Drama
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Drama

on

  • 10,339 views

 

Statistics

Views

Total Views
10,339
Views on SlideShare
10,339
Embed Views
0

Actions

Likes
2
Downloads
31
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Drama Drama Document Transcript

  • DASAR-DASAR BERMAIN DRAMAI. PENDAHULUANDrama adalah kisah hidup dan kehidupan manusia yang diceritakan di atas pentas dengan mediapercakapan(dialog), gerak dan tingkah laku. Naskah merupakan hal utama dalam bermain drama(modern) karena ia merupakan panduan bagi para pemeran (aktor) di atas pentas. Selain naskah, adaunsur-unsur lain yang sangat menentukan yaitu dekorasi (setting), musik, lighting, makeup,kostum,nyanyian, tarian, dan unsur penunjang lainnya.II. NASKAHNaskah di sini diartikan sebagai bentuk tertulis dari suatu drama. Sebuah naskah walaupun telahdimainkan berkali-kali, dalam bentuk yang berbeda-beda, naskah tersebut tidak akan berubah mutunya.Sebaliknya sebuah atau beberapa drama yang dipentaskan berdasarkan naskah yang sama dapatberbeda mutunya. Hal ini tergantung pada penggarapan dan situasi, kondisi, serta tempat di manadimainkan naskah tersebut. Selain dialog, sebuah naskah yang baik harus memiliki tema, tokoh dan plotatau rangka cerita.DialogDialog berisikan kata-kata. Dalam drama para tokoh harus berbicara dan apa yang diutarakan mestisesuai dengan perannya, dengan tingkat kecerdasannya, pendidikannya, dsb. Dialog berfungsi untukmengemukakan persoalan, menjelaskan perihal tokoh, menggerakkan plot maju, dan membukakan fakta.TemaTema adalah rumusan inti sari cerita yang dipergunakan dalam menentukan arah dan tujuan cerita. Daritema inilah kemudian ditentukan tokoh-tokohnya.TokohDalam cerita drama tokoh merupakan unsur yang paling aktif yang menjadi penggerak cerita.oleh karenaitu seorang tokoh haruslah memiliki karakter, agar dapat berfungsi sebagai penggerak cerita yang baik.Disamping itu, dalam naskah akan ditentukan dimensi-dimensi sang tokoh. Biasanya ada 3 dimensi yangditentukan yaitu:Dimensi fisiologi (ciri-ciri badani) antara lain: usia, jenis kelamin, keadaan tubuh dan cirri-ciri muka.Dimensi sosiologi (latar belakang) kemasyarakatan misalnya status sosial, pendidikan, pekerjaan,peranan dalam masyarakat, kehidupan pribadi, pandangan hidup, agama, hobby, dan sebagainya.Dimensi psikologis (latar belakang kejiwaan) misalnya temperamen, mentalitas, sifat, sikap dankelakuan, tingkat kecerdasan, keahlian dalam bidang tertentu, kecakapan, dan lain sebagainya.Apabila kita mengabaikan salah satu saja dari ketiga dimensi diatas, maka tokoh yang akan kitaperankan akan menjadi tokoh yang kaku, timpang, bahkan cenderung menjadi tokoh yang mati.PlotPlot adalah alur atau kerangka cerita. Plot merupakan suatu keseluruhan peristiwa didalam naskah.Secara garis besar, plot drama dapat dibagi menjadi beberapa bagian yaitu:1.Pemaparan (eksposisi)Bagian pertama dari suatu pementasan drama adalah pemaparan atau eksposisi. Pada bagian inidiceritakan mengenai tempat, waktu dan segala situasi dari para pelakunya. Kepada penonton disajikansketsa cerita sehingga penonton dapat meraba dari mana cerita ini dimulai. Jadi eksposisi berfungsisebagai pengantar cerita. Pada umumnya bagian ini disajikan dalam bentuk sinopsis.2. Komplikasi awal atau konflik awalKalau pada bagian pertama tadi situasi cerita masih dalam keadaan seimbang maka pada bagian inimulai timbul suatu perselisihan atau komplikasi. Konflik merupakan kekuatan penggerak drama.3. Klimaks dan krisisKlimaks dibangun melewati krisis demi krisis. Krisis adalah puncak plot dalam adegan. Konflik adalahsatu komplikasi yang bergerak dalam suatu klimaks.4. Penyelesaian (denouement)Drama terdiri dari sekian adegan yang di dalamnya terdapat krisis-krisis yang memunculkan beberapaklimaks. Satu klimaks terbesar dibagian akhir selanjutnya diikuti adegan penyelesaian.III. LATIHAN DASAR
  • Dalam bermain drama ada yang disebut dengan akting. Akting adalah pelafalan dialog (yang tertulis didalam naskah) disertai dengan gerak atau gesture. Seorang aktor dikatakan baik apabila ia sanggupmembawakan dialog sesuai dengan karakter tokoh yang diperankannya. Dialog itu bisa terdengar(volume baik), jelas (artikulasi baik), dimengerti (lafal benar), dan aktor bisa menghayati sesuai dengantuntutan/jiwa peran yang ditentukan dalam naskah. Seorang aktor yang baik akan mampu membawakandialog tersebut dengan gerak yang pas (tidak berlebihan atau dibuat-buat). Ia bergerak dengan leluasa(blocking baik) tidak ragu ragu ( meyakinkan), dimengerti (sesuai dengan hukum gerak dalamkehidupan), dan juga bisa menghayati sesuai dengan tuntutan peran yang ditentukan dalam naskah.BLOCKINGBlocking adalah kedudukan aktor pada saat di atas pentas. Dalam permainan drama, blocking yang baiksangat diperlukan, oleh karena itu pada waktu bermain kita harus selalu mengontrol tubuh kita agar tidakmerusak blocking. Blocking tersebut harus seimbang, utuh, bervariasi dan memiliki titik pusat perhatianserta wajar.Jelas, tidak ragu ragu, meyakinkan. Kesemuanya itu mempunyai pengertian bahwa gerakyang dilakukan jangan setengah setengah dan jangan sampai berlebihan. Kalau ragu ragu terkesan kakusedangkan kalau berlebihan terkesan over acting.Beberapa prinsip dasar dalam mengolah blocking di antaranya:1. Dimengerti (jelas)Apa yang kita wujudkan dalam bentuk gerak tidak menyimpang dari hukum gerak dalam kehidupan.Misalnya bila mengangkat barang yang berat dengan tangan kanan, maka tubuh kita akan miring ke kiri,dsb.Blocking harus memiliki motivasi yang jelas berarti gerak-gerak anggota tubuh maupun gerak wajahharus sesuai tuntutan peran dalam naskah.2. SeimbangSeimbang berarti kedudukan pemain, termasuk juga benda-benda yang ada diatas panggung (setting)tidak mengelompok di satu tempat, sehingga mengakibatkan adanya kesan berat sebelah. Jadi semuabagian panggung harus terwakili oleh pemain atau benda-benda yang ada di panggung. Penjelasan lebihlanjut mengenai keseimbangan panggung ini akan disampaikan pada bagian mengenai "KomposisiPentas".3. UtuhUtuh berarti blocking yang ditampilkan hendaknya merupakan suatu kesatuan. Semua penempatan dangerak yang harus dilakukan harus saling menunjang dan tidak saling menutupi.4. BervariasiBervariasi artinya bahwa kedudukan pemain tidak disuatu tempat saja, melainkan membentuk komposisi-komposisi baru sehingga penonton tidak jenuh. Keadaan seorang pemain jangan sama dengankedudukan pemain lainnya. Misalnya sama-sama berdiri, sama-sama jongkok, menghadap ke arah yangsama, dsb. Kecuali kalau memang dikehendaki oleh naskah.5. Memiliki titik pusatMemiliki titik pusat artinya setiap penampilan harus memiliki titik pusat perhatian. Hal ini penting artinyauntuk memperkuat peranan lakon dan mempermudah penonton untuk melihat dimana sebenarnya titikpusat dari adegan yang sedang berlangsung. Antara pemain juga jangan saling mengacau sehinggaakan mengaburkan dimana sebenarnya letak titik perhatian.6. WajarWajar artinya setiap penempatan pemain ataupun benda-benda haruslah tampak wajar, tidak dibuat-buat. Disamping itu setiap penempatan juga harus memiliki motivasi dan harus beralasan.Dalam drama kontemporer kadang-kadang naskah tidak menuntut blocking yang sempurna, bahkankadang-kadang juga sutradara atau naskah itu sendiri sama sekali meninggalkan prinsip-prinsip blocking.Ada juga naskah yang menuntut adanya gerak-gerak yang seragam diantara para pemainnya.MEDITASISecara umum arti meditasi adalah mencoba untuk menenangkan pikiran. Dalam teater dapat diartikansebagai suatu usaha untuk menenangkan dan mengosongkan pikiran dengan tujuan untuk memperolehkestabilan diri.Tujuan Meditasi:1. Mengosongkan pikiran.Kita mencoba mengosongkan pikiran kita, dengan jalan membuang segala sesuatu yang ada dalampikiran kita, tentang berbagai masalah baik itu masalah keluarga, sekolah, pribadi dan sebagainya. Kitasingkirkan semua itu dari otak kita agar pikiran kita bebas dari segala beban dan ikatan.
  • 2. Meditasi sebagai jembatan.Disini alam latihan kita sebut sebagai alam "semu", karena segala sesuatu yang kita kerjakan dalamlatihan adalah semu, tidak pernah kita kerjakan dalam kehidupan sehari-hari. Jadi setiap gerak kita akanberbeda dengan kelakuan kita sehari-hari. Untuk itulah kita memerlukan suatu jembatan yang akanmembawa kita dari alam kehidupan kita sehari-hari ke alam latihan.Cara meditasi:1. Posisi tubuh tidak terikat, dalam arti tidak dipaksakan. Tetapi yang biasa dilakukan adalah denganduduk bersila, badan usahakan tegak. Cara ini dimaksudkan untuk memberi bidang/ruangan pada ronggatubuh sebelah dalam.2. Atur pernapasan dengan baik, hirup udara pelan-pelan dan keluarkan juga dengan perlahan. Rasakanseluruh gerak peredaran udara yang masuk dan keluar dalam tubuh kita.Kosongkan pikiran kita, kemudian rasakan suasana yang ada disekeliling kita dengan segala perasaan.Kita akan merasakan suasana yang hening, tenang, bisu, diam tak bergerak. Kita menyuruh syaraf kitauntuk lelap, kemudian kita siap untuk berkonsentrasi.Catatan:Pada suatu saat mungkin kita kehilangan rangsangan untuk berlatih, seolah-olah timbul kelesuan dalamsetiap gerak dan ucapan. Hal ini sering terjadi akibat diri terlalu lelah atau terlalu banyak pikiran. Jika halini tidak diatasi dan kita paksakan untuk berlatih, maka akan sia-sia belaka. Cara untuk mengatasi adalahdengan MEDITASI. Meditasi juga perlu dilakukan bila kita akan bermain di panggung, agar kita dapatmengkonsentrasikan diri kita dengan peran yang hendak kita bawakan.KONSENTRASIKonsentrasi secara umum berarti "pemusatan". Dalam teater kita mengartikannya dengan pemusatanpikiran terhadap alam latihan atau peran-peran yang akan kita bawakan agar kita tidak terganggu denganpikiran-pikiran lain, sehingga kita dapat menjiwai segala sesuatu yang kita kerjakan.Cara konsentrasi:Kita harus melakukan dahulu meditasi. Kita kosongkan dulu pikiran kita, dengan cara-cara yang sudahditentukan. Kita kerjakan sesempurna mungkin agar pikiran kita benar-benar kosong dan siapberkonsentrasi.Setelah pikiran kita kosong, mulailah memasuki otak kita dengan satu unsur pikiran. Rasakan bahwa saatini sedang latihan, kita memasuki alam semu yang tidak kita dapati dalam kehidupan sehari-hari. Janganmemikirkan yang lain, selain bahwa kita saat ini sedang latihan teater.Catatan:Pada saat kita akan membawakan suatu peran, misalnya sebagai ayah, nenek, gadis pemalu dansebagainya, baik itu dalam latihan atau pementasan, konsentrasikan pikiran kita pada hal tersebut.Jangan sekali-kali memikirkan yang lain.PERNAPASANSeorang artis panggung, baik itu dramawan ataupun penyanyi, maka untuk memperoleh suara yang baikia memerlukan pernapasan yang baik pula. Oleh karena itu ia harus melatih pernapasan/alat-alatpernapasannya serta mempergunakannya secara tepat agar dapat diperoleh hasil yang maksimum, baikdalam latihan ataupun dalam pementasan.Ada empat macam pernapasan yang biasa dipergunakan:1. Pernapasan dadaPada pernapasan dada kita menyerap udara kemudian kita masukkan ke rongga dada sehingga dadakita membusung. Di kalangan orang orang teater pernapasan dada biasanya tidak dipergunakan karenadisamping daya tampung atau kapasitas dada untuk udara sangat sedikit, juga dapat mengganggugerak/akting sang aktor, karena bahu menjadi kaku.2. Pernapasan perutDinamakan pernapasan perut jika udara yang kita hisap kita masukkan ke dalam perut sehingga perutkita menggelembung. Pernapasan perut dipergunakan oleh sebagian dramawan, karena tidak banyakmengganggu gerak dan daya tampungnya lebih banyak dibandingkan dada.3. Pernapasan lengkapPada pernapasan lengkap kita mempergunakan dada dan perut untuk menyimpan udara, sehingga udarayang kita serap sangat banyak (maksimum). Pernapasan lengkap dipergunakan oleh sebagian artispanggung yang biasanya tidak terlalu mengutamakan akting, tetapi mengutamakan vokal.
  • 4. Pernapasan diafragmaDiafragma adalah bagian tubuh kita yang terletak diantara rongga dada dan perut. Sedangkan yangdimaksud dengan Pernapasan diafragma adalah ketika sang aktor itu mengambil udara sebanyak-banyaknya kemudian disimpan di diafragma dan rasakan bahwa diafragma itu benar-benarmengembang. Hat ini dapat kita rasakan dengan mengembangnya perut, pinggang, bahkan bagianbelakang tubuh di sebelah atas pinggul kita juga turut mengembang.Menurut perkembangan akhir akhir ini, banyak orang teater yang mempergunakan pernapasandiafragma, karena tidak banyak mengganggu gerak dan daya tampungnya lebih banyak dibandingkandengan pernapasan perut.Latihan latihan pernapasan:Pertama kita menyerap udara sebanyak mungkin. Kemudian masukkan ke dalam dada, kemudianturunkan ke perut, sampai di situ napas kita tahan. Dalam keadaan demikian tubuh kita gerakkan turunsampai batas maksimurn bawah. Setelah sampai di bawah, lalu naik lagi ke posisi semula, barulah napaskita keluarkan kembali.Cara kedua adalah menarik napas dan mengeluarkannya kembali dengan cepat.Cara berikutnya adalah menarik napas dalam dalam, kemudian keluarkan lewat mulut dengan mendesis,menggumam, ataupun cara cara lain. Di sini kita sudah mulai menyinggung vokal.*Catatan: Bila sudah menentukan pernapasan apa yang akan kita pakai, disarankan agar janganlahberalih ke bentuk pernapasan yang lain.VOKALUntuk menjadi seorang pemain drama yang baik, maka dia harus mernpunyai dasar vokal yang baik pula."Baik" di sini diartikan sebagai berikut:- dapat terdengar (dalam jangkauan penonton, sampai penonton, yang paling belakang),- jelas (artikulasi/pengucapan yang tepat),- tersampaikan misi (pesan) dari dialog yang diucapkan, dan- tidak monoton.Untuk mempunyai vokal yang baik ini, maka perlu dilakukan latihan latihan vokal. Banyak cara, yangdilakukan untuk melatih vokal, antara lain:1. Tariklah napas, lantas keluarkan lewat mulut sambil menghentakan suara "wah…" dengan energisuara. Lakukan ini berulang kali.2. Tariklah napas, lantas keluarkan lewat mulut sambil menggumam "mmm…mmm…" (suara keluarlewat hidung).3. Sama dengan latihan kedua, hanya keluarkan dengan suara mendesis,"ssss……."4. Hirup udara banyak banyak, kemudian keluarkan vokal "aaaaa……." sampai batas napas yangterakhir. Nada suara jangan berubah.5. Sama dengan latihan di atas, hanya nada (tinggi rendah suara) diubah-ubah naik turun (dalam satutarikan napas)6. Keluarkan vokal "a…..a……" secara terputus-putus.7. Keluarkan suara vokal "a i u e o", "ai ao au ae ", "oa oi oe ou", "iao iau iae aie aio aiu oui oua ueiuia ......" dan sebagainya.8. Berteriaklah sekuat kuatnya sampai ke tingkat histeris.9. Bersuara, berbicara, berteriak sambil berialan, jongkok, bergulung gulung, berlari, berputar putar danberbagai variasi lainnnya.*Catatan:Apabila suara kita menjadi serak karena latihan latihan tadi, janganlah takut. Hal ini biasa terjadi apabilakita baru pertama kali melakukan. Sebabnya adalah karena lendir lendir di tenggorokan terkikis, bila kitabersuara keras. Tetapi bila kita sudah terbiasa, tenggorokan kita sudah agak longgar dan selaput suara(larink) sudah menjadi elastis. Maka suara yang serak tersebut akam menghilang dengan sendirinya.Dan ingat, janganlah terlalu memaksa alat alat suara untuk bersuara keras, sebab apabila dipaksakanakan dapat merusak alat alat suara kita. Berlatihlah dalam batas-batas yang wajar.Latihan ini biasanya dilakukan di alam terbuka. misalnya di gunung, di tepi sungai, di dekat air terjun dansebagainya. Di sana kita mencoba mengalahkan suara suara di sekitar kita, disamping untuk menghayatikarunia Tuhan.ARTIKULASIArtikulasi yang dimaksud adalah pengucapan kata melalui mulut agar terdengar dengan baik dan benarserta jelas, sehingga telinga pendengar/penonton dapat mengerti pada kata-kata yang diucapkan. Padapengertian artikulasi ini dapat ditemukan beberapa sebab yang mongakibatkan terjadinya artikulasi yangkurang/tidak benar, yaitu:1. Cacat artikulasi alami: cacat artikulasi ini dialami oleh orang yang berbicara gagap atau orang yang
  • sulit mengucapkan salah satu konsonon, misalnya "r", dan sebagainya.2. Artikulasi jelek; ini bukan disebabkan karena cacat artikulasi, melainkan terjadi sewaktu waktu. Hal inisering terjadi pada pengucapan naskah/dialog.Misalnya:Kehormatan menjadi kormatan,menyambung menjadi mengambung, dan sebagainya.Artikulasi jelek disebabkan karena belum terbiasa pada dialog, pengucapan terlalu cepat, gugup, dansebagainya. Sedangkan artikulasi menjadi tak tentu: hal ini terjadi karena pengucapan kata/dialog terlalucepat, seolah olah kata demi kata berdempetan tanpa adanya jarak sama sekali.Untuk mendapatkan artikulasi yang baik maka kita harus melakukan latihan:Mengucapkan alfabet dengan benar, perhatikan bentuk mulut pada setiap pengucapan. Ucapkan setiaphuruf dengan nada nada tinggi, rendah, sengau, kecil, besar, dsb. Juga ucapkanlah dengan berbisik.Variasikan dengan pengucapan lambat, cepat, naik, turun, dsbMembaca kalimat dengan berbagai variasi seperti di atas. Perhatikan juga bentuk mulut.INTONASISeandainya pada dialog yang kita ucapkan, kita tidak menggunakan intonasi, maka akan terasamonoton, datar dan membosankan. Yang dimaksud intonasi di sini adalah tekanan tekanan yangdiberikan pada kata, bagian kata atau dialog. Dalam tatanan intonasi, terdapat tiga macam, yaitu:Tekanan Dinamik (keras lemah)Ucapkanlah dialog pada naskah dengan melakukan penekanan penekanan pada setiap kata yangmemerlukan penekanan. Misainya saya pada kalimat "Saya membeli pensil ini" Perhatikan bahwa setiaptekanan memiliki arti yang berbeda. Misal:SAYA membeli pensil ini. (Saya, bukan orang lain)Saya MEMBELI pensil ini. (Membeli, bukan, menjual)Saya membeli PENSIL ini. (Pensil, bukan buku tulis)Tekanan Nada (tinggi)Cobalah mengucapkan kalimat/dialog dengan memakai nada/aksen, artinya tidak mengucapkan sepertibiasanya. Yang dimaksud di sini adalah membaca/mengucapkan dialog dengan Suara yang naik turundan berubah ubah. Jadi yang dimaksud dengan tekanan nada ialah tekanan tentang tinggi rendahnyasuatu kata.Tekanan TempoTekanan tempo adalah memperlambat atau mempercepat pengucapan. Tekanan ini sering dipergunakanuntuk lebih mempertegas apa yang kita maksudkan. Untuk latihannya cobalah membaca naskah dengantempo yang berbeda beda. Lambat atau cepat silih berganti.WARNA SUARAHampir setiap orang memiliki warna suara yang berbeda. Demikian pula usia sangat mempengaruhiwarna suara. Misalnya saja seorang kakek, akan berbeda warna suaranya dengan seorang anak muda.Seorang ibu akan berbeda warna suaranya dengan anak gadisnya. Apalagi antara laki laki denganperempuan, akan sangat jelas perbedaan warna suaranya. Jadi jelaslah bahwa untuk membawakansuatu dialog dengan baik, maka selain harus memperhatikan artikulasi, gestikulasi dan intonasi, harusmemperhatikan juga warna suara. Sebagai latihan dapat dicoba merubah rubah warna suara denganmenirukan warna suara seorang tua, pengemis, anak kecil, dan lain sebagainya.Selain mengenai dasar dasar vokal di atas, dalam sebuah dialog diperlukan juga adanya suatupenghayatan. Mengenai penghayatan ini akan diterangkan dalam bagian tersendiri. Untuk latihancobalah membaca naskah berikut ini dengan menggunakan dasar dasar vokal seperti di atas.(Kang Dul masuk tergopoh gopoh)Kang Dul: Aduh Mas….e…..e…..itu, Mas…. Anu…. Mas….a….a….ada mahasiswa bawa mobil,pakaiannya bagus. Saya takut, Mas, mungkin dia orang kota, Mas.Bambang: Goblog ! Kenapa Takut ? Kenapa tidak kau kumpulkan saja orang-orangmu untukmengusirnya ?Pak Slamet: (kepada Bambang) Kau lebih-lebih Goblog ! Kau membohongi saya ! Kau tadi lapor apa ?!Sudah tidak ada orang kota yang masuk ke daerah kita, hei ! (sambil mencengkeram Bambang).Bambang: Sungguh, Pak, sudah lama tidak ada orang kota yang masuk.Pak Slamet: (membentak sambil mendorong) Diam Kamu !(kepada Kang Dul) Di mana dia sekarang ?Kang Dul: Di sana Pak, nongkrong di kantin sambil main leptop.
  • GESTIKULASIGestikulasi adalah suatu cara untuk memenggal kata dan memberi tekanan pada kata atau kalimat padasebuah dialog. Jadi seperti halnya artikulasi, gestikulasi pun merupakan bagian dari dialog, hanya sajafungsinya yang berbeda. Gestikulasi tidak disebut pemenggalan kalimat karena dalam dialog satu katadengan satu kalimat kadang kadang memiliki arti yang sama. Misalnya kata "Pergi !!!!" dengan kalimat"Angkat kaki dari sini !!!". Juga dalam drama bisa saja terjadi sebuah dialog yang berbentuk "Lalu ?" ,"Kenapa ?" atau "Tidak !" dan sebagainya. Karena itu diperlukan suatu ketrampilan dalam memenggalkata pada sebuah dialog. Gestikulasi harus dilakukan, sebab kata kata yang pertama dengan kataberikutnya dalam sebuah dialog dapat memiliki maksud yang berbeda. Misalnya: "Tuan kelewatan.Pergi!". Antara "Tuan kelewatan" dan "Pergi" harus dilakukan pemenggalan karena antara keduanyamemiliki maksud yang berbeda. Hal ini dilakukan agar lebih lancar dalam memberikan tekanan padakata. Misalnya "Tuan kelewatan"....... (mendapat tekanan), "Pergi…." (mendapat tekanan).OLAH TUBUHSebelum kita melangkah lebih jauh untuk mempelajari seluk beluk gerak, maka terlebih dahulu kita harusmengenal tentang olah tubuh. Olah tubuh (bisa juga dikatakan senam), sangat perlu dilakukan sebelumkita mengadakan latihan atau pementasan. Dengan berolah tubuh kita akan, mendapat keadaaan ataukondisi tubuh yang maksimal. Selain itu olah tubuh juga mempunyai tujuan melatih atau melemaskan otototot kita supaya elastis, lentur, luwes dan supaya tidak ada bagian bagian tubuh kita yang kaku selamalatihan-latihan nanti.Pelaksanaan olah tubuh:Pertama sekali mari kita perhatikan dan rasakan dengan segenap panca indera yang kita punyai. Denganmemakai rasa kita perhatikan seluruh tubuh kita, mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki.Sekarang mari kita menggerakkan tubuh kita.1. Jatuhkan kepala ke depan. Kemudian jatuhkan ke belakang, ke kiri, ke kanan. Ingat kepala/leherdalam keadaan lemas, seperti orang mengantuk.2. Putar kepala pelan pelan dan rasakan lekukan lekukan di leher, mulai dari muka. kemudian ke kiri, kebelakang dan ke kanan. Begitu seterusnya dan lakukan berkali kali. Ingat, pelan pelan dan rasakan !3. Putar bahu ke arah depan berkali kali, juga ke arah belakang. Pertama satu-persatu terlebih dahulu,baru kemudian bahu kiri dan kanan diputar serentak.4. Putar bahu kanan ke arah depan, sedangkan bahu kiri diputar ke arah belakang. Demikian pulasebaliknya.5. Rentangkan tangan kemudian putar pergelangan tangan, putar batas siku, putar tangan keseluruhan.Lakukan berkali kali, pertama tangan kanan dahulu, kemudian tangan kiri, baru bersama sama.6. Putar pinggang ke kiri, depan, kanan, belakang. Juga sebaliknya.7. Ambil posisi berdiri yang sempurna, lalu angkat kaki kanan dengan tumpuan pada kaki kiri. Jagajangan sampai jatuh. Kemudian putar pergelangan kaki kanan, putar lutut kanan, putar seluruh kakikanan. Kerjakan juga pada kaki kiri sesuai dengan cara di atas.8. Sebagai pembuka dan penutup olah tubuh ini, lakukan iari lari di tempat dan meloncat loncat.Macam Macam Gerak:Setiap orang memerlukan gerak dalam hidupnya. Banyak gerak yang dapat dilakukan manusia. Dalamlatihan dasar teater, kita juga harus mengenal dengan baik bermacam macam gerak Latihan latihanmengenai gerak ini harus diperhatikan secara khusus oleh seseorang yang berkecimpung dalam bidangteater.Pada dasarnya gerak dapat dibagi menjadi dua, yaituGerak teaterikalGerak teaterikal adalah gerak yang dipakai dalam teater, yaitu gerak yang lahir dari keinginan bergerakyang sesuai dengan apa yang dituntut dalam naskah. Jadi gerak teaterikal hanya tercipta pada waktumemainkan naskah drama.Gerak non teaterikalGerak non teaterikal adalah gerak kita dalam kehidupan sehari hari. Gerak yang dipakai dalam teater(gerak teaterikal) ada bermacam macam, secara garis besar dapat kita bagi menjadi dua, yaitu gerakhalus dan gerak kasar.Gerak HalusGerak halus adalah gerak pada raut muka kita atau perubahan mimik, atau yanq lebih dikenal lagidengan ekspresi. Gerak ini timbul karena pengaruh dari dalam/emosi, misalnya marah, sedih, gembira,dan sebagainya.
  • Gerak KasarGerak kasar adalah gerak dari seluruh/sebagian anggota tubuh kita. Gerak ini timbul karena adanyapengaruh baik dari luar maupun dari dalam. Gerak kasar masih dapat dibagi menjadi empat bagian. yaitu:Business, adalah gerak gerak kecil yang kita lakukan tanpa penuh kesadaran Gerak ini kita lakukansecara spontan, tanpa terpikirkan (refleks). Misalnya:- sewaktu kita sedang mendengar alunan musik, secara tak sadar kita menggerak gerakkan tangan ataukaki mengikuti irama musik.- sewaktu kita sedang belajar/membaca, kaki kita digigit nyamuk. Secara refleks tangan kita akanmemukul kaki yang tergigit nyamuk tanpa kehilangan konsentrasi kita pada belajar.Gestures, adalah gerak gerak besar yang kita lakukan. Gerak ini adalah gerak yang kita lakukan secarasadar. Gerak yang terjadi setelah mendapat perintah dari diri/otak kita Untuk melakukan sesuatu,misalnya saja menulis, mengambil gelas, jongkok, dsb.Movement, adalah gerak perpindahan tubuh dari tempat yang satu ke tempat yang lain. Gerak ini tidakhanya terbatas pada berjalan saja, tetapi dapat juga berupa berlari, bergulung gulung, melompat, dsb.Guide, adalah cara berjalan. Cara berjalan disini bisa bermacam-macam. Cara berjalan orang tua akanberbeda dengan cara berjalan seorang anak kecil, berbeda pula dengan cara berjalan orang yangsedang mabuk, dsb.Setiap gerakan yang kita lakukan harus mempunyai arti, motif dan dasar. Hal ini harus benar-benardiperhatikan dan harus diyakini benar-benar oleh seorang pemain apa maksud dan maknanya iamelakukan gerakan yang demikian itu. Dalam latihan gerak, kita mengenal latihan "gerak-gerak dasar".Latihan mengenai gerak-gerak dasar ini kita bagi menjadi tiga bagian, yaitu:- Gerak dasar bawah: posisinya dalam keadaan duduk bersila. Di sini kita hanya boleh bergeraksebebasnya mulai dari tempat kita berpijak sampai pada batas kepala kita.- Gerak dasar tengah: posisi kita saat ini dalam keadaan setengah berdiri. Di sini kita diperbolehkanbergerak mulai dari bawah sampai diatas kepala.- Gerak dasar atas: di sini kita boleh bergerak sebebas-bebasnya tanpa ada batas.Dalam melakukan gerak-gerak dasar diatas kita dituntut untuk berimprovisasi / menciptakan gerak-gerakyang bebas, indah dan artistik.Latihan-latihan gerak yang lain:1. Latihan cermin.Dua orang berdiri berhadap-hadapan satu sama lain. Salah seorang lalu membuat gerakan dan yang lainmenirukannya, persis seperti apa yang dilakukan temannya, seolah-olah sedang berdiri didepan cermin.Latihan ini dilakukan bergantian.2. Latihan gerak dan tatap mataSama dengan latihan cermin, hanya waktu berhadapan mata kedua orang tadi saling tatap, seolah keduapasang mata sudah saling mengerti apa yang akan digerakkan nanti.3. Latihan melenturkan tubuhSeseorang berdiri dalam keadaan lemas. Kemudian seorang lagi membantu mengangkat tangantemannya. Setelah sampai atas dijatuhkan. Dapat juga sebelum dijatuhkan lengan / tangan tersebutdiputar-putar terlebih dahulu.4. Latihan gerak bersamaSuatu kelompok yang terdiri dari beberapa orang melakukan gerakan yang sama seperti dilakukan olehpemimpin kelompok tersebut, yang berdiri didepan mereka.5. Latihan gerak mengalirSuatu kelompok yang terdiri beberapa orang saling bergandengan tangan, membentuk lingkaran.Kemudian salah seorang mulai melakukan gerakan ( menggerakkan tangan atau tubuh ) dan yang lainmengikuti gerakan tangan orang yang menggandeng tangannya. Selama melakukan gerakan, tangan kitajangan sampai terlepas dari tangan teman kita. Latihan ini dilakukan dengan memejamkan mata dankonsentrasi, sehingga akan terbentuk gerakan yang artistik.GERAK DAN VOKALSetelah kita berlatih tentang vokal dan gerak secara terpisah, maka sekarang kita mencoba untukmemadukan antara vokal dan gerak. Banyak bentuk-bentuk latihan yang dapat dilakukan, antara lainmengucapkan kalimat yang panjang sambil berlari-lari, melompat, jongkok, bergulung-gulung, atau jugabisa dengan memutar-mutar kepala, memutar-mutar tubuh, dan sebagainya. Latihan ini berguna sekalibagi kita pada waktu acting. Tujuannya adalah agar vokal dan gerak kita selalu serasi, agar gerak kitatidak terlalu banyak berpengaruh pada vokal.PENGGUNAAN PANCAINDERA
  • Manusia yang normal dikaruniai Tuhan dengan lima panca indera secara utuh. Dalam kehidupan sehari-hari kita selalu menggunakan panca indera kita tersebut, baik secara bersama-sama ataupun sendiri-sendiri. Dalam teater kita juga harus menggunakan indera kita dengan baik agar dapat memainkan suatuperan dengan baik pula.Supaya alat-alat indera kita dapat bekerja semaksimal mungkin, tentu saja harus dilatih. Hal ini sangatperlu dalam teater untuk membantu kita dalam membentuk ekspresi. Bentuk-bentuk latihan yang dapatdilakukan, antara lain:MataDuduk bersila sambil menatap suatu titik di dinding. Konsentrasi hanya pada titik tersebut. Usahakanmenatap titik tersebut tanpa berkedip, selama mungkin.TelingaDuduk bersila, pejamkan mata. Sementara itu seseorang mengetuk-ngetuk sesuatu pada beberapamacam benda, dimana setiap benda memiliki nada / suara yang berlainan. Hitunglah berapa kali ketukanpada benda yang sudah ditentukan.Duduklah ditepi jalan yang ramai, sambil memejamkan mata. Cobalah untuk mengenali suara apa sajayang masuk ke telinga, misalnya suara truk, bus, sepeda motor, suara tawa seseorang diatas sepedamotor, suara sepatu diatas trotoar,dsb.HidungDuduk ditepi jalan sambil memejamkan mata, kemudian cobalah untuk mengenali bau apa yang adadisekitar kita. Misalnya bau keringat orang yang lewat didepan kita, bau parfum, asap knalpot, asaprokok, atau tanah yang baru disiram hujan, dsb.Ciumlah tangan, kaki, pakaian, dan jika bisa seluruh tubuh kita, rasakan dan hayati benar-benarbagaimana baunya.KulitRabalah tangan, kaki, kepala dan seluruh tubuh kita, juga pakaian kita. Rasakan dan kenalilah tubuh kitaitu, cari perbedaan antara setiap tubuh.Rabalah dinding, lantai, meja, atau benda-benda lain. Perhatikanlah bagaimana rasanya, dingin ataupanas. Juga sifatnya halus atau kasar dan coba juga mengenali bentuknya. Lakukan latihan ini denganmata terpejam.LidahRabalah dengan lidah bagaimana bentuk mulut kita, bagaimana bentuk gigi, langit-langit, bibir, dansebagainya.Rasakan dengan menjilat, bagaimana rasa dari sebuah kancing baju, sapu tangan, batang pensil, tanganyang berkeringat,dsb.KARAKTERISASIKarakterisasi adalah suatu usaha untuk menampilkan karakter atau watak dari tokoh yang diperankan.Tokoh-tokoh dalam drama, adalah orang-orang yang berkarakter. Jadi seorang pemain drama yang baikharus bisa menampilkan karakter dari tokoh yang diperankannya dengan tepat. Dengan demikianpenampilannya akan menjadi sempurna karena ia tidak hanya menjadi figur dari seorang tokoh saja,melainkan juga memiliki watak dari tokoh tersebut.Agar kita dapat memainkan tokoh yang berkarakter seperti yang dituntut naskah, maka kita harus terlebihdahulu mengenal watak dari tokoh tersebut. Suatu misal, kita dapat peran menjadi seorang pengemis.Nah, kita harus mengenal secara lengkap bagaimana sifat-sifatnya, tingkah lakunya, dsb. Apakah diaseorang yang licik, pemberani, atau pengecut, alim, ataukah hanya sekedar kelakuan yang dibuat-buat.Demikianlah, kita menyadari bahwa untuk memerankan suatu tokoh, kita tidak hanya memerankanjabatannya, tetapi juga wataknya. Misalnya:Tokoh (A) … jabatan (lurah) … watak (licik, pura-pura, pengecut)Tokoh (B) … jabatan (jongos) … watak (baik hati, ramah, jujur, mengalah)Untuk melatih karakteristik dapat dipakai cara sebagai berikut:Dengan menirukan gerak-gerak dasar yang biasa dilakukan oleh pengemis, kakek, anak kecil, pemabuk,orang buta, dsb. (yang dimaksud dengan gerak-gerak dasar disini adalah cirri-ciri khas)Dua orang atau lebih, berdiri dan berkonsentrasi, kemudian salah satu memberi perintah kepadatemannya untuk bertindak / berlaku sebagai tokoh dari apa yang diceritakan. Untuk membantu memberisuasana, dapat memakai musik pengiring.Untuk memperdalam mengenai karakteristik, maka agaknya perlu juga kita mempelajari observasi, ilusi,imajinasi dan emosi. Untuk itu marilah kita kenali satu persatu.OBSERVASIObservasi adalah suatu metode untuk mempelajari / mengamati seorang tokoh. Bagaimana tingkah
  • lakunya, cara hidupnya, kebiasaannya, pergaulannya, cara bicaranya, dsb. Setelah kita mengenal segalasesuatu tentang tokoh tersebut, kita akan mengetahui wujud dari tokoh itu. Setelah itu baru kitamenirukannya. Dengan demikian kita akan menjadi tokoh yang kita ingini.ILUSIIlusi adalah bayangan atas suatu peristiwa yang akan terjadi maupun yang telah terjadi, baik yang dialamisendiri maupun yang tidak. Kejadian itu dapat berupa pengalaman, hasil observasi, mimpi, apa yangdilihat, dirasakan, ataupun angan-angan, kemungkinan-kemungkinan, ramalan, dan lain sebagainya.Cara-cara melatihnya antara lain:Menyampaikan data-data tentang suatu kecelakaan, kebakaran, dsb.Bercerita tentang perjalanan keliling pulau Jawa, ketika dimarahi guru, dsb.Menyampaikan pendapat tentang lingkungan hidup, sopan santun dikampung, dsb.Menyampaikan keinginan untuk menjadi raja, polisi, dewa, burung, artis, dsb.Berangan-angan bahwa kelak akan terjadi perang antar planet, dsb.IMAJINASIImajinasi adalah suatu cara untuk menganggap sesuatu yang tidak ada menjadi seolah-olah ada. Kalauilusi obyeknya adalah peristiwa, maka imajinasi obyeknya benda atau sesuatu yang dibendakan.Tujuannya adalah agar kita tidak hanya selalu menggantungkan diri pada benda-benda yang kongkrit.Juga diatas pentas, penonton akan melihat bahwa apa yang ditampilkan tampak benar-benar terjadiwalaupun sesungguhnya tidak terlihat, benar-benar dialami sang pelaku. Kemampuan untuk berimajinasibenar-benar diuji bilamana kita sedang memainkan sebuah pantomim.Sebagai contoh, dalam naskah OBSESI, terjadi dialog antara pemimpin koor dengan roh suci. Roh sucidisini hanya terdengar suaranya, tetapi pemain harus menganggap bahwa roh suci benar-benar ada.Dalam contoh lain dapat kita lihat pada sebuah naskah yang didalamnya terdapat sebuah dialog, sebagaiberikut: "Hei letnan, coba perhatikan perempuan berkaca mata gelap didepan toko itu. Perhatikan topidan tas hitam yang dipakainya. Rasa-rasanya aku pernah melihat tas dan topi itu dipakai Nyonya Lisabeberapa saat sebelum terjadi pembunuhan". Yang dibicarakan tokoh diatas sebenarnya hanya khayalansaja. Perempuan berkaca mata gelap, bertopi, dan bertas hitam tidak terlihat atau tidak tampak dalampentas.Telah disebutkan bahwa obyek imajinasi adalah benda atau sesuatu yang dibendakan, termasuk disinisegala sifat dan keadaannya. Sebagai latihan dapat dipakai cara-cara sebagai berikut:Sebutkan sebanyak mungkin benda-benda yang terlintas di otak kita. Jangan sampai menyebutkansebuah benda lebih dari satu kali.Sebutkan sebuah benda yang tidak ada disekitar kita kemudian bayangkan dan sebutkan bentuk bendaitu, ukurannya, sifatnya, keadaannya, warna, dsb.Menganggap atau memperlakukan sebuah benda lain dari yang sebenarnya. Contohnya, menganggapsebuah batu adalah suatu barang yang sangat lucu, baik itu bentuknya, letaknya, dsb. Sehingga denganmemandang batu tersebut kita jadi tertawa terpingkal-pingkal.Menganggap sesuatu benda memiliki sifat yang berbeda-beda. Misalnya sebuah pensil rasanya menjadiasin, pahit, manis kemudian berubah menjadi benda yang panas, dingin, kasar, dsb.EMOSIEmosi dapat diartikan sebagai ungkapan perasaan. Emosi dapat berupa perasaan sedih, marah, benci,bingung, gugup, dsb. Dalam drama, seorang pemain harus dapat mengendalikan dan menguasaiemosinya. Hal ini penting untuk memberikan warna bagi tokoh yang diperankan dan untuk menunjangkarakter tokoh tersebut. Emosi juga sangat mempengaruhi tubuh, yaitu tingkah laku, roman muka(ekspresi), pengucapan dialog, pernapasan, niat. Niat disini timbul setelah emosi itu terjadi, misalnyasetelah marah maka tinbul niat untuk memukul, dsb.PENGHAYATANPenghayatan adalah mengamati serta mempelajari isi dari naskah untuk diterpakan tubuh kita. Misalnyapada waktu kita berperan sebagai Pak Usman yang berprofesi sebagai polisi, maka saat itu kita tidak lagiberperan sebagai diri kita sendiri melainkan menjadi Pak Usman yang berprofesi sebagai polisi. Hal inilahyang harus kita terapkan dengan baik jika kita akan memainkan sebuah naskah drama.Cara-cara yang dipergunakan dalam penghayatan adalah:Pelajari naskah secara keseluruhan, supaya dapat mengetahui apa yang dikehendaki oleh naskah,problema apa yang ditonjolkan, serta apa titik tolak dan inti dari naskah.Melakukan gerak serta dialog yang terdapat dalam naskah. Jadi disini kita sudah mendapat gambarantentang akting dari tokoh yang akan kita perankan.Sebagai latihan cobalah membaca sebuah naskah / dialog dengan diiringi musik sebagai pembantupemberi suasana. Hayati dulu musiknya baru mulailah membaca.
  • IV. KOMPOSISI PENTASKomposis pentas adalah pembagian pentas menurut bagian-bagian yang tertentu. Komposisi pentas inidibuat untuk membantu blocking, dimana setiap bagian pentas mempunyai arti tersendiri.Kadar kekuatan pentas dapat dilihat pada urutan penempatannya. Bagian depan lebih kuat daripadabagian belakang. Bagian kanan lebih kuat daripada bagian kiri. Oleh karena itu jangan menempatkan diriatau benda yang kadar kekuatannya tinggi pada bagian yang kuat. Carilah tempat-tempat yang sesuaiagar blocking kelihatan seimbang. Walaupun demikian harus tetap dalam batas-batas yang wajar, janganterlalu dibuat-buat.DRAMA SEBAGAI SENIA. Pengertian Drama
  • Berdasarkan etimologi (asalusul bentuk kata), kata drama berasal dari bahasa Yunani dram yang berarti gerak. Dramasering disebut juga dengan sandiwara atau teater. Kata sandiwara berasal dari bahasa Jawa sandi yang berarti rahasia danwarah yang berarti ajaran. Jadi sandiwara berarti ajaran yang disampaikan secara rahasia atau tidak terang-terangan.Teater diambil dari bahasa Inggris theater yang berarti gedung pertunjukan atau dunia sandiwara. Kata theater bahasaInggris itu berasal dari bahasa Yunani Theatron yang artinya takjub melihat.Dewasa ini kata teater mempunyai 2 makna yaitu1. teater berarti gedung pertunjukan, yaitu tempat diselenggarakannya suatu pertunjukan,2. teater berarti bentuk tontonan yang dipentaskan di depan orang banyak.Teater sebagai tontonan mempunyai 2 bentuk yaitu1. teater tradisional, tidak menggunakan naskah (ketoprak, ludruk, lenong),2. teater modern, menggunakan naskah.Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa drama mempunyai dua arti yaitu :1. Drama dalam arti luas adalah semua bentuk tontonan yang mengandung cerita yang dipertunjukan di depan orangbanyak. (teater tradisional)2. Drama dalam arti sempit adalah kisah hidup manusia dalam masyarakat yang diproyeksikan di atas panggung, disajikandalam bentuk dialog dan gerak berdasarkannaskah, didukung oleh tata panggung, tata lampu, tata musik, tata rias dan tatabusana. (teater modern)B. Seni DramaSeni drama diwujudkan dari berbagai bahan dasar karena dalam seni drama terkandung seni-seni yang lain, karenamerupakan perpaduan sejumlah cabang seni yaitu1. seni sastra (naskah cerita),2. seni lukis (tata rias dan tata panggung),3. seni musik (musik pengiring),4. seni tari (gerak-gerik pemain), dan5. seni peran ( pemeranan tokoh).Sehingga dapat dipertegas bahwa keberadaan drama sebagai karya seni, sebab :1. Drama termasuk salah satu jenis seni atau lengkapnya seni drama karena di dalamnya terdapat berbagai keindahanyang dinikmati penonton.2. Drama adalah satu-satunya jenis seni yang paling kompleks karena untuk mewujudkan perlu melibatkan berbagaiseniman, seperti sastrawan, pemain, komponis, dan pelukis.3. Drama merupakan perpaduan berbagai jensi seni yang membentuk satu kesatuan yang utuh.C. Jenis Drama1. Berdasarkan Penyajian Lakona. TragediTragedi atau cerita duka adalah drama yang penuh kesedihan dan pelaku utama dari awal sampai akhir pertunjukan selalusia-sia (gagal) dalam memperjuangkan nasibnya yang jelek. Ujung cerita berakhir dengan kedukaan yang mendalamkarena maut menjemput tokoh utama.b. KomediKomedi atau cerita suka adalah drama penggeli hati, drama ini penuh kelucuan yang menimbulkan tawa penonton.c. TragekomediPerpaduan antara drama tragedi dan komedi. Isi lakonya penuh kesedihan, tetapi juga mengandung hal-hal yangmengembirakan dan menggelikan hati.d. OperaDrama yang dialognya dinyanyikan dengan diiringi musik.Opera pendek namanya operet.e. MelodramaDrama yang dialognya diucapkan dengan iringan melodi/musik.Asal usul melodrama sebenarnya opera, dari opera yang dialog para pemainnya dinyanyikan dan diiringi musik itu, lahirjenis melodrama.f. FarceDrama menyerupau dagelan tetapi tidak sepenuhnya dagelan.g. TabloJenis drama yang mengutamakan gerak. Pemain tidak mengucapkan dialog, tetapi dapat diketahui lewat gerakan-gerakanitu. Bunyi-bunyian pengiring untuk memperkuar kesan gerakan yang dilakukan pemain.h. SendratariGabungan antara seni drama dan tari, yang diiringi musik.2. Berdasarkan Saranaa. Drama Panggungb. Drama Radioc. Drama Televsid. Drama Filme. Drama Wayangf. Drama Boneka3. Berdasarkan Ada atau Tidaknya Naskaha. Drama tradisionalb. Drama modernD. Istilah dalam Drama1. BabakMerupakan bagian dari lakon drama2. Adegan
  • Merupakan bagian dari babak, sebuah adegan hanya mengambarkan satu suasana yang merupakan bagian dari rangkaiansuasana-suasana dalam babak.3. PrologKata pendahuluan dalam lakon drama.Prolog memiliki peran besar dalam menyiapankan pikiran penonton agar dapat mengikuti cerita yang disajikan. Prolog dapatberupa sinopsis, perkenalan tokoh-tokoh, serta konflik-konflik yang akan terjadi4. EpilogKata penutup yang mengakhiri pementasan. (Berisi simpulan atau pesan / ajaran)5. DialogPercakapan para pemain dalam drama6. MonologPercakapan seorang pemain dengan dirinya sendiri7. MimikEkspresi gerak-gerik wajah (air muka) untuk menunjukkan emosi yang diamali pemain.8. PantomimEkspresi gerak-gerik tubuh untuk menunjukkan emosi yang dialami pemain.9. PantomimikPerpaduan ekspresi gerak-gerik wajah denga gerak-gerik tubuh untuk menunjukkan emosi yang dialami pemain.10. GesturGerak-gerak besar yaitu tangan, kaki, kepala, dan tubuh pada umumnya yang dilakukan pemain.11. BlokingAturan perpindahan tempat dari tempat yang satu ke tempat yang lainnya agar penampilan pemain tidak menjemukan12. GaitTanda-tanda khusus pada cara berjalan dan cara gerak pemain13. AktingGerakan-gerakan yang dilakukan pemain sebagai wujud penghayatan peran yang dimaikannya.14. AktorOrang yang melakukan akting. (aktris = pemain wanita)15. ImprovisasiGerak-gerakan atau ucapan-ucapan penyeimbang untuk lebih menghidupkan pemeranan.16. IlustrasiIringan bunyi-bunyian untuk memperkuat suasana yang sedang digambarkan.17. KomtemporerLakon atau naskah serba bebas yang tidak terikat aturan atau kelaziman18. KostumPakaian para pemain yang dikenakannya pada saat memerankan tokoh cerita di panggung.19. SkenarioSusunan garis-garis besar lakon drama yang akan diperagakan para pemain20. PanggungTempat para aktor memainkan drama21. LayarKain penutup panggung bagian depan yang dapat dibuka dan ditutup sesuai dengan kebutuhan.LAKON DRAMASetiap drama pasti memiliki lakon atau judul cerita. Lakon disesuaikan dengan kejadian (peristiwa) : (1) kelahiran ataukematian, (2) perkawinan atau perceraian, (3) perbuatan sosial atau kejahatan, (4) perdamaian atau peperangan dan lain-lain.Lakon drama bersumber dari kehidupan manusia, karena itu drama sebenarnya merupakan penyajian ulang kisah yangdialami manusia.1. TemaMerupakan pokok pikiran yang mendasari lakon drama.Contoh tema keluarga yang mungkin sering kita angkat dalam drama, tentu masih telalu luas karena masalah keluarga ituberaneka ragam. Untuk menyempitkannya, perlu dipilih topik. Topik adalah sesuatu yang lebih khusus daripada tema.Sebagai contoh tema masalah keluarga, topik : pilih kasih. Sebagai contoh dalam cerita Ciderella, di dalam cerita tersebutmenceritakan seorang ibu dan anak-anaknya. Diceritan ibu tersebut memperlakukan anaknya tidak adil, artinya ada yangkelewat disayang dan ada yang disia-siakan.2. AmanatAmanat adalah pesan moral yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca naskah atau penonton drama.Tetapi pesan itu tidak disampaikan secara langsung, itulah sebabnya nama lain drama adalah sandiwara.3. PlotRangkaian peristiwa dalam sebuah cerita (jalan cerita drama)Plot drama berkembang secara bertahap, mulai dari konflik yang sederhana, konflik yang kompleks sampai padapenyelesaian konflik.Penyelesaian sebuah konflik terkadang tidak jelas supaya penonton menafsirkan sendiri penyelesaian konflik tadi.6 tahapan dalam plot :a. EksposisiTahap perkenalan, meskipun hanya dengan gambaran selintas, wujud perkenalan ini berupa penjelasan untukmengantarkan penonton pada situasi awal lakon drama.b. KonflikPemain drama sudah terlibat dalam persoalan pokok. Dalam tahap ini sudah mulai ada insiden, dan insiden inilah yang
  • memulai plot drama sebenarnya, karena insiden merupakan konflik yang menjadi dasar sebuah drama.c. KomplikasiInsiden kemudian berkembang dan menimbulkan konflik-konflik yang semakin banyak dan ruwet.d. KrisisPada tahap ini konflik sampai pada puncak atau klimaks. Dari sudut penotonon sudut ini sebagai puncak ketegangan atauklimaks. Klimaks ini merupakan titik pertikaian paling ujung yang dicapai pemain protagonis dan pemain antagonis.e. ResolusiTahap penyelesaian konflik, jalan keluar penyelesaian konflik-konflik yang terjadi sudah tampak jelas.f. KeputusanSemua konflik telah berakhir dan sebentar lagi cerita akan selesai.4. KarakterKarakter atau perwatakan adalah keseluruhan ciri-ciri jiwa seorang tokoh dalam lakon drama. Seorang tokoh bisa sajaberwatak sabar, ramah dan suka menolong. Sebaliknya, bisa saja berwatak pemberang, suka marah, dan sangat keji.Karakter ini diciptakan penulis lakon untuk diwujudkan oleh pe,ain (aktor) yang memerankan tokoh itu. Agar daparmewujudkan, pemain harus memahami benar karakter yang dikehendaki penulis lakon drama.Dalam meleburkan diri menjadi tokoh yangdiperankan pemain dibantu penata rias, busana dan akting. Unsur-unsur inimerupakan pendukung satu dengan yang lainnya tidak dapat dipisahkan.5. SettingSetting adalah tempat, waktu dan suasana terjadinya suatu adegan. Karena semua adegan dilaksanakan di panggungmaka panggung harus bisa menggambarkan setting yang dikehendaki.6. DialogJalan cerita lakon drama diwujudkan melalui dialog yang dilakukan para pemain. Dialog-dialog yang dilakukan harusmendukung karakter tokoh yang diperankan dan dapat menujukkan plot lakon drama. Dialog juga harus berkembangmengikuti suasana konflik dalam tahap-tahap plot lakon drama.PELATIHAN AKTORA. Siapa itu Aktor?Orang yang memperagakan cerita. Dalam seni pedalangan, aktor dapat disamakan dengan wayang, hanya digerakkan dandibicarakan (dibuat berbicara) oleh dalang, sedangkan aktor bergerak dan berbicara sendiri. Apa yang diperagakan olehaktor, itulah yang dinikmati penonton. Karena itu, kesuksesan suatu pertunjukan drama sangat ditentukan oleh kepiawaianaktor.Aktor termasuk seniman unik, karena seniman lain menghasilkan karya seni yang bisa disimpan dan dinikmati bersamaorang lain. Misal seniman pelukis menghasilkan lukisan, lukisan itu dapat dipasang dan dinikmati berulang-ulang. Tetapiaktor tak dapat mewujudkan benda nyata sebagai hasil karya seninya. Sebab hasil karya aktor melekat pada tubuhnyasendiri. Bagaiman ia bergerak dan berbicara di panggung itulah karya seni yang dihasilkannya.Jadi hasil karya seorang aktor adalah peragaan cerita, dan hasil karya aktor adalah akting.B. Latihan Dasar1. Pontensi TubuhTubuh harus bagus dan menarik. Arti bagus dan menarik buka harus tampan dan cantik. Tetapi harus lentur, sanggungmemainkan semua peran dan mudah diarahkan, tidak kaku. Latihan dasarnya antara lain :a) Latihan tari supaya aktor mengenal gerak berirama dan dapat mengatur waktub) Latihan samadi supaya aktor mengenal lebih dalam arti, diam, merenung secara insanic) Latihan silat supaya aktor mengenal diri dan percaya dirid) Latihan renang agar aktor mengenal pengaturan napas2. Potensi DriyaDriya adalah semua pancaindra : penglihatan, pendengaran, penciuman dan pengecap. Semua perlu dilatih supaya peka.Cara melatih melalui driya ganda, artinya suatu pengindaraan disertai pengindraan yang lain. Contoh melihat danmendengar3. Potensi AkalAktor harus cerdik dan tangkas. Kecerdikan dan ketangkasan itu bisa dimiliki kalau ia terbiasa menggunakan akal antaralain dengan kegiatan membaca dan berolahraga.4. Potensi HatiHati merupakan landasan perasaan. Perasaan manusia beragam dan silih berganti. Kadang-kadang senanng dan tertawa,sedih dan lainnya. Semua berurusan dengan hati, karena itu melatih hati sebenarnya melatih kepekaan perasaan. Jikaperasaan peka, ia dapat merasakan apa yang datang dalam suasana batinnya dengan cepat dan dengan cepat pula iadapat memberikan reaksi.5. Potensi ImajinasiAkting baru terjadi apabila dalam hati ada kehendak (niat), niat itu harus dilengkapi dengan imajinasi.6. Potensi VokalAktor harus mempunyai vokal yang kuat agar kata-kata yang diucapkan jelas. Latihan dasar untuk menguatkan vokal antaralain dengan deklamasi dan menyanyi.7. Potensi JiwaSeorang aktor harus mampu memerankan tokoh dengan penjiwaan. Artinya, ia harus berusaha melebur dalam tokoh yangdiperankan. Penjiwaan ini dapat dibangkitkan dengan pengalaman dan pengamatan.C. Asas-Asas Akting1. Asas Pengendalian
  • Jika kita memerankan sebagai tokoh Pak Sakerah dan tokoh ini adalah keras, pemarah, maka kita harus tampil sperti sosokPak Sakerah. Namun dalam pikiran kita harus tetap sadar bahwa apa yang dilakukan dengan bersungguh-sungguh itusesungguhnya hanya pemainan, bukan Pak Sakeran sesungguhnya. Jadi jika dia marah, meskipun marahnya tampaksungguh-sungguh, sebenarnya yang dilakukan itu hanya permainan. Pikiran kita tetap mengendalikan hal itu supaya diasungguh-sungguh menendang, memukul, atau membacok lawan mainnya.2. Asas KeutuhanAkting adalah kerjasama yang membentuk satu kesatuan keutuhan. Meskipun bagian-bagiannya mempunyai sifat danfungsi yang berbeda-beda, tunjuannya sama. Karena drama meliputi banyak seni di dalamnya.3. Asas KerapianSeni menuntut kita rapi, sebab seni berhubungan dengan keindahan, dan keindahan menuntut kerapian, artinya aktormelakukan akting yang teratur, terkendali dan tidak kacau.D. Pelatihan Aktor1. Membaca PuisiCalon aktor perlu membaca puisi dengan suara lantang di depan teman-temannya. Manfaatnya supaya terbiasa melakukanperubahan nada suara sbeagai akibat perubahan perasaan dalam berbagai situasi. Baik ekspresi wajah, gerak tubuh dantangan akan membangkitkan suasana dalam membaca puisi. Jika perlu dilakukan di alam terbuka untuk melatih vokal kitasupaya kuat dan ditonton teman kita. Selain itu melatih mental kita, umumnya tampil di muka umum merasa malu, grogi,dan takut. Akibatnya kita tak mampu tampil baik karena konsentrasinya terganggu.2. Menirukan BinatangCalon aktor mencoba menirukan gerakan khas macam-macam binatang. Contoh meniru gerakan kera, mulai dari ekspresiwajah, gerakan tubuh, suara harus seperti kera. Jika kita dilakukan didepan teman-teman akan melatih mental kita juga.Beberapa anggota tubuh kaki, tangan dan kepala digerakan menirukan berbagai binatang secara berulang-ulang melatihtubuh kita lentur dan mudah digerak-gerakan, tidak kaku.3. Menirukan OrangCalon aktor mencoba menirukan orang yang sudah dikenalnya, lebih baik orang yang ditiru itu juga dikenal oleh teman kita.Dengan demikian teman kita dapat menebak siapa yang kita tiru. Misalnya orang yang sering dilihat guru, teman, orangyang sering muncul di televisi dan lain-lain. Jika teman kita dengan mudah menebak tiruan orang yang kita peragakan,berarti kita berhasil, tetapi jika susah maka kita belum berhasil.4. Tertawa dan MenanggisCalon aktor mencoba tertawa terus menerus sampai benar-benar bisa tertawa kalau ia ingin tertawa, demikian pulamenangis seolah-olah dia sedang mengalami hal yang menyedihkan. Aktor juga perlu mencoba seolah-olah sedang marah,putus asa, menyerah atau lainnya. Kemampuan ini tidak dapat datang dengan sendirinya, perlu latihan berulang-ulang didepan teman dan langsung minta komentar dari teman kita. Jika perlu latihan di depan cermin dan merekam suara kitaserta lakukan berulang-ulang. Sehingga aktor mampu melakukan perubahan cepat dari menangis menuju tertawa.Begitulah cara memperoleh kemahiran bermain drama.5. BerdialogCalon aktor mencoba berdialog, mula-mula dialognya bebas tanpa naskah, seolah-olah sedang memerankan tokoh tertentudalam drama. Jika sudah lancar aktor mencoba berdialog dengan membaca naskah dibaca berulang-ulang dan silihberganti dengan lawan mainnya. Setelah lancar baru dengan gerakkan ekspresi wajah, dan angota badan.6. Gerak PanggungHal-hal yang perlu diperhatikan adalah :a. Gerak panggung hanya dikerjakan kalau ada maksud dan tujuan.b. Gerak panggung menarik perhatian penonton.c. Gerak panggung boleh dikerjakan sambil berbicara. Kalau berbicara dulu lalu bergerak, yang diutamakan gerakannya(gerakan menjadi menonjol). Kalau bergerak dulu lalu berbicara yang diutamakan bicaranya (kalimat yang diucapkanmenjadi lebih berbobot dan bertenaga.d. Gerak panggung hanya dilakukan dengan gerak maju, bukan gerak mundur atau menyamping, kecuali ada alasantertentu.e. Gerak panggung yang cepat menunjukkan adanya sesuatu yang penting. Sebaliknya gerak lambat menunjukkankesedihan, keputusasaan atau khidmadmatan.