Pelajaran Sekolah Sabat ke-1 triwulan II 2014

  • 16,510 views
Uploaded on

Pelajaran Sekolah Sabat ke-1 triwulan II 2014 Hukum-hukum di Zaman KRIS

Pelajaran Sekolah Sabat ke-1 triwulan II 2014 Hukum-hukum di Zaman KRIS

More in: Spiritual
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
No Downloads

Views

Total Views
16,510
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
9

Actions

Shares
Downloads
77
Comments
0
Likes
2

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Selama abad pertama, ketika Yesus dan para rasul hidup, masyarakat Yahudi diatur oleh berbagai undang-undang, diantaranya: 1. Hukum Manusia: I. Hukum Romawi. II. Hukum Para Rabbi. 2. Hukum Ilahi: I. Hukum Sipil. II. Hukum Upacara. III. Hukum Moral.
  • 2. 2 Petrus 2:13,14 Tunduklah, karena Allah, kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan yang tertinggi, maupun kepada wali-wali yang diutusnya untuk menghukum orang-orang yang berbuat jahat dan menghormati orang-orang yang berbuat baik. Yesus dan para rasul yang diajarkan itu adalah benar untuk patuh kepada hukum Sipil yang ditetapkan oleh Roma, selagi mereka tidak melanggar perintah Ilahi. Roma memiliki sebuah sistem hukum yang kuat , dan sebagian besar masyarakat beradab saat ini menggunakannya pada sistem pemerintahan mereka. Banyak kisah Perjanjian Baru yang menuliskan hal-hal tentang hukum Romawi. Misalnya, penyaliban (Matius 27:26), naik banding Paulus kepada Kaisar (Kis. 25:11), atau hak Paulus sebagai warganegara Roma (Kisah Para Rasul 22:25)
  • 3. Selama periode antar perjanjian Lama dengan Baru, orang-orang Yahudi berjanji untuk tetap menjaga 613 hukum utama yang mereka temukan dalam 5 Kitab Musa. Ketika orang-orang Farisi menuduh Yesus melanggar hukum tentang penyembuhan pada hari Sabat (Yohanes 9), mereka benar-benar menuduh-Nya melanggar hukum Para Rabi mengenai perintah Sabat. Untuk itu, ditambahkanlah banyak aturan (hukum rabbi) yang dikumpulkan dalam Mishnah dan Midrash.
  • 4. Hukum Musa atau Taurat terdiri dari lima kitab pertama dalam Alkitab – Pentateukh. Hukum sipil bangsa Israel adalah bagian dari Taurat. Hukum-hukum tersebut mengatur tentang pajak di Bait Allah, perceraian, sunat, peraturan di ladang, perlindungan bagi orang miskin, para saksi… Kekaisaran Romawi mengizinkan orang Yahudi untuk tetap menggunakan hukum mereka sendiri, senantiasa dibawah hukum Romawi. Oleh karena itu, Sanhedrin sering dapat menjatuhkan hukuman sesuai dengan hukum sipil dalam Taurat.
  • 5. Hukum Upacara termasuk segala sesuatu yang berkaitan dengan Bait Suci dan perayaan keagamaan bangsa Israel. Allah menetapkan Hukum ini untuk mengajarkan rencana keselamatan-Nya. Semua tatacara dan upacara menampilkan pelayanan Yesus Kristus. Hukum Upacara telah digenapi dalam Kristus, sehingga aturan-aturan itu tidak lagi bersifat perintah bagi orang percaya. Namun demikian, kita dapat memahami lebih baik lagi karya penebusan Yesus dengan mempelajari Hukum itu.
  • 6. Sepuluh Perintah Allah adalah hukum moral yang kekal. Itu adalah dasar dari semua hukum. Oleh karena itu, kita harus mentaati setiap hukum hanya jika sesuai dengan Sepuluh Perintah Allah. Yesus mengatakan kepada kita untuk memlihara Perintah Allah (Mat 19:16-19). Para rasul juga melakukan hal itu. (Roma 13:8-10) Setiap orang harus patuh pada Hukum Moral, bahkan jikalau ia tidak tunduk kepada Hukum Romawi, Para Rabi, Sipil atau Upacara.