17. peraturan akademik sekolah
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Like this? Share it with your network

Share

17. peraturan akademik sekolah

  • 3,525 views
Uploaded on

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
No Downloads

Views

Total Views
3,525
On Slideshare
3,525
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
143
Comments
0
Likes
3

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Latar BelakangUndang-Undang (UU) Republik Indonesia Nomor 20 Tahun2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan PeraturanPemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan bahwasetiap satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar danmenengah wajib memenuhi Standar Nasional Pendidikan(SNP) yang meliputi standar isi, standar kompetensi lulusan,standar proses, standar pendidik dan tenaga kependidikan,standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standarpembiayaan, dan standar penilaian pendidikan
  • 2. Latar BelakangSalah satu komponen standar pengelolaan yangimplementasinya masih kurang mendapat perhatian disekolah adalah pelaksanaan rencana kerja sekolah.untuk melaksanakan rencana kerja sekolah diperlukanberbagai pedoman pengelolaan sebagai petunjuk pelaksanaanoperasional.Bagian utama dari pedoman pengelolaan yang dibutuhkandalam pelaksanaan rencana kerja sekolah bidang kurikulumdan kegiatan pembelajaran adalah peraturan akademik SMA.Berdasar hasil temuan dan masukan dari berbagai kegiatanpendidikan dan pelatihan/bimbingan teknis (diklat/bimtek)Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) serta monitoringdan evaluasi yang dilakukan oleh Direktorat Pembinaan SMA,masih banyak sekolah yang belum menyusun peraturanakademik yang sesuai dengan rambu-rambu pada standarpengelolaan
  • 3. oMenyusun peraturan akademik SMAyang merupakan petunjuk operasionaldalam pelaksanaan rencana kerjasekolah bidang kurikulum dan kegiatanpembelajaran;oMeningkatkan kualitas layananpengelolaam dan penyelenggaraanpendidikan di sekolah
  • 4. Kepala SekolahTim KerjaPendidik/ MGMP SekolahTenaga Kependidikan
  • 5. Landasan
  • 6. Landasan
  • 7. Landasan
  • 8. Pengertian dan KonsepStandar Pengelolaan pendidikan adalah standarpengelolaan pendidikan untuk sekolah/madrasah yangberkaitan dengan perencanaan, pelaksanaan, danpengawasan kegiatan pendidikan agar tercapaiefisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan.Sekolah/Madrasah membuat dan memiliki pedomanyang mengatur berbagai aspek pengelolaan secaratertulis yang mudah dibaca oleh pihak-pihak yangterkait (Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007,Glosarium butir 1 dan Bagian B. Pelaksanaan RencanaKerja-butir 1.a dan 1.b)
  • 9. Pengertian dan KonsepPerumusan Pedoman sekolah/ madrasah :mempertimbangkan visi, misi dan tujuan sekolah/madrasah;ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuaidengan perkembangan masyarakat. Pedomansekolah/madrasah berfungsi sebagai petunjuk pelaksanaanoperasional. Pedoman pengelolaan sekolah/madrasahmeliputi:kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP);kalender pendidikan/akademik;struktur organisasi sekolah/madrasah;pembagian tugas di antara guru;pembagian tugas di antara tenaga kependidikan;peraturan akademik;tata tertib sekolah/madrasah;kode etik sekolah/madrasah;biaya operasional sekolah/madrasah
  • 10. Pengertian dan KonsepSekolah menyusun peraturan akademik , berisi: :1. persyaratan minimal kehadiran siswa untukmengikuti pelajaran dan tugas dari guru;2. ketentuan mengenai ulangan, remedial, ujian,kenaikan kelas, dan kelulusan;3. ketentuan mengenai hak siswa untuk menggunakanfasilitas belajar, laboratorium, perpustakaan,penggunaan buku pelajaran, buku referensi, danbuku perpustakaan;4. ketentuan mengenai layanan konsultasi kepada gurumata pelajaran, wali kelas, dan konselor.Peraturan akademik diputuskan oleh rapat dewan pendidikdan ditetapkan oleh kepala sekolah/madrasah (PermendiknasNomor 19 Tahun 2007, Bagian B. Pelaksanaan Rencana Kerja-butir 5.e);
  • 11. Pengertian dan KonsepPeraturan Akademik adalah seperangkat aturan yangharus dipatuhi dan dilaksanakan oleh semua komponensekolah yang terkait dalam pelaksanaan rencana kerjasekolah bidang kurikulum dan kegiatan pembelajaran yangdisusun untuk satu tahun pelajaran;Kriteria ketuntasan minimal (KKM) adalah kriteriaketuntasan belajar (KKB) yang ditentukan oleh satuanpendidikan. KKM pada akhir jenjang satuan pendidikanuntuk kelompok mata pelajaran selain ilmu pengetahuandan teknologi merupakan nilai batas ambang kompetensi(Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan Lampiran A10);
  • 12. Pengertian dan KonsepUlangan adalah proses yang dilakukan untuk mengukurpencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutandalam proses pembelajaran, untuk memantau kemajuan,melakukan perbaikan pembelajaran, dan menentukankeberhasilan belajar peserta didik (Peraturan MenteriPendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 tentang StandarPenilaian Pendidikan Lampiran A 3);Ulangan harian adalah kegiatan yang dilakukan secaraperiodik untuk mengukur pencapaian kompetensi pesertadidik setelah menyelesaikan satu Kompetensi Dasar (KD)atau lebih (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian PendidikanLampiran A 4);
  • 13. Pengertian dan KonsepUlangan tengah semester adalah kegiatan yang dilakukanoleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensipeserta didik setelah melaksanakan 8 – 9 minggu kegiatanpembelajaran. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikatoryang merepresentasikan seluruh KD pada periode tersebut(Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan Lampiran A 5);Ulangan akhir semester adalah kegiatan yang dilakukanoleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensipeserta didik di akhir semester. Cakupan ulangan meliputiseluruh indikator yang merepresentasikan semua KD padasemester tersebut (Peraturan Menteri Pendidikan NasionalNomor 20 Tahun 2007 tentang Standar PenilaianPendidikan Lampiran A 6);
  • 14. Pengertian dan KonsepUlangan kenaikan kelas adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik diakhir semester genap untuk mengukur pencapaian kompetensi pesertadidik di akhir semester genap pada satuan pendidikan yang menggunakansistem paket. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yangmerepresentasikan KD pada semester tersebut (Peraturan MenteriPendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar PenilaianPendidikan Lampiran A 7);Ujian sekolah adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi pesertadidik yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk memperolehpengakuan atas prestasi belajar dan merupakan salah satu persyaratankelulusan dari satuan pendidikan. Mata pelajaran yang diujikan adalahmata pelajaran kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologiyang tidak diujikan dalam ujian nasional dan aspek kognitif dan/ataupsikomotorik kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia sertakelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian yang akandiatur dalam POS Ujian Sekolah/Madrasah (Peraturan Menteri PendidikanNasional Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian PendidikanLampiran A 8);
  • 15. Pengertian dan KonsepUjian Nasional yang selanjutnya disebut UN adalahkegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didikpada beberapa mata pelajaran tertentu dalam kelompokmata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi dalamrangka menilai pencapaian Standar Nasional Pendidikan(Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan Lampiran A 9);Pembelajaran remedial merupakan layanan pendidikanyang diberikan kepada peserta didik untuk memperbaikiprestasi belajarnya sehingga mencapai kriteria ketuntasanyang ditetapkan (Panduan Penyelenggaraan PembelajaranRemedial Direktorat Pembinaan SMA);
  • 16. Pengertian dan KonsepPengayaan merupakan pengalaman atau kegiatan peserta didik yangmelampaui persyaratan minimal yang ditentukan oleh kurikulum dantidak semua peserta didik dapat melakukannya (PanduanPenyelenggaraan Pembelajaran Pengayaan Direktorat PembinaanSMA);Fasilitas belajar mencakup seluruh sarana dan prasarana yangtersedia di sekolah, yang dapat digunakan oleh peserta didik selamamengikuti kegiatan pembelajaran baik intrakurikuler maupunekstrakulrikuler;Layanan konsultasi kepada mata pelajaran merupakan bagian dariprogram pengembangan diri, yang secara khusus dimaksudkan untukmemberikan bimbingan kepada peserta didik agar siap dan mampubelajar secara efektif, mampu mengatasi hambatan dan kesulitandalam belajar, menguasai keterampilan akademik sesuai tuntutankompetensi yang harus dicapai pada setiap mata pelajaran (PanduanAnalisis Potensi Siswa, Layanan Akademik dan Pengembangan Diri –Abkin dan Direktorat PSMA – Tahun 2008);
  • 17. Pengertian dan KonsepStandar Proses yaitu standar nasional pendidikanyang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaranpada satu satuan pendidikan untuk mencapaistandar kompetensi lulusan (PP No. 19 tahun 2005Bab I Pasal 1 butir 6)..Indikator Pencapaian Kompetensi adalahpenanda pencapaian kompetensi dasar yangditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukuryang mencakup sikap, pengetahuan danketerampilan. Indikator pencapaian kompetensidirumuskan dengan menggunakan kata kerja opera­sionalTim Pengembang Kurikulum sekolah yang selanjutnya disebut TPKSekolah adalah tim yang ditetapkan oleh Kepala Sekolah yangbertugas untuk merancang dan mengembangkan kurikulum, yangterdiri atas wakil kepala sekolah, pendidik, tenaga kependidikan,guru BK/konselor, dan kepala sekolah sebagai ketua merangkapanggota;Guru bimbingan dan konseling/konselor adalah pendidik yangmemiliki tugas dan wewenang ubntuk membantu peserta didikdalam pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial,kemampuan belajar dan pengembangan karir. Bidang pelayananpengembangan kemampuan belajar dimaksudkan untukmembantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajaruntuk mengikuti pendidikan sekolah secara mandiri (PedomanPelaksanaan Tugas Guru dan Pengawas – Direktorat JenderalPeningkatan Mutu dan Tenaga Kependidikan – Tahun 2009).
  • 18. Kepala Sekolah Tim Kerja/ Guru TIKMembentuk dan menugaskan TPK untukmenyusun program peraturan akademikSMAMemberikan arahan tehnis tentangmenyusun program peraturan akademikSMA sekurang-kurang memuat:oDasar pelaksanaan penyusunanperaturan akademik;oTujuan yang ingin dicapai dalampenyusunan peraturan akademik;oManfaat peraturan akademik;oHasil yang diharapkan dari penyusunanperaturan akademik;oStrategi pelaksanaan penyusunanperaturan akademik;oUnsur-unsur yang terlibat dan uraiantugasnya dalam penyusunan peraturanakademik;Menyusun rencana kegiatanuntuk penyusunan peraturanakademik SMA sekurang-kurangnya berisi uraiankegiatan, sasaran/hasil,pelaksana, dan jadwalpelaksanaan, mencakupkegiatan:oPenyusunan Rambu-rambudan identifikasi komponenperaturan akademik SMA;oPerumusan draft peraturanakademik SMA;oPembahasan, Reviu, revisi,dan finalisasi peraturanakademik SMA;
  • 19. Kepala Sekolah Tim Kerja/ Guru TIKMelakukan reviu programMengesahkan program peraturanakademik SMAMengidentifikasi komponen-komponen yang akan termuat dalamperaturan akademik SMA yangmeliputi:•Persayaratan minimal kehadiransiswa,•Ketentuan Kriteria KetuntasanMinimal (KKM) per mata pelajaran;•Ketentuan pelaksanaan penilaian(ulangan dan ujian termasuk sistempengolahan hasil penilaian);•Ketentuan pelaksanaan remedialdan pengayaan;•Ketentuan kenaikan kelas;•Ketentuan kelulusan;•Ketentuan hak siswa dalampenggunaan fasilitas belajar (saranadan prasarana sekolah), danKetentuan layanan konsultasi padaguru, wali kelas, dan konselor
  • 20. Kepala Sekolah Tim Kerja/ Guru TIK Pendidik/ tenagaKependidikanMengesahkanprogramperaturanakademik SMAMemfinalkan hasilrevisi draf peraturanakademik SMAmenggandakanperaturan akademikSMA sesuai kebutuhandan mendistribusikankepada dewan guru,komite sekolah, danpihak lain yangmemerlukanMelaksanakanperaturanakademikSMA yangtelah disusun
  • 21. Struktur peraturan Akademik SMA