Proposal Q Jadi

14,824 views
14,766 views

Published on

ADI

Published in: Sports
5 Comments
10 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
14,824
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
4
Actions
Shares
0
Downloads
950
Comments
5
Likes
10
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Proposal Q Jadi

  1. 1. om om .c .c or or at at re re FC FC PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) D D tP tP PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ar ar ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) MELALUI PENDEKATAN m m PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PBM) UNTUK .S .S w w MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI LIMIT w w FUNGSI KELAS XI SMA MUHAMMADIYAH GUBUG TAHUN AJARAN w w :// :// 2009/2010 tp tp ht ht Diajukan Untuk Menyelesaikan Studi Strata I Untuk Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan om .c or at re FC D tP ar m .S w w w :// tp ht Oleh : AHMAD ZIYADI 06310044 om om .c .c or or at at re re IKIP PGRI SEMARANG FC FC FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA D D tP tP JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA ar ar 2010 m m .S .S w w w w w w :// :// tp tp ht ht
  2. 2. om om .c .c or or at at re re FC FC D D LEMBAR PERSETUJUAN tP tP ar ar m m .S .S w w Proposal Skripsi yang berjudul Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe w w w w Student Team Achievement Division (STAD) Melalui Pendekatan Pembelajaran :// :// tp tp Berbasis Masalah (PBM) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pokok ht ht Bahasan Limit Fungsi Kelas XI IPA SMA MUHAMMADIYAH GUBUG Tahun Ajaran 2009/2010 telah disetujui pada: Hari : om Tanggal : .c or at re FC D tP Menyetujui, ar Dosen Pembimbing I, Dosen Pembimbing II, m .S w w w :// tp ht Drs. Nizaruddin, M.Si Ir. Agung handayanto, M.Kom NIP. 19680325 199403 1 004 NIP. 132089690 Mengetahui om om Dekan FPMIPA, .c .c or or at at re re FC FC Ary Susatyo N, S.Si, M.Si. D D tP tP NIP. 19690826 199403 1 001 ar ar m m .S .S w w w w w w :// :// tp tp ht ht
  3. 3. om om .c .c or or at at re re FC FC A. JUDUL D D PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE tP tP ar ar STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) m m .S .S MELALUI PENDEKATAN PEMBELAJARAN BERBASIS w w w w MASALAH (PBM) UNTUK MENINGKATKAN HASIL w w :// :// BELAJAR SISWA PADA MATERI LIMIT FUNGSI KELAS tp tp ht ht XI IPA SMA MUHAMMADIYAH GUBUG TAHUN AJARAN 2009/2010 B. LATAR BELAKANG om .c Pendidikan merupakan pondasi utama dalam mengelola, mencetak dan or meningkatkan sumber daya manusia yang handal dan berwawasan yang at re diharapkan mampu untuk menjawab tantangan di masa yang akan datang. FC Pendidikan memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap kemajuan D tP suatu bangsa. Melalui pendidikan bangsa Indonesia bisa membebaskan diri ar dari kebodohan, keterbelakangan, dan dapat mengembangkan sumber daya m .S manusia sehingga dapat memiliki rasa percaya diri untuk bersanding dan w w bersaing dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Pendidikan yang dikembangkan w :// adalah pendidikan yang dapat mengembangkan potensi masyarakat, mampu tp ht menumbuhkan kemauan serta membangkitkan motivasi generasi bangsa untuk menggali berbagai potensi, dan mengembangkannya secara optimal bagi kepentingan pembangunan masyarakat secara utuh dan menyeluruh. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memungkinkan semua om om pihak dapat memperoleh informasi dengan melimpah, cepat dan mudah dari .c .c berbagai sumber dan tempat di dunia. Dengan demikian peserta didik perlu or or at at memiliki kemampuan memperoleh, memilih, dan mengelola informasi untuk re re FC FC bertahan pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti, dan kompetitif. D D Kemampuan tersebut membutuhkan pemikiran kritis, sistematis, logis, kreatif, tP tP ar ar dan kemauan bekerjasama yang efektif. Cara berpikir seperti ini dapat m m dikembangkan melalui belajar matematika karena matematika memiliki .S .S w w w w w w :// :// tp tp ht ht
  4. 4. om om .c .c or or at at re re FC FC struktur dan keterkaitan yang kuat dan jelas antar konsepnya, sehingga D D memungkinkan peserta didik terampil berpikir rasional. Setiap peserta didik tP tP ar ar perlu memiliki penguasaan matematika pada tingkat tertentu yang merupakan m m penguasaan kecakapan matematika untuk dapat memahami dunia dan berhasil .S .S w w dalam kariernya. Kecakapan matematika yang ditumbuhkan pada peserta didik w w w w merupakan sumbangan mata pelajaran matematika kepada pencapaian :// :// tp tp kecakapan hidup yang ingin dicapai. ht ht Setelah diadakan studi pendahuluan melalui wawancara dengan guru matematika kelas XI SMA Muhammadiyah Gubug tahun pelajaran 2009/2010, terdapat fakta dilapangan bahwa pembelajaran matematika yang terjadi di SMA Muhammadiyah Gubug belum mencapai hasil yang om memuaskan hal ini ditunjukan dengan nilai rata-rata ulangan harian .c or matematika siswa masih dibawah KKM (63,5) yaitu 57,5. Pandangan siswa at re terhadap pelajaran matematika sebagai momok mengakibatkan siswa kurang FC aktif pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Pembelajaran yang D tP selama ini diterapkan hanya sekedar ceramah dan latihan soal, membuat ar suasana belajar dikelas sangat monoton, kurang menarik apalagi ditambah m .S konsentrasi siswa yang kurang optimal. Begitu pula dengan kondisi siswa w w kelas XI SMA Muhammadiyah Gubug yang kurang aktif dalam mengikuti w :// pelajaran. tp Hal itu disebabkan karena adanya sikap siswa yang tidak tertarik pada ht matematika dan sikap masa bodoh siswa pada saat menerima mata pelajaran matematika. Limit fungsi adalah salah salah satu materi yang diberikan kelas XI semester 2. Materi limit fungsi merupakan materi yang sulit bagi siswa om om untuk menerimanya. Banyak siswa yang belum atau kurang mengenal materi .c .c ini dibuktikan dengan rendahnya hasil evaluasi siswa. Untuk itu perlu adanya or or at at perubahan dan strategi pembelajaran yang harus dilakukan guru. Dengan re re strategi pembelajaran yang bervariasi dan tepat untuk membuat siswa aktif FC FC bukan lagi sebagai obyek tetapi sebagai subyek belajar. Strategi pembelajaran D D tP tP sebaiknya mengembangkan kemampuan dasar siswa dan sikap positif siswa, ar ar m m sehingga proses belajar mengajar lebih menarik, efektif dan efisien dalam .S .S w w w w w w :// :// tp tp ht ht
  5. 5. om om .c .c or or at at re re FC FC suasana akrab dan menyenangkan. Sehingga akan membangkitkan minat dan D D meningkatkan motivasi siswa dalam belajar matematika. Salah satunya untuk tP tP ar ar meningkatklan keaktifan siswa dan dengan suasana akrab adalah dengan m m belajar secara kelompok dimana ada kerjasama satu sama lain dan saling .S .S w w membantu atau yang disebut dengan pembelajaran kooperatif. w w w w Di dalam pembelajaran kooperatif terdapat langkah-langkah :// :// tp tp pembelajaran yaitu presentasi kelas, kegiatan kelompok, melaksanakan ht ht evaluasi dan penghargaan kelompok. Pembelajaran kooperatif merupakan suatu strategi belajar mengajar yang menekankan pada sikap atau perilaku bersama dalam bekerja atau membantu diantara sesama dalam struktur kerjasama yang teratur dalam kelompok, yang terdiri dari dua orang atau om lebih. .c or Model pembelajaran kooperatif terdiri dari berbagai macam, salah at re satunya adalah Student Team Achievement Devision (STAD). Student Team FC Achievement Divisions (STAD) adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif D tP yang paling sederhana. Siswa ditempatkan dalam tim belajar beranggotakan ar empat orang yang merupakan campuran menurut tingkat kinerjanya, jenis m .S kelamin dan suku. Guru menyajikan pelajaran kemudian siswa bekerja dalam w w tim untuk memastikan bahwa seluruh anggota tim telah menguasai pelajaran w :// tersebut. Akhirnya seluruh siswa dikenai kuis tentang materi itu dengan tp catatan, saat kuis mereka tidak boleh saling membantu. ht (http://trisnimath.blogspot.com/2007/08/stad-dalam-matematika.html) Dari paparan diatas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tindakan kelas dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe om om Student Team Achievement Devision (STAD) melalui pendekatan .c .c pembelajaran berbasis masalah (PBM) untuk meningkatkan hasil belajar siswa or or at at pada materi limit fungsi kelas XI IPA SMA Muhammadiyah Gubug tahun re re ajaran 2009/2010. FC FC D D tP tP ar ar m m .S .S w w w w w w :// :// tp tp ht ht
  6. 6. om om .c .c or or at at re re FC FC C. RUMUSAN MASALAH DAN PEMECAHAN MASALAH D D 1. Rumusan masalah tP tP ar ar Bertitik tolak pada latar belakang masalah yang telah diuraikan m m diatas maka dikemukakan rumusan masalah : Apakah dengan menerapkan .S .S w w model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada materi limit fungsi siswa w w w w kelas XI IPA Semester 2 SMA Muhammadiyah Gubug Tahun Pelajaran :// :// tp tp 2009/2010 dapat : ht ht a. Meningkatkan hasil belajar siswa berupa kemampuan kognitif dalam menyelesaikan masalah berkaitan dengan himpunan. b. Meningkatkan kerjasama siswa dalam kelompok. c. Meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar matematika. om 2. Cara Pemecahan Masalah .c or Pemecahan masalah yang diajukan berupa penelitian tindakan at re kelas dengan menerapkan pembelajaran kooperatif tipe Student Team FC Achievement Devision (STAD) dalam menyelesaikan masalah yang D tP berkaitan dengan limit fungsi. Strategi pembelajaran ini siswa ar dikelompokkan dalam beberapa kelompok yang setiap kelompoknya m .S terdiri dari siswa yang berkemampuan bevariasi. Di sini ketergantungan w w positif juga dikembangkan, ada yang kurang terbantu oleh yang lebih, w :// yang berkemampuan tinggi bersedia membantu yang rendah. Mereka tp saling membantu atas nama tanggung jawab sebagai satu kelompok. Salah ht satu penyebab menurunnya hasil siswa di kelas XI disebabkan oleh kurangnya pemahaman siswa terhadap pelajaran matematika. Hal ini dikarenakan penggunaan metode dan pendekatan yang tidak sesuai om om dengan mata pelajaran yang sedang diajarkan sehigga guru dituntut untuk .c .c menerangkan berulang-ulang. Jika hal ini terus menerus dilakukan, maka or or at at akan banyak waktu yang terbuang. Selain itu kegiatan yang dilakukan guru re re menjadi lebih banyak daripada kegiatan yang dilakukan oleh siswa. Hal ini FC FC menyebabkan siswa menjadi kurang terlihat aktif dalam pembelajaran. D D tP tP Dengan adanya pembelajaran kooperatif tipe Student Team ar ar m m Achievement Devision (STAD) diharapkan dapat menanamkan sportivitas .S .S w w w w w w :// :// tp tp ht ht
  7. 7. om om .c .c or or at at re re FC FC siswa dan dapat mengembangkan motivasi siswa untuk berusaha lebih D D baik bagi dirinya maupun untuk anggota tim, membentuk siswa menjadi tP tP ar ar terbiasa dan berani dalam berkompetensi. Sehingga siswa selalu berusaha m m dalam posisi unggul karena mempunyai daya saing tinggi dalam belajar. .S .S w w Pada pembelajaran kooperatif siswa percaya bahwa keberhasilan mereka w w w w akan tercapai jika dan hanya jika setiap anggota kelompoknya berhasil :// :// tp tp Penelitian tindakan kelas ini dirancang dalam tiga siklus yaitu siklus I, ht ht siklus II, dan siklus III. Siklus III dilakukan jika pada siklus I dan siklus II belum terjadi peningkatan hasil belajar siswa. Peningkatan hasil belajar ini berupa kemampuan kognitif dalam menyelesaikan masalah berkaitan dengan limit fugsi, kerjasama siswa dalam kelompok serta keaktifan siswa om dalam belajar matematika siswa kelas XI Semester 2 SMA .c or Muhammadiyah Gubug Tahun Pelajaran 2009/2010. Peningkatan hasil at re belajar siswa dilihat dari hasil tes siswa sedangkan peningkatan keaktifan FC siswa selama kegiatan belajar mengajar dapat dilihat dari lembar observasi D tP ar D. TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN m .S 1. Tujuan w w Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pembelajaran w :// matematika dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe tp Student Team Achievement Division (STAD) dapat atau tidak ht meningkatkan hasil belajar siswa berupa kemampuan kognitif menyelesaikan masalah berkaitan dengan materi limit fungsi, kerja sama siswa dalam kelompok dan keaktifan siswa dalam pembelajar matematika om om siswa kelas XI IA 1 SMA Muhammadiyah Gubug. .c .c or or at at 2. Manfaat Penelitian re re Hasil penelitian ini diharapkan akan memberi beberapa manfaat. FC FC a. Bagi peserta didik D D tP tP ar ar m m .S .S w w w w w w :// :// tp tp ht ht
  8. 8. om om .c .c or or at at re re FC FC 1) Peserta didik yang mengalami kesulitan dalam pemahaman materi D D akan terkurangi bebannya dengan model pembelajaran kooperatif tP tP ar ar tipe Student Team Achievement Division (STAD) m m 2) Semakin banyak peserta didik yang tidak lagi menganggap .S .S w w matematika itu sulit sehingga menambah minat, kemauan, dan rasa w w w w percaya diri peserta didik dalam belajar matematika. :// :// tp tp 3) Peserta didik merasa senang karena dilibatkan dalam proses ht ht pembelajaran. 4) Peserta didik semakin tertantang dengan persoalan-persoalan matematika. 5) Meningkatkan kemampuan peserta didik dalam memecahkan om masalah, kemampuan bekerja sama, dan berkomunikasi. .c or b. Bagi guru at re 1) Mendapat pengalaman langsung dalam pelaksanaan pembelajaran FC khususnya pada pemecahan masalah sehingga dapat meningkatkan D tP kualitas pembelajaran dan meningkatkan profesionalisme guru. ar 2) Sebagai motivasi untuk meningkatkan keterampilan untuk memilih m .S strategi pembelajaran yang bervariasi yang dapat memperbaiki w w sistem pembelajaran sehingga memberikan layanan yang terbaik w :// bagi peserta didik. tp 3) Mendokumentasikan kemajuan peserta didik selama kurun waktu ht tertentu. 4) Mengetahui bagian-bagian pengajaran yang perlu diperbaiki. 5) Guru dapat semakin menciptakan suasana lingkungan kelas yang om om saling menghargai nilai-nilai ilmiah dan termotivasi untuk .c .c mengadakan penelitian sederhana yang bermanfaat bagi perbaikan or or at at dalam proses pembelajaran dan meningkatkan kemampuan guru re re mata pelajaran. FC FC c. Bagi Peneliti D D tP tP Manfaat yang diperoleh peneliti yaitu mendapatkan pengalaman ar ar m m langsung dalam pelaksanaan pembelajaran dengan model pembelajaran .S .S w w w w w w :// :// tp tp ht ht
  9. 9. om om .c .c or or at at re re FC FC kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) dan D D mengetahui keefektifannya dalam mengembangkan kemampuan peserta tP tP ar ar didik dalam memecahkan masalah. m m .S .S w w E. PENEGASAN ISTILAH w w w w 1. Penerapan :// :// tp tp Penerapan adalah pemasangan, pengenaan, perihal mempraktekkan ht ht ( Kamus Besar Indonesia, 1994:1044 ) Yang dimaksud penerapan dalam penelitian ini adalah penelitian dengan menerapkan, mempraktikkan pembelajaran dengan pendekatan kooperatif yang bisa meningkatkan hasil belajar matematika pada siswa. om 2. Pembelajaran Kooperatif .c or Pembelajaran kooperatif adalah suatau strategi belajar mengajar at re yang menekankan pada sikap atau perilaku bersama dalam bekerja atau FC membantu diantara sesama dalam struktur kerjasama yang teratur dalam D tP kelompok, yang terdiri atas dua orang atau lebih. ar Didalam kelas kooperatif siswa belajar bersama dalam kelompok m .S kelompok kecil yang terdiri dari 4 6 yang sederajat tetapi heterogen, w w kemampuan, jenis kelamin, suku/ras dan satu sama lain saling membantu w :// (Trianto, 2007:41). tp 3. STAD (Student Teams Achievement Division) ht STAD merupakan model pembelajaran kooperatif untuk mengelompokkan campur yang melibatkan pengakuan tim dan tanggung jawab kelompok untuk pembelajaran individu anggota. om om 4. Pembelajaran Berbasis Masalah .c .c Pembelajaran berdasarkan masalah dimaksudkan untuk membantu or or at at siwa mengembangkan kemampuan berpikir, pemecahan masalah dalam re re menyelesaikan masalah. FC FC D D tP tP ar ar m m .S .S w w w w w w :// :// tp tp ht ht
  10. 10. om om .c .c or or at at re re FC FC 5. Hasil Belajar D D Hasil belajar berarti penguasan pengetahuan atau keterampilan tP tP ar ar yang dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan m m nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru. .S .S w w 6. Limit Fungsi w w w w Merupakan materi pelajaran SM A yang ada dalam kurikulum :// :// tp tp KTSP kelas XI semester 2. ht ht 7. Siswa Kelas XI IA - 1 SM A Muhammadiyah Gubug Siswa kelas XI SMA Muhammadiyah Gubug merupakan objek pada penelitian ini. Berdasarkan penegasan istilah di atas, maka secara keseluruhan om maksud dari judul skripsi ini adalah hasil belajar siswa yang .c or pembelajarannya menggunakan penerapan model pembelajaran tipe STAD at re lebih efektif pada materi limit fungsi peserta didik kelas XI SMA FC Muhammadiyah Gubug tahun pelajaran 2009/2010. D tP ar F. LANDASAN TEORI m .S 1. Pengertian Belajar w w Belajar adalah kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang w :// sangat fundamental dalam setiap penyelenggaraan jenis dan jenjang tp pendidikan. Hal ini berarti bahwa berhasil atau tidaknya pencapaian ht tujuan pendidikan itu amat tergantung pada proses belajar yang dialami oleh siswa, baik pada proses pendidikan di sekolah maupun di lingkungan rumah atau keluarganya sendiri. om om Menurut Herman Hudoyo (1990:1) belajar adalah suatu proses .c .c kegiatan yang mengakibatkan suatu perubahan tingkah laku . Dalam hal or or at at ini seseorang dikatakan belajar jika pada diri orang itu melakukan suatu re re kegiatan yang hasil akhirnya dapat mengakibatkan perubahan tingkah FC FC laku dan perubahan tingkah laku itu dapat diamati dan berlaku dalam D D tP tP waktu yang cukup lama. ar ar m m .S .S w w w w w w :// :// tp tp ht ht
  11. 11. om om .c .c or or at at re re FC FC Belajar merupakan suatu proses kegiatan yang hasil akhirnya D D adalah terjadi perubahan tingkah laku, dimana perubahan tingkah laku tP tP ar ar tersebut berlangsung dalam waktu yang relatif lama yang disertai dengan m m usaha orang tersebut dari tidak mampu mengerjakan sesuatu menjadi .S .S w w mampu mengerjakannya. w w w w Menurut Oemar hamalik (2008:27) belajar adalah modifikasi atau :// :// tp tp memperteguh kelakuan melalui pengalaman. Maksudnya belajar ht ht merupakan suatu proses, suatu kegiatan. Dalam hal ini belajar tidak hanya mengingat, akan tetapi lebih luas lagi yaitu dengan mengalami. Sebagian orang beranggapan bahwa belajar adalah semata-mata hanya mengumpulkan atau menghafalkan informasi atau materi pelajaran om saja, akan tetapi mengalami adalah bagian dari proses belajar. Dengan .c or mengalami maka seseorang dapat langsung merasakan dampak (akibat) at re dari proses belajar tersebut. FC Menurut Gulo (2005:8) belajar adalah suatu proses yang D tP berlangsung didalam diri seseorang yang mengubah tingkah lakunya, baik ar tingkah laku dalam berpikir, bersikap, dan berbuat. m .S Dari uraian di atas dapat disimpulkan belajar adalah suatu w w perubahan yang terjadi melalui latihan dan pengalaman. Perubahan w :// sebagai hasil proses belajar dapat ditunjukkan dalam berbagai bentuk tp seperti berubah pengetahuan, penalaran, kecakapan, kebiasaan, serta ht aspek aspek lain yang sedang ada pada diri individu yang sedang belajar. Perubahan tersebut harus bersifat permanen dan tetap ada untuk waktu yang cukup lama. om om .c .c 2. Pembelajaran Berbasis Masalah or or at at Pembelajaran Berbasis Masalah adalah pembelajaran dengan ciri re re utama meliputi pengajuan pertanyaan atau masalah, memusatkan pada FC FC keterkaitan antar disiplin, penyelidikan autentik, kerja sama, dan D D tP tP menghasilkan karya atau hasil peragaan. (Ismail, 2002: 2) ar ar m m .S .S w w w w w w :// :// tp tp ht ht
  12. 12. om om .c .c or or at at re re FC FC Pembelajaran berbasis masalah berusaha membantu siswa menjadi D D pelajar yang mandiri dan otonom. Dengan bimbingan guru yang secara tP tP ar ar berulang-ulang mendorong dan mengarahkan mereka untuk mengajukan m m pernyataan, mencari penyelesaian terhadap masalah nyata oleh mereka .S .S w w sendiri, siswa belajar untuk menyelesaikan tugas-tugas itu secara mandiri. w w w w Guru dalam model pembelajaran berbasis masalah berperan sebagai :// :// tp tp penyaji masalah, penanya, mengadakan dialog, membantu menemukan ht ht penyelesaian masalah, dan pemberi fasilitas. Selain itu, guru menyiapkan dukungan dan dorongan yang dapat meningkatkan pertumbuhan inkuiri dan intelektual siswa. Pembelajaran berbasis maslah juga dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan aktivitas belajar siswa, om baik secara individual maupun secara kelompok. .c or Secara umum pembelajaran berbasis masalah terdiri dari menyajikan at re kepada siswa situasi masalah yang otentik dan bermakna yang dapat FC memberikan kemudahan kepada mereka untuk melakukan penyelidikan D tP dan inkuiri (Trianto, 2007:67). Pembelajaran berbasis masalah digunakan ar untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir dan m .S kemampuan dalam pemecahan masalah, sehingga pada pembelajaran ini w w seorang guru tidak perlu memberikan informasi yang banyak kepada w :// siswa. tp Ciri-ciri dari model pembelajaran berbasis masalah menurut Arends, ht (dalam Trianto, 2007 : 69) antara lain : a) Pengajuan pertanyaan atau masalah. Dalam pembelajaran berbasis masalah terdapat adanya masalah atau om om pertayaan yang ingin dipecahkan (diselesaikan) .c .c b) Berfokus pada keterkaitan antar disiplin. or or at at Walaupun pembelajaran berbasis masalah mungkin berpusat pada re re mata pelajaran tertentu (IPA, Matematika, ilmu ilmu sosial), FC FC masalah yang akan diselidiki telah dipilih benar-benar nyata agar D D tP tP dalam pemecahannaya siswa meninjau masalah itu dari banyak mata ar ar m m pelajaran. .S .S w w w w w w :// :// tp tp ht ht
  13. 13. om om .c .c or or at at re re FC FC c) Penyelidikan autentik. D D Pembelajaran berbasis masalah mengharuskan siswa melakukan tP tP ar ar penyelidikan autentik untuk mencari penyelesaian nyata terhadap m m masalah nyata. Mereka harus menganalisis dan mendefinisikan .S .S w w masalah, mengembangkan hipotesis, dan membuat ramalan, w w w w mengumpul dan menganalisa informasi, melakukan eksperimen (jika :// :// tp tp diperlukan), membuat inferensi, dan merumuskan kesimpulan. ht ht d) Menghasilkan produk dan memamerkannya. Dalam pembelajaran berbasis masalah menuntut siswa untuk menghasilkan produk tertentu dalam bentuk karya nyata. Produk tersebut dapat berupa laporan, model fisik, video maupun yang lain. om e) Kolaborasi. .c or Pembelajaran berbasis masalah dicirikan oleh siswa yang bekerja at re sama satu dengan yang lainnya, paling sering secara berpasangan atau FC dalam kelompok kecil. Bekerja sama memberikan motivasi untuk D tP secara berkelanjutan terlibat dalam tugas-tugas kompleks dan ar memperbanyak peluang untuk berbagi inkuiri dan dialog dan untuk m .S mengembangkan keterampilan sosial dan ketrampilan berfikir. w w w :// Pengajaran berbasis masalah terdiri dari 5 langkah utama (Muslimin tp Ibrahim, 2000:13) yang dimulai dengan guru memperkenalkan siswa ht dengan suatu situasi masalah dan diakhiri dengan penyajian dan analisis hasil kerja siswa. Kelima langkah tersebut dijelaskan berdasarkan langkah- langkah berikut. om om a) Tahap-1 (Orientasi siswa pada masalah) .c .c Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, menjelaskan logistik yang or or at at dibutuhkan, mengajukan fenomena atau demonstrasi atau cerita untuk re re memunculkan masalah, memotivasi siswa untuk terlibat dalam FC FC pemecahan D D tP tP b) Tahap-2 (Mengorganisasi siswa untuk belajar) ar ar m m Guru membantu siswa untuk mendefinisikan dan mengorganisasikan .S .S w w w w w w :// :// tp tp ht ht
  14. 14. om om .c .c or or at at re re FC FC tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut. D D c) Tahap-3 (Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok) tP tP ar ar Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, m m melaksanakan eksperimen, untuk mendapatkan penjelasan dan .S .S w w pemecahan masalah. w w w w d) Tahap-4 (Mengembangkan dan menyajikan hasil karya) :// :// tp tp Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya ht ht yang sesuai seperti laporan, video, dan model serta membantu mereka untuk berbagi tugas dengan temannya. e) Tahap-5 (Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah) Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi om terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka .c or gunakan. at re FC Menurut Ibrahim (dalam Trianto, 2007:72) Peran guru di dalam D tP antara lain sebagai berikut: ar a) Mengajukan masalah atau mengorientasikan siswa kepada masalah m .S autentik, yaitu masalah kehidupan nyata sehari-hari. w w b) Memfasilitasi/membimbing penyelidikan misalnya melakukan w :// pengamatan atau melakukan eksperimen/ percobaan. tp c) Mendukung belajar siswa. ht Tugas guru pada pengajaran berdasarkan masalah adalah membantu para siswa merumuskan tugas tugas pelajaran. Dan objek pelajaran tidak dipelajari dari buku tetapi masalah yang ada disekitarnya. om om .c .c 3. Hasil Belajar or or at at Tujuan pendidikan yang ingin dicapai dapat dikategorikan menjadi re re tiga bidang yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik. Ketiganya tidak FC FC berdiri sendiri tetapi merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan, D D tP tP bahkan membentuk hubungan hierarki. Sebagai tujuan yang hendak ar ar m m dicapai, ketiganya harus nampak sebagai hasil belajar siswa di sekolah. .S .S w w w w w w :// :// tp tp ht ht

×