PDRB Sektoral Aceh Timur Tahun 2008 - 2011

741 views

Published on

Published in: Investor Relations
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
741
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
48
Actions
Shares
0
Downloads
9
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

PDRB Sektoral Aceh Timur Tahun 2008 - 2011

  1. 1. PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO MENURUT LAPANGAN USAHA KABUPATEN ACEH TIMUR 2008-2011 (Gross Regional Domestic Product by Industrial Origin of East Aceh Regency 2008-2011) Katalog BPS / BPS Catalog : 9302008.1105 Nomor Publikasi / Publication Number : 11055.11.01 Ukuran Buku / Book Size : 21 cm x 29,7 cm Jumlah Halaman / Total of Pages : 81 + xi Halaman / Pages Naskah / Script: Seksi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Kabupaten Aceh Timur / Section of Statistics Regional Account And Statistics Analysis of East Aceh Regency Central Boards Of Statistics Penyunting: Seksi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Kabupaten Aceh Timur / Section of Statistics Regional Account And Statistics Analysis of East Aceh Regency Central Boards Of Statistics Gambar: Seksi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Kabupaten Aceh Timur / Section of Statistics Regional Account And Statistics Analysis of East Aceh Regency Central Boards Of Statistics Diterbitkan Oleh / Published By : kerjasama BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN ACEH TIMUR dengan BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAN PENANAMAN MODAL DAERAH KABUPATEN ACEH TIMUR “boleh dikutip dengan menyebut sumbernya” “can obtained with cited the sources”
  2. 2. BUPATI ACEH TIMUR SAMBUTAN Perencanaan pembangunan merupakan tahapan yang paling penting dalam merumuskan pembangunan yang akan dilaksanakan di suatu daerah. Dalam merencanakan pembangunan di suatu daerah dibutuhkan beragam data dasar untuk dijadikan pedoman dalam rangka penentuan strategi dan kebijakan pembangunan. Pada hakekatnya, pembangunan ekonomi suatu daerah ditujukan untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat. Untuk mengetahui seberapa berhasil pembangunan yang telah dilaksanakan diperlukan suatu evaluasi mengenainya, sehingga dapat membantu proses perencanaan pembangunan dimasa mendatang. Saya sangat menyambut baik terbitnya publikasi ” Produk Domestik Regional Bruto Menurut Lapangan Usaha Kabupaten Aceh Timur 2008-2011” , karena diharapkan publikasi ini dapat memberikan gambaran mengenai seberapa berhasilnya pembangunan di Kabupaten Aceh Timur ini. Harapan saya kepada tim penyusun untuk senantiasa meningkatkan wawasan dan kemampuan diri dalam membaca dinamika pembangunan di Kabupaten Aceh Timur, sehingga dapat membantu penyempurnaan publikasi ini dimasa mendatang. Akhirnya saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan publikasi ini. Semoga publikasi dapat membantu bagi para pembaca dan pengguna data. Idi, Oktober 2012 Bupati Aceh Timur HASBALLAH BIN M THAIB ii PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN ACEH TIMUR 2008-2011
  3. 3. EAST ACEH REGENT GREETING Development planning is a most important step in formulating development to be executed in a region. Planning development in a region required immeasurable of basic data to be made by guidance in order to determination of strategy and development policy. Intrinsically, economic development in a region addressed to increase the level of live and the prosperity socialize. To know how succeed development which have been executed to be needed an evaluation, so that can assist development planning process in the future. I’ m very glad that "Gross Regional Domestic Product by Industrial Origin of East Aceh Regency 2008-2011" can be published, because expected this publicizing can give picture how succeed the development in East Aceh Regency. My expectation to compiler team to ever improve ability and knowledge in reading development dynamics in Aceh Timur Regency, so the next books can more perfect. Finally, thanks to all team members of this publicizing. Hopefully the publicizing can assist to all readers and data consumers. Idi, Oktober 2012 Authorized Regent of East Aceh Regency HASBALLAH BIN M THAIB GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT OF EAST ACEH REGENCY 2008-2011 iii
  4. 4. KATA PENGANTAR Keberhasilan pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah dan Masyarakat DI Kabupaten Aceh Timur dapat dilihat dan diukur dari seberapa besar pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDRB), pertumbuhan ekonomi dan pendapatan perkapita penduduk Aceh Timur. Salah satu cara melihat dan meninjau seberapa besar pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto, pertumbuhan ekonomi dan pendapatan perkapita penduduk Aceh Timur adalah dengan mengkaji hasil perhitungan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang disajikan dalam publikasi ” Produk Domestik Regional Bruto Menurut Lapangan Usaha Kabupaten Aceh Timur 2008-2011” yang merupakan hasil kerjasama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Aceh Timur dengan Badan Pusat Statistik Kabupaten Aceh Timur. Melalui informasi yang disajikan dalam publikasi ini semoga dapat membantu dalam menganalisa hasil pembangunan khususnya dalam bidang perekonomian secara makro dan dapat membantu penyususnan perencanaan pembangunan di Kabupaten Aceh Timur dimasa mendatang. Sehingga perencanaan pembangunan yang akan dilaksanakan dapat lebih akurat, terpercaya, tepat waktu, dan sesuai dengan tujuan yang diharapkan, yaitu memakmurkan dan mensejahterakan masyarakat. Idi, Oktober 2012 Kepala BAPPEDA Kabupaten Aceh Timur Ir. Husni Thamrin, MM Nip. 195912311991031035 iv PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN ACEH TIMUR 2008-2011
  5. 5. PREFACE The success of development executed by local government and public in East Aceh Regency can be measured from how big growth of Gross Regional Domestic Product (GRDP), economic growth and resident’s income per capita in East Aceh Regency. One of way of seeing and evaluating how big growth of Gross Regional Domestic Product, economic growth and income per capita of resident of East Aceh Regency with studying result of calculation of Gross Regional Domestic Product (GRDP) presented in a publication " Gross Regional Domestic Product by Industrial Origin of East Aceh Regency 2008-2011" which is published by East Aceh Timur Regional Development Planning Boards and East Aceh Central Boards of Statistics. I hope the information in this book can help in analizing the development especially if we see from economis sides in macro and can help in order to make a development planning in the future. So the planning can more accurate, trust, up to date, and as good as the target, taht is to increasing the social prosperity. Idi, Oktober 2012 Head Officer Regional Development Planning Boards East Aceh Regency Ir. Husni Thamrin, MM Nip. 195912311991031035 GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT OF EAST ACEH REGENCY 2008-2011 v
  6. 6. KATA PENGANTAR Alhamdulillah, berkat rahmat Allah SWT akhirnya publikasi “Produk Domestik Regional Bruto Menurut Lapangan Usaha Kabupaten Aceh Timur 2008-2011” ini dapat diselesaikan. Publikasi ini menyajikan hasil perhitungan produk domestik yang dihasilkan oleh Kabupaten Aceh Timur selama tahun 2011. Penghitungan didasarkan pada harga yang berlaku di tahun 2011 dan harga konstan tahun 2000. Publikasi ini menyajikan informasi tentang nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), laju pertumbuhan, nilai pendapatan regional dan nilai pendapatan per kapita dari tahun 2008-2011. Penyajian perhitungan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada beberapa sektor masih menggunakan angka sementara dikarenakan kurang lengkapnya data dasar yang tersedia, perhitungan dan sektor-sektor tersebut akan disempurnakan pada publikasi berikutnya. Akhirnya kami ucapkan terima kasih kepada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Aceh Timur dan seluruh pihak yang telah membantu dalam penyusunan publikasi ini. Semoga publikasi ini dapat bermanfaat dalam rangka penyusunan perencanaan pembangunan di kabupaten Aceh Timur dan juga dapat berguna untuk kebutuhan informasi lainnya. Idi, Oktober 2012 Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Aceh Timur Munir Ilyas, SE Nip. 196806011992121001 vi PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN ACEH TIMUR 2008-2011
  7. 7. PREFACE Alhamdulillah, thanks to Allah SWT, finally the publication “Gross Regional Domestic Product by Industrial Origin of East Aceh Regency 2008-2011” can be finished. This publication showing the result of Domestic Product calculation in Aceh Timur Regency during 2011 which calculated by use current market price 2011 and 2000 constant market price. This publication shows many information about value of Gross Reginal Domestic Product (GRDP), rate of growth, regional income value and income percapita from 2008 until 2011. The publish of Gross Domestic Regional Product calculation in some sector still use temporary value couse the base data is not complete, the calculation from that’s sectors will completed at next publication. Finally, thanks to Aceh Timur Regional Development Planning Board and all who have give the contribution in publish this publication. I hope this publication can usefull in way to making development planning in Aceh Timur Regency and can use for other all information needed. Idi, Oktober 2012 Head Officer Central Boards Of Statistics East Aceh Regency Munir Ilyas, SE Nip. 196806011992121001 GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT OF EAST ACEH REGENCY 2008-2011 vii
  8. 8. DAFTAR ISI / CONTENTS SAMBUTAN BUPATI ACEH TIMUR / GREETING FROM Authorized Regent of East Aceh Regency KATA PENGANTAR KEPALA BAPPEDA KABUPATEN ACEH TIMUR / PREFACE FROM HEAD OF EAST ACEH REGENCY REGIONAL PLANNING BOARD ii iv KATA PENGANTAR KEPALA BPS KABUPATEN ACEH TIMUR / PREFACE FROM head of EAST ACEH REGENCY CENTRAL BOARDS STATISTICS vi DAFTAR ISI / CONTENTS ii DAFTAR GRAFIK / LIST OF GRAPHS DAFTAR LAMPIRAN / ATTACHMENT LIST viii ix x BAB I PENDAHULUAN / INTRODUCTION 1.1 Latar Belakang / 1.2 Pengertian PDRB / Definition of GRDP 1.3 Metode Dasar Penghitungan PDRB ADHB / Basic Method of Calculating GRDP At Current Prices 1 2/3 4/5 4/5 1.4 Metode Dasar Penghitungan PDRB ADHK / Basic Method of Calculating GRDP at Constant Prices 8/9 1.5 Cara Penyajian dan Angka Indeks / Way of Presentation and Index Number 1.6 Manfaat dan Kegunaan PDRB Sektoral / Benefits and Uses of GRDP Sectoral 1.7 Perubahan Tahun Dasar Penghitungan PDRB / Changes in Base Year Calculating GRDP 10/11 12/13 14/15 BAB II BAB III TINJAUAN UMUM PEREKONOMIAN / GENERAL ECONOMIC REVIEW 3.1 Perkembangan PDRB / Trend of GRDP 3.2 Struktur Ekonomi / Economic Stucture 3.3 Pertumbuhan Ekonomi / Economic Growth 3.4 Laju Implisit / Implicit Growth Rate 3.5 Pendapatan Regional Per Kapita / Per Capita Regional Income 35 36/37 38/39 40/41 42/43 42/43 BAB IV TINJAUAN PEREKONOMIAN MENURUT SEKTOR / ECONOMIC REVIEW BY SECTORS 4.1 Pertanian / Agriculture 4.2 Pertambangan dan Penggalian / Minning and Quarrying 4.3 Industri Pengolahan / Manufacturing Industry 4.4 Listrik, Gas, dan Air Bersih / Electricity, Gas, & Water Supply 4.5 Bangunan / Construction 4.6 Perdagangan, Hotel, dan Restoran / Trade, Hotel, & Restaurant 4.7 Pengangkutan dan Komunikasi / Transport & Communication 4.8 Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan / Financial, Real Estate & Comp. Services 4.9 Jasa-Jasa / Services 45 46/47 48/59 50/51 52/53 54/55 56/57 58/59 60/61 62/63 BAB V viii CAKUPAN SEKTOR-SEKTOR EKONOMI / THE COVERAGES OF ECONOMIC SECTORS TABEL - TABEL POKOK PDRB KABUPATEN ACEH TIMUR / GRDP MAIN TABLES OF EAST ACEH REGENCY 65 PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN ACEH TIMUR 2008-2011 19
  9. 9. DAFTAR GRAFIK / LIST OF GRAPHS Grafik 3.1 Graph 3.1 PDRB Kabupaten Aceh Timur ADHB 2008-2011 (triliun rupiah) GRDP of East Aceh Regency At Current Price 2008-2011 (trillion rupiah) 36 37 Grafik 3.2 Graph 3.2 PDRB Kabupaten Aceh Timur ADHK 2000 2008-2011 (triliun rupiah) GRDP of East Aceh Regency At 2000 Constant Price 2008-2011 (trillion rupiah) 36 37 Grafik 3.3 Graph 3.3 Struktur Perekonomiaan Kabupaten Aceh Timur 2008-2011 (persen) Economics Structure of East Aceh Regency 2008-2011 (percent) 38 39 Grafik 3.4 Graph 3.4 Distribusi Struktur Ekonomi Kabupaten Aceh Timur 2011 (persen) Distribution of Ekonomics Structure of East Aceh Regency 2011 (percent) 38 39 Grafik 3.5 Graph 3.5 Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Aceh Timur 2008-2011 (persen) Economic Growth of East Aceh Regency 2008-2011 (percent) 40 41 Grafik 3.6 Graph 3.6 Pertumbuhan riil Sektor Ekonomi Kabupaten Aceh Timur 2011 (persen) Real Growth of Economic Sectors of East Aceh Regency 2011 (percent) 40 41 Grafik 3.7 Graph 3.7 Laju Implisit PDRB Kabupaten Aceh Timur 2008-2011 (persen) GRDP Implicit Growth Rate of East Aceh Regency2008-2011 (percent) 42 43 Grafik 3.8 Graph 3.8 Pendapatan Per Kapita Kabupaten Aceh Timur ADHB 2008-2011 (juta rupiah) Per Capita Regional Income of East Aceh Regency At Current Price 2008-2011 (million rupiah) 42 43 Grafik 4.1 Graph 4.1 Kontribusi Sektor Pertanian dan subsektor pendukungnya 2008-2011 (%) Contribution of Agriculture Sector and Its Supporter Subsectors 2008-2011 (%) 46 47 Grafik 4.2 Graph 4.2 Laju Pertumbuhan Sektor Pertanian dan subsektor pendukungnya 2011 (%) Growth Rate of Agriculture Sector and Its Supporter Subsectors 2011 (%) 46 47 Grafik 4.3 Graph 4.3 Kontribusi Sektor Pertambangan dan subsektor pendukungnya 2008-2011 (%) Contribution of Mining and Quarrying Sector and Its Supporter Subsectors 20082011 (%) 48 49 Grafik 4.4 Graph 4.4 Laju Pertumbuhan Sektor Pertambangan dan subsektor pendukungnya 2011 (%) Growth Rate of Mining and Quarrying Sector and Its Supporter Subsectors 2011 (%) 48 49 Grafik 4.5 Graph 4.5 Kontribusi Sektor Industri Pengolahan 2011 (%) Contribution of Manufacturing Industry Sector and Its Supporter Subsectors 2011 (%) 50 51 Grafik 4.6 Graph 4.6 Laju Pertumbuhan Sektor Industri serta subsektor pendukungnya 2011 (%) Growth Rate of Manufacturing Industry Sector and Its Supporter Subsectors 2011 (%) 50 51 Grafik 4.7 Graph 4.7 Kontribusi Sektor Listrik serta subsektor pendukungnya 2008-2011 (%) Contribution of Electricity, Gas, and Water Sector and Its Supporter Subsectors 2008-2011 (% 52 53 Grafik 4.8 Graph 4.8 Laju Pertumbuhan Sektor Listrik serta subsektor pendukungnya 2011 (%) Growth Rate of Electricity, Gas, and Water Sector and Its Supporter Subsectors 2011 (%) 52 53 GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT OF EAST ACEH REGENCY 2008-2011 ix
  10. 10. Grafik 4.9 Graph 4.9 Kontribusi Sektor Bangunan 2008-2011 (%) Contribution of Construction Sector and Its Supporter Subsectors 2008-2011 (%) 54 55 Grafik 4.10 Graph 4.10 Laju Pertumbuhan Sektor Bangunan 2008-2011 (%) Growth Rate of Construction Sector and Its Supporter Subsectors 2011 (%) 54 55 Grafik 4.11 Kontribusi Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran dan Subsektor Pendukungnya 2008-2011 (%) Contribution of Trade, Hotel and Restaurant Sector and Its Supporter Subsectors 2008-2011 (%) 56 Laju Pertumbuhan Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran dan Subsektor Pendukungnya 2008-2011 (%) Growth Rate of Trade, Hotel and Restaurant Sector and Its Supporter Subsectors 2011 (%) 56 Kontribusi Sektor Pengangkutan & Komunikasi serta subsektor pendukungnya 2008-2011 (%) Contribution of Transport and communication Sector and Its Supporter Subsectors 2008-2011 (%) 58 Laju pertumbuhan Sektor Pengangkutan & Komunikasi serta subsektor pendukungnya 2011 (%) Growth Rate of Transport and communication Sector and Its Supporter Subsectors 2011 (%) 58 Kontribusi Sektor Keuangan, Sewa & Jasa Perusahaan serta subsektor pendukungnya 2008-2011 (%) Contribution of Financial, Real Estate, and Company Service Sector and Its Supporter Subsectors 2008-2011 (%) 60 Laju pertumbuhan Sektor Keuangan, Sewa & Jasa Perusah. serta subsektor pendukungnya 2011 (%) Growth Rate of Financial, Real Estate, and Company Service Sector and Its Supporter Subsectors 2011 (%) 60 Grafik 4.17 Graph 4.17 Kontribusi Sektor Jasa-jasa serta subsektor pendukungnya 2008-2011 (%) Contribution of Services Sector and Its Supporter Subsectors 2008-2011 (%) 70 71 Grafik 4.18 Graph 4.18 Laju pertumbuhan Sektor Jasa-jasa serta subsektor pendukungnya 2011 (%) Growth Rate of Services Sector and Its Supporter Subsectors 2011 (%) 70 71 Graph 4.11 Grafik 4.12 Graph 4.12 Grafik 4.13 Graph 4.13 Grafik 4.14 Graph 4.14 Grafik 4.15 Graph 4.15 Grafik 4.16 Graph 4.16 x PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN ACEH TIMUR 2008-2011 57 57 59 59 61 61
  11. 11. DAFTAR LAMPIRAN / ATTACHMENT LIST Tabel 5.1 Table 5.1 PDRB Kabupaten Aceh Timur ADHB Menurut Lapangan Usaha (juta rupiah) GRDP of East Aceh Regency At Current Price by Industrial Origin (million rupiah) 66 Tabel 5.2 Table 5.2 PDRB Kabupaten Aceh Timur ADHK 2000 Menurut Lapangan Usaha (juta rupiah) GRDP of East Aceh Regency At 2000 Constant Price by Industrial Origin (million rupiah) 67 Tabel 5.3 Table 5.3 Struktur PDRB Kabupaten Aceh Timur ADHB Dengan Migas (persen) GRDP Structure of East Aceh Regency At Current Price With Oil & Gas (percent) 68 Tabel 5.4 Table 5.4 Struktur PDRB Kabupaten Aceh Timur ADHK 2000 Dengan Migas (Persen) GRDP Structure of East Aceh Regency At 2000 Constant Price With Oil & Gas (percent) 69 Tabel 5.5 Table 5.5 Struktur PDRB Kabupaten Aceh Timur ADHB Tanpa Migas (persen) GRDP Structure of East Aceh Regency At Current Price Without Oil & Gas (percent) 70 Tabel 5.6 Table 5.6 Struktur PDRB Kabupaten Aceh Timur ADHK 2000 Tanpa Migas (persen) GRDP Structure of East Aceh Regency At 2000 Constant Price Without Oil & Gas (percent) 71 Tabel 5.7 Table 5.7 Indeks Perkembangan PDRB Kabupaten Aceh Timur ADHB Trend Indices of GRDP of East Aceh Regency At Current Price 72 Tabel 5.8 Table 5.8 Indeks Perkembangan PDRB Kabupaten Aceh Timur ADHK 2000 Trend Indices of GRDP of East Aceh Regency At 2000 Constant Price 73 Tabel 5.9 Table 5.9 Laju Pertumbuhan PDRB Kabupaten Aceh Timur ADHB (persen) Growth Rate of GRDP of East Aceh Regency At Current Price (percent) 74 Tabel 5.10 Table 5.10 Laju Pertumbuhan PDRB Kabupaten Aceh Timur ADHK 2000 (persen) Growth Rate of GRDP of East Aceh Regency At 2000 Constant Price (percent) 75 Tabel 5.11 Table 5.11 Indeks Harga Implisit PDRB Kabupaten Aceh Timur Implisit Price Indices of GRDP of East Aceh Regency 76 Tabel 5.12 Table 5.12 Laju Pertumbuhan Indeks Harga Implisit PDRB Kabupaten Aceh Timur (persen) Growth Rate of Implicit Price Indices of GRDP of East Aceh Regency (percent) 77 Tabel 5.13 Table 5.13 Perkembangan Beberapa Agregat Pendapatan ADHB Dengan Migas Trend of Aggregate Incomes At Current Prices With Oil And Gas 78 Tabel 5.14 Table 5.14 Perkembangan Beberapa Agregat Pendapatan ADHK 2000 Dengan Migas Trend of Aggregate Incomes At 2000 Constant Prices With Oil And Gas 78 Tabel 5.15 Table 5.15 Laju Pertumbuhan Beberapa Agregat Pendapatan ADHB Dengan Migas Growth Rate of Aggregate Incomes At Current Prices With Oil And Gas 79 Tabel 5.16 Table 5.16 Laju Pertumbuhan Beberapa Agregat Pendapatan ADHK 2000 Dengan Migas Growth Rate of Aggregate Incomes At 2000 Constant Prices With Oil And Gas 79 Tabel 5.17 Table 5.17 Perkembangan Beberapa Agregat Pendapatan ADHB Tanpa Migas Trend of Aggregate Incomes At Current Prices Without Oil And Gas 80 GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT OF EAST ACEH REGENCY 2008-2011 xi
  12. 12. Tabel 5.18 Table 5.18 80 Tabel 5.19 Table 5.19 Laju Pertumbuhan Beberapa Agregat Pendapatan ADHB Tanpa Migas Growth Rate of Aggregate Incomes At Current Prices Without Oil And Gas 81 Tabel 5.20 Table 5.20 xii Perkembangan Beberapa Agregat Pendapatan ADHK 2000 Tanpa Migas Trend of Aggregate Incomes At 2000 Constant Prices Without Oil And GAS Laju Pertumbuhan Beberapa Agregat Pendapatan ADHK 2000 Tanpa Migas Growth Rate of Aggregate Incomes At 2000 Constant Prices Without Oil And Gas 81 PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN ACEH TIMUR 2008-2011
  13. 13. penyelenggara statistik dasar, statistik Latar Belakang 1.1 Perencanaan pembangunan sektoral dan statistik khusus. Hasil ekonomi suatu negara atau daerah, kompilasi memerlukan bermacam data sebagai atau dasar penentuan strategi dan kebijakan statistik sektoral atau statistik khusus agar sasarannya dapat dicapai dengan tersebut dapat disajikan baik dalam tepat. bentuk statistik lintas sektoral maupun Strategi dan kebijakan produk administrasi pengolahan statistik pembangunan ekonomi yang telah statistik diambil pada masa yang lalu perlu di adalah monitor dan dievaluasi hasil-hasilnya. dasar, Regional Bruto (PDRB). Berbagai data statistik yang merupakan regional, dan angka salah Produk satunya Domestik Produk Domestik Regional Bruto ukuran kuantitas, mutlak diperlukan Kabupaten untuk memberikan gambaran tentang merupakan salah satu hasil pengolahan keadaan pada masa yang lalu dan masa kegiatan statistik dasar yang disajikan kini, serta sasaran-sasaran yang akan secara dicapai pada masa yang akan datang. memberikan Aceh berkala Timur yang (time series) gambaran kinerja Salah satu upaya pembangunan ekonomi regional makro dari waktu ke ekonomi sebagai suatu kebijaksanaan waktu, sehingga arah perekonomian pembangunan regional akan lebih jelas. adalah untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, memperluas lapangan kerja, Publikasi Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Aceh Timur 2008- memeratakan pembagian pendapatan 2011 ini merupakan kelanjutan dari masyarakat, meningkatkan hubungan penerbitan seri-seri sebelumnya, yang ekonomi regional dan mengusahakan disajikan baik atas dasar harga berlaku pergeseran dari maupun atas dasar harga konstan. sektor primer ke sektor sekunder Penerbitan Produk Domestik Regional dan tersier. Dengan perkataan lain Bruto arah diharapkan dapat memberikan manfaat kegiatan ekonomi dari pembangunan adalah ekonomi mengusahakan agar bagi Kabupaten para Aceh pengguna Timur data untuk pendapatan masyarakat naik secara berbagai kepentingan, seperti untuk mantap, perencanaan, evaluasi maupun kajian dan dengan tingkat pemerataan yang sebaik mungkin. Berdasarkan Undang-Undang hasil pembangunan telah dilaksanakan Republik Indonesia Nomor 16 Tahun pemerintah 1997 ekonomi yang oleh pihak swasta. tentang Statistik dijelaskan pusat-/daerah tentang Badan Pusat Statistik sebagai 2 PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN ACEH TIMUR 2008-2011 maupun
  14. 14. 1.1 organizer Background of statistics, planning statistics of a country or region, requiring a statistics. Compilation variety administrative products Economic development of data as a basis for of basic sectoral special of and processing so that the goal can be achieved statistics with Economic statistics may be presented either in development strategies and policies the form of cross-sectoral statistics that have been taken in the past and regional statistics, one of which need is the number of Gross Regional right. to be evaluated monitored the results. and Various basic or determining strategies and policies the of and sectoral statistics, or specific Domestic Product (GRDP). statistical data which is a measure Gross Regional Domestic Product of quantity, is absolutely necessary of East Aceh Regency, which is one to result provide an overview of the of processing activities of situation in the past and present, as basic statistics are presented on a well as goals to be achieved in the regular basis (time series) provide future. an One of the efforts of economic development as a policy development is to improve people's lives, expanding opportunities, economic the of regional performance macro- over so the direction of the time, regional economy will be more obvious. employment equalize overview Publication of the Gross Regional Domestic Product revenues, Regency in economic continuation of the publication of shift in the previous series, which is served economic activity from the primary either on the basis of current prices sector and distribution of enhance regional relations and to public seek secondary a and tertiary constant of East 2008-2011 prices. Aceh was Issuance a of sectors. In other words the direction Gross Regional Domestic Product of of economic development is to keep East Aceh district is expected to people's income rises steadily, and provide benefits to the users of the with data for various purposes, such as the best possible level of equity. for planning, evaluation and review Based on the Law of the Republic of the results of economic of Indonesia Number 16 Year 1997 development which has concerning statistics on the Central implemented by Statistics Agency described as the government / local and private. the GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT OF EAST ACEH REGENCY 2008-2011 been central 3
  15. 15. 1.2 Pengertian PDRB Produk Domestik Regional Bruto didefinisikan sebagai total nilai tambah (value added)1 yang dihasilkan oleh seluruh unit produksi2 dalam satu region3 selama satu periode tertentu4, atau merupakan jumlah seluruh nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit produksi di daerah dalam satu periode tertentu. Perhitungan PDRB disajikan dalam dua versi penilaian harga pasar, yaitu PDRB atas dasar harga berlaku (ADHB), dan PDRB atas dasar harga konstan (ADHK). PDRB ADHB menggambarkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung berdasarkan harga pasar pada tahun yang bersangkutan. Data PDRB ADHB digunakan untuk melihat struktur ekonomi dan transformasi struktur ekonomi (structural transformation), serta untuk menghitung besaran pendapatan perkapita dari penduduknya. PDRB ADHK menunjukkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga pada tahun tertentu sebagai tahun dasar. Pada periode sekarang ini digunakan tahun 2000 sebagai tahun dasar. Fungsi PDRB ADHK adalah untuk mengukur laju pertumbuhan ekonomi. 1 Nilai tambah (value added) barang dan jasa yang diproduksi dihitung dengan cara mencari selisih nilai produksi (output) dengan biaya antara (intermediate cost). Nilai tambah tersebut akan sama dengan balas jasa faktorfaktor produksi yang ikut serta dalam proses produksi 2 Unit produksi yang di maksud adalah badan usaha/ perusahaan yang beroperasi dalam suatu region/daerah tanpa mempermasalahkan kepemilikannya apakah milik penduduk daerah atau dari luar daerah,. 3 Region/daerah pada publikasi ini adalah dalam lingkup wilayah administratif Kabupaten Aceh Timur 4 Periode yang digunakan pada umumnya adalah satu tahun, dan bisa juga satu triwulan (untuk level PDB dan PDRB provinsi) 4 1.3 Metode Dasar Penghitungan PDRB ADHB PDRB ADHB dapat dihitung melalui 2 metode yaitu ; metode langsung dan metode tidak langsung a. Metode langsung Metode langsung adalah metode penghitungan dengan menggunakan data yang bersumber dari wilayah/daerah yang bersangkutan, tidak termasuk data yang diperoleh dari angka nasional atau daerah/wilayah lain. Pada prinsipnya metode langsung ini menggunakan 3 macam pendekatan yaitu : 1. 2. 3. produksi/sektoral pengeluaran pendapatan Pendekatan produksi PDRB berdasarkan pendekatan produksi (atau disebut PDRB sektoral) dihitung sebagai jumlah nilai tambah bruto dari barang dan jasa yang dihasilkan oleh seluruh unit produksi yang berada di region dalam periode tertentu. Unit produksi yang dipergunakan dalam sajian ini meliputi 3 sektor utama (berdasarkan System of National Account/SNA 1993), yaitu ; (i) sektor primer, (ii) sektor sekunder, (iii) sektor tersier. Lebih rinci lagi ketiga sektor utama tersebut dibagi menjadi 9 sektor lapangan usaha yang tiap sektornya terdiri dari beberapa sub sektor. Hal ini mengacu kepada KLUI 1990 (Klasifikasi Lapangan Usaha Indonesia) sebagaimana ditampilkan tabel di bawah. PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN ACEH TIMUR 2008-2011
  16. 16. 1.2 Definition of GRDP Gross Regional Domestic Product is defined as the sum of value added1 generated by all units of production2 in one region3 during a specific period4, or a total value of final goods and services produced by all production units in the area within a certain period. GRDP calculations are presented in two versions of the market price assessments, namely GRDP at current prices, and GRDP at constant prices. GRDP at current prices illustrates the value-added goods and services calculated based on market prices during the year. Data of GRDP at current prices is used to look at the economic structure and transformation of economic structure, as well as to calculate the amount of income per capita of population. GRDP at constant prices shows the value-added goods and services that are calculated using the price in a given year as the base year. In the present period used 2000 as base year. The function of GRDP at constant prices is to measure the rate of economic growth. 1 Value added of goods and services produced is calculated by finding the difference in value of production (output) at a intermediate cost. The value added will be equal to the remuneration of production factorsparticipate in the production process. 2 Production unit that the intention is a business entity / company that operates in a region / area without possession whether owned by residents concerned about the area or from outside the region. 3 Region / area in this publication is within the scope of administrative regions in East Aceh Regency. 4 Period used in general is one year, and could also be one quarter (for the country's GDP level and the provincial GRDP). 1.3 Basic Method of Calculating GRDP At Current Prices GRDP at current prices can be calculated by 2 (two) methods namely direct method and indirect method: a. Direct method The direct method is the method of calculation using data sourced from areas / regions concerned, excluding the data obtained from national numbers or areas / regions. In principle, this direct method using the 3 (three) kinds of approaches: 1.production/sectoral 2.expenditure 3.revenue Production approach GRDP by production approach (or socalled sectoral GRDP) is calculated as the sum of gross value added of goods and services produced by all production units are located in the region within a certain period. Production units used in this dish includes three main sectors (based on the System of National Accounts / SNA 1993), namely: (i) the primary sector, (2) the secondary sector, (3) tertiary sector. More detail the three main sectors of the field is divided into 9 sectors of business that each sector consists of sub-sub-sector. This refers to the KLUI 1990 (Industrial Classification of Indonesia) as shown table at below. GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT OF EAST ACEH REGENCY 2008-2011 5
  17. 17. Tabel Klasifikasi Sektor Ekonomi Menurut Lapangan Usaha KELOMPOK SEKTOR PRIMER LAPANGAN USAHA 1. PERTANIAN 2. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN SEKUNDER 3. INDUSTRI PENGOLAHAN 4. LISTRIK, GAS, & AIR BERSIH TERSIER 5. BANGUNAN 6. PERDAGANGAN, HOTEL & RESTORAN 7. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI 8. KEUANGAN, SEWA, & JASA PERUSAHAAN 9. JASA-JASA 6 SUBSEKTOR a. Tanaman Bahan Makanan b. Tanaman Perkebunan c. Peternakan dan Hasil-hasilnya d. Kehutanan e. Perikanan a. Minyak dan Gas Bumi b. Pertambangan tanpa Migas c. Penggalian a. Industri Migas 1. Pengilangan Minyak Bumi 2. Gas Alam Cair b. Industri Tanpa Migas 1. Makanan, Minuman dan Tembakau 2. Tekstil, Brg. Kulit & Alas kaki 3. Brg. Kayu & Hasil Hutan lainnya 4. Kertas dan Barang Cetakan 5. Pupuk, Kimia & Brg. dari Karet 6. Semen & Brg. Galian bukan logam 7. Logam Dasar Besi & Baja 8. Alat Angk., Mesin & Peralatannya 9. Barang lainnya a. Listrik b. Gas c. Air Bersih -------------------------------------------------------------a. Perdagangan Besar & Eceran b. Hotel c. Restoran a. Pengangkutan 1. Angkutan Rel 2. Angkutan Jalan Raya 3. Angkutan Laut 4. Angk. Sungai, Danau & Penyebr. 5. Angkutan Udara 6. Jasa Penunjang Angkutan b. Komunikasi 1. Pos dan Telekomunikasi 2. Jasa Penunjang Komunikasi a. Bank b. Lembaga Keuangan tanpa Bank c. Jasa Penunjang Keuangan d. Sewa Bangunan e. Jasa Perusahaan a. Pemerintahan Umum 1. Adm. Pemerintah & Pertahanan 2. Jasa Pemerintah lainnya b. Swasta 1. Sosial Kemasyarakatan 2. Hiburan & Rekreasi 3. Perorangan & Rumahtangga PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN ACEH TIMUR 2008-2011
  18. 18. Tables Classification of Economic Sector by Industrial Origin SECTOR GROUP PRIMARY INDUSTRIAL ORIGIN/SECTOR 1. AGRICULTURE 2. MINING & QUARRYING SECONDARY 3. MANUFACTURING INDUSTRY 4. ELECTRICITY, GAS AND WATER SUPPLY TERTIARY 5. CONSTRUCTION 6. TRADE, HOTEL AND RESTAURANT 7.TRANSPORT AND COMMUNICATION 8. FINANCE, REAL ESTATE AND COMPANY SERVICES 9. SERVICES SUB-SECTOR a. Food crops b. Estate crops Food Crops c. Livestocks and Its Products d. Forestry Food Crops e. Fishery Food Crops a. Oil and Gas Mining b. Non- Oil and Gas Mining c. Quarrying a. Oil and Gas Industry 1. Petroleum Refinery 2. Liquefied Natural Gas (LNG) b. Non-Oil and Gas Industry 1. Food, Beverages & Tobacco 2. Textile, leather Prod & Footwear 3. Products of Wood 4. Paper & Printed Matter 5. Fertilizers, Chemical And Rubber goods 6. Cement & Non-Metallic Minerals 7. Base Metals Iron and Steel 8. Trans. Appliance, Machinery & Equipment 9. Other Industrial goods a. Electricity b. City Gas c. Water Supply -------------------------------------------------------------a. Wholesale & Retail Trade b. Hotel c. Restaurant a. Transport 1. Rail Transport 2. Road Transport 3. Sea Transport 4. River, Lake & Ferry Transport, 5. Air Transport 6. Services Allied to Transport b. Communication 1. Post, Giro and Telecommunication 2. Services Allied to Communication a. Bank b. Non-Bank Financial Institutions c. Services Allied to Finance d. Real Estate e. Company Services a. General government 1. Government Administration & Defence 2. Other Government Services b. Private services 1. Social & Community Services 2. Entertainment and Recreation Services 3. Personal and Household Services GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT OF EAST ACEH REGENCY 2008-2011 7
  19. 19. Secara empiris, PDRB sektoral dapat dirumuskan sebagai berikut : ∑ NTB : Nilai Tambah Bruto (Output – Biaya Antara) i : Lapangan usaha {(i=1;pertanian) ,(i=2; pertambangan),...,(i=9; jasa)} Pendekatan pengeluaran Penghitungan PDRB berdasarkan pendekatan pengeluaran (atau disebut PDRB konsumsi) adalah dengan cara menghitung jumlah nilai akhir dari barang-barang dan jasa yang dikonsumsi oleh seluruh institusi ekonomi. Secara makro, komponen PDRB pengeluaran terdiri dari : (i) (ii) (iii) (iv) Konsumsi Rumahtangga Konsumsi Lembaga Nirlaba Konsumsi Pemerintah. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) (v) Perubahan Stok ( ) (vi) Eksport Neto (ekspor – Impor) Secara empiris, PDRB penggunaan dapat dirumuskan sebagai berikut : neto [PTLN] (pajak dikurangi subsidi)}. Pendekatan pendapatan Penghitungan PDRB dengan pendekatan pendapatan adalah dengan cara menjumlahkan semua balas jasa faktor-faktor produksi {upah&gaji[UG], surplus usaha[SU] termasuk juga penyusutan dan pajak tak langsung 8 langsung Surplus usaha termasuk bunga modal neto (selisih bunga yang diterima dengan bunga yang dibayarkan), sewa tanah dan keuntungan (profit). Secara empiris, PDRB penggunaan dapat dirumuskan sebagai berikut : b. Metode tidak langsung Metode tidak langsung merupakan penghitungan dengan cara menggunakan data alokator yang cocok dengan masing-masing instistusi/sektor ekonomi. Metode tidak langsung ini sangat jarang dilakukan, karena dalam praktek penghitungan PDRB, metode ini mengandung kelemahan sehingga tidak lebih baik dibandingkan metode langsung. Lazimnya metode ini diterapkan untuk daerah-daerah yang cakupan datanya kurang tersedia dengan lengkap seperti PDRB Kecamatan. 1.4 C : Total konsumsi akhir Rumah tangga, lembaga nirlaba, dan pemerintah tak Metode Dasar PDRB ADHK Penghitungan Pada dasarnya dikenal tiga metode penghitungan PDRB atas dasar harga konstan, yang masing-masing dapat diuraikan sebagai berikut : a. Revaluasi Metode ini dilakukan dengan cara menilai produksi setiap tahun dengan menggunakan harga pada tahun dasar (harga konstan). PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN ACEH TIMUR 2008-2011
  20. 20. Empirically, sectoral be formulated as follows: GRDP can ∑ GVA : Gross Value Added (Output - Intermediet Cost) i : Sector {(i = 1; agriculture), (i = 2; mining), ..., (i = 9; services) Expenditure approach Calculations of GRDP by expenditure approach (or called GRDP consumption) is to calculate the amount of the final value of goods and services consumed by all the economic institutions. At the macro level, GRDP expenditure components consist of: (i) Household Consumption (ii) Non-Profit Institutions Consump-tion (iii) Government Consumption (iv) Gross Fixed Capital Formation (GFCF) (v) Inventory Changes ( (vi) Net Exports (exports - imports) Empirically, the use of GRDP can be formulated as follows: C : Total final consumption of households, nonprofit institutions, and government Revenue Approach Calculations of GRDP by the income approach is by way of summing all remuneration of production factors (wages & salaries [WS], revenue surplus [RS] including depreciation and Netto indirect taxes [NIDT] (indirect taxes minus subsidies). Surplus of business, including interest net capital (the difference between interest received with interest paid), land rent and profit (profit). Empirically, GRDP by income can be formulated as follows: b Indirect method Indirect method is the calculation by using the data that matches alokator each instistusi / economic sectors. Indirect method is very rarely done, because in practice the calculation of GRDP, this method contains a weakness that is not better than the direct method. Normally this method is applied to areas that lack coverage is available with complete data such as District GRDP. 1.4 Basic Method of Calculating GRDP at Constant Prices Basically until now there are three known methods of calculating GRDP namely: a. Revaluation This method is done by assessing the production of each year using the prices in the base year (constant prices). GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT OF EAST ACEH REGENCY 2008-2011 9
  21. 21. b. Ekstrapolasi Nilai tambah atas dasar harga konstan pada suatu tahun diperoleh dengan cara mengalikan nilai tambah pada tahun berjalan dengan ekstrapolatornya. Yang perlu diperhatikan dalam cara ini ialah penentuan ekstrapolatornya. Kuantitas produksi dari masing-masing sektor/sub sektor merupakan ekstrapolator yang terbaik. Namun apabila angka-angka tersebut tidak dapat diperoleh, maka dapat pula dipakai keterangan-keterangan lain yang erat kaitannya dengan produktivitasnya seperti tenaga kerja, kapasitas produksi (mesin, kendaraan dan sebagainya). c. Deflasi Metode ini dilakukan dengan membagi nilai tambah atas dasar harga berlaku dengan indeks harga dari barang-barang yang bersangkutan. Indeks harga disini dapat berupa indeks harga perdagangan besar, indeks harga produsen dan indeks harga konsumen. Indeks harga yang dipakai sebagai deflator harus disesuaikan tahun dasarnya. 1.5 Cara Penyajian dan Angka Indeks Dalam penyajian Produk Domestik Regional Bruto ada dua penilaian harga yaitu; (i) Atas Dasar Harga Berlaku Penyajian ADHB menunjukkan agregat pendapatan dinilai menurut harga yang terjadi di pasar pada tahun yang bersangkutan, baik untuk menilai produksi, biaya antara dan termasuk juga komponen PDRB menurut 10 penggunaan (konsumsi rumah tangga, konsumsi lembaga nirlaba, konsumsi pemerintah, PMTB, perubahan stok dan ekspor neto) (ii) Atas Dasar Harga Konstan Penyajian ADHK menunjukkan agregat pendapatan yang dinilai menurut harga tetap/konstan. Baik produksi maupun biaya antara dinilai menurut harga tahun dasar, sehingga akan menunjukkan perkembangan agregat pendapatan secara riil dari tahun ke tahun. Disamping itu, agregat pendapatan, disajikan pula dalam bentuk angka indeks, sebagai berikut : a. Indeks Perkembangan Indeks ini menunjukkan tingkat perkembangan pendapatan /perekonomian dari tahun ke tahun yang dibandingkan dengan tahun dasar. Indeks tersebut diperoleh dengan membagi nilai agregat pendapatan masing-masing tahun dengan nilai tahun dasar dikalikan 100. Indeks perkembangan tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut : x100% IP : Indeks Perkembangan i : Sektor 1, 2, …., sektor 9 t : Tahun t o : Tahun dasar (dalam hal ini tahun 2000) b. Indeks Berantai Indeks ini menunjukkan tingkat pertumbuhan agregat pendapatan atau yang lebih populer dengan PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN ACEH TIMUR 2008-2011
  22. 22. b. Extrapolation Value added at constant prices in a year is obtained by multiplying the value added in the current year with its extrapolator. Noteworthy in this way is the determination of its extrapolator. Production quantity of each sector / sub sector is the best extrapolator. But if these figures can not be obtained, it can also be used other descriptions are closely related to productivity such as labor, production capacity (machinery, vehicles and so on). c.Deflation This method is performed by dividing the value added at current prices by the index price of the goods in question. Price index here can be a great trade price index, producer price index and consumer price index. Price index used as deflator should be adjusted in the base. 1.5 Way of Presentation Index Number and institutions, government consumption, GFCF, stock changes and net exports ) (ii) At Constant Prices Presentation at constan prices shows aggregate revenue assessed according to the price fixed / constant. Both production and costs between the base year assessed according to the price, so it will show the development of aggregate income in real terms from year to year. In addition, aggregate income, also presented in the form of index numbers, as follows: a. Trend Index This index shows the level of development of the income / economy from year to year as compared to base year. The index is obtained by dividing the aggregate value of income each year with the base year multiplied by 100. Growth Index can be formulated as follows: In presenting the Gross Regional Domestic Product is the price of two judgments; (i) At Current Prices Presentation at current prices shows aggregate revenue assessed according to market prices that occurred in the year concerned, either to assess the production, costs between and including the components of GRDP according to usage (household consumption, the consumption of non-profit x100% TI : Trend Index i : Sector 1,2,…., sector 9 t : Year t o : Base year (in this case in 2000) b. Chain Index This index shows the level of aggregate income growth or the more popular with GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT OF EAST ACEH REGENCY 2008-2011 11
  23. 23. pertumbuhan ekonomi (economic growth). Pertumbuhan ekonomi suatu daerah/wilayah ditunjukkan oleh indeks berantai atas dasar harga konstan. Indeks tersebut diperoleh dengan membagi masing-masing agregat pendapatan dengan tahun sebelumnya kemudian dikalikan 100. 1.6 Manfaat dan Kegunaan PDRB Sektoral Data PDRB merupakan salah satu indikator makro yang dapat menunjukkan kondisi perekonomian regional (kabupaten) setiap tahun. Manfaat yang dapat diperoleh dari data ini antara lain adalah : Indeks berantai tersebut dirumuskan sebagai berikut :  Sebagai bahan evaluasi pembangunan dimasa lalu baik pembangunan sektoral maupun keseluruhan.  Sebagai bahan umpan balik terhadap perencanaan pembangunan yang telah dilaksanakan.  Sebagai dasar pembuatan proyeksi perkembangan perekonomian dimasa yang akan datang.  Untuk memantau perkembangan inflasi berdasarkan perubahan harga produsen secara agregatif tertimbang Adapun kegunaan dari interpretasi data PDRB adalah sebagai berikut : dapat x100% IB : Indeks Berantai i : Sektor 1, 2, …., sektor 9 t : Tahun t (t-1) : Tahun sebelumnya c. Indeks implisit Indeks ini merupakan indikator tingkat perkembangan harga dibandingkan harga pada tahun dasar. Bila dari data ini disusun indeks berantainya akan menunjukkan perkembangan harga dari tahun ke tahun secara makro. Indeks implisit ini diperoleh dengan cara membagi agregat harga berlaku dengan harga konstan pada tahun yang sama dikalikan 100. Indeks implisit tersebut dirumuskan sebagai berikut : dapat x100% IH : Indeks Implisit i t 12 : Sektor 1, 2, …., sektor 9 : Tahun t (i) PDRB ADHB nominal menunjukkan kemampuan sumber daya ekonomi yang dihasilkan oleh suatu daerah/wilayah. Nilai PDRB yang besar menunjukkan kemampuan sumber daya ekonomi yang besar. (ii) PDRN ADHB menunjukkan pendapatan yang memungkinkan dapat dinikmati oleh penduduk suatu daerah/wilayah. (iii) PDRB ADHK (riil) dapat digunakan untuk menunjukkan laju pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan atau setiap sektor dari tahun ke tahun. PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN ACEH TIMUR 2008-2011
  24. 24. economic growth. Economic growth of a region / territory is shown by a chain index at constant prices. The index is obtained by dividing the aggregate income of each of the previous year and then multiplied by 100. 1.6 Benefits and Uses of GRDP Sectoral Chain Index can be formulated as follows:  As a materials evaluation of development in the past both the sectoral and overall development.  As a feedback on development plans have been implemented.  As a basis for making projections of economic developments in the future.  To monitor the development of producer price inflation based on changes in aggregative weighted. x100% CI : Chain Index i : Sector 1,2,…., sector 9 t : Year t (t-1) : previous year c. Implicit Index This index is an indicator of price growth rate compared to prices in the base year. When the data is structured berantainya index will show the price development from year to year in the macro. Implicit index is obtained by dividing the aggregate current price constant prices in the same year multiplied by 100 Implicit Index can be formulated as follows: x100% IH : Implicit Index i : Sector 1,2,…., sector t : Year t GDP data is one indicator of macro-economic conditions that could indicate a regional (district) every year. Benefits to be gained from this data include : As for the usefulness of GRDP data interpretation is as follows : (i) Nominal GRDP at current prices demonstrate the ability of economic resources generated by an area / region. GRDP is a large value indicates the ability of large economic resources. (ii) Net Regional Domestic Product (NRDP) at current prices indicate that allows income to be enjoyed by residents of an area / region. (iii) GRDP at constan prices (real) can be used to indicate the rate of economic growth as a whole or any sector from year to year. GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT OF EAST ACEH REGENCY 2008-2011 13
  25. 25. (iv) Distribusi PDRB ADHB menunjukkan besarnya struktur perekonomian dan peranan sektor ekonomi dalam suatu daerah/wilayah. Sektor-sektor yang mempunyai peran besar menunjukkan basis perekonomian suatu daerah/ wilayah.. (v) PDRB dan PDRN per kapita ADHB menunjukkan nilai PDRB dan PDRN per kepala atau per orang penduduk. (vi) PDRB dan PDRN per kapita ADHK berguna untuk mengetahui pertumbuhan riil ekonomi per kapita. 1.7 Perubahan Tahun Dasar Penghitungan PDRB Perhitungan PDB Indonesia telah menggunakan 5 tahun dasar yaitu tahun dasar 1960, 1973, 1983, 1993, dan 2000. Perubahan struktur ekonomi yang pesat selama tahun terakhir ini telah mendorong untuk menggeser penggunaan tahun dasar dari tahun 1993 menjadi 2000 dengan berbagai alasan teknis yang mendasarinya. Pada hakekatnya “perubahan tahun dasar (re-bashing)” atau dalam istilah lain disebut pula sebagai “rereferrence” telah digunakan selama ini dalam penghitungan PDB/PDRB dengan suatu tahun yang dianggap representatif. Hingga saat ini, tahun dasar baru yang ditetapkan adalah tahun 2000. Alasan teknis yang melatarbelakangi penentuan tahun tersebut adalah sebagai berikut: (i) Karena cakupan disempurnakan, dalam 14 terus jangka waktu tujuh tahun telah terjadi perubahan struktur/bentuk komoditas serta kombinasi harga yang sangat signifikan. Perbaikan cakupan terutama di sektor pertanian (tabama dan perkebunan). Perubahan komoditi umumnya di sektor industri pengolahan (elektronik/teknologi informatika). Di sisi lain juga terjadi perubahan dalam komposisi harga antara sektor primer, sekunder dan tersier. (ii) Perkembangan ekonomi dunia dalam kurun waktu 1993-2000 yang diwarnai oleh globalisasi tentunya akan berpengaruh kepada perekonomian domestik. masih dalam periode tersebut, pada pertengahan tahun 1997 hadirnya krisis ekonomi juga berdampak kepada perubahan struktur perekonomian Indonesia. Secara ringkas, bisa dinyatakan bahwa struktur ekonomi tahun 2000 telah berbeda dengan tahun 1993. untuk itu, pemutakhiran tahun dasar penghitungan PDB dari tahun 1993 ke tahun 2000 menjadi perlu dilakukan agar hasil estimasi pdb sektoral maupun penggunaannya lebih realistik. (iii) Pada tahun 2000, BPS telah merampungkan penyusunan Tabel Input Output Indonesia 2000. Tabel I-O tersebut secara baku dipakai sebagai basis bagi penyusunan series baru penghitungan PDB baik sektoral maupun penggunaan. Besaran PDB yang diturunkan dari PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN ACEH TIMUR 2008-2011
  26. 26. (iv) Distribution of GRDP at current prices shows the magnitude of economic structure and the role of economic sectors in a region/territory. The sectors that have demonstrated a major role in the economic base of a region/territory. (v) GRDP and Net Regional Domestic Product at current prices demonstrate the value of GRDP and Net Regional Domestic Product per head or per person population. (vi) GRDP and Net Regional Domestic Product at constan prices useful to know the real economic growth per capita. 1.7 Changes in Base Year Calculating GRDP Calculation of Gross Domestic Product (GDP) of Indonesia has been using the 5 (five) year basis which is the base year, 1960, 1973, 1983, 1993, and 2000. Rapid economic structural changes during the last year has been pushing to shift the use of the base year from 1993 to 2000 with a variety of technical reasons underlying it. In effect the "change of base year (re-bashing)" or in other terms also referred to as "re-referrence" has been used so far in the calculation of GDP/GRDP with a year which is considered representative. Until now, the new base year was set in 2000. Technical reasons underlying the determination of the year are as follows: years has changed the structure / form of commodities as well as combinations of a very significant price. Repair coverage especially in the agricultural sector (food crops and estate crops). Changes in commodities generally in the manufacturing (electronics / information technology). On the other hand there is a change in the composition of price between the primary sector, secondary and tertiary. (ii) )The development of world economy in the period 1993-2000 is characterized by globalization will certainly affect the domestic economy. still in that period, in the presence of mid-1997 economic crisis also affected the changes in the structure of the Indonesian economy. In summary, it can be stated that the economic structure in 2000 was different from 1993. to it, updating the base year calculation of GDP from 1993 to 2000 to be needed so that the estimation results GDP sectors as well as its use is more realistic. (iii) In 2000, the Central Bureau of statistic has completed the preparation of the Input Output Tables Indonesia 2000. IO tables are by default used as the basis for the preparation of a new series of GDP calculation by sectoral and expenditure. Value of GDP is derived from (i) Because the coverage continues to be refined, in a period of seven GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT OF EAST ACEH REGENCY 2008-2011 15
  27. 27. tabel I-O telah mengalami uji konsistensi pada tingkat sektoralnya dengan mempertimbangkan kelayakan struktur permintaan maupun penawarannya. Oleh karena itu, struktur perekonomian Indonesia yang digambarkan melalui Tabel IO tersebut dapat menjadikan sebagai kerangka dasar (bench marking) bagi penyempurnaan penghitungan estimasi PDB. (vii) Dalam waktu dekat, penyusunan series Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) maupun Indeks Harga Konsumen (IHK) akan menggunakan tahun dasar yang baru, yaitu tahun 2000. Penyempurnaan metodologi berikut perluasan cakupan komoditinya akan menghasilkan suatu series IHPB dan IHK baru yang akan digunakan sebagai deflator dalam penghitungan estimasi PDB sektoral maupun penggunaan. Sejalan dengan pergeseran tahun dasar ke tahun 2000 diharapkan ke dua jenis indeks harga tersebut dapat mendukung langkah penyempurnaan penghitungan estimasi PDB ke depannya. (viii) Ketersediaan data dasar (raw data) baik harga maupun volume (quantum) tahun 2000 secara rinci pada masing-masing sektor ekonomi relatif lebih lengkap dan berkelanjutan dibandingkan kondisi pada tahun 1993. Hal itu dimungkinkan karena berbagai 16 Departemen/Kementrian maupun Instansi Pemerintah lainnya juga ikut membangun statistik bagi keperluan perencanaan sektoralnya masing-masing. Dengan dukungan data-data yang lebih lengkap dan terinci serta berkesinambungan, diharapkan estimasi PDB dengan tahun dasar 2000 dapat disusun lebih akurat dan konsisten Dengan alasan-alasan tersebut, maka pertimbangan untuk mengganti tahun dasar merupakan suatu kebutuhan utama bagi penyempurnaan penghitungan PDB maupun PDRB. Tahap periode berikutnya, PDRB ADHK akan menggunakan tahun dasar 2010. PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN ACEH TIMUR 2008-2011
  28. 28. the IO table has undergone the test of consistency at the sectoral level by considering the feasibility of the structure of demand and supply. Therefore, the structure of Indonesia's economy is illustrated by Table IO can make a bench marking for the improvement of calculating the estimated GDP. can be set more accurately and consistently. With these reasons, the discretion to change the base year is a major requirement for improving the calculation of GDP or GRDP. In the next period, GRDP at constant prices will use the base year 2010. (iv) In the near future, the preparation of series Wholesale Price Index (WPI) and Consumer Price Index (CPI) will use the new base year, ie 2000. Completion of the expansion of the scope of the commodity following methodology will produce a new series of WPI and CPI will be used as an estimate of the GDP deflator in the calculation of sectoral and usage. In line with the shift in the base year to 2000 is expected to the two types of price index can support the improvement of the calculation of GDP estimates in the future. (v) The availability of basic data both price and volume (quantum) of 2000 in detail in each economic sector is relatively more comprehensive and sustainable compared to conditions in 1993. This is possibly due to a variety of Department / Ministry or other government agencies also helped build sectoral statistics for planning purposes respectively. With the support of the data more complete and detailed as well as the continuous, expected GDP estimates with 2000 as base year GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT OF EAST ACEH REGENCY 2008-2011 17
  29. 29. “Halaman ini sengaja dikosongkan” “This page intentionally left blank” 18 PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN ACEH TIMUR 2008-2011
  30. 30. 1. Pertanian Kegiatan sektor pertanian mencakup segala pengusahaan dan pemanfaatan benda/barang biologis (hidup) yang di dapat dari alam untuk memenuhi kebutuhan hidup atau usaha lainnya, baik untuk kepentingan sendiri maupun pihak lain. Kegiatan pertanian pada umumnya meliputi usaha bercocok tanam, pemeliharaan ternak, penangkapan ikan dan pengambilan hasil laut, penebangan kayu dan pengambilan hasil hutan serta perburuan binatang liar. Sektor pertanian ini dirinci menjadi beberapa sub sektor yaitu : 1.1 Tanaman Bahan Makanan Sub sektor ini meliputi kegiatan penyiapan dan pelaksanaan dan pemanenan hasil-hasil pertanian tanaman pangan seperti; padi, jagung, ketela pohon, ketela rambat, kacang tanah, kacang hijau, kacang kedelai, buah-buahan dan sayur-sayuran. 1.2 Tanaman Perkebunan Sub sektor Tanaman Perkebunan meliputi tanaman perke-bunan rakyat dan tanaman perkebunan besar. Tanaman perkebunan rakyat adalah suatu tanaman perkebunan yang dilakukan oleh rakyat secara individu dengan luas areal tanaman kurang dari 25 hektar. Tanaman perkebunan besar adalah suatu usaha tanaman perkebunan yang dilaksanakan oleh perusa haan atau oleh rakyat yang luas arealnya lebih besar atau sama dengan 25 hektar. 20 1.3 Kehutanan Sub sektor ini meliputi usaha di areal hutan berupa pene-bangan kayu, pengambilan getah, daun, akar dan kulit kayu, bambu, rotan, arang dan perburuan binatang hutan, termasuk juga kayu dan bambu yang berasal dari areal non hutan seperti yang ditanam petani di kebun atau di pekarangan rumah. 1.4 Perternakan dan Hasil-hasilnya Sub sektor ini meliputi usaha pemeliharaan segala jenis ternak (besar dan kecil) dan unggas baik bertujuan untuk dikem-bangbiakkan, dipotong dan diambil dagingnya maupun untuk dimanfaatkan hasilhasilnya. Produksi ternak adalah; jumlah ternak lahir ditambah dengan pertambahan berat badan atau penggemukan dan hasil-hasil ternak lainnya seperti: telur, bulu. Akan tetapi data pertambahan berat badan memperkirakan produksi ternak dilakukan dengan cara : (Jumlah pemotongan + populasi akhir tahun – populasi awal tahun + ekspor – impor). 1.5 Perikanan Sub sektor ini meliputi segala pengusahaan perikanan yang mencakup usaha penangkapan, pengambilan maupun pemeliharaan segala jenis ikan dan hasil-hasilnya baik laut, di sungai maupun di air tawar. Termasuk pengolahan sederhana seperti pengasinan atau pengeringan ikan yang dilakukan nelayan atau rumah tangga. PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN ACEH TIMUR 2008-2011
  31. 31. 1. Agriculture Activities of the agricultural sector includes all cultivation and use of objects / items biological (living) in the can from nature to meet the necessities of life or other business, either for themselves or others. Agricultural activities in general involves farming, livestock raising, fishing and marine harvesting, logging and timber harvesting and hunting wild animals. The agricultural sector is broken down into several sub-sectors, namely: 1.1 Food Crops This subsector includes the preparation and implementation activities and the harvesting of agricultural crops such as rice, maize, cassava, sweet potatoes, peanuts, green beans, soybeans, fruits and vegetables. 1.2 Estate Crops Estate Crops sub sector includes crops perke of deposition of the people and large plantations. Plantation crops are a crop farming done by the people in the area of the individual with less than 25 hectares of crops. Large Plants is an effort plants was undertaken by companies or by people with an area greater than or equal to 25 hectares. 1.3 Forestry This sub sector includes businesses in the forest areas of emphasis-ment of wood, making the sap, leaves, roots and bark, bamboo, rattan, charcoal and hunting wild animals, including wood and bamboo are derived from non-forest areas such as farmers planted garden or in the yard. 1.4 Livestock and Its Product This subsector includes the maintenance of all types of livestock enterprises (large and small) and poultry well-aimed bangbiakkan been developed, and the meat is cut and used for the results. Livestock production are: the number of cattle born coupled with weight gain or feedlot cattle and other outcomes such as: eggs, feathers. However, the data predict weight gain in cattle production is done by: (Number of cutting end of the year + population - population of the early years + exports imports). 1.5 Fishery This subsector includes all fishing concessions that include fishing effort, retrieval and maintenance of all types of fish and the results are good sea, in rivers and in freshwater. Including simple processing such as salting or drying fish or fishing conducted household. GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT OF EAST ACEH REGENCY 2008-2011 21
  32. 32. 2. Pertambangan dan Penggalian Sektor ini meliputi usaha penggalian, pengeboran, pencu-cian, pengambilan dan pemanfaatan segala macam barang tambang, mineral dan barang galian yang tersedia di dalam tanah, baik yang berupa benda padat, benda cair maupun gas. Sektor ini terdiri dari kegiatan pertambangan minyak dan gas bumi, pertambangan non migas dan penggalian. 2.1 Minyak dan Gas Bumi Kegiatan ini meliputi penambangan minyak dan gas bumi baik yang dilakukan di darat maupun di laut. 2.2 Non Migas Kegiatan ini meliputi penambangan non migas antara lain: emas, perak, nikel, mangan, timah, tembaga, bauksit dan mineral lainnya. 2.3 Penggalian Kegiatan penggalian terdiri dari penggalian sumber alam lainnya antara lain; penggalian pasir, tanah liat, kapur, kaolin, batu dan komoditi lainnya. 3. Industri Pengolahan Sektor ini meliputi usaha kegiatan pengolahan bahan organik ataupun anorganik menjadi produk baru yang lebih tinggi mutunya, baik dilakukan dengan tangan, mesin atau proses kimiawi. Pembuatan atau pengerjaannya dapat di proses melalui mesin/pabrik ataupun rumah tangga. Industri pengolahan dikelompokkan menjadi migas yang terdiri dari industri pengilangan minyak bumi dan gas alam cair. Sedangkan industri tanpa migas 22 meliputi industri pengolahan di luar migas, baik yang merupakan industri besar/sedang, maupun industri kecil dan rumah tangga. Industri ini dirinci menjadi 2 digit ISIC (International Standard Industry Classification). 3.1 Industri Migas Kegiatan ini terdiri dari pengilangan minyak bumi dan gas alam cair 3.1.1 Pengilangan Minyak Bumi Kegiatan ini meliputi pengolahan minyak bumi yang menghasilkan produk-produk minyak avtur, premix, premium, solar, minyak tanah, aspal dan produk lainnya. 3.1.2 Gas Alam Cair Kegiatan ini meliputi pengolahan pencairan gas alam (Liquid Natural Gas), yang produknya di ekspor ke luar negeri. 3.2 Industri Tanpa Migas Kegiatan ini meliputi pengolahan komoditi pertanian dan pertambangan di luar migas yang dikelompokkan dalam 2 digit ISIC, yaitu : 3.2.1 Makanan, Minuman dan Tembakau 3.2.2 Tekstil, Barang dari Kulit & Alas kaki 3.2.3 Barang dari Kayu & Hasil Hutan lainnya 3.2.4 Kertas dan Barang Cetakan 3.2.5 Pupuk, Barang Kimia & Barang. dari Karet 3.2.6 Semen & Barang Galian bukan Logam 3.2.7 Logam Dasar Besi & Baja 3.2.8 Alat Angkutan, Mesin & Peralat-annya 3.2.9 Barang Industri lainnya PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN ACEH TIMUR 2008-2011
  33. 33. 2. Minning and Quarrying This sector involves excavation, drilling, washing, retrieval and utilization of all kinds of minerals, mineral and mining goods are available in the soil, either in the form of solids, liquids and gases. This sector consists of mining oil and gas, non-oil mining and quarrying. 2.1 Oil and Gas These activities include the extraction of oil and gas well done on land and at sea 2.2 Non Oil and Gas These activities include non-oil mining, among others: gold, silver, nickel, manganese, tin, copper, bauxite and other minerals. 2.3 Quarrying Quarrying activities consist of extracting other natural resources, among others; excavation of sand, clay, chalk, kaolin, stone and other commodities. 3. Manufacturing Industry This sector includes the business activities of organic or inorganic materials processing into new products of higher quality, better done by hand, machine or chemical processes. Manufacture or workmanship can be processed through the machine / plant or household. Manufacturing Industries are grouped into oil and gas industry consists of petroleum refining and natural gas liquids. While oil and gas industry including oil and gas processing industries outside, both of which are large industrial / medium, and small industry and households. The industry is broken down into 2-digit ISIC (International Standard Industry Classification). 3.1 Oil and Gas Industry This activity consists of refining crude oil and liquefied natural gas 3.1.1 Refining Crude Oil These activities include the processing of petroleum products from petroleum jet fuel, premix, premium, diesel, kerosene, asphalt and other products. 3.1.2 Liquid Natural Gas These activities include the processing of natural gas liquefaction, whose products are exported to overseas. 3.2 Non-Oil and Gas Industry These activities include the processing of agricultural and mining commodities outside the oil and gas, which are grouped in 2-digit ISIC, namely: 3.2.1 Food, Beverages and Tobacco 3.2.2 Textile, Leather Goods & Footwear 3.2.3 Products of Wood & other Forest Products 3.2.4 Paper & Printed Matter 3.2.5 Fertilizers, Chemicals & Products Rubber 3.2.6 Cement & Non-Metallic Minerals 3.2.7 Base Metals Iron and Steel 3.2.8 Trans. Appliance, Machinery & Equipment 3.2.9 Other Industrial goods GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT OF EAST ACEH REGENCY 2008-2011 23
  34. 34. 4. Listrik, Gas dan Air Bersih Kegiatan sektor ini meliputi listrik, gas dan air bersih. Secara rinci sub sektor tersebut adalah: 4.1 Listrik Sub sektor listrik meliputi pembangkitan tenaga listrik dan pengoperasian jaringan distribusi guna penyaluran listrik, untuk dijual kepada konsumen, baik oleh PLN maupun bukan PLN. Termasuk juga disini listrik yang dibangkitkan oleh sektor lain seperti; industri, jasa-jasa yang dijual kepada pihak lain dan datanya dapat dipisahkan. 4.2 Air Bersih Meliputi usaha penampungan dan penjernihan air bersih serta pendistribusiannya kepada konsumen, yang umumnya dilakukan oleh perusahaan air bersih milik pemerintah daerah. 5. Bangunan Sub sektor ini meliputi usaha pembangunan/pembuatan, perluasan, pemasangan, perbaikan berat dan ringan, perombakan bangunan tempat tinggal, bangunan bukan tempat tinggal, jalan, jembatan, bendungan, jaringan listrik, jaringan telekomunikasi dan konstruksi lainnya. Termasuk juga kegiatan sub konstruksi seperti pemasangan instalasi listrik, saluran telepon, alat pendingin, pembuatan saluran air dan sebagainya. 6. Perdagangan, Hotel dan Restoran Kegiatan sektor ini meliputi perdagangan besar dan eceran serta 24 sub sektor hotel dan restoran. Secara rinci sub sektor tersebut adalah: 6.1 Perdagangan Besar dan Eceran Sub sektor perdagangan besar meliputi kegiatan pembelian, pengumpulan dan penjualan kembali barang oleh pedagang dari pihak produsen atau importir kepada pedagang lain, perusahaan, lembaga atau konsumen tanpa merubah bentuk, baik yang baru maupun bekas dalam partai besar. Perdagangan eceran meliputi kegiatan pembelian, pengumpulan, dan penjualan kembali yang pada umumnya melayani konsumen, perorangan atau rumah tangga tanpa merubah bentuk, baik barang baru maupun bekas dalam bentuk partai kecil. 6.2 Hotel Sub sektor ini mencakup kegiatan penyediaan akomodasi yang menggunakan sebagian atau seluruh bangunan sebagai tempat penginapan. Nilai tambah sub sektor hotel diperoleh dengan pendekatan produksi. Indikator produksi yang dapat digunakan adalah jumlah malam kamar, jumlah tempat tidur, jumlah hotel atau tempat penginapan, jumlah tenaga kerja, dan jumlah tamu yang menginap. 6.3 Restoran Sub sektor ini meliputi usaha restoran/rumah makan, katering, restoran di kereta api, cafetaria dan kantin. Termasuk usaha penjualan makanan dan minuman jadi yang bisa dimakan langsung di tempat penjualan seperti; warung nasi, warung kopi, PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN ACEH TIMUR 2008-2011
  35. 35. 4. Electricity, Supply Gas, and Water Activities of this sector include electricity, gas and water supply. Detailed sub-sector are: 4.1 Electricity Electricity sub-sector includes the operation of power generation and distribution networks for electricity distribution, to be sold to consumers, either by the State Electricity Company or not. Included here are also electricity generated by other sectors such as industry, services sold to other parties and the data can be separated 4.2 Water Supply Involves shelter and clean water purification and distribution to consumers, which is generally carried out by the water company owned by local governments. 5. Construction This sub sector includes business development / creation, expansion, installation, repair and light weight, the reform of residential buildings, not building homes, roads, bridges, dams, power grids, telecommunications networks and other construction. It also includes activities such as construction sub electrical installation, phone line, cooling equipment, manufacture of water channels and so forth. 6. Trade, Hotel, and Restaurant Activities of this sector includes wholesale and retail trade and hotels and restaurants Detailed sub-sector are: sub-sector. 6.1 Wholesale and Retail Wholesale trade sub-sector includes the purchase, collection and resale of goods by traders from the manufacturer or importer to another trader, company, institution or consumer without changing shape, either new or used in a large party. Retail trade activities include the purchase, collection, and resale, which generally serves consumers, individuals or households without changing shape, both new and secondhand goods in the form of smaller parties. 6.2 Hotel Sub-sector includes the provision of accommodations that use part or the whole building as a place of lodging. The added value obtained by sub-sector approach to the production of the hotel. Indicators of production that can be used is the number of room nights, number of beds, number of hotel or lodging, the amount of labor, and the number of guests staying. 6.3 Restaurant This subsector includes the restaurant business / restaurant, catering, restaurant on the train, cafeteria and canteen. Including food and beverage sales efforts so that can be eaten directly at point of sale such as rice stall, coffee stalls, GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT OF EAST ACEH REGENCY 2008-2011 25
  36. 36. warung sate dan sejenisnya. Termasuk pula di sini kegiatan penyediaan makanan dan minuman serta fasilitas lainnya, sedangkan kegiatan-kegiatan tersebut berada dalam suatu satuan usaha dengan penginapan dan datanya sulit untuk dipisahkan. 7. Pengangkutan dan Komunikasi 7.1 Pengangkutan Kegiatan sektor ini meliputi pengangkutan barang dan penumpang dengan menggunakan alat angkutan baik yang bermotor maupun tidak bermotor atas dasar suatu pembayaran. Termasuk jasa angkutan yang sifatnya menunjang dan membantu memperlancar kegiatan tersebut berserta penyediaan fasilitasfasilitasnya. Kegiatan pengangkutan ini dirinci sebagai berikut: 7.1.1 Pengangkutan Kereta Api Meliputi kegiatan pengangkutan barang dan penumpang dengan menggunakan jasa kereta api termasuk gerbong. 7.1.2 Pengangkutan Darat Meliputi kegiatan pengangkutan penumpang dan barang jalan raya yang menggunakan kendaraan seperti: Truk, bus, oplet, taksi, becak, ojek, pedati atau gerobak dan kendaraan darat lainnya 7.1.3 Pengangkutan Udara Meliputi kegiatan pengangkutan barang dan penumpang melalui udara dengan menggunakan pesawat udara atau kapal terbang yang beroperasi di dalam maupun di luar negeri, baik 26 penerbangan yang dilakukan secara teratur maupun tidak. 7.1.4 Pengangkutan Laut Meliputi angkutan samudera dan perairan pantai dengan menggunakan kapal laut, yang diusahakan oleh perusahaan pelayaran nasional baik yang beroperasi di dalam maupun luar derah ataupun di luar negeri. Termasuk juga kegiatan jasa penunjang angkutan laut seperti; pelabuhan laut/sungai, jasa pemanduan, bongkar muat, pergudangan ekspedisi dan keagenan. 7.1.5 Pengangkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan Meliputi kegiatan pengangkutan barang dan penumpang dari angkutan sungai, danau dan penyeberangan yang menggunakan kapal, perahu, ferry dan angkutan air lainnya. 7.1.6 Jasa Penunjang Angkutan Meliputi pemberian jasa dan penyediaan fasilitas yang sifatnya menunjang kegiatan pengangkutan seperti; terminal, parkir, keagenan barang dan penumpang, bongkar muat, penyimpanan dan pergudangan serta jasa penunjang lainnya. Kegiatan tersebut terdiri dari :  Terminal dan Perparkiran, mencakup kegiatan pelayanan dan pengaturan lalu lintas kendaraan atau armada yang membongkar dan mengisi muatan baik barang maupun penumpang seperti: Terminal, parkir, pelabuhan laut, pelabuhan udara. Pelayanan pelabuhan laut meliputi: fasilitas berlabuh, kapal pandu, penyediaan air tawar serta PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN ACEH TIMUR 2008-2011
  37. 37. sate stalls and the like. Also include here the activity of providing food and beverage and other facilities, while these activities are in a business unit with the inn and its data is difficult to be separated. 7 . Transport and Communication 7.1 Transport This sector activities include transporting goods and passengers by means of both transportation and non-motorized vehicles on the basis of a payment. Including transportation services that are supportive and help facilitate these activities along with the provision of its facilities. Transportation activities are detailed as follows: 7.1.1 Transportation of Train Includes transportation of goods and passengers using train services including carriage 7.1.2 Land Transportation Includes the transportation of passengers and goods that use highway vehicles such as trucks, buses, oplet, taxis, rickshaws, motorcycles, carts or wagons and other land vehicles 7.1.3 Air Transportation Activities include goods and passengers air using aircraft operating inside or country, both airlines out regularly or not transporting through the or aircraft outside the are carried 7.1.4 Sea Transportation Include ocean freight and coastal waters using sea vessels, afforded by the national shipping company that operates both within and outside of Regional or abroad. It also includes activities such as marine transportation support services; ports sea / river, pilotage services, stevedoring, warehousing and agency expedition. 7.1.5 Transportation of Lake and Crossing River, Covering activity of transportation of goods and passenger from transportation of river, crossing and lake using ship, boat, ferry and other waterage. 7.1.6 Transport Support Services Include the provision of services and provision of facilities to support its transportation activities such as terminals, parking, agency goods and passengers, loading and unloading, storage and warehousing and other support services. These activities consist of :  Terminal and parking, including service activities and traffic arrangements or fleet vehicles that unload and load charge of both goods and passengers such as: Terminal, parking, sea port, air port. Seaport services include berthing facilities, scout ship, the provision of fresh water as well as GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT OF EAST ACEH REGENCY 2008-2011 27
  38. 38. kegiatan pencatatan muatan barang dan penumpang. 8. Keuangan, persewaan dan Jasa perusahaan  Bongkar muat, kegiatan ini mencakup pemberian pelayanan bongkar/muat angkutan barang melalui laut dan darat yang terdiri dari: pelabuhan laut, sungai dan pelabuhan udara. Sektor ini meliputi kegiatan perbankan, lembaga keuangan bukan bank, jasa penunjang keuangan, sewa bangunan dan jasa perusahaan.  Pergudangan, kegiatan ini mencakup pemberian jasa penyimpanan barang dalam suatu bangunan atau gudang ataupun lapangan terbuka dalam wilayah pelabuhan.  Keagenan, kegiatan ini meliputi pelayanan keagenan barang dan penumpang yang diberikan kepada usaha angkutan, baik angkutan darat, laut, sungai dan udara. 7.2 Komunikasi 7.2.1 Telkom, Pos dan Giro Sub sektor ini meliputi kegiatan pelayanan jasa komunikasi untuk umum yang dilakukan oleh Perum Pos dan Giro dan Perum Telekomunikasi. Kegiatan Perum Pos dan Giro yaitu pemberian jasa kepada pihak lain seperti : pengiriman surat, paket dan wesel. Kegiatan PT. Telkom dengan menggunakan telepon, telex dan telegraph. 7.2.2 Jasa Penunjang Telekomunikasi Kegiatan ini meliputi pemberian/penyediaan fasilitas yang menunjang komunikasi seperti wartel, warpostel, radio pager dan telepon seluler (ponsel). 28 8.1 Bank Sub sektor ini meliputi pemberian jasa pelayanan di bidang keuangan kepada pihak lain seperti; menerima simpanan dalam bentuk giro dan tabungan, pemberian pinjaman, transfer/memindahkan rekening koran, membeli dan menjual surat berharga, memberi jaminan bank, menyewakan tempat menyimpan barang-barang berharga dan sebagainya. 8.2 Lembaga Keuangan Bukan Bank Kegiatan lembaga keuangan bukan bank, meliputi asuransi, koperasi, pegadaian dan yayasan dana pensiun. Kegiatan asuransi meliputi pelayanan asuransi, baik asuransi jiwa seperti; kebakaran, kecelakaan, kerusakan dan sebagainya. Termasuk juga agen perasuransian, jasa pelayanan penanggung perasuransian, unit pengatur dana pensiun yang berdiri sendiri dan sebagainya. 8.3 Jasa Penunjang Keuangan Meliputi jasa pelayanan bidang keuangan seperti yang dilakukan pada usaha pasar modal, bursa valuta asing, penukaran mata uang asing (money changer), anjak piutang dan modal ventura. PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN ACEH TIMUR 2008-2011
  39. 39. recording activities passengers. of cargo and  Loading and unloading, this activity includes the provision of service loading / unloading of goods transport by sea and land consisting of: sea, river and air ports.  Warehousing, these activities include the provision of storage services of goods in a warehouse or a building or an open field in the port area.  Agency, these activities include service agency for goods and passenger transport is provided to businesses, whether land, sea, river and air. 7.2 Communication 7.2.1 Telecommunication, & Giro Post, This subsector includes the activities of communication services to the public conducted by the Housing and Housing Post and Telecommunications Giro. Housing Activities of Post and Giro is providing services to other parties such as: sending letters, packages and money orders. Telecommunications Company's activity by using the telephone, telex and telegraph. 7.2.2 Telecommunication Support Services These activities include the provision / provision of supporting facilities such as telephone communications, warpostel, radio pagers and cellular phones (mobile phones). 8. Finance, Services Real Estate, Business This sector includes banks, non bank financial institutions, financial support services, building rental and services company. 8.1 Bank This sub sector includes the provision of financial services in the field to other parties such as taking deposits in the form of demand deposits and savings, lending, transfer / transfer bank accounts, buying and selling securities, bank guarantee, rent a place to store valuables and so on. 8.2 Non-Bank Financial Institutions Activities of non-bank financial institutions, including insurance companies, cooperatives, pawnshops pension funds and foundations. Insurance activities include insurance services, both life insurance such as fire, accidents, damage and so forth. Included is also an insurance agency, underwriter insurance services, pension fund regulator unit that stands alone, and so on. 8.3 Financial Support Services Includes financial services such as those conducted in the capital markets business, foreign exchange, foreign currency exchange (money changer), factoring and venture capital. GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT OF EAST ACEH REGENCY 2008-2011 29
  40. 40. 8.4 Sewa Bangunan Sektor ini meliputi semua jasa yang berhubungan dengan proses penggunaan rumah/bangunan sebagai tempat tinggal dan bukan tempat tinggal. Rumah tempat tinggal tanpa memperhatikan apakah rumah tersebut benar-benar disewa atau tidak seperti: rumah milik sendiri, rumah instansi pemerintah ataupun rumah instansi/perusahaan swasta lainnya. 8.5 Jasa Perusahaan Sub sektor ini meliputi pemberian jasa pada pihak lain seperti; jasa hukum, jasa akuntan dan pembukuan, jasa pengolahan dan tabulasi, jasa bangunan, arsitek dan teknik, jasa periklanan, jasa persewaan mesin dan peralatan. Yang termasuk dalam penghitungan ini baru terbatas pada kegiatan jasa hukum (advokat, pengacara dan notaris) dan jasa konsultan. 9. Jasa-jasa 9.1 Pemerintahan Umum Sektor ini mencakup kegiatan pemerintah umum dalam menyediakan jasa pelayanan kepada masyarakat yang tidak dapat dinilai secara ekonomi misalnya dalam mengatur negara. Kegiatan pemerintah sebagian besar hasilnya digunakan oleh pemerintah sendiri sebagai konsumen akhir. Kegiatan pemerintah tersebut meliputi baik pemerintah pusat (badan atau lembaga tinggi negara, departemen, lembaga non departemen dan unit-unit lainnya yang berada di pusat, dinas 30 vertikal di daerah) maupun pemerintah daerah (Tingkat I dan II) dan pemerintah desa serta unit-unitnya. Termasuk juga kegiatan pertahanan dan keamanan negara/daerah. 9.2 Jasa Swasta Kegiatan ini meliputi usaha penyelenggaran pemberian jasa; antara lain jasa pendidikan dan jasa kesehatan, jasa hiburan dan kebudayaan, jasa kemasyarakatan lainnya dan jasa perorangan dan rumah tangga. 9.2.1 Jasa Sosial Kemasyarakatan Sub sektor ini meliputi kegiatan penyelenggaraan jasa sosial dan kemasyarakatan yang diusahakan oleh swasta seperti; jasa pendidikan, jasa kesehatan serta jasa kemasyarakatan lainnya. Jasa pendidikan mencakup segala macam pendidikan swasta mulai dari taman kanak-kanak sampai Perguruan Tinggi, termasuk guru perorangan yang berusaha sendiri dan kursus-kursus. Jasa kesehatan mencakup segala macam lembaga kesehatan swasta yang berbentuk rumah sakit, rumah bersalin, poliklinik, balai pengobatan dan sebagainya. termasuk juga pelayanan kesehatan atas usaha sendiri seperti; dokter umum, dokter gigi, dokter spesialis, dokter hewan, psikiater, bidan, tukang gigi, dukun bayi, tabib, dan lain sebagainya. Jasa sosial dan kemasyarakatan lainnya mencakup panti asuhan, panti wreda, yayasan penderita anak cacat, rumah ibadah dan lain sebagainya. PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN ACEH TIMUR 2008-2011
  41. 41. 8.4 Real Estate This sector includes all services associated with the use of the home / building as a residence and not a place to live. Dwelling house without regard to whether the house is actually rented or not, such as: own house, home or home government agencies / other private companies. 8.5 Bussiness Services This sub sector includes providing services to other parties such as legal services, accounting services and bookkeeping, processing and tabulation services, building services, architecture and engineering, advertising services, machinery and equipment rental services. Included in this calculation is limited to the activities of legal services (lawyers, attorneys and notaries) and consulting services. 9. Services 9.1 General Goverment This sector includes general government activities in providing services to the community that can not be assessed for example in regulating the state economy. Largely the result of government activity used by the government itself as the ultimate consumer. Governmental activities include both the central (high state agency or agencies, departments, nondepartmental agencies and other units located in the center, vertical services in the area) and local government (Level I and II) and the village government and its units . Including defense and security activities of the country / region. 9.2 Private Services These activities include organizing the provision of business services, among other educational services and health services, entertainment and cultural services, other community services and personal and household services. 9.2.1 Community Social Services This subsector includes the implementation of social and community services afforded by the private sector such as education services, health services and other community services. Education services include all kinds of private education from kindergarten through university, including individuals who seek their own teachers and courses. Health services include all kinds of private health institutions in the form of hospitals, maternity homes, polyclinics, clinics and so on. including health services for their own business such as general practitioners, dentists, medical specialists, veterinarians, psychiatrists, midwives, carpenters tooth, midwives, physicians, and others. Social services and other community include orphanages, nursing homes, people with disabled children foundations, houses of worship and so forth. GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT OF EAST ACEH REGENCY 2008-2011 31
  42. 42. Dalam publikasi ini dari kegiatan jasa sosial dan kemasyarakatan, hanya baru termasuk jasa pendidikan swasta yang terdiri taman kanak-kanak sampai kursus-kursus 9.2.2 Jasa Hiburan dan Kebudayaan Sub sektor ini meliputi kegiatan usaha penyediaan dan pengelolaan berbagai jenis hiburan/rekreasi untuk masyarakat baik perorangan maupun rumah tangga, serta berorientasi untuk mencari untung. Kegiatan tersebut seperti; pembuatan dan distribusi film, penyiaran radio dan televisi swasta, produksi dan pertunjukan sandiwara, tari, sanggar dan musik. Termasuk juga jasa rekreasi lainnya seperti; gelanggang pacuan, sirkus, taman hiburan dan klub dalam, penggubahan lagu, penulis buku, pembuat lukisan dan sebagainya. 9.2.3 Jasa Rumahtangga Perorangan dan Sub sektor ini meliputi kegiatan penyelenggaraan jasa yang diberikan untuk perorangan dan rumah tangga seperti; reparasi, binatu, tukang jahit, tukang cukur, pembantu rumah tangga dan jasa perorangan lainnya. Mengingat keterbatasan data maka dalam penghitungan ini hanya terbatas pada kegiatan jasa reparasi, pembantu rumah tangga, tukang jahit, tukang cukur dan perawatan kulit, perawatan muka dan rambut. 32 PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN ACEH TIMUR 2008-2011
  43. 43. In this publication of social and community service activities, including the only new private education services consisting of kindergarten through these courses. 9.2.2 Leisure and Cultural Services This sub sector includes the provision of business activities and management of various types of entertainment / recreation for the community, both individuals and households, and oriented to make a profit (profit making). These activities such as manufacturing and distribution of films, radio and private television broadcasting, production and theatrical performances, dance, and music studio. Included are also other recreational services such as; arena racing, circuses, amusement parks and clubs in, composing songs, author of the book, the maker of paintings and so on. Of the various activities mentioned above only film (cinema), the private commercial radio broadcasting and theme parks / recreation areas that can estimate the value added. 9.2.3 Services Personal and Household This subsector includes the implementation of services provided to individuals and households such as repair, laundry, tailors, barbers, domestic servants and other personal services. Given the limitations of the data in this calculation is limited to the activities of repair services, housekeeper, seamstress, barber shops and skin care, facials and hair. GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT OF EAST ACEH REGENCY 2008-2011 33
  44. 44. “Halaman ini sengaja dikosongkan” “This page intentionally left blank” 34 PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN ACEH TIMUR 2008-2011
  45. 45. 3.1 Perkembangan PDRB Grafik 3.1. PDRB Kabupaten Aceh Timur ADHB 2008-2011 (triliun rupiah) Selama 2008-2011, PDRB Kabupaten Aceh Timur ADHB dan ADHK mengalami tren yang berfluktuasi setiap tahun. Hal ini dapat dilihat pada grafik 3.1 dan 3.2. Tahun 2008, sembilan sektor ekonomi di Kabupaten Aceh Timur mampu menciptakan PDRB ADHK sebesar 2,44 triliun rupiah dan menurun hingga sebesar 2,37 triliun rupiah di tahun 2009. Namun, terjadi peningkatan nilai PDRB ADHK hingga di tahun 2011 mencapai sebesar 2,48 triliun rupiah. Hal ini mengindikasikan bahwa selama tahun 2011 telah terjadi peningkatan produktivitas (output) agregat sektor ekonomi di Kabupaten Aceh Timur. 36 Grafik 3.2. PDRB Kabupaten Aceh Timur ADHK 2000 2008-2011 (triliun rupiah) Atas dasar harga berlaku, fluktuasi PDRB ADHB Kabupaten Aceh Timur mencerminkan volatilitas pola perkembangan nilai tambah dari 7,31 triliun rupiah di tahun 2008 hingga terjadi peningkatan mencapai 7,09 triliun rupiah di tahun 2011. Hal ini mengindikasikan bahwa selama tahun 2011 telah terjadi peningkatan produktivitas yang diiringi juga peningkatan harga komoditas agregat sektor ekonomi. PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN ACEH TIMUR 2008-2011
  46. 46. 3.1 Trend of GRDP Graph 3.1. GRDP of East Aceh Regency At Current Price 2008-2011 (trillion rupiah) During 2008-2011, GRDP of East Aceh Regency at current price and at constant price experiencing a trend that fluctuates every year. This is in accordance with the conditions shown in Figure 3.1 and 3.2 In 2008, nine sectors in East Aceh regency was able to create GRDP at constan prices amounting to 2.44 trillion rupiah and the decline of up to 2.37 trillion rupiah in 2009. However, had been occurs an increase in the value of GRDP at constan prices in 2011 to reach equal to 2.48 trillion rupiah. This indicates that during the year 2011 has been an increase in productivity (output) aggregate economic sector in East Aceh Regency. Graph 3.2. GRDP of East Aceh Regency At 2000 Constant Price 2008-2011 (trillion rupiah) At current price, fluctuations of experienced by the GRDP of East Aceh Regency reflects the pattern volatility of trend of value added from 7.31 trillion rupiah in 2008 to an increase reached 7.09 trillion rupiah in 2011. This indicates that during the year 2011 has been accurs an increase in productivity that also accompanied with increase in commodity prices of economic sectors aggregate. GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT OF EAST ACEH REGENCY 2008-2011 37
  47. 47. 3.2 Struktur Ekonomi PRIMER SEKUNDER TERSIER I Pertanian III Industri pengolahan VI Perdagangan, hotel & restoran II Pertambangan dan penggalian IV Listrik, gas & air bersih VII Pengangkutan dan komunikasi V Bangunan VIII Keuangan, sewa & js. Perush. IX Jasa-jasa Grafik 3.3. Struktur Perekonomiaan Kabupaten Aceh Timur 2008-2011 (persen) Transformasi struktural atau pergeseran struktur perekonomian menarik untuk diamati, tujuannya adalah sebagai ukuran kemajuan dan keberhasilan pembangunan ekonomi sektoral suatu daerah. Struktur perekonomian dapat dilihat dari distribusi kontribusi sektor-sektor ekonomi terhadap total PDRB ADHB. Grafik 3.2 menunjukkan kontribusi sektor primer yang semakin menurun dan diringi meningkatnya kontribusi sektor sekunder dan tersier dari tahun ke tahun yang mengindikasikan bahwa terjadi transformasi struktural pada perekonomian Kabupaten Aceh Timur. Dengan kata lain, perekonomian Kabupaten Aceh Timur semakin “modern”. 38 Grafik 3.4. Distribusi Struktur Ekonomi Kabupaten Aceh Timur 2011 (persen) Struktur perekonomian Kabupaten Aceh Timur di tahun 2011 masih dominan pada sektor primer (71,11 persen), yaitu sektor pertanian dan sektor pertambangan dengan peranan masing-masing sektor sebesar 33,27 persen dan 37,84 persen. Hal ini menunjukkan bahwa basis perekonomian (leading sector penciptaan PDRB) di kabupaten Aceh Timur ini adalah pada kedua sektor tersebut (lihat grafik 3.3). PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN ACEH TIMUR 2008-2011
  48. 48. 3.2 Economic Stucture PRIMARY SECONDARY TERTIARY I Agriculture III Manufacturing industry VI Trade, hotel and restaurant II Mining & quarrying IV Electricity, gas and water supply VII Transport and communication V Construction VIII Finance, real estate and company Serv. IX Services Graph 3.3. Economics Structure of East Aceh Regenc y 2008-2011 (percent) Structural transformation or moving in economic structure is interesting to be concerned, the goal is as a measure of progress and success of sectoral economic development of a region. The structure of the economy can be seen from the distribution (contribution / share) of economic sectors to GRDP at current price. Graph 3.3 shows the contribution of primary sector is declining and lacks the increasing contribution of secondary and tertiary sector from year to year indicates that the structural transformation occurs in the economy of East Aceh district. In other words the economy of East Aceh district more to be "modern". Graph 3.4. Distribution of Ekonomics Structure Of East Aceh Regency 2011 (percent) The economic structure of East Aceh Regency in 2011 is still dominant in the primary sector (71,11 percent) , ie agriculture sector and mining sector with the role of each sector by 33.27 percent and 37.84 percent. This suggests that the economic base (the creation of leading sector GDP) in East Aceh district is on both of these sectors (see graph 3.4). GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT OF EAST ACEH REGENCY 2008-2011 39
  49. 49. 3.3 Pertumbuhan Ekonomi Grafik 3.5. Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Aceh Timur 2008-2011 (persen) Pertumbuhan ekonomi suatu wilayah dari satu tahun ke tahun dipantau menggunakan laju pertumbuhan PDRB ADHK karena pada ukuran tersebut faktor fluktuasi yang disebabkan oleh perbedaan harga telah dieliminasi. Pertumbuhan ekonomi 2008-2011 serta pertumbuhan riil sektor ekonomi 2011 Kabupaten Aceh Timur ditunjukkan pada grafik 3.5 dan grafik 3.6. Selama empat tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Aceh Timur melambat (bernilai negatif) kecuali pada dua tahun terakhir. Di tahun 2011, pertumbuhan ekonomi tanpa migas sebesar 3,71 persen (lihat grafik 3.5). Hal ini mengindikasikan pada tahun tersebut terjadi 40 Grafik 3.6. Pertumbuhan riil Sektor Ekonomi Kabupaten Aceh Timur 2011 (persen) peningkatan produktivitas output secara agregat. Kondisi ini juga dapat dinilai sebagai salah satu ukuran “keberhasilan” kinerja pembangunan ekonomi di Kabupaten Aceh Timur di tahun 2011. Dilihat secara sektor, pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor keuangan yang tumbuh sebesar 14,85 persen (lihat grafik 3.6). Pertumbuhan positif terjadi pada seluruh sektor kecuali sektor pertambangan dan penggalian (minus 0,32 persen), sehingga menjadikan perekonomian dengan migas Kabupaten Aceh timur pada tahun 2011 hanya mampu tumbuh sebesar 2,33 persen. PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN ACEH TIMUR 2008-2011
  50. 50. 3.3 Economic Growth Graph 3.5. Economic Growth of East Aceh Regency 2008-2011 (percent) Economic growth of a region from one year to the GRDP growth rate is monitored using at constant price because at that size factor fluctuations caused by the price differences have been eliminated. Economic growth in 2008-2011 and riil economic growth in 2011 of sectoral of economic of East Aceh regency is shown in graph 3.5 and graph 3.6. Over the past four years, economic growth slowed in East Aceh regency (negative value) except in last of two year. In 2011, economic growth without oil and gas equal to 3,71 percent (see graph 3.5). This indicates an increase in the productivity of aggregate output. This condition can be considered as one measure of "success" of the Graph 3.6. Real Growth of Economic Sectors of East Aceh Regency 2011 (percent) performance of economic development in East Aceh Regency in 2011. Seeing by sectoral, the highest growth occur in the financial sector, rental and business services which grew by 14.85 percent (see graph 3.6). Positive growth occurred in all sectors except mining and quarrying sector (minus 0,32 percent), so that making economics with oil and gas of East Aceh Regency in 2011 only could grew equal to 2,33 percent. GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT OF EAST ACEH REGENCY 2008-2011 41
  51. 51. 3.4 Laju Implisit Grafik 3.7. Laju Implisit PDRB Kabupaten Aceh Timur 2008-2011 (persen) Faktor harga termasuk salah satu unsur penting dalam pembentukan PDRB, tidak hanya untuk menghitung PDRB atas dasar harga berlaku, lebih dari itu ekspansifitas perubahan harga juga memberikan implikasi tentang situasi yang lebih dikenal dengan “inflasi”. Laju implisit dikenal juga sebagai “inflasi dari sisi produsen”. Pada tahun 2011, inflasi yang terjadi sebesar 4,42 persen. Hal ini dapat diinterpretasikan bahwa secara agregat harga produsen komoditas di tahun 2011 bernilai 1,0442 kali dari harga tahun sebelumnya. Laju implisit tahun 2008 hingga 2011 dapat dilihat pada grafik 3.7. 42 3.5 Pendapatan Regional Per Kapita Grafik 3.8. Pendapatan Per Kapita Kabupaten Aceh Timur ADHB 2008-2011 (juta rupiah) Di tahun 2011, pendapatan regional per kapita dengan migas mencapai 18,02 juta rupiah setahun dan tanpa migas hanya mencapai 11,35 juta rupiah setahun. Laju pertumbuhan pendapatan regional di tahun tersebut sebesar 6,58 persen. Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan total nilai tambah secara signifikan masih mampu sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk sehingga dapat diinterpretasikan perekonomian penduduk Kabupaten Aceh Timur semakin “membaik” (dengan asumsi kesenjangan/disparitas mendekati nol atau dalam artian pendapatan penduduk merata). PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN ACEH TIMUR 2008-2011
  52. 52. 3.5 3.4 Implicit Growth Rate Graph 3.7. GRDP Implicit Growth Rate of East Aceh Regency2008-2011 (percent) The price factor is one important element in the formation of GRDP, not only for calculating the GRDP at current prices, more than expansivity price changes also have implications about the situation knowns as “inflation” from the producer side. In 2011, the inflation of 4.42 percent. This can be interpreted that in the aggregate price of commodity producers in the year 2011 1.0442 times the price of the previous year. Implicit rate of 2008 to 2011 can be seen in graph 3.7. 3.5 Per Capita Regional Income Graph 3.8. Per Capita Regional Income of East Aceh Regency At Current Price 2008-2011 (million rupiah) In 2011, per capita regional income with oil and gas has reached 18.02 million rupiah a year and in condition without oil and gas only reach equal to 11,35 million rupiah a year. The growth rate of regional income in the year amounted to 6.58 percent. This indicates that the increase in total value added is still able to significantly in line with the increase in population can be interpreted so that the economy of East Aceh district residents getting "better" (assuming gaps / disparities near zero or in terms of equitable income residents). GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT OF EAST ACEH REGENCY 2008-2011 43
  53. 53. “Halaman ini sengaja dikosongkan” “This page intentionally left blank” 44 PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN ACEH TIMUR 2008-2011
  54. 54. Grafik 4.1. Kontribusi Sektor Pertanian dan subsektor pendukungnya 2008-2011 (%) 4.1. Pertanian Sektor Pertanian merupakan leading sektor (leading sektor kedua bila dikaji dengan memasukkan migas; dan juga leading sektor pertama bila tidak memasukkan migas) yang secara tradisionil memegang peranan strategis dalam perekonomian Kabupaten Aceh Timur. Patut dicermati bahwa kontribusi sektor ini memiliki kecenderungan meningkat dari 27,13 persen di tahun 2008 hingga sebesar 33,27 persen atau sebesar 2,36 triliun rupiah di tahun 2011 (lihat grafik 4.1). Hal ini sejalan dengan peranan Kabupaten Aceh Timur sebagai salah satu sentral pertanian di Provinsi Aceh terutama daerah pantai timur Aceh. Dilihat dari subsektor pendukungnya, kontribusi subsektor tanaman bahan makanan (tabama), subsektor perikanan, subsektor perkebunan, dan subsektor peternakan merupakan empat subsektor yang memiliki kontribusi yang besar (diatas lima persen) dan menjadi mayoritas pekerjaan penduduk kabupaten Aceh Timur. Sedangkan subsektor kehutanan berkontribusi relatif kecil sebesar 3,9 46 Grafik 4.2. Laju Pertumbuhan Sektor Pertanian dan subsektor pendukungnya 2011 (%) persen terhadap penciptaan PDRB kabupaten Aceh Timur di tahun 2011. Di tahun 2011, subsektor pendukung sektor pertanian tumbuh positif kecuali subsektor kehutanan. Perlambatan ekonomi (pertumbuhan negatif) yang terjadi pada subsektor kehutanan menunjukkan penurunan produktifitas output komoditi pada subsektor ini. Namun, karena kontribusi subsektor ini yang relatif kecil dibandingkan subsektor pendukung lainnya pada sektor pertanian menyebabkan sektor pertanian tetap tumbuh positif sebesar 0,59 persen (lihat grafik 4.2). Berdasarkan pertumbuhan riil, source of growth (sumber pertumbuhan) pada sektor pertanian adalah subsektor tabama dengan pertumbuhan NTB ADHK sebesar 0,76 persen. Namun pertumbuhan produktifitas subsektor ini belum bisa diartikan bahwa persediaan (supply) komoditas pangan kabupaten Aceh Timur sudah mencukupi kebutuhan (demand) pangan penduduknya, sehingga perlu dilakukan kajian lebih komprehensif mengenai ketahanan pangan domestik. PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN ACEH TIMUR 2008-2011

×