Your SlideShare is downloading. ×
0
PERBANDINGAN INSTRUMEN AKREDITASI DENGAN PROFIL SKM/SSN     I.   STANDAR ISINO         INSTRUMEN AKREDITASI               ...
2.   Sekolah/Madrasah              Komponen KTSP, memuat :     mengembangkan kurikulum     melalui mekanisme             a...
3.   Sekolah/Madrasah mengembangkan kurikulum melalui mekanisme penyusunan KTSP.     A. Mengembangkan kurikulum melalui me...
6.   Sekolah/Madrasah memiliki program pengembangan diri dalam bentuk kegiatan konseling dan kegiatan     ekstrakurikuler....
D. Sebanyak 1% - 25% guru pelajaran memberikan penugasan terstruktur kepada siswa maksimal 60% dari alokasi         waktu ...
14.   Guru mengembangkan silabus sesuai dengan langkah–langkah pada panduan penyusunan KTSP ?      A. Sebanyak 76%-100% si...
II. STANDAR PROSESNO                                        INSTRUMEN AKREDITASI                                          ...
19.   Sekolah/Madrasah melaksanakan proses pembelajaran dengan memenuhi persyaratan yang             Pelaksanaan proses pe...
23.   Evaluasi proses pembelajaran dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah.                          m. Pelaksanaan proses ...
III. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN                                                                                           ...
29.   Siswa memperoleh pengalaman belajar dalam kelompok mata pelajaran iptek secara efektif.      A. Sekolah/Madrasah mem...
32.   Siswa memperoleh pengalaman mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya.      A. Sekolah/Madrasah memfasil...
35.   Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial.          A. Sekolah/M...
38.   Siswa memperoleh pengalaman belajar yang dapat melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa...
41.   Siswa memperoleh pengalaman belajar melalui kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia yang bersifat afektif.   ...
45.   Siswa memperoleh pengalaman dalam menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok.      A. Sekolah/Madras...
49.   Siswa memperoleh pengalaman belajar dalam mengembangkan iptek seiring dengan perkembangannya.      A. Sekolah/Madras...
IV. STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKANNO                                                 INSTRUMEN AKREDITASI       ...
D. Sebanyak 1% -25% guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-       kompeten d...
58.   Kepala sekolah/madrasah berstatus sebagai guru, memiliki sertifikat pendidik, dan Surat Keputusan (SK) sebagai    2....
yang ditunjukkan dengan61.   Kepala sekolah/madrasah memiliki kemampuan manajerial yang ditunjukkan dengan keberhasilan me...
1) minimum memiliki kualifikasi64.   Tenaga administrasi minimum memiliki kualifikasi akademik pendidikan menengah atau ya...
67.   Tenaga perpustakaan memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya.      A. Sekolah/Madrasah memiliki ten...
V. STANDAR PENGELOLAANNO                        INSTRUMEN AKREDITASI                                                    PR...
E.   Tidak merumuskan dan menetapkan tujuan.                       sekolah dan diputuskan oleh rapat dewan pendidik       ...
D. Memiliki 1 (satu) atau 2 (dua) dokumen aspek         pengelolaan secara tertulis.      E. Tidak memiliki dokumen aspek ...
108   Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan        5. Pelaksanaan rencana kerja bidang kesiswaan      kesiswaan.         ...
[Tips n trik] snp
[Tips n trik] snp
[Tips n trik] snp
[Tips n trik] snp
[Tips n trik] snp
[Tips n trik] snp
[Tips n trik] snp
[Tips n trik] snp
[Tips n trik] snp
[Tips n trik] snp
[Tips n trik] snp
[Tips n trik] snp
[Tips n trik] snp
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

[Tips n trik] snp

1,456

Published on

1 Comment
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
1,456
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
35
Comments
1
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "[Tips n trik] snp"

  1. 1. PERBANDINGAN INSTRUMEN AKREDITASI DENGAN PROFIL SKM/SSN I. STANDAR ISINO INSTRUMEN AKREDITASI PROFIL SKM/SSN DAN MASUKAN1. Sekolah/Madrasah Memiliki dokumen Kurikulum melaksanakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan A. Dokumen KTSP berlaku dengan disahkan oleh kepala sekolah dengan pertimbangan komite dan diketahui Dinas Pendidikan (KTSP). Provinsi A. Melaksanakan B. KTSP disusun dengan memperhatikan acuan operasional yang mencakup : kurikulum berdasarkan 1) Agama 9 (sembilan) 2) Peningkatan iman dan taqwa serta akhlak mulia komponen muatan 3) Persatuan nasional dan nilai kebangsaan KTSP. 4) Tuntutan pembangunan daerah dan nasional 5) Peningkatan potensi, kecerdasan dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik B. Melaksanakan 6) Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan kurikulum berdasarkan 8 (delapan) komponen 7) Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni muatan KTSP. 8) Dinamika perkembangan global 9) Tuntutan dunia kerja C. Melaksanakan 10) Kondisi sosial budaya masyarakat setempat kurikulum berdasarkan 11) Kesetaraan jender 7 (tujuh) komponen 12) Karakteristik satuan pendidikan muatan KTSP. C. Proses penyusunan dokumen KTSP dilakukan dengan : D. Melaksanakan 1) Membentuk Tim Penyusun KTSP disertai uraian tugas masing-masing unsur (Kasek, Guru/Konselor) kurikulum berdasarkan 2) Menyusun progam dan jadwal kerja Tim Penyusun KTSP, yang memuat kegiatan: penyusunan draf, reviu, revisi, finalisasi, 6 (enam) atau kurang pemantapan, penilaian keterlaksanaan KTSP, dan tindak lanjut hasil penilaian komponen muatan 3) Menganalisis konteks dan menyusun hasil analisis berupa : KTSP.  Identifikasi SI, SKL, SK, dan KD sebagai acuan dalam merumuskan Indikator, menjabarkan Materi Pembelajaran, Kegiatan Pembelajaran, alokasi waktu Bahan Penilaian, dan Bahan/ Media/Alat Pembelajaran E. Tidak melaksanakan  Profil kondisi satuan pendidikan (peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan, sarana prasarana, biaya dan KTSP. program-program)  Deskripsi peluang dan tantangan (daya dukung : Komite Sekolah, Dewan Pendidikan, Dinas Pendidikan, sumberdaya alam dan sosial budaya) 1
  2. 2. 2. Sekolah/Madrasah Komponen KTSP, memuat : mengembangkan kurikulum melalui mekanisme a. Visi, misi, tujuan satuan pendidikan dan strategi yang mencerminkan upaya untuk meningkatkan kualitas peserta didik, yang penyusunan KTSP. didukung suasana belajar dan suasana sekolah yang kondusif. A. Mengembangkan b. Struktur dan muatan KTSP, yang mencakup: kurikulum melalui mekanisme yang 1) Mata pelajaran dan alokasi waktu dengan berpedoman pada struktur kurikulum dalam Standar Isi mencakup 7 (tujuh) tahap 2) Program muatan lokal (mencakup : jenis program dan strategi pelaksanaan) penyusunan. 3) Kegiatan pengembangan diri (mencakup : jenis program dan strategi pelaksanaan) 4) Pengaturan beban belajar, memuat : B. Mengembangkan  Penerapan Sistem Satuan Kredit Semester (dengan karakter pengelompokan MP wajib/pokok dan pilihan kurikulum melalui paket/bebas, setiap SKS diperhitungkan 45 menit Tatap Muka dan 25 menit penugasan terstruktur dan kegiatan tidak mekanisme yang terstruktur, tidak menerapkan kenaikan kelas, peserta didik dimungkinkan menyelesaikan pendidikan kurang dari 6 mencakup 5 (lima) atau 6 (enam) semester. (enam) tahap penyusunan  Ketuntasan belajar - Ditentukan sebagai hasil analisis SK, KD, dan Indikator, dengan mempertimbangkan kemampuan rata-rata C. Mengembangkan peserta didik (intake), kompleksitas SK/KD dan ketersediaan sumberdaya dukung kurikulum melalui - Dirumuskan dalam bentuk KKM seluruh MP ≥ 75 % dan dilengkapi dengan rencana pencapaian kriteria ketuntasan mekanisme yang ideal 100%. mencakup 3 (tiga) atau 4  Kriteria Kelulusan (empat) tahap - Kriteria kelulusan di atas rata-rata standar nasional (≥75%) penyusunan.  Kriteria Penjurusan (dengan mempertimbangkan bakat, minat, prestasi peserta didik yang disesuaikan dengan KKM dan karateristik sekolah yang bersangkutan) D. Mengembangkan  Ketentuan Mutasi peserta didik (mutasi ke dalam maupun ke luar sesuai ketentuan yang berlaku) kurikulum melalui  Pendidikan kecakapan hidup, yang meliputi: mekanisme yang - Program kecakapan hidup (terintegrasi pada MP atau berupa paket/modul yang dirancang secara khusus) mencakup 1 (satu) atau 2 - Strategi pelaksanaan program kecakapan hidup (dua) tahap penyusunan.  Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global, yang meliputi : - Program yang terintegrasi pada MP atau berupa paket/modul yang dirancang secara khusus E. Tidak mengembangkan - Strategi pelaksanaan PBKL/PBKG kurikulum.  Kalender pendidikan tingkat satuan pendidikan yang disusun sesuai dengan kebutuhan daerah dan karakteristik sekolah. 2
  3. 3. 3. Sekolah/Madrasah mengembangkan kurikulum melalui mekanisme penyusunan KTSP. A. Mengembangkan kurikulum melalui mekanisme yang mencakup 7 (tujuh) tahap penyusunan. B. Mengembangkan kurikulum melalui mekanisme yang mencakup 5 (lima) atau 6 (enam) tahap penyusunan. C. Mengembangkan kurikulum melalui mekanisme yang mencakup 3 (tiga) atau 4 (empat) tahap penyusunan. D. Mengembangkan kurikulum melalui mekanisme yang mencakup 1 (satu) atau 2 (dua) tahap penyusunan. E. Tidak mengembangkan kurikulum.4. Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan prinsip perbaikan layanan pembelajaran, Penyusunan/pengembangan silabus: pengayaan layanan pembelajaran, pendayagunaan kondisi alam, serta pendayagunaan kondisi sosial A. Disusun/dikembangkan secara mandiri dengan dan budaya. melibatkan seluruh guru dari sekolah yang A. Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan prinsip perbaikan layanan pembelajaran, bersangkutan pengayaan layanan pembelajaran, pendayagunaan kondisi alam, serta pendayagunaan kondisi B. Disusun/dikembangkan melalui proses penjabaran sosial dan budaya. SK/KD menjadi Indikator, Materi Pembelajaran, B. Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan prinsip perbaikan layanan pembelajaran, Kegiatan Pembelajaran dan Jenis Penilaian pengayaan layanan pembelajaran, dan pendayagunaan kondisi alam. C. Mencakup seluruh mata pelajaran baik yang SK/KD C. Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan prinsip perbaikan layanan pembelajaran nya telah disiapkan oleh Pemerintah maupun yang dan pengayaan layanan pembelajaran. disusun oleh sekolah sesuai dengan kebutuhan D. Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan prinsip perbaikan layanan pembelajaran. sekolah E. Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum tidak menggunakan prinsip tersebut. D. Memanfaatkan berbagai panduan dan contoh silabus yang dikembangkan oleh Pusat sebagai referensi5. Sekolah/Madrasah memiliki kurikulum muatan lokal yang penyusunannya melibatkan beberapa pihak. A. Penyusunan kurikulum muatan lokal melibatkan guru, komite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan, dinas pendidikan, dan instansi terkait di daerah. B. Penyusunan kurikulum muatan lokal melibatkan guru, komite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan, dan dinas pendidikan. C. Penyusunan kurikulum muatan lokal melibatkan guru dan komite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan. D. Penyusunan kurikulum muatan lokal hanya melibatkan guru. E. Tidak menyusun kurikulum muatan lokal. 3
  4. 4. 6. Sekolah/Madrasah memiliki program pengembangan diri dalam bentuk kegiatan konseling dan kegiatan ekstrakurikuler. A. Di samping kegiatan konseling, melaksanakan 4 (empat) jenis atau lebih program ekstrakurikuler. B. Di samping kegiatan konseling, melaksanakan 3 (tiga) jenis program ekstrakurikuler. C. Di samping kegiatan konseling, melaksanakan 2 (dua) jenis program ekstrakurikuler. D. Di samping kegiatan konseling, melaksanakan 1 (satu) jenis program ekstrakurikuler. E. Tidak melaksanakan kegiatan konseling dan kegiatan ekstrakulikuler.7. Sekolah/Madrasah memiliki beberapa mata pelajaran yang dilengkapi dokumen standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) untuk setiap mata pelajaran. A. Sebanyak 13 (tiga belas) mata pelajaran atau lebih memiliki dokumen standar kompetensi dan kompetensi dasar. B. Sebanyak 9 (sembilan) sampai dengan 12 (dua belas) mata pelajaran memiliki dokumen standar kompetensi dan kompetensi dasar. C. Sebanyak 5 (lima) sampai dengan 8 (delapan) mata pelajaran memiliki dokumen standar kompetensi dan kompetensi dasar. D. Sebanyak 1 (satu) sampai dengan 4 (empat) mata pelajaran memiliki dokumen standar kompetensi dan kompetensi dasar. E. Tidak ada satu pun mata pelajaran memiliki dokumen standar kompetensi dan kompetensi dasar.8. Sekolah/Madrasah menerapkan kegiatan pembelajaran sesuai dengan ketentuan beban belajar yang tertuang pada lampiran Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006. A. Satu jam pembelajaran tatap muka selama 45 menit, jumlah jam pembelajaran per minggu minimal 38 jam, dan jumlah minggu efektif per tahun minimal 34 minggu. B. Satu jam pembelajaran tatap muka selama 45 menit, jumlah jam pembelajaran per minggu minimal 38 jam, dan jumlah minggu efektif per tahun kurang dari 34 minggu. C. Satu jam pembelajaran tatap muka selama 45 menit, jumlah jam pembelajaran per minggu kurang dari 38 jam, dan jumlah minggu efektif per tahun kurang dari 34 minggu. D. Satu jam pembelajaran tatap muka kurang dari 45 menit, jumlah jam pembelajaran per minggu kurang dari 38 jam, dan jumlah minggu efektif per tahun kurang dari 34 minggu. E. Tidak menerapkan ketentuan beban belajar yang ditetapkan Depdiknas.9. Guru pelajaran memberikan penugasan terstruktur kepada siswa. A. Sebanyak 76% - 100% guru pelajaran memberikan penugasan terstruktur kepada siswa maksimal 60% dari alokasi waktu tiap mata pelajaran. B. Sebanyak 51% - 75% guru pelajaran memberikan penugasan terstruktur kepada siswa maksimal 60% dari alokasi waktu tiap mata pelajaran. C. Sebanyak 26% - 50% guru pelajaran memberikan penugasan terstruktur kepada siswa maksimal 60% dari alokasi waktu tiap mata pelajaran. 4
  5. 5. D. Sebanyak 1% - 25% guru pelajaran memberikan penugasan terstruktur kepada siswa maksimal 60% dari alokasi waktu tiap mata pelajaran. E. Tidak ada seorang pun guru pelajaran memberikan penugasan terstruktur kepada siswa maksimal 60% dari alokasi waktu tiap mata pelajaran.10. Guru pelajaran merancang tugas mandiri tidak terstruktur untuk mencapai kompetensi tertentu. A. Sebanyak 76% - 100% guru pelajaran merancang tugas mandiri tidak terstruktur untuk mencapai kompetensi tertentu maksimal 60% dari alokasi waktu tiap mata pelajaran. B. Sebanyak 51% - 75% guru pelajaran merancang tugas mandiri tidak terstruktur untuk mencapai kompetensi tertentu maksimal 60% dari alokasi waktu tiap mata pelajaran. C. Sebanyak 26% - 50% guru pelajaran merancang tugas mandiri tidak terstruktur untuk mencapai kompetensi tertentu maksimal 60% dari alokasi waktu tiap mata pelajaran. D. Sebanyak 1% - 25% guru pelajaran merancang tugas mandiri tidak terstruktur untuk mencapai kompetensi tertentu maksimal 60% dari alokasi waktu tiap mata pelajaran. E. Tidak ada seorang pun guru pelajaran merancang tugas mandiri tidak terstruktur untuk mencapai kompetensi tertentu.11. Pengembangan KTSP telah disahkan oleh Dinas Pendidikan yang bersangkutan atau Kanwil Depag/Kandepag. A. Sebanyak 13 (tiga belas) silabus mata pelajaran atau lebih telah dikembangkan KTSP-nya. B. Sebanyak 9 (sembilan) sampai dengan 12 (dua belas) silabus mata pelajaran telah dikembangkan KTSP-nya. C. Sebanyak 5 (lima) sampai dengan 8 (delapan) silabus mata pelajaran telah dikembangkan KTSP-nya. D. Sebanyak 1 (satu) sampai dengan 4 (empat) silabus mata pelajaran telah dikembangkan KTSP-nya. E. Tidak ada silabus mata pelajaran yang dikembangkan KTSP-nya.12. Dalam mengembangkan KTSP, guru menyusun silabus sendiri. A. Sebanyak 76% - 100% guru menyusun silabus sendiri. B. Sebanyak 51% - 75% guru menyusun silabus sendiri. C. Sebanyak 26% - 50% guru menyusun silabus sendiri. D. Sebanyak 1% - 25% guru menyusun silabus sendiri. E. Tidak ada seorang pun guru menyusun silabus sendiri.13. Sekolah/Madrasah memiliki silabus untuk setiap mata pelajaran sesuai dengan panduan penyusunan KTSP. A. Sebanyak 13 (tiga belas) mata pelajaran atau lebih memiliki silabus. B. Sebanyak 9 (sembilan) sampai dengan 12 (dua belas) mata pelajaran memiliki silabus. C. Sebanyak 5 (lima) sampai dengan 8 (delapan) mata pelajaran memiliki silabus. D. Sebanyak 1 (satu) sampai dengan 4 (empat) mata pelajaran memiliki silabus. E. Tidak ada satu pun mata pelajaran memiliki silabus. 5
  6. 6. 14. Guru mengembangkan silabus sesuai dengan langkah–langkah pada panduan penyusunan KTSP ? A. Sebanyak 76%-100% silabus mata pelajaran dikembangkan melalui 7 (tujuh) langkah. B. Sebanyak 51%-75% silabus mata pelajaran dikembangkan melalui 6 (enam) langkah. C. Sebanyak 26%-50% silabus mata pelajaran dikembangkan melalui 5 (lima) langkah. D. Sebanyak 1%-25% silabus mata pelajaran dikembangkan melalui 1 (satu) sampai 4 (empat) langkah. E. Tidak mengikuti langkah-langkah pengembangan silabus.15. Sekolah/Madrasah menjadwalkan awal tahun pelajaran, minggu efektif, pembelajaran efektif, dan hari libur pada kalender akademik yang dimiliki. A. Menjadwalkan awal tahun pelajaran, minggu efektif, pembelajaran efektif, dan hari libur. B. Menjadwalkan awal tahun pelajaran, minggu efektif, dan pembelajaran efektif. C. Menjadwalkan awal tahun pelajaran dan minggu efektif. D. Menjadwalkan awal tahun pelajaran. E. Tidak memiliki kalender akademik. 6
  7. 7. II. STANDAR PROSESNO INSTRUMEN AKREDITASI PROFIL SKM/SSN DAN MASUKAN16. Sekolah/Madrasah mengembangkan silabus secara mandiri atau cara lainnya berdasarkan standar isi, standar kompetensi lulusan, dan panduan penyusunan KTSP. A. Mengembangkan silabus secara mandiri. B. Mengembangkan silabus melalui kelompok guru mata pelajaran dalam sebuah sekolah/madrasah. C. Mengembangkan silabus melalui kelompok guru dari beberapa sekolah/madrasah. D. Mengembangkan silabus dengan mengadopsi contoh yang sudah ada. E. Tidak mengembangkan silabus.17. Setiap mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus. Penyiapan perangkat pembelajaran, dengan indikator: A. Sebanyak 13 (tiga belas) mata pelajaran atau lebih memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus. a. Adanya Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) B. Sebanyak 9 (sembilan) sampai 12 (dua belas) mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari yang dikembangkan dari silbus oleh setiap Guru silabus. (paling luas mencakup satu KD yang terdiri atas satu C. Sebanyak 5 (lima) sampai 8 (delapan) mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari atau beberapa indikator untuk satu kali pertemuan silabus. atau lebih) D. Sebanyak 1 (satu) sampai 4 (empat) mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus. b. Substansi RPP sekurang-kurangnya berisi tentang : E. Tidak ada satu pun mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus. Tujuan Pembelajaran, Materi Pembelajaran, Metode18. Penyusunan RPP sudah memerhatikan prinsip perbedaan individu siswa, mendorong partisipasi aktif pembelajaran, Sumber Belajar, dan Penilaian Hasil siswa, dan menerapkan teknologi informasi dan komunikasi. Belajar A. Sebanyak 76% - 100% RPP sudah memerhatikan prinsip perbedaan individu siswa, mendorong c. Penyusunan RPP sudah memperhatikan prinsip partisipasi aktif siswa, dan menerapkan teknologi informasi dan komunikasi. perbedaan individu siswa mendorong partisifasi aktif B. Sebanyak 51% - 75% RPP sudah memerhatikan prinsip perbedaan individu siswa, mendorong siswa dan menerapkan teknologi informasi dan partisipasi aktif siswa, dan menerapkan teknologi informasi dan komunikasi. komunikasi. C. Sebanyak 26% - 50% RPP sudah memerhatikan prinsip perbedaan individu siswa, mendorong d. Pengembangan bahan ajar dalam bentuk : partisipasi aktif siswa, dan menerapkan teknologi informasi dan komunikasi.  Bahan cetak (modul, hand out, LKS, dll) D. Sebanyak 1% - 25% RPP sudah memerhatikan prinsip perbedaan individu siswa, mendorong  Audio, visual, audio visual partisipasi aktif siswa, dan menerapkan teknologi informasi dan komunikasi.  Bahan ajar berbasis TIK/multi media : CD E. Tidak ada satu pun RPP memerhatikan prinsip perbedaan individu siswa, mendorong partisipasi interaktif, computer based aktif siswa, dan menerapkan teknologi informasi dan komunikasi. 7
  8. 8. 19. Sekolah/Madrasah melaksanakan proses pembelajaran dengan memenuhi persyaratan yang Pelaksanaan proses pembelajaran : ditentukan. a. Menerapkan 4 (empat) persyaratan,yaitu: A. Memenuhi 4 (empat) persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran. perencanaan, pelaksanaan, penilaian dan tindak B. Memenuhi 3 (tiga) persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran. lanjut C. Memenuhi 2 (dua) persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran. b. Menerapkan pendekatan tatap muka, kegiatan D. Memenuhi 1 (satu) persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran. terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur E. Tidak memenuhi persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran. c. Dilakukan guru melalui langkah-langkah20. Proses pembelajaran di sekolah/madrasah dilaksanakan sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran yang meliputi pembukaan, inti, pembelajaran. penutup A. Sebanyak 76% - 100% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah d. Menerapkan pengelolaan pembelajaran dengan pembelajaran. sistem pindah ruang kelas (moving class). Untuk itu B. Sebanyak 51% - 75% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah diperlukan kelas mata pelajaran pembelajaran. e. Guru menyediakan jadwal untuk konsultasi mata C. Sebanyak 26% - 50% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pelajaran pembelajaran. f. Disusun jadwal pemanfaatan laboratorium untuk D. Sebanyak 1% - 25% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah kegiatan di luar jadwal rutin pembelajaran. E. Tidak ada seorang pun guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah g. Pemanfaatan perpustakaan untuk menunjang pembelajaran. pembelajaran tatap muka, tugas terstruktur, dan belajar mandiri21. Pemantauan proses pembelajaran dilakukan oleh kepala sekolah/ madrasah mencakup tahap h. Ada penasihat akademik yang dapat mendeteksi perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap penilaian hasil pembelajaran. potensi peserta didik (bisa dengan tes bakat disertai A. Mencakup 3 (tiga) tahap pemantauan serta dilakukan diskusi hasil pemantauan. data prestasi belajar), memberikan bimbingan B. Mencakup 3 (tiga) tahap pemantauan tanpa dilakukan diskusi hasil pemantauan. akademik, dan membantu memecahkan masalah C. Mencakup 2 (dua) tahap pemantauan. peserta didik D. Mencakup 1 (satu) tahap pemantauan. i. Ada program remedi sepanjang semester E. Tidak pernah melakukan pemantauan. j. Menerapkan pembelajaran berbasis TIK22. Supervisi proses pembelajaran dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah dengan cara pemberian k. Diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, contoh, diskusi, pelatihan, dan konsultasi. menyenangkan, menantang, memotivasi peserta A. Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 4 (empat) cara. didik untuk berpartisipasi aktif B. Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 3 (tiga) cara. l. Proses pembelajaran mendorong prakarsa, C. Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 2 (dua) cara. kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, D. Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 1 (satu) cara. minat, dan perkembangan fisik serta psikologis E. Tidak melakukan supervisi. peserta didik 8
  9. 9. 23. Evaluasi proses pembelajaran dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah. m. Pelaksanaan proses pembelajaran A. Dengan memerhatikan 2 (dua) aspek evaluasi yaitu proses pembelajaran dan kinerja guru. mempertimbangkan jumlah maksimal peserta didik B. Dengan memerhatikan 1 (satu) aspek evaluasi yaitu proses pembelajaran. per kelas dan beban mengajar maksimal per C. Dengan memerhatikan 1 (satu) aspek evaluasi yaitu kinerja guru. pendidik, rasio maksimal buku teks pelajaran setiap D. Evaluasi dilakukan tetapi tidak memerhatikan kedua aspek evaluasi. peserta didik, dan rasio maksimal jumlah peserta E. Tidak ada proses evaluasi. didik setiap pendidik24. n. Setiap proses pembelajaran dilakukan dengan Kepala sekolah/madrasah melaporkan pengawasan proses pembelajaran kepada pemangku kepentingan. mengembangkan budaya membaca dan menulis A. Pengawasan dilaporkan kepada yang bersangkutan, dewan guru, dan pengawas o. Pendidik menerapkan aspek keteladanan dalam sekolah/madrasah. setiap proses pembelajaran B. Pengawasan dilaporkan kepada yang bersangkutan dan dewan guru. C. Pengawasan dilaporkan kepada yang bersangkutan saja. D. Tidak dilaporkan. E. Tidak melakukan pengawasan.25. Kepala sekolah/madrasah melakukan tindak lanjut terhadap hasil pengawasan proses Pengawasan proses pembelajaran pembelajaran. A. Sebanyak 76% - 100% hasil pengawasan selama satu tahun terakhir dilakukan tindak lanjut. Dilakukan secara terprogram dan intensif melalui B. Sebanyak 51% - 75% hasil pengawasan selama satu tahun terakhir dilakukan tindak lanjut. pemantauan, supervisi, evaluasi, pelaporan, dan C. Sebanyak 26% - 50% hasil pengawasan selama satu tahun terakhir dilakukan tindak lanjut. pengambilan langkah tindak lanjut yang diperlukan D. Sebanyak 1% - 25% hasil pengawasan selama satu tahun terakhir dilakukan tindak lanjut. E. Tidak ada satu pun hasil pengawasan ditindaklanjuti. 9
  10. 10. III. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN PROFIL SKM/SSN DAN NO INSTRUMEN AKREDITASI MASUKAN 1. Sekolah memberi26. Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif dalam pengalaman belajar yang pengambilan keputusan. luas agar siswa memiliki A. Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran kelompok iptek ditetapkan 75,0 atau lebih. sikap positif dalam B. Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran kelompok iptek ditetapkan 70,0 sampai 74,9. C. Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran kelompok iptek ditetapkan 65,0 sampai 69,9. pengembangan ilmu D. Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran kelompok iptek ditetapkan 60,0 sampai 64,9. pengetahuan, teknologi, E. Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran kelompok iptek ditetapkan kurang dari 60. dan seni serta bijaksana dalam kehidupan sosial,27. Siswa terlibat dalam kegiatan belajar yang berkaitan dengan analisis dan pemecahan masalah-masalah kompleks. sikap positif terhadap A. Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan siswa yang dapat menganalisis dan memecahkan masalah-masalah kompleks sebanyak lingkungan ekologis 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir. B. Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan siswa yang dapat menganalisis dan memecahkan masalah-masalah kompleks sebanyak 2. Guru mampu merancang 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir. berbagai model C. Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan siswa yang dapat menganalisis dan memecahkan masalah-masalah kompleks sebanyak pembelajaran untuk 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir. D. Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan siswa yang dapat menganalisis dan memecahkan masalah-masalah kompleks sebanyak mencapai kompetensi 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir. tertentu yang tersusun E. Sekolah/Madrasah tidak pernah menjalankan kegiatan siswa yang dapat menganalisis dan memecahkan masalah-masalah dalam RPP (skenario kompleks. pembelajaran)28. Siswa memperoleh pengalaman belajar yang dapat menganalisis gejala alam dan sosial. 3. Guru mampu A. Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran IPA dan IPS ditetapkan 75,0 atau lebih. menerapkan berbagai B. Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran IPA dan IPS ditetapkan 70,0 sampai 74,9. model pembelajaran C. Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran IPA dan IPS ditetapkan 65,0 sampai 69,9. untuk mencapai D. Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran IPA dan IPS ditetapkan 60,0 sampai 64,9. kompetensi tertentu E. Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran IPA dan IPS ditetapkan kurang dari 60. 10
  11. 11. 29. Siswa memperoleh pengalaman belajar dalam kelompok mata pelajaran iptek secara efektif. A. Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan sumber belajar meliputi bahan ajar, buku teks, perpustakaan, laboratorium, dan internet. B. Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan sumber belajar meliputi bahan ajar, buku teks, perpustakaan, dan laboratorium. C. Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan sumber belajar meliputi bahan ajar, buku teks, dan perpustakaan. D. Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan sumber belajar meliputi bahan ajar dan buku teks. E. Sekolah/Madrasah tidak pernah memfasilitasi kegiatan siswa dengan sumber belajar.30. Siswa memperoleh pengalaman belajar melalui program pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumber belajar. A. Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumber belajar sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir. B. Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumber belajar sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir. C. Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumber belajar sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir. D. Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumber belajar sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir. E. Sekolah/Madrasah tidak pernah menjalankan kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumber belajar.31. Siswa memperoleh pengalaman belajar yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab. A. Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembelajaran yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir. B. Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembelajaran yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir. C. Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembelajaran yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir. D. Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembelajaran yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir. E. Sekolah/Madrasah tidak pernah menjalankan kegiatan pembelajaran yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab. 11
  12. 12. 32. Siswa memperoleh pengalaman mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya. A. Sekolah/Madrasah memfasilitasi siswa untuk mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun. B. Sekolah/Madrasah memfasilitasi siswa untuk mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun. C. Sekolah/Madrasah memfasilitasi siswa untuk mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun. D. Sekolah/Madrasah memfasilitasi siswa untuk mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun. E. Sekolah/Madrasah tidak pernah memfasilitasi siswa untuk mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya.33. Siswa memperoleh pengalaman mengapresiasikan karya seni dan budaya. A. Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk mengapresiasikan karya seni dan budaya sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir. B. Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk mengapresiasikan karya seni dan budaya sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir. C. Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk mengapresiasikan karya seni dan budaya sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir. D. Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk mengapresiasikan karya seni dan budaya sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir. E. Sekolah/Madrasah tidak pernah memfasilitasi kegiatan siswa untuk mengapresiasikan karya seni dan budaya.34. Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk menumbuhkan dan mengembangkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab. A. Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkan dan mengembangkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir. B. Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkan dan mengembangkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir. C. Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkan dan mengembangkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir. D. Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkan dan mengembangkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir. E. Sekolah/Madrasah tidak pernah menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkan dan mengembangkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab. 12
  13. 13. 35. Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial. A. Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosial sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir. B. Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosial sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir. C. Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosial sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir. D. Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosial sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir. E. Sekolah/Madrasah tidak pernah menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosial.36. Siswa memperoleh pengalaman belajar yang mampu menumbuhkan sikap kompetitif untuk mendapatkan hasil terbaik. A. Sekolah/Madrasah memberikan penghargaan bagi juara sekolah/madrasah, juara jurusan, juara kelas, dan juara mata pelajaran. B. Sekolah/Madrasah memberikan penghargaan bagi juara sekolah/madrasah, juara jurusan, dan juara kelas. C. Sekolah/Madrasah memberikan penghargaan bagi juara sekolah/madrasah dan juara kelas. D. Sekolah/Madrasah memberikan penghargaan bagi juara sekolah/madrasah. E. Sekolah/Madrasah tidak memberikan penghargaan bagi juara.37. Siswa memperoleh pengalaman belajar yang mampu menumbuhkan sikap sportif untuk mendapatkan hasil terbaik. A. Sekolah/Madrasah memberikan layanan pembelajaran yang mampu menumbuhkan sikap sportif untuk mendapatkan hasil terbaik sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir. B. Sekolah/Madrasah memberikan layanan pembelajaran yang mampu menumbuhkan sikap sportif untuk mendapatkan hasil terbaik sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir. C. Sekolah/Madrasah memberikan layanan pembelajaran yang mampu menumbuhkan sikap sportif untuk mendapatkan hasil terbaik sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir. D. Sekolah/Madrasah memberikan layanan pembelajaran yang mampu menumbuhkan sikap sportif untuk mendapatkan hasil terbaik sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir. E. Sekolah/Madrasah tidak pernah memberikan layanan pembelajaran yang mampu menumbuhkan sikap sportif untuk mendapatkan hasil terbaik. 13
  14. 14. 38. Siswa memperoleh pengalaman belajar yang dapat melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis dalam wadah NKRI. A. Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir. B. Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir. C. Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir. D. Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir. E. Sekolah/Madrasah tidak pernah menjalankan kegiatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis.39. Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk membentuk karakter siswa, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebersihan lingkungan. A. Sekolah/Madrasah melaksanakan program bagi siswa untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebersihan lingkungan sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir. B. Sekolah/Madrasah melaksanakan program bagi siswa untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebersihan lingkungan sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir. C. Sekolah/Madrasah melaksanakan program bagi siswa untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebersihan lingkungan sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir. D. Sekolah/Madrasah melaksanakan program bagi siswa untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebersihan lingkungan sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir. E. Sekolah/Madrasah tidak melaksanakan program bagi siswa untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebersihan lingkungan.40. Siswa memperoleh pengalaman belajar melalui pembiasaan untuk memahami hak dan kewajiban orang lain dalam pergaulan di masyarakat. A. Sebanyak 76% - 100% silabus khususnya mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan IPS memuat kegiatan pembelajaran dalam kemampuan memahami hak dan kewajiban orang lain dalam pergaulan di masyarakat. B. Sebanyak 51% - 75% silabus khususnya mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan IPS memuat kegiatan pembelajaran dalam kemampuan memahami hak dan kewajiban orang lain dalam pergaulan di masyarakat. C. Sebanyak 26% - 50% silabus khususnya mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan IPS memuat kegiatan pembelajaran dalam kemampuan memahami hak dan kewajiban orang lain dalam pergaulan di masyarakat. D. Sebanyak 1% - 25% silabus khususnya mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan IPS memuat kegiatan pembelajaran dalam kemampuan memahami hak dan kewajiban orang lain dalam pergaulan di masyarakat. E. Tidak ada satu pun silabus khususnya mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan IPS memuat kegiatan pembelajaran dalam kemampuan memahami hak dan kewajiban orang lain dalam pergaulan di masyarakat. 14
  15. 15. 41. Siswa memperoleh pengalaman belajar melalui kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia yang bersifat afektif. A. Sekolah/Madrasah memfasilitasi 4 (empat) jenis atau lebih kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agama. B. Sekolah/Madrasah memfasilitasi 3 (tiga) jenis kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agama. C. Sekolah/Madrasah memfasilitasi 2 (dua) jenis kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agama. D. Sekolah/Madrasah memfasilitasi 1 (satu) jenis kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agama. E. Sekolah/Madrasah tidak melaksanakan kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agama.42. Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup global. A. Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup global sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir. B. Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup global sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir. C. Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup global sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir. D. Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup global sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir. E. Tidak ada kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup global.43. Siswa memperoleh pengalaman belajar dalam pembentukan akhlak mulia melalui pembiasaan dan pengamalan. A. Ada kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangan diri sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih setiap minggu. B. Ada kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangan diri sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali setiap minggu. C. Ada kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangan diri sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali setiap minggu. D. Ada kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangan diri sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali setiap minggu. E. Tidak ada kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangan diri.44. Siswa memperoleh pengalaman belajar melalui program pembiasaan untuk menghargai perbedaan pendapat dan berempati terhadap orang lain. A. Sebanyak 76% - 100% kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat. B. Sebanyak 51% - 75% kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat. C. Sebanyak 26% - 50% kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat. D. Sebanyak 1% - 25% kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat. E. Tidak ada kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat. 15
  16. 16. 45. Siswa memperoleh pengalaman dalam menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok. A. Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir. B. Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir. C. Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir. D. Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir. E. Sekolah/Madrasah tidak pernah memfasilitasi kegiatan siswa untuk menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok.46. Siswa memperoleh pengalaman dalam berkomunikasi baik lisan maupun tulisan secara efektif dan santun. A. Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk berkomunikasi baik lisan maupun tulisan secara efektif dan santun sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir. B. Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk berkomunikasi baik lisan maupun C. Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk berkomunikasi baik lisan maupun tulisan secara efektif dan santun sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir.tulisan secara efektif dan santun sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir. D. Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk berkomunikasi baik lisan maupun tulisan secara efektif dan santun sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir. E. Sekolah/Madrasah tidak memfasilitasi kegiatan siswa untuk berkomunikasi baik lisan maupun tulisan secara efektif dan santun.47. Siswa memperoleh keterampilan membaca dan menulis naskah secara sistematis dan estetis. A. Tersedianya kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba, laporan hasil kunjungan karya wisata/studi lapangan, majalah dinding, dan buletin siswa internal sekolah/madrasah. B. Tersedianya kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba, laporan hasil kunjungan karya wisata/studi lapangan, dan majalah dinding. C. Tersedianya kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba, dan laporan hasil kunjungan karya wisata/studi lapangan. D. Tersedianya kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba. E. Tidak tersedia kumpulan karya tulis siswa.48. Siswa memperoleh keterampilan menyimak, membaca, menulis, dan berbicara baik dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris. A. Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris ditetapkan 75,0 atau lebih. B. Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris ditetapkan 70,0 sampai 74,9. C. Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris ditetapkan 65,0 sampai 69,9. D. Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris ditetapkan 60,0 sampai 64,9. E. Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris ditetapkan kurang dari 60. 16
  17. 17. 49. Siswa memperoleh pengalaman belajar dalam mengembangkan iptek seiring dengan perkembangannya. A. Sekolah/Madrasah memberikan layanan dalam pengembangan iptek sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir. B. Sekolah/Madrasah memberikan layanan dalam pengembangan iptek sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir. C. Sekolah/Madrasah memberikan layanan dalam pengembangan iptek sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir. D. Sekolah/Madrasah memberikan layanan dalam pengembangan iptek sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir. E. Sekolah/Madrasah tidak pernah memberikan layanan dalam pengembangan iptek.50. Siswa memperoleh pengalaman belajar agar menguasai pengetahuan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi. A. Sekolah/Madrasah melakukan kegiatan untuk menghadapi ujian akhir dan seleksi masuk perguruan tinggi sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu semester. B. Sekolah/Madrasah melakukan kegiatan untuk menghadapi ujian akhir dan seleksi masuk perguruan tinggi sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu semester. C. Sekolah/Madrasah melakukan kegiatan untuk menghadapi ujian akhir dan seleksi masuk perguruan tinggi sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu semester. D. Sekolah/Madrasah melakukan kegiatan untuk menghadapi ujian akhir dan seleksi masuk perguruan tinggi sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu semester. E. Sekolah/Madrasah tidak melakukan kegiatan untuk menghadapi ujian akhir dan seleksi masuk perguruan tinggi. 17
  18. 18. IV. STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKANNO INSTRUMEN AKREDITASI PROFIL SKM/SSN DAN MASUKAN51. Guru memiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV). 1. Kualifikasi akademik dan kompetensi A. Sebanyak 76% - 100% guru berpendidikan minimum S1 atau D-IV. tenaga pendidik B. Sebanyak 51% - 75% guru berpendidikan minimum S1 atau D-IV. a. Lebih dari 75% tenaga pendidik C. Sebanyak 26% - 50% guru berpendidikan minimum S1 atau D-IV. berkualifikasi akademik minimum D. Sebanyak 1% - 25% guru berpendidikan minimum S1 atau D-IV. diploma empat (D-IV) atau E. Tidak ada seorang pun guru berpendidikan minimum S1 atau D-IV. sarjana (S1)52. Guru pelajaran mengajar sesuai dengan latar belakang pendidikannya. b. Lebih dari 75% tenaga pendidik A. Sebanyak 76% - 100% guru pelajaran memiliki kesesuaian antara mata pelajaran yang diampu dengan latar berlatar belakang pendidikan belakang pendidikannya. tinggi dengan program pendidikan B. Sebanyak 51% - 75% guru pelajaran memiliki kesesuaian antara mata pelajaran yang diampu dengan latar sesuai dengan mata pelajaran belakang pendidikannya. yang diajarkan C. Sebanyak 26% - 50% guru pelajaran memiliki kesesuaian antara mata pelajaran yang diampu dengan latar c. Lebih dari 75% tenaga pendidik belakang pendidikannya. bersertifikat profesi guru D. Sebanyak 1% - 25% guru pelajaran memiliki kesesuaian antara mata pelajaran yang diampu dengan latar d. Lebih dari 75% Guru mampu belakang pendidikannya. menjalankan tugas mengajar E. Tidak ada seorang pun guru pelajaran memiliki kesesuaian antara mata pelajaran yang diampu dengan latar e. Guru memiliki integritas belakang pendidikannya. kepribadian dan bertindak sesuai53. Guru sehat jasmani dan rohani untuk menjalankan tugas mengajar. dengan norma agama, hukum, A. Sebanyak 76% - 100% guru hadir untuk menjalankan tugas mengajar dalam satu semester terakhir. sosial, serta peraturan dan B. Sebanyak 51% - 75% guru hadir untuk menjalankan tugas mengajar dalam satu semester terakhir. ketentuan yang berlaku. C. Sebanyak 26% - 50% guru hadir untuk menjalankan tugas mengajar dalam satu semester terakhir. f. Guru berkomunikasi secara D. Sebanyak 1% - 25% guru hadir untuk menjalankan tugas mengajar dalam satu semester terakhir. efektif dan santun dengan sesama E. Tidak ada seorang pun guru hadir untuk menjalankan tugas mengajar dalam satu semester terakhir. guru, tenaga kependidikan, dan54. orangtua siswa. Guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran. g. Guru menguasai materi pelajaran A. Sebanyak 76% -100% guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran. yang diampu serta B. Sebanyak 51% -75% guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan mengembangkannya dengan prinsip-prinsip pembelajaran. metode ilmiah. C. Sebanyak 26% -50% guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan h. Guru bimbingan prinsip-prinsip pembelajaran. konseling/konselor yang 18
  19. 19. D. Sebanyak 1% -25% guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip- kompeten dalam membantu prinsip pembelajaran. layanan akademik maupun non E. Tidak ada seorang pun guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan akademik peserta didik prinsip-prinsip pembelajaran.55. Guru memiliki integritas kepribadian dan bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentuan yang berlaku. A. Semua guru bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentuan yang berlaku. B. Ada guru yang melanggar norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentuan yang berlaku; dan telah dikenai sanksi yang sepadan seperti dibebastugaskan dari mengajar atau dikeluarkan. C. Ada guru yang melanggar norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentuan yang berlaku namun diberi kesempatan memperbaiki diri dan dilakukan pembinaan. D. Ada guru yang melanggar norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentuan yang berlaku namun hanya diberikan peringatan tertulis. E. Ada guru yang melanggar norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan ketentuan yang berlaku namun tidak diberikan sanksi apa pun.56. Guru berkomunikasi secara efektif dan santun dengan sesama guru, tenaga kependidikan, dan orangtua siswa. A. Adanya rapat dewan guru, rapat antara guru dan kepala sekolah/madrasah, guru dan komite sekolah/madrasah, serta pertemuan antara guru dan orangtua siswa. B. Adanya rapat dewan guru, rapat antara guru dan kepala sekolah/madrasah, serta guru dan komite sekolah/madrasah. C. Adanya rapat dewan guru serta rapat antara guru dan kepala sekolah/madrasah. D. Adanya rapat dewan guru. E. Tidak pernah diadakan rapat.57. Guru menguasai materi pelajaran yang diampu serta mengembangkannya dengan metode ilmiah. A. Adanya kesesuaian antara latar belakang kompetensi guru dengan mata pelajaran yang diampu dengan pengalaman mengajar rata-rata di atas 9 tahun. B. Adanya kesesuaian antara latar belakang kompetensi guru dengan mata pelajaran yang diampu dengan pengalaman mengajar rata-rata antara 7 sampai dengan 9 tahun. C. Adanya kesesuaian antara latar belakang kompetensi guru dengan mata pelajaran yang diampu dengan pengalaman mengajar rata-rata antara 4 sampai dengan 6 tahun. D. Adanya kesesuaian antara latar belakang kompetensi guru dengan mata pelajaran yang diampu dengan pengalaman mengajar rata-rata 3 tahun atau kurang. E. Tidak ada kesesuaian antara latar belakang kompetensi guru dengan mata pelajaran yang diampu. 19
  20. 20. 58. Kepala sekolah/madrasah berstatus sebagai guru, memiliki sertifikat pendidik, dan Surat Keputusan (SK) sebagai 2. Tenaga kependidikan kepala sekolah/madrasah. a. Tenaga kependidikan sekurang- A. Berstatus sebagai guru, memiliki sertifikat pendidik, dan memiliki SK sebagai kepala sekolah/madrasah. kurangnya terdiri atas : B. Berstatus sebagai guru, tidak memiliki sertifikat pendidik, tetapi memiliki SK sebagai kepala  Kepala sekolah sekolah/madrasah.  Tenaga administrasi C. Berstatus sebagai guru, memiliki sertifikat pendidik, tetapi tidak memiliki SK sebagai kepala  Pustakawan sekolah/madrasah.  Tenaga laboratorium D. Tidak berstatus sebagai guru, tidak memiliki sertifikat pendidik, tetapi memiliki SK sebagai kepala sekolah/  Tenaga kebersihan madrasah. b. Kualifikasi umum dan khusus tenaga E. Tidak berstatus sebagai guru, tidak memiliki sertifikat pendidik, dan tidak memiliki SK sebagai kepala kependidikan terpenuhi untuk : sekolah/madrasah.  Kepala sekolah  Tenaga administrasi59. Kepala sekolah/madrasah memiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV).  Pustakawan A. Memiliki kualifikasi akademik minimum S1 atau D-IV kependidikan dikeluarkan oleh perguruan tinggi  Tenaga laboratorium terakreditasi.  Tenaga kebersihan B. Memiliki kualifikasi akademik minimum S1 atau D-IV Kependidikan dikeluarkan oleh perguruan tinggi tidak c. Kompetensi sebagai Kepala Sekolah terakreditasi. terpenuhi, meliputi: C. Memiliki kualifikasi akademik minimum S1 atau D-IV nonkependidikan dikeluarkan oleh perguruan tinggi 1) berstatus sebagai guru, memiliki terakreditasi. sertifikat pendidik, dan Surat D. Memiliki kualifikasi akademik minimum S1 atau D-IV nonkependidikan dikeluarkan oleh perguruan tinggi tidak Keputusan (SK) sebagai kepala terakreditasi. sekolah E. Tidak memiliki kualifikasi akademik minimum yang dipersyaratkan. 2) memiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S1) atau60. Kepala sekolah/madrasah memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 tahun. diploma empat (D-IV). 3) memiliki pengalaman mengajar A. Memiliki pengalaman mengajar 5 (lima) tahun atau lebih. sekurang-kurangnya 5 tahun. B. Memiliki pengalaman mengajar 3 (tiga) sampai dengan 4 (empat) tahun. 4) memiliki kompetensi kepribadian C. Memiliki pengalaman mengajar 2 (dua) sampai dengan 3 (tiga) tahun. yang ditunjukkan dalam D. Memiliki pengalaman mengajar 1 (satu) sampai dengan 2 (dua) tahun. memimpin E. Memiliki pengalaman mengajar kurang dari 1 (satu) tahun. 5) memiliki kemampuan manajerial 20
  21. 21. yang ditunjukkan dengan61. Kepala sekolah/madrasah memiliki kemampuan manajerial yang ditunjukkan dengan keberhasilan mengelola siswa. keberhasilan mengelola siswa. A. Sebanyak 76% - 100% lulusan diterima di perguruan tinggi terakreditasi pada dua tahun terakhir. 6) memiliki kemampuan B. Sebanyak 51% - 75% lulusan diterima di perguruan tinggi terakreditasi pada dua tahun terakhir. kewirausahaan yang ditunjukkan C. Sebanyak 26% - 50% lulusan diterima di perguruan tinggi terakreditasi pada dua tahun terakhir. antara lain dengan adanya naluri D. Sebanyak 1% - 25% lulusan diterima di perguruan tinggi terakreditasi pada dua tahun terakhir. kewirausahaan dalam mengelola E. Tidak ada seorang pun lulusan yang diterima di perguruan tinggi terakreditasi pada dua tahun terakhir. kegiatan produksi/jasa sebagai sumber belajar siswa. 7) merencanakan, melaksanakan62. Kepala sekolah/madrasah memiliki kemampuan kewirausahaan yang ditunjukkan antara lain dengan adanya naluri dan menindaklanjuti supervisi kewirausahaan dalam mengelola kegiatan produksi/jasa sebagai sumber belajar siswa. 8) mampu bekerja sama, A. Mampu menggalang dana pengembangan kegiatan ekstrakurikuler secara mandiri sebanyak 76% - 100% dari berpartisifasi dan memiliki dana ekstrakurikuler dalam Rencana Kerja Sekolah/ Madrasah (RKS/M). kepekaan social. B. Mampu menggalang dana pengembangan kegiatan ekstrakurikuler secara mandiri sebanyak 51% - 75% dari dana ekstrakurikuler dalam RKS/M. d. Kepala Sekolah dibantu minimal tiga C. Mampu menggalang dana pengembangan kegiatan ekstrakurikuler secara mandiri sebanyak 26% - 50% dari dana Wakil Kepala Sekolah untuk bidang ekstrakurikuler dalam RKS/M. akademik, sarana prasarana, dan D. Mampu menggalang dana pengembangan kegiatan ekstrakurikuler secara mandiri sebanyak 1% - 25% dari dana kesiswaan ekstrakurikuler dalam RKS/M. e. Tenaga administrasi dengan kriteria E. Tidak mampu menggalang dana pengembangan kegiatan ekstrakurikuler secara mandiri. : 1) minimum memiliki kualifikasi akademik pendidikan menengah63. Kepala sekolah/madrasah melakukan supervisi dan monitoring. atau yang sederajat. A. Melakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 76% - 100% dari kegiatan 2) memiliki latar belakang monitoring yang direncanakan dalam RKS/M. pendidikan sesuai dengan B. Melakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 51% - 75% dari kegiatan tugasnya. monitoring yang direncanakan dalam RKS/M. 3) memiliki latar belakang C. Melakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 26% - 50% dari kegiatan pendidikan sesuai dengan monitoring yang direncanakan dalam RKS/M. tugasnya. D. Melakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 1% - 25% dari kegiatan f. Tenaga Perpustakaan dengan monitoring yang direncanakan dalam RKS/M. kriteria : E. Tidak melakukan supervisi dan monitoring. 21
  22. 22. 1) minimum memiliki kualifikasi64. Tenaga administrasi minimum memiliki kualifikasi akademik pendidikan menengah atau yang sederajat. yang dipersyaratkan A. Sebanyak 76% - 100% tenaga administrasi memiliki kualifikasi akademik pendidikan menengah atau yang 2) memiliki latar belakang sederajat. pendidikan sesuai dengan B. Sebanyak 51% - 75% tenaga administrasi memiliki kualifikasi akademik pendidikan menengah atau yang tugasnya. sederajat. g. Tenaga Laboran dengan kriteria : C. Sebanyak 26% - 50% tenaga administrasi memiliki kualifikasi akademik pendidikan menengah atau yang sederajat. 1) memiliki kualifikasi yang D. Sebanyak 1% - 25% tenaga administrasi memiliki kualifikasi akademik pendidikan menengah atau yang dipersyaratkan sederajat. 2) memiliki latar belakang E. Tidak ada seorang pun tenaga administrasi memiliki kualifikasi akademik pendidikan menengah atau yang pendidikan sesuai dengan sederajat. tugasnya. h. Sekolah/Madrasah memiliki minimal65. Tenaga administrasi memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya. 4 tenaga layanan khusus. A. Sebanyak 76% - 100% tenaga administrasi memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya. B. Sebanyak 51% - 75% tenaga administrasi memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya. C. Sebanyak 26% - 50% tenaga administrasi memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya. D. Sebanyak 1% - 25% tenaga administrasi memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya. E. Tidak ada seorang pun tenaga administrasi memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya.66. Tenaga perpustakaan minimum memiliki kualifikasi akademik pendidikan menengah atau yang sederajat. A. Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 2 (dua) orang, keduanya memenuhi kualifikasi Diploma satu (D-I). B. Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 2 (dua) orang, salah satu di antaranya memenuhi kualifikasi Diploma satu (D-I). C. Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 1 (satu) orang dan memenuhi kualifikasi Diploma satu (D-I). D. Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 1 (satu) orang dan tidak memenuhi kualifikasi Diploma satu (D-I). E. Sekolah/Madrasah tidak memiliki tenaga perpustakaan. 22
  23. 23. 67. Tenaga perpustakaan memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya. A. Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 2 (dua) orang, keduanya sesuai dengan tugasnya. B. Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 2 (dua) orang, salah satu di antaranya sesuai dengan tugasnya. C. Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 1 (satu) orang, keduanya sesuai dengan tugasnya. D. Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 1 (satu) orang dan tidak sesuai dengan tugasnya. E. Sekolah/Madrasah tidak memiliki tenaga perpustakaan.68. Tenaga laboratorium memiliki kualifikasi yang dipersyaratkan. A. Sekolah/Madrasah memiliki tenaga laboratorium minimal 2 (dua) orang, keduanya memenuhi kualifikasi Diploma satu (D-I). B. Sekolah/Madrasah memiliki tenaga laboratorium minimal 2 (dua) orang, salah satu di antaranya memenuhi kualifikasi Diploma satu (D-I). C. Sekolah/Madrasah memiliki tenaga laboratorium minimal 1 (satu) orang dan memenuhi kualifikasi Diploma satu (D-I). D. Sekolah/Madrasah memiliki tenaga laboratorium minimal 1 (satu) orang dan tidak memenuhi kualifikasi Diploma satu (D-I). E. Sekolah/Madrasah tidak memiliki tenaga laboratorium.69. Tenaga laboratorium memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya. A. Sekolah/Madrasah memiliki tenaga laboratorium minimal 2 (dua) orang, keduanya sesuai dengan tugasnya. B. Sekolah/Madrasah memiliki tenaga laboratorium minimal 2 (dua) orang, salah satu di antaranya sesuai dengan tugasnya. C. Sekolah/Madrasah memiliki tenaga laboratorium minimal 1 (satu) orang, keduanya sesuai dengan tugasnya. D. Sekolah/Madrasah memiliki tenaga laboratorium minimal 1 (satu) orang dan tidak sesuai dengan tugasnya. E. Sekolah/Madrasah tidak memiliki tenaga laboratorium.70. Sekolah/Madrasah memiliki tenaga layanan khusus. A. Memiliki 4 (empat) jenis atau lebih tenaga layanan khusus. B. Memiliki 3 (tiga) jenis tenaga layanan khusus. C. Memiliki 2 (dua) jenis tenaga layanan khusus. D. Memiliki 1 (satu) jenis tenaga layanan khusus. E. Tidak memiliki satupun tenaga layanan khusus. 23
  24. 24. V. STANDAR PENGELOLAANNO INSTRUMEN AKREDITASI PROFIL SKM/SSN DAN MASUKAN101 Sekolah/Madrasah telah merumuskan dan menetapkan visi 1. Perencanaan program, dengan indikator : lembaga. a. Memiliki visi sekolah yang dapat: A. Merumuskan dan menetapkan visi, mudah dipahami dan 1) dijadikan sebagai cita-cita bersama warga sekolah dan segenap pihak yang sering disosialisasikan. berkepentingan B. Merumuskan dan menetapkan visi, mudah dipahami dan 2) memberikan inspirasi, motivasi, dan kakuatan pada warga sekolah dan segenap pihak pernah disosialisasikan. Merumuskan dan menetapkan yang berkepentingan visi, mudah dipahami tetapi tidak disosialisasikan. 3) dirumuskan berdasar masukkan dari berbagai warga sekolah dan pihak-pihak yang C. Merumuskan dan menetapkan visi, sulit dipahami dan berkepentingan selaras dengan visi institusi di atasnya serta visi pendidikan nasional tidak disosialisasikan. 4) diputuskan oleh rapat dewan pendidik dengan memperhatikan masukan komite D. Tidak merumuskan dan menetapkan visi. sekolah 5) disosialisasikan kepada warga sekolah dan pihak yang berkepentingan; 6) ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai dengan perkembangan dan102 Sekolah/Madrasah telah merumuskan dan menetapkan misi tantangan di masyarakat. lembaga. b. Memiliki misi sekolah yang dapat: A. Merumuskan dan menetapkan misi, mudah dipahami 1) memberikan arah dalam mewujudkan visi sekolah sesuai dengan tujuan pendidikan dan sering disosialisasikan. nasional; B. Merumuskan dan menetapkan misi, mudah dipahami 2) merupakan tujuan yang akan dicapai dalam kurun waktu tertentu; dan pernah disosialisasikan. 3) menjadi dasar program pokok sekolah; 4) menekankan pada kualitas layanan peserta didik dan mutu lulusan yang diharapkan C. Merumuskan dan menetapkan misi, mudah dipahami oleh sekolah; tetapi tidak disosialisasikan. 5) memuat pernyataan umum dan khusus yang berkaitan dengan program sekolah; D. Merumuskan dan menetapkan misi, sulit dipahami dan 6) memberikan keluwesan dan ruang gerak pengembangan kegiatan satuan-satuan unit tidak disosialisasikan. sekolah yang terlibat; E. Tidak merumuskan dan menetapkan misi. 7) diputuskan oleh rapat dewan pendidik berdasarkan masukan dari segenap pihak yang berkepentingan103 Sekolah/Madrasah telah merumuskan dan menetapkan 7) disosialisasikan kepada warga sekolah dan segenap pihak yang berkepentingan; tujuan lembaga. 8) ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai dengan perkembangan A. Merumuskan dan menetapkan tujuan, mudah dan tantangan di masyarakat. dipahami dan sering disosialisasikan. c. Memiliki tujuan sekolah, yang : B. Merumuskan dan menetapkan tujuan, mudah 1) menggambarkan tingkat kualitas yang perlu dicapai dalam jangka menengah (empat dipahami dan pernah disosialisasikan. tahunan); C. Merumuskan dan menetapkan tujuan, mudah 2) mengacu pada visi, misi, dan tujuan pendidikan nasional serta relevan dengan dipahami tetapi tidak disosialisasikan. kebutuhan masyarakat; D. Merumuskan dan menetapkan tujuan, sulit dipahami 3) mengacu pada standar kompetensi lulusan yang sudah ditetapkan oleh sekolah dan Pemerintah; dan tidak disosialisasikan. 4) mengakomodasi masukan dari berbagai pihak yang berkepentingan termasuk komite 24
  25. 25. E. Tidak merumuskan dan menetapkan tujuan. sekolah dan diputuskan oleh rapat dewan pendidik 5) disosialisasikan kepada warga sekolah dan segenap pihak yang berkepentingan.104 Sekolah/Madrasah memiliki rencana kerja jangka menengah d. Memiliki rencana kerja sekolah (empat tahunan) dan rencana kerja tahunan. 1) Sekolah membuat : A. Memiliki rencana kerja jangka menengah dan rencana  rencana kerja jangka menengah yang menggambarkan tujuan yang akan dicapai kerja tahunan dan sudah disosialisasikan oleh dalam kurun waktu empat tahun; pimpinan.  rencana kerja tahunan yang dinyatakan dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKA-S), dilaksanakan berdasarkan rencana jangka menengah. B. Memiliki rencana kerja jangka menengah dan rencana 2) Rencana kerja jangka menengah dan tahunan sekolah: kerja tahunan tetapi belum disosialisasikan oleh  disetujui rapat dewan pendidik setelah memperhatikan pertim-bangan dari pimpinan. komite sekolah dan disahkan berlakunya oleh dinas pendidikan kabupaten/kota. C. Memiliki rencana kerja jangka menengah atau rencana  Pada sekolah swasta rencana kerja ini disahkan berlakunya oleh penyelenggara kerja tahunan dan sudah disosialisasikan oleh sekolah; pimpinan.  dituangkan dalam dokumen yang mudah dibaca oleh pihak-pihak yang terkait. D. Memiliki rencana kerja jangka menengah atau rencana 3) Rencana kerja empat tahun dan tahunan disesuaikan dengan persetujuan rapat dewan pendidik dan pertimbangan komite sekolah. kerja tahunan tetapi belum disosialisasikan oleh 4) Rencana kerja tahunan dijadikan dasar pengelolaan sekolah yang ditunjukkan dengan pimpinan. kemandirian, kemitraan, partisipasi, keterbukaan, dan akuntabilitas. E. Tidak memiliki rencana kerja jangka menengah dan 5) Rencana kerja tahunan memuat ketentuan yang jelas mengenai: rencana kerja tahunan.  kesiswaan;  kurikulum dan kegiatan pembelajaran;  pendidik dan tenaga kependidikan serta pengembangannya;  sarana dan prasarana;  keuangan dan pembiayaan;  budaya dan lingkungan sekolah;  peranserta masyarakat dan kemitraan;  rencana-rencana kerja lain yang mengarah kepada peningkatan dan pengembangan mutu.105 Sekolah/Madrasah memiliki pedoman yang mengatur 2. Pelaksanaan pengembangan pedoman sekolah, dengan indikator : berbagai aspek pengelolaan secara tertulis yang mudah a. Perumusan pedoman sekolah mempertimbangkan visi, misi dan tujuan sekolah dipahami oleh pihak-pihak terkait. b. Sekolah membuat dan memiliki pedoman yang mengatur berbagai aspek pengelolaan A. Memiliki 7 (tujuh) atau 8 (delapan) dokumen aspek secara tertulis yang mudah dibaca oleh pihak-pihak yang terkait berupa : KTSP, kalender pengelolaan secara tertulis. pendidikan/akademik, struktur organisasi sekolah, pembagian tugas diantara guru dan B. Memiliki 5 (lima) atau 6 (enam) dokumen aspek tenaga kependidikan, peraturan akademik, tata tertib sekolah, kode etik sekolah, dan pengelolaan secara tertulis. biaya operasional sekolah, pedoman pembelajaran, pedoman memilih mata pelajaran, C. Memiliki 3 (tiga) atau 4 (empat) dokumen aspek pedoman menjajagi potensi peserta didik, pedoman penilaian pengelolaan secara tertulis. 25
  26. 26. D. Memiliki 1 (satu) atau 2 (dua) dokumen aspek pengelolaan secara tertulis. E. Tidak memiliki dokumen aspek pengelolaan secara tertulis.106 Sekolah/Madrasah memiliki struktur organisasi dengan 3. Pelaksanaan pengembangan struktur organisasi sekolah kejelasan uraian tugas. a. Struktur organisasi sekolah berisi tentang sistem penyelenggaraan dan administrasi yang A. Memiliki struktur organisasi yang dipajang di dinding diuraikan secara jelas dan transparan dan disertai uraian tugas yang jelas. b. Pimpinan, pendidik dan tenaga kependidikan mempunyai uraian tugas, wewenang dan B. Memiliki struktur organisasi dan disertai uraian tugas tanggung jawab yang jelas tentang keseluruhan penyelenggaraan dan administrasi sekolah yang jelas. C. Memiliki struktur organisasi dan disertai uraian tugas tetapi tidak jelas. D. Memiliki struktur organisasi tetapi tidak ada uraian tugas. E. Tidak memiliki struktur organisasi.107 Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan sesuai dengan 4. Pelaksanaan kegiatan sekolah rencana kerja tahunan. a. Kegiatan sekolah dilaksanakan berdasarkan program kerja tahunan A. Sebanyak 76% - 100% kegiatan dilaksanakan sesuai b. Melaksanakan program kerjasama dengan instansi/lembaga pendidikan untuk program: rencana kerja tahunan. Muatan Lokal, Pendidikan Kecakapan Hidup, Pendidikan Berkeunggulan B. Sebanyak 51% - 75% kegiatan dilaksanakan sesuai Lokal/Global/Internasional (SBI), Uji Kompetensi dll rencana kerja tahunan. c. Melaksanakan manajemen berbasis sekolah C. Sebanyak 26% - 50% kegiatan dilaksanakan sesuai d. Melakukan pertemuan rutin dengan guru dan tata usaha rencana kerja tahunan. e. Melakukan pertemuan rutin sekolah dengan orang tua peserta didik D. Sebanyak 1% - 25% kegiatan dilaksanakan sesuai rencana kerja tahunan. E. Tidak melaksanakan kegiatan sesuai rencana kerja tahunan. 26
  27. 27. 108 Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan 5. Pelaksanaan rencana kerja bidang kesiswaan kesiswaan. a. Sekolah menyusun dan menetapkan petunjuk pelaksanaan operasional proses penerimaan peserta didik A. Memiliki 4 (empat) atau 5 (lima) dokumen b. Sekolah menyusun dan menetapkan persyaratan, petunjuk pelaksanaan kenaikan kelas/melanjutkan kegiatan kesiswaan. semester dan mutasi peserta didik B. Memiliki 3 (tiga) dokumen kegiatan c. Sekolah memberikan layanan konseling kepada peserta didik kesiswaan. d. Melaksanakan kegiatan ekstra dan kokurikuler C. Memiliki 2 (dua) dokumen kegiatan e. Melakukan pembinaan prestasi unggulan kesiswaan. f. Melakukan pelacakan terhadap alumni D. Memiliki 1 (satu) dokumen kegiatan g. Meningkatkan peran serta alumni untuk mendukung program kerja sekolah kesiswaan. h. Merencanakan strategi untuk meningkatkan Pendaftar calon peserta didik E. Tidak memiliki dokumen kegiatan kesiswaan.109 Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan 6. Pelaksanaan rencana kerja kurikulum dan kegiatan pembelajaran pengembangan kurikulum dan pembelajaran. a. Penyusunan KTSP memperhatikan Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, dan peraturan A. Memiliki 4 (empat) atau 5 (lima) pelaksanaannya dokumen kegiatan kurikulum dan b. KTSP dikembangkan sesuai dengan kondisi sekolah, potensi atau karakteristik daerah, sosial budaya pembelajaran. masyarakat setempat, dan peserta didik B. Memiliki 3 (tiga) dokumen kegiatan c. Sekolah menyusun kalender pendidikan/akademik yang meliputi jadwal pembelajaran, ulangan, ujian, kurikulum dan pembelajaran. kegiatan ekstrakurikuler, dan hari libur C. Memiliki 2 (dua) dokumen kegiatan d. Kegiatan pembelajaran didasarkan pada Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, dan peraturan kurikulum dan pembelajaran. pelaksanaannya, serta Standar Proses dan Standar Penilaian D. Memiliki 1 (satu) dokumen kegiatan e. Sekolah menilai basil belajar untuk seluruh kelompok mata pelajaran, dan membuat catatan kurikulum dan pembelajaran. keseluruhan, untuk menjadi bahan program remedial, klarifikasi capaian ketuntasan yang E. Tidak memiliki dokumen kegiatan direncanakan, laporan kepada pihak yang memerlukan, pertimbangan kenaikan kelas atau kelulusan, kurikulum dan pembelajaran. dan dokumentasi f. Sekolah menetapkan petunjuk pelaksanaan operasional yang mengatur mekanisme penyampaian ketidakpuasan peserta didik dan penyelesaiannya mengenai penilaian hasil belajar g. Sekolah menyusun dan menetapkan peraturan akademik yang berisi :  Persyaratan minimal kehadiran peserta didik untuk mengikuti pelajaran dan tugas dari guru;  Ketentuan mengenai ulangan, remedial, ujian, kenaikan kelas, dan kelulusan;  Ketentuan mengenai hak peserta didik untuk menggunakan fasilitas belajar, laboratorium, perpustakaan, penggunaan buku pelajaran, buku referensi, dan buku perpustakaan; h. Ketentuan mengenai layanan konsultasi kepada guru mata pelajaran, wali kelas, dan konselor 27
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×