Makalah
IKLIM TROPIS
D
I
S
U
S
U
N
OLEH
KELOMPOK 2
FAKULTAS FKIP BIOLOGI
UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
KELAS IDI
KABUPATEN AC...
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT. Karena atas segala
limpahan rahmat, karunia dan hidayahN...
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ...............................................................................................
...
E. Flora, Fauna di Daerah Iklim Tropis ....................................................
8
F. Iklim Tropis Australia .....
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Bumi kita senantiasa diselimuti oleh udara. Udara yang menyelimuti bumi
disebu...
B. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui pengertian Iklim...
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Iklim
Iklim adalah kondisi rata-rata cuaca dalam waktu yang panjang. Studi
tentang iklim d...
Keadaan lansekap yang berupa padang pasir dan setengah padang pasir
menjadikan kondisi di daerah ini kering dan tandus, ku...
dingin-kering. Langit biru selama musim kering dan awan hujan tebal selama
musim hujan.
2. Daerah hutan hujan tropis
Daera...
1. Indonesia
2. Kuala Lumpur, Malaysia
3. Belém, Brasil
4. Hilo, Hawaii, Amerika Serikat
5. Singapura
• Iklim monsun tropi...
Indonesia sangat diuntungkan dengan iklim tropisnya. Bagai permata
dunia, banyak negara yang iri dengan apa yang kita mili...
Akan tetapi faktor sinar matahari bukan jadi harga mati untuk arah muka
bangunan, faktor penentu yang lain juga perlu untu...
rusa, macan tutul, kera, monyet, srigala dan banteng. Coba kalian perhatikan
tumbuh-tumbuhan dan binatang yang ada di seki...
G. Flora, Fauna dan budaya australia
Hewan asli Australia sangat berbeda dengan hewan yang dijumpai di
tempat-tempat lain ...
Australia yang paling terkenal adalah hewan marsupial (berkantung) yang disebut
kanguru
Sejak tahun 1788, basis budaya Aus...
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Demikianlah pembahasan yang dapat kami paparkan. Kemudian kami
mengambil beberapa kesimpulan...
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2004. Perubahan iklim global. http://climatechange.menlh.go.id [6 Mei
2009]
Dyah, S. 2007. Konserva...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Makalah iklim tropis

56

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
56
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
1
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Makalah iklim tropis

  1. 1. Makalah IKLIM TROPIS D I S U S U N OLEH KELOMPOK 2 FAKULTAS FKIP BIOLOGI UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA KELAS IDI KABUPATEN ACEH TIMUR TA. 2011/2012  Zahrita  Marhumah  Mirna Yanti  Nurbaiti  Nurma  Cut Astriawati  Aguslianti  Ernita  Zuraidah  Thursina  Rosmawar  Yusnidar My
  2. 2. KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT. Karena atas segala limpahan rahmat, karunia dan hidayahNya akhirnya penulis mampu menyelesaikan makalah ini, kemudaian selawat teriring salam kita sanjung sajikan keharibaan junjungan alam Muhammad Rasululllah yang telah membawa kita semua dari alam kebodohan ke alam yang penuh dengan ilmu pengetahuan. Makalah ini disusun untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Bapak Ir. Zakaria, MM selaku Dosen Mata Kuliah Perkembangan Hewan semester V Prodi MIPA Biologi FKIP Unsam dengan judul : Iklim Tropis, dan penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah banyak membantu hingga terselesaikannya makalah singkat ini. Semoga makalah ini berguna dan bermanfaat bagi penulis khususnya dan pembaca pada umumnya. penulis menyadari sepenuhnya sebagai manusia biasa, tidak lepas dari kekurangan, begitu juga dengan makalah ini yang masih jauh dari sempurna. Untuk itu kritik dan saran yang sifatnya membangun tentunya, sangat penulis harapkan. Idi, NOVEMBER 2011 Penulis, KELOMPOK II
  3. 3. DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ............................................................................................... ii DAFTAR ISI ............................................................................................................. iii BAB I : PENDAHULUAN ................................................................................... 1 A.Latar Belakang........................................................................................ 1 B.Tujuan Penulisan .................................................................................... 2 BAB II : PEMBAHASAN ..................................................................................... 3 A. Pengertian Iklim ................................................................................... 3 B. Pengertian Tropis ................................................................................. 3 C. Iklim Tropis .......................................................................................... 5 D. Iklim Tropis Di Indonesia..................................................................... 6
  4. 4. E. Flora, Fauna di Daerah Iklim Tropis .................................................... 8 F. Iklim Tropis Australia ........................................................................ 9 G. Flora dan Fauna dan budaya Australia ………………………………. 11 BAB III : PENUTUP .............................................................................................. 12 A. Kesimpulan ......................................................................................... 12 B. Saran ..................................................................................................... 12 DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................. 13
  5. 5. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bumi kita senantiasa diselimuti oleh udara. Udara yang menyelimuti bumi disebut dengan Atmosfer yang teridiri dari Gas. Atmosfer berdasarkan temperaturnya terdiri dari beberapa lapisan, yaitu Troposfer, Stratosfer, Mesosfer, Termosfer, dan Eksosfer. Perubahan Cuaca dan iklim terjadi pada lapisan Troposfer yang memiliki ketinggian lapisan di khatulistiwa mencapai 19 km dan di atas kutub mencapai ketinggian 8 km, ketinggian rata-rata 11 km dari permukaan bumi. Perubahan cuaca dan iklim dipengaruhi oleh unsur: temperatur Tekanan, Kelembaban, angin, awan, dan curah hujan. Pengertian cuaca adalah rata-rata udara di suatu tempat uang terbatas dan relatif sempit, sedangkan Iklim adalah keadaan rata cuaca di satu daerah yang cukup luas dan dalam kurun waktu yang cukup lama. Iklim dunia dikelompokan berdasarkan berdasarkan garis lintang dan garis bujur serta suhu. Kita hanya mengetahui kata iklim , akan tetapi kurang mengerti akan arti dari iklim tersebut apa. Maka dari itu kami menjadikan “IKLIM” sebagai pembahasan dalam Makalah ini.
  6. 6. B. Tujuan Penulisan Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut : 1. Untuk mengetahui pengertian Iklim. 2. Untuk mengetahui pengertian Tropis 3. Untuk mengetahui iklim – iklim tropis di dunia. 4. Untuk mengetahui Binatang di daerah Iklim Tropis
  7. 7. BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Iklim Iklim adalah kondisi rata-rata cuaca dalam waktu yang panjang. Studi tentang iklim dipelajari dalam meteorologi. Iklim di bumi sangat dipengaruhi oleh posisi matahari terhadap bumi. Terdapat beberapa klasifikasi iklim di bumi ini yang ditentukan oleh letak geografis. Secara umum kita dapat menyebutnya sebagai iklim tropis, lintang menengah dan lintang tinggi. Ilmu yang mempelajari tentang iklim adalah klimatologi. B. Pengertian Tropis Tropis dapat didefinisikan sebagai daerah yang terletak di antara garis isoterm 20® C di sebelah bumi utara dan selatan atau daerah yang terdapat di antara 23½° lintang utara dan 23½° lintang selatan. Pada dasarnya wilayah yang termasuk iklim tropis dapat dibedakan menjadi daerah tropis kering yang meliputi padang pasir, stepa, dan savana kering dan daerah tropis lembap yang meliputi hutan tropis, daerah-daerah dengan angin musim dan savana lembap. a. Daerah Tropis Kering Meliputi : 1. Padang pasir dan stepa Daerah-daerah di sekitar garis lintang 15 ° dan 30 ° utara dan selatan merupakan daerah-daerah yang termasuk tropis kering termasuk negara-negara sahara, Timur Tengah, Iran, Pakistan, Nambibia, dan pedalaman Australia.
  8. 8. Keadaan lansekap yang berupa padang pasir dan setengah padang pasir menjadikan kondisi di daerah ini kering dan tandus, kurang vegetasi. 2. Daerah savana kering Daerah ini merupakan daerah peralihan dari tropika lembap ke tropika kering meliputi pegunungan Brasilia, Paraguay, Senegal, Sudan selatan, Zimbabwe, dan Tanzania. Ciri khusus lansekapnya berupa stepa semak belukar dan padang rumput, padang pasir sampai hutan rimba dengan rumput tinggi. Hutan berduri yang rendah dan semak berduri merupakan ekosistem yang ada di daerah ini. Terdapat tiga musim yaitu panas, dingin, dan hujan, dimana kondisi bulan terpanas, sangat panas dan lembap dan kondisi bulan terdingin panas dan kering. 3. Daerah pegunungan Daerah – daerah dataran tinggi dan pegunungan di atas 1500 m yang terletak di antara garis isoterm meliputi Etiophia, Peru, dan Nepal. Keadaan lansekapnya hijau dalam musim lembap dan coklat sampai merah dalam musim kering. Ciri vegetasi berupa pohon-pohon hijau yang tidak terlalu tinggi dan terdapat berbagai jenis rumput. b. Daerah tropis lembap meliputi : 1. Daerah musim dan savana lembap Termasuk daerah ini adalah wilayah massa daratan yang besar di sekitar garis balik meliputi India, Asia Tenggara, dan Amerika Selatan. Lansekapnya berupa daerah hutan dan belukar yang selalu hijau dengan curah hujan tinggi yang menyebabkan erosi. Terdapat tiga musim yaitu panas-kering, panas-lembap, dan
  9. 9. dingin-kering. Langit biru selama musim kering dan awan hujan tebal selama musim hujan. 2. Daerah hutan hujan tropis Daerah hutan hujan tropis berada di sekitar garis khatulistiwa sampai 15° lintang utara dan selatan. Daerah ini meliputi lembap sungai Amazon, Afrika tengah, Malaysia, dan Indonesia. Kondisi lansekap berupa daerah hutan hujan di sekitar pantai dan di daratan rendah khatulistiwa. Daerah ini memiliki vegetasi yang lebat dan bervariasi berupa lumut, ganggang, jamur, semak-belukar yang tak dapat ditembus, pohon-pohon tinggi (hutan, rimba, hutan bakau). Kondisi tanah sangat lembap, muka air tanah yang tinggi (kadang mencapai permukaan) dan merupakan tanah laterit merah dan coklat. Perbedaan musim sangat kecil di mana bulan terpanas, panas dan lembap sampai basah, sedangkan bulan terdingin panas sedang dan lembap sampai basah. C. Iklim Tropis ( Megatermal ) Iklim tropis berkarakter temperatur tinggi (pada permukaan laut atau ketinggian rendah) — dua belas bulan memiliki temperatur rata-rata 18 °C (64.4 °F) atau lebih tinggi. Terbagi menjadi : • Iklim hutan hujan tropis (Af) : Mengalami kelembaban 60 mm (2,4 in) ke atas sepanjang 12 bulan. Iklim ini terjadi pada garis lintang 5-10° dari khatulistiwa. Di beberapa wilayah pantai timur, dapat pula mencapai 25° dari khatulistiwa. Iklim ini didominasi oleh Sistem Tekanan Rendah Doldrums sepanjang tahun, oleh sebab itu tidak mengalami perubahan musim. Contoh :
  10. 10. 1. Indonesia 2. Kuala Lumpur, Malaysia 3. Belém, Brasil 4. Hilo, Hawaii, Amerika Serikat 5. Singapura • Iklim monsun tropis (Am) Contoh: 1. Conakry, Guinea 2. Chittagong, Bangladesh • Iklim basah dan kering atau sabana tropis (Aw). Contoh: 1. Bangalore, India 2. Veracruz, Meksiko 3. Townsville, Australia D. Iklim tropis di indonesia Iklim tropis di indonesia yang bersifat panas menyebabkan munculnya dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau. Menurut ahli Klimatologi “Junghuhn” terdapat enam kelas besar pembagian iklim di dunia berdasarkan ketinggian dari permukaan laut. Keenam iklim tersebut antara lain : Iklim tropis, iklim sedang, iklim sejuk, iklim dingin, iklim matahari dan iklim fisis. Adapun iklim tropis itu sendiri terjadi di daerah panas dengan ketinggian antara 0-6000 meter dari permukaan laut. Suhu rata-rata 26,3° – 22°C. Adapaun tanaman-tanaman yang dapat tumbuh di sekitar daerah tropis seperti halnya indonesia adalah padi, jagung, kopi, tembakau, tebu, karet, kelapa dan cokelat.
  11. 11. Indonesia sangat diuntungkan dengan iklim tropisnya. Bagai permata dunia, banyak negara yang iri dengan apa yang kita miliki. Matahari menyinari selama kurang lebih 12 jam per harinya. Ribuan jenis flora dan fauna dapat tumbuh dan berkembang dengan baik di negara tercinta ini. Berbagai macam jenis kayu yang dapat kita manfaatkan dengan bijak, salah satunya untuk material bangun rumah. Selain itu jenis material lain juga sangat beragam, sehingga memudahkan kita untuk menciptakan hunian yang nyaman, sesuai keinginan, dan tentunya menarik dari segi fasadnya. Dengan adanya sinar matahari yang cukup banyak dapat kita terima, sebenarnya dapat kita manfaatkan secara maksimal untuk sumber pencahayaan alami dalam bangunan sehingga kita dapat menghemat pemakaian listrik. Tetapi apabila tidak di rencanakan dengan baik, bukan tidak mungkin sumber pencahayaan alami yang paling utama ini dapat merepotkan anda. Salah satu yang merepotkan dalam rumah adalah silau. Silau ini dapat diakibatkan oleh pantulan sinar matahari yang menimpa material bangunan yang memiliki tingkat reflektifitas cukup tinggi, misalnya keramik, marmer, air. Selain silau, sinar matahari juga membawa panas. Panas yang ditimbulkan juga berbeda menurut waktunya. Sekitar awal matahari terbit sampai pukul 09.00 merupakan waktu terbaik untuk memasukkan sinar matahari sebanyak-banyaknya ke dalam bangunan. Sedangkan waktu yang dihindari antara Pukul 15.00 sampai matahari terbenam. Dengan berbedanya karakteristik sinar matahari menurut waktu beredarnya, secara umum akan berpengaruh pada orientasi bangunan. Untuk itu arah muka bangunan yang lebih baik adalah menghadap timur.
  12. 12. Akan tetapi faktor sinar matahari bukan jadi harga mati untuk arah muka bangunan, faktor penentu yang lain juga perlu untuk diperhatikan. Misalnya view yang menarik, kondisi bangunan sekitar, kebisingan, dll. E. Flora dan Fauna di Daerah Iklim Tropis Tahukan kalian bahwa Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang meiliki kekayaan Flora dan Fauna yang beraneka ragam. Keragamannya Terbagi menjadi tiga daerah yaitu termasuk tipe Asia, Tipe Australia, dan diantaranya merupakan daerah peralihan yang memiliki karakteristik tersendiri. Separuh wilayah negara ini masih berupa hutan lebat, padang rumput dan gurun. Namun akibat adanya pembabatan hutan secara liar telah menyebabkan kawasan hutan di negara ini menjadi rusak. Kerusakan ini telah mengakibatkan berkurangnya jumlah vegetasi. Jenis fauna paling menonjol di negara ini adalah gajah. Saat ini populasi gajah ini telah banyak berkurang. Diperkirakan jumlahnya hanya tinggal ratusan ekor di seluruh negara. Jenis-jenis fauna lain terdiri atas
  13. 13. rusa, macan tutul, kera, monyet, srigala dan banteng. Coba kalian perhatikan tumbuh-tumbuhan dan binatang yang ada di sekitarmu, atau pergilah kamu ke kebun bintang. Banyak tumbuhan disekitar kita misalnya pohon nangka, pohon jati, pohon durian itu merupakan salah satu contoh flora tipe Asia,Contoh fauna tipe Asia, gajah, harimau. F. Iklim Tropis Australia Iklim tropis dijumpai di Australia di atas Garis Balik Selatan (23 1/2o selatan). Kawasan-kawasan tropis lebih dekat ke Garis Khatulistiwa dibandingkan dengan tempat-tempat yang lebih jauh ke selatan. Kawasan ini lebih banyak menerima panas matahari secara langsung. Oleh karena itu, suhunya berkisar antara hangat sampai panas di sepanjang tahun. Suhu tahunan rata-rata adalah antara 21oC dan 27oC. Beberapa daerah tropis di Australia ada yang lembab dan ada pula yang kering. Daerah-daerah yang berdekatan dengan pantai, yakni di Australia sebelah utara dan sebelah timur, lebih tinggi curah hujannya dibandingkan dengan daerah- daerah yang jauh di pedalaman. Di daerah pedalaman, curah hujannya sangat rendah dan di sana timbul iklim gurun.
  14. 14. G. Flora, Fauna dan budaya australia Hewan asli Australia sangat berbeda dengan hewan yang dijumpai di tempat-tempat lain di dunia.Pada kenyataannya, kebanyakan tanaman dan hewan asli Australia hanya dijumpai di Australia.Pohon kayu eukaliptus (569 jenis) dan pohon kayu akasia (772 jenis) merupakan tanaman yang paling umum dijumpai, sebagaimana tampak dalam Gambar 3.1. Gambar 3.1: Hutan eukaliptus di Gippsland, VIC. Tanaman-tanaman ini dijumpai di tempat-tempat yang iklimnya berlainan, seperti daerah beriklim panas, padang pasir dan di daerah bersalju.Hewan
  15. 15. Australia yang paling terkenal adalah hewan marsupial (berkantung) yang disebut kanguru Sejak tahun 1788, basis budaya Australia telah sangat dipengaruhi oleh Budaya Barat Anglo-Keltik. Fitur budaya yang unik juga muncul dari lingkungan alami dan budaya asli Australia. Sejak pertengahan abad ke-20, budaya popular Amerika telah sangat memengaruhi Australia, terkhusus melalui televisi dan film bioskop. Pengaruh budaya lainnya datang dari negara Asia, dan melalui imigrasi besar-besaran dari negara yang tidak berbahasa Inggris.
  16. 16. BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Demikianlah pembahasan yang dapat kami paparkan. Kemudian kami mengambil beberapa kesimpulan diantaranya yaitu :  Iklim adalah kondisi rata-rata cuaca dalam waktu yang panjang. Studi tentang iklim dipelajari dalam meteorologi.  Setiap Negara memiliki iklim dan curah hujan yang berbeda.  Di Indonesia terdapat tiga jenis iklim yang mempengaruhi iklim di Indonesia, yaitu iklim musim (muson), iklim tropica (iklim panas), dan iklim laut.  Perubahan cuaca dan iklim dipengaruhi oleh unsur: temperatur Tekanan, Kelembaban, angin, awan, dan curah hujan B. Saran Demikianlah pembahasan yang dapat kami uraikan. Semoga bermanfaat untuk kita semua. Terutama kami selaku penulis dan pembaca pada umumnya. Akan tetapi kami mohon saran dan kritiknya terutama yang membangun untuk perbaikan dimasa yang akan datang.
  17. 17. DAFTAR PUSTAKA Anonim. 2004. Perubahan iklim global. http://climatechange.menlh.go.id [6 Mei 2009] Dyah, S. 2007. Konservasi air dalam menanggulangi kelangkaan air sebagai upaya adaptasi perubahan iklim. http://www.lead.or.id [7 Mei 2009] Forest Watch Indonesia. 2001. http://fwi.or.id [7 Mei 2009] Kartiwa, B. 2007. Amerika penyumbang utama pemanasan global. http://www.gaulislam.com/dr-ir-budi-kartiwa-cesa.html. [6 Mei 2009] IPCC. 2007. Climate change. http://ipcc.ch [7 Mei 2009] Rais S, Ruchiat Y, Sartono A, Hideta T. 2007. 50 Taman Nasional di Indonesia. Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (Departemen Kehutanan), Lestari Hutan Indonesia, dan Japan Internacional Cooperation Agency.

×