisasi
    4. Penilaiandanpromosi
    5. Kesejahteraan
    6. Risetpersonalia (untukpembinaandankepentingan
    manajemen).
  • 213. Manajemen pada aspek informasi
    Informasi berfungsi sebagai penghubung antara berbagai bagian organisasi sehingga merupakan satu kesatuan.
    Manajemen pada aspek informasi berfungsi sebagai alat kontrol atau pengawasan.
    Sifat-sifat informasi:
    1. Integratif
    2. Untuk jangka waktu tertentu
    3. Cukup mendetail
    4. Berorientasi pada masa yang akan datang (Johnson)
  • 214. Manajemen pada aspek lingkungan
    Visi
    Sekolah
    Masyarakat
    Misi
    Tujuan
  • 215. Hubungan Program Sekolah Dengan Kebutuhan Masyarakat
    Program Sekolah
    KebutuhanMasyarakat
    93
  • 216. KETERAMPILAN MANAJER DAN PENGEMBANGAN MANAJER
    Keterampilan konsep
    Keterampilan manusiawi
    Keterampilan teknik
    Tugas manajer dan leader
    Kualitas manajer yang diharapkan
    Pendidikan dan pelatihan
  • 217. Keterampilan Manajer/pemimpin
    Manajemen Tertinggi
    Keterampilan Konsep
    Keterampilan Manusiawi
    Manajemen Madya
    Keterampilan Teknik
    Manajemen Terdepan
  • 218. Tugas Manajer dan Pemimpin
    96
  • 241. Perbedaan pemimpin & manajer
    Tugas manajer
    97
  • 252. Administrasi
    Manajemen
    Kepemimpinan
    Pembuatan keputusan
    98
  • 253. Kualitas manajer yang diharapkan (Drucker)
    1. Menangani organisasi berdasarkan tujuan
    2. Mengambil risiko yang lebih besar dan untuk waktu yang
    lebih panjang
    3. Dapat membuat keputusan strategi
    4. Dapat membangun teori yang terintegrasi
    5. Dapat mengkomunikasikan informasi secara jelas dan
    cepat
    6. Dapat menilai organisasi secara keseluruhan
    7. Dapat menghubungkan hasil kerjanya dengan organisasi
    dan lingkungan
    8. Menemukan hal-hal yang berarti sebagai bahan
    pengambilan keputusan dan tindakan.
  • 254. Pendidikan dan Pelatihan Bagi Manajer

×