Pertemuan ke 2 fisiologi hewan

  • 237 views
Uploaded on

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
237
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1

Actions

Shares
Downloads
18
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Fisiologi Hewan
  • 2. PENDAHULUAN – MATERI : Kontrak Pembelajaran Penjelasan materi Sejarah ringkas Fisiologi Hewan
  • 3. Sejarah Ringkas Studi Fisiologi HewanStudi fisiologi telah dilakukan sejak zaman sebelum masehi terutama tentang hal-hal yang berkaitan dengan pengobatan. Pada masa itu studi tersebut banyak dilakukan di Yunani, Cina dan Timur Tengah. Studi yang dilakukan berkaitan pada fisiologi manusia.
  • 4. Lanjutan …Awal ketertarikan manusia terhadap fisiologi hewan mungkin erat kaitannya dengan usaha manusia untuk mengembangkan ternak dan budidaya ikan. Orang-orang Asia terutama di Cina dan juga Indonesia sejak zaman kuno telah mempelajari bagaimana ikan bertelur. Kebutuhan pakan ikan telah dipelajari sejak pertama kali orang mengenal pancing.
  • 5. Studi fisiologi pada dasarnya menggu-nakan kerangka filosofi mekanistik danvitalistik Kerangka filosofi mekanistik berpandangan bahwa semua fenomena kehidupan dapat diterangkan menurut hukum-hukum fisika-kimia. Kerangka filosofi vitalistik berpandangan bahwa kehidupan adalah nyawa atau kekuatan vital dan bahwa keberadaan tubuh suatu organisme adalah untuk dan melalui nyawa tersebut. William Harvey adalah orang pertama yang menggunakan kerangka filosofis mekanistik untuk menjelaskan struktur dan aktivitas tubuh organisme hidup.
  • 6. Selain penjelasan secara mekanik, banyak ilmuwan yang menjelaskan kehidupan secara kimia Sejak sebelum abad 18 telah diduga bahwa terdapat hubungan antara respirasi dan pembakaran. Tetapi hubungan tersebut secara kimia baru dapat dimengerti pada akhir abad 18. Pada masa itu Stephen Hale berhasil mengisolasi dan mengkarakterisasi gas, yang merupakan temuan penting untuk menjelaskan respirasi pada hewan secara kimia.
  • 7. Lanjutan …. Antoine Lavoisier dengan eksperimennya menemukan oksigen. Ia menjelaskan proses respirasi sebagai suatu pembakaran lambat atau oksidasi yang menggunakan oksigen dan melepaskan karbon dioksida. Untuk memberikan ukuran kuantitatif dari produksi panas sebagai hasil oksidasi yang terjadi dalam tubuh hewan, Lavoisier dan Pierre Simon Laplace (1749-1827) merancang alat yang disebut kalorimeter. Lavoisier dengan hasil karyanya ini telah berhasil memberikan landasan bahwa fenomena fisiologi dapat dianalisis dan dijelaskan dengan bantuan eksperimen kimia.
  • 8. Para pakar kimia dan pakar fisiologi berbeda dalam pendekatan yang digunakan untuk menjelaskan fenomena vital tubuh hewan.Para pakar fisiologi tidak percaya bahwa reaksi kimia dalam tabung reaksi dapat memberikan kontribusi dalam memahami proses kehidupan.
  • 9. Lanjutan …. Pakar kimia seperti Liebig  hukum kekekalan materi dapat diterapkan dalam mahluk hidup, Liebig berusaha menjelaskan proses kimia yang terjadi dalam tubuh makhluk hidup dengan mengukur dan menimbang semua komponen yang masuk dalam saluran pencernaan dan yang diekskresi oleh tubuh. Harus diakui bahwa usaha yang dikerjakan oleh Liebig tersebut merupakan pelopor dalam peralihan dari kimia hewan menuju ke biokimia.
  • 10. Fisiologi eksperimental dipeloporiFrançois Magendie (1783-1855). Magendie meletakkan landasan dalam bidang farmakologi eksperimental dan ia menerbitkan hampir semua cabang fisiologi. Landasan metode penelitian Magendie adalah viviseksi (pengoperasian pada hewan hidup), eksperimen yang “sadis” ini memicu gerakan anti-viviseksionis.
  • 11. Lanjutan . . .Berbeda dengan Magendie, Claude Bernardmenjelaskan fenomena fisiologi dengan carabaru, ia menunjukkan bahwa banyak fungsivital ternyata lebih baik dipandang dari segikimia ketimbang dari segi viviseksi.Penemuannya yang sangat penting meliputifungsi glukogenik hati, peran cairan pankreasdalam pencernaan, fungsi saraf vasometer,dan sifat kerja karbon monoksida dan racunlainnya.
  • 12. Penemuan Bernard Pada masa itu ilmuwan percaya bahwa gula dalam darah hewan karnivora harus dipasok dari pakan yang dimakan. Hewan karnivora maupun herbivora, pada masa itu diyakini menggunakan materi yang asalnya disintesis oleh tumbuhan untuk mendukung pembakaran yang terjadi baik dalam darah maupun dalam paru-paru. Claude Bernard merevolusi pengetahuan metabolisme hewan, ia membuktikan bahwa darah hewan mengandung gula walaupun bila tidak dipasok dari makanan. Ia membuktikan bahwa gula yang diabsorbsi dari makanan dipecah ketika melewati hati, paru-paru dan jaringan lainnya.
  • 13. Lanjutan ...Eksperimen yang dilakukan oleh Claude Bernard selanjutnya mengantarkannya pada penemuan glikogen maupun sintesis dan pemecahan glikogen. Semua jaringan hewan nampaknya memiliki enzim yang bekerja pada glukosa.
  • 14. Di Amerika Serikat konsep konstansi lingkungan(milieu) internal menarik perhatian Lawrence J.Henderson (1878-1942). Kemudian WalterBradford Cannon (1871-1945) dengan tulisan-tulisannya membantu menyebar luaskan gagasanmengenai mekanisme pengaturan fisiologis.Cannon memperkenalkan istilah homeostasis yaitusuatu kondisi yang mempertahankan konstansilingkungan interior. Istilah ini tidak dimaksudkansebagai suatu keadaan lingkungan internal tubuhyang tetap dan tidak berubah, melainkan suatukondisi yang relatif konstan, terkoordinasi denganbaik dan stabil. Homeostasis menjadi prinsip yang mengarahkanriset dibidang fisiologi.
  • 15.  Hingga sekarang studi fisiologi didominasi dengan pendekatan biokimia. Seringkali eksperimen biokimia dilakukan dengan prosedur in vitro. Namun, metode klasik menggunakan viviseksi atau pengoperasian organ masih diterapkan dalam fisiologi eksperimental. Hasil percobaan pada suatu permasalahan yang sama tetapi dilakukan dengan menggunakan prosedur yang berbeda seringkali menunjukkan adanya perbedaan pada data yang dihasilkannya, sehingga sulit untuk mengkorelasikannya.
  • 16.  Misalkan, dalam penelitian kontrol hormonal reproduksi pada Nereidae, prosedur in vitro memberikan pemahaman mendalam tentang perubahan yang terjadi di dalam organ penghasil neurohormon, sedangkan eksperimen pengoperasian dan implantasi organ (metode klasik ) mengungkapkan pola isyarat yang ditransmisikan dari organ penghasil neurohormon ke tubuh hewan (Yuwono, 1992).
  • 17. Ir. Zakaria Ibrahim, MMJL. A. Yani Lr Utama II No. 35C 085262794035 - 08116701692 PB Seuleumak Langsa http://zakariaib.multiply.com e- mail zakariaib@gmail.com jack_atim@yahoo.co.id jack-atim@plasa.com