Tugas ke 3 (teori organisasi umum 1)
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Tugas ke 3 (teori organisasi umum 1)

on

  • 493 views

 

Statistics

Views

Total Views
493
Slideshare-icon Views on SlideShare
466
Embed Views
27

Actions

Likes
0
Downloads
2
Comments
0

1 Embed 27

http://debyarnb.wordpress.com 27

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Tugas ke 3 (teori organisasi umum 1) Tugas ke 3 (teori organisasi umum 1) Presentation Transcript

    • Tugas Ke 3 Teori Organisasi Umum 1 Debya Fatimah 2KA21
    • Komunikasi adalah "suatu proses dalam mana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain".Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi dengan bahasa nonverbal Unsur-unsur komunikasi adalah hal-hal yang harus ada agar komunikasi bisa berlangsung dengan baik. Menurut Laswell komponen-komponen komunikasi adalah.  Pengirim atau komunikator (sender) adalah pihak yang mengirimkan pesan kepada pihak lain.  Pesan (message) adalah isi atau maksud yang akan disampaikan oleh satu pihak kepada pihak lain.  Saluran (channel) adalah media dimana pesan disampaikan kepada komunikan. dalam komunikasi antarpribadi (tatap muka) saluran dapat berupa udara yang mengalirkan getaran nada/suara.  Penerima atau komunikate (receiver) adalah pihak yang menerima pesan dari pihak lain  Umpan balik (feedback) adalah tanggapan dari penerimaan pesan atas isi pesan yang disampaikannya.  Aturan yang disepakati para pelaku komunikasi tentang bagaimana komunikasi itu akan dijalankan ("Protokol")
    •  Menyalurkan ide dengan komunikasi. Pendapat saya, sesuai pengertiannya komunikasi yaitu proses menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain. Oleh karena itu menyalurkan ide dengan komunikasi itu sangat memudahkan kita untuk menyampaikan ide tersebut. Hal yang kita inginkan bisa jelas tergambarkan sehingga bisa dilaksanakan sesuai tujuan dari ide kita.  Ada beberapa hambatan terhadap komunikasi, yaitu : 1. Mendengar. Biasanya kita mendengar apa yang ingin kita dengar. Banyak hal atau informasi yang ada di sekeliling kita, namun tidak semua yang kita dengar dan tanggapi. Informasi yang menarik bagi kita, itulah yang ingin kita dengar. 2. Mengabaikan informasi yang bertentangan dengan apa yang kita ketahui. 3. Menilai sumber. Kita cenderung menilai siapa yang memberikan informasi. Jika ada anak kecil yang memberikan informasi tentang suatu hal, kita cenderung mengabaikannya. 4. Persepsi yang berbeda. Komunikasi tidak akan berjalan efektif, jika persepsi si pengirim pesan tidak sama dengan si penerima pesan. Perbedaan ini bahkan bisa menimbulkan pertengkaran, diantara pengirim dan penerima pesan. 5. Kata yang berarti lain bagi orang yang berbeda. Kita sering mendengar kata yang artinya tidak sesuai dengan pemahaman kita. Seseorang menyebut akan datang sebentar lagi, mempunyai arti yang berbeda bagi orang yang menanggapinya. Sebentar lagi bisa berarti satu menit, lima menit, setengah jam atau satu jam kemudian. 6. Sinyal nonverbal yang tidak konsisten. Gerakgerik kita ketika berkomunikasi – tidak melihat kepada lawan bicara, tetap dengan aktivitas kita pada saat ada yang berkomunikasi dengan kita, mampengaruhi porses komunikasi yang berlangsung. 7. Pengaruh emosi. Pada keadaan marah, seseorang akan kesulitan untuk menerima informasi. apapun berita atau informasi yang diberikan, tidak akan diterima dan ditanggapinya. 8. Gangguan. Gangguan ini bisa berupa suara yang bising pada saat kita berkomunikasi, jarak yang jauh, dan lain sebagainya.
    • Klasifikasi Komunikasi Dalam Organisasi  Dari segi sifatnya : a. Komunikasi Lisan b. Komunukasi Tertulis c. Komunikasi Verbal d. Komunikasi Non Verbal  Dari segi arahnya : a. Komunikasi Ke atas b. Komunikasi Ke bawah c. Komunikasi Diagonal Keatas d. Komunikasi Diagonal Kebawah e. Komunikasi Horizontal f. Komunikasi Satu Arah g. Komunikasi Dua Arah  Menurut Lawannya : a. Komunikasi Satu Lawan Satu b. Komunikasi Satu Lawan Banyak (kelompok) c. Kelompok Lawan Kelompok  Menurut Keresmiannya : a. Komunikasi Formal b. Komunikasi Informal  Faktor-Faktor Perubahan Organisasi Segala sesuatu yang ada di dunia ini setiap saat selalu mengalami perubahan. Hanya tingkat perubahannya yang tidak sama, cepat atau lambat. Jadi tidak ada yang bersifat permanen. Perubahan dalam suatu segi kehidupan akan mempengaruhi segi kehidupan yang lain, terlepas apakah pengaruh itu dirasakan secara langsung atau tidak secara langsung, cepat atau lambat. Terjadinya perubahan dalam suatu segi bisa menjadi penyebab terjadinya perubahan pada segi yang lain. Oleh karena itu, satu perubahan dengan perubahan yang lain saling berkaitan, saling berhubungan, dan saling pengaruh-mempengaruhi
    • Faktor prubahan dapat terjadi karena 2 faktor, yaiut : >Faktor Internal Adalah segala keseluruhan faktor yang ada di dalam organisasi dimana factor tersebut dapat mempengaruhi organisasi dan kegiatan organisasi. Adalah penyebab perubahan yang berasal dari dalam organisasi yang bersangkutan, yang dapat berasal dari berbagai sumber. Problem yang sering timbul berkaitan dengan hubungan sesame anggota organisasi pada umumnya menyangkut masalah komunikasi dan kepentingan masingmasing anggota. Proses kerja sama yang berlangsung dalam organisasi juga kadang-kadang merupakan penyebab dilakukannya perubahan. Problem yang timbul dapat menyangkut masalah system kerjasamanya dan dapat pula menyangkut perlengkapan atau peralatan yang digunakan. Sistem kerja sama yang terlalu birokratis atau sebaliknya dapat menyebabkan suatu organisasi menjadi tidak efisien. System birokrasi (kaku) menyebabkan hubungan antar anggota menjadi impersonal yang mengakibatkan rendahnya semangat kerja dan pada gilirannya produktivitas menurun, demikian sebaliknya. Perubahan yang harus dilakukan akan menyangkut struktur organisasi yang digunakan. Hubungan antar anggota yang kurang harmonis juga merupakan salah satu problem yang lazim terjadi. Dibedakan menjadi dua, yaitu: problem yang menyangkut hubungan atasan bawahan (hubungan yang bersifat vertikal), dan problem yang menyangkut hubungan sesama anggota yang kedudukannya setingkat (hubungan yang bersifat horizontal).
    • Problem atasan bawahan yang sering timbul adalah problem yang menyangkut pengambilan keputusan dan komunikasi. Keputusan pimpinan yang berkenaan dengan system pengupahan, misalnya dianggap tidak adil atau tidak wajar oleh bawahan, atau putusan tentang pemberlakuan jam kerja yang dianggap terlalu lama, dsb. Contoh Faktor Internal : a. Problem hubungan antar anggota, b. Problem dalam proses kerja sama, c. Problem keuangan. d. Perubahan kebijakan lingkungan. e. Perubahan tujuan organisasi. f. Perluasan wilayah operasi tujuan organisasi. g. Volume kegiatan yang semakin bertambah banyak. h. Sikap dan perilaku dari anggota organisasi. > Faktor Eksternal Adalah segala keseluruhan faktor yang ada di luar organisasi yang dapat mempengaruhi organisasi dan kegiatan organisasi. Beberapa factor tersebut antara lain : Politik, Hukum , Kebudayaan, Teknologi, Sumber alam, Demografi dan sebagainya. Faktor tersebut adalah penyebab perubahan yang berasal dari luar, atau sering disebut lingkungan. Organisasi bersifat responsive terhadap perubahan yang terjadi di lingkungannya. Oleh karena itu, jarang sekali suatu organisasi melakukan perubahan besar tanpa adanya dorongan yang kuat dari lingkungannya. Artinya, perubahan yang besar itu terjadi karena lingkungan menuntut seperti itu. Beberapa penyebab perubahan organisasi yang termasuk faktor ekstern adalah perkembangan teknologi, faktor ekonomi dan peraturan pemerintah.
    • Perkembangan dan kemajuan teknologi juga merupakan penyebab penting dilakukannya perubahan. Penggantian perlengkapan lama dengan perlengkapan baru yang lebih modern menyebabkan perubahan dalam berbagai hal, misalnya: prosedur kerja, kualitas dan kuantitas tenaga kerja, jenis bahan baku, jenis output yang dihasilkan, system penggajian yang diberlakukan yang memungkinkan jumlah bagian-bagian yang ada dikurangi atau hubungan pola kerja diubah karena adanya perlengkapan baru. Contoh faktor eksternal: a. Politik. b. Hukum. c. Kebudayaan. d. Teknologi. e. SDA. f. Demografi. g. Sosiologi. Proses Perubahan Perubahan Organisasi merupakan modifikasi substantif pada beberapa bagian organisasi. Perubahan itu dapat melibatkan hampir semua aspek dari organisasi, seperti jadwal pekerjaan, dasar untuk departementalisasi, rentang manajemen, mesin-mesin, rancangan organisasi, dan sebagainya.  Dorongan untuk Berubah Alasan mendasar organisasi memerlukan perubahan adalah karena sesuatu yang relevan bagi organisasi telah berubah, atau akan berubah. Oleh sebab itu, organisasi tidak punya pilihan lain kecuali berubah juga. Perubahan ini terjadi karena adanya dorongan untuk berubah, yang berasal dari:
    • 1. Dorongan Eksternal Dorongan eksternal yang mendorong organisasi untuk mengadakan perubahan berasal dari lingkungan umum organisasi. Adanya aturan baru dalam produksi dan persaingan, politik, hukum baru, keputusan pengadilan, dan sebagainya akan mempengaruhi organisasi. Disamping itu, berbagai dimensi seperti teknologi, ekonomi dan sosiokultural juga mempengaruhi organisasi untuk melakukan perubahan. 2. Dorongan Internal Pada dasarnya dorongan internal berasal dari dalam organisasi itu sendiri. Adanya revisi strategi organisasi oleh manajemen puncak, akan menghasilkan perubahan organisasi. Dorongan internal lainnya mungkin direfleksikan oleh dorongan eksternal. Misalnya, sikap pekerja terhadap pekerjaannya akan bergeser, seiring bergesernya nilai sosiokultural. Akibatnya mereka menuntut suatu perubahan dalam jam kerja, atau perubahan kondisi kerja. Dua Jenis Perubahan Secara umum ada dua jenis perubahan dalam organisasi. 1. Perubahan Terencana Perubahan terencana adalah perubahan yang dirancang dan diimplementasikan secara berurutan dan tepat waktu sebagai antisipasi dari peristiwa di masa mendatang 2. Perubahan Reaktif Perubahan reaktif adalah suatu respon bertahap terhadap peristiwa ketika muncul.
    • Proses Perubahan Yang dimaksud dengan proses perubahan adalah tata urutan atau langkah langkah dalam mewujudkan perubahan organisasi. Langkah tersebut terdiri dari : a. Mengadakan Pengkajian : Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap organisasi apapun tidak dapat menghindarkan diri dari pengaruh daripada berbagai perubahan yang terjadi di luar organisasi. Perubahan yang terjadi di luar organisasi itu mencakup berbagai bidang, antara lain politik, ekonomi, teknologi, hukum, sosi al budaya dan sebagainya. Perubahan tersebut mempunyai dampak terhadap organisasi, baik dampak yang bersifat negatif maupun positif. Dampak bersifat negatif apabila perubahan itu menjadi hambatan bagi kelancaran, perkembangan dan kemajuan organisasi. Dampak bersifat positif apabila perubahan itu dapat memperlancar kegiatan, perkembangan dan kemajuan organisasi atau dalam bentuk kesempatan-kesempatan baru yang tidak tersedia sebelumnya. b. Mengadakan Identifikasi : Yang perlu diidentifikasi adalah dampak perubahan perubahan yang terjadi dalam organisasi. Setiap faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan organisasi harus diteliti secara cermat sehingga jelas permasalahannya dan dapat dipecahkan dengan tepat.
    • c. Menetapkan Perubahan : Sebelum langkah-langkah perubahan diambil, pimpinan organisasi harus yakin terlebih dahulu bahwa perubahan memang harus dilakukan, baik dalam rangka meningkatkan kemampuan organisasi maupun dalam rangka mempertahankan eksistensi serta pengembangan dan pertumbuhan organisasi selanjutnya. Menentukan Strategi : Apabila pimpinan organisasi yakin bahwa perubahan benar-benar harus dilakukan maka pemimpin organisasi haru segera menyusun strategi untuk mewujudkannya. d. Melakukan Evaluasi : Untuk mengetahui apakah hasil dari perubahan itu bersifat positif atau negatif, perlu dilakukan penilaian. Apabila hasil perubahan sesuai dengan harapan berarti berpengaruh postif terhadap organisasi, dan apabila sebaliknya berarti negatif. Pengembangan organisasi yang efektif memiliki ciri-ciri sebagai berikut : 1. Merupakan strategi terencana dalam mewujudkan perubahan organisasional, yang memiliki sasaran jelas berdasarkan diagnosa yang tepat dan akurat tentang permasalahan yang dihadapi oleh suatu organisasi. 2. Merupakan kolaborasi antara berbagai pihak yang akan terkena dampak perubahan yang akan terjadi terhadap suatu organisasi. 3. Menekankan cara-cara baru yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja seluruh organisasi dan semua satuan kerja dalam organisasi. 4. Mengandung nilai humanistik dimana pengembangan potensi manusia menjadi bagian terpenting.
    • 5. Menggunakan pendekatan komitmen sehingga selalu memperhitungkan pentingnya interaksi, interaksi dan interdependensi antara organisasi sau dengan organisasi yang lainnya. 6. Berbagai satuan kerja sebagai bagian integral di suasana yang utuh. 7. Menggunakan pendekatan ilmiah dalam upaya meningkatkan efektivitas organisasi. Ciri-Ciri metode perkembangan organisasi Tujuan utama Pengembangan Organisasi adalah untuk perbaikan fungsi organisasi itu sendiri. Peningkatan produktivitas dan keefektifan organisasi membawa implikasi terhadap kapabilitas organisasi dalam membuat keputusan berkualitas dengan melakukan perubahan terhadap struktur, kultur, tugas, teknologi dan sumber daya manusia. Pendekatan utama terhadap hal ini adalah mengembangkan budaya organisasi yang dapat memaksimalkan keterlibatan orang dalam pembuatan keputusan yang efektif dalam organisasi. Menurut Robbins (1984), usaha PO pada umumnya diarahkan pada dua tujuan akhir, yaitu peningkatan keefektifan organisasi dan peningkatan kepuasan anggotanya. Lebih lanjut, Robbins merinci tujuan PO sebagai berikut: (1) Meningkatkan tingkat kepercayaan dan dukungan di antara anggota organisasi; (2) Meningkatkan timbulnya konfrontasi terhadap masalah organisasi baik dalam kelompok maupun antarkelompok, sebagai kebalikan dari to sweeping problem under the rug;
    • (3) Terciptanya lingkungan dimana otoritas peran yang ditetapkan ditingkatkan dengan otoritas berdasarkan pengetahuan dan keterampilan; (4) Meningkatkan keterbukaan komunikasi secara horisontal, vertikal dan diagonal; (5) Menaikkan tingkat antusiasme dan kepuasan personal dalam organisasi; (6) Menemukan solusi yang sinergis terhadap masalah; dan (7) Menaikkan tingkat responsibilitas diri dan kelompok dalam perencanaan dan implementasi. Hampir semua pakar berpendapat bahwa pengembangan organisasi bertujuan melakukan perubahan (Thoha, 2002). Dengan demikian, jika diterima pendapat bahwa penyempurnaan dalam organisasi sebagai suatu sarana perubahan yang harus terjadi maka kemudian secara luas pengembangan organisasi dapat diartikan pula sebagai perubahan organisasi (organizational change) (Thoha, 2002: 8). Ditambahkan pula, PO merupakan suatu pendekatan dan teknik perubahan organisasi (Indrawijaya, 1983). Di dalamnya terkandung suatu proses dan teknologi untuk penyusunan rancangan, arah dan pelaksanaan perubahan organisasi secara berencana.
    • Metode Pengembangan Organisasi Terdapat 2 macam metode dalam metode pengembangan organisasi METODE PENGEMBANGAN PERILAKU 1. PROGRAM GERADI MANAJEMEN Program yang mengkombinasikan pelatihan kepemimpinan dan latihan pengembangan kelompok. 2. PEMBINAAN TIM Suatu tehnik manajemen yg mencakupkan sejumlah metode spesifik untuk membentuk kerja tim yang efektif, baik didalam maupun di antara kelompok kerja. 3. PERENCANAAN KEHIDUPAN Suatu metode pengembangan yg mendorong dan memungkinkan orang orang memainkan peran aktif dalam memadukan karier dan aktivitas kehidupan mereka kearah hasil yang memuaskan 4. PELATIHAN KEPEKAAN Metode yang diterapkan secara luas untuk membantu orang orang mempelajari cara peningkatan ketrampilan antar pribadi mereka. METODE PENGEMBANGAN STRUKTUR 1. MANAJEMEN BERDASARKAN SASARAN/MANAJEMEN BY OBJECTIVE (MBO) Membantu menyediakan wewenang lebih besar bagi setiap orang untuk menentukan tujuan pekerjaan mereka
    • 2. SISTEM 4 Merupakan pendekatan yg diterapkan secara luas untuk mengembangkan karakteristik desain organik dalam suatu organisasi 3. TEKNOLOGI DESAIN MAPS(multivariate analysis) Metode mendesain organisasi berdasarkan hubungan yg dipandang perlu untuk melaksankan tugas individu
    • KEPEMIMPINAN Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah "melakukannya dalam kerja" dengan praktik seperti pemagangan pada seorang seniman ahli, pengrajin, atau praktisi. Dalam hubungan ini sang ahli diharapkan sebagai bagian dari peranya memberikan pengajaran/instruksi. Kebanyakan orang masih cenderung mengatakan bahwa pemimipin yang efektif mempunyai sifat atau ciri-ciri tertentu yang sangat penting misalnya, kharisma, pandangan ke depan, daya persuasi, dan intensitas. Dan memang, apabila kita berpikir tentang pemimpin yang heroik seperti Napoleon, Washington, Lincoln, Churcil l, Sukarno, Jenderal Sudirman, dan sebagainya kita harus mengakui bahwa sifat-sifat seperti itu melekat pada diri mereka dan telah mereka manfaatkan untuk mencapai tujuan yang mereka inginkan. Teori Kepemimpinan 1. Teori orang-orang terkemuka Bernard, Bingham, Tead dan Kilbourne menerangkan kepemimpinan berkenaan dengan sifat-sifat dasar kepribadian dan karakter. 2. Teori lingkungan Mumtord, menyatakan bahwa pemimpin muncul oleh kemampuan dan keterampilan yang memungkinkan dia memecahkan masalah sosial dalam keadaan tertekan, perubahan dan adaptasi. Sedangkan Murphy, menyatakan kepemimpinan tidak terletak dalam dari individu melainkan merupakan fungsi dari suatu peristiwa.
    • Tipe – Tipe Kepemimpinan 3. Teori personal situasional Case (1933) menyatakan bahwa kepemimpinan dihasilkan dari rangkaian tiga faktor, yaitu sifat kepribadian pemimpin, sifat dasar kelompok dan anggotanya serta peristiwa yang diharapkan kepada kelompok 4. Teori interaksi harapan Homan (1950) menyatakan semakin tinggi kedudukan individu dalam kelompok maka aktivitasnya semakin meluas dan semakin banyak anggota kelompok yang berhasil diajak berinteraksi. 5. Teori humanistik Likert (1961) menyatakan bahwa kepemimpinan merupakan proses yang saling berhubungan dimana seseorang pemimpin harus memperhitungkan harapan-harapan, nilai-nilai dan keterampilan individual dari mereka yang terlibat dalam interaksi yang berlangsung. 1.Tipe Otokratis Ciri-cirinya antara lain: a. Mengandalkan kepada kekuatan / kekuasaan b. Menganggap dirinya paling berkuasa c. Keras dalam mempertahankan prinsip. d. Jauh dari para bawahan e. Perintah diberikan secara paksa 2. Tipe Laissez Faire Ciri-cirinya antara lain : 1. Memberi kebebasan kepada para bawahan 2. Pimpinan tidak terlibat dalam kegiatan. 3. Semua pekerjaab dan tanggung jawab dilimpahkan kepada bawahan. 4. Tidak mempunyai wibawa 5. Tidak ada koordinasi dan pengawasan yang baik
    • 3. Tipe Paternalistik Ciri-cirinya antara lain : a. Pemimpin bertindak sebagai bapak b. Memperlakukan bawahan sebagai orang yang belum dewasa c. Selalu memberikan perlindungan d. Keputusan ada ditangan pemimpin 4. Tipe Kepemimpinan Ciri-cirinya antara lain :  Dalam komunikasi menggunakan saluran formal  Menggunakan sistem komanda/perintah Segala sesuatu bersifat formal Disiplin yang tinggi, kadang bersifat kaku 5. Tipe Demokratis Ciri- cirinya antara lain : 1. Berpatisipasi aktif dalam kegiatan organisasi 2. Bersifat terbuka 3. Bawahan diberi kesempatan untuk member saran dan ide – ide baru 4. Dalam pengambilan keputusan utamakan musyawarah untuk mufakat 5. Menghargai potensi individu 6. Tipe Open Leadership Tipe ini hampir sama dengan tipe demokratis. Perbedaannya terletak dalam hal pengambilan keputusan. Dalam tipe ini keputusan ada ditangan pemimpin.
    • Sumber : Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi http://yusrizalfirzal.wordpress.com/2009/10/13/hambatan-hambatan-dalamkomunikasi/ http://tokeklincah.wordpress.com/2013/01/01/teori-organisasi-umum-1-2/ http://rosdianya.wordpress.com/2011/12/20/ciri-ciri-pengembanganorganisasi/ http://evazahrotul.blogspot.com/2013/01/ciri-ciri-metode-perkembanganorganisasi.html http://id.wikipedia.org/wiki/Kepemimpinan http://coretaneta.blogspot.com/2013/04/definisi-teori-tipe-tipekepemimpinan.html http://bondynamikaze.blogspot.com/2013/01/faktor-faktor-perubahanorganisasi.html http://boycharotz1st.blogspot.com/2013/01/perubahan-dan-perkembanganorganisasi.html http://rosdianya.wordpress.com/2011/12/20/metode-pengembanganorganisasi/