Your SlideShare is downloading. ×
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Profil pinbuk lengka pok
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Profil pinbuk lengka pok

9,093

Published on

power point sma

power point sma

Published in: Education
3 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Mau tanya pak dmakah saya bisa konsultasi masalah bmt, saya tinggal di Palembang, adakah PINBUK di PAlembang
    (wiera_kesuma@ymail.com)
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • mas Eli Priyatna,,, bs mnt tlg daftar dan alamat pinbuk yang ada di jateng.terima kasih
    (prabawati_dhekik@yahoo.com)
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Mas Eli Priyatna, bantu saya di pandu bagaimana mendirikan BMT, atau kalau untuk Sumatera Utara bisa Mas Eli kirimkan alamat PINBUK Terima kasih, (rakhmad_tobanauli@ymail.com)
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total Views
9,093
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
361
Comments
3
Likes
2
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. 13 TAHUN Selayang Pandang PINBUK (Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil) Centre for Micro Enterprise Incubation
  • 2. TANTANGAN KITA : JARINGAN BANK INTERNASIONAL ROTHSCHILDS GERMANY FEDERAL RESERVE U.S.A. I.M.F. & WORLD BANK BANK OF ENGLAND MIDLANDS SWISS BANKS BANK OF FRANCE LEHMAN GRINDLAYS SCHROEDER WARBURGS MENDELSOHN (HOLLAND) BANK OF AUSTRIA ISRAEL MOSES BANK OF ITALY INTERNATIONAL LOANS ALL OVER THE WOLRD OTTAMAN EASTMAN BANK OF AMERICA GOLDMAN LAZARD FRERES KUHN-LOEB MORGAN CHASE-MANHATTAN FIRST CITY NATIONAL SDR SDR SDR ROCKEFELLERS CITY Bank SACHS
  • 3. THE ROCKEFELLER EMPIRE C F R Kuhn Loeb Lazard Freres Dillon, Read Lehman Goldman Sachs Morgan BANKS CORPORATION NEWS CHEMICAL COPPER DISTILLERS DEPARTEMENT STORE XEROX PAPER STEEL COMPUTERS RAILWAYS FREIGHTWAYS SUPER MARKETS NBC, CBS Time, Life Fortune, Look Newsweek New York Times Washington Post Los Angeles Times New York Post McGraw-Hill Simon & Shuster Harper Bros Book of the month Saturday Review Business week INSURANCE Metropolitan Life Equitable Life New York Life MOTORS CLUB OF ROME UNITED NATIONS TRILATERAL BILDERBERGERS EDUCATION EXXON SEMINARIES AIRWAYS OIL FOUNDATIONS CHASE-MAHATTAN INSTITUTIONS FEDERAL RESERVE CITY BANK CHEMICAL BANK Standard Mobil Marathon Shell Gulf Union Continental Boeing TWA Eastern United International Delta North-West
  • 4. Background: Key Constraints in SME’s Business Environment Access to… Finance Hernandi de Soto dalam buku The Mystery of Capital (2001) menggambarkan betapa besarnya sektor ekonomi informal dlm memainkan perannya pd aktivitas ekonomi di negara berkembang. Ia juga mensinyalir keterpurukan ekonomi di negara berkembang disebabkan ketidakmampuan untuk menumbuhkan lembaga permodalan bagi masyarakatnya yang mayoritas pengusaha kecil/mikro. Finance Information Public Services Technology Input/output Markets Networks Administration Bureaucracy Know-how Skills
  • 5. Kesimpulannya : 99,9% entitas pengusaha hanya mendapatkan fasilitas 14,5% REALITAS KETERBATASAN BANK MENYENTUH SI KECIL UMKM : LDR Bank (dana tabungan yang disalurkan sbg kredit) hanya berkisar 5 0%, sisanya disimpan di BI sbg SBI yg tanpa susah sdh berbunga. Dari yg disalurkan, komposisinya : - Nilai Rp 5 Milyar keatas 33,5% - Rp. 500 Juta s/d Rp. 5 milyar 31% - Rp. 50 Juta s/d Rp. 500 Juta 21% - Rp. 0 s/d Rp. 50 Juta (Mikro) 14,5% (termasuk credit card ) USAHA MIKRO TIDAK MUNGKIN TERSENTUH BANK REALITAS POTENSI UMKM : Mayoritas (99,9%) atau 44,6 juta unit usaha di Indonesia adalah UMKM 96,77% kesempatan kerja disediakan oleh KUMKM dan hanya 3,23% oleh usaha besar 54,2% sumbangan KUKM terhadap PDB
  • 6. Pengembangan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) di Indonesia Dalam rangka fasilitasi pemberdayaan ekonomi masyarakat yang kurang mampu. SOLUSI
  • 7. BMT : LKM ALTERNATIF DENGAN SISTEM SYARI’AH S EBUAH PENDEKATAN ILAHIYAH ثم جعلناك على شريعة من الأمر فاتبعها ولآ تتبع أهواء الذين لا يعلمون Kemudian kami menjadikan bagi kamu suatu syari’ah , Maka ikutilah syari’ah itu, Jangan ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak memahami syari’ah (Al-Jatsiyah : 18)
  • 8. SEKILAS SEJARAH PINBUK Didirikan pada tanggal 13 Maret 1995 di Jakarta oleh Ketua Umum ICMI : K.H. Hasan Basri (alm.) Prof. DR. B.J. Habibie Zainul Bahar Noor, S.E. Ketua Umum MUI : Direktur Utama Bank Muamalat
  • 9. Sekilas Sejarah PINBUK PINBUK didirikan pada tanggal 13 Maret 1995 di Jakarta oleh Ketua Umum ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia) Prof. DR. B.J. Habibie, Ketua Umum MUI (Majelis Ulama Indonesia) alm. K.H. Hasan Basri dan Direktur Utama Bank Muamalat Indonesia (BMI) Zainul Bahar Noor, SE.. PINBUK didirikan karena adanya tuntutan yang cukup kuat dari masyarakat yang menginginkan adanya perubahan dalam struktur ekonomi masyarakat yang pada tahun-tahun 1995 dikuasai oleh beberapa gelintir golongan tertentu, utamanya dari ekonomi konglomerasi kepada ekonomi yang berbasis masyarakat banyak. Maksud dan tujuan pendirian PINBUK sebagaimana telah dibakukan dalam akte pendirianya adalah : (1) Mewujudkan dunia usaha yang lebih adil dan berdaya saing, konsisten dengan nilai-nilai agama mayoritas bangsa Indonesia; (2) Mewujudkan sumber daya insani yang bermutu tinggi, terutama di kalangan pengusaha mikro, kecil dan menengah, serta lembaga pendukungnya; (3) Mendorong terwujudnya penguasaan dan pengelolalaan sumber daya alam dan sarana secara efektif dan efesien; (4) Mengupayakan perluasan kesempatan kerja dan mewujudkan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan dalam suatu sistem pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Untuk mewujudkan cita-cita besar tersebut, sebagai langkah awal PINBUK memulai dengan pendirian dan pengembangan lembaga keuangan mikro ( micro financial institution ), yang diberi nama Baitul Maal wat Tamwil, disingkat BMT dengan menggunakan prinsip bagi hasil dan memilih tempat beroperasinya dalam masyarakat lapisan bawah . Sebagai lembaga keuangan alternatif, BMT menjalankan kegiatan simpan pinjam, fungsi penyaluran pembiayaan kepada anggotanya pengusaha mikro dan kecil, serta pendampingan dan pengembangan usaha-usaha sektor riel para anggotanya.
  • 10. Gedung ICMI Center Lt. 4, Jl. Warung Jati Timur No. 1 Kalibata Pancoran Jakarta Selatan Indonesia 12740 Telp : 021 – 79180980 Fax : 79192310 Email : [email_address] Website : www.pinbuk.com , www.indomikro.com Kantor Pusat
  • 11. AKTE NOTARIS Notaris : Yudo Paripurno, SH. Nomor : 5 Tanggal : 13 Maret 1995 SITU Nomor : 867/1.824.5/2006 Tanggal : 27 Februari 2006 NPWP Nomor : 01.747.572.4-061.000 Tanggal : 18 Desember 2003 LEGALITAS KELEMBAGAAN
  • 12. VISI Menjadi lembaga yang profesional, terpercaya, dan terkemuka di Indonesia dalam penanggulangan kemiskinan melalui pengembangan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Baitul Maal wat Tamwil (BMT) dan Kelompok-kelompok Usaha Mikro yang mandiri, berkelanjutan dan mengakar di masyarakat.
  • 13. Membangun keswadayaan masyarakat dan pengorganisasian kelembagaan LKM Syariah dan kelompok-kelompok usaha mikro yang mandiri, berkelanjutan dan mengakar di masyarakat Menciptakan akses yang lebih mudah sehingga masyarakat miskin dan usaha mikro mampu menjangkau peluang, informasi dan sumberdaya untuk pengembangan usaha. Mengembangkan sumberdaya manusia dan sumberdaya ekonomi masyarakat miskin dan usaha mikro serta lembaga-lembaga pendukung pengembangannya. Mendorong terwujudnya kebijakan publik yang mendukung pada peningkatan akses masyarakat miskin dan usaha mikro kepada sumberdaya ekonomi melalui pengembangan LKM Syariah Mengembangkan lembaga-lembaga pendukung/infrastruktur dalam pengembangan kualitas dan kuantitas LKM serta layanan pengembangan usaha mikro Mengembangkan pemberdayaan sosial masyarakat yang terpadu dalam aspek usaha ekonomi produktif (UEP) dan usaha kesejahteraan sosial (UKS) pada berbagai kelompok masyarakat. MISI
  • 14. Pengembangan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Baitul Maal wat Tamwil (BMT) Pemberdayaan Sosial Ekonomi Masyarakat Pelatihan LKM BMT dan UMKM Konsultansi LKM BMT dan UMKM Pendampingan/ technical assistance Kemitraan dan networking Teknologi Informasi Wirawiyata ( sándwich training system ) Kaderisasi mujahid pemberdayaan masyarakat Penguatan Ruhiyah dengan Spiritual Communication KOMPETENSI
  • 15. Kinerja Program PINBUK dan Perkembangan BMT
  • 16. Periode Pengembangan PINBUK Pertama, periode 1995 – 1996 Sosialisasi informasi kelembagaan dan konsep pengembangan ekonomi rakyat melalui lembaga keuangan mikro Baitul Maal wat Tamwil (BMT) di seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Langkah lanjutan : PINBUK telah mendirikan 691 BMT di beberapa Provinsi yaitu : Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, NTB, NTT, Riau, Sumatera Selatan, Bengkulu, Jambi, Kalimantan Selatan, Maluku, Irian Jaya, Kalimantan Timur, Sulawesi Tenggara, Bali dan Sulawesi Selatan Terbentuk 22 PINBUK Propinsi dan 28 PINBUK Kabupaten/Kota. Titik tekan kegiatan PINBUK : Fungsionalisasi Integrasi Intitusionalisasi Pengembangan SDM Solidaritas dan Efisiensi Pada akhir 1996 PINBUK Pusat melaksanakan 4 kali Pelatihan TOT ( Training of Trainers ) yang lamanya masa pelatihan 21 hari di Jakarta, diikuti oleh pengurus PINBUK Propinsi yang telah terbentuk .
  • 17. Kedua, periode 1996 – 1997 Pendiriaan 5 PINBUK di Provinsi: Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Timor-Timur (waktu itu masih propinsi dari (NKRI), Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara dan Pada akhir 1997 Sosialisasi informasi kelembagaan dan konsep pengembangan ekonomi rakyat melalui lembaga keuangan mikro Baitul Maal wat Tamwil (BMT) di seluruh lapisan masyarakat Indonesia masih merupakan prioritas. Pendirian PINBUK Kabupaten/Kota di seluruh propinsi ditangani oleh PINBUK Propinsi PINBUK Kabupaten/Kota di 25 kabupaten. Selanjutnya Penumbuhkembangan BMT di desa-desa dan kota kabupaten/kodya diserahkan kepada PINBUK Kabupaten/Kota sehingga peran lembaga di level masing-masing sudah berlangsung dengan baik Dalam tahun ke-2 ini, PINBUK Pusat dan PINBUK Propinsi yang sudah terbentuk masing-masing telah menyelenggarakan minimal 1-2 kali Training Dasar BMT (per training diikuti 24 orang peserta selama 12 hari) untuk melatih 575 orang calon manajer/pengelola BMT dari 27 Propinsi Tercatat penambahan 785 unit BMT sehingga totalnya mencapai jumlah 1.476 BMT di 27 propinsi dan 53 Kabupaten.
  • 18. PINBUK Pusat melaksanakan 10 kali Pelatihan TOT ( Training of Trainers ) di: Dalam pengembangan BMT, PINBUK menambah daftar kemitraan dan bekerjasama dengan: Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Aceh, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan dan Bali yang diikuti oleh pengurus PINBUK Kabupaten/Kota yang telah terbentuk. PINBUK Pusat mengadakan 2 kali MOT ( Master of Training ) di Jakarta. Pemerintah daerah, Inkopontren, Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Dirjen Binapenta Depnaker, Dirjen Pembinaan Koperasi Perkotaan Depkop/PKM, Dirjen Bangda Depdagri serta cukup aktif menggalang LSM-LSM pemberdayaan ekonomi dan ikut mendirikan forum-forum bersama.
  • 19. Pada akhir 1998, Ketiga, periode 1997 – 1998 Pada tahun ke-3, sosialisasi informasi kelembagaan dan konsep pengembangan ekonomi rakyat melalui lembaga keuangan mikro Baitul Maal wat Tamwil (BMT) di seluruh lapisan masyarakat Indonesia masih menjadi hal penting. Dalam mengembangkan dan membina BMT, PINBUK menambah daftar mitra kerja kalangan BUMN seperti PT Waskita Karya, PT Kliring dan Jaminan Bursa Komoditi, PT Kawasan Berikat Nusantara, PT Pertani, PT Pertamina, dan Dirjen Bangda Depdagri, Deperindag serta lembaga-lembaga lainnya. Tercatat penambahan 468 unit BMT dan secara total berjumlah 1.944 BMT di 27 provinsi dan 79 Kabupaten. PINBUK Provinsi sudah menyelenggarakan Training Dasar BMT dan Pelatihan TOT ( Training of Trainers ) sendiri-sendiri secara otonom, karena modul-modul sudah disiapkan PINBUK Pusat. Sejak itu PINBUK Pusat hanya menyelenggarakan pelatihan MOT ( Master of Training ) saja secara kontinyu di Jakarta minimal 1 kali setahun. Kegiatan lainnya menangani Proyek Penyusunan Model Konsep Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (PMKPER) kerjasama dengan Depdagri, Proyek Bimbingan dan Pelatihan Meningkatkan Produktivitas (BINALATAS) bekerjasama dengan Depnaker.
  • 20. Pada tahun ke-4, tercatat adanya penambahan 503 unit BMT sehingga totalnya mencapai jumlah 2413 BMT di 27 propinsi dan 80 Kabupaten. Keempat, periode 1998 – 1999. PINBUK Pusat secara kontinyu menyelenggarakan pelatihan MOT di Jakarta minimal 1 kali setahun. Depnaker, Proyek Kajian Evaluasi Pengembangan Koperasi Pondok Pesantren dan BMT bekerjasama dengan Depkop/PKM, Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Unit Pemukiman Transmigrasi bekerjasama dengan Dep. Transmigrasi. Kegiatan lainnya dalam rangka membina BMT, PINBUK Pusat menangani Proyek Penanggulangan Pengangguran Terampil (P3T) kerjasama dengan : Dalam mengembangkan dan membina BMT, PINBUK menambah daftar mitra kerja kalangan BUMN yaitu PT Bank Syariah Mandiri dan PT BNI
  • 21. Kelima, periode 1999 – 2000. Sampai bulan Agustus, tercatat adanya penambahan 403 unit BMT sehingga totalnya mencapai jumlah 2916 BMT di 26 propinsi (setelah ditambah 2 BMT dari Timor-Timur telah pindah ke NTT). Untuk mengkonsolidasi organisasi PINBUK se-Indonesia maka setiap tahun PINBUK mengadakan Rakernas (Rapat Kerja Nasional), dan Rakernas yang ke IV tahun 2000 ini sudah selesai diadakan di Malang, Jawa Timur pada bulan Juni lalu. Sejak bulan April hingga September melakukan proses follow up perjanjian kerjasama dengan PT Bank Syariah Mandiri dalam menggulirkan pembiayaan kepada BMT melalui pilot project di DKI Jakarta. PINBUK Pusat telah menyelenggarakan 1 kali pelatihan MOT di Jakarta, menerbitkan buku perjalanan BMT dan PINBUK di Indonesia serta mengerjakan Proyek Pengembangan Kecamatan (PPK) bekerjasama dengan BAPPENAS. Demikian juga melakukan jalinan kerjasama dengan PT Permodalan Nasional Madani dan PT BNI dalam rangka penguatan BMT melalui pengguliran dana kepada BMT-BMT di Jakarta, Sumatera Utara, Aceh, Sulawesi Tenggara.
  • 22. Dalam periode ini kegiatan yang dijalankan PINBUK adalah sosialisasi program Departemen terutama dana dekon ke berbagai region provinsi dengan konsep jejaring kerja dengan harapan dapat dihunting oleh PINBUK Daerah dan bagi hasilnya ke PINBUK Pusat, pada kenyataannya ”blong” sulit kita dapatkan dengan berbagai alasan : persoalan birokrasi di daerah “lebih sulit”, (harus kita akui adanya) keterbatasan kapasitas SDM kita di banyak daerah, dan sebagainya Proyek – proyek yang telah dikerjakan pada periode ini antara lain : Pengembangan Lembaga Keuangan Masyarakat Tempatan (LKMT) di Kabupaten Bengkalis Riau kerjasama dengan PT MACON Cabang Riau, Pengembangan Lembaga Keuangan Mikro Transmigrasi di Tebing Tinggi III Jambi kerjasama dengan Depnakertrans.( Pilot Project ), Monitoring Pemberdayaan Pengungsi di Natuna Riau, Kutai Timur, Kalimantan Timur, Lombok Tengah NTB, Ende NTT kerjasama dengan Depnakertrans dan Pelatihan Pengelola PINBUK, manajemen proyek dan pendampingan kerjasama Departemen Koperasi dan UKM dengan Bank Mandiri. Keenam, periode 2001 – 2002.
  • 23. Pada periode ini juga dilakukan pengembangan lembaga pendukung, yaitu : PNM BMT, berawal dari INKOPSYAH atau Induk Koperasi Syariah merupakan lembaga sekunder yang diinisiasi PINBUK sebagai wadah jejaring sebagai wadah jaringan antar BMT se – Indonesia. Pada RAT kedua tahun 2003 di Kantor PT. PNM (BUMN) yang dihadiri 100 BMT anggota, Inkopsyah BMT selanjutnya bersinergi dengan PT. PNM (BUMN) dengan nama PNM – BMT. ICL (Institute for Community Leaders) merupakan lembaga yang dimaksudkan untuk mengembangkan Gerakan BMT jilid II untuk mendidik kader – kader entrepreneurship di desa – desa dan mengembangkan BMT Desa. LAZNAS - BMT, dalam rangka menguatkan peran sosial PINBUK dengan jaringan BMT – nya, sesuai dengan UU Zakat No. 38/1999, PINBUK mendirikan Lembaga Amil Zakat Nasional BMT (LAZNAS BMT) yang dilaunching pada tanggal 29 Nopember 2002 di Istana Wakil Presiden oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Bapak Dr. Hamzah Haz.
  • 24. Ketujuh, periode 2003 – 2005. Pada periode ini kita “gerilya” lebih konsentrasi kepada proyek “proaktif” inisiasi program dari Departemen (pusat) yang didanai oleh APBN yang dapat dikerjakan oleh PINBUK Pusat. Langkah ini mesti diambil dengan pertimbangan PINBUK Pusat pun perlu “hidup”, dan hasilnya mulai kelihatan, di tahun 2003 beberapa pilot project kita lakukan, BMT Transmigrasi dan BMT KUBE desa miskin, bahkan untuk ADEM di 10 desa di Sukabumi dan Tangerang kita mau berkorban “investasi” membiayai sendiri seluruh biaya pendampingan untuk menunjukkan dulu kinerja kita. Alhamdulillah, program – program tersebut bisa menjadikan adanya perubahan “paradigma baru” di instansi mitra kita, Departemen Sosial (khususnya direktorat BSFM) dan Departemen Tenaga Kerja & Transmigrasi (khususnya direktorat BKSE), pemberdayaan masyarakat miskin/usaha mikro dengan pendekatan kelompok dan kelembagaan BMT. Program kerjasama kita diunggulkan, desa-desa bolak-balik dikunjungi, dan tahun ini program dikembangkan di lokasi lebih luas.
  • 25. Pada periode ini juga dilakukan pengembangan lembaga pendukung, yaitu : 1. Inisiasi Model keterkaitan BMT dengan POKUSMA/KUBE dilanjutkan dengan program ADEM dan Sub Urban. Pada tahun 2004 dalam program pemberdayaan fakir miskin di daerah desa miskin (Adopsi Desa Miskin/ADEM) dan daerah Sub Urban, Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil (PINBUK) bekerjasama dengan Direktorat BSFM Ditjen Banjamsos Departemen Sosial RI mengembangkan pola terpadu Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang diintegrasikan dengan pengembangan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) BMT yang mandiri, mengakar di masyarakat dan berkelanjutan. Program ADEM dilaksanakan di 5 Propinsi yaitu : Bengkulu, Jawa Timur, Gorontalo, Kalimantan Barat, dan Banten, sedangkan untuk program Sub Urban dilaksanakan di 5 propinsi yaitu : Jawa Timur, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, dan DI Yogyakarta. Hasil dari program tersebut adalah saat ini seluruh desa yang mendapatkan program ADEM maupun SUB URBAN telah berdiri 40 LKM BMT dengan nama LKM BMT KUBE SEJAHTERA, UNIT 001 sampai dengan UNIT 040 , dengan modal awal atau swadaya masyarakat mencapai 1 milyar rupiah . Dengan adanya Program ADEM, SUB URBAN dan terbentuknya LKM BMT ini, ada multi efek yang positif, baik secara langsung maupun tidak langsung, berupa penyerapan tenaga kerja sebanyak 169 orang, terdiri 3 orang pengelola setiap LKM BMT, 1 orang pendamping setiap LKM dan 1 orang Koordinator di setiap Propinsi, terbentuknya 225 RUMPUN, 560 KUBE, serta 5500 orang Fakir miskin yang menjadi sasaran utama.
  • 26. 2. Inisiasi Model keterkaitan BMT dengan POKUSMA (KUBE) dilanjutkan dengan program BMT Trans Umum dan BMT Trans TSM. Program Pelatihan dan Dampingan Usaha Model Pemberdayaan TSM di Kawasan Transmigrasi (100 KK) di Propinsi Kalimantan Barat melalui pengembangan BMT dan Pengembangan BMT Trans Umum kerjasama PINBUK dengan Depnakertrans 3. Inisiasi PT. USSI Prima Software PT. USSI Prima Software merupakan unit otonom dibawah Yayasan PINBUK yang bersifat lembaga profit, yang memiliki tugas pokok dan fungsi : membangun software pendukung MIS operasi LKM dan memberikan jasa layanan implementasi software LKM dan/atau BMT dengan modul yang komprehensif, intregited dan on – line system dan jasa layanan konsultasi berbagai aspek pengembangan teknologi informasi berbasis LKM. 4. Inisiasi PT. PINBUK Multiartha Kelola PT. PINBUK Multiartha Kelola merupakan unit otonom dibawah Yayasan PINBUK yang bersifat lembaga profit, yang memiliki tugas pokok dan fungsi : memberikan jasa manajemen/ technical assistance LKM/BMT, Implementasi Standard Operating Procedures (SOP) LKM/BMT, Audit dan rating LKM/BMT, Sertifikat penilaian kesehatan BMT, dan Pengembangan jaringan kelembagaan antar LKM/BMT dan akses pendanaan untuk usaha mikro. 5. Revitalisasi PT. PINBUK Konsulindo (PINBUKINDO) PT. PINBUKINDO merupakan unit otonom dibawah Yayasan PINBUK yang bersifat lembaga profit, yang memiliki tugas pokok dan fungsi : memberikan jasa konsultasi program/proyek pengembangan Lembaga Keuangan Mikro/BMT, Kelompok Usaha Muamalah dan Jasa Konsultasi manajemen dan teknologi informasi LKM/BMT.
  • 27. 6. Inisiasi Batom PINBUK Press PINBUK Press merupakan unit otonom dibawah Yayasan PINBUK yang bersifat lembaga profit, yang memiliki tugas pokok dan fungsi : menerbitkan berbagai buku-buku dan karya ilmiah pendukung wacana dan pelaksanaan implementasi visi dan misi PINBUK. 7. Inisiasi Batom DFQ Da’i Fiah Qaliilah (DFQ) merupakan unit otonom dibawah Yayasan PINBUK yang bersifat lembaga nonprofit, yang memiliki tugas pokok dan fungsi : membuat sistem dan memberikan penguatan ruhiyah di lingkungan PINBUK dan Batom PINBUK serta kalangan BMT. 8. Program Pelatihan Reguler Disamping program yang sifatnya kerjasama dengan instansi terkait, PINBUK juga melaksanakan Program Pelatihan BMT Reguler (Pelatihan Manajemen Operasional dan Pengembangan BMT (Best Entrepreneurship Practices) yang sifatnya terbuka untuk masyarakat umum, pelatihan ini terdiri dari : BMT Basic Training (BBT), BMT Intermediate Training (BIT) dan BMT Advance Training (BAT). Pelaksanaan pelatihan setiap setahun sekali pada bulan Februari – Maret dimaksudkan sebagai media sosialisasi konsep lembaga keuangan mikro dengan prinsip syariah muamalah kepada masyarakat.
  • 28. LINGKUP PENDAMPINGAN PINBUK P E N D A M P I N G Keswadayaan & Solidaritas Sosial Kelembagaan & Organisasi Standart Operating Prosedure (SOP) Manajemen Dana (ALMA) Manajemen Pembiayaan Strategi Pendampingan POKUSMA & Usaha Mikro Teknologi Informasi ( Software BMT On Line) Akses Perbankan Perencanaan Usaha POKUSMA Pendampingan Manajemen Usaha Pembinaan Sosial Ekonomi Anggota POKUSMA Pembinaan Ekonomi Rumah Tangga Pengembangan Kemitraan Usaha Pemasaran Hasil Usaha Anggota POKUSMA Pembinaan Ruhiyah BMT POKUSMA INDIKATOR KEBERHASILAN Kelembagaan BMT yang Solid Peningkatan Modal Swadaya Peningkatan Asset Target Perguliran tercapai INDIKATOR KEBERHASILAN peningkatan pendapatan masyarakat peningkatan kapasitas usaha perubahan sikap menjadi lebih positif peningkatan kualitas SDM anggota keluarga
  • 29. No Provinsi Jml BMT Berasset >Rp. 1 Milyar Jml BMT Berasset Rp. 500 Jt - 1Milyar Jml BMT Berasset Rp. 250 – 500Jt Jml BMT Berasset Rp. 50 – 250Jt Jml BMT Berasset < Rp. 50 Jt Total 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 NAD Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Bengkulu Sumatera Selatan Lampung Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah Yogyakarta Jawa Timur Bali Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Timur Kalimantan Selatan Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Tenggara Sulawesi Selatan Nusa Tenggara Barat Nusa Tengg. Timur Maluku Papua Total 2 1 1 2 - 1 3 4 5 7 75 3 8 1 12 - 2 3 - 2 - 10 1 - 1 3 135 7 8 8 5 1 1 3 1 36 23 9 10 32 6 1 1 9 4 1 1 1 51 4 1 - 2 226 23 53 17 20 2 10 14 14 53 290 215 29 271 4 5 4 7 5 21 4 11 71 41 2 10 6 1.202 37 87 28 23 5 5 38 19 55 293 225 14 230 3 7 3 4 4 31 2 7 83 39 4 7 7 1.260 7 7 9 15 3 4 9 7 16 24 49 9 62 1 2 2 2 1 9 2 4 29 8 1 4 3 289 76 156 60 65 12 20 65 42 165 637 513 65 600 15 15 10 24 17 62 11 23 244 93 8 21 18 3.037 PINBUK dan Pengalaman Pengembangan BMT di Indonesia
  • 30. BMT BINA UMAT SEJAHTERA Bermula Pelatihan TKPMP Kerjasama PINBUK dengan Depnaker 1996 utk Penangg. Pengangguran Dari 3 orang pengelola (Sdr. Zuhri, Rahmat & Saifuddin), 2008 menjadi 273 orang. Berdiri 10 Nopember 2008Di Lasem, Kab. Rembang, Jawa Tengah Modal awal Rp. 3 juta, saat ini asetnya menjadi lebih dari 79 Milyar Telah menggunakan teknologi aplikasi BMT Online dan ISO 9001: 2000 KINERJA BMT DALAM PENANGGULANGAN PENGANGGURAN
  • 31. Bermula dari Program P2KER Inisiasi PINBUK bersama Depkop, BMI dan Inkopontren (KONSORSIUM 4) BMT-MMU BMT-MMU (B MT Maslahah Mursalah lil Ummah) didirikan karena keprihatinan yang mendalam para ustadz Madrasah Miftahul Ullum–Pondok Pesantren Sidogiri tentang maraknya pola pinjaman yang mengandalkan akad RIBA berkembang didesa Sidogiri. Bermula dari Program P2KER di Probolinggo berdirilah BMT-MMU pada tanggal 12 Rabi’ul Awal 1418 H atau 17 Juli 1997 dengan modal 13,5 juta . BMT-UGT BMT-UGT (B MT Usaha Gabungan Terpadu) didirikan oleh beberapa pengurus BMT-MMU dan orang-orang yang berada dalam satu kegiatan UGT-PPS (Urusan Guru Tugas Pondok Pesantren Sidogiri) yang didalamnya terdapat PJGT, Pimpinan Madrasah, Guru, Alumni dan Partisipan PPS yang tersebar di Jawa Timur. BMT-UGT mulai beroperasi di Surabaya pada tanggal 5 Rabiul Awal 1421 H atau 6 Juni 2000 M. KINERJA BMT MENGHIDUPKAN PESANTREN
  • 32. Pertumbuhan omzet Selama 5 tahun berjalan Tahun Kopontren BMT-MMU BMT-UGT 2002 16.374.845.563 26.783.517.109 7.314.153.975 2003 16.581.563.176 42.333.557.553 13.443.847.357 2004 19.675.089.280 68.104.139.196 20.828.547.669 2005 20.636.138.979 86.263.890.742 40.962.748.114 2006 28.556.205.330 96.890.328.407 89.949.337.883 2007 35.399.299.700 114.774.395.521 180.959.115.919
  • 33. Pertumbuhan Asset Selama 5 tahun berjalan Tahun Kopontren BMT-MMU BMT-UGT 2002 1.453.166.142 4.878.082.036 1.482.530.948 2003 1.494.166.142 9.388.320.435 2.927.723.304 2004 2.296.597.341 13.585.608.217 5.231.130.381 2005 2.171.980.918 19.385.416.436 13.480.156.691 2006 2.820.390.167 20.357.363.849 30.440.110.019 2007 7.230.800.760 25.850.404.674 51.672.554.640
  • 34. Pertumbuhan Zakat Selama 5 tahun berjalan Tahun BMT-MMU BMT-UGT 2002 25.839.609 24.779.550 2003 40.866.192 38.205.166 2004 54.840.150 51.625.360 2005 76.000.000 59.812.784 2006 107.125.610 135.233.470 2007 135.740.935 244.196.273
  • 35. PUSAT INKUBASI BISNIS USAHA KECIL Jl. Warung Jati Timur No 1 Kalibata Jakarta Selatan Telp. 021-79180980 Fax. 79192310 Email: pinbukpusat@yahoo.com DEPARTEMEN SOSIAL REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDRAL PEMBERDAYAAN SOSIAL DIREKTORAT PEMBERDAYAAN FAKIR MISKIN Jl. Salemba Raya No. 28 Jakarta Pusat KINERJA PEMBERDAYAAN FAKIR MISKIN MELALUI PENGEMBANGAN TERPADU BMT dan KUBE PINBUK
  • 36. Pokok Pikiran yang dilaksanakan adalah : (PARADIGMA BARU) : 1). Dari KUBE “ barang ” menjadi KUBE “ uang ”, 2). Dari “ sekedar” KUBE menjadi KUBE yang “ diintregasikan dengan pengembangan BMT yang profesional ”, 3). Dari KUBE sekedar “ asal bentuk” menjadi KUBE yang pembentukan dan kegiatannya dilaksanakan melalui “ tahapan persiapan sosial ” , 4). Dari “ proyek oriented ” dengan sifat dana program sebagai “ bantuan ” yang terkesan “ charity ” menjadi “ program oriented” , mandiri dan berkelanjutan, 5). Dari program “ pembangunan materi semata” menjadi program “ pembangunan seutuhnya ” (rupiah & ruhiyah). FILOSOFI PROGRAM
  • 37. Mengidentifikasi dan memastikan sasaran adalah Ruta Miskin sesuai kriteria Uji Kelayakan Pra LWK LWK (Latihan Wajib Kelompok) RUMPUN (Rembug Himpunan) Penjelasan Program Pemantapan tekad dan niat Menentukan calon anggota kelompok Pematangan proses mengikuti LWK Evaluasi Menentukan waktu dan tempat LWK Penjelasan tentang LWK. Mempersiapkan tekat dan minat peserta untuk merubah hidupnya menjadi lebih baik melalui kegiatan usaha kuat dan berorientasi maju Meningkatkan sikap disiplin. Pengenalan tentang simpan pinjam dan prosedurnya. Pengenalan dan pembentukan POKUSMA Penyusunan rencana POKUSMA. Penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang berupa penetapan jadwal Rumpun Pembukaan Pembacaan Ikrar Anggota Pembacaan Ikrar Pendamping Laporan kehadiran anggota oleh ketua Realisasi simpanan dan pinjaman: Penyerahan Pinjaman Pengumpulan angsuran menghimpun simpanan menghimpun IKS Berbagi Pengalaman Pembinaan social ekonomi dan lingkungan Penguatan ruhiyah (keterpaduan dzikir, pikir dan ikhtiar) Doa dan Penutup MEKANISME PEMBENTUKAN POKUSMA Pendampingan Berkelanjutan Ruta Miskin Melalui Pendekatan Kelompok (POKUSMA)
  • 38. 1. Cara Pandang Baru , Muncul cara pandang bahwa ” tidak ada yang dapat merubah nasibnya kecuali dirinya sendiri ” Cara pandang kegiatan ekonomi rumah tangganya dari (Pendapatan = Konsumsi) menjadi (Pendapatan = Konsumsi + Tabungan) dan pada saatnya menjadi (Pendapatan = Konsumsi + Tabungan + Investasi + Zakat ) 2. Budaya Baru , Muncul budaya baru untuk kumpul-kumpul dengan bincang-bincang bisnis dalam pertemuan RUMPUN dan BALAM setiap pekanan. 3. Kejama’ahan – Kebersamaan , memunculkan rasa kebersamaan dan/atau kejama’ahan diantara para anggota KUBE dalam pertemuan RUMPUN dan BALAM setiap pekanan. 3. Solidaritas Sosial , Pembiasaan memberikan IKS pada setiap pertemuan 4. Partisipasi Masyarakat , Memunculkan partisipasi masyarakat melalui keterlibatannya dalam setiap proses pelaksanaan program. HASIL YANG DICAPAI
  • 39. 5. Pengembangan Usaha Mikro , sehingga akan ” menghidupkan ” desa 6. Kelembagaan Sosial Ekonomi Masyarakat , Membentuk “ Social Capital ” sekaligus “ Economic Capital ” berupa pengorganisasian 468 KUBE dengan kegiatan rutinnya RUMPUN pekanan, dan kelembagaan 40 BMT KUBE Sejahtera 7. Pengenalan Manajemen Modern , Mengenalkan manajemen pengelolaan BMT KUBE Sejahtera, mekanisme pengajuan pembiayaan (usaha mikro dan BMT, full time, pelatihan, sop, dsb) 8. Pengenalan Administrasi , Mengenalkan administrasi pengelolaan keuangan dalam kegiatan usaha anggota KUBE dan dalam pengelolaan BMT KUBE Sejahtera. 9. Pengenalan Teknologi , Mengenalkan teknologi informasi terutama bagi pengelola dengan adanya penerapan komputerisasi penggunaan software BMT On-Line. HASIL YANG DICAPAI Lanjutan
  • 40. Perbandingan Dana Program dari DEPSOS dengan Dana IKS, dan Swadaya Masyarakat (modal & tabungan) Dengan adanya program ini, masyarakat dapat mengumpulkan : IKS sebanyak Rp. 80.000.367,- dan Dana Swadaya Tabungan Masyarakat sebesar Rp. 5.216.349.543,- , sekitar 14 % dari Dana Penyertaan Depsos Sebasar Rp. 31.600.000.000,-
  • 41. SERAPAN TENAGA KERJA HASIL YANG DICAPAI Lanjutan Pengelola BMT KUBE Sejahtera Koordinator Pendamping Pendamping Pengurus BMT KUBE Sejahtera
  • 42. PETA SEBARAN KUBE DAN BMT KUBE SEJAHTARA Kerjasama PINBUK dengan DEPSOS Program Tahun 200 4 - 2005 5 BMT KUBE SEJAHTERA UNIT 042, 043, 044, 045, 046 Jumlah KUBE :120 Jumlah KK : 1.200 Lokasi Prog. Banda Aceh, Aceh Besar, Bireun 4 BMT KUBE SEJAHTERA UNIT 001, 002, 003, 004 Jumlah KUBE :144 Jumlah KK :1293 Lokasi Prog. Kab. Deli serdang 4 BMT KUBE SEJAHTERA UNIT 029, 030, 031, 032 Jumlah KUBE : 65 Jumlah KK : 680 Lokasi Prog. Kab. Pontianak 4 BMT KUBE SEJAHTERA UNIT 009, 010, 011, 012 Jumlah KUBE : 51 Jumlah KK : 500 Lokasi Prog. Kab.Palembang, Kab.Ogan ilir 5 BMT KUBE SEJAHTERA UNIT : 067, 068, 069, 070, 071 Jumlah KUBE : 120 Jumlah KK : 1.250 Lokasi Prog.Kab.P. Raya Waringin Timur, Kapuas, 5 BMT KUBE SEJAHTERA UNIT : 062, 063, 064, 065, 066 Jumlah KUBE : 120 Jumlah KK : 1.200 Lokasi Prog.Kab.Barito Kuala,Kab.Tapin Rantau 4 BMT KUBE SEJAHTERA UNIT : 037, 038, 039, 040 Jumlah KUBE : 42 Jumlah KK : 600 Lokasi Prog.Kab.Bone Bolango 5 BMT KUBE SEJAHTERA UNIT : 077, 78, 79, 80, 081 Jumlah KUBE : 105 Jumlah KK : 1.250 Lokasi Program : Kota Ambon, Kab.Buru, Maluku Tenggara 4 BMT KUBE SEJAHTERA UNIT : 033, 034, 035, 036 Jumlah KUBE : 91 Jumlah KK : 2.900 Lokasi Program : Kota Makassar 5 BMT KUBE SEJAHTERA UNIT : 057, 58, 59, 60, 061 Jumlah KUBE : 120 Jumlah KK : 1.200 Lokasi Program : .Kab.Buleleng, Kab.Karangasem 9 BMT KUBE SEJAHTERA UNIT : 021 s/d 028 dan 041 Jumlah KUBE : 220 Jumlah KK : 1.302 Lokasi Program : Kab. Sidoarjo, Kab.Gresik, Kab. Bondowoso. 4 BMT KUBE SEJAHTERA UNIT : 017, 018, 019, 020 Jumlah KUBE : 41 Jumlah KK : 751 Lokasi Program : Kab.Sleman 5 BMT KUBE SEJAHTERA UNIT : 052, 053, 054, 055, 056 Jumlah KUBE : 120 Jumlah KK : 1.200 Lokasi Program : Kota Surakarta, Kab. Karanganyar, Kab. Demak 9 BMT KUBE SEJAHTERA UNIT : 013, 014, 015, 016 dan 5 BMT Uji Coba ‘03 Jumlah KUBE : 116 Jumlah KK : 1.212 Lokasi Prog: Kab. Tangerang, Kab.Pandeglang, 4 BMT KUBE SEJAHTERA UNIT : 005, 006, 007, 008 Jumlah KUBE : 41 Jumlah KK : 617 Lokasi Prog.Kab.Bengkulu Utara 5 BMT KUBE SEJAHTERA UNIT : 047, 48, 49, 50, 51 Jumlah KUBE : 120 Jumlah KK : 1.200 Lokasi Prog. Kab. Kota Pariaman,Kab.Padang, Kab.Agam 5 BMT KUBE SEJAHTERA UNIT : 072, 073, 074, 075, 076 Jumlah KUBE : 128 Jumlah KK : 1.250 Lokasi Prog.Kab. Donggala, Poso 5 BMT KUBE SEJAHTERA Jumlah KUBE : 50 Jumlah KK : 500 Lokasi Program : Kab. Sukabumi 6 BMT KUBE SEJAHTERA UNIT : 082, 83, 84, 85, 86, 087 Jumlah KUBE : 120 Jumlah KK : 1.250 Lokasi Program : .Kab.Ternate, , KabTidore Kepulauan, Halut, Halbar, Halsel
  • 43. Contoh : KONDISI BMT KS Unit 21& 22 Kunjungan Prof. Sukhor Kasim, Founder Amanah Ikhtiar Malaysia Ke BMT KUBE Unit 21 BMT KUBE SEJAHTERA 021 Ds. TROPODO Jumlah Anggota KUBE yang sudah terlayani : 265 KK Jumlah Pengelola : 3 orang Jumlah Pengurus : 7 orang Total Pembiayaan yang diberikan ke anggota : Rp. 287.400.000,- Total Aset saat ini : Rp. 6,8 Milyar Total Tabungan Anggota : Rp. 17.714.000,- Total Jumlah Anggota : 306 orang
  • 44. Dampak Kinerja Sosial , M enang L omba P engusaha Mikro 2006 (kelompok dagang CMA 2006) FIRST WINNER SUKIRMAN (GOAT SELLER) BMT KUBE SEJAHTERA SIDOARJO JAWA TIMUR SECOND WINNER MOCH SULI (Toy Seller) BMT KUBE SEJAHTERA SIDOARJO JAWA TIMUR THIRD WINNER SITI HINDUN (PENJAHIT) BMT KUBE SEJAHTERA SIDOARJO JAWA TIMUR
  • 45. KINERJA PENGEMBANGAN BMT DI UNIT PEMUKIMAN TRANSMIGRASI ( DEPNAKERTRANS ) LKM BMT TRANS UPT. TEBING TINGGI III KAB. TANJABAR JAMBI 2003 LKM BMT TRANS DATAR LEBAR UPT DATAR LEBAR KAB. MUARA ENIM SUMSEL 2003 LKM BMT RUMPUN MANIS UPT TELUK NANGKA KAB. PONTIANAK KALBAR 2004 LKM BMT TRANS PRODE SP 1 UPT PRODE KAB. SUMBAWA NTB 2004 LKM BMT TRANS TUMIH ROHAM RAYA KAB. BARITO KUALA KALSEL 2004 LKM BMT TRANS MUKTI TAMA UPT. PONGKASE KAB. LUWU UTARA SULSEL 2004 LKM BMT TRANS UPT KUALA TOLAM SP 1 DAN SP 2 KAB. PELELAWAN, RIAU 2005 LKM BMT TRANS UPT DDH, LMT A3 & B3 KAPUAS KALTENG 2005 LKM BMT TRANS UPT MESUJI SP 13 KAB. T.B LAMPUNG 2005
  • 46. MASALAH : Lebih 30 th, sejak 1976 - 2006, KPR hanya untuk perumahan “formal” melalui perbankan (bahkan nyaris hanya Bank BTN). Hampir 100% yang dapat mengakses kredit perumahan tersebut hanyalah masyarakat dari kalangan pegawai dan karyawan yang memiliki kepastian pendapatan rutin bulanan dan/atau memiliki slip gaji. Sektor informal tidak tersentuh. Perumahan formal hanya di daerah perkotaan Selama itu pula subsidi (APBN) bunga/uang muka kredit perumahan (KPR) kepada low income community tersebut tidak pernah habis. Kinerja Pemberdayaan BMT di Sektor Perumahan
  • 47. Bermula dari 6 Juli 2006, PINBUK MoU dengan Kementrian Perumahan Rakyat mengikutkan 20 BMT untuk pilot project . Dengan sisa waktu 3 bulan itu, terbukti LKM BMT mampu melaksanakan KPRS Bersubsidi, kepada 490 orang MBR yang rata-rata dari kalangan “sektor informal . ” Berikutnya diperluas menjadi : Dengan KPRS melalui BMT saat ini, dukungan pembangunan menjangkau kepada MBR dari kalangan “sektor informal” hingga ke pelosok desa. Subsidi tdk perlu kembali ke APBN bahkan cenderung kurang. TAHUN KPR (Unit) Subsidi (Rp) KPRS (Unit) Subsidi (Rp) 2006 61.478 247.590.226.346 495 4.255.000.000 2007 44.157 236.285.729.983 7.580 50.317.595.401 2008 (April) 18.486 121.777.761.406 7.442 65.380.100.000
  • 48. KINERJA PEMBERDAYAAN WIRAUSAHA BARU : Presiden SBY, Ibu Ani dan Gubernur Sumut memberikan apresiasi terhadap Kreasi Becak Bakso…
  • 49. Presiden SBY dan Ibu Ani penuh perhatian pada penjelasan konsep Sentra Shariah Klaster Opak…. Medan 19 Des 2007
  • 50. KELEMBAGAAN PINBUK Aslichan Burhan El-Blitary
  • 51. VISI Menjadi lembaga yang professional, terpercaya dan terkemuka di Indonesia dalam penanggulangan kemiskinan melalui pengembangan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Baitul Maal wat-Tamwil (BMT) dan Kelompok-kelompok Usaha Mikro yang mandiri , berkelanjutan dan mengakar di masyarakat
  • 52. M I S I Membangun keswadayaan masyarakat dan pengorganisasian kelembagaan LKM dan kelompok-kelompok usaha mikro yang mandiri, berkelanjutan dan mengakar di masyarakat Menciptakan akses yang lebih mudah sehingga masyarakat miskin dan usaha mikro mampu menjangkau peluang, informasi dan sumberdaya untuk pengembangan usaha. Mengembangkan sumberdaya manusia dan sumberdaya ekonomi masyarakat miskin dan usaha mikro serta lembaga-lembaga pendukung pengembangannya
  • 53. M I S I Mendorong terwujudnya kebijakan publik yang mendukung pada peningkatan akses masyarakat miskin dan usaha mikro kepada sumberdaya ekonomi melalui pengembangan LKM Mengembangkan lembaga-lembaga pendukung/infrastruktur dalam pengembangan kualitas dan kuantitas LKM serta layanan pengembangan usaha mikro Mengembangkan pemberdayaan sosial masyarakat yang terpadu dalam aspek usaha ekonomi produktif (UEP) dan usaha kesejahteraan sosial (UKS) pada berbagai kelompok masyarakat.
  • 54. SASARAN Terfasilitasinya jejaring kerja 2.000 BMT existing dalam kemitraan bisnis jasa keuangan dan terwujudnya pengembangan 5.000 BMT baru hingga 2011 yang menjangkau 5 juta UMKM dan keluarga miskin Terwujudnya Pusat Data BMT yang memiliki database akurat dan updating serta melakukan standardisasi, rating dan pemberian penghargaan/ award KJKS/ UJKS Terwujudnya Sistem Diklat Profesi bagi pengelola KJKS/ UJKS/BMT yang sesuai standar kompetensi Terwujudnya Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) bagi Pengelola KJKS/ UJKS/BMT
  • 55. SASARAN Terwujudnya Lembaga Wholesaler dan/atau APEX BMT sebagai pendukung perkuatan permodalan dan likuiditas KJKS/UJKS/BMT Terwujudnya sistem teknologi informasi dan komunikasi yang standar, handal dan efisien Terbentuknya sistem penguatan ruhiyah bagi insan gerakan BMT dan PINBUK Terjalinnya hubungan dengan media massa untuk advokasi dan publikasi gerakan BMT Terwujudnya jaminan (asuransi) atas risiko pembiayaan BMT, simpanan dan tunjangan hari tua dan/ atau kesehatan bagi pengelola KJKS/ UJKS/ BMT
  • 56. SASARAN Terwujudnya bisnis riil yang menopang kemandirian jejaring PINBUK dan gerakan BMT Terwujudnya sistem infrastruktur yang kuat dan antar jejaringan organisasi hirarkis PINBUK
  • 57. STRATEGI Menjadi mitra strategis bagi pemerintah dan pemerintah daerah dalam melakukan program pemberdayaan ekonomi masyarakat Melakukan aliansi strategis dengan lembaga keuangan perbankan dan lembaga keuangan bukan bank (asuransi, dana pensiun, leasing dll.), lembaga donor dan pihak swasta dalam menyinergikan arah pendanaan.
  • 58. STRATEGI Mengembangkan jejaringan ekonomi dengan pelaku lembaga keuangan mikro berbasis syariah dengan pola timbal balik, saling menguntungkan dan mitra dalam kesejajaran Membentuk kelembangaan yang menunjang perkembangan lembaga keuangan mikro syariah dalam penelitian, pendidikan dan sertifikasi profesi Merekayasa ulang atas sistem organisasi agar memiliki misi gerakan, mandiri, transparan, profesional dan mempunyai tata kelola yang baik
  • 59. KELEMBAGAAN Badan Hukum : Yayasan Periode Kepengurusan : 2007-2012 Hasil Rakernas ke-VII (Desember 2006) Kepengurusan Pusat: Badan Pembina Badan Pengawas Badan Pen gurus Badan Pekerja Kepengurusan Pusat: Badan Penasihat BadanPengawas Badan Pekerja
  • 60. Mitra : 18 Pendamping Propinsi 80 BMT KUBE Sejahtera Dekopin / Swamadani BRI Depsos Tupoksi : Usulan Desain Program Buru Info Program Penyiapan Dokumen Lelang Proposal Teknis & RAB Mobilisasi SDM Pelaporan Monev & Supervisi Support Program ke daerah Mitra : Kemenegkop Depnakertrans Kondur Petroleum Agam Sumbar Deptan Tupoksi : Siapkan Desain Training Siapkan Silabus Siapkan Modul Reguler Training Laporan Memfungsikan LDP Mitra : Lintas Departemen Nurhasan (Nugi) Kelembagaan & Jejaring PINBUK Daerah (PINDA) Sri Bimo Ario Tejo M. Nopal / IT / Database Kemitraan, Pengemb. Program BMT/ KUBE Alwin Fajri Siregar Ahmad Rikki (Kiki) / Verifikasi Micro Housing Udin Budi Laksana Sugito / Adm. Project B. Konga/Proposal Project Development Hermawan Jatmiko Fery Afianto/ Pemasaran Diklat Reguler Training Support Deni Irawan Sudrajat Tupoksi : SK PINBUK Daerah Database alamat, SDM. Sistem SOP & SOM Support Program di daerah. Publikasi Keg. / Media Web Satuan Pengendali Internal HRD R & D Pemeliharaan Jaringan & Program PINBUK Daerah Mitra : 33 PINBUK Propinsi 400 PINBUK Kab/Kota Pemprop & Pemkab/Kot Selindo Tupoksi : Database & Pelaporan Analisis Laporan Keuangan Support IT. SOM, SOP dan Panduan Pendampingan Pendamping Teknis & Manaj. Akses Pengembangan Advokasi Sertifikasi Tupoksi : Verifikasi BMT Calon Pelaksana. Rekomendasi Ke MENPERA Dokumentasi Kontrak Verifikasi MBR Database Perumahan Supervisi Mitra : Menpera 140 BMT Pendampingan/Supervisor Propinsi Alfu Syukrina/ Bendahara & Kasir Fery, Husaini, Roni BAG. ADM., KEUANGAN & RUMAH TANGGA Emalia Tanjung Tupoksi : Kebijakan Lembaga Pengarah Koordinasi Audiensi, Lobby, Negosiasi Komunikasi Bisnis Human Relation /Internal Public Relation/External Kontrak Kerja Supervisi Mitra : Lintas Seluruh Bagian & Departemen Badan Otonom di Lingk. PINBUK DIREKTUR EKSEKUTIF Aslichan Burhan Tupoksi : Buat Kebijakan Keuangan Rekening Bersama dengan masing-masing bidang IWB Penggajian Koordinasi Penagihan Mitra : Lintas Seluruh Bagian & Departemen Lintas Program Batom
  • 61. Formula Kepengurusan Badan Penasihat Ulama: MUI Cendekiawan: ICMI, akademisi Praktisi perbankan syariah: Bank Muamalat Indonesia (BMI) Tokoh birokrasi yang memiliki kepedulian pada BMT Badan Pengawas: Asosiasi BMT Tokoh yang memiliki kesejarahan dengan PINBUK Badan Pekerja
  • 62. PINBUK DAERAH Direktur Adm & Keuangan Manager Diklat & Penguatan Ruhiyah Manager Program & Kemitraan BMT Manager Sektor Riil Merancang Training LDP DFQ Program dengan Pemda/ BUMD/ Swasta Program Kemitraan Pinbuk Menpera BLPS (Depsos) LP3 PKBL Franchise – PT. PMM Minimarket
  • 63. PINBUK Kab./Kota Ujung tombak gerakan pemberdayaan ( agent of empowering ) Pelaksana kegiatan lapangan program dan proyek Menindak lanjuti akses informasi dari Propinsi di tiap Kabupaten/Kota atau sebaliknya dari BMT ke Kabupaten/Kota, Propinsi, dan ke Pusat. Menjalankan proses pendampingan kepada BMT yang berada di wilayah kerjanya.
  • 64. PINBUK Pr opinsi Fungsi chanelling, objective planning dan coordinating, organizing Menjalankan fungsi ‘dapur’, melakukan penyesuaian desain program dan proposal sesuai dengan kondisi daerah masing-masing. Menindak lanjuti akses informasi dari Pusat yang telah dilakukan PINBUK Pusat di tiap-tiap Propinsi atau pun sebaliknya. Perwakilan PT. Konsultan kelas besar dan kecil di semua propinsi, serta bila diperlukan mendirikan PT. Konsultan Propinsi dengan mekanisme yang ditentukan oleh PINBUK Pusat bersama PINBUK Provinsi Untuk tujuan praktis penyelengggaraan program PINBUK dapat membentuk lembaga-lembaga konsultan dengan bahan hukum PT dimana sahamnya mayoritas dimiliki oleh Yayasan
  • 65. PINBUK Pr opinsi Desain program, TOR dan proposal memadukan dengan program dan APBD Pemerintah Propinsi Akses informasi di tingkat propinsi Otoritas penuh dalam penunjukan person perwakilan kab/kota berdasarkan kriteria yang telah ditentukan PINBUK Pusat. Kaderisasi: Merencanakan, membina dan mengembangkan Fasilitator , Project Officer, Team Leader dan Pendamping BMT dan POKUSMA pada tiap-tiap Propinsi.
  • 66. PINBUK Pusat Fungsi directing dan strategic planning Pemilik saham bendera PT. Konsultan kelas besar, menengah dan kecil dgn perwakilan di semua propinsi sebesar 10 sd 49% saham PT. Konsultan Propinsi sesuai dengan perkembangan dan kondisi bisnis lapangan. Desain program, TOR dan proposal dari program APBN Akses informasi baik di tingkat nasional maupun internasional Otoritas penuh dalam penunjukan “person” perwakilan propinsi. Kaderisasi: Merencanakan, membina dan mengembangkan Fasilitator, Project Officer, Team Leader dan Pendamping BMT & POKUSMA pada tiap-tiap Propinsi.
  • 67. STRUKTUR ORGANISASI DEWAN PEMBINA Ketua : Binhadi Sekretaris: Siswanto Anggota : Aries Mufti Pengurus DEWAN PENGAWAS Marwah Dauh Ibrahim (ICMI) Amidhan (MUI) Andi Buchori (BMI) Soelarso Faruq I Latjuba Soewondo Farid Rizqon Mustafa (Absindo Jabar) Jularso (Absindo Jateng) Nyadin (Absindo Jatim) DEWAN PENASIHAT Ketua : Zainulbahar Noor Sekretaris : Nasyrah Bidang Syariah : Didin Hafidhudin Adiwarman Karim Bidang Microfinance : Abdullah Yazid Junaidi Muhammad Bidang Comdev : Her Suselo Nukman Basyir Affan Encep R. Marsadi Bidang Litbang : Bambang Kusnadi Budi Purnomo Bidang Hubungan LN: Syafi’i Antonio Bidang Funding : Suhaji Lestiadi Emi Hamidah Direktur Eksekutif Corporate Secretary Manager Program Manager Pendidikan dan Pelatihan Manager Kemitraan & Advokasi BMT Keuangan Perwakilan Propinsi Hermawan Djatmiko Deni Irawan S Alwin Fajri Siregar Emalia PT. Pinbukindo PT. USSI Prima PT. Pinbuk Multi Artha Kelola Inkopsyah Pinbuk Press Asosiasi BMT DFQ Cabang Kabupaten/ Kota M. Amin Azis, Zainul Bahar Noor, Andi Buchori Aslichan Burhan Sri Bimo Ario Tejo ICL
  • 68. MARTIKULASI SASARAN-STRUKTUR SASARAN KOORDINATOR BATOM STATUS 1 Manajer PT. Pinbukindo Profit Center 6 Program PT. USSI-Prima Profit Center 2 Manajer PT. Pinbuk Multi Profit 10 Kemitraan Artha Kelola Center 5 & Advokasi BMT Inkopsyah Profit Center
  • 69. MARTIKULASI SASARAN-STRUKTUR SASARAN KOORDINATOR BATOM STATUS 3 Manajer ICL Profit Center 4 Pendidikan Yayasan Pinbuk Revenue Center 7 & Pelatihan DFQ Cost Center 8 Corporate 11 Secretary
  • 70. STRUKTUR Perwakilan PINBUK PROPINSI & KABUPATEN/KOTA Badan Penasihat/Dewan Pakar Ulama: MUI Cendekiawan: ICMI /Akademisi Praktisi perbankan syariah: Bank Muamalat Indonesia (BMI) dan/atau Bank Syariah lainnya. Tokoh birokrasi yang memiliki kepedulian pada BMT Badan Pengawas: Asosiasi BMT Tokoh yang memiliki kesejarahan dengan PINBUK Badan Pekerja
  • 71. Badan Pekerja KOMITMEN: Memiliki Kepedulian dalam pengembangan BMT dan UKM USIA: 25 s/d 50 tahun PENDIDIKAN: Minimal S1 PENGALAMAN: Aktivis dalam organisasi Islam atau PINBUK Pernah mengikuti pelatihan BMT atau ke-PINBUK-an INTEGRITAS Tidak pernah memiliki masalah keuangan pada organisasi yang pernah dan sedang diikuti Sanggup melepas dari jabatan organisasi politik atau LSM sejenis
  • 72. Badan Pekerja Sanggup bekerja full time Untuk jabatan DIREKTUR bila tidak full time , karena pertimbangan ketokohan, tetap disyaratkan : Minimal menyediakan waktu 10 jam dalam sepekan untuk PINBUK Minimal 2 kali sepekan hadir dalam rapat selama 1 jam Sanggup mengkomunikasi PINBUK kepada dinas terkait dan pemerintah daerah Sanggup melakukan koordinasi dengan PINBUK Pusat, Propinsi serta jejaring BMT di wilayahnya Bersedia mengikuti pelatihan TOP LEADER PINBUK Sanggup mengikuti SOM dan SOP PINBUK. Menyatakan kesediaan secara tertulis Masa jabatan 4 tahun dengan evaluasi dari Komite Etik.
  • 73. Manager Program Hunting dan Penanganan Program/proyek Jasa Konsultansi utamanya berbasis LKMS BMT dengan Dinas/ Pemerintah Daerah Konsentrasi Program : Dekon (APBN), APBD Propinsi dan APBD Kab./Kota (Kerjasama Pinbuk Kab/Ko) Kemitraan Proyek Pusat-Daerah Dinas Koperasi : Program P3KUM (DBS), Perkassa (Kopwan), Prospek Mandiri (Sarjana Wirausaha), dsb. Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi : TKPMP BMT, Replikasi Grameen, BMT Trans, BMT Tabung Tani. Dinas Pendidikan : Program Life Skill. Dinas Sosial : Pemberdayaan Fakir Miskin melalui Pengembangan Terpadu LKM (BMT) dan KUBE. Dinas Pertanian : Skim Pelayanan Pembiayaan Pertanian (SP3), LKM/BMT Agribisnis.
  • 74. Manajer Diklat & Pendampingan BMT & UMKM Pelatihan & Pendampingan BMT/ Koperasi/ POKUSMA (Reguler/Berkala) Aliansi BMI dalam Pengembangan BMT Shar’e dan Pendampingan DBS. Authorized Reseller asuransi pembiayaan dan jiwa Authorized Reseller (AR) Software LKMS Online dg PT. USSI-Pinbuk Prima Software Kemitraan Dekopin dalam Pengembangan BMT SWAMADANI. Linkage Program Pembiayaan Perbankan kepada BMT. Inisiasi Koperasi Skunder Puskopsyah BMT. Persiapan kelembagaan Lembaga Diklat Profesi (LDP) dan Tempat Uji Kompetensi (TUK) KJKS Berbasis Kompetensi.
  • 75. Manajer Sektor Riil Pelatihan Kewirausahaan Kemitraan PT. PINBUK Massa Makmoor sbg Franchisee Bakso Kepala Sapi Wong Malang. Kemitraan PT. PINBUK Massa Makmoor sbg Franchisee Kentucky AHLAN WA SAHLAN. Kemitraan PT. PINBUK Massa Makmoor sbg Franchisee Pisang Goreng Bourgeu Sohore-hore. Organizer BMT dan Aghniya dalam Consultative Group on Business (CGB).
  • 76. Manajer Penguatan Ruhiyah Pelatihan Spiritual Communication untuk: GERAKAN: para pengelola BMT/ Koperasi/ POKUSMA PUBLIK: Perusahaan, Profesional, masyarakat luas Assessment Kesehatan BMT
  • 77. Keuangan dan Akuntansi
  • 78. KEUANGAN Sumber Modal Awal Sumber Pendapatan Alokasi Anggaran dan Pembiayaan Administrasi Keuangan Pelaporan Keuangan
  • 79. SUMBER MODAL AWAL Simpoksus/Saham Penyertaan dari personalia Badan Penasihat, Badan Pengawas dan Badan Pekerja, serta Asosiasi BMT dan/atau BMT. Simpoksus/Saham Penyertaan dari ‘ founding fathers’, perseorangan yang comitted pada pendirian PINBUK. Modal Voluntery para tenaga Badan Pekerja PINBUK sebelum kemudian memperoleh pendapatan.
  • 80. SUMBER PENDAPATAN Jasa Konsultansi Program/Proyek Kajian, Pelatihan dan Pendampingan BMT & UMKM, dan Pemberdayaan Masyarakat dari berbagai Dinas, Instansi Pemerintah atau BUMN Dengan bendera Yayasan (Perwakilan PINBUK) untuk sifat program SWAKELOLA, nilai maksimal Rp. 50 juta. Dengan bendara PT. Konsultan (sementara pinjam, sambil harus mulai dipersiapkan PT tersendiri yang didirikan oleh PINBUK Propinsi yang sebagian sahamnya dimiliki PINBUK Pusat) untuk sifat program KONSTRUKSI, nilai sesuai kelas KECIL (100 sd 400 jt), MENENGAH (400 jt sd 1 M), BESAR (diatas 1 M). Penyelenggaraan Pelatihan Reguler BMT Basic Training, BMT Intermadiate Training, BMT Advance Training Spirco Training, Implementasi Software Aplikasi BMT/LKMS Online sebagai AR Ussi PINBUK Prima Software
  • 81. SUMBER PENDAPATAN Pendapatan Bagi Hasil/Margin dari Linkage Programe, Acces to Finance dari Perbankan Syariah dan PKBL BUMN kepada BMT, Pendapatan bagi hasil pendampingan program P3-KUM, Perkassa, BMT KUBE, dsb. Pendapatan Sektor Riil, dsb
  • 82. Keuangan dan Akuntansi Setiap bagian PINBUK Pusat, Propinsi dan Kabupaten/ Kota harus mematuhi sistem operasi dan prosedur (SOP) keuangan Pencatatan akuntansi mengacu pada standar akuntansi yang berlaku umum Setiap penerimaan dan pengeluaran dana harus didukung bukti transaksi yang memadai Sedapat mungkin dilakukan pemisahan fungsi pencatatan, otorisasi dan pemegang kas (tidak diperkenankan dipegang oleh satu orang)
  • 83. Pengendalian & Pengawasan Rekening yang dipergunakan adalah Rekening Giro/ Koran atas nama Lembaga (Perwakilan PINBUK) Rekening yang dipergunakan ditandatangani oleh Direktur Eksekutif dan Manajer Keuangan pada setiap jenjang kepengurusan Pembukaan dan Penutupan Rekening PINBUK: PINBUK Pusat harus mendapat Persetujuan dari Pengurus dan Badan Pembina PINBUK Propinsi dan Kabupaten/Kota harus mendapat Persetujuan dari Pengurus PINBUK Pusat dan Badan Pengawas dalam lingkup masing-masing
  • 84. Pengendalian & Pengawasan Minimal satu bulan sekali (di akhir bulan) dilakukan pemeriksaan fisik kas , serta dibuatkan berita acara dan rekonsiliasi rekening Koran Pengurus berhak meminta laporan keuangan Pengamanan keuangan dilakukan dengan cara: Pengaturan prosedur pada kasir Pembentukan Petty Cash dengan imprest system Pengendalian pengeluaran mengacu pada anggaran Pencatatan dengan sistem komputerisasi dan didukung database yang up date secara on-line Pusat, Propinsi dan Kabupaten/ Kota
  • 85. Pelaporan Setiap PINBUK Propinsi dan Kabupaten/ Kota wajib membuat laporan keuangan berkala dengan menggunakan standar akuntansi yang berlaku dan dilaporkan ke PINBUK PUSAT Laporan Keuangan untuk PINBUK Propinsi dan Kabupaten/ Kota disusun berdasarkan standar akuntansi yang berlaku umum (PSAK No. 45 Tentang Pelaporan Keuangan Organisasi Nirlaba) yang terdiri dari: Laporan Posisi Aktiva, Kewajiban Laporan Saldo Dana Laporan Aktivitas Laporan Arus Kas (LAK) Catatan atas Laporan Keuangan Laporan keuangan bulanan dilaporan paling lambat 10 hari setelah akhir bulan berikutnya ke PINBUK melalui Keuangan PINBUK Pusat Laporan keuangan tahunan dilaporkan paling lambat 60 hari setelah tahun buku berakhir ke PINBUK Pusat
  • 86. Audit Laporan tahunan PINBUK Propinsi dan Kabupaten/ Kota harus diaudit minimal 1 tahun sekali oleh Internal Auditor PINBUK dan atau Auditor Independen Internal Auditor PINBUK berwenang menyusun rencana audit keuangan dan operasional PINBUK Propinsi dan Kabupaten/ Kota, pemberitahuan kepada PINBUK Propinsi dan Kabupaten/ Kota dilakukan paling lambat 1 (satu) pekan sebelum field work audit dilakukan Internal Auditor PINBUK berwenang menentukan tim audit, baik menggunakan tenaga internal, outsource (alihdaya) atau menggunakan tim audit dengan keahlian tertentu Internal Auditor PINBUK sewaktu-waktu dapat melakukan audit khusus atas Pinbuk Propinsi dan Kabupaten/ Kota Tindak lanjut hasil audit menjadi tanggung jawab PINBUK Propinsi dan Kabupaten/ Kota dengan monitoring penuh dari Finance
  • 87. Sumberdaya Insani
  • 88. KADERISASI: Karakter Dasar Kader Kader PINBUK merupakan kader unggul yang memiliki sifat-sifat insan kamil yaitu : Komitmen Ibadah (berkomitmen dan da’i ) Profesionalisme sebagai fasilitator Berjiwa “ enterpreunership ” Berperilaku inklusif, energik dan istiqamah .
  • 89. KADERISASI: Kriteria Kader Pak DAM (Bapak Pendamping) dengan kriteria : Berpengalaman dan berkemampuan mengelola BMT Telah mengikuti pelatihan perkaderan PINBUK Lulus pelatihan kader Pengalaman Community Development (minimal 2 tahun) Keterikatan dengan wilayah kerja Disegani serta diakui di kalangan pengelola BMT dan pengusaha kecil
  • 90. KADERISASI: Kriteria Kader Pak KUS (Bpk Kiat Usaha/Program) dengan kriteria : Berpengalaman Mengelola BMT Management Project Kemampuan berkomunikasi sosial dengan baik Mampu membuat proposal Memiliki potensi, melihat dan menciptakan peluang-peluang Membuat pernyataan kesanggupan diri
  • 91. KADERISASI: Kriteria Kader Pak AM (Bapak Amil) dengan kriteria: Berbakat dan berkemampuan untuk mengelola zakat Berbakat dan mempunyai kepribadian sebagai da’i
  • 92. JENJANG PENGKADERAN Diklat Dasar Meliputi ke BMT-an, visi dan misi PINBUK, kewirausahaan dan Commuinty Development . Pengelolaan BMT Latihan Kader dasar PINBUK (Pak Bin, Pak Kus, Pak Am) Pelatihan Commnity Development dan metode PRA CBIRD Diklat Lanjutan Latihan Kader Lanjutan PINBUK (Pak Bin, Pak Kus, Pak Am) Training Of Trainers (TOT) Master Of Training (MOT) Management Project (MP) Pelatihan Baitul Maal dan Da’i BMT Diklat Pengembangan Pelatihan Konsultan/Pendamping Usaha Pelatihan Baitul Maal dan Da’i BMT
  • 93. PINBUK Dan Strategi Pengembangan Lembaga Keuangan Mikro Syariah (BMT)
  • 94. VISI 2020 Kepastian (Supremasi) Hukum Jaminan keamanan Politik Ekonomi Kerakyatan (Shariah Economic) Good Corporate Governance (Shariah Banking Practices) Bersih = Shiddiq & Amanah Transparan = Tabligh FIT eksekutif PIMPINAN yudikatif legislatif Profesional = Fathonah PROPER INDONESIA BARU (MASYARAKAT MADANI) - Adil & Makmur PEMULIHAN EKONOMI Investasi Dalam & Luar Negeri Situasi & Kondisi Kondusif PERAN Tokoh Masyarakat/ LSM/KSM Konsep Sosialisasi Regulasi Advokasi Implementasi
  • 95. KONDISI PERBANKAN DAN ALTERNATIF PEMECAHANNYA MELALUI PENGEMBANGAN BMT Persyaratan teknis, prosedur, dan Birokrasi Perbankan Bank membenahi masalah intern, konsolidasi Bank terkonsentrasi di perkotaan tidak menjangkau pedesaan/sektor informal Pendekatan Bank: Arah Corporate Financing Kredit Bank, kurang pembinaan secara intensif LEMBAGA KEUANGAN MIKRO & SYARIAH S O L U S I Pembiayaan Bagi Hasil Dan Berkeadilan Tatacara Sederhana/ Tepat Waktu Dekat dengan Usaha KMK/Pedesaan (Unit Financial System) Pembiayaan Tersupervisi Sesuai dengan Kultur Usaha KMK Murah dan Terjangkau Disertai Pembinaan Usaha Mandiri Kelompok Usaha Produktif
  • 96. Peta Lembaga Keuangan Mikro di Indonesia Non Bank MF Bank BPR/BPRS (Per Desember 2000) Peraturan = UU Perbankan No.10/1998 Izin = Bank Indonesia Pembinaan = Bank Indonesia BRI Unit (Per Januari 2001) Peraturan = UU Perbankan No.10/1998 Izin = Bank Indonesia Pembinaan = * BRI Cabang * Bank Indonesia untuk BRI secara keseluruhan BKD (Per Desember 2000) Peraturan = UU RI No.10/1998 tentang Perbankan Izin = Bank Indonesia Pembinaan = BRI atas nama Bank Indonesia KOSIPA (Per April 2000) (Kop. Simpan Pinjam) Peraturan = UU Koperasi No.25/1992 Izin = Kementrian Negara Koperasi, PKM Pembinaan = Kementrian Negara Koperasi, PKM Non Formal Formal LDKP (Per Juni 2000) Peraturan = --------- Izin = Gubernur setiap provinsi Pembinaan = Pemda Tk. I LSM, KSM BMT Arisan Jumlah = 2.419 unit Volume Usaha = Rp 4,7 T Pembiayaan = Rp 3,6 T Simpanan = Rp 3,1 T Jumlah = 3.694 unit Pembiayaan = Rp 7,8 T Simpanan = Rp 19,7 T Jumlah = 5.345 unit Vol. Usaha = Rp 0,3T Pembiayaan = Rp 0.16T Simpanan = Rp 0.01T Total KSP/USP = 1.097/35.218 unit Volumue Usaha= Rp 0,4T/5,3T Pembiayaan = Rp 0,5 T/3,6T Simpanan = Rp 0,17 T/1,2T Jumlah = 2,272 unit Pembiayaan = Rp 0.36 T Simpanan = Rp 0.33 T (data November 2000) Total = 2,914 unit Pembiayaan = Rp 0.05 T Simpanan = Rp 0.05 T Sumber : Bank Indonesia
  • 97. LKM SISTEM DAN OPERASIONAL PROSEDUR TRAINING/ PELATIHAN TEKNOLOGI NETWORK ANTAR BMT CUSTOMER CARE LEGALITAS PRODUK PENGERAHAN DANA & PEMBIAYAAN FEED BACK RESEARCH RESULT TRANSPARANCY ATTITUDE COMPETENCE BEHAVIOR COMMITMENT VISI DAN MISI MANAJEMEN & KARYAWAN MARKET DEMAND COMMERCIAL FEEDBACK SCALE UP COMMERCIAL DEVELOPMENT MARKET INFORMATION STRATEGI TERPADU BMT CORPORATE CULTURE
  • 98. STAGING of BMTs EXISTENCE STAGE EARLY GROWTH STAGE STABLE GROWTH STAGE SUISTAINABLE STAGE Time Business PMP, SOP, IT Implemen tation Financing PHBL Executing Chanelling - Building trust - Fund raising - Riil sector linkage - Share to Holding Source of data base Apex On Line Evaluation Improvement Branches & JML Pengemba- ngan Pemberda- yaan Penguatan Preparation of Apex Institution
  • 99. UKMK PROGRAM PENDUKUNG Technical Support Konsultansi Bisnis Contoh Sentra Produksi Mengembangkan Pembiayaan Lokal BMT/K JKS Pembiayaan UKMK Meningkatkan dan memberdayakan Bisnis Lokal Universitas; Asosiasi; LSM Mengidentifikasikan dan menjadikan sebagai model bagi pengembangan bisnis daerah PINBUK
  • 100. KEPERCAYAAN& KENYAMANAN INVESTOR LOKAL PENGEMBANGAN OTONOMI DAERAH (PUSAT PEN DAMPING ) DANA KELOLAAN MENGEMBANGKAN PEMBIAYAAN & MENJADIKAN DAERAH YANG MANDIRI Investasi : Manajemen; Modal; Sistem; Sumber Daya Manajemen; Teknologi Informasi; dan Infrastruktur LEMBAGA KEUANGAN MIKRO SYARIAH TABUNGAN DAN PEMBIAYAAN KOPERASI & PEMERINTAH BANK INDONESIA LEMBAGA D O N O R PINBUK
  • 101. NETWORK PICTURE JMU PINBUK PUSAT PINBU K PROPINSI PINBUK / Asosiasi BMT KAB /KOTA BMT BMT BMT SEKTOR INDUSTRI SEKTOR PERDAGANGAN SEKTOR PERTANIAN SEKTOR PERIKANAN SEKTOR JASA Jalur informasi (Database, kebu tuhan dll.) Jalur koordinasi, Pendampingan (Jasmen), Dan Pembiayaan Pusat CABANG JML
  • 102. SHORT TERM PLAN (1 s/d 2 Tahun) PINBUK Propinsi PINBUK-KAB Asosiasi BMT PINBUK-KAB Asosiasi BMT PINBUK-KAB Asosiasi BMT SEKTOR INDUSTRI SEKTOR PERDAGANGAN SEKTOR PERTANIAN SEKTOR PERIKANAN SEKTOR JASA PINBUK CABANG
  • 103. MIDDLE TERM PLAN (2 s/d 4 Tahun) PINBUK Propinsi PINBUK Kab/Ko BMT PINBUK Kab. BMT PINBUK Kab. BMT SEKTOR INDUSTRI SEKTOR PERDAGANGAN SEKTOR PERTANIAN SEKTOR PERIKANAN SEKTOR JASA PINBUK CABANG - JML - JMU Koordinato r Provinsi
  • 104. LONG TERM PLAN (4 s/d 5) PINBUK-BMT/IKSP KECAMATAN PINBUK-BMT/KSP DESA PINBUK-BMT/KSP DESA PINBUK-BMT/KSP DESA SEKTOR INDUSTRI SEKTOR PERDAGANGAN SEKTOR PERTANIAN SEKTOR PERIKANAN SEKTOR JASA PINBUK CABANG Koordinanto Provinsi
  • 105. PINBUK – BMT network Inkopsyah B MT B MT B MT B MT PINBUK Ussi BMT PINBUK Konsultindo BMT BMT BMT BMT BMT BMT BMT BMT BMT BMT BMT PINBUK MasMak PINBUK
  • 106. MATRIX of AMF ( A pex preparation for M FIs in the F uture)
  • 107. MATRIX STRATEGY of AMF TAHAPAN ELEMEN SDM SOP & IT PMP Supervision & Monitoring Franchisor & Data Base Riil sector linkage Apex Structure 1 2 3 4 5 6 7 I 1.1 1.2 1.3 1.4 1.5 1.6 1.7 II 2.1 2.2 2.3 2.4 2.5 2.6 2.7 III 3.1 3.2 3.3 3.4 3.5 3.6 3.7 IV 4.1 4.2 4.3 4.4 4.5 4.6 4.7 V 5.1 5.2 5.3 5.4 5.5 5.6 5.7 VI 6.1 6.2 6.3 6.4 6.5 6.6 6.7 VII 7.1 7.2 7.3 7.4 7.5 7.6 7.7
  • 108. TAHAP I (Lahir) 1.2 SOP & IT 1.1 SDM 1.3 PMP PKPL, Training, Magang Implementasi & Standarisasi SOP, IT, Laporan Pembiayaan Modal Padanan (terkait infrastruktur) E l e m e n
  • 109. TAHAP II (Duduk) 2.2 SOP & IT 2.1 SDM 2.4 Penguatan Lembaga, Controlling, & Monitoring Magang, PKPL, Improvement Evaluasi & Improvement Standarisasi Financing & Sharing Inisiasi PHBL 2.3 Pembiayaan Modal Kerja & Penyertaan Set up Rating Agency E l e m e n
  • 110. TAHAP III (Merangkak) 3.2 SOP & IT 3.1 SDM 3.3 Pembiayaan Modal Kerja & Penyertaan Improvement & Enrichment PKPL, Staff, dll Evaluasi & Improvement Service Provider 3.4 Lembaga, Controlling, & Monitoring 3.5 Franchisor Data base Implementasi Rating LKM / On Site Set up & Implementasi PINBUK Model Pembiayaan dikurangi Bertahap & Modal ditarik E l e m e n
  • 111. TAHAP IV (Jongkok) 4.2 SOP & IT 4.1 SDM 4.3 Pembiayaan Modal Kerja & Penyertaan Enrichment & Enlargement PKPL, Staff, dll. Implementasi Replikasi Service Provider PHBL & Pembiayaan Ditarik Bertahap 4.4 Lembaga, Controlling, & Monitoring 4.5 Franchisor & Data base Evaluasi & Improvement Rating LKM / Off Side Evaluasi & Improvement MFIs of PINBUK Model 4.6 Riil Sector Linkage Set up & Implementasi JMU ke Nasabah LKM, Databasing UMKMK E l e m e n
  • 112. TAHAP V (Berdiri) 5.2 SOP & IT 5.1 SDM 5.3 Pembiayaan Modal Kerja & Penyertaan Improvement & Enrichment Allocation PKPL, Staff, dll. Improvement & Replikasi SOP & IT Service Provider Pembiayaan & Modal Habis Implementasi PHBL, Dll. 5.4 Lembaga, Controlling, & Monitoring Evaluasi & Improvement Rating LKM Evaluasi & Improvement Franchisee & Database Implementasi & Evaluasi PINBUK DeTeCe (JMU) 5.5 Franchisor & Data base 5.6 Riil Sector Linkage E l e m e n
  • 113. TAHAP VI (Berjalan) 6.2 SOP, IT 6.1 SDM 6.3 Pembiayaan Modal Kerja & Penyertaan Enlargement & Enrichment Allocation, PKPL, Staff, dll. Continuous Improvement of Service Provider Pembiayaan & Modal Habis Implementasi PHBL 6.4 Lembaga, Controlling, & Monitoring Evaluasi & Improvement Rating LKM Evaluasi & Improvement MFIs of PINBUK Model Capacity Building UMKMK, JMU ke Nasabah LKM 6.5 Franchisor & Data base 6.6 Riil Sector Linkage E l e m e n
  • 114. TAHAP VII (Berlari) 7.2 SOP & IT 7.1 SDM 7.3 Pembiayaan (executing & Chanelling agent) Komersialisasi SDM (PKPL) HR Provider for MFIs Komersialisasi (IT,SOP, DLL) Service Provider Komersialisasi (PHBL & Dll) Whole Seller & Pool of Fund 7.4 Lembaga, Controlling, & Monitoring Komersialisasi Sup & Monit Rating Agency of MFIs Komersialisasi PINBUK Model (LKM Center / data base) Komersialisasi PINBUK DeTeCe Jasa Manajemen UMKM 7.5 Franchisor & Data base 7.6 Riil Sector Linkage 7.7 Apex Structure Apex Structure Ready (Regulasi, Supervisi, Dll) E l e m e n
  • 115. BAGAIMANA PINBUK MEMANDANG PENGEMBANGAN JEJARING BMT
  • 116. MENGAPA BERJARINGAN ? Falsafah SAPU LIDI : Mewujudkan hal yang tidak mungkin menjadi mungkin… Falsafah SHOLAT BERJAMA’AH : Pahala berlimpah, ada kaifiyah yang mesti dipenuhi… InnaLLoha yuhibbulladziinayuqaatiluuna fiisabiiliHi shoffan ka-annahum bunyaanun marshuush
  • 117. Background: Key Constraints in BMT’s Business Environment Access to… Finance Finance Information Public Services Technology Input/output Markets Networks Administration Bureaucracy Know-how Skills
  • 118. KONSEP PASAR BISNIS BMT Publik Persaingan Demografi Globalisasi Teknolog i Pers Sosial Budaya Prasarana Undang- undang LINGKUNGAN USAHA Politik Pemerintah Promosi Distribusi BAURAN PEMASARAN BMT KONSUMEN Makro Ekonomi Produk Harga
  • 119. MANAJEMEN BMT MASA DEPAN Keterlibatan Stakeholder Achievement Motivation Pelatihan Strategic Planning Leadership Culture Jaringan Organisasi Teknologi BMT Modern
  • 120. WUJUD KERJASAMA JARINGAN Lurus dan Rapatkan SHOF : Penataan Kelembagaan dan Sistematika Kerja, Wujudkan “ Arsitektur BMT Indonesia (ABI) ”. Pilar - pilar ABI : Perkuatan Struktur BMT Nasional (Pilar I) Peningkatan Kualitas Tata Kelola BMT (Pilar II) Peningkatan Fungsi Pengawasan BMT (Pilar III) Peningkatan Kualitas Manajemen dan Operasional BMT (Pilar IV) Pengembangan Infrastruktur BMT (Pilar V) Peningkatan Perlindungan Nasabah BMT (Pilar VI) Peningkatan dan Pengembangan Sosial Insurance ( Pilar VII) VISI : Menjadikan BMT sebagai suatu sistem intermediasi keuangan mikro syari’ah yang sehat, kuat dan efesien guna meningkatkan kesejahteraan umat dan martabat bangsa
  • 121. PILAR I : Perkuatan Struktur BMT Nasional Mewujudkan BMT sebagai sistem dan Badan Hukum Lembaga Keuangan Mikro Syariah Memperkuat struktur permodalan BMT - Modal awal - Minimal Pendiri 20 0rg - Minimal modal awal 50 juta - Rasio Kecukupan Modal Minimum : 15% Memperkuat Profesionalisme dan ESIQ (Emotional, Spiritual, Intelectual) SDM Lulus pelatihan dasar pengelola dasar BMT Tersertifikasi Minimal pengelola 3 orang fulltime ( manager /pembiayaan, Teller/CS,Pembukuan)
  • 122. PILAR II : Peningkatan Kualitas Tata Kelola BMT Mewujudkan standar kesehatan BMT Memperkuat audit internal dan daya saing BMT Mewujudkan sistem pengawasan dan supervisi BMT Mewujudkan sistem syari’ah yang standar di BMT . Mewujudkan kode etik Pengurus dan Pengelola BMT
  • 123. PILAR III : Peningkatan Fungsi Pengawasan BMT Mewujudkan adanya pengawas BMT yang independen Meningkatkan kompetensi pengawas BMT Meningkatkan sistem pengawasan berbasis risiko Manajemen kolektibilitas (Lancar, krg lancar, diragukan, macet) Meningkatan efektivitas penegakan disiplin ( enforcement).
  • 124. PILAR IV : Peningkatan Kualitas Manajemen & Operasional Meningkatkan Good Corporate Governance BMT tidak boleh perangkapan fungsi pengelola dan pengawas Pengaturan pembiayaan pada pihak terkait Meningkatkan manajemen mutu BMT Meningkatkan Manajemen Asset dan Liabilitas BMT Meningkatkan kualitas manajemen risiko BMT Meningkatkan kemampuan operasional BMT
  • 125. PILAR V : Pengembangan Infrastruktur BMT Mewujudkan Lembaga Apex (whole saler) bagi BMT Mewujudkan Lembaga Pengawas BMT Mewujudkan Lembaga Sertifikasi Profesi Pengelola BMT Mewujudkan Lembaga Penjamin Simpanan BMT Mewujudkan Institute BMT Indonesia Mewujudkan Lembaga Rating/akreditasi BMT
  • 126. PILAR VI : Peningkatan Perlindungan Nasabah BMT Meningkatkan rasa aman dan nyaman menabung di BMT Menyusun transparansi pelaporan kinerja BMT Menyusun pola pendampingan dan pembinaan nasabah/anggota
  • 127. PILAR VI : Peningkatan dan pengembangan Sosial Insurance Mewujudkan model pengelolaan Baitul Maal Penyusunan model pengembangan lingkungan sekitar BMT Menyusun program micro insurance bagi nasabah
  • 128. SETELAH TERBENTUK JEJARING KEMITRAAN APA YANG BISA DILAKUKAN ?
  • 129. BEBERAPA BENTUK KEMITRAAN YANG DAPAT DILAKUKAN KERJASAMA PEMBIAYAAN KERJASAMA MANAJEMEN KERJASAMA TEKNOLOGI KERJASAMA PROGRAM
  • 130. Contoh Kasus Skema Pembiayaan Bersama ( Shariah Special Financing ) PNM Musyarakah INKOPSYAH BMT End User BMT BMT Shahibul Maal Arranger dan Agent 8 0% 2 0% IJAROH Marketing Analisa Rating Bantuan Teknis Pembinaan Supervisi Collection Reporting End User Usaha Mikro Mudharabah /lainnya yg sesuai INKOPSYAH BMI, BSM, BSI Kerjasama Multilateral Mudharabah /lainnya yg sesuai
  • 131. Contoh Kasus : Kerjasama Manajemen BMT Dinar Group Beberapa BMT di Karanganyar, Boyolali, dan Solo melakukan kerjasama manajemen dalam wadah BMT Dinar Group. Pengurus di masing – masing BMT membuat kesepakatan bersama, “branded” nama dengan mengimbuhkan nama “Dinar” di masing – masing BMT. Di tingkat manajemen/pengelola, dibuat jenjang manajemen dikoordinasi oleh holding. Dilakukan standarisasi, mulai dari performance kantor, sistem administrasi, SOM, SOP, produk unggulan, sistem pengkaderan SDM, dsb.
  • 132. Contoh Kasus : Kerjasama Program KPRS Lebih dari 30 tahun, BTN menjadi Bank Pelaksana tunggal dalam program pembiayaan perumahan (KPR). Dan karena melalui pendekatan bank teknis relatif yang bisa mengakses hanyalah mereka yang telah memiliki penghasilan tetap (pegawai) dan bekerja di sektor formal. Lebih dari 30 tahun juga subsidi pemerintah untuk pembangunan perumahan rakyat tidak pernah bisa habis dalam setiap tahun anggaran. Tahun 2004 Menpera melakukan terobosan baru, sekitar 24 bank lain diajak ikut terlibat dalam program pembiayaan perumahan, namun perkembangannya relatif lambat. Tahun 2006 PINBUK melakukan MoU dengan Menpera untuk melibatkan Jaringan BMT dalam Program Pembiayaan Pembangunan/Perbaikan Rumah Swadaya. Melalui BMT, subsidi pembanguanan/perbaikan rumah bisa diakses juga oleh mereka yang bekerja di sektor informal. Saat ini ada 20 LKM BMT yang beraset diatas 1 milyar telah PKO dengan Deputi Pembiayaan dan sudah memfasilitasi KPRS kepada lebih dari 500 Masyarakat Berpenghasian Rendah (MBR). Tahun 2007 sekitar 150 BMT yang telah MoU dengan PINBUK untuk kemudian PKO dengan Menpera menjadi LKM Pelaksana KPRS. Target pembangunan rumah dari Menpera di tahun 2007 ada 28.000 unit.
  • 133. Contoh Kasus : Kerjasama Bisnis Sektor Riil Pengalaman selama ini kalau BMT terjun juga di sektor riil cenderung gagal, disebabkan tidak fokus dan disorientasi. PINBUK melalui Divisi PINBUK Massa Makmoor merancang bisnis riil yang terstandarisasi dan manajemen bersama dengan pendekatan franchise sehingga bisa mengeliminir sumber kegagalan selama ini. Tahap awal : Bakso Kepala Sapi “Wong Malang”, kemudian Ayam Tepung “Ahlan wa Sahlan”, Pisang Goreng Borgoe “Sohore-hore”. Nilai investasi hanya Rp. 5 juta per unit becak gerobak bakso, menghasilkan laba investasi minimal 8,3 % per bulan plus gaji abang bakso minimal Rp. 1,2 juta per bulan. . Satu BMT dapat membuka 1 Depo yang membawahi minimal 10 unit becak bakso. Setiap kota minimal 3 Depo, untuk dapat difasilitasi 1 dapur plus juru masak. Selanjutnya liat keterangan terlampir.
  • 134. ICT SEBUAH KEMESTIAN BERJARINGAN BMT BMT Financial Information System JLP Incoming Data Servicing Fund Collecting Supporting Servicing (Teller) Outgoing Data UVI Pemakaian ATM, Mp dan EDC Data Handling Administrasi (data based) Teller Teller Pemakaian listrik untuk tagihan bulan terpakai Form Transaction NASABAH & PELANGGAN 1 2 3 4 5 Jaringan Layanan
  • 135. JARINGAN USAHA MIKRO (JARUM) EKONOMI MASYARAKAT ADIL & SEJAHTERA (EMAS) TERIMA KASIH
  • 136. Wassalam Mhd. Aslichan Burhan El-Blitary 0815.880.2555, [email_address] AKTIVITAS Direktur Eksekutif PINBUK (Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil) Ketua V ABSINDO (Asosiasi BMT Se-Indonesia) Bendahara INKOPSYAH BMT (Induk Koperasi Syariah BMT) Sekjen ABDSI (Asosiasi Business Development Services Provider Indonesia) Komisaris PT. PINBUK Konsulindo Komisaris PT. USSI Prima Software (LKM Online Provider) Direktur PT. PINBUK Massa Makmoor (Franchise Bakso Kepala Sapi “Wong Malang Asli”, Ayam Tepung “Ahlan wa Sahlan”, Pisang Goreng Masir Bourgoe “Sohore – hore”) Ketua Ulul Albaab Edu-Foundation Group (PGTKIT, LPI Qurrota A’yun, Bina Insani, Bina Insan Mulia, Bina Insan Cendekia, Al-Iman, ‘Ebad El-Rahman, Ben Taqwa, Ben Sholeh, Ben Iman, Ben ‘Alim)
  • 137. TERIMA KASIH SEMOGA SUKSES DAN BERMANFAAT DUNIA AKHIRAT

×