Karya tulis akademik

6,274 views
6,048 views

Published on

tata cara membuat karya tulis ilmiah ,, by Dani Rachman dkk

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
6,274
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
65
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Karya tulis akademik

  1. 1. 1. 2. 3. Oleh : Aisyah Alifa Rahmah Dani Rachman Nurul Ulfah Isnaini
  2. 2. AKADEMIK A. Pengertian Menulis B. Jenis Tulisan C. Fungsi Tulisan D. Langkah-langkah Menulis E. Jenis Karya Tulis Akademik F. Bagian-bagian Karya Tulis Akademik
  3. 3. A. Pengertian Menulis  Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, menulis adalah membuat huruf (angka dan sebagainya) dengan pena (pensil, kapur, dan sebagainya), anak-anak sedang belajar, melahirkan pikiran atau perasaan (seperti mengarang, membuat surat)  Menulis akademik merupakan kegiatan yang bertujuan untuk menghasilkan tulisan akademik. Tulisan akademik ialah karya tulis yang disusun akademisi untuk memperoleh gelar akademik, misalnya disertasi untuk mencapai gelar doktor (S-3), tesis untuk mencapai gelar master (S-2), skripsi untuk mencapai gelar serjana (S-1).
  4. 4. B. Jenis Tulisan Berdasarkan Ragamnya  Tulisan Faktawi  Tulisan Ilmiah  Informatif/ilmiah popular
  5. 5. Berdasarkan Kadar Keilmiahan A. Ilmiah murni  Memiliki tujuan tertentu dan bersifat akademis.  Jangkauan pembacanya terbatas pada kaum ilmuan/akademisi.
  6. 6. Jenis-jenis Tulisan Ilmiah Murni 1. Makalah Makalah merupakan salah satu bentuk karya tulis yang dibuat secara khusus untuk membahas sebuah permasalahan atau suatu topik masalah. 2. Naskah Publikasi Naskah publikasi adalah suatu laporan hasil penelitian. Naskah publikasi bukan merupakan ringkasan dari tesis. Berupa makalah yang sudah diperbaharui, prosiding seminar, artikel ilmiah.
  7. 7. 3. Laporan akhir dibuat untuk tujuan akademis Skripsi Tesis Disertasi
  8. 8. B. Ilmiah popular  Konsumsi masyarakat umum  Tema-tema yang diangkat yang mudah dipahami secara umum misalnya kesehatan, kecantikan, politik, dsb.
  9. 9. Jenis-jenis Tulisan Informatif/Ilmiah Populer  Esai  Tajuk Rencana  Opini  Feature  Resensi Buku
  10. 10. C. Fungsi Tulisan Fungsi utama dari tulisan adalah sebagai alat komunikasi yang tidak langsung. Dengan menulis memudahkan kita merasakan dan menikmati hubungan-hubungan, memperdalam daya tanggap atau presepsi kita, memecahkan masalah-masalah yang kita hadapi, menyusun urutan bagi pengalaman, dapat menyumbangkan kecerdasan.
  11. 11. D. Langkah-langkah Menulis 1. Merencanakan a. Mengumpulkan bahan b. Menentukan tujuan dan bentuk c. Menentukan pembaca 2. Menulis 3. Merefleksikan 4. Merevisi
  12. 12. E. Jenis Karya Tulis Akademik  Pembahasan bab/artikel jurnal  Laporan pembahasan buku  Anotasi bibliografi  Makalah  Skirpsi  Tesis  Disertasi
  13. 13. F. Bagian-bagian Karya Tulis Akademik 1. Bagian Depan 2. Bagian Tengah 3. Bagian Belakang
  14. 14. 1. Bagian Depan a. Lembar Sampul b. Kata Pengantar c. Daftar Isi d. Daftar Tabel e. Daftar Lampiran f. Lembar Abstrak Tulisan
  15. 15. a. Lembar Sampul Lembar sampul (cover) memuat judul laporan, yaitu diletakkan ditengah halaman dengan bentuk dan ukuran huruf yang proporsional. Yang kedua adalah logo, lambang badan lembaga atau institusi, yaitu diletakkan di tengah asal judul dengan ukuran sesuai ketentuan. Di bawah judul dicantumkan nama krtua atau anggota tim pembuat laporan dan ditulis lengkap dengan atau tanpa gelar kesarjanaan. Selanjutnya adalah nama badan, lembaga atau institusi. Dan yang terakhir adalah tahun penulisan laporan.
  16. 16. b. Kata Pengantar Uraian yang menjelaskan tentang maksud tujuan karya tulis atau karya ilmiah tersebut. Penulisan kata pengantar karya tulis ini bermanfaat untuk memberi tahu lebih dahulu mengenai isi karya tulis dan karya ilmiah secara lebih baik. Dan berisi ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang ikut berperan dalam pelaksanaan penelitian dan penulisan ilmiah ( Rektor, Dekan, Ketua Jurusan, Pembimbing, Perusahaan), dll.
  17. 17. c. Daftar Isi Daftar isi memuat gambaran secara menyeluruh tentang isi laporan yang dapat menuntun pembaca apabila ingin melihat langsung bagian tertentu. Daftar isi memuat urutan judul, subjudul, dan subjudulsubjudul yang lebih kecil beserta nomor halaman.
  18. 18. d. Daftar Tabel  Daftar tabel memuat urutan judul tabel serta nomor halaman.  Tabel dalam bagian isi karya ilmiah berisi ringkasan data-data penelitian yang penting. Data lengkapnya dapat disajikan pada Lampiran.
  19. 19. Contoh : Tabel 2.1. Tabel skor kualifikasi akademik ……….12 Tabel 2.2. Tabel skor pendidikan dan pelatihan …13 Tabel 2.3. Tabel skor pengalaman mengajar……….14 Tabel 2.4. Tabel skor perencanaan pembelajaran …14 Tabel 2.5. Tabel skor pelaksanaan pembelajaran ….14
  20. 20. e. Daftar Lampiran Daftar lampiran memuat urutan judul lampiran dan nomor halaman. Ketentuan pembuatan lampiran adalah sebagai berikut. a. b. c. d. Nomor dan judul lampiran ditulis di sudut kanan atas halaman (right-aligned) dengan huruf tegak tipe Times New Roman 12 poin. Judul lampiran ditik dalam satu baris menggunakan huruf kapital di awal kata(title case). Lampiran yang lebih dari satu halaman, pada halaman berikutnya diberi keterangan “lanjutan” dalam tanda kurung pada sudut kanan atas halaman (rightaligned). Isi dan urutan pengelompokan lampiran disesuaikan dengan kebijakan fakultas.
  21. 21. f. Lembar Abstrak Tulisan Abstrak atau intisari ditulis bahasa Indonesia. Tulisan ini merupakan pembukaan laporan, yang umumnya tidak lebih dari lima ratus kata, spasi rapat, berisi : tujuan utama dan lingkup kegiatani, penjelasan singkat metode yang digunakan, ringkasan faktual hasil pelaksanaan kegiatan, dan simpulan utama.
  22. 22. 2. Bagian Tengah Penomoran Halaman 2. Pengutipan 3. Penyajian Data 4. Sistematika Penulisan Judul dan Sub Judul 1.
  23. 23. 1.Penomoran Halaman a. Halaman 1) 2) 3) 4) Bagian awal laporan mulai dari judul sampai ke daftar lampiran, diberi nomor halaman dengan angka Romawi kecil. Bagian utama dan bagian akhir mulai dari pendahuluan (bab-1) sampai ke halaman terakhir, memakai angka Arab sebagai nomor halaman. Nomor halaman ditempatkan disebelah kanan atas, kecuali jika ada judul bab pada bagian atas halaman tersebut, maka nomor halaman ditulis dibagian bawah tengah. Nomor diketik dengan jarak 2,50 cm dari tepi sebelah kanan dan 1,50 cm dari tepi atas atau tepi bawah.
  24. 24. Tabel b. 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Nomor tabel yang diikuti dengan judul ditempatkan simetris di atas tabel tanpa diakhiri dengan titik. Tabel tidak boleh dipenggal, kecuali jika terlalu panjang dan tidak termuat dalam satu halaman, maka pada halaman lanjutan tabel, dicantumkan nomor tabel dan kata lanjutan yang dicetak tebal dan diberi kurung. Kolom-kolom diberi nama dan dijaga agar pemisahan antara satu dengan lainnya cukup tegas. Jika tabel lebih lebar dari ukuran lebar kertas dengan posisi potrait, maka harus dibuat memanjang dengan posisis landscape. Tabel diketik simetris. Tabel yang lebih dari 2 halaman atau yang harus dilipat, sebaiknya ditempatkan pada lampiran. Penulisan judul tabel dengan huruf besar.
  25. 25. Gambar c. 1) 2) 3) 4) 5) Bagan, grafik, peta dan foto, semuanya disebut gambar. Nomor gambar yang diikuti dengan judul dan sumbernya diletakkan simetris di bawah gambar. Gambar tidak boleh dipenggal. Keterangan gambar dituliskan pada tempat yang lowong di dalam gambar dan jangan pada halaman lain. Bila gambar dilukiskan melebar sepanjang tinggi kertas, bagian atas gambar harus diletakkan disebelah kiri kertas. Skala pada grafik dibuat agar mudah dipakai untuk mengadakan interpolasi atau ekstrapolasi. Letak gambar diatur simetris. Penulisan judul gambar dengan huruf besar.
  26. 26. 2. Pengutipan a. Pengutipan dalam Tulisan Ilmiah Pengutipan ialah proses meminjam pendapat para ahli dalam disiplin ilmu tertentu baik langsung atau pun tidak langsung yang dituangkan dalam karya ilmiah. Hasil pengutipan karya ilmiah disebut kutipan.
  27. 27. b. Fungsi kutipan : 1) bukti untuk menunjang pendapat penulis, 2) bukti tanggung jawab penulis, 3) bukti bahwa tulisan itu ilmiah.
  28. 28. Jenis-jenis Kutipan c. Pada dasarnya, kutipan dalam karya ilmiah itu dibagi atas dua jenis, yaitu kutipan langsung dan kutipan tidak langsung. 2) Kutipan langsung dapat diartikan meminjam pendapat para ahli secara utuh atau lengkap baik itu berupa frase atau kalimat. 3) Kutipan langsung dapat dibedakan pula atas kutipan langsung yang kurang atau sama dengan empat baris dan kutipan langsung yang lebih dari empat baris. Kutipan tidak langsung dapat diartikan meminjam pendapat para ahli tidak secara utuh. Penulis menulis intinya atau topiknya saja, lalu dikembangkan dengan pendapat penulis. 1)
  29. 29. d. Teknik Pengutipan Kutipan langsung yang kurang atau sama dengan empat baris dapat dilakukan dengan cara-cara berikut: 1) kutipan ditulis langsung dengan teks 2) spasi kutipan ialah 2 spasi 3) memakai tanda petik dua di awal dan di akhir kutipan 4) awal kutipan memakai huruf kapital 5) diikuti nama akhir pengarang (marga), tahun terbit buku, halaman buku; penulisan ini dapat disajikan di awal atau di akhir kutipan.
  30. 30. 3. Penyajian Data Penyajian dalam penulisan karya ilmiah ialah caracara menerapkan aturan penulisan, pengutipan, penulisan daftar pustaka, dan konvensi. Dengan kata lain, penyajian meliputi seperangkat bentuk penyajian karya ilmiah secara utuh (mulai dari jilid sampai dengan lampiran).
  31. 31. a. Tujuan penyajian data adalah: 1) Memberi gambaran yang sistematis tentang peristiwa-peristiwa yang merupakan hasil penelitian atau observasi 2) Data lebih cepat ditangkap dan dimengerti 3) Memudahkan dalam membuat analisis data 4) Membuat proses pengambilan keputusan dan kesimpulan lebih tepat, cepat, dan akurat.
  32. 32. b. Cara penyajian data ada dua macam, yaitu : 1. Tabel, yaitu kumpulan angka-angka yang disusun menurut kategori-kategori. Misalnya berat badan menurut jenis kelamin, jumlah pegawai menurut pendidikan, jumlah penjualan menurut jenis barang dan daerah penjualan, dll. 2. Grafik, yaitu gambar-gambar yang menunjukkan secara visual data berupa angka atau simbol-simbol yang biasanya dibuat berdasarkan data dari table yang telah dibuat.
  33. 33. 4. Sistematika Penulisan Judul dan Sub Judul 1. Judul Karangan (Kulit Luar) a. Judul tulisan: Penulisan judul diletakkan ditengah dan menggunakan huruf kapital contoh: KAJIAN FUNGSI DAN NOSI b. Nama bentuk tulisan ilmiah: Dicantumkan jenis karangan ilmiah, misalnya, MAKALAH, LAPORAN PRAKTIK KERJA, SKRIPSI, TESIS, atau DISERTASI yang ditulis dengan huruf kapital dan dicetak tebal.
  34. 34. b. Tujuan penulisan: Tujuan penulisan ditulis dengan memakai huruf kecil kecuali nama mata kuliah, kegiatan, dan nama jurusan. (ditulis di tengah-tengah). Contoh: Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Morfologi Bahasa Indonesia I diajukan untuk dipertahankan dalam ujian Sidang Sarjana Sastra Indonesia atau disusun untuk memenuhi tugas dalam mengikuti kuliah sintaksis Bahasa Indonesia pada Program Studi Sastra Indonesia
  35. 35. c. Dilengkapi dengan nama dosen pembina: Dosen Pembina Prof. Dr. J.S. Badudu d. Nama penulis: Dicantumkan nama penyusun dan NPM yang didahului kata Oleh atau Disusun Oleh. Disusun oleh Tubagus Ahmad Soebagja HIA81029
  36. 36. e. Logo: Logo lembaga pendidikan dengan diameter 4 cm disimpan di tengah. f. Nama lembaga: Dicantumkan nama jurusan, fakultas, universitas atau sekolah tinggi. JURUSAN SASTRA INDONESIA FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS PADJADJARAN g. Tempat dan waktu: Dicantumkan tempat dan waktu pada saat tulisan ilmiah itu diselesaikan. Contoh : BANDUNG 1986
  37. 37. 2. Judul karya ilmiah, bab, sub bab dan lain sebagainya : a. Judul karya ilmiah dan bab, diketik dengan huruf besar/kapital, dicetak tebal, tanpa singkatan (kecuali yang berlaku umum seperti PT., CV.), posisinya di tengah halaman, dan tanpa diakhiri tanda titik. Perkecualiannya adalah judul pada halaman Persetujuan Seminar dan Pengesahan Skripsi (dengan huruf biasa, dicetak tebal). b. Judul sub-bab diketik sejajar dengan batas tepi (margin) sebelah kiri dengan menggunakan huruf A, B, C, dan seterusnya. Huruf pertama setiap kata dimulai dengan huruf besar (Title Case) kecuali kata penghubung dan kata depan, tanpa diakhiri titik. Judul sub-bab dicetak dengan huruf tebal (bold).
  38. 38. c. Judul sub sub-bab dimulai dengan angka 1, 2, 3 dan seterusnya. Huruf pertama setiap kata dimulai dengan huruf besar (Title Case) kecuali kata penghubung dan kata depan, tanpa diakhiri titik. Judul sub sub-bab dicetak dengan huruf tebal (bold). d. Judul sub sub-sub-bab dimulai dengan huruf a, b, c dan seterusnya. Huruf pertama setiap kata dimulai dengan huruf besar (Title Case) kecuali kata penghubung dan kata depan, tanpa diakhiri titik. Judul sub sub-sub-bab dicetak dengan huruf tebal miring (bold-italic).
  39. 39. e. Judul sub sub-sub-sub bab dimulai dengan angka 1), 2), 3) dst. (tanpa titik), dan judul sub sub-sub-subsub bab dimulai dengan huruf a), b), c) dst. (tanpa titik). Huruf pertama setiap kata dimulai dengan huruf besar (Title Case) kecuali kata penghubung dan kata depan, tanpa diakhiri titik. Judul sub subsub-sub-bab dan sub subsub-sub-sub-bab dicetak dengan huruf miring (italic).
  40. 40. 3. Bagian Belakang a. Daftar Pustaka Daftar pustaka merupakan rujukan penulis selama ia melakukan dan menyusun penulisan baik sebagai penunjang maupun sebagai data. Ada beberapa teknik penulisan daftar pustaka. Semua teknik yang dipilih dapat menyesuaikan dengan pedoman yang kita pilih. Namun demikian pada dasarnya daftar pustaka digunakan untuk pembantu pembaca mengenal ruang lingkup penulis, memberikan informasi kepada pembaca untuk memperoleh pengetahuan yang lebih lengkap dan mendalam daripada kutipan yang digunakan penulis, dan membantu pembaca memilih refrensi dan materi dasar studinya.
  41. 41. Teknik penulisan daftar pustaka adalah sebagai berikut:  Baris pertama dimulai pada margin kiri, baris kedua dan selanjutnya dimulai dengan 3 ketukan ke dalam.  Jarak antarbaris 1,5 spasi  Diurutkan berdasarkan abjad huruf pertama nama keluarga penulis.  Jika penulis yang sama menulis lebih dari satu karya tulis yang dikutip, nama penulis nama penulis harus ditulis berulang.  Urutan penulisan: nama penulis diawali nama keluraga penulis, tahun terbitan, judul karya tulis dengan menggunakan huruf kapital di awal kata, dan data publikasi berisi nama kota dan nama penerbit karya yang dikutip.
  42. 42. b. Pembuatan Lampiran 1. Lampiran dapat terdiri atas beberapa buah. Lampiran dapat memuat keterangan tambahan, penurunan rumus, contoh perhitungan, data mentah, penelitian dan sebagainya, yang kalau dimasukkan ke dalam tubuh skripsi dan tugas akhir akan mengganggu kelancaran pengutaraan skripsi dan tugas akhir. Setiap lampiran diberi nomor yang berupa angka 1, 2, 3, atau huruf kapital abjad Latin A, B, C, … dan seterusnya. 2. Lampiran didahului oleh satu halaman yang hanya memuat kata LAMPIRAN di tengah halaman. Halaman ini tidak diberi nomor. Lampiran dapat berupa tabel, gambar, dan sebagainya yang dianggap tidak merupakan bagian tubuh utama skripsi dan tugas akhir.
  43. 43. c. Riwayat Hidup Penulis Daftar riwayat hidup berisikan biodata penulis yang lengkap, yaitu identitas, pendidikan, prestasi, dan pengalaman. Nama penulis, dilahirkan dimana pada tanggal, bulan dan tahun. Telah menyelesaikan Studi tingkat …. dimana … tanggal/tahun …. Melanjutkan studi untuk tingkat …. dimana…. tanggal/tahun ……dst. Saat ini aktif sebagai … dimana …. dst. Pernah aktif sebagai… dimana …. Dst.
  44. 44. SEKIAN DAN TERIMAKASIH

×