Makalah agama
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Like this? Share it with your network

Share

Makalah agama

on

  • 3,969 views

 

Statistics

Views

Total Views
3,969
Views on SlideShare
1,180
Embed Views
2,789

Actions

Likes
1
Downloads
28
Comments
0

22 Embeds 2,789

http://rajaaidilangkat.blogspot.com 2677
http://rajaaidilangkat.blogspot.ru 40
http://www.rajaaidilangkat.blogspot.com 14
http://translate.googleusercontent.com 8
http://rajaaidilangkat.blogspot.in 7
http://webcache.googleusercontent.com 7
http://rajaaidilangkat.blogspot.com.au 5
http://rajaaidilangkat.blogspot.nl 5
http://rajaaidilangkat.blogspot.tw 4
http://rajaaidilangkat.blogspot.sg 4
http://www.rajaaidilangkat.blogspot.ru 3
http://rajaaidilangkat.blogspot.ca 3
http://rajaaidilangkat.blogspot.com.es 2
http://rajaaidilangkat.blogspot.co.uk 2
http://rajaaidilangkat.blogspot.ae 1
http://rajaaidilangkat.blogspot.jp 1
http://rajaaidilangkat.blogspot.se 1
http://rajaaidilangkat.blogspot.hk 1
http://rajaaidilangkat.blogspot.ch 1
http://rajaaidilangkat.blogspot.de 1
http://rajaaidilangkat.blogspot.no 1
http://rajaaidilangkat.blogspot.co.il 1
More...

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Makalah agama Document Transcript

  • 1. KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan, rahmatdan karunia-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan dan menuyusun makalah ini denganjudul Jilbab.Makalah ini disusun berdasarkan kumpulan-kumpulan buku yang ada danmakalah ini diharapkan dapat memberi pengetahuan bagi para mahasiswa.Yang penyajiannyamenggunakan pendekatan pembelajaran. Makalah ini diharapkan dapat membantu memberi bekal pembelajaran pada dirimereka sendiri sehingga mereka bisa mengerti apa yang disampaikan oleh isi makalah inisendiri. Kami telah berupaya semaksimal mungkin untuk membuat makalah ini sebagaimakalah yang akanmudah dimengerti oleh para pembaca, untuk itu kritik dan saran dariberbagai pihak baik praktisi maupun narasumber sangat kami harapkan. Surakarta, 13 Desember 2011 Penulis
  • 2. DAFTAR PUSTAKAKATA PENGANTAR......................................................................................................................................... 1DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................................................................... 2PENDAHULUAN ............................................................................................................................................. 3PEMBAHASAN ............................................................................................................................................... 4 A. PENGERTIAN JILBAB .......................................................................................................................... 4 B. KRITERIA JILBAB ................................................................................................................................ 5 C. AURAT WANITA................................................................................................................................. 7 D. CARA MEMAKAI JILBAB YANG BENAR .............................................................................................. 9 E. MACAM-MACAM PENUTUP AURAT ............................................................................................... 11 F. MANFAAT MEMAKAI JILBAB ........................................................................................................... 12KESIMPULAN ............................................................................................................................................... 15DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................................................... 16
  • 3. PENDAHULUAN Selain kata jalabiib (jamak dari „jilbab‟), Al-Qur‟an juga memakai kata-kata lain yangmaknanya hampir sama dengan kata „jilbab‟ dalam bahasa Indonesia, seperti kata khumur(penutup kepala) dan hijab (penutup secara umum), lalu bagaimana kata-kata serupa dalamayat-ayat Al Quran tersebut diterjemahkan dan dipahami dalam bahasa syara‟ (agama) olehpara sahabat Nabi dan ulama‟ selanjutnya. Oleh karena itu kita tidak akan tahu pandangan syara‟ terhadap hukum suatupermasalahan kecuali setelah tahu maksud dan bentuk kongkrit serta jelas dari permasalahanitu, maka untuk mengetahui hukum memakai jilbab terlebih dahulu harus memahami yang dimaksud dengan jilbab itu sendiri secara benar dan sesuai yang dikehendaki Al-Qur‟an ketikaditurunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan bangsa arab saat itu. Pada materi makalah ini, kita semua telah mempelajari tentang pengertianJilbab.Pengertian itu sendiri telah dilakukan di dalam kalangan masyarakat luas, denganmenggabungkan Jilbab itu sendiri dengan perkembangan jaman pada saat sekarang ini.
  • 4. PEMBAHASAN A. PENGERTIAN JILBAB Arti kata jilbab ketika Al-Qur‟an diturunkan adalah kain yang menutup dari atas sampaibawah, tutup kepala, selimut, kain yang di pakai lapisan yang kedua oleh wanita dan semuapakaian wanita, ini adalah beberapa arti jilbab seperti yang dikatakan Imam Alusiy dalamtafsirnya Ruuhul Ma‟ani. Imam Qurthubi dalam tafsirnya mengatakan; Jilbab berarti kainyang lebih besar ukurannya dari khimar (kerudung), sedang yang benar menurutnya jilbabadalah kain yang menutup semua badan.Dari atas tampaklah jelas kalau jilbab yang dikenaloleh masyarakat indonesia dengan arti atau bentuk yang sudah berubah dari arti asli jilbab itusendiri, dan perubahan yang demikian ini adalah bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, salahsatunya adalah sebab perjalanan waktu dari masa Nabi Muhammad SAW sampai sekarangatau disebabkan jarak antar tempat dan komunitas masyarakat yang berbeda yang tentumempunyai peradaban atau kebudayaan berpakaian yang berbeda. Namun yang lebih penting ketika kita ingin memahami hukum memakai jilbab adalahkita harus memahami kata jilbab yang di maksudkan syara‟(agama), Shalat lima kali bisadikatakan wajib hukumnya kalau diartikan shalat menurut istilah syara‟, lain halnya bilashalat diartikan atau dimaksudkan dengan berdo‟a atau mengayunkan badan seperti arti shalatdari sisi etemologinya.Allah SWT dalam Al Quran berfirman yang artinya : “Wahai Nabikatakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang-orang mukmin.Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.Yang demikian itusupaya mereka lebih muda untuk di kenal karena itu mereka tidak di ganggu.Dan Allahadalah maha pengampun dan penyayang. (Al-Ahzab : 59). Ayat di atas turun ketika wanita merdeka (seperti wanita-wanita sekarang) dan para budakwanita (wanita yang boleh dimiliki dan diperjual belikan) keluar bersama-sama tanpa adasuatu yang membedakan antara keduanya, sementara madinah pada masa itu masih banyakorang-orang fasiq (suka berbuat dosa) yang suka mengganggu wanita-wanita dan ketikadiperingatkan mereka (orang fasiq) itu menjawab “kami mengira mereka (wanita-wanita yangkeluar) adalah para budak wanita” sehingga turunlah ayat di atas bertujuan memberi identitasyang lebih kepada wanita-wanita merdeka itu melalui pakaian jilbab. Hal ini bukan berarti Islam membolehkan untuk mengganggu budak pada masa itu, Islammemandang wanita merdeka lebih berhak untuk diberi penghormatan yang lebih dari parabudak dan sekaligus memerintahkan untuk lebih menutup badan dari penglihatan dan
  • 5. gangguan orang-orang fasiq sementara budak yang masih sering disibukkan dengan kerja danmembantu majikannya lebih diberi kebebasan dalam berpakaian. Ketika wanita anshar (wanita muslimah asli Makkah yang berhijrah ke Madinah)mendengar ayat ini turun maka dengan cepat dan serempak mereka kelihatan berjalan tenangseakan burung gagak yang hitam sedang di atas kepala mereka, yakni tenang -tidakmelenggang- dan dari atas kelihatan hitam dengan jilbab hitam yang dipakainya di ataskepala mereka.Ayat ini terletak dalam Al-Qur‟an setelah larangan menyakiti orang-orangmukmin yang berarti sangat selaras dengan ayat sesudahnya (ayat jilbab), sebab berjilbabpaling tidak, bisa meminimalisir pandangan laki-laki kepada wanita yang diharamkan olehagama, dan sudah menjadi fitrah manusia, dipandang dengan baik oleh orang lain adalahlebih menyenangkan hati dan tidak berorentasi pada keburukan, lain halnya apabilapandangan itu tidak baik maka tentu akan berdampak tidak baik pula bagi yang dipandangjuga yang melihat, nah, kalau sekarang kita melihat kesebalikannya yaitu ketika para wanitalebih senang untuk dipandang orang lain ketimbang suaminya sendiri maka itu adalahkesalahan pada jiwa wanita yang perlu dibenarkan sedini mungkin dan dibuang jauh jauhterlebih dahulu sebelum seorang wanita berbicara kewajiban berjilbab. B. KRITERIA JILBAB 1. Menutupi seluruh badan 2. Tidak diberi hiasan-hiasan hingga mengundang pria utk melihatnyaAllah berfirman :“Katakanlah kepada wanita-wanita yg beriman: hendaklah mereka menundukkan pandanganmata dan menjaga kemaluan mereka dan jangan menampakkan perhiasan mereka kecuali apayg biasa nampak darinya. Hendaklah mereka meletakkan dan menjulurkan kerudung di ataskerah baju mereka 3. Tebal tdk tipis“Akan ada nanti di kalangan akhir umatku para wanita yg berpakaian tapi hakikat merekatelanjang Kemudian beliau bersabda: “laknatlah mereka krn sesungguh mereka ituterlaknat”.Kata Ibnu Abdil Baar dlm sabda adl para wanita yg mengenakan pakaian daribahan yg tipis yg menerawangkan bentuk badan dan tdk menutupi mk wanita seperti iniistilah saja mereka berpakaian tapi hakikat mereka telanjang” 4. Lebar tdk sempit “Mengapa engkau tdk memakai pakaian Qibthiyah itu?” Aku menjawab: “Aku berikankepada istriku”. Beliau berkata : “Perintahkan istrimu agar ia memakai kain penutup setelah
  • 6. memakai pakaian tersebut krn aku khawatir pakaian itu akan menggambarkan bentuktubuhnya”. memakaikan aku pakaian Qibthiyah yg tebal yg dihadiahkan oleh Dihyah AlKalbi kepada beliau mk aku memakaikan pakaian itu kepada istriku. Suatu ketika beliau Usamah bin Zaid c berkata: Rasulullah 5. Tidak diberi wangi-wangian Rassulullah bersabda :“Wanita mana saja yg memakai wangi-wangian lalu ia melewatisekelompok orang agar mereka mencium wangi mk wanita itu pezina.” 6. Tidak menyerupai pakaian laki-laki 7. Tidak menyerupai pakaian wanita kafir Nabidalam banyak sabda memerintahkan kita utk menyelisihi orang2 kafir dan tdkmenyerupai mereka baik dlm hal ibadah hari raya/perayaan ataupun pakaian khas mereka. 8. Bukan merupakan pakaian utk ketenaran Yakni pakaian yg dikenakan dgn tujuan agar terkenal di kalangan manusia sama sajaapakah pakaian itu mahal/ mewah dgn maksud utk menyombongkan diri di dunia ataupakaian yg jelek yg dikenakan dgn maksud utk menampakkan kezuhudan dan riya.bersabda:Berkata Ibnul Atsir: Pakaian yg dikenakan itu masyhur di kalangan manusia krnwarna berbeda dgn warna-warna pakaian mereka hingga manusia mengangkat pandangan kearah jadilah orang tadi merasa banggadiridansombong.Rasulullah “Siapa yg memakaipakaian utk ketenaran di dunia mk Allah akan memakaikan pakaian kehinaan pada harikiamat kemudian dinyalakan api padanya”. 9. Melihat laki-laki dari Balik Kerudung Imam Nawawi menjawab dalil mereka ini bahwasa peristiwa itu mungkin terjadi ketikaAisyah belum baligh. menutupi dgn selendang beliau menunjukkan peristiwa ini terjadisetelah turun perintahNamun Al Hafidz Ibnu Hajar membantah dgn mengatakan ucapanAisyah bahwa Nabi hijab.Imam Nawawi memberi kemungkinan yg lain beliau mengatakan:Dimungkinkan Aisyah hanya memandang kepada permainan tombak mereka bukanmemandang wajah-wajah dan tubuh-tubuh mereka. Dan bila pandangan jatuh ke wajah dantubuh mereka tanpa sengaja bisa segera dipalingkan ke arah lain saat itu juga.Dengandemikian hendaklah seorang wanita memiliki rasa malu dan jangan membiarkan pandanganmata jatuh kepada sesuatu yg tdk diperkenankan bagi termasuk memandang laki2 yg bukanmahramnya. Wallahu ta„ala a„lam bishawwab.“Jilbab mulai lazim dipakai di Indonesia sekitar tahun1980-an, di mana saat itu terjadi peritiwa revolusi besar di Iran ketika Imam Khomeini
  • 7. berhasil menggusur Reza Pahlevi yang dipopulerkan sebagai antek dunia Barat di TimurTengah. Khomeini menjadi lambang kemenangan Islam terhadap boneka Barat. Simbol-simbol kekuatan Khomeini, seperti foto Imam Khomeini dan komunitas Black Veil menjaditren di kalangan generasi muda Islam seluruh dunia. Semenjak itu jilbab mulai menghiasikampus dunia Islam, tidak terkecuali Indonesia”.Kemudian, wanita yang berjilbab, namunburuk perangainya. Bagaimanapun, seorang akhwat, seorang wanita muslimah adalah manusia juga. Banyakfaktor yang menyebabkan itu terjadi. Karena lingkungan dan kebiasaan. Nah, justru ketikaseorang mengenakan jilbab, akan timbul kesadaran untuk berperilaku lebih islami, dan tentusaja menjaga adab sebagai seorang muslimah, untuk menjaga nama baik para jilbaber. Diamerasa punya tanggung jawab moral untukmenjaga citra jilbab yang identikdengan islam.Sedikit banyak, perasaan seperti itu pasti. Minimal, dia takkan mau dikatakan sama ajadengan perempuan pengumbar aurat.Inilah mungkin letak sulitnya seorang da‟i. Merekadituntut ”tidak boleh salah”, mereka jadi qudwah, mereka teladan, mereka di dengaromongannya, mereka di anggap ”suci”, mereka sangat tabu untuk melakukan kesalahan!Padahal, seorang da‟i juga manusia, tak luput dari dosa dan kesalahan. Sedikit saja seorangda‟i berbuat salah, maka hilanglah kredibilitasnya sebagai seorang yang di hormati.Ibaratnya, satu kesalahan yang di lakukan, itu menghapus seribu kebaikan yang telah dialakukan. Sungguh tidak adil memang, tapi begitulah frame berpikir masyarakat kita, belumbisa open-minded. C. AURAT WANITA Dari ayat di atas pula para ulama juga berbeda pendapat tentang kaki sampai mata kaki,tangan sampai pegelangan dan wajah dari seorang wanita apakah itu termasuk aurat yangwajib di tutup atukah tidak(?) Yaitu ketika menafsirkan kata ziinah (perhiasan) bagi yangmengartikan dengan perhiasan yang khalqiyah (keindahnya tubuh) seperti kecantikan dandaya tarik seorang wanita, bagi kelompok ini termasuk Imam Al-Qaffal kata “kecuali yangtampak darinya” diartikan dengan anggota badan yang tampak dalam kebiasaan dankeseharian masyarakat seperti wajah dan telapak tangan karena menutup keduanya adalahdorurat (keterpaksaan) yang bila diwajibkan akan bertentangan dengan agama Islam yangditurunkan penuh kemudahan bagi pemeluknya, oleh sebab itu tidak ada perbedaan pendapatdalam hal bolehnya membuka wajah dan telapak tangan (meski sebenarnya dalam madzhabsyafi‟i masih ada yang berbeda pendapat dalam hal ini, misalnya dalam kitab Azza Zawajirwajah dan telapak tangan wanita merdeka adalah aurat yang tidak boleh dibuka atau dilihat
  • 8. karena melihatnya bisa menimbulkan fitnah jinsiyah (godaan seksual), adapun di dalamshalat maka itu bukan aurat tetapi tetap haram untuk dibuka atau dilihat). Sedangkan yang menafsirkan kata ziinah (perhiasan) dengan perhiasan yang biasa dipakai wanita, mulai dari yang wajib dipakai seperti baju, pakaian bawah yang lain yangdigunakan menutup badan wanitia sampai perhiasan yang hanya boleh dipakai wanita sepertipewarna kuku, pewarna telapak tangan, pewarna kulit, kalung, gelang, anting dan lain-lain,maka mereka (mufassir) itu mengartikan kata “dengan perhiasan-perhiasan yang biasatampak” seperti cincin, celak mata, pewarna tangan dan yang tidak mungkin untuk ditutupseperti baju, pakaian bawah bagian luar dan jilbab atau kerudung. Dan adapun telapak kaki maka tidak termasuk yang boleh di buka karena keterpaksaanuntuk membukanya dianggap tidak ada, namun yang lebih shahih (benar) menurut Imam Ar-Rozi dalam tafsirnya hukum menampakkan cincin, gelang, pewarna tangan, kuku, dansebagainya adalah seperti hukum membuka kaki yaitu haram untuk dibuka sebab tidak adakebutuhan yang memaksa untuk boleh membukanya menurut agama. Semua hal di atas adalah di luar waktu melaksanakan shalat dan selain wanita budak(wanita yang bisa dimiliki dan diperjual belikan) yaitu wanita muslimah zaman sekarang. Adapun waktu melaksakan shalat, Madzhab Hanafi berpendapat kalau semua badanwanita adalah aurat dan termasuk di dalamnya adalah rambut yang memanjang di sampingtelinga kecuali telapak tangan dan bagian atas dari telapak kaki. Madzhab Syafi‟i berpendapatyang sama yaitu semua anggota badan wanita ketika shalat adalah aurat yang wajib ditutupkecuali wajah telapak tangan dan telapak kaki yang dalam (yang putih). Madzhab Hambali mengecualikan wajah saja selain itu semuanya aurat termasuk telapaktangan dan kaki. Sedangkan ulama-ulama madzhab Maliki menjelaskan bahwa dalam shalataurat laki-laki, wanita merdeka dan budak, terbagi menjadi dua: 1. Aurat mughalladhah (berat), untuk laki-laki aurat ini adalah dua kemaluan depan danbelakang, sedangkan bagi wanita merdeka aurat ini adalah semua badan kecuali tangan, kaki,kepala dada dan sekitarnya (bagian belakangnya). 2. Aurat mukhaffafah (ringan), aurat ini untuk laki-laki adalah selain mugalladhah yangberada diantara pusar dan lutut, sedang untuk wanita merdeka adalah tangan, kaki, kepala,dada dan bagian belakangnya, dua lengan tangan, leher, kepala, dari lutut sampai akhirtelapak kaki dan adapun wajah dan kedua telapak tangan (luar atau dalam) tidak termasukaurat wanita dalam shalat baik yang mugalladhah atau yang mukhaffafah. Untuk wanitabudak aurat ini adalah sebagaimana laki-laki namun di tambah pantat dan sekitarnya dankemaluan, vulva dan bagian yang ditumbuhi rambut kemaluan itu.
  • 9. Ulama-ulama madzhab Maliki juga menjelaskan bahwa apabila seorang melakukan shalatdengan tidak menutup aurat mugalladhah meskipun hanya sedikit dan dia mampumenutupnya baik membeli kain penutup atau meminjam (tidak wajib menerima penutup auratbila penutup aurat itu diberikan dengan cara hibah pemberian murni) maka shalat yangdemikian hukumnya adalah tidak sah dan batal dan apabila dia ingat kewajiban untukmenutup aurat itu maka wajib baginya untuk mengulang shalatnya ketika dia telah siapmelaksakan shalat dengan menutup aurat mughalladhah itu. Sedangkan bila aurat mukhaffafah saja yang terbuka semua atau sebagiannya makashalatnya tetap sah, tetapi di haramkan atau di makruhkan bila mampu untuk menutup auratitu dengan sempurnah dan apabila telah ada penutup aurat yang sempurnah maka dia disunnatkan untuk mengulang shalatnya (ada perincian tetacara pengulangan shalatnya (lihatmadzhibul arba‟ah). D. CARA MEMAKAI JILBAB YANG BENAR Cara memakai jilbab dengan arti aslinya yaitu sebelum diserap ke dalam bahasa Indonesiamenjadi bahasa yang baku, adalah aturan yang mana para sahabat dan ulama‟ berbedapendapat ketika menafsirkan ayat Al-Qur‟an di atas. Perbedaan cara memakai jilbab antarasahabat dan juga antara ulama itu disebab bagaimana idnaa‟ul jilbab (melabuhkan jilbab ataumelepasnya) yang ada dalam ayat itu. Ibnu Mas‟ud dalam salah satu riwayat dari Ibnu Abbasmenjelaskan cara yang diterangkan Al-Qur‟an dengan kata idnaa‟ yaitu dengan menutupsemua wajah kecuali satu mata untuk melihat, sedangkan sahabat Qotadah dan riwayat IbnuAbbas yang lain mengatakan bahwa cara memakainya yaitu dengan menutup dahi ataukening, hidung, dengan kedua mata tetap terbuka. Adapun Al-Hasan berpendapat bahwamemakai jilbab yang disebut dalam Al-Qur‟an adalah dengan menutup separuh muka, beliautidak menjelaskan bagian separuh yang mana yang ditutup dan yang dibuka ataukah tidakmenutup muka sama sekali. Dari perbedaan pemahaman sahabat seputar ayat di atas itumuncul pendapat ulama yang mewajibkan memakai niqob atau burqo‟ (cadar) karena semuabadan wanita adalah aurat (bagian badan yang wajib ditutup) seperti Abdul Aziz bin BazMufti Arab Saudi, Abu Al a‟la Al maududi di Pakistan dan tidak sedikit Ulama-ulama Turky,India dan Mesir yang mewajibkan bagi wanita muslimah untuk memakai cadar yang menutupmuka, Hal di atas sebagaimana yang ditulis oleh Dr.Yusuf Qardlawi dalam FatawaMuashirah, namun beliau sendiri juga mempunyai pendapat bahwa wajah dan telapak tanganwanita adalah tidak aurat yang harus ditutup di depan laki-laki lain yang bukan mahram (laki-laki yang boleh menikahinya), beliau juga menegaskan bahwa pendapat itu bukan
  • 10. pendapatnya sendiri melainkan ada beberapa Ulama yang berpendapat sama, sepertiNashiruddin Al-Albani dan mayoritas Ulama-ulama Al-Azhar, Qardlawi juga berpendapatmemakai niqob atau burqo‟ (cadar) adalah kesadaran beragama yang tinggi yang mana biladipaksakan kepada orang lain, maka pemaksaan itu dinilainya kurang baik, sebab wanitayang tidak menutup wajahnya dengan cadar juga mengikuti ijtihad Ulama yang kredibelitasdalam berijtihadnya dipertanggung jawabkan. Sedangkan empat Madzhab, Hanafiyah, Malikiyah, Syafi`iyah dan Hanabila berpendapatbahwa wajah wanita tidaklah aurat yang wajib ditutupi di depan laki-laki lain bila sekira tidakditakutkan terjadi fitnah jinsiyah (godaan seksual), menggugah nafsu seks laki-laki yangmelihat. Sedangkan Syafi‟iyah juga ada yang berpendapat bahwa wajah dan telapak tanganwanita adalah aurat (bagian yang wajib ditutup) seperti yang ada dalam kitab MadzahibulArba‟ah, diperbolehkannya membuka telapak tangan dan wajah bagi wanita menurut merekadisebabkan wanita tidak bisa tidak tertuntut untuk berinteraksi dengan masyarakat sekitarnyabaik dengan jual beli, syahadah (persaksian sebuah kasus), berdakwah kepada masyarakatnyadan lain sebagainya, yang semuanya itu tidak akan sempurnah terlaksana apabila tidakterbuka dan kelihatan. Ringkasnya, para ulama Islam salafy (klasik)sampai yang muashir (moderen) masihberselisih dalam hal tersebut di atas. Bagi muslimah boleh memilih pendapat yang menurutdia adalah yang paling benar dan autentik juga dengan mempertimbangkan hal lain yanglebih bermanfaat dan penting dibanding hanya menutup wajah yang hanya bertujuanmenghindari fitnah jinsiyah yang masih belum bisa dipastikan bahwa hal itu memangdisebabkan membuka wajah dan telapak tangan saja. Namun sekali lagi menutup kepala seperti itu di atas adalah kesadaran tinggi dalammemenuhi seruan agama sebab banyak ulama yang tidak mengharuskan cara yang demikian.Kita tidak diharuskan mengikuti pendapat salah satu Ulama dan menyalahkan yang lainkarena masalah ini adalah masalah ijtihadiyah (yang mungkin salah dan mungkin benarmenurut Allah SWT) yang benar menurut Allah SWT akan mendapat dua pahala, pahalaijtihad dan pahala kebenaran dalam ijtihad itu, dan bagi yang salah dalam berijtihad mendapatsatu pahala yaitu pahala ijtihad itu saja, ini apabila yang berijtihad sudah memenuhi syarat-syaratnya. Adalah sebuah kesalahan yaitu apabila kita memaksakan pendapat yang kita ikutidan kita yakini benar kepada orang lain, apalagi sampai menyalahkan pendapat lain yangbertentangan tanpa tendensi pada argumen dalil yang kuat dalam Al-Qur‟an dan Hadist atauIjma‟.
  • 11. Para Ulama sepakat bahwa menutup aurat cukup dengan kain yang tidak transparansehingga warna kulit tidak tampak dari luar dan juga tidak ketat yang membentuk lekuktubuh, sebab pakaian yang ketat atau yang transparan demikian tidak bisa mencegahterjadinya fitnah jinsiyah (godaan seksual)bagi laki-laki yang memandang secara sengaja atautidak sengaja bahkan justru sebaliknya lebih merangsang terjadinya hal tersebut, atas dasaritulah para ulama sepakat berpendapat bahwa kain atau model pakaian yang demikian itubelum bisa digunakan menutup aurat, seperti yang dikehendaki Syariat dan Maqasidnya(tujuan penetapan suatu hukum agama) yaitu menghindari fitnah jinsiyah (godaan seksual)yang di sebabkan perempuan. Selanjutnya kalau kita mengkaji sebab diturunkannya ayat di atas yaitu ketika orang-orang fasiq mengganggu wanita-wanita merdeka dengan berdalih tidak bisa membedakanwanita-wanita merdeka itu dari wanita-wanita budak (wanita yang bisa dimiliki dan diperjualbelikan), maka kalau sebab yang demikian sudah tidak ada lagi pada masa sekarang, karenamemang sedah tidak ada budak, maka itu berarti menutup dengan cara idnaa‟ melabuhkan kedada dan sekitarnya agar supaya bisa dibedakan antara mereka juga sudah tidak diwajibkanlagi, adapun kalau di sana masih ada yang melakukan cara demikian dengan alasan untuklebih berhati-hati dan berjaga-jaga dalam mencegah terjadinya fitnah jinsiyah (godaanseksual) maka adalah itu masuk dalam katagori sunnat dan tidak sampai kepada kewajibanyang harus dilaksanakan. Namun bisa jadi ketika jilbab sudah memasyarakat sehingga banyak wanita berjilbabterlihat di mall, pasar, kantor, kampus dan lain sebagainya, namun cara mereka sudah tidaksesuai lagi dengan yang diajarkan agama, misalnya tidak sempurna bisa menutup rambut ataudengan membuka sebagian leher. Atau ada sebab lain, misalnya berjilbab hanya mengikutitrend atau untuk memikat laki-laki yang haram baginya atau disebabkan para muslimah yangberjilbab masih sering melanggar ajaran agama di tempat-tempat umum yang demikian itubisa mengurangi dan bahkan menghancurkan wacana keluhuran dan kesucian Islam, sehinggadibutuhkan sudah saatnya dibutuhkan kelmbali adanya pilar pembeda antara yang berjilbabdengan rasa kesadaran penuh atas perintah Allah SWT dalam Al-Qur‟an dari para wanitamuslimah yang hanya memakai jilbab karena hal-hal di atas tanpa memahami nilai berjilbabitu sendiri. E. MACAM-MACAM PENUTUP AURAT Mungkin ini memakai jilbab dengan cara melabuhkan ke dada dan sekitarnya diwajibkanuntuk mejadi pilar pembeda antara jilbab yang ngetrend dan tidak Islami dari yang berjilbab
  • 12. yang Islami dan ngetrend serta mengedepankan nilai jilbab dan tujuan disyariatkannya jilbabitu. Asy-Syaih Athiyah Shoqor (Ulama ternama Mesir) ketika ditanya hukum seorang wanitayang cuma mengenakan penutup kepala yang bisa menutup rambut dan leher saja tanpamemanjangkan kain penutup itu ke dada dan sekitarnya, beliau menjawab dengan membagipermasalahan menutup aurat (kepala) itu menjadi tiga : 1.Khimar (kerudung) yaitu segala bentuk penutup kepala wanita baik itu yang panjangmenutup kepala dada dan badan wanita atau yang hanya rambut dan leher saja. 2.Niqob atau burqo‟ (cadar) yaitu kain penutup wajah wanita dan ini sudah ada dandikenal dari zaman sebelum Islam datang seperti yang tertulis di surat kejadian dalam kitabInjil. Namun kata beliau “ini juga kadang disebut Khimar”. 3.Hijab (tutup) yaitu semua yang dimaksudkan untuk mengurangi dan mencegahterjadinya fitnah jinsiyah (godaan seksual) baik dengan menahan pandangan, tidak mengubahintonasi suara bicara wanita supaya terdengan lebih menarik dan menggugah, menutup auratdan lain sebagainya, semuanya ini dinamankan hijab bagi wanita. Untuk jilbab atau penutup kepala yang hanya menutup rambut dan leher serta tidak adasedikitpun cela yang menampakkan kulit wanita, maka itu adalah batas minimal dalammenutup aurat wanita. Adapun apabila melabuhkan kain penutup kepala ke bawah bagiandada dan sekitarnya maka itu termasuk hukum sunat yang tidak harus dilakukan dan dilaranguntuk dipaksakan pada orang lain.Beliau juga menambahkan apabila fitnah jinsiyah itu lebihdimungkinkan dengan terbukanya wajah seorang wanita sebab terlalu cantik dan banyak matayang memandang maka menutup wajah itu adalah wajib baginya, untuk menghindari halyang tidak diinginkan selanjutnya, dan bila kecantikan wajah wanita itu dalam stara rata-rataatau menengah ke bawah maka menutupnya adalah sunat. Mungkin yang difatwakan olehbeliau inilah jalan keluar terbaik untuk mencapai kebenaran dan jalan tengah menempuhkesepakatan dalam masalah manutup wajah wanita dan berjilbab yang dari dulu sampaisekarang masih di persengketakan ulama tentang cara, wajib dan tidak wajibnya. F. MANFAAT MEMAKAI JILBAB Allah memerintahkan sesuatu pasti ada manfaatnya untuk kebaikan manusia.Dan setiapyang benar-benar manfaat dan dibutuhkan manusia dalam kehidupannya, pasti disyariatkanatau diperintahkan oleh-Nya.Di antara perintah Allah itu adalah berjilbab bagi wanitamuslimah.Berikut ini beberapa manfaat berjilbab menurut Islam dan Sains. 1. Selamat dari Adzab Allah (Adzab Neraka)
  • 13. “Ada dua macam penghuni Neraka yang tak pernah kulihat sebelumnya; sekelompoklaki-laki yang memegang cemeti laksana ekor sapi, mereka mencambuk manusiadengannya.Dan wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang, sesat dan menyesatkan,yang dikepala mereka ada sesuatu mirip punuk unta. Mereka (wanita-wanita seperti ini)tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya. Sedangkan bau surga itu terciumdari jarak yang jauh” (HR. Muslim). Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan “Wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang” ialah mereka yang menutup sebagian tubuhnya danmenampakkan sebagian lainnya dengan maksud menunjukkan kecantikannya. 2. Terhindar dari Pelecehan Banyaknya pelecehan seksual terhadap kaum wanita adalah akibat tingkah laku merekasendiri.Karena wanita merupakan fitnah (godaan) terbesar. Sebagaiman sabda NabiMuhammad shallallahu alaihi wasallam:“Sepeninggalku tak ada fitnah yang lebih berbahayabagi laki-laki dari pada wanita.” (HR. Bukhari). Jikalau wanita pada jaman Rasul merupakan fitnah terbesar bagi laki-laki padahal wanitapada jaman ini konsisten terhadap jilbab mereka dan tak banyak lelaki jahat saat itu, makabagaimana wanita pada jaman sekarang??? Tentunya akan menjadi target pelecehan. Hal initelah terbukti dengan tingginya pelecehan di negara-negara Eropa (wanitanya tidakberjilbab). 3. Memelihara Kecemburuan Laki-Laki Sifat cemburu adalah sifat yang telah Allah subhanahu wataala tanamkan kepada hatilaki-laki agar lebih menjaga harga diri wanita yang menjadi mahramnya.Cemburu merupakansifat terpuji dalam Islam. “Allah itu cemburu dan orang beriman juga cemburu.Kecemburuan Allah adalahapabila seorang mukmin menghampiri apa yang diharamkan-Nya.” (HR. Muslim). Bila jilbab ditanggalkan, rasa cemburu laki-laki akan hilang. Sehingga jika terjadipelecehan tidak ada yang akan membela. 4. Akan seperti Bidadari Surga “Dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang menundukkan pandangannya, mereka takpernah disentuh seorang manusia atau jin pun sebelumnya.” (QS. Ar-Rahman: 56). “Merekalaksana permata yakut dan marjan.” (QS. Ar-Rahman: 58). “Mereka laksana telur yangtersimpan rapi.” (QS. Ash-Shaffaat: 49). Dengan berjilbab, wanita akan memiliki sifat seperti bidadari surga. Yaitu menundukkanpandangan, tak pernah disentuh oleh yang bukan mahramnya, yang senantiasa dirumah untuk
  • 14. menjaga kehormatan diri.Wanita inilah merupakan perhiasan yang amatlah berharga. Denganberjilbab, wanita akan memiliki sifat seperti bidadari surga. 5. Mencegah Penyakit Kanker Kulit Kanker adalah sekumpulan penyakit yang menyebabkan sebagian sel tubuh berubahsifatnya.Kanker kulit adalah tumor-tumor yang terbentuk akibat kekacauan dalam sel yangdisebabkan oleh penyinaran, zat-zat kimia, dan sebagainya. Penelitian menunjukkan kanker kulit biasanya disebabkan oleh sinar Ultra Violet (UV)yang menyinari wajah, leher, tangan, dan kaki.Kanker ini banyak menyerang orang berkulitputih, sebab kulit putih lebih mudah terbakar matahari. Kanker tidaklah membeda-bedakan antara laki-laki dan wanita.Hanya saja, wanitamemiliki daya tahan tubuh lebih rendah dari pada laki-laki.Oleh karena itu, wanita lebihmudah terserang penyakit khususnya kanker kulit. Oleh karena itu, cara untuk melindungi tubuh dari kanker kulit adalah dengan menutupikulit. Salah satunya dengan berjilbab.Karena dengan berjilbab, kita melindungi kulit darisinar UV. Melindungi tubuh bukan dengan memakai kerudung gaul dan baju ketat.Kenapa?Karena hal itu percuma saja.Karena sinar UV masih bisa menembus pakaian yangketat apalagi pakaian transparan.Berjilbab disini haruslah sesuai kriteria jilbab. 6. Memperlambat Gejala Penuaan Penuaan adalah proses alamiah yang sudah pasti dialami oleh semua orang yaitulambatnya proses pertumbuhan dan pembelahan sel-sel dalam tubuh. Gejala-gejala penuaanantara lain adalah rambut memutih, kulit keriput, dan lain-lain. Penyebab utama gejala penuaan adalah sinar matahari.Sinar matahari memang pentingbagi pembentukan vitamin D yang berperan penting terhadap kesehatan kulit.Namun, secarailmiah dapat dijelaskan bahwa sinar matahari merangsang melanosit (sel-sel melanin) untukmengeluarkan melanin, akibatnya rusaklah jaringan kolagen dan elastin.Jaringan kolagen danelastin berperan penting dalam menjaga keindahan dan kelenturan kulit.
  • 15. KESIMPULAN Jadi kesimpulan dari penjelasan diatas jelas bahwasanya Allah SWT memerintahkankepada seluruh wanita muslim wajib menutup auratnya seperti yang telah dijelaskan dalamsurat ( Al-Ahzab : 59) dengan tujuan agar mereka mudah untuk dikenal dan mereka mendapatpenghormatan yang selayaknya dan terhindar dari perbuatan keji serta fitnah. Dari sini jelas bahwa jilbab tidak boleh diulurkan bagian per bagian misalnya bajupotongan, tetapi diulurkannya langsung dari atas ke bawah.Selain itu mengulurkannya harussampai telapak kaki (bukan mata kaki), tidak boleh kurang dari itu, oleh karena itu apabilajilbabnya terulur sampai mata kaki dan sisanya (telapak kaki) ditutup dengan kaoskaki/sepatu, maka hal ini tidak cukup menggantikan keharusan irkha‟ (terulurnya baju sampaike bawah).Dalam hal ini yang perlu diperhatikan adalah adanya irkha‟, yaitu jilbab harusdiulurkan sampai menutupi kedua telapak kaki sehingga dapat diketahui dengan jelas bahwabaju itu adalah baju di kehidupan umum. Apabila jilbabnya sudah terulur sampai ujung kaki tetapi jika berjalan kakinya masihterlihat sedikit seperti ketika menerima tamu, berjalan di sekitar rumah, maka hal ini tidakapa-apa walaupun tetap dianjurkan untuk „iffah (berhati-hati/menjaga diri). Hanya sajaapabila aktivitas wanita tersebut membuat kakinya banyak terlihat semisal mengendaraisepeda, motor dan lain-lain maka diwajibkan untuk menggunakan penutup kaki apa sajaseperti kaos kaki, sepatu dan lain-lain.
  • 16. DAFTAR PUSTAKAhttp://www.scribd.com/doc/3282739/PENGERTIAN-JILBAB-PEMBAHASAN-AHLI-TAFSIRhttp://tafany.wordpress.com/2009/06/14/jilbab-dalam-pandangan-islam/http://www.pernikmuslim.com/jilbab-wanita-muslimah-menurut-alquran-dan-assunnah-p-129.htmlhttp://blognyafitri.wordpress.com/2011/10/08/manfaat-jilbab-manfaat-jilbab-menurut-islam-dan-sains/http://oish.abatasa.com/post/detail/10652/manfaat-jilbab:-manfaat-jilbab-menurut-islam-dan-sainshttp://jilbab.or.id/archives/187-artikel-jilbab-wanita-muslimah-i/http://akhwat-pejuang-mabda.blogspot.com/2010/07/memahami-pengertian-jilbab.htmlhttp://media.kompasiana.com/buku/2011/05/19/manfaat-jilbab-menurut-islam-dan-sains/