Your SlideShare is downloading. ×
Lokakarya  Banten  Sertifikasi  Dosen
Lokakarya  Banten  Sertifikasi  Dosen
Lokakarya  Banten  Sertifikasi  Dosen
Lokakarya  Banten  Sertifikasi  Dosen
Lokakarya  Banten  Sertifikasi  Dosen
Lokakarya  Banten  Sertifikasi  Dosen
Lokakarya  Banten  Sertifikasi  Dosen
Lokakarya  Banten  Sertifikasi  Dosen
Lokakarya  Banten  Sertifikasi  Dosen
Lokakarya  Banten  Sertifikasi  Dosen
Lokakarya  Banten  Sertifikasi  Dosen
Lokakarya  Banten  Sertifikasi  Dosen
Lokakarya  Banten  Sertifikasi  Dosen
Lokakarya  Banten  Sertifikasi  Dosen
Lokakarya  Banten  Sertifikasi  Dosen
Lokakarya  Banten  Sertifikasi  Dosen
Lokakarya  Banten  Sertifikasi  Dosen
Lokakarya  Banten  Sertifikasi  Dosen
Lokakarya  Banten  Sertifikasi  Dosen
Lokakarya  Banten  Sertifikasi  Dosen
Lokakarya  Banten  Sertifikasi  Dosen
Lokakarya  Banten  Sertifikasi  Dosen
Lokakarya  Banten  Sertifikasi  Dosen
Lokakarya  Banten  Sertifikasi  Dosen
Lokakarya  Banten  Sertifikasi  Dosen
Lokakarya  Banten  Sertifikasi  Dosen
Lokakarya  Banten  Sertifikasi  Dosen
Lokakarya  Banten  Sertifikasi  Dosen
Lokakarya  Banten  Sertifikasi  Dosen
Lokakarya  Banten  Sertifikasi  Dosen
Lokakarya  Banten  Sertifikasi  Dosen
Lokakarya  Banten  Sertifikasi  Dosen
Lokakarya  Banten  Sertifikasi  Dosen
Lokakarya  Banten  Sertifikasi  Dosen
Lokakarya  Banten  Sertifikasi  Dosen
Lokakarya  Banten  Sertifikasi  Dosen
Lokakarya  Banten  Sertifikasi  Dosen
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Lokakarya Banten Sertifikasi Dosen

1,876

Published on

Lokakarya Banten Sertifikasi Dosen

Lokakarya Banten Sertifikasi Dosen

Published in: Education, Technology
1 Comment
2 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
1,876
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
1
Likes
2
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. SERTIFIKASI DOSEN: MAKSUD, TUJUAN, SUBSTANSI, DAN PROSEDUR (Serta Bagaimana Mekanisme Pengurusan Jabatan Akademik-nya) APTISI Wilayah IV Jabar – Banten Bandung Business School Hotel Permata Cilegon Banten, 21-22 September 2006 OLEH Budi Djatmiko
  • 2. Kenaapa UU Guru & Dosen Ada
    • UU Guru pertama kali diperjuangkan oleh PGRI
    • Naskah RUU Guru dari PGRI pertama kali diajukan ke Badan Legislasi DPR RI 1999-2003
    • 2004 RUU Guru disahkan pd rapat paripurna DPR RI, yg fokus mengatur ttg pendidik pd dikdasmen
  • 3. Kenaapa UU Guru & Dosen Ada
    • APTISI Menyampaikan Usulan UU Dosen 2005, atas permintaan Dosen
    • Komisi X DPR RI periode 2004-2009 menyempurna-kan menjadi RUU GD yg mengatur pendidik pada pendidikan formal (Dasar sd Tinggi)
    • Tgl 6 Desember 2005 RUU GD disyahkan pd sidang paripurna DPR RI menjadi UUGD lalu ditetapkan oleh Presiden dg No. 14 Th 2005 tanggal 30 Desember
  • 4. PENDIDIKAN NASIONAL
    • MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN
    • MEMBENTUK WATAK DAN PERADABAN BANGSA YANG BERMARTABAT
    • MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA
      • TIGA FUNGSI
      • PENDIDIKAN NASIONAL
  • 5.
    • BERIMAN DAN BERTAKWA KPD TUHAN YANG MAHA ESA,
    • BERAHLAK MULIA,
    • SEHAT,
    • BERILMU,
    • CAKAP,
    • KREATIF,
    • MANDIRI,
    • MENJADI WN YG DEMOKRATIS DAN BERTANGGUNG JAWAB
      • TUJUAN
      • PENDIDIKAN NASIONAL
  • 6. SIAPA DOSEN?
    • Pasal 1 butir 2 Undang-Undang Guru dan Dosen 2005:
    • “ Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat”
  • 7. SIAPA GURU?
    • Pasal 1 butir 1 Undang-Undang Guru dan Dosen 2005:
    • “ Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah”
  • 8. DOSEN: DALAM PROSES PERUBAHAN Kondisi yang Diharapkan KOMPETENSI PEDAGOGIK, KEPRIBADIAN, DAN SOSIAL MAU, MAMPU, DAN BERANI MELAKUKAN PERUBAHAN AKSES LUAS TERHADAP PERKEMBANGAN IPTEKS DAN KOMPETENSI PROFESIONAL
  • 9.
    • UUGD dilandasi oleh pemikiran bhw guru/dosen yang profesional sangat menentukan kualitas penyelenggaraan pendidikan dan akhirnya menentukan kualitas lulusan sekolah;
    • Profesionalitas guru/dosen harus diimbangi dengan penghargaan (kesejahteraan) dan perlindungan
    Dasar Pemikiran (1)
  • 10.
    • Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuan dg tugas utama mentransformasikan, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kpd masyarakat.
    • Profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yg dilakukan oleh seseorg dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yg memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yg memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi
    Dasar Pemikiran (2)
  • 11.
    • Kedudukan dosen sbg tenaga profesional berfungsi utk meningkatkan martabat dan peran dosen sbg agen pembelajaran, pengembang ipteksen serta pengabdi kpd masyarakat utk meningkatkan mutu pendidikan nasional
    • Kedudukan dosen sbg tenaga profesional bertujuan utk melaksanakan sistem diknas dan mewujudkan tujuan diknas, yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yg beriman dan bertaqwa kpd Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yg demokratis dan bertanggungjawab
    Dasar Pemikiran (3)
  • 12. Dasar Filosofis
    • “ Men kan niet onderwijsen wat men will, men kan niet onderwijsen wat men weet, men kan alleen onderwijsen wat men is ” (dikutif oleh Bung Karno dari Pedagog Belanda)
    • Seseorang tidak bisa mendidik karena ia mau, seseorang tidak bisa mendidik karena ia tahu, tetapi seseorang hanya bisa mendidik apabila ia mampu menampilkan dirinya secara utuh sebagai dosen/guru
  • 13. DOSEN/GURU IDEAL
    • BEVOEGD EN BEKWAAM (Berkewenangan dan berkemampuan)
    • Untuk itu maka Dosen/Guru harus:
    • Terdidik dengan baik (well educated)
    • Terlatih dengan baik ( well trained )
    • Dihargai dengan baik ( well paid/rewarded )
    • Terlindungi dengan baik ( well protected )
    • Dikelola dengan baik ( well managed )
  • 14. KRITERIA IDEAL DOSEN Terdidik dengan baik (well educated) Terlatih dengan baik ( well trained ) Dihargai dengan baik ( well paid/rewarded ) Terlindungi dengan baik ( well protected ) Dikelola dengan baik ( well managed )
    • KUALIFIKASI AKADEMIK
    • KOMPETENSI
    • SERTIFIKAT PENDIDIK
    • SEHAT JASMANI DAN ROHANI
    • KUALIFIKASI LAIN
    • KEMAMPUAN MEWUJUDKAN
    • TUJUAN PENDIDIKAN
    • NASIONAL
  • 15.
    • Lulusan Program Magister yang menekankan Ilmu Terapan untuk Program Diploma
    • Lulusan Program Magister yang menekankan keilmuan untuk Program Sarjana
    • Lulusan Program Doktor untuk Program Pasca Sarjana
    • Dari Program Pascasarjana terakreditasi sesuai dg bidang keahlian
    • (Pasal 46 UU 14/2005 dan Pasal 3 RPP Dosen: 16 Mei 2006)
    Kualifikasi akademik
  • 16.
      • Merancang pembelajaran,
      • Mengelola pembelajaran,
      • Menilai pembelajaran
      • Memanfaatkan hasil-hasil penelitian untuk meningkatkan kualitas pembelajaran
    Komp. Pedagogik
  • 17.
        • mantap;
        • stabil;
        • dewasa;
        • arif dan bijaksana;
        • berwibawa;
        • berakhlak mulia;
        • menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat;
        • mengevaluasi kinerja sendiri; dan
        • mengembangkan diri secara berkelanjutan.
    Komp. Kepribadian
  • 18.
          • berkomunikasi lisan , tulisan dan/atau isyarat
          • menggunakan teknologi komunikasi dan informasi secara fungsional;
          • bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orangtua/wali peserta didik; dan
          • bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar.
    Komp. Sosial
  • 19.
            • Menguasai substansi pembelajaran secara luas dan mendalam
            • Merancang penelitian
            • Melaksanakan penelitian
            • Menyusun laporan penelitian
            • Mengembangkan inovasi
            • Menyebarluaskan inovasi
            • Merancang pengabdian kepada masyarakat
            • Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat
            • Menilai pengabdian kepada masyarakat
    Komp. Profesional
  • 20. Sertifikat Profesi
    • PRASARAT:
    • PENGALAMAN SEBAGAI DOSEN DENGAN
    • KUALIFIKASI AKADEMIK MAGISTER MINIMAL
    • DUA TAHUN
    • JABATAN AKADEMIK ASISTEN AKHLI
  • 21. Proses Sertifikasi Sertifikat Pendidik
    • PORTOFOLIO DOSEN
    • OLEH LPTK DAN PTN LAIN TERAKREDITASI
    • YANG DITETAPKAN DG PERMEN
    • OBJEKTIF, TRANSPARAN, AKUNTABE
  • 22. Sertifikat Profesi
    • PROSES:
    • PELATIHAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI
    • PEDAGOGIK (PEMBELAJARAN)
    • KEGIATAN PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN
    • KEGIATAN AKADEMIK: WAWASAN KEILMUAN,
    • PENELITIAN, PENGAB. KPD MASYARAKAT
    • KEGIATAN PENGEMBANGAN KOMP. SOSIAL
    • DG PERSPEKTIF PENDIDIKAN TINGGI
  • 23.
    • DOSEN YANG DIANGKAT KARENA KEHLIANNYA DALAM BIDANG TEKNOLOGI DAN/ATAU SENI TIDAK WAJIB MEMENUHI KUALIFIKASI AKADEMIK DAN SERTIFIKASI PENDIDIK
  • 24. KRITERIA PERGURUAN TINGGI PENYELENGGARA SERTIFIKASI DOSEN
    • Memiliki prodi relevan yang terakreditasi
    • Memiliki pendidik dan tendik sesuai SNP
    • Memiliki sarana dan prasarana pembelajaran yang memadai
    • Kriteria lain yang ditetapkan oleh Menteri
  • 25. Prinsip Profesionalitas (1) Memiliki : 1. Bakat, minat, panggilan jiwa, dan idealisme 2. Komitmen utk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia 3. Kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai bdg tugas 4. Kompetensi yg diperlukan sesuai dg bidang tugas 5. Tanggungjawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan
  • 26. Prinsip Profesionalitas (2) 6. Memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerja 7. Kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dg belajar sepanjang hayat 8. Jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas keprofesionalan 9. Organisasi profesi yg mempunyai kewenangan mengatur hal-hal yg berkaitan dg tugas keprofesionalan guru
  • 27. Kriteria Profesionalitas
    • Kualifikasi akademik
    • Serifikat pendidik, diperoleh setelah ber-hasil menguasai minimal 4 kompetensi melalui pendidikan profesi :
    • Kompetensi profesional
    • Kompetensi pedagogik
    • Kompetensi kepribadian
    • Kompetensi sosial
  • 28. Kualifikasi Akademik
    • Kualifikasi akademik diperoleh melalui dikti program pascasarjana terakreditasi sesuai dgn bidang keahlian
    • Kualifikasi akademik minimum :
    • Lulusan program Magister untuk program diploma atau sarjana;
    • Lulusan Doktor untuk program pascasarajana
  • 29. Jabatan Akademik
    • Jabatan akademik dosen tetap :
    • asisten ahli
    • lektor
    • lektor kepala
    • professor
    • Untuk menduduki jabatan akademik profesor harus berkualifikasi akademik doktor
    • Profesor yg berkarya ilmiah (monumental) yang istimewa dlm bidangnya dan mendapat peng-akuan internasional dapat diangkat menjadi profesor peripurna
  • 30. Kebebasan
    • Kebebasan akademik, mimbar akademik, dan otonomi keilmuan;
    • Kebebasan dalam memberikan penilaian dan menentukan kelulusan peserta didik; dan
    • Kebebasan untuk berserikat dalam organisasi profesi/organisasi profesi keilmuan
  • 31. Kesejahteraan (1) Penghasilan di atas kebutuhan minimum, meliputi :
    • Gaji pokok
    • Tunjangan yg melekat pd gaji
    • Tunjangan profesi
    • Tunjangan fungsional
    • Tunjangan khusus
    • Tunjangan kehormatan
    • Maslahat tambahan
  • 32. Kesejahteraan (2) Maslahat tambahan, meliputi :
    • Tunjangan pendidikan;
    • Asuransi pendidikan;
    • Beasiswa;
    • Penghargaan;
    • Kemudahan pendidikan bagi putra-putri dosen;
    • Pelayanan kesehatan; dan
    • Kesejahteraan lain
  • 33. Perlindungan Perlindungan terhadap dosen meliputi :
    • Perlindungan hukum;
    • Perlindungan profesi;
    • Perlindungan keselamatan kerja;
    • Perlindungan kesehatan kerja
  • 34. PTS perlu Antisipasi (1)
    • Dosen-2 harus dipersiapkan lbh awal untuk mengikuti pendidikan profesi pendidik, agar memperoleh sertifikat pendidik, sbg dasar pemberian tunjangan profesi;
    • Pemerintah menunjuk hanya beberapa PT utk menyelenggarakan pendidikan profesi dosen;
    • PTS perlu juga mempersiapkan diri untuk menjadi penyelenggara pendidikan profesi dosen ;
  • 35. PTS perlu Antisipasi (2)
    • Pemerintah akan memberikan berbagai jenis tunjangan. Utk itu perlu menata dan meng-administrasikan dosen-dosen tetap sesuai peraturan per UU;
    • Pemerintah menyiapkan anggaran untuk peningkatan kualifikasi akademik dan pendidikan profesi, namun karena anggaran terbatas maka yg prioritas adalah dosen yang potensial dan memiliki daya saing yang lebih tinggi serta bidang ilmu yang prioritas
  • 36. PTS perlu Antisipasi (3)
    • Jika PTS berhasil meraih berbagai tunjangan bagi dosen dari pemerintah, maka peluang semakin besar utk meningkatkan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana pembelajaran
  • 37.
    • TERIMA KASIH

×