• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Cermin
 

Cermin

on

  • 17,508 views

 

Statistics

Views

Total Views
17,508
Views on SlideShare
17,506
Embed Views
2

Actions

Likes
4
Downloads
507
Comments
3

1 Embed 2

https://twitter.com 2

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel

13 of 3 previous next Post a comment

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • cara nge save nya gimana sih
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • I like It
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • I like
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Cermin Cermin Presentation Transcript

      • Cahaya adalah gelombang elektromagnetik yang dapat merambat dipantulkan, dibiaskan dan mengalami penguraian warna tanpa perambatan massa.
    • Apakah Cahaya Berwarna? Cahaya Tampak Adalah bagian dari spektrum cahaya yang dapat ditangkap oleh mata manusia. Cahaya tak Tampak Adalah bagian dari spektrum cahaya yang tidak dapat ditangkap oleh mata manusia.
      • Di dalam ruang hampa cahaya mempunyai kecepatan perambatan yang sama, tetapi frekuensi dan panjang gelombang masing-masing warna berbeda-beda.
      Persamaannya memenuhi : c =  .  = 3x10 8 m/s
      • Benda yang dapat memancarkan cahaya sendiri.
      • Contohnya :
      • Matahari
      • Bintang
      • Senter
      • Kunang – Kunang
      • Lilin
      • dll
      • Sifat Gelombang Cahaya adalah :
      • Memiliki arah rambatan tegak lurus dengan arah getaran
      • Merambat menurut garis lurus
      • Memiliki energi
      • Dapat dipancarkan dalam bentuk radiasi
      • Dapat dipantulkan
      • Dapat dibiaskan
    • Cahaya merambat lurus Cahaya yang dipancarkan sumber cahaya akan merambat ke segala arah dengan lurus. Karena cahaya merambat lurus, dan mengenai benda, maka dibelakang benda tidak akan terkena cahaya dan gelap. Ruang gelap di belakang benda yang terkena cahaya disebut bayang-bayang.
      • Apabila cahaya tersebut terhalang seluruhnya, terbentuklah umbra, yaitu bagian pertama bayang-bayang yang sangat gelap.
      • Daerah di luar umbra menerima sebagian cahaya, terbentuklah penumbra, yaitu bagian kedua bayang-bayang yang terletak di luar umbra dan tampak berwarna abu-abu kabur
    • Benda dan Cahaya
      • Berdasarkan daya tembus terhadap cahaya, benda digolongkan menjadi:
      • benda bening :
      • benda yang meneruskan semua cahaya yang mengenainya, misalkan kaca
      • Benda tembus cahaya :
      • benda yang meneruskan sebagian cahaya yang mengenainya, misalkan kertas tipis
      • Benda tidak tembus cahaya :
      • benda yang sama sekali tidak meneruskan cahaya yang mengenainyamisalkan kayu
    • Pemantulan Cahaya
      • Pemantulan cahaya ada 2 yaitu :
      • Pemantulan Difuse ( pemantulan cahaya baur) yaitu : pemantulan cahaya kesegala arah
      2. Pemantulan cahaya teratur yaitu pemantulan cahaya yang mempunyai arah teratur
      • Hukum Pemantulan snellius; yang berbunyi :
      • 1. Sinar datang, garis normal dan sinar pantul terletak pada satu bidang datar.
      • 2. Sudut datang (i) sama dengan sudut pantul (p)
      i p
    • Pemantulan pada Cermin Datar Bayangan Nyata : bayangan yang terjadi karena perpotongan sinar – sinar pantul. Bayangan nyata tidak dapat dilihat langsung oleh mata tetapi dapat ditangkap oleh layar. Bayangan Maya : bayangan yang terjadi karena perpotongan perpanjangan sinar – sinar pantul. Bayangan maya dapat dilihat langsung oleh mata dan tidak dapat di tangkap oleh layar.
    • Sifat Bayangan pada Cermin Datar
      • Maya
      • Tegak
      • Sama Besar
      • Jarak benda dengan cermin sama dengan jarak bayangan ke cermin
      • Menghadap terbalik dengan bendanya.
    • Lukisan pembentukan banyangan oleh cermin datar Dari sifat kesebangunan OAB dengan OA’B’ diperoleh : AB = A’B’ atau h = h’ OA = OA’ atau s=s’ h B S O D C S’ h’ B’
    • Panjang cermin minimum
      • Berapakah panjang minimum cermin yang diperlukan untuk melihat bayangan seluruh badan kita?
      • Perhatikan gambar!
      Panjang minimum cermin yang dibutuhkan adalah setengah dari tiggi badan kita. h ½ h
    • Jumlah bayangan
      • Berapakah banyaknya bayangan yang terbentuk bila kita berada di depan dua buah cermin yang membentuk sudut α ?
      • Banyaknya bayangan yang terbentuk dapat kita hitung dengan persamaan:
    • Pemantulan cahaya oleh cermin lengkung
      • Cermin lengkung adalah cermin yang permukaannya lengkung. Ada dua jenis cermin lengkung yaitu :
      1. Cermin cekung : permukaan yang memantulkan cahaya bagian dalamnya. Bersifat mengumpulkan sinar yang datang padanya (Konvergen). Sinar pantul yang berpotongan pada satu titik disebut fokus.
    • Sinar – sinar istimewa pada cermin cekung
      • Sinar datang sejajar dengan sumbu utama di pantulkan melalui fokus.
      • Sinar datang melalui fokus dipantulkan sejajar sumbu utama.
      Yang dimaksud dengan sumbu utama adalah garis yang melalui titik pusat kelengkungan cermin dengan titik fokus.
    • Sinar – sinar istimewa pada cermin cekung
      • Sinar datang melalui titik pusat kelengkungan akan dipantulkan melalui titik pusat cermin
    • Pembentukan bayangan pada cermin Cekung dan persamaannya. Untuk membentuk bayangan sebuah benda cukup menggunakan dua buah sinar istimewa.
      • Dengan ketentuan sebagai berikut :
      • Bila benda nyata (didepan cermin), maka s bertanda (+)
      • Bila benda maya (dibelakang cermin), maka s bertanda (–)
      • Bila bayangan nyata (didepan cermin), maka s’ bertanda (+)
      • Bila bayangan maya (dibelakang cermin), maka s’ bertanda (–)
      • Bila f dan R di depan cermin (cermin cekung), maka f dan R bertanda (+)
      • Bila f dan R di belakang cermin (cermin cembung), maka f dan R bertanda (-)
    • Sifat – Sifat Bayangan pada cermin Cekung.
      • Jika benda berada di ruang I , maka bayangan berada di ruang IV. Sifat bayangannya adalah maya, tegak, dan diperbesar.
      • Jika benda berada di ruang II , maka bayangan berada di ruang III. Sifat bayangannnya adalah nyata, terbalik, dan diperbesar.
      • Jika benda berada di ruang III , maka bayangan berada di ruang II. Sifat bayangannya adalah nyata, terbalik, dan diperkecil
      • Jika benda berada tepat di pusat kelengkungan cermin (M) , maka bayangan berada di ruang II. Sifat bayangannya adalah nyata, terbalik, dan sama besar.
      • Jika benda tepat di fokus (f) , maka tidak terbentuk bayangan bayangan.
    • Kegunaan cermin Cekung.
      • Kaca rias
      • Cermin cekung dengan fokus yang besar dapat dijadikan kaca rias, karena menghasilkan bayangan yang diperbesar.
      • Parabola
      • Cermin cekung banyak digunakan sebagai parabola karena sifatnya yang mengumpulkan gelombang
      • Teropong
      • Cermin cekung digunakan pada teropong pantul pengganti lensa okuler
      • 2. Cermin cembung : permukaan yang memantulkan cahaya bagian luarnya. Bersifat menyebarkan sinar yang datang padanya (Divergen). Oleh karena itu jari – jari kelengkungan cermin negatif.
    • Sinar – sinar istimewa pada cermin cembung
      • Sinar datang sejajar sumbu utama akan dipantulkan seolah-olah berasal dari titik fokus
      • Sinar datang menuju titik fokus akan dipantulkan sejajar sumbu utama
    • Sinar – sinar istimewa pada cermin cembung
      • Sinar datang menuju titik pusat kelengkungan akan dipantulkan seolah-olah datang dari titik pusat cermin
    • Pembentukan bayangan pada cermin Cembung dan persamaannya. Untuk membentuk bayangan sebuah benda cukup menggunakan dua buah sinar istimewa.
    • Sifat bayangan pada cermin Cembung dan kegunaannya Sifat bayangan yang dihasilkan oleh cermin cembung untuk benda yang berada di depan cermin adalah Maya, Tegak, diperkecil.
      • Cermin cembung digunakan untuk :
      • Kaca Spion Mobil/Motor
      • Kaca pantul di persimpangan jalan
    • Pembiasan Cahaya
      • Pembiasan cahaya adalah pembelokan arah rambat cahaya.
      • Pembiasan cahaya terjadi jika cahaya merambat dari suatu medium menembus ke medium lain yang memiliki kerapatan yang berbeda. Misalkan dari udara ke kaca, dari air ke udara dan dari udara ke air.
    • Hukum Pembiasan Cahaya 1. Sinar datang, garis normal dan sinar bias terletak pada satu bidang datar dan berpotongan pada satu titik. 2. Sinar datang dari medium kurang rapat ke medium yang lebih rapat dibiaskan mendekati garis normal dan Sinar datang dari medium lebih rapat ke medium yang kurang rapat dibiaskan menjauhi garis normal.
    • renggang rapat N renggang rapat N
    • Indeks Bias
      • Indeks bias suatu zat adalah perbandingan cepat rambat cahaya di ruang hampa dengan cepat rambat cahaya dalam zat tersebut
      Indeks bias suatu zat dapat dicari dengan cara metode snellius yaitu nilai perbandingan proyeksi sinar datang dengan sinar bias pada bidang bias. ( lihat gambar) Keterangan : n = indeks bias zat c = cepat ramabat cahaya dalam ruang hampa c n = cepat rambat cahaya dalam zat n = c c n
    • Pemantulan Sempurna Pemantulan sempurna ialah pemantulan yang terjadi pada bidang batas zat bening yang berbeda kerapatannya.
      • Syarat terjadinya pemantulan sempurna :
      • Cahaya datang dari medium yang lebih rapat ke medium yang kurang rapat
      • Sudut bias lebih besar dari pada sudut kritis.
      • Sudut Kritis : sudut datang yang menyebabkan sudut biasnya 90 0
    • Contoh Pemantulan Sempurna
      • Fatamorgana
      • Serat Optik
    • Pembiasan pada Prisma Prisma adalah benda bening yang terbuat dari gelas yang dibatasi oleh tiga bidang datar sehingga berpotongan menurut garis sejajar dan membentuk sudut tertentu. Apabila seberkas sinar datang pada salah satu bidang prisma (bidang pembias I), akan dibiaskan mendekati garis normal. Sampai pada bidang pembias II, berkas sinar tersebut akan dibiaskan menjauhi garis normal.  Sehingga seberkas sinar yang melewati sebuah prisma akan mengalami pembelokan arah dari arah semula.
    • Sudut Deviasi Sudut yang dibentuk antara arah sinar datang dengan arah sinar yang meninggalkan prisma disebut sudut deviasi diberi lambang D . Besarnya sudut deviasi tergantung pada sudut datangnya sinar. D = i 1 + r 2 – β Keterangan : D = sudut deviasi i 1 = sudut datang pada prisma r 2 = sudut bias sinar meninggalkan prisma β = sudut pembias prisma
    • Sudut Deviasi Minimum Sudut Deviasi dapat bernilai minimum apabila besar sudut datang i 1 sama dengan besar sudut bias r 2. D m = 2i 1 – β Keterangan : D m = sudut deviasi i 1 = sudut datang pada prisma β = sudut pembias prisma
    • Dispersi Cahaya
      • Dispersi cahaya adalah penguraian warna-warna cahaya.
      • Suatu berkas sinar putih bila melalui prisma akan terurai menjadi warna merah, jingga, kuning, hijau, biru dan ungu (perhatikan gambar)
    • Penyebab dispersi cahaya
      • Dispersi cahaya terjadi karena setiap warna cahaya memiliki panjang gelombang yang berbeda sehingga sudut biasnya berbeda-beda.
      • Putih disebut warna polikromatik , yaitu warna cahaya yang masih bisa diuraikan lagi menjadi warna-warna dasar.
      Merah, hijau dan biru merupakan warna dasar atau warna monokromatik , yaitu warna cahaya yang tidak dapat diuraikan kembali.
    • Contoh peristiwa dispersi pada kehidupan sehari-hari adalah pelangi. Pelangi hanya dapat kita lihat apabila kita membelakangi matahari dan hujan terjadi di depan kita. Jika seberkas cahaya matahari mengenai titik-titik air yang besar, maka sinar itu dibiaskan oleh bagian depan permukaan air. Pada saat sinar memasuki titik air, sebagian sinar akan dipantulkan oleh bagian belakang permukaan air, kemudian mengenai permukaan depan, dan akhirnya dibiaskan oleh permukaan depan. Karena dibiaskan, maka sinar ini pun diuraikan menjadi spektrum matahari.
    • Pembiasan pada Lensa
      • Lensa adalah benda optik yang salah satu atau keduanya merupakan bidang lengkung.
      • Lensa ada dua jenis, yaitu:
      • - lensa cembung
      • - lensa cekung
    • Lensa Cembung
      • - Lensa cembung disebut juga lensa positif atau lensa konvergen atau lensa konvex.
      • - Lensa cembung memiliki ciri tebal dibagian tengah.
      • - Lensa cembung ada 3 jenis, yaitu:
      • a. lensa cembung-cembung (biconvex)
      • b. lensa cembung-datar (plan convex)
      • c. lensa cembung-cekung (concave convex)
      • Lensa cembung memiliki
      • sifat mengumpulkan cahaya
    • Jenis Lensa Cembung Biconvex plan convex concave convex
    • Tiga Sinar Utama pada Lensa Cembung + f 2 R2 R 1 f 1 + f 2 R2 R 1 f 1 + f 2 R2 R 1 f1
    • Pembentukan Bayangan dan Rumus pada lensa cembung
      • Pembentukan bayangan pada lensa positif untuk benda yang diletakkan antara F dan 2F (Ruang II).
      • Sifat Bayangan :
      • Nyata
      • Terbalik
      • diperbesar
      • Pembentukan bayangan oleh lensa positif untuk benda yang diletakkan pada jarak lebih besar dari jarak antara pusat optik ke titik 2F (Ruang III).
      • Sifat Bayangan :
      • Nyata
      • Terbalik
      • diperkecil
      • Pembentukan bayangan pada lensa positif bila benda diletakkan antara pusat optik O dan fokus utama F (Ruang I).
      • Sifat Bayangan :
      • Maya
      • Tegak
      • diperbesar
    • Lensa Cekung
      • Lensa cekung biasa disebut juga lensa negatif atau lensa divergen atau lensa concave
      • Lensa cekung memiliki ciri lebih tipis pada bagian tengah
      • Lensa cekung ada 3 jenis, yaitu:
      • a. lensa cekung-cekung (biconcave)
      • b. lensa cekung-datar (plan-concave)
      • c. lensa cekung-cembung ( convex-concave)
      • Lensa cekung memiliki
      • sifat menyebarkan cahaya
    • Jenis Lensa Cekung biconcave plan-concave convex-concave
    • Tiga Sinar Utama pada Lensa Cekung _ f 1 R1 R 2 f 2 _ f 1 R1 R 2 f 2 _ f 1 R1 R 2 f 2
    • Menggambar bayangan pada lensa cekung _ f 1 R1 R 2 f 2 Sifat bayangan: tegak, maya, diperkecil
    • Persamaan Lensa Cekung Ket: f = fokus s = letak benda s’ = letak bayangan M = perbesaran bayangan h = tinggi benda h’ = tinggi bayangan f selalu negatif s’ positif bayangan nyata s’ negatif bayangan maya M < 1 bayangan diperkecil M > 1 bayangan diperbesar M = 1 bayangan sama besar
    • Manfaat Lensa Cembung
      • Sebagai lensa objektif dan okuler pada teropong
      • Sebagai kaca pembesar
      • Sebagai lensa objektif pada mikroskop
      • Sebagai kacamata rabun dekat
      • Kamera
      • Manfaat Pada Lensa Cekung :
      • Sebagai kacamata rabun jauh
      • Sebagai lensa okuler pada mikroskop
    • Kekuatan Lensa
      • Kekuatan lensa adalah kemampuan lensa untuk mengumpulkan cahaya
      • Kekuatan lensa berbanding terbalik dengan fokus lensa. Lensa dengan fokus kecil memiliki kekuatan lensa yang besar.
      • Kekuatan lensa ( P ) dapat dihitung dengan persamaan:
      Kekuatan lensa dihitung dengan satuan dioptri Lensa cembung memiliki kekuatan lensa positif dan lensa cekung memiliki kekuatan lensa negatif P = (f dalam meter) 1 f P = (f dalam cm) 100 f