Proposal TA selesai

6,922 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
6,922
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
359
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Proposal TA selesai

  1. 1. i SISTEM INFORMASI KEPEGAWAIAN DI RSUD KAJEN PROPOSAL Diajukan sebagai salah satu prasyarat untuk memperoleh gelar Sarjana Muda jenjang Diploma Tiga (D3) Program Studi Manajemen Informatika Disusun oleh : DANDY GHIFFARIE 11.110.0034 SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) WIDYA PRATAMA 2014
  2. 2. ii PENGESAHAN PROPOSAL JUDUL PROPOSAL : SISTEM INFORMASI KEPEGAWAIAN RSUD KAJEN NAMA : DANDY GHIFFARIE NIM : 11.110.0034 PROGRAM STUDI : MANAJEMEN INFORMATIKA Proposal ini telah disetujui untuk dilanjutkan sebagai Materi Tugas Akhir. Disetujui Oleh : Penguji I ( INDRAYANTI, S.T, M.Kom ) NPPY : 960901.700416.013 Penguji II ( BAMBANG ISMANTO, S.Kom ) NPPY : Ketua Program Studi Manajemen Informatika ( M. RIFQI MAULANA, M.Kom ) NPPY : 090701.851002.028
  3. 3. 1 A. JUDUL SISTEM INFORMASI KEPEGAWAIAN DI RSUD KAJEN. B. LATAR BELAKANG Perkembangan teknologi komputer dewasa ini telah mengalami banyak perubahan yang sangat pesat, seiring dengan tuntutan kebutuhan manusia yang semakin hari semakin banyak dan kompleks. Keterlibatan komputer dalam berbagai bidang kerja manusia, mendorong para ahli untuk selalu berusaha mengembangkan agar seperti atau bahkan melebihi kemampuan kerja manusia. Komputer sebagai perangkat teknologi canggih akhirnya terpilih sebagai salah satu alternatif yang paling mungkin dalam membantu menyelesaikan pekerjaan dan menangani arus informasi dalam jumlah yang besar serta membantu dalam pengambilan keputusan yang tepat dan akurat. RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan adalah rumah sakit milik Pemerintah yang diresmikan pada tanggal 25 Agustus 2005, terletak dijalan Karangsari Karanganyar yang lokasinya tidak jauh dari ibu kota Kabupaten yaitu Kajen. Sistem informasi kepegawaian yang sudah ada di RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan masih menggunakan sistem yang sederhana yaitu dengan Microsoft Excel. Dimana pencatatan data pegawai mulai dari data diri karyawan, daftar pegawai CPNS, PNS dan PTT RSUD Kajen, Rekapitulasi Daftar Karyawan hingga Pencatatan Rekapitulasi Gaji Karyawan RSUD Kajen masih dicatat dalam satu lembar kerja Microsoft Excel yang datanya tergabung dalam satu lembar kerja, sehingga lebar kolom lembar kerja Microsoft Excel terlalu lebar. Jika sewaktu – waktu dibutuhkan informasi tentang data kepegawaian akan sulit. Dengan permasalahan diatas maka RSUD Kajen membutuhkan Sistem Informasi Kepegawaian untuk memudahkan informasi tentang kepegawaian dan memudahkan membuat laporan maupun rekapitulasi.
  4. 4. 2 Berdasarkan permasalahan diatas, maka penyusun dalam pembuatan aplikasi ini mengambil judul ” SISTEM INFORMASI KEPEGAWAIAN DI RSUD KAJEN ”, sehingga akan mempermudah dalam memberikan informasi data kepegawaian. C. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan dengan permasalahan yang telah dijelaskan pada pembahasan latar belakang diatas, maka secara rumusan masalah yang akan disesuaikan adalah belum adanya Sistem Informasi Kepegawaian yang dapat digunakan untuk membangun informasi pegawai pada RSUD KAJEN D. TUJUAN DAN MANFAAT Sesuai Sistem Informasi ini diharapkan akan diperoleh hasil sebagai berikut: 1) Tujuan : Tujuan dari Sistem Informasi ini adalah agar terwujudnya Sistem Informasi Kepegawaian pada RSUD KAJEN 2) Manfaat : Sistem Informasi Kepegawaian dapat merekapitulasi data kepegawaian dalam pengembangan sistem informasi kepegawaian di RSUD KAJEN. E. TINJAUAN PUSTAKA 1. Sistem Informasi Menurut Jogiyanto H.M(“Sistem Teknologi Informasi”,2005),“ Sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri dari dua atau lebih komponen atau subsistem yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan”. Unsur-unsur yang mewakili suatu sistem secara umum adalah masukan, pengolahan, dan keluaran. Masukkan meliputi pengumpulan data mentah dari organisasi atau dari lingkungan luar
  5. 5. 3 organisasi. Keluaran mentransfer informasi yang telah diproses untuk digunakan pemakai dalam berbagai tujuan. Sistem juga memerlukan suatu umpan balik untuk menghasilkan keluaran yang tepat bagi penggunanya dengan mengevaluasi masukan yang diproses. Menurut Abdul Kadir (2002: 31) mendefinisikan informasi sebagai data yang telah diproses sedemikian rupa sehingga meningkatkan pengetahuan seseorang yang menggunakan data tersebut. Informasi adalah data yang telah diproses menjadi bentuk yang memiliki arti bagi penerima dan dapat berupa fakta, suatu nilai yang bermanfaat. Jadi ada suatu proses transformasi data menjadi suatu informasi input-proses- output. Sistem Informasi ialah Suatu sistem terintegrasi yang mampu menyediakan Informasi yang bermanfaat bagi penggunanya. Atau sebuah sistem terintegrasi atau sistem manusia-mesin, untuk menyediakan informasi untuk mendukung operasi, manajemen dalam suatu organisasi. Sistem ini memanfaatkan perangkat keras dan perangkat lunak komputer, prosedur manual, model manajemen dan basis data. 2. Pegawai Pengertian Pegawai Menurut Soedaryono dalam bukunya (Tata Laksana Kantor, 2000 : 6) pengertian pegawai adalah “seseorang yang melakukan penghidupannya dengan bekerja dalam kesatuan organisasi, baik kesatuan kerja pemerintah maupun kesatuan kerja swasta”. Dan menurut Robbins (Perilaku Organisasi, Edisi 10 : 2006) pengertian pegawai adalah “orang pribadi yang bekerja pada pemberi kerja, baik sebagai pegawai tetap atau tidak, berdasarkan kesepakatan kerja baik tertulis maupun tidak tertulis, untuk melaksanakan suatu pekerjaan dalam jabatan atau kegiatan tertentu yang ditetapkan oleh pemberi kerja”.
  6. 6. 4 Berdasarkan pengertian diatas dapat diambil suatu kesimpulan bahwa pegawai adalah seseorang yang bekerja pada suatu kesatuan organisasi, baik sebagai pegawai tetap maupun tidak untuk memenuhi kebutuhan hidupnya”. 3. Pemrograman Java Java adalah bahasa pemrograman yang dapat dijalankan di berbagai komputer termasuk telepon genggam. Bahasa ini awalnya dibuat oleh James Gosling saat masih bergabung di Sun Microsystems saat ini merupakan bagian dari Oracle dan dirilis tahun 1995. Bahasa ini banyak mengadopsi sintaksis yang terdapat pada C dan C++ namun dengan sintaksis model objek yang lebih sederhana serta dukungan rutin-rutin aras bawah yang minimal. Aplikasi-aplikasi berbasis java umumnya dikompilasi ke dalam p- code (bytecode) dan dapat dijalankan pada berbagai Mesin Virtual Java (JVM). Java merupakan bahasa pemrograman yang bersifat umum/non-spesifik (general purpose), dan secara khusus didisain untuk memanfaatkan dependensi implementasi seminimal mungkin. Karena fungsionalitasnya yang memungkinkan aplikasi java mampu berjalan di beberapa platform sistem operasi yang berbeda, java dikenal pula dengan slogannya, "Tulis sekali, jalankan di mana pun". Saat ini java merupakan bahasa pemrograman yang paling populer digunakan, dan secara luas dimanfaatkan dalam pengembangan berbagai jenis perangkat lunak aplikasi ataupun aplikasi berbasis web. 4. NetBeans NetBeans merupakan salah satu open source yang disponsori oleh Sun Microsystem. Proyek ini berdiri pada tahun 2000 dan telah menghasilan 2(dua) produk , yaitu NetBeans IDE dan NetBeans Platform. NetBeans IDE merupakan produk yang digunakan untuk melakukan pemrograman baik menulis kode, mengkomplasi, mencari kesalahan, dan mendistribusikan program. Sedangkan NetBeans
  7. 7. 5 platform adalah sebuah modul yang merupakan kerangka awal/fonsai dalam membangun aplikasi desktop yang besar. NetBeans IDE 6.5 merupakan salah satu IDE yang paling tangguh saat ini dalam melakukan pemrograman Java. Selain itu, NetBeans menyediakan paket yang lengkap dalam pemrograman dari pemrograman standar (aplikasi desktop), pemrograman enterprice, dan pemrograman perangkat mobile. (Pengembangan aplikasi database berbasis JavaDB dengan NetBeans Andi Yogyakarta 2010) NetBeans IDE adalah IDE open source yang ditulis sepenuhnya dengan bahasa pemrograman Java menggunakan platform NetBeans. NetBeans IDE mendukung pengembangan semua tipe aplikasi Java (J2SE, web, EJB, dan aplikasi mobile). Fitur lainnya adalah sistem proyek berbasis Ant, kontrol versi, dan refactoring.Versi terbaru saat ini adalah NetBeans IDE 5.5.1 yang dirilis Mei 2007 mengembangkan fitur-fitur Java EE yang sudah ada (termasuk Java Persistence support, EJB-3 dan JAX-WS). Sementara paket tambahannya, NetBeans Enterprise Pack mendukung pengembangan aplikasi perusahaan Java EE 5, meliputi alat desain visual SOA, skema XML, web service dan pemodelan UML. NetBeans C/C++ Pack mendukung proyek C/C++. Modularitas: Semua fungsi IDE disediakan oleh modul-modul. Tiap modul menyediakan fungsi yang didefinisikan dengan baik, seperti dukungan untuk bahasa pemrograman Java, editing, atau dukungan bagi CVS. NetBeans memuat semua modul yang diperlukan dalam pengembangan Java dalam sekali download, memungkinkan pengguna untuk mulai bekerja sesegera mungkin. Modul-modul juga mengijinkan NetBeans untuk bisa dikembangkan. Fitur-fitur baru, seperti dukungan untuk bahasa pemrograman lain, dapat ditambahkan dengan menginstal modul tambahan. Sebagai contoh, Sun Studio, Sun Java Studio Enterprise, dan Sun Java Studio Creator dari Sun Microsystem semuanya berbasis NetBeans IDE.
  8. 8. 6 5. Metode Pengembangan Sistem Metodologi adalah kesatuan metode-metode, prosedur- prosedur, konsep-konsep pekerjaan dan aturan-aturan yang digunakan oleh suatu ilmu pengetahuan, seni ataupun displin ilmu lainnya. Sedangkan metologi pengembangan sistem adalah metode- metode, prosedur-prosedur, konsep-konsep pekerjaan dan aturan- aturan yang akan digunakan untuk mengembangkan sistem informasi. ( Jogianto Hartono, MBA, Ph.D 2001 Analisis dan Desain: hal 59, Yogyakarta : Andi offset ). Alat yang digunakan dalam metodologi terstruktur dengan model waterfall: Pembuatan program sistem ini menggunakan model sekuensial linier sering disebut juga dengan siklus kehidupan klasik atau model air terjun waterfall). Model ini mengusulkan sebuah pendekatan kepada perkembangan perangkat lunak yang sistematik dalam tingkat kemajuan system pada seluruh analisis, desain, kode, pengujian dan pemeliharaan. Model waterfall merupakan metode yang paling banyak digunakan dalam software engineering, karena pemodelan sistem terbagi menjadi tahapan-tahapan yang mengikuti pola teratur, seperti layaknya air terjun. Tahapan-tahapan pada model waterfall dapat dilihat pada gambar berikut :
  9. 9. 7 Gambar 1 Tahapan Metode pengembangan Sistem Waterfall Berdasarkan model waterfall, garis besar penyelesaian masalah dalam proposal ini terdapat 4 tahapan yang meliputi : 1. Tahap Perencanaan Sistem Pada tahap ini akan dilakukan pendefinisian seluruh kebutuhan perangkat lunak yang nantinya akan dijadikan sebagai SRS (software Requirements Spesifications). SRS adalah dokumen yang berisi deskripsi lengkap mengenai apa kemampuan perangkat lunak (what) tanpa menjelaskan bagaimana (how) perangkat lunak akan melaksanakan kemampuan tersebut. Pada tahap awal SRS disebutkan tujuan dari perangkat lunak dan dideskripsikan ke dalam suatu fungsi-fungsi computer. 2. Tahap Analisa Sistem Tahapan analisis terdiri atas analisis kebutuhan dan analisis pemodelan. Analisis kebutuhan merupakan pengidentifikasian kebutuhan yang diperlukan oleh sistem. 3. Tahap Perancangan Proses perancangan sistem membagi persyaratan dalam system perangkat keras atau perangkat lunak. Perencanaan Sistem Analisa Sistem Perancangan Sistem Implementasi Pengujian
  10. 10. 8 4. Tahap Implementasi Pada tahap ini, perancangan perangkat lunak direalisasikan sebagai serangkaian program atau unit program. 5. Tahap Pengujian Sistem Tahap pengujian adalah proses eksekusi suatu program, bila pengujian dilakukan secara sukses (sesuai dengan sasaran tersebut) maka tidak akan ditemukan kesalahan di dalam perangkat lunak. 6. Alat Bantu Yang Digunakan Alat yang digunakan dalam metode pengembangan sistem, yaitu: 1) Unified Modelling Languange ( UML ) Menurut Martin Fowler (2005:1) “Unified Modeling Language (UML) adalah keluarga notasi grafis yang didukung oleh meta- model tunggal, yang membantu pendeskripsian dan desain sistem perangkat lunak, khususnya sistem yang dibangun menggunakan pemrograman berorientasi objek”.UML menyediakan beberapa diagram visual yang menunjukkan berbagai aspek dalam sistem. Ada beberapa diagram yang disediakan dalam UML antara lain : a. Diagram use case Use case diagram digunakan untuk memodelkan bisnis proses berdasarkan perspektif pengguna sistem. Use case diagram terdiri atas diagram untuk use case dan actor, Actor merepresentasikan orang yang berinteraksi dengan sistem aplikasi. Case merepresentasikan operasi-operasi yang dilakukan oleh actor. Use case digambarkan berbentuk allips dengan nama operator dituliskan didalamnya. Actor yang melakukan operasi dihubungkan dengan garis lurus ke use case. Notasi yang ada dalam diagram use case antara lain:
  11. 11. 9 a) Aktor Gambar 2 Notasi Aktor b) Uase Case Gambar 3 Notasi Use Case c) Relasi Asosiasi Gambar 4 Notasi Asosiasi Gambar 5 Digram Use Cace b. Diagram aktivitas Untuk memodelkan perilaku Use Case Dan Objects didalam System. Diagram ini sangat mirip dengan Flowchart karena kita dapat memodelkan sebuah alur kerja dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya atau dari satu aktivitas kedalam keadaan sesaat(state). Berikut adalah simbol-simbol yang digunakan pada activity diagram. Note Initial State Final State Control Flow
  12. 12. 10 Action Decision Node Component Aktor Use Case Gambar 6 Simbol – simbol actifity diagram c. Diagram sekuensial Memodelkan pengiriman pesan(massange) antar objects. Menjelaskan secara detail urutan proses yang dilakukan dalam sistem untuk mencapai tujuan dari use case: interaksi yang terjadi antar class,operasi apa saja yang terlibat,urutan antar operasi, dan informasi yang diperlukan oleh masing-masing operasi. Notasi yang ada dalam diagram sekuensial adalah: a) Objek atau kelas b) Objek Massange/Link c) Aktivitas d) Time d. Diagram kolaborasi Diagram untuk memodelkan interaksi antar objects didalam sistem. Berbeda dengan sequence diagram yang lebih menonjolkan kronologis dari operasi-operasi yang dilakukan, collaboration diagram lebih fokus pada pemahaman atas keseluruhan operasi yang dilakukan oleh objects. Notasi yang ada pada diagram kolaborasi adalah: a) Objek atau kelas b) Link (from Use Case View) (f rom Use Case View)
  13. 13. 11 e. Diagram kelas Diagram kelas merupakan diagram yang selalu ada dipermodelan sistem berorientasi objek. Class diagram menunjukkan hubungan antar class dalam sistem yang sedang dibangun dan bagamana mereka saling berkolaborasi untuk mencapai suatu tujuan. Notasi yang ada pada diagram kelas yaitu: a) Class b) Association f. Diagram statechart Untuk memodelkan perilaku objects didalam sistem. Satatechart diagram memperlihatkan urutan keadaan sesaat(state) yang dilalui sebuah objek,kejadian yang menyebabkan sebuah transisi dari state atau aktivitas ke lainnya, dan aksi yang menyebabkan perubahan satu state /aktivitas. Notasi yang dibutuhkan pada diagram statechart adalah: a) Start state b) End state c) State d) State Transition Gambar 7 Statechart g. Diagram komponen Untuk memodelkan komponen objects. Componen diagram menggambarkan struktur dan hubungan antar komponen piranti lunak, termasuk ketergantungan (dependency) dianataranya, komponen piranti lunak adalah modul berisi code,baik berisi source code maupun binary code,baik library maupun executable,baik yang muncul pada compile time,link time, maupun run time, umumnya komponen terbentuk dari beberapa
  14. 14. 12 class dan/atau package, tapi dapat juga dari komponen – komponen yang lebih kecil. Komponen dapat juga berupa interface, yaitu kumpulan layanan yang disediakan sebuah komponen untuk komponen lain. Notasi yang ada di diagram komponen yaitu : a) Komponen b) Package c) Association h. Diagram deployment Menggambarkan detail bagaimana komponen di-deploy dalam infrastruktur sistem dimana komponen akan terletak (pada mesin,server atau piranti keras apa).bagaimana kemampuan jaringan pada lokasi tersebut, spesifikasi server dan hal – hal lain yang bersifat fisikal. Gambar 8 Deployment Notasi –notasi umum yang digunakan dalam UML 1) Aktor Adalah sebuah entitas manusia atau mesin yang berinteraksi dengan sistem untuk melakukan pekerjaan/pekerjaan tertentu. Sebuah aktor mungkin hanya memberikan informasi inputan pada sistem, hanya menerima informasi dari sistem atau keduanya menerima, dan memberi informasi pada sistem. Gambar 9 Notasi Aktor
  15. 15. 13 2) class Adalah sebuah spesifikasi yang jika di instansiasi akan menghasilkan sebuah object dan merupakan inti dari pengembangan dan desain berorientasi object. Class menggambarkan keadaan diantaranya : a.) atribut /properti suatu sistem, sekaligus menawarkan layanan untuk memanipulasi keadaan tersebut (metode/fungsi). b.) menggambarkan struktur atau class, package dan object beserta hubungan satu sama lain seperti containment, pewarisan, asosiasi dan lain – lain. Class memiliki tiga area pokok : 1. nama 2. atribut 3. metoda 3) interface Merupakan kumpulan operasi tanpa implementasi dari suatu class. Implementasi dalam interface dijabarkan oleh operasi di dalam class. Oleh karena itu keberadaan interface selalu disertai oleh class yang mengimplementsikan operasinya. Interface ini merupakan salah satu cara mewujudkan prinsip encapsulasi dalam object. 4) use case Menggambarkan fungsionalitas yang diharapkan dari sebuah sistem. Yang ditekankan adalah “apa” yang diperbuat sistem, dan bukan “bagaimana”. Sebuah use case merepresentasikan sebuah interaksi antara aktor dengan sistem. Use case merupakan sebuah pekerjaan tertentu, misalnya login ke sistem, meng-create sebuah daftar belanja dan sebagainya.
  16. 16. 14 5) interaction Digunakan untuk menunjukkan baik aliran pesan atau informasi antar object maupun hubungan antar object. Biasanya interaction ini dilengkapi juga dengan teks bernama operation signature yang tersusun dari nama operasi, parameter yang dikirim dan ditipe parameter yang dikembalikan. 6) package Struktur sistem dapat digunakan atas kumpulan dari elemen model. 2) Lembar Kerja Tampilan(LKT) Salah satu kriteria penting dari sebuah antar muka adalah tampilan yang menarik. Piranti bantu sederhana dalam bentuk lembaran kertas guna membantu mendokumentasikan bentuk-bentuk tampilan yang akan diimplementasikan sebagai pedoman antar muka tersebut dipermudah dengan penamaan Lembar Kerja Tampilan. (Santosa,2004). Bentuk LKT Menurut Santosa (2004) adalah sebagai berikut : no Gambar 10 Lembar Kerja Tampilan LKT tersebut terdiri dari empat bagian, yaitu : 1) Nomor Lembar Kerja 2) Bagian Tampilan, berisi sketsa tampilan yang akan muncul dilayar. 3) Bagian Navigasi, menjelaskan kapan tampilan akan muncul dan kapan tampilan itu berubah menjadi tampilan lain. Tampilan : Keterangan : Navigasi :
  17. 17. 15 4) Bagian Keterangan, berisi penjelasan singkat tentang atribut tampilan yang akan dipakai. 7. Metode Pengujian GUI Grafical User Interfaces(GUI), menyajikan tantangan menarik bagi perekayasa karena komponen resable berfungsi sebagai bagian dari lingkungan pengembangan GUI, pembuatan interface pemakai telah menjadi hemat waktu dan lebih relative. Pertanyaan berikut dapat berfungsi sebagai panduan untuk serangkaian pengujian generic untuk GUI a. Untuk Windows 1) Apakah halamana yang dibuka sessuai dengan perintah menu yang dipilih? 2) Dapatkah windows di-resize, digerakan atau digulung? 3) Pakah semua isi data yang diisikan pada windows dapat dituju dengan tepat dengan sebuah mouse, function key, anak panah penunjuk dan keyboard? 4) Apakah window dengan cepat muncul kembali bila ia ditindih dan dipanggil kembali? 5) Apakah semua fungsi yang berhubungan dengan window dapat diperoleh bila diperlukan? 6) Apakah semua fungsi yang berhubungan dengan window operasional? 7) Apakah semua ilmu pull-down,toolbar,scroolbar,kotak dialog, tombol, ikon dan control yang lain dapat diperoleh dan dengan tepat ditampilkan untuk window tersebut? 8) Pada saat window bertingkat ditampilkan, apakah nama window tersebut direpresentasikan secara tepat? 9) Apakah window yang aktif disorot secara tepat? 10) Apakah window menutup dengan tepat?
  18. 18. 16 b. Untuk menu pull-down dan operasi mouse 1) Apakah menu bar yang sesuai ditampilkan didalam konteks yang sesuai? 2) Apakah menu bar aplikasi menampilkan fitur-fitur yang terkait dengan sistem? 3) Apakah operasi menu pull-down bekerja secara tepat? 4) Apakah semua fungsi menu dan subfungsi pull-down didaftar secara tepat? 5) Apakah semua fungsi menu dapat dituju secara tepat oleh mause? 6) Apakah typeface, ukuran dan format teks benar? 7) Mungkinkah memanggil masing-masing perintah berbasis teks alternative? 8) Apakah semua menu function bekerja seperti diiklankan? 9) Apakah semua menu function bersifat self explanatory? 10) Apakah help dapat diperoleh untuk masing-masing item menu, apakah dia sensitive terhadap konteks? c. Entry data 1) Apakah mode grafik entry dari entri data bekerja denga baik? 2) Apakah data invalid dikenal dengan baik? 3) Apakah ketika ada data yang sifatnya harus diisi atau dikosongkan pada saat input data akan muncul pesan peringatan? 4) Apakah ketika password yang dimasukkan salah pada saat login ke halaman utama akan muncul pesan peringatan? 5) Apakah ketika username tidak diisi pada saat login ke halaman utama akan muncul pesan peringatan? Sebagai tambahan untuk pedoman tersebut, grafik pemodelan keadaan yang terbatas dapat digunakan untuk melakukan sederetan pengujian yang menekankan objek program dan data spesifik yang releven dengan GUI. Karena sejumlah besar permutasi yang
  19. 19. 17 bersesuaian dengan operasi GUI, maka pengujian harus didekati dengan menggunakan piranti otomatis, sudah ada banyak piranti pengujian GUI yang muncul dipasar selama beberapa tahun terkhir(Al Bahra Bin Ladjamudin,2006). F. METODOLOGI PENGEMBANGAN SISTEM Dalam pengembangan sistem informasi, perlu menggunakan suatu metodologi yang dapat digunakan sebagai pedoman bagaimana dan apa yang harus dikerjakan selama pengembangan. Metode yang akan digunakan adalah metode terstruktur dengan model waterfall, menurut Jogianto model waterfall berisi aktifitas proses (tahapan-tahapan ) yang disajikan dalam proses terpisah. Tahapan-tahapn adalah sebagai berikut. Berdasarkan model waterfall, garis besar penyelesaian masalah dalam laporan ini terdapat 5 tahapan yang meliputi : 1. Perencanaan Dalam tahap ini akan dilakukan pengenalan terlebih dahulu melalui objek yang dituju dalam pengumpulan data kepegawaian dari RSUD KAJEN. Kemudian meminta izin kepada Direktur instansi rumah sakit disamping itu juga mengajukan surat izin penelitian dimana akan pengambilan data. 2. Analisa Sistem Dalam analisa Sistem yang akan dilakukan yaitu pengumpulan kebutuhan, pengumpulan data dilakukan dengan cara sebagai berikut: a. Pengamatan/Observasi Mengamati dan mencatat langsung kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan Kepegawaian di RSUD KAJEN b. Wawancara Wawancara dilakukan secara langsung terhadap kepala bagian Kepegawaian RSUD KAJEN berupa data informasi tentang kepegawaian rumah sakit .
  20. 20. 18 c. Studi literatur Memperlajari referensi-referensi yang berkaitan dengan Sistem Informasi Kepegawaian di RSUD KAJEN. 3. Desain Sistem Setelah analisa sistem selesai dilakukan, maka analisa sistem telah mendapatkan gambaran dengan jelas apa yang harus dikerjakan. Sekarang bagi analisa sistem untuk membentuk aplikasi tersebut. Tahap ini disebut dengan desain sistem. Dalam tahapan ini akan digambarkan secara rinci komponen-komponen yang diperlukan. a. Desain Sistem Umum Tujuan desain sistem secara umum adalah untuk memberikan gambaran secara umum kepada user tentang sistem yang baru. Pada proses desain sistem menggunakan alat bantu UML (Unified Modeling Language) dengan software Rasional Rose. b. Desain Sistem Terperinci Dalam tahap ini akan digambarkan secara rinci komponen- komponen yang akan digunakan menggunakan LKT(Lembar Kerja Tampilan) berupa: 1) Desain Menu Menu yang akan didesain sedemikian rupa sehingga mudah dipahami dan digunakan menu berisi pilihan yang disajikan dan dari tiap pilihan menu terdapat submenu yang berhubungan dengan pilihan menu sebelumnya. Dalam mendesain menu menggunakan LKT (Lembar Kerja Tampilan). 2) Desain Masukan Merupakan desain layar masukan yang digunakan untuk memasukkan data kedalam sistem, dalam mendesain masukan menggunakan LKT (Lembar Kerja Tampilan).
  21. 21. 19 3) Desain Keluar Merupakan desain keluaran dari sistem informasi yang dapat dilihat berupa laporan-laporan yang dihasilkan baik hasil di media kertas (cetakan tulisan kertas) atau hasil di media lunak (tampilan dilayar monitor). Dalam mendesain keluar menggunakan LKT (Lembar Kerja Tampilan). 4) Desain Database Desain database dimaksudkan untuk mendeskripsikan mengenai database yang akan digunakan yaitu dalam bentuk table-table serta field-fieldnya. 4. Implementasi Sistem Desain program diterjemahkan ke dalam kode-kode dengan menggunakan bahasa pemrograman yang sudah ditentukan, dalam hal ini Sistem Informasi Kepegawaian, yang akan menggunakan pemrograman Java NetBeans 5. Tahap testing(pengujian) Motode pengujian yang digunakan untuk melacak kesalahan yang terdapat pada aplikasi bantu Sistem Informasi Kepegawaian yang akan dibangun yaitu metode pengembangan graphical user interface (GUI).
  22. 22. 20 G. JADWAL KEGIATAN N o Nama Kegiatan Waktu Januari Februari Maret April Mei 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 Proposal 2 Perencan aan Sistem 3 Analisis Sistem 5 Perancan ganSiste m 6 Impleme ntasi 7 Pengujia n
  23. 23. 21 DAFTAR PUSTAKA Jogianto HM. 2005. Sistem Teknologi Informasi. Andi. Yogyakarta Hartati, G. Sri.2008. Pemrograman GUI Swing Java dengan NetBeans 5. Yogyakarta: Penerbit Andi. Kadir, Abdul. 2003. Dasar Pemrograman Java 2. Yogyakarta: ANDI. Shalahuddin,M dan Rosa A.S.2007.Belajar Pemograman dengan Bahasa C++ dan Java. Bandung: Informatika Bandung. Sigit W, Aloysius.2010. 7 Proyek Aplikasi dengan Java. Jakarta: Elex Media Komputindo. Supardi,Ir. Yuniar.2009. Belajar Semua Edisi Java 2 untuk Segala Tingkat. Jakarta: Elex Media Komputindo. Wicaksono, Ady. 2002. Dasar-Dasar Pemrograman Java 2.

×