Pertemuan 9

637 views
578 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
637
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
23
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pertemuan 9

  1. 1. PERTEMUAN 9 FILE BERINDEKS
  2. 2. <ul><li>Konsep Indeks </li></ul><ul><li>Suatu indeks bisa dikenali sebagai struktur data yang berisi satu fungsi, dimana argumen dari fungsi merupakan satu kunci dan nilai dari fungsi merupakan satu nomor record. Dengan kata lain, dengan satu indeks memungkinkan untuk menemukan nomor record yang dihubungkan dengan nilai kunci (Key Value) yang diberikan, </li></ul>
  3. 3. <ul><li>Indeks Pohon (tree Indexed) </li></ul><ul><li>Indeks pohon merupakan salah satu indeks hierarki yang ada. Akar atau level pertama indeks menunjukkan ke level kedua dari indeks. Setiap level indeks menunjuk ke level-level paling bawah sampai simpul yang paling bawah atau daun dijangkau. </li></ul>
  4. 4. <ul><li>Indeks Pohon diklasifikasikan menjadi dua: </li></ul><ul><li>Pohon yang heterogen </li></ul><ul><li>Pohon yang homogen </li></ul>
  5. 5. <ul><ul><li>Pohon Heterogen adalah setiap simpul dari pohon yang hanya berisi satu macam pointer tetapi pointernya berbeda untuk simpul daun dari simpul dengan level yang lebih tinggi. </li></ul></ul><ul><ul><li>Pohon Homogen merupakan pohon dimana setiap simpul berisi 2 pointer, data pointer dan pohoin biner. Semua simpul dalam bentuk yang sama. </li></ul></ul>
  6. 7. <ul><ul><li>Contoh : </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Index </li></ul></ul></ul>Kasir P 06-12-1969 Maria 128-15-3412 3 Teknisi L 11-05-1967 Peter 028-18-2314 2 Sekretaris P 01-01-1966 Jihan 013-47-1234 1 Jabatan Jk Tgl-Lahir Nama Social Sec # Rec #
  7. 8. <ul><ul><li>Untuk menemukan karyawan di tentukan suatu Indeks File sebagai berikut : </li></ul></ul>3 128-15-3412 2 28-18-2314 1 13-47-1234
  8. 9. <ul><ul><li>Suatu file sequential yang terdiri dari 96 record dan menempati 32 block. </li></ul></ul><ul><ul><li>Record : NO_KTP,Nama,J_kelamin,Usia, ...dst. </li></ul></ul><ul><ul><li> Field1 Field2 Field 3 Field 4 </li></ul></ul>
  9. 10. <ul><ul><li>Misalkan panjang record 200 byte </li></ul></ul><ul><ul><li>Field kunci : NO_KTP </li></ul></ul><ul><ul><li>Ukuran Block : 600 byte </li></ul></ul><ul><ul><li>Maka : </li></ul></ul>1 Rec = 200 byte 1 block = 600 byte dengan 32 block ... ... R3 R2 R1
  10. 11. <ul><ul><li>Struktur dan Manipulasi File Sequential Berindeks </li></ul></ul><ul><ul><li>Organisasi file ini memungkinkan membaca secara serial, mengakses secara sequential ke area record dari file yang asli. </li></ul></ul>
  11. 12. <ul><ul><li>Indeks </li></ul></ul><ul><ul><li>Indeks berisi sekumpulan entri. Setiap data record berisi nilai kunci atribut untuk record dan satu pointer yang memungkinkan mengakses dengan cepat record-record yang diinginkan. Seluruh indeks dikumpulkan lebih kecil dari filenya sendiri. </li></ul></ul><ul><ul><li>Pengindeksan akan sangat efektif ketika file-file sangat besar, dimana indeks memerlukan banyak blok. Proses penelusuran dalam indeks yang besar itu sendiri dibantu dengan kembali membuat subset indeks. </li></ul></ul>
  12. 13. <ul><ul><li>Primary Index </li></ul></ul><ul><ul><li>Indeks untuk file sequentials yang berdasarkan pada kunci atribut yang sama yang digunakan untuk menentukan urutan file itu sendiri. Seperti Primary Index Nomor. </li></ul></ul>
  13. 14. <ul><ul><li>INDEXED SEQUNTIAL ACCESS METHODE (ISAM) </li></ul></ul><ul><ul><li>Metode ini merupakan kompromi antara metode akses sequential dan akses direct (random). Di mana record disimpan secara berurutan dengan kunci attribute hingga pengolahan secara sequential dapat dilakukan. Tetapi indesk jugs di pelihara </li></ul></ul>

×