Penerapan Balanced Scorecarddalam Pengukuran Sistem Kinerja          Organisasi           Daniel Panuturi Marbun          ...
Penerapan Balanced Scorecard dalam Pengukuran Sistem Kinerja Organisasi – Daniel P M1.PendahuluanDalam penelitiannya Khoze...
Penerapan Balanced Scorecard dalam Pengukuran Sistem Kinerja Organisasi – Daniel P M2. Isi2.1 Pengertian Balanced Scorecar...
Penerapan Balanced Scorecard dalam Pengukuran Sistem Kinerja Organisasi – Daniel P M    2. Mengkomunikasikan dan mengaitka...
Penerapan Balanced Scorecard dalam Pengukuran Sistem Kinerja Organisasi – Daniel P Mumum untuk menganalisis perusahaan. Or...
Penerapan Balanced Scorecard dalam Pengukuran Sistem Kinerja Organisasi – Daniel P MPelanggan menilai barang dan jasa yang...
Penerapan Balanced Scorecard dalam Pengukuran Sistem Kinerja Organisasi – Daniel P MBalance Scorecard Links Performance Me...
Penerapan Balanced Scorecard dalam Pengukuran Sistem Kinerja Organisasi – Daniel P Mpembahasanmengenai penerapan Balanced ...
Penerapan Balanced Scorecard dalam Pengukuran Sistem Kinerja Organisasi – Daniel P M3. PenutupPengukuran kinerja merupakan...
Penerapan Balanced Scorecard dalam Pengukuran Sistem Kinerja Organisasi – Daniel P M3. 2 Kesimpulan       Balanced scorec...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Penerapan balanced scorecard dalam pengukuran sistem kinerja organisasi daniel panuturi marbun hospitality management usakti

44,971 views
44,466 views

Published on

Published in: Technology, Business
4 Comments
58 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
44,971
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
8
Actions
Shares
0
Downloads
152
Comments
4
Likes
58
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Penerapan balanced scorecard dalam pengukuran sistem kinerja organisasi daniel panuturi marbun hospitality management usakti

  1. 1. Penerapan Balanced Scorecarddalam Pengukuran Sistem Kinerja Organisasi Daniel Panuturi Marbun 122110502 Magister Hospitality Management Universitas Trisakti 2012
  2. 2. Penerapan Balanced Scorecard dalam Pengukuran Sistem Kinerja Organisasi – Daniel P M1.PendahuluanDalam penelitiannya Khozein (2012) menyatakan Sebuah balanced scorecard adalahperencanaan strategis dan sistem manajemen yang digunakan untuk menyelaraskankegiatan bisnis dengan visi dan misi organisasi. Dalam beberapa kasus realistis, balancedscorecard mencoba untuk menerjemahkan visi dan misi perusahaan kedalam praktek kedalam praktik pengelolaan bisnis yang lebih baik di setiap tingkatan.Dari awal sangat perlu dipahami mengapa pengukuran kinerja organisasi sangat pentingdan vital. Sebuah organisasi yang beroperasi tanpa system pengukuran kinerja, sepertipesawat terbang yang terbang tanpa sebuah kompas, seorang pembalap F1 yangmengemudi dan matanya ditutup. Atau seorang CEO yang menjalankan bisnis tanpasebuah rencana strategis. Tujuan dari pengukuran kinerja tidak hanya bertujuan untukmengetahui bagaimana kinerja bisnis akan tetapi mampu untuk menciptakan kinerjayang lebih baik. Tujuan utama melaksanakan sistem pengukuran kinerja adalah untukmeningkatkan kinerja organisasi sehingga dapat lebih baik melayani pelanggan,karyawan, pemilik, dan stakeholder.Hasil pengukuran kinerja yang baik akan menjadi informasi bagaimana keberadaanbisnis tersebut dan bagaimana hal tersebut dilakukan, dan dimana itu terjadi. Singkatnyapengukuran kinerja merupakan kartu laporan untuk organisasi yang menyediakaninformasi apakah kinerjanya baik atau tidak. Sebuah sistem pengukuran kinerjamemungkinkan suatu perusahaan untuk merencanakan, mengukur, dan mengontrolkinerjanya sesuai dengan strategi yang telah ditetapkan. Salah satu alat pengukurankinerja yang baik adalah Balanced Scorecard.Pada awalnya, Balanced Scorecard diciptakan untuk mengatasi problem tentangkelemahan sistem pengukuran kinerja eksekutif yang hanya berfokus pada perspektifkeuangan saja dan cenderung mengabaikan perspektif non keuangan. Menurut Kaplandan Norton (1996), menyimpulkan bahwa hasil studinya tersebut untuk mengukurkinerja eksekutif di masa depan diperlukan ukuran komprehensif yang mencakup empatperspektif yaitu perspektif keuangan, pelanggan (konsumen), proses internal bisnis, serta 1pembelajaran dan pertumbuhan. Magister Hospitality Management, Trisakti University | 2012
  3. 3. Penerapan Balanced Scorecard dalam Pengukuran Sistem Kinerja Organisasi – Daniel P M2. Isi2.1 Pengertian Balanced ScorecardBalanced Scorecard merupakan suatu sistem manajemen strategik atau lebih tepatdinamakan "Strategic based responsibility accounting system” yang menjabarkan misi danstrategi suatu organisasi ke dalam tujuan operasional dan tolok ukur kinerja perusahaantersebut. Balanced Scorecard terdiri dari dua kata yaitu balanced dan scorecard.Scorecard artinya kartu skor, maksudnya adalah kartu skor yang akan digunakan untukmerencanakan skor yang diwujudkan di masa yang akan datang, sedangkan balancedartinya berimbang, maksudnya adalah untuk mengukur kinerja seseorang atau organisasidiukur secara berimbang dari dua perspektif yaitu keuangan dan non keuangan, jangkapendek dan jangka panjang, intern dan ekstern (Mulyadi, 2005).Balanced Scorecard yang baik harus memenuhi beberapa kriteria antara lain 1. Dapat mendefinisikan tujuan strategi jangka panjang dari masing-masing perspektif (outcomes) dan mekanisme untuk mencapai tujuan tersebut (performance driver) 2. Setiap ukuran kinerja harus merupakan elemen dalam suatu hubungan sebab akibat (cause and effect relationship) 3. Terkait dengan keuangan, artinya strategi perbaikan seperti peningkatan kualitas, pemenuhan kepuasan pelanggan, atau inovasi yang dilakukan harus berdampak pada peningkatan pendapatan perusahaan.Langkah-langkah Balanced Scorecard meliputi empat proses manajemen baru.Pendekatan ini mengkombinasikan antara tujuan strategi jangka panjang denganperistiwa jangka pendek. Kempat proses tersebut menurut (Kaplan dan Norton, 1996)antara lain : 1. Menterjemahkan visi, misi dan strategi perusahaan Untuk menentukan ukuran kinerja, visi organisasi dijabarkan dalam tujuan dan sasaran. Visi adalah gambaran kondisi yang akan diwujudkan oleh perusahaan di masa datang. Tujuan juga menjadi salah satu landasan bagi perumusan strategi 2 untuk mewujudkannya. Dalam proses perencanaan strategik, tujuan ini kemudian dijabarkan dalam sasaran strategik dengan ukuran pencapaiannya. Magister Hospitality Management, Trisakti University | 2012
  4. 4. Penerapan Balanced Scorecard dalam Pengukuran Sistem Kinerja Organisasi – Daniel P M 2. Mengkomunikasikan dan mengaitkan berbagai tujuan dan ukuran strategis balanced scorecard. Dapat dilakukan dengan cara memperlihatkan kepada tiap karyawan apa yang dilakukan perusahaan untuk mencapai apa yang menjadi keinginan para pemegang saham dan konsumen. Hal ini bertujuan untuk mencapai kinerja karyawan yang baik. 3. Merencanakan, menetapkan sasaran, menyelaraskan berbagai inisiatif rencana bisnis. Memungkinkan organisasi mengintegrasikan antara rencana bisnis dan rencana keuangan mereka. Balanced scorecard sebagai dasar untuk mengalokasikan sumber daya dan mengatur mana yang lebih penting untuk diprioritaskan, akan menggerakkan kearah tujuan jangka panjang perusahaan secara menyeluruh. 4. Meningkatkan Umpan balik dan pembelajaran strategis Proses keempat ini akan memberikan strategis learning kepada perusahaan. Dengan balanced scorecard sebagai pusat sistem perusahaan, maka perusahaan melakukan monitoring terhadap apa yang telah dihasilkan perusahaan dalam jangka pendek.2.2 Empat Perspektif Balanced ScorecardBalanced Scorecard adalah konsep yang mengukur kinerja suatu organisasi dari empatperspektif yaitu perspektif finansial, perspektif customer, perspektif proses bisnis internal,perspektif pertumbuhan dan pembelajaran. Konsep Balanced Scorecard ini padadasarnya merupakan penerjemahan strategi dan tujuan yang ingin dicapai oleh suatuperusahaan dalam jangka panjang, yang kemudian diukur dan dimonitor secaraberkelanjutan.Menurut Kaplan dan Norton (1996), Balanced Scorecard memiliki empat perspektif,antara lain :1. Perspektif Keuangan (financial perspective) 3Balanced Scorecard menggunakan tolok ukur kinerja keuangan, seperti laba bersih danROI (Return on Investment), karena tolok ukur tersebut secara umum digunakan dalamorganisasi yang mencari keuntungan/provit. Tolok ukur keuangan memberikan bahasa Magister Hospitality Management, Trisakti University | 2012
  5. 5. Penerapan Balanced Scorecard dalam Pengukuran Sistem Kinerja Organisasi – Daniel P Mumum untuk menganalisis perusahaan. Orang-orang yang menyediakan dana untukperusahaan, seperti lembaga keuangan dan pemegang saham, sangat mengandalkantolok ukur kinerja keuangan dalam memutuskan hal yang berhubungan dengan dana.Tolok ukur keuangan yang didesign dengan baik dapat memberikan gambaran yangakurat untuk keberhasilan suatu organisasi. Tolok ukur keuangan adalah penting, akantetapi tidak cukup untuk mengarahkan kinerja dalam menciptakan nilai (value). Tolokukur nonkeuangan juga tidak memadai untuk menyatakan angka paling bawah (bottomline). Balanced scorecard mencari suatu keseimbangan dari tolok ukur kinerja yangmultiple-baik keuangan maupun nonkeuangan untuk mengarahkan kinerjaorganisasional terhadap keberhasilan.2. Perspektif Pelanggan (customer perspective)Perspektif pelanggan berfokus pada bagaimana organisasi memperhatikan pelanggannyaagar berhasil. Mengetahui pelanggan dan harapan mereka tidaklah cukup, suatuorganisasi juga harus memberikan insentif kepada manajer dan karyawan yang dapatmemenuhi harapan pelanggan. Bill Mariot mengatakan "Take care of your employee andthey take care of your customer”. Perhatikan karyawan anda dan mereka akanmemperhatikan pelanggan anda. Perusahaan antara lain menggunakan tolok ukurkinerja barikut, pada waktu mempertimbangkan perspektif pelanggan yaitu : • Kepuasan pelanggan (customer satisfaction) • Retensi pelanggan (customer retention) • Pangsa Pasar (market share) • Pelanggan yang profitable3. Perspektif proses usaha internal (internal business process perspective)Terdapat hubungan sebab akibat antara perspektif pembelajaran dan pertumbuhandengan perspektif usaha internal dan proses produksi. Karyawan yang melakukanpekerjaan merupakan sumber ide baru yang terbaik untuk proses usaha yang lebih baik.Hubungan pemasok adalah kritikal untuk keberhasilan, khususnya dalam usaha ecerandan perakitan manufacturing. Perusahaan tergantung pemasok mengirimkan barang danjasa tepat pada waktunya, dengan harga yang rendah dan dengan mutu yang tinggi.Perusahaan dapat berhenti berproduksi apabila terjadi problema dengan pemasok. 4 Magister Hospitality Management, Trisakti University | 2012
  6. 6. Penerapan Balanced Scorecard dalam Pengukuran Sistem Kinerja Organisasi – Daniel P MPelanggan menilai barang dan jasa yang diterima dapat diandalkan dan tepat padawaktunya. Pemasok dapat memuaskan pelanggan apabila mereka memegang jumlahpersediaan yang banyak untuk meyakinkan pelanggan bahwa barang-barang yangdiminati tersedia ditangan. Akan tetapi biaya penanganan dan penyimpanan persediaanmenjadi tinggi, dan kemungkinan mengalami keusangan persediaan. Untuk menghindaripersediaan yang berlebihan, alternatif yang mungkin adalah membuat pemasokmengurangi throughput time. Throughput time adalah total waktu dari waktu pesananditerima oleh perusahaan sampai dengan pelanggan menerima produk. Memperpendekthroughput time dapat berguna apabila pelanggan menginginkan barang dari jasa segeramungkin.4.Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan (learn and growth/ infrastructureperspective)Untuk tujuan insentif, perspektif pembelajaran dan pertumbuhan berfokus padakemampuan manusia. Manajer bertanggung jawab untuk mengembangkan kemampuankaryawan. Tolok ukur kunci untuk menilai kinerja manajer adalah kepuasan karyawan,retensi karyawan, dan produktivitas karyawan. Kepuasaan karyawan mengakui bahwamoral karyawan adalah penting untuk memperbaiki produktivitas, mutu, kepuasanpelanggan, dan ketanggapan terhadap situasi. Manajer dapat mengukur kepuasankaryawan dengan mengirim survei, mewawancarain karyawan, mengamati karyawanpada saat bekerja.Retensi karyawan mengakui bahwa karyawan yang mengembangkan modal intelektualkhusus organisasi adalah merupakan aktiva non keuangan yang bernilai bagiperusahaan. Lagi pula adalah sangat mahal menemukan dan menerima orang yangberbakat untuk menggantikan orang yang meninggalkan perusahaan. Perputarankaryawan diukur dengan persentase orang yang keluar setiap tahun, hal ini merupakantolok ukur umum untuk retensi.Produktivitas karyawan mengakui pentingnya pengeluaran setiap karyawan,pengeluaran dapat diukur dalam arti tolok ukur fisik seperti halaman yang diproduksi,atau dalam tolok ukur keuangan seperti pendapatan setiap karyawan, laba setiap 5karyawan. Suatu sistem insentif yang baik akan mendorong manajer meningkatkankepuasaan karyawan yang tinggi, perputaran karyawan yang rendah dan produktivitaskaryawan yang tinggi. Magister Hospitality Management, Trisakti University | 2012
  7. 7. Penerapan Balanced Scorecard dalam Pengukuran Sistem Kinerja Organisasi – Daniel P MBalance Scorecard Links Performance Measures Kaplan dan Norton (1996)2.3 Implementasi Balanced ScorecardOrganisa sangat membutuhkan untuk menerapkan Balanced Sorecard sebagai satu setukuran kinerja yang multi dimensi. Hal ini mencerminkan kebutuhan untuk mengukursemua bidang kinerja yang penting bagi keberhasilan organisasi. Pendekatan yang palingluas dikenal sebagai pengukuran kinerja. Balanced Scorecard sekarang banyakdigunakan sebagai untuk pengembangan strategi dan sebagai alat eksekusi yangdikembangkan dalam lingkungan operasional. Balanced Scorecard menerjemahkan visidan misi serta strategi perusahaan ke dalam seperangkat ukuran kinerja yang dimengerti(indikator), sehingga strategi dapat dipahami, dikomunikasikan dan diukur, dengandemikian, berfungsi untuk semua kegiatan. Selain itu, indikator memungkinkanpemantauan tingkat akurasi pelaksanaan strategi (Kaplan & Norton, 1996).Balanced Scorecad telah banyak diterapkan sebagai alat ukur kinerja baik dalam bisnismanufaktur dan jasa. Penerapannya adalah dengan berfokus pada empat perspektifBalanced Scorecard.Pembahasan mengenai pengukuran kinerjadengan menggunakan Balanced Scorecard 6lebih sering dilakukan dalam konteks penerapannya pada perusahaan atau organisasiyang bertujuan mencari laba (profit-seeking organisations). Jarang sekali ada Magister Hospitality Management, Trisakti University | 2012
  8. 8. Penerapan Balanced Scorecard dalam Pengukuran Sistem Kinerja Organisasi – Daniel P Mpembahasanmengenai penerapan Balanced Scorecard pada organisasi nirlaba (not-for-profit organisations) atau organisasi dengan karakteristik khusus seperti koperasi, yangditandai relational contracting, yakni saat owner dan consumer adalah orang yang sama,serta di manamutual benefit anggota menjadi prioritasnya yang utama (Merchant, 1998). Padaorganisasi-organisasi semacam ini, keberhasilan haruslah lebih didasarkan padakesuksesan pencapaian misi secara luas daripada sekedar perolehan keuntungan.Pengukuran aspek keuangan ternyata tidak mampu menangkap aktivitas-aktivitas yangmenciptakan nilai (value-creating activities) dari aktiva-aktiva tidak berwujud seperti:  Ketrampilan, kompetensi, dan motivasi para pegawai;  Database dan teknologi informasi;  Proses operasi yang efisien dan responsif;  Inovasi dalam produk dan jasa;  Hubungan dan kesetiaan pelanggan; serta  Adanya dukungan politis, peraturan perundang-undangan, dan darimasyarakat (Kaplan dan Norton, 2000)Dengan Balanced Scorecard para manajer perusahaan akan mampumengukurbagaimana unit bisnis mereka melakukan penciptaan nilai saat ini dengan tetapmempertimbangkan kepentingan-kepentingan masa yang akan datang.Balanced Scorecard memungkinkan untuk mengukur apa yang telah diinvestasikandalam pengembangan sumber daya manusia, sistem dan prosedur, demi perbaikankinerja di masa depan. Melalui metode yang sama dapat dinilai pula apa yang telahdibina dalam intangible assets seperti merk dan loyalitas pelanggan. 7 Magister Hospitality Management, Trisakti University | 2012
  9. 9. Penerapan Balanced Scorecard dalam Pengukuran Sistem Kinerja Organisasi – Daniel P M3. PenutupPengukuran kinerja merupakan salah satu faktor yang amat penting bagi perusahaandimana pengukuran tersebut dapat digunakan untuk menilai keberhasilan perusahaanserta sebagai dasar penyusunan imbalan dalam perusahaan. Selama ini, pengukurankinerja secara tradisional hanya menitikberatkan pada sisi keuangan. Manajer yangberhasil mencapai tingkat keuntungan atau Return on Investment yang tinggi akandinilai berhasil, dan memperoleh imbalan yang baik dari perusahaan.3.1 Keuntungan Menggunakan Balanced ScorecardPenelitian telah menunjukkan bahwa organisasi yang menggunakan pendekatanBalanced Scorecard cenderung mengungguli organisasi lain. Manfaat utamamenggunakan BSC meliputi: 1. Perencanaan Strategis Lebih Baik - Balanced Scorecard memberikan kerangka yang kuat untuk membangun dan mengkomunikasikan strategi 2. Strategi Komunikasi & Peningkatan Eksekusi - Fakta bahwa strategi dengan semua tujuan yang saling berkaitan yang dipetakan pada satu kertas memungkinkan perusahaan untuk dengan mudah berkomunikasi secara internal dan eksternal 3. Manajemen informasi yang lebih baik – Dengan pendekatan Balanced Scorecard memudahkan organisasi untuk merancang indikator kunci kinerja kunci untuk berbagai tujuan strategis mereka. 4. Peningkatan Kinerja Pelaporan - Perusahaan yang menggunakan pendekatan Balanced Scorecard cenderung menghasilkan laporan kinerja yang lebih baik daripada organisasi tanpa suatu pendekatan terstruktur untuk manajemen kinerja 5. Menyelaraskan strategi lebih baik - organisasi dengan Balanced Scorecard mampu untuk lebih menyelaraskan organisasi dengan tujuan strategis. 6. Menyelaraskan organisasi lebih baik - Balanced Scorecard baik juga diterapkan untuk menyelaraskan proses organisasi seperti manajemen anggaran, risiko dan analisis dengan prioritas strategis. 8 Magister Hospitality Management, Trisakti University | 2012
  10. 10. Penerapan Balanced Scorecard dalam Pengukuran Sistem Kinerja Organisasi – Daniel P M3. 2 Kesimpulan  Balanced scorecard merupakah alat ukur kinerja organisasi yang baik yang melalui empat persfektif yaitu perspektif finansial, perspektif customer, perspektif proses bisnis internal, perspektif pertumbuhan dan pembelajaran  Organisasi harus mengembangkan Balanced Scorecard sesuai dengan kebutuhan mereka. Tantangan besar terjadi ketika mengembangkan alat ukur, menyederhanakan proses, penanganan resistensi terhadap perubahan, kelemahan berkomunikasi organisasi, mengumpulkan data, mengadaptasi teknologi untuk proses dan benchmarking. ---------------------------------------------------------- Daftar PustakaKaplan, Robert S and David P. Norton. 1996. The Balanced Scorecard: Translating Strategyinto Actions. Boston, MA: Harvard Business School PressKhozein, Ali. 2012. Balanced Scorecard Should be Attention More in Organizations. InternationalJournal of Research in Management. Issue2, Vol. 1 (January-2012)Mulyadi. 2005. “Alternatif Pemacuan Kinerja Personel dengan Pengelolaan Kinerja TerpaduBerbasis Balanced Scorecard.” Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia. Vol.20, No.3.Merchant, Kenneth A. 1998. Modern Management Control Systems: Text and Cases. NewJersey: Prentice Hall International, Inc. 9 Magister Hospitality Management, Trisakti University | 2012

×