Your SlideShare is downloading. ×
0
Pelajaran sekolah sabat ke 4 bersaksi dan melayani
Pelajaran sekolah sabat ke 4 bersaksi dan melayani
Pelajaran sekolah sabat ke 4 bersaksi dan melayani
Pelajaran sekolah sabat ke 4 bersaksi dan melayani
Pelajaran sekolah sabat ke 4 bersaksi dan melayani
Pelajaran sekolah sabat ke 4 bersaksi dan melayani
Pelajaran sekolah sabat ke 4 bersaksi dan melayani
Pelajaran sekolah sabat ke 4 bersaksi dan melayani
Pelajaran sekolah sabat ke 4 bersaksi dan melayani
Pelajaran sekolah sabat ke 4 bersaksi dan melayani
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Pelajaran sekolah sabat ke 4 bersaksi dan melayani

27,818

Published on

Pelajaran sekolah sabat ke 4 bersaksi dan melayani

Pelajaran sekolah sabat ke 4 bersaksi dan melayani

Published in: Spiritual
2 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
27,818
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
12
Actions
Shares
0
Downloads
78
Comments
2
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Lesson 4 for July 27, 2013
  • 2. Tujuan dari kebangunan adalah untuk mengisi hati kita dengan kasih bagi Yesus yang mana kita rindu untuk membagikan kasih ini sebisa mungkin kepada setiap orang. Dalam kebangunan rohani yang sejati, hati kita dibangunkan terhadap kebaikan, belas kasihan, pengampunan, dan kuasa Allah. Kita sangat terpesona oleh kasih-Nya dan diubahkan oleh kasih karunia-Nya sehingga kita tidak bisa tinggal diam. Pekan ini kita akan mempelajari langkah-langkah untuk menjadi duta- duta kasih Allah. Langkah 1: Menerima tugas. Langkah 2: Menerima kuasa. Langkah 3: Kesaksian pribadi. Langkah 4: Pertumbuhan pribadi. Langkah 5: Campur tangan Ilahi.
  • 3. Manakah yang merupakan rencana Allah untuk keselamatan manusia? “yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.” (1 Timotius 2:4) Bagaimanakah rencana Allah untuk memberitahukan dunia tentang keselamatan? “Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.”” (Markus 16:15) Yesus mengutus (menugaskan) gereja-Nya untuk memberitakan Injil kepada semua makhluk, sehingga semua orang bisa mendapatkan kesempatan untuk menerima keselamatan.
  • 4. “Perkataan “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk” (Markus 16:15) diucapkan kepada setiap pengikut Kristus. Semua orang yang ditentukan untuk hidup bagi Kristus ditentukan untuk bekerja bagi keselamatan sesama manusia. Kerinduan jiwa yang sama yang dirasakan-Nya untuk menyelamatkan yang hilang harus ditunjukkan dalam kehidupan mereka. Bukannya semua orang dapat mengisi tempat yang sama, tetapi bagi semua orang ada suatu tempat dan suatu pekerjaan. Semua orang yang telah dikaruniai berkat Allah harus memberikan sambutan oleh pelayanan yang sebenarnya; setiap karunia harus dipergunakan untuk memajukan kerajaan-Nya.” E.G.W. (Testimonies for the Church, vol. 8, pg. 16)
  • 5. “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kisah 1:8) Kesaksian besar dari orang beriman yang mula-mula – yang didorong oleh kuasa Roh Kudus – menyebarkan Injil ke seluruh dunia. Kesaksian para penganiaya mereka adalah, “Bukan hanya kota-kota saja tetapi desa-desa di daerah-daerah pedalaman telah diserang oleh infeksi takhyul ini.” (Plinius Muda, Kekristenan) Kekuatan yang sama tersedia untuk kita saat ini. Semua orang yang berjalan begitu dekat dengan Yesus akan menerima Roh Kudus untuk hidup seperti yang Ia lakukan dan menjadi “penjala manusia.”
  • 6. “Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamu pun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus.” (1 Yohanes 1:3) Kesaksian yang paling efisien adalah yang paling sederhana: Beritahukan orang lain bagaimana engkau bertemu Allah dan bagaimana kehidupanmu telah berubah sejak Dia mengubah kehidupanmu. “Semua orang yang menerima pekabaran Injil dalam hati tentu akan rindu memberitakannya. Kasih Kristus yang lahir di sorga harus dinyatakan. Mereka yang telah menerima Kristus akan menyampaikan pengalamannya, mengungkapkan langkah demi langkah tuntunan Roh Kudus – rasa lapar dan dahaga akan pengetahuan Allah dan Yesus Kristus yang telah dikirimkanNya, hasil dari penyelidikan mereka mengenai Kiab Suci, doa mereka, derita jiwanya dan perkataan Kristus kepada mereka, “Dosa-dosamu diampuni.” Adalah tidak biasa bagi seseorang untuk merahasiakan hal-hal itu dan orang yang telah dipenuhi dengan kasih Kristus tidak akan berbuat itu.” E.G.W. (Christ’s object lessons, cp. 11, pg. 125)
  • 7. “Dan bila mereka memberitahukan harta yang limpah dari rahmat Allah, semakin lama semakin banyak dari rahmat Kristus akan diberikan kepada mereka itu. Mereka akan memiliki hati seorang anak dalam kesederhanaan penurutan yang patuh. Jiwa-jiwa mereka sangat rindu akan kesucian dan semakin banyak harta kebenaran dan rahmat akan dinyatakan kepada mereka untuk diberikan kepada dunia ini.” E.G.W. (Christ’s object lessons, cp. 11, pg. 125) “Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.” (1 Korintus 15:58) Ketika kita membagikan Firman Allah dengan yang lain, kita bertumbuh secara rohani. Semakin kita mengasihi Yesus, semakin rindu kita menyaksikan kasih-Nya. Semakin kita menyaksikan kasih-Nya, semakin kita akan mengasihi-Nya. Membagikan iman kita menguatkan iman kita.
  • 8. Semakin banyak kita memberi semakin banyak kita menerima. Melipatgandakan roti dan ikan adalah sebuah contoh praktis. Para murid mendapat roti dan ikan dari tangan Yesus. Kemudian mereka memberikannya kepada orang-orang yang sedang menunggu duduk di atas rumput. Ketika yang ada ditangan mereka telah habis, maka mereka datang kembali untuk meminta lebih banyak kepada Yesus. Proses itu berakhir ketika semua orang merasa puas ... dan ada sisa makanan! Kita juga menerima Roti Hidup dari Yesus untuk membagikannya kepada orang lain. Ketika kita memberikan kesaksian kita kepada dunia, Yesus memberikan kita lebih banyak iman, pengetahuan dan Roh sehingga kita bisa membagikan lebih banyak lagi Roti Hidup.
  • 9. “dan telingamu akan mendengar perkataan ini dari belakangmu: "Inilah jalan, berjalanlah mengikutinya," entah kamu menganan atau mengiri.” (Yesaya 30:21) Kadang kala kesaksian kita tidak cukup untuk menjangkau beberapa orang. Kemudian, Allah campur tangan dalam cara khusus dan memakai kita untuk menjangkau orang-orang tersebut. Kita dapat menemukan contoh bagaimana Filipus bisa membagikan kesaksiannya pada bendahara Ratu Kandake, ratu negri Etiopia (Kisah 8:26-38)
  • 10. “Semangat misionaris perlu diperbarui di gereja- gereja kita. Tuhan merancang bahwa kehidupan memberi akan bersinar, melalui pribadi dari anggota gereja, seterusnya akan menyinari dunia. Menerima terang dari sumber segala terang, umat-umatNya akan memantulkan terang itu kepada orang lain. Namun, hal ini dapat terlaksana hanyak apabila gereja semakin lebih dekat kepada Allah, dan hidup dalam hubungan yang dekat dengan Pemberi hidup dan terang. Kemurnian dan kesederhanaan Kristus, dinyatakan dalam kehidupan para pengikut-Nya, akan menyaksikan kepemilikan kesalehan yang sejati. Orang percaya yang dikaruniai dengan semangat misionaris sejati akan menjadi surat yang hidup, dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang.” E.G.W. (The Review and Herald, March 2, 1911)

×