DASAR-DASAR MANAJEMEN  PENDIDIKAN<br />
DEFINISI PENDIDIKAN<br />UNDANG-UNDANG RI NOMOR 20 TAHUN 2003 TENTANG SISDIKNAS, PASAL 1 AYAT 1:<br />“Pendidikan adalah u...
ADMINISTRASI <br /><ul><li>Ad ------ intensif
Ministrare ------- melayani, membantu, memenuhi.
Administrare ----- katakerja
Administratio ----- katabenda
Administrativus ----- katasifat
Dalambahasa Indonesia AdministrarediterjemahkanmenjadiAdministrasiyang berartimelayanisecaramaksimal.
Dalamartisempit(Administratie --- Bhs. Belanda) berartipekerjaan yang berhubungandenganketatausahaan (surat-menyurat).
Dalamartiluas,Administratieberartisenidanilmumengelola (memanej) sumberdaya 7M + 1 (I). YaituMan, Material, Machines, meth...
Efisien (DayaGuna) ------ Prosespenghematan 7M + 1 (I) dengancaramelakukandenganbenar  (do things right).
Efektif (HasilGuna) ------- tingkatkeberhasilanpencapaiantujuan (outcomes) denganmelakukanpekerjaan yang benar (do the rig...
Efektivitasdilihatdari 3 perspektif:</li></ul>	 1. Efektivitas individual (Input): Pengetahuan, sikap,<br />kemampuan, mot...
MANAJEMEN<br />Dale:<br /><ul><li>Mengelola orang-orang
Pengambilan keputusan
Proses mengorganisasi dan memakai sumber-sumber untuk menyelesaikan tujuan yang telah ditentukan.</li></ul>Johnson:<br />	...
Siagian:<br />	Sesuatu aktivitas menggerakkan orang lain, sesuatu kegiatan memimpin, atas dasar sesuatu yang telah diputus...
AKTIVITAS MANAJEMEN<br />1. Menentukan visi, misi serta sasaran jangka waktu panjang.<br />	2. Membuat perencanaan pelaksa...
DEFINISI MANAJEMEN PENDIDIKAN<br />“Seni dan ilmu mengelola sumber daya pendidikan untuk mewujudkan suasana belajar dan pr...
GembadanManajemen<br /><ul><li>Gemba (rumah), kaizen (inovasiberkesinambungan). Gemba kaizen bermakna sebagai rumah/tempat...
Manajemen:
Perbaikan (menaikkan/perbaikan standar)
Pemeliharaan (memelihara standar)</li></ul>9<br />
Manajemen & Kaizen<br /><ul><li>Dalam konteks Kaizen, manajemen memiliki 2 fungsi utama yaitu pemeliharaan dan perbaikan.
Pemeliharaan terkait dengan kegiatan memelihara teknologi, sistem manajerial, standar operasional yang ada, menjaga standa...
Perbaikan, berkaitan dengan peningkatan untuk melampaui standard yang ada.
Manajemen diarahkan untuk pemeliharaan dan peningkatan (dari standard yang ada).</li></ul>10<br />
<ul><li>Perbaikan:
Inovasi: perbaikan menuju standar mutu yang lebih tinggi atau perubahan lainnya.
Kaizen: perubahan sedikit terus menerus (berkesinambungan) tanpa henti.
Gugus kendali mutu: perbaikan selalu dimulai dengan unsur manusia terlebih dulu. </li></ul>11<br />
KEPEMIMPINAN<br />Guru, Kur, Biaya, Sarana, Prasarana, Metode, manajemen<br />Siswa<br />Lulusan/DO<br />PBM<br />kemampua...
FALSAFAH MANAJEMEN<br />1. HAKIKAT TUJUAN MANAJEMEN<br />* Produktivitas----- ukurankuantitasdankualitaskinerjadenganmempe...
Gillmore<br />Produktivitas terdiri dari prestasi akademik, kreativitas, dan 	pemimpin (Seorang yang intelegennya tinggi m...
Climbers<br />Aktualisasi diri<br />Kebutuhan penghargaan<br />Proses Pembelajaran<br />Kebutuhan ikut memiliki & kasih sa...
2. HAKIKAT MANUSIA (Id,ego, dan super ego)<br />Freud:<br />Id  -------- insting manusia pada pemuasan diri<br />Ego -----...
Makna manusia dalam organisasi<br /><ul><li>SumberdayaManusiaadalahaset paling berhargadalambisnisapapun, bahkanlebihberha...
ManusiadapatmenjadiasetterbesaratausebaliknyamenjadibebanterbesarbagiorganisasiAnda.
Agar menjadiaset, bangunkanmotivasisuperiornya</li></li></ul><li>3. HAKIKAT KERJA<br />Kerjamerupakankegiatandalammelakuka...
Motivasi superior<br /><ul><li>Motivasiadalahsuatudorongan, berbentukenergibio-psiko-spiritualdaridalamhati yang membuatki...
Motivasi superior adalahmotivasi yang sangatkuat, sehinggahalangansebesarapapundapatdilalui.
Motivasi superior adalahenergibesardanmenghasilkankinerjaunggul.</li></li></ul><li>Peran motivasi dalam meraih sukses<br /...
Motivasi= Visi + Komitmen
Kemampuan x Motivasi = Prestasi
Motivasimerupakan ‘energy in-action, energy in-use’</li></ul>Roh Keberhasilan<br />
Tujuan untuk sukses: sesuatu yang vital<br /><ul><li>Sukses berawal dari: mimpi, tujuan hidup, cita-cita dan mengusahakann...
Mimpi ibarat peta jalan ke arah tempat yang kita tuju. Jadi tujuan itu sangat penting. Setelah itu, kapan harus kita lakukan.
Sesuaikan tujuan (hidup) dengan kesenangan dan atau suara hati kita, agar kita menjalaninya dengan gembira.</li></li></ul>...
Pergaulan positif dengan orang-orang yang positif, sangat membantu kesuksesan. </li></ul>Bergaul dengan orang sukses, akan...
Cara Mengembangkan Mental Sukses<br /><ul><li>MenetapkanTujuan (goals): adalah faktor dominan untuk mencapai sukses
Perilaku positif: memandang dunia dari sudut pandang positif. ‘Saya bisa’.
If you think you can or if you think you can’t, you’re right.
Anda adalah produk pikiran Anda (Henry Ford).Apa yang mendominasi pikiran Anda setiap waktu, itulah yang akan Anda ciptaka...
Tabah dan ulet/tekun, dan terus berbuat.
Bersikap proaktif  terhadap perubahan.
Passion: kemauan internal yang berkobar untuk mencapai hasil terbaik.
Keyakinan (belief):They can because they think they can</li></li></ul><li>JikaAndamengubahcaraberpikirAnda, makaAndamengub...
TEORI MANAGEMENT<br />TEORI KLASIK (Taylor 1856-1915, Gilbreth 1911 manajemen waktu, Fayol 1916, Gulick dan Urwick 1930,  ...
Teori klasik lebih menekankan pada prinsip-prinsip manajemen, terikat waktu (motif pekerja orientasi fisiologis dan kurang...
Teori Neo Klasik<br /><ul><li>Asumsimanusiaadalahmakhluksosialdenganmengaktualisasikandirinya.
Elton Mayo: Studihubunganantarmanusiadalamsituasikerjauntukmenghasilkanproduktivitas.
Chester I Barnard: hakikatorganisasiadalahkerjasama.
Douglas McGregor: Teori X, yang berasumsikaryawantidakmenyukaikerja. Dan teori Y, manajermemandangbawahanbersediabekerja, ...
Model  Motivasi Porter dan Lawler<br />Nilai imbalan (Reward)<br />Nilai imbalan (Reward)<br />Kemampuan melaksanakan tuga...
Teori Modern (Perilaku Organisasi)<br /><ul><li>Murdickdan Ross: SifatnyaSituasional
William A. Shrodedan D. Voich: Sistemterbuka(open system) sistemmasukan - keluarandengan data empirik, sifatsintesis, ener...
Prinsip:Servicelingkungan</li></ul>Optimasi/pendekatanmotivasional<br />Multidimension<br />Keharmonisan<br />Penguranganr...
TOKOH-TOKOH YANG TERKENAL<br /><ul><li>Abraham Maslow denganhirarkikebutuhan
Douglas McGregor denganteori X dan Y
Frederick Herzberg denganteorimotivasihigienisatauteoriduafaktor
Robert Black dan Jane Mouton dengan lima gayakepemimpinandengankisi-kisimanajerial (Managerial Grid)
RensisLikertyang mengembangkanpenelitiannyasecaraekstensifmengenaiempatsistemmanajemendarisistemexploitif-otoritatifsampai...
Fred Fiedler denganpendekatancontingencypadastudikepemimpinan yang menjembatani gap antarateoridanpraktek. Variabellingkun...
Chris Argyrismemandangorganisasisebagaisistemsosialatausistemantarhubunganbudaya
Edgar Schein banyakmenelitidinamikakelompokdalamorganisasi. </li></li></ul><li>Aliran Kuantitatif (Management Science)<br ...
RINGKASAN ALIRAN KONSEP-KONSEP MANAJEMEN<br />1.	ProsesPendekatanOperasional<br />Manajemendianalisadarisudutpandanganapa ...
4. PendekatanSistem-sistem<br />Bertujuanmengembangkansuatukerangkasistematisuntukmenguraikanhubungan-hubunganantaraktivit...
Berilahjawaban “BENAR” atau “SALAH” padapernyataanberikut:<br />…………..1. Manajemensemata-matamengenaipencapaiantujuan-tuju...
PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN<br />Manajemen berdasarkan sasaran (MBO)<br />Manajemen berdasarkan orang<br />	1. Hakikat Perub...
MANAJEMEN BERDASARKAN SASARAN<br />Merupakan teknik manajemen yang membantu memperjelas dan menjabarkan tahapan tujuan org...
Sistem MBO:<br />	1. Tentukan hasil akhir<br />	2. Tentukan apakah saling bertautan dengan        <br />       tujuan orga...
Sistem MBO Efektif, jika:<br />Komitmen pada program<br />Penentuan sasaran pada tingkat puncak terlebih dahulu (top down)...
Proses Penyusunan tujuan dalam organisasi dengan MBO<br />Manajer<br />Tujuan (Bagi Bawahan)<br />Pertemuan<br />Tujuan (B...
MANAJEMEN BERDASARKAN ORANG <br /><ul><li>HakikatPerubahan</li></ul>Perubahandalamorganisasimelibatkanberbagaikomponensepe...
<ul><li>TeknikPerubahan</li></ul>Denganlatihankepekaan (Sensitivity Training), yaitusuatuinteraksidalamkelompokkecil yang ...
MANAJEMEN BERDASARKAN INFORMASI<br />Model Dasar Sistem Informasi Manajemen<br />Data Masukan (Sumber Dokumen)<br />Inform...
Yang perlu diperhatikan dalam SIM<br />Identifikasi jenis informasi yang dibutuhkan<br />Tentukan sumber data dan informas...
ProsesManajemendanKebutuhanInformasi(Murdick & Ross)<br />Pengakuan Masalah<br />1. Perbedaan rencana dan prestasi<br />2....
MANAJEMEN SEBAGAI SISTEM<br />Manajemensebagaisistem:<br />Sub sistemstruktur<br />Sub sistemteknik<br />Sub sistempersona...
Organisasi sebagai sistem<br />OrganisasiSebagaisistem:<br />Sub sistemtujuanditengah<br />Sub sistemmanajemendiluarnya<br...
ORGANIZATIONS AS OPEN SYSTEM<br />The environment The organizations         The environment<br />Supplies  Createsconsumes...
FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN<br />PERENCANAAN<br />PENGORGANISASIAN<br />PENGARAHAN/KEPEMIMPINAN<br />PENGAWASAN/PENGENDALIAN<b...
PERENCANAAN<br />Menentukan tujuan-tujuan yang hendak dicapai selama suatu masa yang akan datang dan apa yang harusdiperbu...
Model-model Perencanaan<br />Model Perencanaan komprehensif<br />	Digunakan untuk menganalisis perubahan-perubahan dalam s...
Jenis-jenis Perencanaan Pendidikan<br /><ul><li>MenurutBesarannya:</li></ul>	1. PerencanaanMakro (Nasional)<br />	2. Peren...
<ul><li>MenurutJangkaWaktunya:</li></ul>	1. PerencanaanJangkaPendek (PerencanaanOperasional<br />kurangdari 5 tahun)<br />...
PENGORGANISASIAN<br /><ul><li>Mengelompokkandanmenentukanberbagaikegiatanpentingdanmemberikankekuasaanuntukmelaksanakankeg...
“Identity”, tetapkandengantelitidantentukanpekerjaan yang akandilaksanakan.
“Break work down”, bagi-bagipekerjaanmenjaditugassetiaporang.
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Dasar dasar manajemen pendidikan

16,867

Published on

membahas mengenai dasar-dasar manajemen

Published in: Education, Technology, Business
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
16,867
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
542
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Dasar dasar manajemen pendidikan

  1. 1. DASAR-DASAR MANAJEMEN PENDIDIKAN<br />
  2. 2. DEFINISI PENDIDIKAN<br />UNDANG-UNDANG RI NOMOR 20 TAHUN 2003 TENTANG SISDIKNAS, PASAL 1 AYAT 1:<br />“Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlakmulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.” <br />“Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan.” <br />(Sunario, 2003) menjelaskan, potensi otak manusia yang digunakan untuk berpikir baru 4%. Jadi masih 96% dari otak kita belum digunakan untuk berpikir.<br />
  3. 3. ADMINISTRASI <br /><ul><li>Ad ------ intensif
  4. 4. Ministrare ------- melayani, membantu, memenuhi.
  5. 5. Administrare ----- katakerja
  6. 6. Administratio ----- katabenda
  7. 7. Administrativus ----- katasifat
  8. 8. Dalambahasa Indonesia AdministrarediterjemahkanmenjadiAdministrasiyang berartimelayanisecaramaksimal.
  9. 9. Dalamartisempit(Administratie --- Bhs. Belanda) berartipekerjaan yang berhubungandenganketatausahaan (surat-menyurat).
  10. 10. Dalamartiluas,Administratieberartisenidanilmumengelola (memanej) sumberdaya 7M + 1 (I). YaituMan, Material, Machines, methods, marketing, and minutes + Informationuntukmencapaitujuansecaraefektifdanefisien.</li></li></ul><li><ul><li>Mengelolameliputi: Perencanaan, (Planning), pengorganisasian (Organizing), pengarahan (Leading), danpengendalian (Controlling).
  11. 11. Efisien (DayaGuna) ------ Prosespenghematan 7M + 1 (I) dengancaramelakukandenganbenar (do things right).
  12. 12. Efektif (HasilGuna) ------- tingkatkeberhasilanpencapaiantujuan (outcomes) denganmelakukanpekerjaan yang benar (do the right things).
  13. 13. Efektivitasdilihatdari 3 perspektif:</li></ul> 1. Efektivitas individual (Input): Pengetahuan, sikap,<br />kemampuan, motivasi, danstres.<br /> 2. Efektivitaskelompok (proses): Kekompakkan<br /> (Cohesiveness), kepemimpinan, struktur, status, peran, <br />dannorma.<br /> 3. Efektivitasorganisasi(lingkungan, teknologi, pilihan<br />strategi, struktur,proses, danbudaya)----- Gibson, 2003<br />
  14. 14. MANAJEMEN<br />Dale:<br /><ul><li>Mengelola orang-orang
  15. 15. Pengambilan keputusan
  16. 16. Proses mengorganisasi dan memakai sumber-sumber untuk menyelesaikan tujuan yang telah ditentukan.</li></ul>Johnson:<br /> Proses mengintegrasikan sumber-sumber yang tidak berhubungan menjadi sistem total untuk menyelesaikan suatu tujuan.<br />Massie:<br /> Kelompok khusus orang-orang yang tugasnya mengarahkan usaha ke arah tujuan-tujuan melalui aktivitas-aktivitas orang lain atau membuat sesuatu dikerjakan oleh orang lain <br />
  17. 17. Siagian:<br /> Sesuatu aktivitas menggerakkan orang lain, sesuatu kegiatan memimpin, atas dasar sesuatu yang telah diputuskan terlebih dahulu.<br />Dalam pendidikan, manajemen dapat diartikan sebagai aktivitas memadukan sumber-sumber pendidikan agar terpusat dalam usaha mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan sebelumnya.<br />
  18. 18. AKTIVITAS MANAJEMEN<br />1. Menentukan visi, misi serta sasaran jangka waktu panjang.<br /> 2. Membuat perencanaan pelaksanaan misi dalam tahapan <br /> yang realistis dengan pengukuran kualitas yang konsisten<br /> 3. Menentukancore competencedanmengembangkannya<br />secarakonsistendankontinu<br /> 4. MengembangkankreativitasdandayainovasiSumberDaya<br />Manusia(SDM)denganpemberdayaansertameningkatkan<br />motivasidankualitaskerja.<br /> 5. Pengembangankualitas SDM sebagaistrategiterpadu<br /> 6. Prosespengambilankeputusandilakukandengan<br />mendengarkan semua “suara” internal daneksternal<br />organisasidengankomunikasi yang efektifdanefisien.<br />
  19. 19. DEFINISI MANAJEMEN PENDIDIKAN<br />“Seni dan ilmu mengelola sumber daya pendidikan untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.”<br />“Seni dan ilmu mengelola sumber daya pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.”<br />“Sebagai proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian sumber daya pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.”<br />
  20. 20. GembadanManajemen<br /><ul><li>Gemba (rumah), kaizen (inovasiberkesinambungan). Gemba kaizen bermakna sebagai rumah/tempat untuk mewujudkan mutu (SDM maupun produk) secara berkelanjutan.
  21. 21. Manajemen:
  22. 22. Perbaikan (menaikkan/perbaikan standar)
  23. 23. Pemeliharaan (memelihara standar)</li></ul>9<br />
  24. 24. Manajemen & Kaizen<br /><ul><li>Dalam konteks Kaizen, manajemen memiliki 2 fungsi utama yaitu pemeliharaan dan perbaikan.
  25. 25. Pemeliharaan terkait dengan kegiatan memelihara teknologi, sistem manajerial, standar operasional yang ada, menjaga standar melalui pelatihan dan penerapan disiplin. Di bawah pemeliharaan semua orang dapat mematuhi standard operating prosedure (SOP).
  26. 26. Perbaikan, berkaitan dengan peningkatan untuk melampaui standard yang ada.
  27. 27. Manajemen diarahkan untuk pemeliharaan dan peningkatan (dari standard yang ada).</li></ul>10<br />
  28. 28. <ul><li>Perbaikan:
  29. 29. Inovasi: perbaikan menuju standar mutu yang lebih tinggi atau perubahan lainnya.
  30. 30. Kaizen: perubahan sedikit terus menerus (berkesinambungan) tanpa henti.
  31. 31. Gugus kendali mutu: perbaikan selalu dimulai dengan unsur manusia terlebih dulu. </li></ul>11<br />
  32. 32. KEPEMIMPINAN<br />Guru, Kur, Biaya, Sarana, Prasarana, Metode, manajemen<br />Siswa<br />Lulusan/DO<br />PBM<br />kemampuan<br />Masyarakat, ortu, lingkungan alam, dsb<br />Sekolah sebagai sistem<br />
  33. 33. FALSAFAH MANAJEMEN<br />1. HAKIKAT TUJUAN MANAJEMEN<br />* Produktivitas----- ukurankuantitasdankualitaskinerjadenganmempertimbangkankemanfaatansumberdaya.<br />Dalamartiteknis, keefektifan, efisiensisumberdaya<br />Dalampengertianperilaku, merupakansikap mental yang senantiasaberusahaterusberkembang.<br /> Paul Mali (1978):<br />Output (Performance)/Efektivitas<br />UkuranProduktivitas= ------------------------------------------------------<br />Input (AlokasiSumber)/Efisiensi<br /> Victor Vromm:<br />ProduktivitasdiartikansebagaiPrestasiKerja<br /> P = f (M x K)<br /> P = Prestasi<br /> f = Fungsi<br /> M = Motivasi<br /> K = Kemampuan<br />
  34. 34. Gillmore<br />Produktivitas terdiri dari prestasi akademik, kreativitas, dan pemimpin (Seorang yang intelegennya tinggi mempunyai kecenderungan kreatif dan berprestasi, dan akhirnya produktivitasnya tinggi. <br />* Kepuasan ---------- Perasaan senang/tidak senang individu terhadap pekerjaaannya (Responsi seseorang terhadap pekerjaannya). <br />Maslow: Terpenuhinya kebutuhan fisiologi, sosial, rasa aman, penghargaan dan aktualisasi diri.<br />
  35. 35. Climbers<br />Aktualisasi diri<br />Kebutuhan penghargaan<br />Proses Pembelajaran<br />Kebutuhan ikut memiliki & kasih sayang<br />Campers<br />Kebutuhan rasa aman<br />Kebutuhan fisiologis<br />Quitters<br /> Kebutuhan Maslow<br />15<br />
  36. 36. 2. HAKIKAT MANUSIA (Id,ego, dan super ego)<br />Freud:<br />Id -------- insting manusia pada pemuasan diri<br />Ego ------ (lebih penting menurut kaum neo-analis) fungsi pokok yang tidak hanya pada perwujudan id saja, tetapi lebih bersifat rasional dan bertanggung jawab atas tingkah laku intelektual dan sosial individu.<br />Super ego. <br />Kaum Behavioristik (pendekatan ilmiah) ------ manusia sepenuhnya adalah makhluk reaktif yang perilakunya dikontrol oleh faktor-faktor yang datang dari luar.<br />
  37. 37. Makna manusia dalam organisasi<br /><ul><li>SumberdayaManusiaadalahaset paling berhargadalambisnisapapun, bahkanlebihberhargadaripada modal danmesin-mesin. Sayangnya, manusiadapatjugamenyebabkanpemborosan yang terbesar, jikasalahmengelola.
  38. 38. ManusiadapatmenjadiasetterbesaratausebaliknyamenjadibebanterbesarbagiorganisasiAnda.
  39. 39. Agar menjadiaset, bangunkanmotivasisuperiornya</li></li></ul><li>3. HAKIKAT KERJA<br />Kerjamerupakankegiatandalammelakukansesuatuuntukmemenuhikebutuhanatasdoronganataumotivasitertentu.<br />KebutuhanUsaha/perilakuPrestasi<br />EvaluasiKebutuhanImbalan<br />David C. McClelland ---------- MotivasiBerprestasi (berusahamencapaistandartertentu yang sangatbaik)<br />Smith dan Cranny --------- MotivasiKerjaditentukanoleh: Usaha, kepuasan,danganjaran.<br />Maslow ------- Kebutuhanbertingkat (Mulaidari yang paling tinggiperwujudandiri, kebutuhan ego, kebutuhankasihsayang, rasa aman, danfisiologis.<br />Herzberg ------ teoriduafaktor (Higine, yaitugaji, kondisi, kebijakanperusahaan, penyeliaan, kelompokkerja; danMotivasi, yaitukemajuan, perkembangan, tanggungjawab, penghargaan, prestasi, pekerjaanitusendiri)<br />
  40. 40. Motivasi superior<br /><ul><li>Motivasiadalahsuatudorongan, berbentukenergibio-psiko-spiritualdaridalamhati yang membuatkitamelakukanaktivitas.
  41. 41. Motivasi superior adalahmotivasi yang sangatkuat, sehinggahalangansebesarapapundapatdilalui.
  42. 42. Motivasi superior adalahenergibesardanmenghasilkankinerjaunggul.</li></li></ul><li>Peran motivasi dalam meraih sukses<br /><ul><li>Kemampuan= pengetahuan+keterampilan
  43. 43. Motivasi= Visi + Komitmen
  44. 44. Kemampuan x Motivasi = Prestasi
  45. 45. Motivasimerupakan ‘energy in-action, energy in-use’</li></ul>Roh Keberhasilan<br />
  46. 46. Tujuan untuk sukses: sesuatu yang vital<br /><ul><li>Sukses berawal dari: mimpi, tujuan hidup, cita-cita dan mengusahakannya agar terwujud
  47. 47. Mimpi ibarat peta jalan ke arah tempat yang kita tuju. Jadi tujuan itu sangat penting. Setelah itu, kapan harus kita lakukan.
  48. 48. Sesuaikan tujuan (hidup) dengan kesenangan dan atau suara hati kita, agar kita menjalaninya dengan gembira.</li></li></ul><li>Pendidikan, pergaulan, dan sukses<br /><ul><li>Bekerja sesuai dengan latar belakang pendidikan, memudahkan kita bekerja dan memperkecil hambatan
  49. 49. Pergaulan positif dengan orang-orang yang positif, sangat membantu kesuksesan. </li></ul>Bergaul dengan orang sukses, akan tahu caranya sukses. <br />Bergaul dengan orang yang berpikir besar, pikiran kita menjadi besar.<br />Semua akan menjadi akses bisnis yang saling menguntungkan.<br />
  50. 50. Cara Mengembangkan Mental Sukses<br /><ul><li>MenetapkanTujuan (goals): adalah faktor dominan untuk mencapai sukses
  51. 51. Perilaku positif: memandang dunia dari sudut pandang positif. ‘Saya bisa’.
  52. 52. If you think you can or if you think you can’t, you’re right.
  53. 53. Anda adalah produk pikiran Anda (Henry Ford).Apa yang mendominasi pikiran Anda setiap waktu, itulah yang akan Anda ciptakan dalam realita hidup. Tingkatkan kemampuan berpikir Anda.</li></li></ul><li>Cont’d<br /><ul><li>Membangun networking & bekerjasama dengan orang lain.
  54. 54. Tabah dan ulet/tekun, dan terus berbuat.
  55. 55. Bersikap proaktif terhadap perubahan.
  56. 56. Passion: kemauan internal yang berkobar untuk mencapai hasil terbaik.
  57. 57. Keyakinan (belief):They can because they think they can</li></li></ul><li>JikaAndamengubahcaraberpikirAnda, makaAndamengubahkehidupanAnda<br />Banyak orang berkeinginan untuk menang, <br />tetapi sedikit sekali yang mau mempersiapkan diri untuk menang<br />---Vince Lombardi<br />
  58. 58. TEORI MANAGEMENT<br />TEORI KLASIK (Taylor 1856-1915, Gilbreth 1911 manajemen waktu, Fayol 1916, Gulick dan Urwick 1930, Weber 1947)<br />TEORI NEO-KLASIK (Chester I. Barnard 1976 hakikat organisasi adalah kerjasama, McGregor teori X manusia tidak menyukai kerja dan Y manajer memandang bawahan bersedia bekerja), Vromm 1976 teori harapan/ekspektasi dengan dua asumsi yaitu nilai yang diharapkan/prestasi dan motivasi, McClelland dengan teori prestasi dengan tiga kebutuhan, model motivasi Porter dan Lawler 1968) <br />TEORI MODERN (Murdick dan Ross dengan sistem organisasi, William A. Shrode & D. Voich 1974 dengan sistem terbuka).<br />
  59. 59.
  60. 60. Teori klasik lebih menekankan pada prinsip-prinsip manajemen, terikat waktu (motif pekerja orientasi fisiologis dan kurang memperhitungkan berbagai dimensi dalam manajemen seperti motivasi, pengambilan keputusan, dan hubungan informal.<br />Pada teori klasik, efisiensi hanya diukur secara ekonomis tanpa memperhitungkan faktor manusiawi. <br />Taylor: Planning, Organizing, Actuating, & Controlling.<br /> (POAC). Dikenal sebagai “Bpk manajemen ilmiah”<br />Henri Fayol: Planning, Organizing, Comanding, Coordinating, & Controlling (POCCC). Teori organisasi klasik.<br />Gulick & Urwick: Planning, Organizing, Staffing, Directing, Coordinating, Reporting, & Budgeting (POSDCORB). <br />Max Weber: Birokrasi <br />
  61. 61. Teori Neo Klasik<br /><ul><li>Asumsimanusiaadalahmakhluksosialdenganmengaktualisasikandirinya.
  62. 62. Elton Mayo: Studihubunganantarmanusiadalamsituasikerjauntukmenghasilkanproduktivitas.
  63. 63. Chester I Barnard: hakikatorganisasiadalahkerjasama.
  64. 64. Douglas McGregor: Teori X, yang berasumsikaryawantidakmenyukaikerja. Dan teori Y, manajermemandangbawahanbersediabekerja, bertanggungjawab, mampumengendalikandiri, berpandanganluasdankreatif.</li></ul>Padateori X, manajercenderungmengarahkan, berakibatpadatingkatketergantungankaryawan/pegawai.<br />Padateori Y, manajercenderunguntukmendorongberpartisipasi, danbertanggungjawabdalammenyelesaikantugasnyadankaryawandapatmengembangkandiri.<br /><ul><li>Vromm: Teoriharapan (Ekspektasi) berdasarkanduaasumsiyaituharapanterhadapnilaihasilkaryanyadanmotivasi.</li></li></ul><li>Formula prestasi yang berhubungan langsung dengan motivasi (Vromm)<br />P = f (M x A)<br />M = f (V x E)<br />P = f (A x V x E). <br />P = Prestasi Kerja<br />M = Motivasi Kerja<br />A = Ability (kemampuan)<br />V = Valensi (preferensi keinginan)<br />E = Ekspektasi (harapan)<br />McClelland: Motivasi seseorang ditentukan oleh tiga kebutuhan, yaitu: Kebutuhan akan kekuasaan, kebutuhan akan afiliasi, dan kebutuhan akan keberhasilan.<br />
  65. 65. Model Motivasi Porter dan Lawler<br />Nilai imbalan (Reward)<br />Nilai imbalan (Reward)<br />Kemampuan melaksanakan tugas<br />Imbalan Intrinsik<br />Keberhasilan penampilan<br />Upaya<br />Kepuasan<br />Imbalan Ekstrinsik<br />Persepsi dari tugas yang diberikan<br />PersepsiupayaProbabilitasimbalan<br />
  66. 66. Teori Modern (Perilaku Organisasi)<br /><ul><li>Murdickdan Ross: SifatnyaSituasional
  67. 67. William A. Shrodedan D. Voich: Sistemterbuka(open system) sistemmasukan - keluarandengan data empirik, sifatsintesis, energetik, danintegratif.
  68. 68. Prinsip:Servicelingkungan</li></ul>Optimasi/pendekatanmotivasional<br />Multidimension<br />Keharmonisan<br />Penguranganresiko<br /><ul><li>Dalammanajemen modern, sistemtertutup (berdasarkansiklustanpamasukaneksternal) dansistemterbukadapatdigunakan.</li></li></ul><li>Prinsip Dasar Perilaku Organisasi<br />Manajemen tidak dapat dipandang sebagai suatu proses teknik secara ketat (peranan, prosedur, prinsip)<br />Manajemen harus sistematik<br />Organisasi sebagai suatu keseluruhan dan pendekatan manager individual untuk pengawasan harus sesuai dengan situasi<br />Pendekatan motivasional yang menghasilkan komitmen terhadap tujuan organisasi.<br />Unsur manusia adalah faktor kunci penentu sukses atau kegagalan pencapaian tujuan organisasi<br />Ciptakan iklim yang mendatangkan kesempatan untuk kepuasan kebutuhan<br />Pemimpin/manager harus diberi latihan dalam pemahaman prinsip-prinsip dan konsep-konsep manajemen.<br />
  69. 69. TOKOH-TOKOH YANG TERKENAL<br /><ul><li>Abraham Maslow denganhirarkikebutuhan
  70. 70. Douglas McGregor denganteori X dan Y
  71. 71. Frederick Herzberg denganteorimotivasihigienisatauteoriduafaktor
  72. 72. Robert Black dan Jane Mouton dengan lima gayakepemimpinandengankisi-kisimanajerial (Managerial Grid)
  73. 73. RensisLikertyang mengembangkanpenelitiannyasecaraekstensifmengenaiempatsistemmanajemendarisistemexploitif-otoritatifsampaipartisipatifkelompok.
  74. 74. Fred Fiedler denganpendekatancontingencypadastudikepemimpinan yang menjembatani gap antarateoridanpraktek. Variabellingkungan (internal daneksternal), konsepdanteknikmanajemen, danhubungankontingensiantarkeduanya. Menggabungkanpendekatanklasikdanhubunganmanusiawi.
  75. 75. Chris Argyrismemandangorganisasisebagaisistemsosialatausistemantarhubunganbudaya
  76. 76. Edgar Schein banyakmenelitidinamikakelompokdalamorganisasi. </li></li></ul><li>Aliran Kuantitatif (Management Science)<br />Ditandai dengan berkembangnya tim riset operasi (operations research) dalam pemecahan masalah industri.<br />Langkah-langkah pendekatan management science:<br /> 1. Perumusan masalah<br /> 2. Penyusunan suatu model matematis<br /> 3. Mendapatkan penyelesaian dari model<br /> 4. Pengujian model dan hasil yang didapatkan dari model<br /> 5. Penetapan pengawasan atas hasil<br /> 6. Pelaksanaan hasil dalam kegiatan implementasi.<br />
  77. 77. RINGKASAN ALIRAN KONSEP-KONSEP MANAJEMEN<br />1. ProsesPendekatanOperasional<br />Manajemendianalisadarisudutpandanganapa yang diperbuatseorangmanajer. Pendekatanprosesmemusatkanpadafungsi-fungsidasarmanajemen.<br />2. PendekatanPerilakuManusia<br />Penekanandiberikankepadahubungan-hubunganantaraperorangansertadampaknya. Pengaruhlingkungandandampak yang memberimotivasipadaperilakumanusiadiperhitungkandalampenelitian yang dilakukan.<br />3. PendekatanSistemSosial<br />Manajemensebagaisuatusistemsosialberorientasisecarasosiologis, berurusandenganberbagaikelompoksosialdanhubungan-hubunganbudayanyasertaberusahamenyatukankelompokkedalamsuatusistemsosial. Pendekataninimemperhitungkankelahiran, manfaatdanfungsisuatu “organisasi informal” (misalnyakelompok-kelompokkerja informal yang terbentukataskesetiakawanandannilai-nilaibersama) disatukandengankelompokkerja formal (sesuaipetaorganisasi formal) yaituhubungan yang diperintahkansecararesmiantarapegawai (regukomandodanregutugas).<br />
  78. 78. 4. PendekatanSistem-sistem<br />Bertujuanmengembangkansuatukerangkasistematisuntukmenguraikanhubungan-hubunganantaraktivitas. Pendekatansistem-sistemmemberikansuatualatuntukmelihatdenganjelasfaktor-faktor yang bersifattidaktetap, hambatan, daninteraksi.<br />5. PendekatanKuantitatif<br />Manajemendipandangsebagaisuatukesatuan yang logisuntukmengambilkeputusandanmendifinisikandengantepatsegalatujuan, persoalandanhubungandengancara yang dapatdiukur.<br />
  79. 79. Berilahjawaban “BENAR” atau “SALAH” padapernyataanberikut:<br />…………..1. Manajemensemata-matamengenaipencapaiantujuan-tujuan.<br />…………..2. Manajementerutamaberhubungandenganpelaksanaanurusan-urusanpribadiseseorang.<br />…………..3. Manajemensaratdengan target dalamartibahwainimenyangkuttercapainyatujuan-tujuankhusus.<br />…………..4. Manajemenlebihbersifatsenidaripadailmupengetahuan.<br />…………..5. Pertama kali manajemendigunakanpadazamanrevolusiindustri.<br />…………..6. Prosesataupendekatanoperasionalterhadapmanajemenmemberikanpenekananpadakesamaan-kesamaansetiapsituasimanajemen.<br />…………..7. Pendekatansistemsosialterhadapmanajemenmenganggaphanyaorganisasi formal saja yang menjadisistemsosial.<br />…………..8. Penelitianmanajemenbebasdarianalisakuantitatif.<br />
  80. 80. PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN<br />Manajemen berdasarkan sasaran (MBO)<br />Manajemen berdasarkan orang<br /> 1. Hakikat Perubahan<br /> 2. Proses Perubahan<br /> 3. Teknik Perubahan<br />Manajemen berdasarkan informasi<br />
  81. 81. MANAJEMEN BERDASARKAN SASARAN<br />Merupakan teknik manajemen yang membantu memperjelas dan menjabarkan tahapan tujuan organisasi menjadi tujuan-tujuan perorangan. <br />Asumsinya: Menetapkan tujuan-tujuan pribadi menimbulkan keterikatan pegawai yang menuju pada pelaksanaan yang bertambah baik.<br />Dengan MBO dilakukan proses penentuan tujuan bersama antara atasan dengan tujuan di unit kerja agar serasi dengan tujuan organisasi.<br />Siklus MBO:<br /> 1. Identifikasi tugas, tujuan dan tanggung jawab<br /> 2. Pengembangan standar prestasi (performance)<br /> 3. Pengukuran dan penilaian prestasi untuk diberi upah atas <br /> dasar tercapainya tujuan.<br />
  82. 82. Sistem MBO:<br /> 1. Tentukan hasil akhir<br /> 2. Tentukan apakah saling bertautan dengan <br /> tujuan organisasi<br /> 3. Atasan dan bawahan bekerjasama dalam <br /> menentukan sasaran<br /> 4. Menyusun kegiatan untuk mencapai sasaran<br /> 5. Menyusun tugas-tugas<br /> 6. Menentukan batas-batas pekerjaan dan jenis <br /> pengarahan dari atasan<br /> 7. Monitoring dan laporan.<br />
  83. 83. Sistem MBO Efektif, jika:<br />Komitmen pada program<br />Penentuan sasaran pada tingkat puncak terlebih dahulu (top down)<br />Sasaran individu (bottom up)<br />Peran serta aktif di semua tingkatan<br />Otonomi dalam pelaksanaan rencana<br />Ada evaluasi yang dilakukan terprogram<br />Memperhatikan keunggulan MBO (pengelolaan, peranan dan fungsi struktur organisasi jelas, individu terikat pada tugas-tugasnya, pengawasan lebih efektif)<br />Memperhatikan kelemahan MBO (tidak mudah menilai prestasi kerja, tidak mudah menentukan tujuan)<br />Memperhatikan proses MBO.<br />
  84. 84. Proses Penyusunan tujuan dalam organisasi dengan MBO<br />Manajer<br />Tujuan (Bagi Bawahan)<br />Pertemuan<br />Tujuan (Bagi Bawahan)<br />Tujuan (Bagi Bawahan)<br />
  85. 85. MANAJEMEN BERDASARKAN ORANG <br /><ul><li>HakikatPerubahan</li></ul>Perubahandalamorganisasimelibatkanberbagaikomponensepertitujuan, strategi, manusia, struktur, danteknologi yang salingterkait.<br />Agar perubahanefektif, mulailahdenganmerencanakan.<br />Denganmemahamiprosesperubahan, sumber-sumberpenolakandancaramengatasinyadapatkitaketahui.<br /><ul><li>ProsesPerubahan</li></ul> 1. TahapPencarian(perubahanmerupakankebutuhan)<br /> 2. Tahappengubahan(melakukantindakanpemodifikasian<br />organisasi yang membutuhkanagenperubahan yang <br />terlatih)<br /> 3. Pembekuan (mengukuhkanpolaperilakubaru<br />
  86. 86. <ul><li>TeknikPerubahan</li></ul>Denganlatihankepekaan (Sensitivity Training), yaitusuatuinteraksidalamkelompokkecil yang terjadidalamsuasana yang tertekan, sehinggamenuntutsetiaporanguntukpekaterhadapperasaanorang lain sebagaisuatuusahauntukmenciptakankegiatankelompok yang memadai.<br /><ul><li>ManfaatLatihanKepekaan:</li></ul> 1. Meningkatkanpengertian, pemahaman, dankepekaan<br />terhadapperilakudirisendiri<br /> 2. Meningkatkanpengertiandankepekaanterhadapperilaku<br />orang lain<br /> 3. Lebihmengertidanmemahamiproses yang terjadi<br /> 4. Meningkatkanketerampilandalammengadakan diagnosis<br /> 5. Meningkatkankemampuanuntukmenerjemahkanapa yang <br />dipelajari<br /> 6. Meningkatkankemampuanmengadakanhubunganantar<br />manusia.<br />
  87. 87. MANAJEMEN BERDASARKAN INFORMASI<br />Model Dasar Sistem Informasi Manajemen<br />Data Masukan (Sumber Dokumen)<br />Informasi (Laporan)<br />Proses SIM<br />Pengguna <br />(USER)<br />
  88. 88. Yang perlu diperhatikan dalam SIM<br />Identifikasi jenis informasi yang dibutuhkan<br />Tentukan sumber data dan informasi yang dibutuhkan<br />Tentukan siapa yang membutuhkan informasi dan kapan?<br />Komunikasikan informasi secara tepat (accuracy), terpercaya (reliable) kepada para pengambilan keputusan.<br />Beberapa persyaratan yang dibutuhkan:<br /> 1. Uniformitas<br /> 2. Lengkap<br />3. Jelas<br /> 4. Tepat waktu<br />
  89. 89. ProsesManajemendanKebutuhanInformasi(Murdick & Ross)<br />Pengakuan Masalah<br />1. Perbedaan rencana dan prestasi<br />2. Lingkungan, persaingan, dan <br /> informasi intern tentang masalah <br />Merumuskan Masalah, Mengembangkan alternatif tindakan<br />Evaluasi butir 1 dan 2 untuk membuat estimasi alternatif<br />Prediksi sebagai hasil alternatif tindakan<br />Keputusan<br />Komunikasi detail tentang rencana dan standar pengawasan<br />Implementasi<br />Hasil Pengawasan berbeda dengan Rencana<br />Prestasi berbeda dengan rencana<br />
  90. 90. MANAJEMEN SEBAGAI SISTEM<br />Manajemensebagaisistem:<br />Sub sistemstruktur<br />Sub sistemteknik<br />Sub sistempersonalia<br />Sub sistemInformasi<br />Sub sistemLingkungan/ masyarakat<br />Melaksanakan manajemen sebagai sistem, berarti memberi perhatian dan perlakuan dengan proporsi yang relatif sama kepada subsistemnya.<br />
  91. 91. Organisasi sebagai sistem<br />OrganisasiSebagaisistem:<br />Sub sistemtujuanditengah<br />Sub sistemmanajemendiluarnya<br />Sub sistemstruktur, teknik, personalia, daninformasipadakeempatlingkungan yang mengelilinginya<br />Lingkunganpadalingkaran yang paling luar.<br />
  92. 92. ORGANIZATIONS AS OPEN SYSTEM<br />The environment The organizations The environment<br />Supplies Createsconsumes<br />Resource input<br />People<br />Money<br />Materials<br />Technology<br />Information<br />Product outputs<br />Finished<br />Goods and<br />Services<br />Work<br />Activities turn<br />Resources<br />Into outputs<br />Transformation process<br />Consumer feedback<br />
  93. 93. FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN<br />PERENCANAAN<br />PENGORGANISASIAN<br />PENGARAHAN/KEPEMIMPINAN<br />PENGAWASAN/PENGENDALIAN<br />Taylor: Planning, Organizing, Actuating, & Controlling.<br /> (POAC). Dikenal sebagai “Bpk manajemen ilmiah”<br />Henri Fayol: Planning, Organizing, Comanding, Coordinating, & Controlling (POCCC). Teori organisasi klasik.<br />Gulick & Urwick: Planning, Organizing, Staffing, Directing, Coordinating, Reporting, & Budgeting (POSDCORB). <br />
  94. 94. PERENCANAAN<br />Menentukan tujuan-tujuan yang hendak dicapai selama suatu masa yang akan datang dan apa yang harusdiperbuat agar dapat mencapai tujuan itu.<br />“Self audit”, menentukan keadaan organisasi sekarang<br />“Survey” lingkungan<br />“Menentukan tujuan “objectives”<br />“Forecast”, ramalan keadaan yang akan datang.<br />Melakukan tindakan-tindakan dan sumber pengerahan<br />“Evaluate”, pertimbangan tindakan-tindakan yang diusulkan<br />Ubah dan sesuaikan, “Revise and adjust” rencana-rencana sehubungan dengan hasil pengawasan dan keadaan yang berubah<br />“Comunicate”, berhubungan terus selama proses perencanaan.<br />
  95. 95. Model-model Perencanaan<br />Model Perencanaan komprehensif<br /> Digunakan untuk menganalisis perubahan-perubahan dalam sistem pendidikan secara keseluruhan.<br />Model Target Setting<br /> Diperlukan dalam upaya proyeksi dalam kurun waktu tertentu. (demografis, enrolmen, kebutuhan)<br />Model Costing (pembiayaan) dan Keefektifan Biaya<br /> Untuk menganalisis proyek-proyek dalam kriteria efisiensi dan efektivitas.<br />Model PPBS (Planning, Programing, Budgeting System)<br /> Merupakan suatu proses yang komprehensif untuk pengambilan keputusan yang lebih efektif. <br />
  96. 96. Jenis-jenis Perencanaan Pendidikan<br /><ul><li>MenurutBesarannya:</li></ul> 1. PerencanaanMakro (Nasional)<br /> 2. PerencanaanMeso (dalambentuk program-program <br />padaDepartemenatau unit-unit)<br /> 3. PerencanaanMikro (Institusional)<br /><ul><li>MenurutTingkatannya:</li></ul> 1. PerencanaanStrategik (Pendekatansistemdengananalisis<br /> SWAT; analisislingkunganEkonomi, sosial, pasardan<br />teknologi, Norma danNilai)<br /> 2. PerencanaanKoordinatif (Managerial) mencakupsemua<br />aspekoperasisuatusistemdengankebijakan-kebijakan<br /> yang harusditaati yang telahditetapkanpadaperencanaan<br />strategik.<br /> 3. PerencanaanOperasional (memusatkanperhatianpada<br />tingkatpelaksanaandilapanganyangdapatdiukur)<br />
  97. 97. <ul><li>MenurutJangkaWaktunya:</li></ul> 1. PerencanaanJangkaPendek (PerencanaanOperasional<br />kurangdari 5 tahun)<br /> 2. PerencanaanJangkaMenengah (KurunWaktu 5 – 10 Tahun)<br /> 3. PerencanaanJagkaPanjang (di atas10 tahun – 25 tahun)<br />
  98. 98. PENGORGANISASIAN<br /><ul><li>Mengelompokkandanmenentukanberbagaikegiatanpentingdanmemberikankekuasaanuntukmelaksanakankegiatan-kegiatan.
  99. 99. “Identity”, tetapkandengantelitidantentukanpekerjaan yang akandilaksanakan.
  100. 100. “Break work down”, bagi-bagipekerjaanmenjaditugassetiaporang.
  101. 101. Tugas-tugaskelompokmenjadiposisi-posisi
  102. 102. Tentukanpersyaratansetiapposisi-posisi.
  103. 103. Kelompok-kelompokposisimenjadisatuan-satuan yang dapatdipimpindansalingberhubungandenganbaik.
  104. 104. Bagi-bagikanpekerjaan, pertanggungjawabandanluaskekuasaan yang akandilaksanakan.
  105. 105. Ubahdansesuaikanorganisasisehubungandenganhasilpengawasandankondisi yang berubah-ubah.
  106. 106. Berhubunganselaluselamaprosespengorganisasian.</li></li></ul><li>KEPEMIMPINAN<br />Pemimpin adalah seorang yang mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi perilaku orang lain di dalam kerjanya dengan menggunakan kekuasaan. <br />Kekuasaan adalah kemampuan untuk mengarahkan dan mempengaruhi bawahan sehubungan dengan tugas-tugas yang harus dilaksanakan.<br />Pendekatan kepemimpinan:<br /> a. Pendekatan sifat, yang memfokuskan pada karakteristik <br /> pribadi pemimpin.<br /> b. Pendekatan perilaku, yang hubungannya dengan <br /> bawahan.<br /> c. Pendekatan situasional, yang memfokuskan pada <br /> kesesuaian antara perilaku pemimpin dengan karakteristik <br /> situasional.<br />
  107. 107. Syarat menjadi pemimpin<br /><ul><li>Dapat mengambil keputusan dengan cepat
  108. 108. Berani mengambil resiko
  109. 109. Memiliki wawasan yang luas
  110. 110. Human relationnya baik
  111. 111. Mampu berkomunikasi baik ke segala arah
  112. 112. Mau memahami kondisi organisasinya
  113. 113. Mencintai bisnis/pekerjaan yang dijalankan
  114. 114. Menguasai kompetensi teknis
  115. 115. Belajar mencintai pelanggan</li></ul>59<br />
  116. 116. <ul><li>Merasa dekat dengan karyawan/anggota
  117. 117. Dekat dengan pemasok
  118. 118. Mencintai diri sendiri (tahu ttg dirinya)
  119. 119. Mampu memberi inspirasi
  120. 120. Mampu menanamkan nilai2 yang dianut organisasi
  121. 121. Mempunyai visi dan misi yang jelas
  122. 122. Mempunyai tujuan/sasaran jelas
  123. 123. Menetapkan strategi implementasi</li></ul>60<br />
  124. 124. Untuk menjadi pemimpin<br /><ul><li>Self understanding (memahamidirisendiri)
  125. 125. Menyusunrencanasesuaidengankemampuannya
  126. 126. Self awareness (sadarakanperasaannyasendiri)
  127. 127. Mengenalidanmengidentifikasiperasaan yang sedangdirasakan
  128. 128. Self control/pengendaliandiri (sadarsepenuhnyaapa yang dilakukan)
  129. 129. Pengendaliandiribarudapatdilihatpadasituasi yang sulitdanmelibatkanemosi.
  130. 130. Kemampuanmenundakenikmatanmenunjukkanpengendaliandiri yang kuat.
  131. 131. Pengendaliandirijugaditunjukkanolehkeberanianseseorangutkmembuatkomitmendanmelaksanakankomitmentersebut.</li></ul>61<br />
  132. 132. Leadership values<br /><ul><li>Kepemimpinan yang tepatakanmampumenggerakkanstafdenganefektif
  133. 133. Kepemimpinan yang diteladaniakanmendorongstafberprestasisepertipemimpinnya
  134. 134. Kepemimpinan yang efektifakanmenggerakkanstafdengancepat/tepat
  135. 135. Pemimpin yang dekatdenganstafakanmembuatstafbekerjadengan fun.</li></ul>62<br />
  136. 136. Fungsi-fungsi Kepemimpinan<br /><ul><li>Pembuatan keputusan
  137. 137. Perencanaan
  138. 138. Pengorganisasian
  139. 139. Pengarahan
  140. 140. Perintah/Komando
  141. 141. Penggerakan
  142. 142. Koordinasi
  143. 143. Memotivasi
  144. 144. Penganggaran
  145. 145. Monitoring
  146. 146. Pengawasan/Supervisi
  147. 147. Sumber inspirasi
  148. 148. Representasi organisasi</li></ul>63<br />
  149. 149. Leadership skill<br /><ul><li>Conceptual skill(Kemampuan konseptual): Kemampuan untuk memahami kompleksitas organisasi dan penyesuaian bidang gerak unit kerja masing-masing ke dalam bidang operasi organisasi secara menyeluruh.
  150. 150. Human skill(Kemampuan berhubungan dengan orang lain): kemampuan dan judgment dalam bekerja dengan/dan melalui orang lain, yang mencakup pemahaman ttg motivasi dan penerapan kepemimpinan secara efektif.
  151. 151. Technical skill(kemampuan teknis): Kemampuan menggunakan pengetahuan, metode, teknik, dan peralatan yang diperlukan untuk melaksanakan tugas tertentu yang diperoleh dari pengalaman, pendidikan, dan pelatihan</li></ul>64<br />
  152. 152. Peranan PemimpinStoner:<br /><ul><li>Sbgpenanggungjawab
  153. 153. Sbgpenyeimbangdalammencapaitujuan-tujuan
  154. 154. Sbgpemikirhal-hal yang konseptual
  155. 155. Sbgbekerjasamadengandanmelaluiorang lain
  156. 156. sbg mediator & fasilitator
  157. 157. sbgpolitisi (berpikirttgstrategi)
  158. 158. sbgrepresentasi (wakil) organisasi
  159. 159. sbgpembuatkeputusan</li></ul>65<br />
  160. 160. Peranan PemimpinMintzberg: <br /><ul><li>Sbg figurhead (panutan)
  161. 161. Sbg leader (pemimpin)
  162. 162. Sbg liasion (penyelenggara)
  163. 163. Sbg monitor (pemantau)
  164. 164. Sbg dessiminator (pengembang)
  165. 165. Sbg spokesman (juru bicara)
  166. 166. Sbg entrepreneur (wirausaha)
  167. 167. Sbg disturbance handler (penyelesai masalah)
  168. 168. Sbg resource allocator & negotiator </li></ul>66<br />
  169. 169. Peranan PemimpinH.G. Hicks & C.R Gullet:<br /><ul><li>Bersikap adil (arbitrating)
  170. 170. Memberikan sugesti
  171. 171. Mendukung tercapainya tujuan
  172. 172. Sbg katalisator (mempercepat proses)
  173. 173. Menciptakan rasa aman
  174. 174. Sebagai wakil organisasi
  175. 175. Sbg sumber inspirasi
  176. 176. Bersikap menghargai keberhasilan staf</li></ul>67<br />
  177. 177. Pemimpin Formal & Non-formal<br /><ul><li>Pemimpin formaladalahpemimpin yang ditetapkanberdasarkanstrukturorganisasidanmelaluiprosedurdanlangkah-langkah yang telahditetapkan.
  178. 178. Pemimpin non-formaladalahpemimpin yang ditunjukberdasarkankepentinganpadasituasitertentutanpaterikatolehstrukturorganisasi, prosedur, danaturan-aturantertentu</li></ul>68<br />
  179. 179. Pemimpin<br />Guru, Kurikulum, Biaya, Sarana-prasarana, Metode<br />Siswa<br />PBM<br />Lulusan<br />Kemampuan<br />Masyarakat, ortu, lingkungan alam, dsb<br />Sekolah sebagai sistem<br />69<br />
  180. 180. Gaya Kepemimpinan<br /><ul><li>Otoriter: keputusan diambil oleh pemimpin, staf tinggal melaksanakan keputusan tersebut
  181. 181. Demokratis: sebelum sampai pada keputusan, staf diajak untuk membahas bagaimana keputusan terbaik akan diambil. Semua pihak dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan
  182. 182. Pseudo demokratis: keputusan ditetapkan oleh pimpinan, tetapi agar tidak tampak otoriter, staf diajak dalam proses
  183. 183. Situasional: pemimpin bersifat fleksibel tergantung dari situasi saat itu, gabungan dari gaya otoriter dan demokratis
  184. 184. Laissesfaire: yakni gaya kepemimpinan yang memberikan kebebasan sepenuhnya kepada bawahan untuk mengambil keputusan. </li></ul>70<br />
  185. 185. Douglas McGregor Teori X dan Teori Y<br />Padaumumnyaorang-orangtidaksukabekerja<br />Orangumumnyatdkambisius, hanyamemilikisedikitkeinginanutkbertanggungjawab, lebihsukadiarahkan<br />Orangmemilikikreatifitassedikitdlmmemecahkanmasalahorganisasi<br />Motivasihanyapada level fisiologisdan rasa aman<br />Orang pd umumnya hrs diawasi dg ketatdandipaksauntukmencapaitujuanorganisasi<br />1. Pekerjaanpadahakikatnya<br />sepertibermain, bilakondisimenyenangkan<br />2. Swa-kendalisangatdiperlukanuntukmencapaitujuanorganisasi<br />3. Orangumumnyamemilikikemampuankreatifutkmemecahkan masalah2organisasi<br />4. Motivasitimbulpada level sosial, penghargaan, danaktualisasidiri<br />5. Orangdapatmengarahkandirisendiridankreatifbekerjaapabiladimotivasi dg tepat<br />71<br />
  186. 186. Gaya Kepemimpinan efektif<br />tinggi<br />Gaya kepemimpinan efektif<br />H t<br />T r<br />H t<br />T t<br />Orientasi Hub manusiawi<br />S2<br />S3<br />H r<br />T r<br />H r<br />T t<br />S1<br />S4<br />Orientasi tugas <br />tinggi<br />rendah<br />R4<br />R3<br />R2<br />R1<br />72<br />
  187. 187. Gaya kepemimpinan - Cont’<br />Style 1, berorientasitinggitugasdanrendahhubungan. Kesanggupanrendah (R1 rendahkecakapan; rendahkemauan)<br />Style 2,berorientasitinggitugas,tinggihubungan. Kesanggupansedang (R2 tinggikecakapan; rendahkemauan, atausalahsatutinggi)<br />Style 3,berorientasitinggihubunganrendahtugas. Kesanggupansedang (R3 tinggikecakapan; tinggikemauan)<br />Style 4, berorientasirendahhubungan; danrendahtugas. Kesanggupantinggi (R4 tinggikecakapandantinggikemauan)<br />73<br />
  188. 188. Path-Goals Theory (teori jalur-tujuan)Robert House<br />Teori bahwa perilaku seorang pemimpin dapat diterima baik oleh bawahan sejauh mereka pandang sebagai suatu sumber dari kepuasan segera atau kepuasan masa depan.<br />Pemimpin efektif menjelaskan jalur (path) untuk membantu pengikut melalui jalur mana harus bekerja efektif menuju pencapaian tujuan dengan lebih mudah dan efisien<br />74<br />
  189. 189. 4 perilaku pemimpin menurut House<br /><ul><li>Pemimpindirektif, memberitahubawahanapa yang diharapkandarimereka, jadwalkerjajelas, danmembimbingmerekabgmnmenyelesaikantugas
  190. 190. Pemimpinpendukung, ramahdanmenunjukkankepedulianakankebutuhanbawahan
  191. 191. Pemimpinpartisipatif, berkonsultasi dg bawahansebelummengambilkeputusan
  192. 192. Pemimpinberorientasiprestasi, menetapkantujuan yang menantang, danmengharapkanbawahanuntukberprestasitertinggi.</li></ul>75<br />
  193. 193. Managerial grid (Blake dan Mouton)<br />0;9<br />9;9<br />produktif<br />H t<br />T r<br />H t<br />T t<br />Gaya kepemimpinan efektif<br />Orientasi Hub manusiawi<br />5;5<br />H r<br />T r<br />H r<br />T t<br />Orientasi tugas <br />0;0<br />9;0<br />76<br />
  194. 194. The High-high Leader, dariteoriduafaktor<br /><ul><li>Pemimpin yang efektif berorientasi pada tugas dan berorientasi pada orang, yakni apa yang disebut dengan high-high leader
  195. 195. Managerial grid (teori jaringan manajerial) oleh Blake dan Mouton menggambarkan pemimpin yang efektif adalah yang concern pada tugas dan pada orang (9;9)</li></ul>77<br />
  196. 196. The PM Leadership Theory<br /><ul><li>Peterson & Misumi (1985) menjelaskan bahwa perilaku pemimpin yang efektif adalah perilaku kinerja yang tinggi dan perilaku mempertahankan yang tinggi
  197. 197. Keterangan: perilaku kinerja berorientasi pada produksi, sedangkan perilaku mempertahankan berorientasi pada orang/hubungan</li></ul>78<br />
  198. 198. Model tambahan dari perilaku pemimpin <br /><ul><li>Kebanyakanperilakupemimpin yang spesifikhanyarelevanuntukpencapaiantugasatauuntukmempertahankanhubungan yang harmonis, kooperatif, namuntidakuntukkeduaperhatiansecarabersamaan (Misumi, 1985).
  199. 199. Blake & Mouton, untukkedua-duanya.
  200. 200. Perilakuberorientasipegawaimenghasilkankepuasankerja, kerjasamatim, komitmenorganisasi yang lebihtinggi.
  201. 201. Perilaku yang berorientasipadatugasdapatmenghasilkansalingpengertian yang lebihbaikmengenaipersyaratanperan, koordinasi yang lebihbaikdiantaraparabawahan, penggunaansumberdayadanpersonil yang lebihefisien</li></ul>79<br />
  202. 202. Mengawasi<br />Analitical(Analitis)<br /><ul><li>Logis</li></ul>* Cermat<br />* Serius<br />* Sistematik<br />* Percayadiri<br />Driver <br /><ul><li>Independen</li></ul>* Agak tertutup<br />* Tegas<br />* Pragmatis<br />* Efisien<br />Gabungan/<br />situasional<br />Bertanya<br />Memberitahu<br />Amiable (ramah)<br />- Supportive<br />- Kooperatif<br />- Diplomatis<br />- Sabar<br />- Loyal<br />Expressive (perasaan)<br />- Terbuka<br />- Antuasias<br />- Persuasif<br />- Penyayang<br />- Spontan<br />80<br />Emotif<br />
  203. 203. Pengawasan<br />Tetapkan Ukuran-ukuran/standar-standar pelaksanaan pekerjaan (ongkos, waktu, kuantitas, dan kualitas).<br />Monitor hasil-hasil dan bandingkan dengan ukuran-ukuran<br />Perbaiki penyimpangan-penyimpangan<br />Ubah dan sesuaikan cara-cara pengawasan sehubungan dengan hasil-hasil pengawasan dan perubahan kondisi-kondisi.<br />Selalu berhubungan selama proses pengawasan.<br />
  204. 204. Langkah-langkahDasarProsesPengawasan(PahamKlasik)<br />Tidak<br />MengukurPrestasiKerja<br />Apakah Prestasi memenuhi standar<br />Ambil tindakan korektif<br />MenetapkanStandaruntukmengukurprestasi<br />Ya<br />Tidak berbuat apa-apa <br />
  205. 205. Pengawasan dan Konsep Sistem Cybernetic/sibernetika<br />Karakteristik:<br />Menentukan keseimbangan<br />Menerima perubahan-perubahan di dalam lingkungan sebagai umpan balik sistem<br />Memindahkan informasi lingkungan eksternal ke dalam sistem<br />Melakukan tindakan korektif <br />
  206. 206. InformasidanPengawasan<br />Informasi Pengawas:<br />Pemakai jasa pendidikan atau masyarakat<br />Perencanaan:<br />Tujuan<br />Premis/alasan<br />Alternatif<br />Evaluasi<br />Keputusan<br />Informasi Perencanaan<br />Pelaksanaan:<br />Implementasi Rencana<br />Pengawasan:<br />Standar<br />Pengukuran<br />Koreksi<br />Eksternal<br />Internal<br />Umpan Balik<br />
  207. 207. MANAJEMEN BERDASARKAN SASARAN DALAM BIDANG PENDIDIKAN<br />Manajemen pada aspek struktur<br />Manajemen pada aspek teknik<br />Manajemen pada aspek personalia<br />Manajemen pada aspek informasi<br />Manajemen pada aspek lingkungan<br />
  208. 208. <ul><li>Manajemenpadaaspekstruktur</li></ul> 1. Strukturorganisasiadalahsalahsatu sub sistemdarimanajemensebagaisistem.<br /> 2. Strukturmerupakanmekanismeorganisasi. Apa yang harusdikerjakanolehsetiappersonaliadandiorganisirdalam unit-unit kerja.<br /> 3. Hierarki paling tinggiadalah unit kerja, kemudianjabatan, dantugas.<br /> 4. Analisis unit kerjadiperlukanuntukmengidentifikasi unit-unit kerjadanmemberipenjelasankepadasetiappersonalia. <br /> 5. Dengananalisis unit kerjadapatditentukan model- model unit kerja, konsep-konseptugas individual, tanggungjawabnya, prosedurkerja, kompetensipetugas, latihandanpendidikan yang diperlukan, dankondisikerja yang harusdisediakan.<br />
  209. 209. 1. Analisis Unit Kerja<br />Analisis unit kerjadiperlukanuntukmengidentifikasi unit-unit kerjadanmemberipenjelasankepadasetiappersonalia. <br />Dengananalisis unit kerjadapatditentukan model-model unit kerja, konsep-konseptugas individual, tanggung-jawabnya, prosedurkerja, kompetensipetugas, latihandanpendidikan yang diperlukan, dankondisikerja yang harusdisediakan.<br />2. DeskripsiTugasdanSpesifikasiTugas<br />Deskripsitugasmencakuptugasbesertahubungannyadengantugas-tugas lain, tujuantugasitudanfaktor-faktorfisik, sosial, danekonomi yang efekkepadanya.<br />Spesifikasitugasmenjelaskantentangjasmani (batasumur, tinggi) dankualitasataukompetensipetugas (pengalaman, keahlian, keterampilan, danijazah)<br />
  210. 210. 3. HierarkidanWewenang/Otoritas<br />Hierarkidiwujudkandalambentukkedudukanatau status seseorangdenganotoritasatauwewenangnya. <br /> Status adalahposisiindividudalamkelompok (Massie).<br />Otoritasatauwewenangdankekuatan (power) akanmenentukankemampuanseseorangmenduduki status tertentu. Otoritasadalahhak-hak yang melekatpada status yang diberikankepadanya (Robbins).<br />PerubahanLingkungandanDinamikaStrukturOrganisasi<br />Struktur yang dibuatdiharapkanbersifatfleksibeldancocokdengansituasilingkungan (Robbins).<br />Contoh:<br />Strukturorganisasi (sekolah)<br />Unit ketua/pimpinan (jabatankepalasekolah, wakil)<br />Unit pendukungnya (jabatandilaboratorium, perpustakaan, sumber media, kurikulum, dantatausaha)<br />Unit pelaksana (jabatanwalikelas, guru, dannarasumber).<br />
  211. 211. <ul><li>Manajemenpadaaspekteknik</li></ul>Manajemenpadaaspekteknikadalahusahaparapimpinanmenanganiteknik-teknik yang adadalamorganisasinya agar teknik-teknikitudapatdigunakanseoptimalmungkinuntukmencapaitujuanorganisasi.<br />Teknik-teknik yang adadihimpundandikoordinasikanmenjadisatukesatuandalammenanganitugas-tugasorganisasi.<br />Teknikadalahsuatucarauntukmengoptimalkankeputusan-keputusan.<br />Keputusandalambidangpendidikanmencakupsegalabidangaktivitasorganisasi yang tercakupdalamkomponen-komponenpendidikan.<br />Dalambidangpendidikanteknikadalahsegala yang digunakanuntukmengubah input menjadi output.<br />
  212. 212. <ul><li>Manajemenpadaaspekpersonalia</li></ul>Manajemenpersonaliaadalahbagianmanajemen yang memperhatikanorang-orangdalamorganisasi yang merupakansalahsatu sub sistemmanajemen (Evans).<br />Fungsinyameliputi: <br /> 1. Rekruitmen<br /> 2. Penempatan<br /> 3. Melatihdanmengembangkan<br /> 4. Meningkatkankesejahteraan.<br />Yang perluditanganiolehparapemimpinpendidikanadalah:<br /> 1. Perencanaanpersonalia<br /> 2. Pengembanganpersonalia<br /> 3. Antarhubunganpersonalia/iklimorganisasi<br /> 4. Penilaiandanpromosi<br /> 5. Kesejahteraan<br /> 6. Risetpersonalia (untukpembinaandankepentingan<br />manajemen).<br />
  213. 213. Manajemen pada aspek informasi<br />Informasi berfungsi sebagai penghubung antara berbagai bagian organisasi sehingga merupakan satu kesatuan.<br /> Manajemen pada aspek informasi berfungsi sebagai alat kontrol atau pengawasan.<br />Sifat-sifat informasi:<br /> 1. Integratif<br /> 2. Untuk jangka waktu tertentu<br /> 3. Cukup mendetail<br /> 4. Berorientasi pada masa yang akan datang (Johnson)<br />
  214. 214. Manajemen pada aspek lingkungan<br />Visi<br /> Sekolah<br />Masyarakat<br />Misi<br />Tujuan<br />
  215. 215. Hubungan Program Sekolah Dengan Kebutuhan Masyarakat<br />Program Sekolah<br />KebutuhanMasyarakat<br />93<br />
  216. 216. KETERAMPILAN MANAJER DAN PENGEMBANGAN MANAJER<br />Keterampilan konsep<br />Keterampilan manusiawi<br />Keterampilan teknik<br />Tugas manajer dan leader<br />Kualitas manajer yang diharapkan<br />Pendidikan dan pelatihan<br />
  217. 217. Keterampilan Manajer/pemimpin<br />Manajemen Tertinggi<br />Keterampilan Konsep<br />Keterampilan Manusiawi<br />Manajemen Madya<br />Keterampilan Teknik<br />Manajemen Terdepan<br />
  218. 218. Tugas Manajer dan Pemimpin<br /><ul><li>Manajer
  219. 219. Adiministratif
  220. 220. Meniru yang lalu
  221. 221. Memelihara yang ada
  222. 222. Terikatpadasistem & struktur
  223. 223. Terletakpadakontrol
  224. 224. Mempunyairentangpengawasan yang sempit
  225. 225. Menanyakanbagaimana & kapan
  226. 226. Meniru
  227. 227. Menerima status quo
  228. 228. Kelompokkerja
  229. 229. Melakukansesuatudenganbenar
  230. 230. Pemimpin
  231. 231. Mengembangkanvisi
  232. 232. Inovatif
  233. 233. Futuristik
  234. 234. Memanfaatkan yang adauntukkedepan
  235. 235. Kreatifitasmelampauistruktur
  236. 236. Pembinaanmenyeluruh
  237. 237. Berinisiasidanmemimpinperubahan
  238. 238. Dinamis & inginperubahan
  239. 239. Kolaborasidengantim yang kokoh
  240. 240. Bekerjabenar & efektif</li></ul>96<br />
  241. 241. Perbedaan pemimpin & manajer<br />Tugas manajer<br /><ul><li>Merencanakan (plan)
  242. 242. Mengorganisasikan (organize)
  243. 243. Mengatur (direct)
  244. 244. Mengkoordinasikan (coordinate)
  245. 245. Mengendalikan (control)
  246. 246. Tugaspemimpin
  247. 247. Mengembangkanvisi (vision)
  248. 248. Menyesuaikan (align)
  249. 249. Memberdayakan (empower)
  250. 250. Melatih (coach)
  251. 251. Mempedulikan (care)</li></ul>97<br />
  252. 252. Administrasi<br />Manajemen<br />Kepemimpinan<br />Pembuatan keputusan<br />98<br />
  253. 253. Kualitas manajer yang diharapkan (Drucker)<br />1. Menangani organisasi berdasarkan tujuan<br /> 2. Mengambil risiko yang lebih besar dan untuk waktu yang <br /> lebih panjang<br /> 3. Dapat membuat keputusan strategi<br /> 4. Dapat membangun teori yang terintegrasi<br /> 5. Dapat mengkomunikasikan informasi secara jelas dan <br /> cepat<br /> 6. Dapat menilai organisasi secara keseluruhan<br /> 7. Dapat menghubungkan hasil kerjanya dengan organisasi <br /> dan lingkungan<br /> 8. Menemukan hal-hal yang berarti sebagai bahan <br /> pengambilan keputusan dan tindakan.<br />
  254. 254. Pendidikan dan Pelatihan Bagi Manajer <br />
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×