Your SlideShare is downloading. ×
Istilah  istilah rancangan percobaan rahmi-1
Istilah  istilah rancangan percobaan rahmi-1
Istilah  istilah rancangan percobaan rahmi-1
Istilah  istilah rancangan percobaan rahmi-1
Istilah  istilah rancangan percobaan rahmi-1
Istilah  istilah rancangan percobaan rahmi-1
Istilah  istilah rancangan percobaan rahmi-1
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Istilah istilah rancangan percobaan rahmi-1

117

Published on

PR MATA KULIAH RANCOB MAHASISWA KELAS E IDI TAHUN 2013

PR MATA KULIAH RANCOB MAHASISWA KELAS E IDI TAHUN 2013

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
117
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
2
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  1. NAMA : RAHMI NIM : 11.03.1.0779 JRSN/TKT : AGROTEKNOLOGI V (LIMA) LOKAL IDI JUDUL : ISTILAH-ISTILAH RANCANGAN PERCOBAAN UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA FAKULTAS PERTANIAN / AGROTEKNOLOGI TAHUN AKEDEMIK 2012/2013
  2.  PERCOBAAN  Suatu keadaan yg dicoba pada kondisi/situasi tertentu yg tetapkan oleh si pencoba.  Suatu uji atau sederetan uji yang bertujuan merubah peubah input menjadi suatu output yang merupakan respon dari percobaan tersebut  Suatu kegiatan yang dilakukan untuk membangkitkan data yang merupakan respon dari objek/individu/unit yang dikondisikan tertentu  Perancangan : Usaha atau seluk beluk pembuatan rancangan.  Rancangan : Wujud/hasil dari merancang.  Uji Coba : Digunakan untuk masalah situasi yang bersifat periodik atau tidak terus menerus. Ex. KIR mobil.  Pengujian : Diarahkan terhadap keberhasilan, bukan untuk menjawab bagaimana keberhasilanl itu terjadi. Ex. Pengujian daya tumbuh benih.  Percobaan : Diarahkan untuk memahami masalah melalui struktur-struktur uji yg dianalisis secara keseluruhan. Ex. Percobaan pemupukan.  RANCANGAN ACAK LENGKAP Rancangan acak lengkap merupakan jenis rancangan percobaan yang paling sederhana. Adapun yang melatarbelakangi digunakannya rancangan acak lengkap adalah sebagai berikut : 1. Satuan percobaan yang digunakan homogen atau tidak ada faktor lain yang mempengaruhi respon di luar faktor yang dicoba atau diteliti. 2. Faktor luar yang dapat mempengaruhi percobaan dapat dikontrol. Misalnya percobaan yang dilakukan di laboratorium. Oleh karena hal-hal tersebut di atas, rancangan acak lengkap ini biasanya banyak ditemukan di laboratorium atau rumah kaca.  PERENCANAAN  Perencanaan (planning) suatu percobaan untuk memperoleh informasi yang relevan dengan tujuan dari penelitian  Mengapa perlu dirancang? • Untuk mendapatkan penduga yang tidak berbias (misal systematic error) • Untuk meningkatkan presisi kesimpulan • Kesimpulan dapat digeneralisasi ke populasi target  Tujuan Perancangan Percobaan
  3. • Memilih peubah terkendali (X) yang paling berpengaruh terhadap respon (Y) • Memilih gugus peubah X yang paling mendekati nilai harapan Y • Memilih gugus peubah X yang menyebabkan keragaman respon (2 ) paling kecil • Memilih gugus peubah X yang mengakibatkan pengaruh peubah tak terkendali paling kecil.  RANCANGAN PERLAKUAN • Perlakuan dapat diartikan sebagai suatu keadaan tertentu yang diberikan pada satuan percobaan dan berkaitan dengan bagaimana perlakuan-perlakuan tersebut dibentuk (Faktor tunggal, Faktorial, Split plot, Split blok). • Umumnya perlakuan dirancang dalam bentuk silang (crossed) atau tersarang (nested) Perlakuan dirancang dalam struktur silang (crossed) atau pola faktorial apabila setiap level dari salah satu perlakuan tampak pada setiap level perlakuan lainnya  PENGACAKAN Hal ini dilakukan dengan memberikan kesempatan yang sama pada tiap satuan percobaan untuk dikenakan perlakuan Terkadang konsep pengacakan ini dilakukan untuk menghilangkan bias.  PERLAKUAN (Treatment) Perlakuan dapat diartikan sebagai kondisi yang pengaruhnya diamati dalam penelitian. Perlakuan selalu terkait dengan pertanyaan atau hipothesis yang akan dijawab atau dibuktikan dalam percobaan.  ARAS (level) Aras merupakan perbedaan kondisi suatu perlakuan. Aras biasanya merupakan perluasan atau pengembangan dari perlakuan. Terdapat aras kualitatif dan aras kuantitatif. Aras kualitatif misalnya dalam kajian jenis obat dikaji obat sejenis tapi lain pabrik atau lain jenis molekulnya. Sedangkan aras kuantitatif adalah kadar dari obat yang diuji misalnya 1, 2 dan 3 ppm.  KONTROL (control)
  4. Kontrol adalah standar perlakuan yang biasanya digunakan sebagai pembanding dalam mengkaji pengaruh perlakuaan. Kontrol pada umumnya diartikan sebagai tanpa perlakuan. Penggunaan kontrol dalam suatu percobaan sangat embantu dalam melihat pengaruh suatu perlakuan. Penggunaan kontrol memungkinkan peneliti dapat segera melihat kelemahan atau keunggulan dari perlakuan yang sedang dikaji.  SATUAN PERCOBAAN (experimental unit/plot) Satuan percobaan adalah individu atau kelompok individu yang mendapat satu perlakuan. Pengukuran peubah dilakukan pada setiap satuan percobaan. Berbagai jenis pengukuran dapat dilakukan dalam setiap satu satuan percobaan.  PEUUBAH (variable) Peubah adalah penampilan unit percobaan yang diamati dan merupakan respon terhadap perlakuan. Contoh peubah adalah konsumsi ransum, produksi susu, bobot badan atau pertambahan bobot badan. Peubah yang diukur harus disesuaikan dengan tujuan penelitian atau hipothesis yang diuji dalam penelitian.  KERAGAMAN (variation) Keragaman adalah perbedaan nilai suatu peubah hasil pengukuran antara satu individu dengan individu lainnya yang diamati. Jika suatu kelompok ternak mempunyai keragaman genetis tinggi maka tampilan produksi ternak akan sangat beragam walaupun kondisi lingkungannya sama.  KELOMPOK (group/block) Kelompok adalah sejumlah individu yang mempunyai kesamaan sifat tertentu. Pada percobaan biasanya dikenal pengelompokan satuan percobaan. Pengelompokan satuan percobaan dilakukan untuk mengurangi atau memisahkan sumber keragaman dalam suatu percobaan agar pengaruh perlakuan yang diuji lebih terlihat  DATA Data adalah bahan mentah yang perlu diolah untuk menghasilkan informasi baik kualitatif maupun kuantitatif yang menunjukkan fakta atau fenomena. Sebelum data diolah, perlu diuji terlebih dulu validitas dan reliabilitasnya, baik dari segi konstrak teori, isi maupun empiriknya.  METODE PERCOBAAN Metode percobaan contoh ialah salah satu dari tiga metode pengumpulan data yang dikenal dalam statistika. Dua metode lainnya ialah metode survei contoh peluang dan metode
  5. kajian observasional/ kasus (Kish, 1965; 1987). Penerapan statistika dalam percobaan mencakup tiga hal: • penyusunan rancangan percobaan, • peubah-peubah pengamatan dan • analisis data. Perancangan adalah hal-ikhwal atau seluk-beluk membuat rancangan. Rancangan adalah wujud dari hasil pemikiran dan kegiatan merancang. Jadi, perancangan percobaan adalah seluk-beluk membuat rancangan percobaan. Seseorang “mencoba” karena dia tidak tahu dengan pasti apa hasil dari usaha atau kegiatannya mencoba, menguji atau menguji- coba. Atau, dia ragu atau tidak yakin hasilnya akan sama seperti apa yang dia bayangkan atau harapkan.  PENGULANGAN. Ulangan dilakukan dengan memberikan perlakuan yang sama pada satuan percobaan lebih dari satu kali. Fungsi dari ulangan : • Pendugaan galat.Jika suatu percobaan tidak mengandung ulangan, maka galat percobaan tidak dapat diduga. Kita tidak dapat menjelaskan secara tepat apakah perbedaan yang timbul disebabkan oleh perbedaan diantara perlakuan atau perbedaan di antara satuan-satuan percobaan • Meningkatkan ketelitian percobaanPengguaan teknik-teknik yang kurang teliti atau pegnggunaan satuan percobaan yang kurang homogen dapat diatasi dengan menambah jumlah ulangan. Dengan bertambahnya ulangan, dugaan mean populasi akan semakin teliti. • Memperluas cakupan kesimpulan. Hal ini dilakukan melalui pemilihan satuan percobaan yang lebih bervariasi, misalnya ulangan yang dilakukan dalam waktu yang berbeda. • Mengendalikan ragam galat. Dengan membuat kelompok sebagai ulangan, maka satuan percobaan di dalam kelompok mempunyai keragaman minimum dan satuan percobaan antar kelompok mempunyai keragaman maksimum, sehingga usaha untuk melihat perbedaan perlakuan di dalam kelompok akan lebih teliti. Dengan cara ini keragaman galat dapat dikendalikan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan jumlah ulangan
  6. (1) keragaman alat, bahan, media, dan lingkungan percobaan. Untuk bahan yg sudah terdeskripsi secara jelas seperti pupuk buatan, pestisida, benih varietas unggul, maka diperlukan ulangan yang kecil. Untuk bahan yg belum terdeskripsi seperti pupuk kandang, pupuk alami, benih varietas lokal, maka perlu jumlah ulangan yang besar, (2) biaya dan tenaga yang tersedia.
  7. (1) keragaman alat, bahan, media, dan lingkungan percobaan. Untuk bahan yg sudah terdeskripsi secara jelas seperti pupuk buatan, pestisida, benih varietas unggul, maka diperlukan ulangan yang kecil. Untuk bahan yg belum terdeskripsi seperti pupuk kandang, pupuk alami, benih varietas lokal, maka perlu jumlah ulangan yang besar, (2) biaya dan tenaga yang tersedia.

×