Bab 1,2,3

1,583 views
1,503 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,583
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
26
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Bab 1,2,3

  1. 1. BAB IPENDAHULUANOlahraga merupakan suatu kegiatan yang termasuk kegiatan berat. Hal inidi tandai dengan seseorang terengah-engah dan banyak mengeluarkan keringatsetelah melakukan olahraga. Karena ketika seseorang berolahraga, tubuhmemerlukan banyak Oksigen untuk melakukan pembakarang sehingga bisa diperoleh energi. Seseorang yang mengidap gangguan pada fungsi tubuhnya bisamengalami sudent death atau mati mendadak. Apalagi jika yang terganggu adalahjantung. Karena pada saat olahraga otot memerlukan energi yang banyak sehinggajantung lebih banyak mneyalurkan darah yang kaya oksigen ke otot. Padahalorgan vital lainnya juga tetap membutuhkan darah, akibatnya jantung bekerjalebih keras dari pada keadaan tubuh yang normal.Sistem pernapasan pada manusia adalah sistem menghirup oksigen dariudara serta mengeluarkan karbon dioksida dan uap air. Dalam proses pernapasan,oksigen merupakan zat kebutuhan utama. Oksigen untuk pernapasan diperolehdari udara di lingkungan sekitar.
  2. 2. BAB IIPEMBAHASANSistem pernapasan pada manusia adalah sistem menghirup oksigen dariudara serta mengeluarkan karbon dioksida dan uap air. Dalam proses pernapasan,oksigen merupakan zat kebutuhan utama. Oksigen untuk pernapasan diperolehdari udara di lingkungan sekitar. Alat-alat pernapasan berfungsi memasukkanudara yang mengandung oksigen dan mengeluarkan udara yang mengandungkarbon dioksida dan uap air. Tujuan proses pernapasan yaitu untuk memperolehenergi. Pada peristiwa bernapas terjadi pelepasan energi. Sistem pernapasan padamanusia mencakup dua hal, yakni saluran pernapasan dan mekanisme pernapasan.Respirasi dapat didefinisikan sebagai gabungan aktivitas berbagaimekanisme yang berperan dalam proses suplai O2 keseluruh tubuh danpembuangan CO2 ( hasil dari pembakaran sel ) Fungsi respirasi adalah menjamintersedianya O2 untuk kelangsungan metabolisme sel – sel tubuh sertamengeluarkan CO2 hasil metabolisme sel secara terus menerus.Sistem respirasi manusia dapat berlangsung berkat keberadaan alat-alatpernafasan. Alat pernafasan manusia terdiri dari rongga hidung, faring, trakea,bronkus, dan paru-paru. Bila salah satu organ pernafasan tidak mampu berfungsisecara normal maka bisa mempengaruhi kerja sistem pernafasan secara umum.2.1 Alat dan Saluran PernafasanSystem pernafasan manusia terdiri dari alat pernafasan dan saluran pernafasan.Masing-masing memiliki peranan untuk mendukung system pernafasan itusendiri.adapun alat dan saluran pernafasan itu sendiri meliputi:
  3. 3. a. Rongga Hidung (Cavum Nasalis)Udara dari luar akan masuk lewat rongga hidung (cavum nasalis).Rongga hidung berlapis selaput lendir, di dalamnya terdapat kelenjarminyak (kelenjar sebasea) dan kelenjar keringat (kelenjar sudorifera).Selaput lendir berfungsi menangkap benda asing yang masuk lewat saluranpernapasan. Selain itu, terdapat juga rambut pendek dan tebal yangberfungsi menyaring partikel kotoran yang masuk bersama udara. Jugaterdapat konka yang mempunyai banyak kapiler darah yang berfungsimenghangatkan udara yang masuk.Gambar 2.1. Rongga hidungb. FaringUdara dari rongga hidung masuk ke faring. Faring merupakanpercabangan dua saluran, yaitu saluran pernapasan (nasofarings) pada bagiandepan dan saluran pencernaan (orofarings) pada bagian belakang.Pada bagian belakang faring (posterior) terdapat laring (tekak) tempat terletaknyapita suara (pita vocalis). Masuknya udara melalui faring akan menyebabkan pitasuara bergetar dan terdengar sebagai suara.
  4. 4. b. Tenggorokan (Trakea)Tenggorokan berupa pipa yang panjangnya ± 10 cm, terletaksebagian di leher dan sebagian di rongga dada (torak). Dindingtenggorokan tipis dan kaku, dikelilingi oleh cincin tulang rawan, dan padabagian dalam rongga yang dilapisi epitelium kolumner berlapis semubersilia. Silia-silia ini berfungsi menyaring benda-benda asing yang masukke saluran pernapasan.d. Paru-Paru (Pulmo)Paru-paru terletak di dalam rongga dada bagian atas, di bagiansamping dibatasi oleh otot dan rusuk dan di bagian bawah dibatasi olehdiafragma yang berotot kuat. Paru-paru ada dua bagian yaitu paru-parukanan (pulmo dekster) yang terdiri atas 3 lobus dan paru-paru kiri (pulmosinister) yang terdiri atas 2 lobus. Paru-paru dibungkus oleh dua selaputyang tipis, disebut pleura. Selaput bagian dalam yang langsungmenyelaputi paru-paru disebut pleura dalam (pleura visceralis) dan selaputyang menyelaputi rongga dada yang bersebelahan dengan tulang rusukdisebut pleura luar (pleura parietalis).Antara selaput luar dan selaput dalam terdapat rongga berisi cairanpleura yang berfungsi sebagai pelumas paru-paru. Cairan pleura berasaldari plasma darah yang masuk secara eksudasi. Dinding rongga pleurabersifat permeabel terhadap air dan zat-zat lain. Paru-paru tersusun olehbronkiolus, alveolus, jaringan elastik, dan pembuluh darah. Paru-paruberstruktur seperti spon yang elastis dengan daerah permukaan dalam yangsangat lebar untuk pertukaran gas.
  5. 5. Gambar 2.2 Paru-paruTenggorokan (trakea) bercabang menjadi dua bagian, yaitu bronkus kanandan bronkus kiri. Struktur lapisan mukosa bronkus sama dengan trakea, hanyatulang rawan bronkus bentuknya tidak teratur dan pada bagian bronkus yang lebihbesar cincin tulang rawannya melingkari lumen dengan sempurna. Bronkusbercabang-cabang lagi menjadi bronkiolus. Di dalam paru-paru, bronkiolusbercabang-cabang halus dengan diameter ± 1 mm, dindingnya lebih tipis jikadibanding dengan bronkus.Bronkiolus tidak mempunyi tulang rawan, tetapi rongganya masihmempunyai silia dan di bagian ujung mempunyai epitelium kolumner berlapissemu bersilia. Pada bagian distal kemungkinan tidak bersilia. Bronkiolus berakhirpada gugus kantung udara (alveolus).Alveolus terdapat pada ujung akhir bronkiolus berupa kantong kecil yangsalah satu sisinya terbuka sehingga menyerupai busa atau mirip sarang tawon.Oleh karena alveolus berselaput tipis dan di situ banyak bermuara kapiler darahmaka memungkinkan terjadinya difusi gas pernapasan.
  6. 6. Gambar 2.3. Alveolus2.2 Proses Pernapasan ManusiaUrutan saluran pernapasan adalah sebagai berikut: rongga hidung > faring >trakea > bronkus > paru-paru (bronkiolus dan alveolus).Proses pernapasan pada manusia dimulai dari hidung. Udara yang dihiruppada waktu menarik nafas (inspirasi) biasanya masuk melalui lubang hidung(nares) kiri dan kanan selain melalui mulut. Pada saat masuk, udara disaring olehbulu hidung yang terdapat di bagian dalam lubang hidung.Pada waktu menarik napas, otot diafragma berkontraksi. Semulakedudukan diafragma melengkung keatas sekarang menjadi lurus sehingga ronggadada menjadi mengembang. Hal ini disebut pernapasan perut. Bersamaan dengankontraksi otot diafragma, otot-otot tulang rusuk juga berkontraksi sehingga ronggadada mengembang. Hal ini disebut pernapasan dada.Akibat mengembangnya rongga dada, maka tekanan dalam rongga dadamenjadi berkurang, sehingga udara dari luar masuk melalui hidung selanjutnyamelalui saluran pernapasan akhirnya udara masuk ke dalam paru-paru, sehinggaparu-paru mengembang.
  7. 7. Setelah melewati rongga hidung, udara masuk ke kerongkongan bagianatas (naro-pharinx) lalu kebawah untuk selanjutnya masuk tenggorokan (larynx).Setelah melalui tenggorokan, udara masuk ke batang tenggorok atautrachea, dari sana diteruskan ke saluran yang bernama bronchus atau bronkus.Saluran bronkus ini terdiri dari beberapa tingkat percabangan dan akhirnyaberhubungan di alveolus di paru-paru.Udara yang diserap melalui alveoli akan masuk ke dalam kapiler yangselanjutnya dialirkan ke vena pulmonalis atau pembuluh balik paru-paru. Gasoksigen diambil oleh darah. Dari sana darah akan dialirkan ke serambi kiri jantungdan seterusnya.Selanjutnya udara yang mengandung gas karbon dioksida akandikeluarkan melalui hidung kembali. Pengeluaran napas disebabkan karenamelemasnya otot diafragma dan otot-otot rusuk dan juga dibantu denganberkontraksinya otot perut. Diafragma menjadi melengkung ke atas, tulang-tulangrusuk turun ke bawah dan bergerak ke arah dalam, akibatnya rongga dadamengecil sehingga tekanan dalam rongga dada naik. Dengan naiknya tekanandalam rongga dada, maka udara dari dalam paru-paru keluar melewati saluranpernapasan.2.2.1 Mekanisme Respirasi Normal/Istirahat :a. Proses inspirasiRangsangan otomatis datang dari pusat pernafasan dorsal medulaoblongata. Sinyal dibawa n. splenknikus ke diafragma diafragmaberkontraksi perluasan volume thorak & paru + penurunan tekananintra thorak udara atmosfer mengalir masuk ke paru-paru.
  8. 8. b. Proses ekspirasiRangsang dari pusat pernafasan dorsal di medula oblongata dihentikanoleh pusat pneumotaksik di medula oblongata sinyal terhenti diafragmarelaksasi rongga thorak menyempit tekanan naik udara keluar.2.3 Sistem Respirasi Pada Orang Yang Berolah RagaNormalnya manusia butuh kurang lebih 300 liter oksigen perhari. Dalamkeadaan tubuh bekerja berat maka oksigen atau O2 yang diperlukan pun menjadiberlipat-lipat kali dan bisa sampai 10 hingga 15 kalilipat. Ketika oksigen tembusselaput alveolus, hemoglobin akan mengikat oksigen yang banyaknya akandisesuaikan dengan besar kecil tekanan udara.Pada pembuluh darah arteri, tekanan oksigen dapat mencapat 100 mmHgdengan 19 cc oksigen. Sedangkan pada pembuluh darah vena tekanannya hanya40 milimeter air raksa dengan 12 cc oksigen. Oksigen yang kita hasilkan dalamtubuh kurang lebih sebanyak 200 cc di mana setiap liter darah mampu melarutkan4,3 cc karbondioksida / CO2. CO2 yang dihasilkan akan keluar dari jaringanmenuju paruparu dengan bantuan darah.Pada saat melakukan aktifitas yang berat, misalnya olahraga, tubuhmembutuhkan banyak energi, untuk menghasilkan energi dilakukan dengan carapembakaran oksigen, proses pembakaran tersebut mengakibatkan vasodilatasisehingga suhu tubuh menjadi meningkat, suhu tubuh meningkat dan timbul panaskemudian dirangsang oleh pengeluaran impuls di area preoptik anteriorhipotalamus,melalui saraf otonom kemudian dibawa ke medulla spinalis melaluisaraf simpatis dialirkan ke seluruh kulit tubuh yang menyebabkan rangsanganpada saraf kolinergic kelenjar keringat, yang merangsang produksi keringat.Kelenjar keringat juga dapat mengeluarkan keringat karena rangsangan dariepinefrin dan norefineprin.
  9. 9. Aktivitas metabolik yang meningkat, misalnya terjadi selama olahraga,menurunkan pH dengan meningkatkan konsentrasi CO2 dalam darah. Sebagairesponnta, sirkui-sirkuit control medulla meningkatkan kedalaman dan lajupernafasan. Keduanya tetap tinggi hingga kelebihan CO2 di buang dalam udarayang diekshalasi dan pH kembali ke nilai yang normal.Konsentrasi O2 dalam darah biasanya berpengaruh kecil pada pusat-pusatcontrol pernafasan. Akan tetapi ketika kadar O2 jatuh sanagt rendah (ditempatyang tinggi ,misalnya), sensor-sensor O2 di dalam aorta dan arteri-arteri karotiddidalam leher mengirimkan sinyal-sinyal ke pusat control pernafasan.Kontrol pernafasan efektif hanya jika terkoordinasi dengan control sistemkardiovaskular sehingga ventilasi sesuai dengan aliran darah melalui kapiler-kapiler alveoli. Saat berolahraga, miisalnya,, laju pernafasan yang meningkat yangmenambah pengambilan O2 dan pembuangan CO2, dikopel dengan keluaranjantung yang meningkat.2.3.1 Pengaturan Pernafasan Pada Orang Yang Berolah Raga/Latihan : Kontraksi otot membutuhkan ATP meningkatkan metabolismepembentukkan ATP oksigendarah menurun, karbondioksida darahmeningkat. Penurunan oksigen darah merangsang kemoreseptor di bulbus aorta& bulbus karotis n. vagus pusat pernafasan dorsal MO & pusatpernafasan ventral MO peningkatan sinyal ke diafragma & otot-otot inspirasi & ekspirasi pernafasan cepat dan kuat. Peningkatan karbondioksida darah berdifusi melalui sawar darahotak ke cairan serebrospinal & terjadi reaksi CO2 + H2O H2CO3H++ HCO3-(kadar ion H+akan merangsang kemosensitif MO)rangsangan ke pusat pernafasan ventral & dorsal peningkatanfrekuensi & kekuatan inspirasi dan ekspirasi.
  10. 10. 2.3.1 Perubahan Pada PernafasanPada saat latihan frekuensi pernafasan akan meningkat. Meskipundemikian frekuensi pernafasan tidak akan dapat dipakai sebagai alat ukurintensitas latihan, karena pernafasan dapat dimanipulasikan oleh seseorang.Pernafasan secara sadar dapat dipercepat, diperlambat, atau diperdalamolehkemauan seseorang. Akan tetapi jika pernafasan tidak dikendalikan secarasadar sudah akan diatur secara otomatis oleh sistem saraf outonom.Pada saat berlatih hawa tidal akan meningkat, atau pernafasanmenjadilebih dalam. Dengan pernafasan yang lebih dalam maka tekanan udaradalam paru akan meningkat, sehingga difusi (pertukaran gas) antara O2 dan CO2juga akan meningkat. Meningkatnya hawa tidal disertai frekuensi pernafasan yangmeningkat maka ventilasi (udara yang masuk selama satu menit) juga akanmeningkat. Semakin tinggi intensitas latihan, frekuensi pernafasan juga akansemakin tinggi, sehingga ventilasi juga akan semakin tinggi. Untuk beberapacabang olahraga kemampuan menahan nafas sangat diperlukan. Bila seseorangmelakukan kerja yang bersifat powerfull dan sesaat, maka ia harus dalam keadaanmenahan nafas, begitu pula saat membidik. Kalau kadar CO2 dalam darah tinggi,maka kemampuan menahan nafas tak akan lama, sehingga pada orang lelah (kadarCO2 tinggi), akurasi dan powerfullnya menurun.Untuk dapat meningkatkan penyerapan O2, dan pelepasan CO2 dapatmemanipulasikan pernafasan. Dengan sadar dapat menghirup udara lebih dalam,dan menambah frekuensi pernafasan. Meskipun demikian O2 yang masuk cukupbanyak belum tentu segera dapat dipergunakan, mengingat penggunaannya perlubanyak dan besarnya mitokondria dalam sel-sel otot. Jika dalam keadaan normalmemanipulasikan pernafasan tersebut dapat menyebabkan terhambatnyapembuangan CO2, karena darah yang melewati jaringan-jaringan tidak dapatmelepaskan O2 karena kebutuhan hanya sedikit. Dengan demikian pengangkutanCO2 akan terganggu, karena darah masih bermuatan banyak O2.
  11. 11. BAB IIIPENUTUPSistem pernapasan pada manusia adalah sistem menghirup oksigen dariudara serta mengeluarkan karbon dioksida dan uap air. Dalam proses pernapasan,oksigen merupakan zat kebutuhan utama. Oksigen untuk pernapasan diperolehdari udara di lingkungan sekitar.Pada manusia yang berolahraga berat, pengaturan pernafasanyang terjadi adalah: Kontraksi otot membutuhkan ATP meningkatkan metabolismepembentukkan ATP oksigendarah menurun, karbondioksida darahmeningkat. Penurunan oksigen darah merangsang kemoreseptor di bulbus aorta &bulbus karotis n. vagus pusat pernafasan dorsal MO & pusat pernafasanventral MO peningkatan sinyal ke diafragma & otot-otot inspirasi &ekspirasi pernafasan cepat dan kuat. Peningkatan karbondioksida darah berdifusi melalui sawar darah otak kecairan serebrospinal & terjadi reaksi CO2 + H2O H2CO3 H++ HCO3-(kadar ion H+akan merangsang kemosensitif MO) rangsangan ke pusatpernafasan ventral & dorsal peningkatan frekuensi & kekuatan inspirasidan ekspirasi.
  12. 12. DFTAR PUSTAKACampbell NA, Reece JB, and Mitchel LG. 2004. Biologi. Alih Bahasa : WasmenManalu. Jakarta : Erlangga.Guyton AC. 1994. Fisiologi Tubuh Manusia. Jakarta: Binarupa Aksara.Indriawati, Ratna. 2010. Fisiologi Respirasi.misc09.files.wordpress.com/2010/01/diakses tangggal 23 April 2013Pearce, Everlyn C. 2008. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Jakarta:GramediaSetiadi . 2007. Anatomi Fisiologi Manusia . Surabaya : Graha Ilmu

×