Your SlideShare is downloading. ×
0
Pelajaran sekolah sabat ke 3 triwulan ke-2 2014
Pelajaran sekolah sabat ke 3 triwulan ke-2 2014
Pelajaran sekolah sabat ke 3 triwulan ke-2 2014
Pelajaran sekolah sabat ke 3 triwulan ke-2 2014
Pelajaran sekolah sabat ke 3 triwulan ke-2 2014
Pelajaran sekolah sabat ke 3 triwulan ke-2 2014
Pelajaran sekolah sabat ke 3 triwulan ke-2 2014
Pelajaran sekolah sabat ke 3 triwulan ke-2 2014
Pelajaran sekolah sabat ke 3 triwulan ke-2 2014
Pelajaran sekolah sabat ke 3 triwulan ke-2 2014
Pelajaran sekolah sabat ke 3 triwulan ke-2 2014
Pelajaran sekolah sabat ke 3 triwulan ke-2 2014
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Pelajaran sekolah sabat ke 3 triwulan ke-2 2014

22,151

Published on

Pelajaran sekolah sabat ke 3 triwulan ke-2 2014

Pelajaran sekolah sabat ke 3 triwulan ke-2 2014

Published in: Spiritual
4 Comments
4 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
22,151
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
12
Actions
Shares
0
Downloads
105
Comments
4
Likes
4
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  1. Siapakah orang-orang Farisi? "Partai Konservatif agama atau sekte dari Yudaisme di zaman intertestamental dan P. Baru. Mereka menyebut diri mereka “Sahabat" (Ibr jabêrîm) atau "kudus" (Ibrani qedoshim) "(Adventist Bible Dictionary) Orang-orang Farisi menolak untuk menentang hukum Musa. Mereka mendukung pemberontakan Makabe melawan Yunani, dan segera memenangkan hati rakyat.
  2. Meskipun disebutkan terpisah dari orang-orang Farisi (Matius 23:02), ahli-ahli Taurat adalah orang Farisi dengan misi khusus: untuk menafsirkan hukum. Juru tulis yang paling terkenal adalah Hillel dan Shammai (yang hidup pada zaman Herodes Agung), dan Gamaliel (guru Pablo). Biasanya, mereka disebut "Rabi" (Guruku)
  3. KELEBIHAN “Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu (Matius 23:2-3pp) Mereka bersemangat mempelajari hukum. Mereka mempelajari ajaran hukum untuk mengajar orang-orang. KEKURANGAN “… tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya” (Matius 23:3b) Mereka adalah orang-orang munafik. Seiring waktu, semangat untuk hukum menjadi suatu formalitas. Pertunjukan luar mereka harus dihormati orang. Mereka adalah "kuburan yang dilabur putih" (Matius 23:27)
  4. KELEBIHAN “Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu (Matius 23:2-3pp) Menginstruksikan orang. Menggunakan aturan-aturan praktis, para rabi mengajarkan untuk tidak melanggar 613 hukum yang terkandung dalam hukum Musa. KEKURANGAN “… tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya” (Matius 23:3b) Mereka menggantikan hukum Musa. Aturan-aturan ini membantu memenuhi hukum TUHAN (10 Hukum), namun mereka menjadikannya lebih penting daripada Hukum TUHAN itu sendiri. Misalnya, hukum “Greek. KORBAN (Harta Kaabah) " diperbolehkan untuk berhenti menghormati orang tua (Matius 15:3-6)
  5. Matius 15:2 "Mengapa murid-murid-Mu melanggar adat istiadat nenek moyang kita? Mereka tidak membasuh tangan sebelum makan." Mencuci tangan sebelum makan adalah aturan yang baik untuk kesehatan , namun tidak ada hukum ilahi yang menuntut harus demikian. Namun jika anda tidak bisa mendapatkan air, pencucian tangan tanpa air di mana orang tersebut hanyalah melakukan gerakan cuci tangan dalam bentuk yang ditentukan, adalah diperbolehkan. Dengan menghadapi tradisi, Yesus berusaha untuk menekan bentuk-bentuk agama luar dan menumbuhkan semangat sejati agama yang dimulai dari dalam hati.
  6. Ketika dihadapkan tentang pelanggaran tradisi oang tua, YESUS menarik perhatian orang-orang Farisi mengenai prioritas: Pertama, hukum ilahi; kemudian, adat istiadat nenek moyang.
  7. “Kalau seorang berkata kepada bapa atau ibunya: Apa yang ada padaku, yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk „Greek. KORBAN (Harta Kaabah)‟ –- Hukum ilahi, "Hormatilah ayahmu dan ibumu" (Kel. 20:12; 21:17) yaitu persembahan kepada ALLAH – maka kamu tidak perlu lagi lagi berbuat sesuatu apapun kepada bapanya atau ibunya.

×