Your SlideShare is downloading. ×
Punya aku
Punya aku
Punya aku
Punya aku
Punya aku
Punya aku
Punya aku
Punya aku
Punya aku
Punya aku
Punya aku
Punya aku
Punya aku
Punya aku
Punya aku
Punya aku
Punya aku
Punya aku
Punya aku
Punya aku
Punya aku
Punya aku
Punya aku
Punya aku
Punya aku
Punya aku
Punya aku
Punya aku
Punya aku
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Punya aku

620

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
620
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
29
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF ( Kurikulum dan Pembelajaran Matematika) DISUSUN OLEH: Nama: DEA NINDRIA IMANSARI NPM: 111 300 32 KELAS: III A- MIPA PENDIDIKAN MATEMATIKA/MIPA DOSEN PENGAMPU : Dosen pengampu: Drs. Joko Sutrisno AB, M.PdSEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (STKIP-PGRI) BANDAR LAMPUNG 2012
  • 2. DAFTAR ISIBAB 1 PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang …………………………………………………………………1.2 Rumusan Masalah …………………………………………………………………1.3 Tujuan dan Manfaat …………………………………………………………BAB 2 PEMBAHASAN2.1 Definisi Pembelajaran Efektif …………………………………………………2.3 Kondisi Pembelajaran Efektif …………………………………………………2.4 Langkah-Langkah dalam Menciptakan Pembelajaran Efektif …………………BAB 3 PENUTUPA. Kesimpulan …………………………………………………………………B. Daftar Putaka ………………………………………………………………… 2
  • 3. KATA PENGANTAR Puji syukur atas kehadiran Allah SWT, karena berkat rahmatNya saya dapatmenyelesaikan makalah ini dengan cukup baik. Tujuan saya membuat makalah ini adalahsebagai pelengkap tugas matakuliah Kurikulum dan Pembelajaran Matematika. Sesuaidengan judulnya yaitu Pembelajaran yang Efektif makalah ini diharapkan dapat membatupara pembacanya dalam mengambil strategi pembelajaran yang tepat serta menjadikanmakalah ini sebagai referensi pengajaran. karena terbatasnya ilmu yang dimiliki olehpenulis maka Makalah ini jauh dari sempurna untuk itu saran dan kritik yang membangunsangat penulis harapkan. Tidak lupa ucapan terimakasih saya sampaikan kepada kepada bapak Drs. JokoSutrisno AB, M.pd sebagai dosen pembimbing serta semua pihak yang telah turutmembantu dalam penyusunan Makalah ini. Semoga bantuan dan bimbingan yang telahdiberikan kepada kami mendapat balasan yang setimpal dari Allah SWT. Aamiin Bandar lampung, 17 November 2012 Penulis 3
  • 4. BAB 1 PENDAHULUAN1.1 LATAR BELAKANG Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajardan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinyauntuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi prosespemerolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat,serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik.Proses pembelajarandialami sepanjang hayat seorang manusia serta dapat berlaku dimanapun dankapanpun.Guru sebagai salah satu komponen pendidikan dan merupakan suatu bidangprofesi,mempunyai peranan sangat vital dalam proses belajar mengajar untuk membawaanak didiknya kepada kedewasaan dalam arti luas.Bahkan boleh dikatakan bahwakeberhasilan belajar mengajar ini 60% terletak ditangan guru. Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaianpelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsungdalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Interaksi atau hubungan timbalbalik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya prosespembelajaran. Pada kenyataan yang kita lihat di sekolah-sekolah, seringkali guru terlaluaktif di dalam proses pembelajaran, sementara siswa dibuat pasif, sehingga interaksiantara guru dengan siswa dalam proses pembelajaran tidak efektif. Jika prosespembelajaran lebih didominasi oleh guru, maka efektifitas pembelajaran tidak akan dapatdicapai. Untuk menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif, guru dituntut agarmampu mengelola proses pembelajaran yang memberikan rangsangan kepada siswasehingga ia mau dan mampu belajar. Untuk bisa belajar efektif setiap orang perlu 4
  • 5. mengetahui apa arti belajar sesungguhnya. Belajar adalah sebuah tindakan aktif untukmemahami dan mengalami sesuatu. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antarastimulus dan respon. Jadi, proses belajar terjadi jika anak merespon stimulus(rangsangan) yang diberikan guru, selain itu untuk meraih pembelajaran yang efektifpeserta didik juga dapat dibimbing oleh Guru dari pengetahuan sebelumnya yang merekamiliki yang tersimpan dalam ingatan dan pemikiran mereka (Kognitif) denganmenggunakan teori dan metode pembelajaran dengan tepat. Jika hal itu belum terjadimaka proses pembelajaran tidak akan berjalan dengan efektif dan optimal. Guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kualitas pembelajaranyang dilaksanakan di kelas dan atau di ruang praktek/laboratorium. Sehubungan dengantugas ini, guru hendaknya selalu memikirkan tentang bagaimana upaya yang dilakukanuntuk meningkatkan kualitas pembelajaran tersebut, diantaranya dengan membuatperencanaan pembelajaran dengan seksama dan menyiapkan sejumlah perangkatpembelajaran yang tepat. Upaya ini tentu menuntut perubahan-perubahan dalam pengorganisasian kelas,penggunaan metode mengajar, strategi pembelajaran, sikap dan karakter guru dalammengelola proses pembelajaran dengan bertindak selaku fasilitator yang berusahamenciptakan kondisi pembelajaran yang efektif dengan cara meningkatkan kemampuansiswa untuk menyimak pelajaran dengan melibatkan siswa secara aktif, berupaya menarikminat dan perhatian siswa terhadap pelajaran, membangkitkan motivasi belajar,pelayanan individu (pembelajaran privat) dan penggunaan media dalam pembelajaran. Makalah ini membahas bagaimana menerapkan pembelajaran yang efektif ditinjaudari hakikat sebenarnya, sehingga dengan demikian akan terwujud suatu pembelajaranyang menghasilkan pembelajaran yang optimal sesuai tujuan yang akan dicapai. 5
  • 6. 1.2 RUMUSAN MASALAH1. Apakah yang dimaksud pembelajaran efektif ?2. Ciri-ciri pembelajaran efektif?3. Bagaimna menciptakan kondisi belajar yang efektif ?4. Apakah langkah-langkah yang digunkan dalam menciptakan pembelajaran efektif ?5. Apa saja suasana pembelajaran yang efektif?6. Apa saja upaya memelihara kondisi dan suasana belajar yang efektif7. Apa saja metode pembelajaran efektif?8. Apa saja strategi pembelajaran yang efektif?9. Bagaimana cara mengajar yang efektif?1.3 TUJUAN DAN MANFAATAgar pembaca dapat mengerti dan mengetahui apa sebenarnya pembelajaran yang efektifitu dengan cirri-ciri,cara menciptakan kondisi belajar ,langkah-langkah,suasana,upayametode,strategi serta bagaimana cara mengajarkan pembelajran efektif itu sehinggapembelajaran efektif itu dapat terlaksana dengan baik sehingga baik proses maupun hasilyang dicapai peserta didik dapat maksimal. 6
  • 7. BAB 2 PEMBAHASAN2.1 DEFINISI PEMBELAJARAN EFEKTIF Definisi pembelajaran 1. Menurut Sadiman, 1998. Kata pembelajaran sengaja dipakai sebagai padanan kata bahasa inggrisnya instruction. Kata instruction mempunyai pengertian yang lebih luas dari pada pengajaran. Jika kata pengajaran ada dalam konteks pembelajar-belajar di kelas (ruang) formal maka pembelajaran atau instruction mencakup pula kegiatan belajar mengajar yang tak dihadiri pembelajar secara fisik. Oleh karena dalam instruction yang ditekankan adalah belajar, maka usaha-usaha yang terencana dalam memanipulasi sumber-sumber belajar agar terjadi proses belajar dalam diri pembelajar, kita sebut pembelajaran. 2. Menurut AECT, 1986. Pembelajaran adalah suatu proses dimana lingkungan seseorang secara sengaja dikelola untuk memungkinkan terjadinya belajar pada diri pembelajar. Pembelajaran merupakan set khusus pendidikan. 3. Menurut Degeng dan Miarso, 1993. Pembelajaran adalah suatu proses yang dilaksananakan secara sistematik dimana setiap komponen saling berpengaruh. Dalam proses secara implicit terdapat kegiatan memilih, menetapkan, dan mengembangkan metode untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan. 4. Menurut Gagne, 1988. Pembelajaran adalah usaha pembelajar yang bertujuan untuk menolong pembelajar. Pembelajaran merupakan seperangkat peristiwa yang mempengaruhi terjadinya proses belajar pebelajar. Peristiwa-peristiwa yang mempengaruhi 7
  • 8. terjadinya belajar pebelajar, tidak selamanya berada di luar pebelajar, tetapi juga berada di dalam diri pebelajar. 5. Menurut Winataputra, 2001. Pembelajaran adalah prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu. Definisi efektif Efektif adalah perubahan yang membawa pengaruh, makna dan manfaat tertentu.Pembelajaran yang efektif ditandai dengan sifatnya yang menekankan padapemberdayaan siswa secara aktif. Pembelajaran menekankan pada penguasaanpengetahuan tentang apa yang dikerjakan, tetapi lebih menekankan pada internalisasi,tentang apa yang dikerjakan sehingga tertanam dan berfungsi sebagai muatan nurani danhayati serta dipraktekkan dalam kehidupan oleh siswa. Dapat disimpulkan bahwapembelajaran efektif merupakan sebuah proses perubahan seseorang dalam tingkah lakudari hasil pembelajaran yang ia dapatkan dari pengalaman dirinya dan darilingkungannya yang membawa pengaruh, makna dan manfaat tertentu.Efektif itu artinya mencapai target yang ditetapkan dalam rencana. Oleh karena ituperencanaan pembelajaran yang efektif adalah yang menetapkan kiteria target dan gurumelakukan pengukuran pencapaian. Jadi, mengajar yang efektif itu jika pelaksanaannyaterdapat instrumen untuk mengukur keberhasilan dan melaksanakan pengukuran. Padahakikatnya pembelajaran yang efektif adalah proses belajar mengajar yang bukan sajaterfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik, namun bagaimana proses pembelajaranyang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik, kecerdasan, ketekunan,kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku danmengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. Definisi pembelajaran yang efektif menurut beberapa pakar yaitu: 1. Miarso (dalam Bambang Warsita, 2008: 287), “Pembelajaran yang efektif adalah belajar yang bermanfaat dan bertujuan bagi peserta didik, melalui pemakaian prosedur yang tepat”. Pengertian ini mengandung dua indikator, yaitu terjadinya belajar pada siswa dan apa yang dilakukan guru. 8
  • 9. 2. Dick dan Reiser (dalam Bambang Warsita, 2008: 288), “pembelajaran efektif adalah suatu pembelajaran yang memungkinkan peserta didik untuk belajar keterampilan spesifik, ilmu pengetahuan, dan sikap serta yang membuat peserta didik senang”. Jadi ketika siswa senang dalam belajar, mereka akan mudah menerima ilmu yang diberikan oleh guru. 3. Dick&Carey menyatakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu set materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersama-sama untuk menimbulkan hasil belajar pada siswa. Strategi pembelajaran merupakan hal yang perlu diperhatikan oleh seorang guru dalam proses pembelajaran. Pembelajaran efektif juga akan melatih dan menanamkan sikap demokratis bagisiswa. Lebih dari itu pembelajaran efektif menekankan bagaimana agar siswa mampubelajar dengan cara belajarnya sendiri. Melalui kreativitas guru, pembelajaran di kelasmenjadi sebuah aktivitas yang menyenangkan. Perwujudan pembelajaran efektif danmeberikan kecakapan hidup kepada siswa.2.2 CIRI-CIRI PEMBELAJARAN EFEKTIF Pembelajaran dapat efektif apabila mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkansesuai dengan indikator pencapaian. Untuk mengetahui bagaimana memperoleh hasilyang efektif dalam proses pembelajaran, maka sangat penting untuk mengetahui cirri-cirinya. Adapun Pembelajaran yang efektif dapat diketahui dengan ciri[15]: 1. Belajar secara aktif baik mental maupun fisik. Aktif secara mental ditunjukkan dengan mengembangkan kemampuan intelektualnya, kemampuan berfikir kritis. Dan secara fisik, misalnya menyusun intisari pelajaran, membuat peta dan lain- lain. 2. Metode yang bervariasi, sehingga mudah menarik perhatian siswa dan kelas menjadi hidup. 9
  • 10. 3. Motivasi guru terhadap pembelajaran di kelas. Semakin tinggi motivasi seorang guru akan mendorong siswa untuk giat dalam belajar. 4. Suasana demokratis di sekolah, yakni dengan menciptakan lingkungan yang saling menghormati, dapat mengerti kebutuhan siswa, tenggang rasa, memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar mandiri, menghargai pendapat orang lain. 5. Pelajaran di sekolah perlu dihubungkan dengan kehidupan nyata. 6. Interaksi belajar yang kondusif, dengan memberikan kebebasan untuk mencari sendiri, sehingga menumbuhkan rasa tanggung jawab yang besar pada pekerjaannya dan lebih percaya diri sehingga anak tidak menggantungkan pada diri orang lain. 7. Pemberian remedial dan diagnosa pada kesulitan belajar yang muncul, mencari faktor penyebab dan memberikan pengajaran remedial sebagai perbaikan, jika diperlukanSelain itu Ciri pengajaran Efektif juga dapat diketahui dengan berpusat pada siswa: 1. Interaksi eduktaif, Guru-Siswa 2. Suasana demokratis 3. Metode yang bervariasi 4. Bahan belajar bermanfaat 5. Lingkungan kondusif 6. Suasana belajar menunjangSelain mengetahui karakteristik belajar yang efektif perlu diketahui juga bagaimanaKarakteristik Guru Efektif, hal ini berguna untuk mengetahui keahlian dankeprofesionalan seorang pendidik dalam melaksanakan pembelajaran yang efektif.Adapun karakteristknya yaitu: 1. Memiliki minat terhadap mata pelajaran 2. Memiliki kecakapan untuk menafsirkan suasana/iklim psikologis siswa 3. Menumbuhkan semangat belajar 4. Memiliki imajinasi dalam menjelaskan 10
  • 11. 5. Menguasai metode/strategi pembelajaran 6. Memiliki sikap terbuka terhadap siswaMenurut Eggen dan Kauchak (dalam Bambang Triwarsita, 2008: 289) menyebutkan ciripembelajaran yang efektif sebagai berikut: 1. Peserta didik menjadi pengkaji yang aktif terhadap lingkungannya melalui mengobservasi, membandingkan, menemukan kesamaan-kesamaan dan perbedaan-perbedaan serta membentuk konsep generalisasi berdasarkan kesamaan-kesamaan yang ditemukan. 2. Guru menyediakan materi sebagai fokus berpikir dan berinteraksi dalam pelajaran. 3. Aktivitas-aktivitas peserta didik sepenuhnya didasarkan pada pengkajian. 4. Guru secara aktif terlibat dalam pemberian arahan dan tuntunan kepada peserta didik dalam menganalisis informasi. 5. Orientasi pembelajaran penguasaan isi pelajaran dan pengembangan keterampilan berpikir. 6. Guru menggunakan teknik pembelajaran yang bervariasi sesuai dengan tujuan dan gaya pembelajaran guru. Dengan memperhatikan ciri dari pembelajaran yang efektif, maka guru harusmembuat suasana pembelajaran yang menyenangkan dan membuat siswa merasa nyamandalam belajar.2.3 KONDISI PEMBELAJARAN EFEKTIF Guru sebagai pembimbing diharapkan mampu menciptakan kondisi yang strategiyang dapat membuat peserta didik nyaman dalam mengikuti proses pembelajarantersebut. Dalam menciptakan kondisi yang baik, hendaknya guru memperhatikan dua hal:pertama, kondisi internal merupakan kondisi yang ada pada diri siswa itu sendiri,misalnya kesehatan, keamanannya, ketentramannya, dan sebagainya. Kedua, kondisieksternal yaitu kondisi yang ada di luar pribadi manusia, umpamanya kebersihan rumah,penerangan serta keadaan lingkungan fisik yang lain. Untuk dapat belajar yang efektif 11
  • 12. diperlukan lingkungan fisik yang baik dan teratur, misalnya ruang belajar harus bersih,tidak ada bau-bauan yang dapat mengganggu konsentrasi belajar, ruangan cukup terang,tidak gelap dan tidak mengganggu mata, sarana yang diperlukan dalam belajar yangcukup atau lengkap. Keberhasilan dalam proses pembelajaran di kelas memang tidaksemata tergantung guru, tetapi melibatkan banyak faktor, diantaranya keaktifan siswa,tersedianya fasilitas belajar, kenyamanan dan keamanan ruangan kelas dan beberapafaktor lainnya, kendati memang keberadaan guru merupakan faktor penentu dalammenciptakan kondisi pembelajaran yang efektif.Kondisi pembelajaran yang efektif adalah adanya minat dan perhatian siswa dalambelajar. Minat merupakan suatu sifat yang relatif menetap pada diri seseorang. Minat inibesar sekali pengaruhnya terhadap belajar, sebab dengan minat seseorang akanmelakukan sesuatu yang diminatinya. Sebaliknya tanpa minat seseorang tidak mungkinmelakukan sesuatu. Keterlibatan siswa dalam pembelajaran erat kaitannya dengan sifat,bakat dan kecerdasan siswa. Pembelajaran yang dapat menyesuaikan sifat, bakat dankecerdasan siswa merupakan pembelajaran yang diminati.2.4 LANGKAH-LANGKAH DALAM MENCIPTAKAN PEMBELAJARANEFEKTIFDalam mewujudkan kondisi pembelajaran yang efektif, maka perlu dilakukan langkah-langkah berikut ini:1. Melibatkan Siswa Secara Efektif Mengajar adalah membimbing kegiatan belajar siswa sehingga ia mau belajar.Dengan demikian aktifitas siswa sangat diperlukan dalam kegiatan pembelajaran.Aktivitas belajar siswa dapat digolongkan ke dalam beberapa hal, antara lain : a. Aktivitas visual, seperti membaca, menulis, melakukan eksprimen dsb. b. Aktivitas lisan, seperti bercerita, tanya jawab, dsb. 12
  • 13. c. Aktivitas mendengarkan, seperti mendengarkan penjelasan guru, mendengarkanpengarahan guru dsb. d. Aktivitas gerak, seperti melakukan praktek di tempat praktek. e. Aktivitas menulis, seperti mengarang, membuat surat, membuat karya tulis dsb.Setiap jenis aktivitas memiliki kadar atau bobot yang berbeda, tergantung pada segitujuan mana yang akan dicapai dalam kegiatan pembelajaran. Yang jelas, aktivitaskegiatan pembelajaran siswa di kelas hendaknya lebih banyak melibatkan siswa, ataulebih memperhatikan aktivitas siswa. Berikut ini cara meningkatkan keterlibatan siswa : 1. Tingkatkan partisifasi siswa dalam kegiatan pembelajaran dengan cara menggunakan berbagai teknik mengajar. 2. Berikanlah materi pelajaran yang jelas dan tepat sesuai dengan tujuan pembelajaran. 3. Usahakan agar pembelajaran lebih menarik minat siswa. Untuk itu guru harus mengetahui minat siswa dan mengaitkannya dengan bahan pembelajaran.2. Menarik Minat dan Perhatian Siswa Kondisi pembelajaran yang efektif adalah adanya minat dan perhatian siswa dalambelajar. Minat merupakan suatu sifat yang relatif menetap pada diri seseorang. Minat inibesar sekali pengaruhnya terhadap belajar, sebab dengan minat seseorang akanmelakukan sesuatu yang diminatinya. Sebaliknya tanpa minat seseorang tidak mungkinmelakukan sesuatu. Keterlibatan siswa dalam pembelajaran erat kaitannya dengan sifat,bakat dan kecerdasan siswa. Pembelajaran yang dapat menyesuaikan sifat, bakat dankecerdasan siswa merupakan pembelajaran yang diminati. 13
  • 14. 3. Membangkitakan motivasi Siswa Motif adalah semacam daya yang terdapat dalam diri seseorang yang dapatmendorongnya untuk melakukan sesuatu. Sedang motivasi adalah suatu proses untukmenggiatkan motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhikebutuhan dan mencapai tujuan. Tugas guru adalah bagaimana membangkitkan motivasisiswa sehingga ia mau belajar[18]. Berikut ini beberapa cara bagaimana membangkitkanmotivasi siswa : • Guru berusaha menciptakan persaingan diantara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya; • Pada awal kegiatan pembelajaran, guru hendaknya terlebih dahulu menyampaikan kepada siswa tentang tujuan yang akan dicapai dalam pembelajaran tersebut, sehingga siswa terpancing untuk ikut serta didalam mencapai tujuan tersebut. • Guru berusaha mendorong siswa dalam belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. • Guru hendaknya banyak memberikan kesempatan kepada siswa untuk meraih sukses dengan usahanya sendiri; • Guru selalu berusaha menarik minat belajar siswa. • Sering-seringlah memberikan tugas dan memberikan nilai seobyektif mungkin.4. Memberikan pelayanan individu Siswa Salah satu masalah utama dalam pendekatan pembelajaran adalah kurangnyapemahaman guru tentang perbedaan individu antar siswa. Guru sering kurang menyadaribahwa tidak semua siswa dalam suatu kelas dapat menyerap pelajaran dengan baik.Kemampuan indiviadual mereka dalam menerima pelajaran berbeda-beda. Disinilahsebenarnya perlunya keterampilan guru di dalam memberikan variasi pembelajaran agardapat diserap oleh semua siswa dalam berbagai tingkatan kemampuan, dan disini pulalah 14
  • 15. perlu adanya pelayanan individu siswa sehingga semua siswa dapat memahami materiyang disampaikan secara maksiamal.5. Menyiapkan dan menggunakan berbagai media dalam pembelajaran Alat peraga/media pembelajaran adalah alat-alat yang digunakan guru ketikamengajar untuk membantu memperjelas materi pelajaran yang disampaikan kepada siswadan mencegah terjadinya verbalisme pada diri siswa. Sebab, pembelajaran yangmengggunakan banyak verbalisme tentu akan membosankan. Sebaliknya pembelajaranakan lebih menarik, bila siswa merasa senang dan gembira setiap menerima pelajarandari gurunya.Pembelajaran yang efektif harus mulai dengan pengalaman langsung atau pengalamankongkret yang dibantu dengan sejumlah alat peraga dengan memperhatikan dari segi nilaidan manfaat alat peraga tersebut dalam membantu menyukseskan proses pembelajaran dikelas. Di dalam menyiapkan dan menggunakan media atau alat peraga, ada beberapa halyang perlu diperhatikan, sebagai berikut : • Alat peraga yang digunakan hendaknya dapat memperbesar perhatian siswa terhadap materi pelajaran yang diasjikan. • Alat peraga yang dipilih hendaknya sesuai dengan kematangan dan pengalaman siswa serta perbedaan individual dalam kelompok. • Alat yang dipilih hendaknya tepat, memadai dan mudah digunakan.2.5 SUASANA PEMBELAJARAN EFEKTIF Keberhasilan pengajaran dalam arti tercapainya tujuan-tujuan pengajaran sangattergantung pada kemampuan mengatur kelas yang dapat menciptakan situasi yangmemungkinkan anak didik dapat belajar, sehingga merupakan titik awal keberhasilanpengajaran. Siswa dapat belajar dengan baik dalam suasana yang wajar, tanpa tekanandalam kondisi yang merangsang untuk belajar. Dalam kaitan dengan proses belajarmengajar hendaknya guru dapat mengarahkan dan membimbing siswa untuk aktif dalam 15
  • 16. kegiatan belajar mengajar sehingga tercipta suatu interaksi yang baik antara guru dengansiswa maupun siswa dengan siswa. Hal ini senada seperti yang ditulis Madri M. dan Rosmawati, bahwa terjadinyaproses pembelajaran itu ditandai dengan dua hal yaitu :1. siswa menunjukkan keaktifan, seperti tampak dalam jumlah curahan waktunya untukmelaksanakan tugas ajar.2. terjadi perubahan perilaku yang selaras dengan tujuan pengajaran yang diharapkan. Untuk mewujudkan suasana kelas yang mendukung proses belajar mengajar yangdapat membantu efektivitas proses belajar mengajar yaitu :1. Memanggil setiap murid dengan namanya2. Selalu bersikap sopan kepada murid,3. Memastikan bahwa anda tidak menunjukkan sikap pilih kasih terhadap muridtertentu.4. Merencanakan dengan jelas apa yang anda lakukan dalam setiap pelajaran5. Mengungkapkan kepada murid-murid tentang apa yang ingin anda capai dalampelajaran ini.6. Dengan cara tertentu melibatkan setiap murid selama pelajaran.7. Memberikan kesempatan bagi murid untuk saling berbicara.8. Bersikaplah konsisten dalam menghadapi murid-murid. Untuk menciptakan suasana yang dapat menumbuhkan gairah belajar,meningkatkan prestasi belajar siswa, dan lebih memungkinkan guru memberikanbimbingan dan bantuan terhadap siswa dalam belajar, maka diperlukan pengorganisasiankelas yang memadai. Dalam hal ini akan diuraikan beberapa suasana yang efektif dalampelaksanaan proses pembelajaran: a. suasana belajar yang menyenangkan b. Suasana bebas c. Pemilihan media pengajaran dan metode yang sesuai 16
  • 17. 2.6 Upaya Memelihara Kondisi dan Suasana Belajar yang Efektif Dalam perannya sebagai pengelola kelas, guru juga hendaknya mampu mengelolakelas dengan baik, karena kelas merupakan lingkungan belajar yang paling utama danmerupakan aspek lingkungan sekolah yang perlu diorganisasikan dengan baik.Lingkungan kelas hendaknya diatur dan diawasi sedemikian rupa agar kegiatan belajarlebih terarah dan dapat merangsang siswa untuk giat belajar serta aktif mengikutipelajaran.Strategi pengelolaan kelas adalah pola/siasat, yang menggambarkan langkah-langkahyang digunakan guru dalam menciptakan dan mempertahankan kondisi kelas agar tetapkondusif, sehingga siswa dapat belajar optimal, aktif, dan menyenangkan dengan efektifdan efisien untuk mencapai tujuan pembelajaran.Upaya-upaya yang dilakukan ini merupakan usaha dalam menciptakan sekaligusmemelihara kondisi dan suasana belajar yang kondusif, optimal dan menyenangkan agarproses pembelajaran dapat berjalan secara efektif sehingga tujuan pembelajaran prestasidapat dicapai dengan maksimal.1. Tanggung jawab Pendidik Dalam memelihara kondisi dan suasana belajar yang efektif maka guru sebagaipembimbing mempunyai tanggung jawab yang besar dalam melaksanakannya. Adapunyang harus dilakukan seorang guru adalah: a. Guru sebagai perancang pengajaran dituntut memiliki kemampuan untuk merencanakan kegiatan belajar mengajar secara efektif, yang berarti harus memiliki pengetahuan dan keahlian yang profesional serta kesiapan pada proses belajar mengajar. b. Guru sebagai pengelolah pengajaran, dituntut untuk memiliki kemampuan mengelolah seluruh proses kegiatan belajar mengajar dengan menciptakan suasana belajar yang menguntungkan bagi siswa sehingga siswa benar-benar belajar secara efektif 17
  • 18. c. Guru sebagai evaluator of learning, dituntut untuk secara terus menerus mengikuti prestasi belajar yang telah dicapai oleh siswa dari waktu ke waktu. Informasi ini merupakan umpan balik terhadap proses kegiatan belajar mengajar sehingga memperoleh hasil yang optimal. d. Guru sebagai pembimbing, dituntut untuk mengadakan pendekatan secara instruksional yang bersifat pribadi dalam setiap proses belajar mengajar berlangsung. e. Guru harus menjadi pembimbing dan penyuluh yang tegas yang memelihara dan mengarahkan perkembangan pribadi dan keseimbanggan mental murid-muridnya. Guru juga menjadi orang tua murid didalam mempelajari dan membangun system nilai yang dibutuhkan dalam masyarakat dalam dewasa ini.2. Penataan Lingkungan Belajar Dalam memelihara kondisi dan suasana yang efektif perlu adanya penataanlingkungan belajar. Aktivitas guru dalam menata lingkungan belajar lebih terkonsentrasipada pengelolaan lingkungan belajar di dalam kelas.3. Cara pengajaran Pendidik Dalam rangka memelihara kondisi dan suasana belajar yang efektif maka guru harusmampu memilih cara yang tepat dalam pelaksanaan pembelajaran. Karena mengajaradalah hal yang kompleks dan melibatkan peserta didik yang bervariasi, maka seorangPendidik harus mampu dan menguasai beragam strategi dan perspektif serta dapatmengaplikasikannya secara fleksibel. Dalam hal ini guru harus mempunyai pengetahuan dan keahlian yang profesionaldalam pelaksanaan pembelajaran. Dalam hal ini guru harus mampu menguasai materipelajaran, strategi pengajaran, mempunyai keahlian manajemen kelas, keahlianmotivasional, keahlian komunikasi dan dapat bekerja secara efektif dengan murid darilatar belakang kultural yang beragam. Dalam hal ini Pentingnya Guru Memotivasi Siswamerupakan salah satu yang urgen dalam meningkatkan minat belajar siswa. Untuk ituguru harus: a. Siswa senantiasa memerlukan dorongan dari guru b. Siswa perlu bekerja dan berusaha sesuai tuntutan belajar 18
  • 19. c. Motivasi harus dimilki setiap siswa untuk ketangguhan dalam belajar Motivasi merupakan proses yang kompleks, hal ini terlihat bahwa motivasimerupakan upaya untuk mengubah sesuatu hal yang bersifat positif dalam pembelajaran.Hal ini karena: 1) Motif merupakan sebab terjadinya tindakan 2) Individu memiliki kebutuhan dan harapan yang senantiasa berubah 3) Manusia ingin memiliki kepuasan atas tercapainya kebutuhan 4) Perilaku yang mengarah pada tujuan tidak selalu mencapai kepuasan. Guru harus mampu dan tahu bagaimana memotivasi siswa sesuai dengan tujuan yangakan dicapai. Dengan ini ada beberapa prinsip-prinsip dalam mengembangkanmemotivasi siswa yaitu: a. Prinsip Kompetisi b. Prinsip Pemacu c. Prisnip Ganjaran dan Hukuman d. Kejelasan dan kedekatan tujuan e. Pemahaman hasil f. Pengembangan minat g. Lingkungan yang kondusif h. Keteladanan2.7 metode pembelajaran efektif 1.METODE DEBAT Metode debat merupakan salah satu metode pembelajaran yang sangat penting untukmeningkatkan kemampuan akademik siswa. Materi ajar dipilih dan disusun menjadi paket prodan kontra. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari empatorang. Di dalam kelompoknya, siswa (dua orang mengambil posisi pro dan dua orang lainnyadalam posisi kontra) melakukan perdebatan tentang topik yang ditugaskan. Laporan masing-masing kelompok yang menyangkut kedua posisi pro dan kontra diberikan kepada guru. 19
  • 20. Selanjutnya guru dapat mengevaluasi setiap siswa tentang penguasaan materi yang meliputikedua posisi tersebut dan mengevaluasi seberapa efektif siswa terlibat dalam prosedur debat.Ketrampilan ini dapat diajarkan kepada siswa dan peran siswa dapat ditentukan untukmemfasilitasi proses kelompok. Peran tersebut mungkin bermacam-macam menurut tugas,misalnya, peran pencatat (recorder), pembuat kesimpulan (summarizer), pengatur materi (materialmanager), atau fasilitator dan peran guru bisa sebagai pemonitor proses belajar.2. METODE ROLE PLAYING Metode Role Playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melaluipengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. Pengembangan imajinasi danpenghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau bendamati. Permainan ini pada umumnya dilakukan lebih dari satu orang, hal itu bergantungkepada apa yang diperankan. Kelebihan metode ini Melibatkan seluruh siswa dapatberpartisipasi mempunyai kesempatan untuk memajukan kemampuannya dalambekerjasama. 1. Siswa bebas mengambil keputusan dan berekspresi secara utuh. 2. Permainan merupakan penemuan yang mudah dan dapat digunakan dalam situasi dan waktu yang berbeda. 3. Guru dapat mengevaluasi pemahaman tiap siswa melalui pengamatan pada waktu melakukan permainan. 4. Permainan merupakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak.3. METODE PEMECAHAN MASALAH (PROBLEM SOLVING) Metode pemecahan masalah (problem solving) adalah penggunaan metode dalamkegiatan pembelajaran dengan jalan melatih siswa menghadapi berbagai masalah baik itumasalah pribadi atau perorangan maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiriatau secara bersama-sama.Orientasi pembelajarannya adalah investigasi dan penemuan yang pada dasarnya adalahpemecahan masalah. 20
  • 21. 4. COOPERATIVE SCRIPT Skrip kooperatif adalah metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan secaralisan mengikhtisarkan bagian-bagian dari materi yang dipelajari.5. PICTURE AND PICTURE Picture and Picture adalah suatu metode belajar yang menggunakan gambar dandipasangkan / diurutkan menjadi urutan logis6 numbered heads together Numbered Heads Together adalah suatu metode belajar dimana setiap siswa diberinomor kemudian dibuat suatu kelompok kemudian secara acak guru memanggil nomordari siswa.7. METODE INVESTIGASI KELOMPOK (GROUP INVESTIGATION) Metode investigasi kelompok sering dipandang sebagai metode yang palingkompleks dan paling sulit untuk dilaksanakan dalam pembelajaran kooperatif. Metode ini melibatkan siswa sejak perencanaan, baik dalam menentukan topik maupun cara untuk mempelajarinya melalui investigasi. Metode ini menuntut para siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam ketrampilan proses kelompok (group process skills). Para guru yang menggunakan metode investigasi kelompok umumnya membagi kelas menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 5 hingga 6 siswa dengan karakteristik yang heterogen. Adapun deskripsi mengenai langkah- langkah metode investigasi kelompok dapat dikemukakan sebagai berikut: a. Seleksi topik b. Merencanakan kerjasama c. Implementasi. d. Analisis dan sintesis e. Penyajian hasil akhir f. Evaluasi 21
  • 22. 8. METODE JIGSAW Pada dasarnya, dalam model ini guru membagi satuan informasi yang besarmenjadi komponen-komponen lebih kecil. Selanjutnya guru membagi siswa ke dalamkelompok belajar kooperatif yang terdiri dari empat orang siswa sehingga setiap anggotabertanggung jawab terhadap penguasaan setiap komponen/subtopik yang ditugaskan gurudengan sebaik-baiknya. Siswa dari masing-masing kelompok yang bertanggungjawabterhadap subtopik yang sama membentuk kelompok lagi yang terdiri dari yang terdiri daridua atau tiga orang.Siswa-siswa ini bekerja sama untuk menyelesaikan tugas kooperatifnya dalam: a) belajardan menjadi ahli dalam subtopik bagiannya; b) merencanakan bagaimana mengajarkansubtopik bagiannya kepada anggota kelompoknya semula. Setelah itu siswa tersebutkembali lagi ke kelompok masing-masing sebagai “ahli” dalam subtopiknya danmengajarkan informasi penting dalam subtopik tersebut kepada temannya. Ahli dalamsubtopik lainnya juga bertindak serupa. Sehingga seluruh siswa bertanggung jawab untukmenunjukkan penguasaannya terhadap seluruh materi yang ditugaskan oleh guru. Dengandemikian, setiap siswa dalam kelompok harus menguasai topik secara keseluruhan.9. METODE TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) Pembelajaran kooperatif model TGT adalah salah satu tipe atau modelpembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan, melibatkan aktivitas seluruh siswatanpa harus ada perbedaan status, melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya danmengandung unsur permainan dan reinforcement.Aktivitas belajar dengan permainan yang dirancang dalam pembelajaran kooperatifmodel TGT memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkantanggung jawab, kerjasama, persaingan sehat dan keterlibatan belajar.Ada 5 komponen utama dalam komponen utama dalam TGT yaitu: 1. Penyajian kelas 2. Kelompok (team) 3. Game 4. Turnamen 5. T eam Recognize (penghargaan) 22
  • 23. 10. MODEL STUDENT TEAMS – ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD). Siswa dikelompokkan secara heterogen kemudian siswa yang pandai menjelaskananggota lain sampai mengerti11.MODEL EXAMPLES NON EKSAMPLESExamples Non Examples adalah metode belajar yang menggunakan contoh-contoh.Contoh-contoh dapat dari kasus / gambar yang relevan dengan KD.Kebaikan: 1. menganalisa gambar. Siswa lebih kritis dalam 2. Siswa mengetahui aplikasi dari materi berupa contoh gambar. 3. Siswa diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya.Kekurangan: 1. Tidak semua materi dapat disajikan dalam bentuk gambar. 2. Memakan waktu yang lama.2.8 STRATEGI PEMBELAJARAN EFEKTIF Cara belajar yang efektif dapat membantu siswa dalam meningkatkan kemampuanyang diharapkan sesuai dengan tujuan instruksional yang ingin dicapai.Untukmeningkatkan cara belajar yang efektif diperlukan strategi yang tepat agar pembelajarandapat berjalan dengan optimal dan seefektif mungkin. Dalam melaksanakan strategitersebut, diperlukan beberapa hal yaitu:1. Prinsip-prinsip belajar Prinsip belajar merupakan cara untuk mencapai pembelajaran yang efektif. Denganadanya prinsip belajar ini, akan terjadi sebuah perubahan bagi peserta didik yangsignifikan diantaranya: a. Perubahan yang disadari b. Perubahan yang berkesinambungan c. Perubahan fungsional 23
  • 24. d. Perubahan bersifat positif aktif e. Perubahan secara permanen f. Perubuhan yang terarah2. Esensi Belajar a. Perubahan seluruh aspek pribadi b. Proses yang disengaja dan disadari c. Terjadi karena ada dorongan/kebutuhan yang ingin dicapai d. Bentuk pengalaman yang sistematis, dan terarah3. Rangkaian aktivitas belajar a . Adanya kebutuhan dan tujuan : merasakan adanya kekurangan b. Kesiapan untuk memenuhi kebutuhan c. Pemahaman situasi : melihat aspek yang terkait dengan belajar d. Menafsirkan situasi : hubungan berbagai aspek e. Respons : aktivitas belajar4. Hasil Pembelajaran a. Informasi verbal b. Kecakapan intelektual : diskriminasi, konsep konkret, aturan c. Strategi kognitif d. Sikap e. Kecakapan motorik5. Kualitas Belajar a. Belajar untuk menjadi diri sendiri b. Belajar untuk belajar c. Belajar untuk berbuat d. Belajar untuk hidup bersama secara damai 24
  • 25. 2.9 MENGAJAR YANG EFEKTIF Mengajar adalah membimbing siswa agar mereka mengalami proses belajar. Dalambelajar para siswa menghendaki hasil belajar yang efektif: Demi tuntutan tersebut guruharus membantu dengan cara mengajar yang efektif pula. Mengajar efektif adalahmengajar yang dapat membawa belajar yang efektif. Untuk dapat mengajar secara efektifguru harus mampu menciptakan iklim belajar yang menunjang terciptanya kondisi yangoptimal bagi terjadinya proses belajar. Kondisi yang dimaksudkan hanya dapat tejadiapabila guru mengajar menggunakan prinsip-prinsip mengajar. Mursel dalam hal ini mengemukakan enam prinsip mengajar, yang apabila ke-enamprinsip mengajar itu digunakan/ditempatkan dengan sebaik-baiknya maka-iklim belajaryang menunjang terciptanya kondisi bagi terjadinya proses belajar akan dicapai. Prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut: 1. Konteks Belajar, sebagian besar tergantung pada konteks be1ajar itu sendiri. Situasiproblematis yang mencakup tugas untuk belajar hendaknya dinyatakan dalam kerangkakonteks yang dianggap penting dan memaksa bagi pelajar dan melibatkan siswa menjadipeserta yang aktif, justru karena tujuan itu sendiri.Ciri-ciri konteks yang baik adalah: a . Dapat membuat pelajar menjadi lawan berinteraksi secara dinamis dan kuat b.Terdiri dari pengalaman yang aktual dan konkret pengalaman konkret yang dinamis merupakan alat untilk menyusun pengertian, bersifat sederhana dan pengalaman itu dapat ditiru untuk diulangi. 2. Fokus Proses pembelajaran perlu diorganisasikan dengan bahan be1ajar. Di samping itupembelajaran yang penuh makna dan dektit harus diorganisasikan di sekitar suatu fokus.Pengajaran akan berhasil dengan menggunakan fokalisasi, sehingga mutu pembelajaranlebih meningkat. Untuk mencapai pembelajaran yang efektif, harus dipilih fokus yangmemiliki ciri-ciri yang baik, seperti uraian berikut ini: a. Memobilisasi tujuan 25
  • 26. b.Belajar yang efektif mempunyai ciri antara lain uniformitas (keseragaman). c. Mengorganisasi belajar sebagai suatu proses eksplorasi dan penemuan . 3. Sosialisasi Dalam proses belajar siswa melatih bekerja sarna dalarn kerja kelornpok, diskusidan sebagainya. Mereka bertanggung jawab bersama dalam proses pepemecahanmasalah. Timbulnya pertanyaan, saran, dan komentar mendorong siswa untuk berpikirlebih lanjut dan berusaha memperbaiki kekurangannya. Mutu makna dan efektivitasbelajar sebagian besar tergantung pada kerangka sosial tempat belajar itu sangatlahberlaku. Di sini berlaku prinsip pengajaran sosialisasi. Kondisi sosial pada suatu kelasbanyak sekali pengaruhnya terhadap proses belajar yang sedang berlangsung di kelas itu 4 Individualisasi Dalam mengorganisasi belajar mengajar guru memperhatikan taraf kesanggupansiswa dan merangsangnya untuk menentukan bagi dirinya sendiri apa yang dapatdilakukan sebaik-baiknya. BeIajar dengan penuh makna harus dilaksanakan sesuaidengan bakat dan kesanggupan serta dengan tujuan siswa sendiri, dan dengan prosedureksperimental yang berlaku. lndividu yang satu bebeda dengan individu yang lain.Belajar memang harus merupakan persoalan individual, tetapi sejauh mana percobaancara belajar itu dari yang dilakukan oleh individu lain, hal ini perlu diketahui. 5 Urutan Belajar sebagai gejala tersendiri dan pada mengorganisasikannya dengan tetapberdasarkan prinsip konteks, fokalisasi, sosialisasi, dan individualisasi. Namun demikian,guru juga harus mempertimbangkan efektivitas dari serangkaian pelajaran yang disusunsecara tepat menurut waktu atau urutannya. Untuk mencari garis yang memisahkanbelajar yang tersendiri dari rangkaian proses belajar adalah merupakan suatu abstraksi. 6 Evaluasi Evaluasi dilaksanakan untuk meneliti hasil dan proses belajar siswa, untukmengetahui kesulitan-kesulitan yang melekat pada proses belajar itu. Evaluasi tidak 26
  • 27. mungkin dipisahkan dari belajar maka evaluasi harus diberikan secara wajar agar tidakmerugikan. Usaha belajar yang efektif dan suses ditambah oleh evaluasi yang bermutudan diskriminatif akan mengenai pada semua aspek belajar. Evaluasi merupakan bagianmutlak dari pengajaran sebagai unsur intergral di dalam organisasi belajar yang wajar. 27
  • 28. BAB 3 PENUTUPA. KESIMPULAN Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaianpelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsungdalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Interaksi atau hubungan timbalbalik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya prosespembelajaran.Mengajar yang efektif berarti mencapai tujuan, siswa belajar meraih targetsesuai dengan kriteria target pada perencanaan. Mengajar yang efektif j ika siswa dapatmenyerap materi pelajaran dan mempraktekannya sehingga memperoleh keterampilanterbaiknya. Mengajar yang efektif berarti guru dapat menggunakan waktu yang sesingkat-singkatnya dengan hasil setinggi-tingginya. Jadi mengajar yang efektif berarti mengajaryang efisien. Pada hakikatnya pembelajaran yang efektif adalah proses belajar mengajar yangbukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik, namun bagaimana prosespembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik, kecerdasan,ketekunan, kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku danmengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. Untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari kondisi dan suasana sertaupaya pemeliharaannya, maka guru selaku pembimbing harus mampu melaksanakanproses pembelajaran tersebut secara maksimal. Selain itu untuk menciptakan suasana dankondisi yang efektif dalam pembelajaran harus adanya factor factor pendukung tertentuseperti lingkungan belajar, keahlian guru dalam mengajar, fasilitas dan sarana yangmemadai serta kerjasama yang baik antara guru dan peserta didik.Dan suasana belajaryang kondusif, optimal dan menyenangkan agar proses pembelajaran dapat berjalansecara efektif sehingga tujuan pembelajaran prestasi dapat dicapai dengan maksimal. 28
  • 29. DAFTAR PUSTAKA • http://makalahmajannaii.blogspot.com/2012/02/hakikat-pembelajaran-efektif.html • https://www.google.co.id/ • http://www.scribd.com/doc/52999722/Pembelajaran-Efektif 29

×