Chapter ii tanaman sawi

2,146 views
2,065 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
2,146
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
325
Actions
Shares
0
Downloads
23
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Chapter ii tanaman sawi

  1. 1. TINJAUAN PUSTAKA Syarat tumbuh tanaman sawi Sawi bukan tanaman asli Indonesia, menurut asalnya di Asia. KarenaIndonesia mempunyai kecocokan terhadap iklim, cuaca dan tanahnya sehinggadikembangkan diIndonesia ini.Tanaman sawi dapat tumbuh baik di tempat yangberhawa panas maupun berhawa dingin, sehingga dapat diusahakan dari dataranrendah maupun dataran tinggi. Meskipun demikian pada kenyataannya hasil yangdiperoleh lebih baik di dataran tinggi. Daerah penanaman yang cocok adalahmulai dari ketinggian 5 meter sampai dengan 1.200 meter di atas permukaan laut.Namun biasanya dibudidayakan pada daerah yang mempunyai ketinggian 100meter sampai 500 meter dpl.Tanaman sawi tahan terhadap air hujan, sehinggadapat di tanam sepanjang tahun. Pada musim kemarau yang perlu diperhatikanadalah penyiraman secara teratur. Berhubung dalam pertumbuhannya tanaman inimembutuhkan hawa yang sejuk. lebih cepat tumbuh apabila ditanam dalamsuasana lembab. Akan tetapi tanaman ini juga tidak senang pada air yangmenggenang. Dengan demikian, tanaman ini cocok bila di tanam pada akhirmusim penghujan.Tanah yang cocok untuk ditanami sawi adalah tanah gembur,banyak mengandung humus, subur, serta pembuangan airnya baik. Derajatkemasaman (pH) tanah yang optimum untuk pertumbuhannya adalah antara pH 6sampai pH 7 (Anonimous , 2007) Sawi merupakan tanaman semusim. Bentuknya yang hampir menyerupaicaisim. Sawi dan cisim kadang sukar dibedakan, sawi berdaun lonjong, halustidak berbulu dan tidak berkrop. Kedua jenis sayuran itu dapat disilangkan Universitas Sumatera Utara
  2. 2. (kawin silang ). Tanaman Sawi mempunyai batang pendek dan lebih langsing daripada petsai. Urat daun utama lebih sempit dari pada petsai tetapi daunya lebih liat.Pada umumnya pola pertumbuhan daunnya berserak (roset) hingga sukarmembentuk Krop. Tanaman ini mempunyai akar tunggang dan akar sampimgyang banyak tetapi dangkal . Bunganya mirip petasi tetapi rangkaian tandan lebihpendek . Ukuran kuantum bunganya lebih kecil dengan warna pucat yang spsifik.Ukuran bijinya kecil dan berwarna hitam kecoklatan . Bijinya terdapat dalamkedua dinding sekat polong yang lebih gemuk . Hampir setiap orang gemar sawikarena rasanya segar (enak) dan banyak mengandung vitamin A. vitamin B , dansedikit vitamin C, namun daun sawi rasanya agak pahit (Sunarjono, 2004). Brassica juncea tampaknya berasal dari wilayah tengah asia dekat kakipegunungan himalaya. Migrasi terjadi kepusat domestika sekunder di Indiawilayah tengah dan barat cina dan wilayah kaukasus. Catatan dalam bahasasansekerta menunjukan bahwa tanaman ini ditanam sejak tahun 3000 SM.Tanaman setahun yang menyerbuk sendiri ini, umumnya tahan terhadap suhurendah juga dikenal sebagai sawi India , sawi coklat atau sawi kuning. Klasifikasianggota barassica juncea amat membingungkan karena terdapat berbagai bentukyang berbeda karena beberapa jenis kadang-kadang disebut sebagai sawi cina atausawi Oriental (Vincent, 1998) Sifat dan Ciri umum Tanah Ultisol Kata ultisol berasal dari bahas latin Ultimus, yang berarti terakhir, ataudalam hal ultisol tanah yang paling terkikis dan memperlihatkan pengaruh luaryang terakhir yaitu pencuciaan. Ultisol memiliki horison argilik dengankejenuhan basa yang rendah, yang kurang dari 35%. Biasanya terdapat Universitas Sumatera Utara
  3. 3. Alumunium yang dapat dipertukarkan dalam jumlah yang tinggi. Pada umumnya,Ultisol memiliki tingkat kesuburan yang sangat rendah untuk tanaman pangan(Foth, 1994). Ultisol hanya ditemukan di daerah- daerah dengan suhu tanah rata-ratalebih dari 80C. Ultisol adalah tanah dengan horizon argilik bersifat masam dengankejenuhan basa rendah. Kejenuhan basa pada kedalaman 1,8 m dari permukaantanah kurang dari 35%. Tanah ini umumnya berkembang dari bahan induk tua. DiIndonesia banyak ditemukan di daerah dengan bahan induk batuan liat. Tanah inimerupakan bagian yang terluas dari lahan kering di Indonesia yang belumpergunakan untuk pertaniaan. Terdapat tersebar di daerah Sumatera, Kalimantan,Sulawesi, dan Irian Jaya. Daerah-daerah ini direncanakan sebagai daerahperluasaan areal pertaniaan dan pembinaan transmigrasi. Sebagian besarmerupakan hutan tropika dan padang alang-alang. Problema tanah ini adalahreaksi masam , kadar Al tinggi sehingga menjadi racun tanaman danmenyebabkan fiksasi P, unsur hara rendah, diperlukan tindakan pengapuran danpemupukan ( Hardjowigeno , 1993). Tanah Ultisol mempunyai karakteristik translokasi liat, tetapi jugaperlindian yang intensif. Ultisol mengandung air tetapi sedikit basa, tanpapemupukan dapat digunakan dengan sistem ladang berpindah (hifting cultivation),akan tetapi karena relative panas dan lengas, tanah ini dapat ditingkatkanproduktivitasnya dengan pemupukan (Darmawijaya, 1992). Ultisol adalah tanah mineral yang berada pada daerah temperete sampaitropika ,mempunyai horizon argilik atau kandik atau fragipan dengan lapisan liattebal (fanning dan fanning, 1989). Dalam legen of soil yang disusun oleh FAO, Universitas Sumatera Utara
  4. 4. ultisol mencakup sebagian tanah laterik serta sebagian besar tanah podsolik,terutama tanah podsolik merah kuning (Munir, 1995). Menurut Mohr dan Van Baren (1972 ) dalam Munir (1996), komponenkimia memiliki karakteristik sebagai berikut:- Kemasaman : kurang dari 5,5- BO : rendah sampai sedang- Kejenuhan Basa : kurang dari 35%- KTK : Kurang dari 24me per 100g liat- Nutrisi : rendah Sifat Kimia TanahKemasaman tanah (pH Tanah) Kemasaman tanah mempengaruhi serapan unsur hara dan pertumbuhantanaman melalaui dua cara :1) Pengaruh langsung ion hydrogen ; atau2) Pengaruh tidak langsung, yaitu terhadap tersedianya unsur hara termasuk yang tidak beracun(Indranada, 1993). Kandungan bahan organik tanah Ultisol rendah, demikian juga penjenuhanbasa dan pH juga rendah (pH kurang dari 5,5). Penjenuhan basa pada jenis tanahini yaitu sekitar 35%. Kapasitas Tukar Kation pada tanah Ultisol yaitu kurang dari24 me/100 liat sedangkan nutrisi pada tanah ini rendah (Darmawijaya, 1992). Universitas Sumatera Utara
  5. 5. Tanah ultisol adalah tanah yang telah mengalami pelapukan yang banyakmengandung liat oksidasi hidrous Fe dan Al dalam jumlah tinggi. Liat bereaksicepat dengan pembentuk sederetan Phidroksida yang sukar larut sehingga tidaktersedia bagi tanaman. Ultisol biasanya mempunyai kandungan fosfor yangrendah, dengan nilai yang umumnya di bawah 200 ppm (Sanchez, 1992).C-Organik Karbon merupakan bahan organik yang utama. Karbon ditangkap tanamanberasal dari CO2 udara. Bahan organik di dekomposisikan menghasilkan air danCO2 sejumlah kecil CO2 bereaksi dalam tanah membentuk asam karbonat Ca, Mg,K karbonat atau bikarbonat. Garam-garam ini mudah larut dan hilang atau diserapke dalam tanaman (Hakim, dkk., 1986). Kandungan karbon dalam humus kurang beraneka dan dianggab sebesar58% dengan mengasumsikan kandungan 58%, kandungan bahan organik dapatdihitung dengan mengalih persentase karbon dengan 1,724 (Foth, 1994).Nitrogen Nitrogen yang merupakan unsur yang utama untuk tanaman tidak terdapatpada batuan-batuan dan hanya berasal dari bahan organik, jadi erat hubungannyadengan bahan organik tanah. Kadar N dalam tanah berkisar antara 0,05-0,25% ,Ndalam tanaman berbentuk protein sedang non-organik pada tanah adalah NH4pada kompleks atau larutan tanah dan NO3 pada larutan tanah berupa garam ataukeadaan bebas. Banyak faktor yang menyebabkan penambahan/pengurangan Npada tanaman. Penambahan N antara lain oleh pupuk, air hujan, bahan organik,fiksasi N sedangkan kehilangaannya oleh absorpsi oleh tanaman, pencucian,penguapan/denitrifikasi (Simatupang, 1970) Universitas Sumatera Utara
  6. 6. Anasir hara (N) diserap perakaran tanaman dalam bentuk anion nitrat(NO3), kation amonium (NH4) dan bahan lebih kompleks seperti asam amino larutair dan asam nukleik. Tanaman lahan pertanian lebih banyak menyerap N dalambentuk anion nitrat karena perubahan bentuk N-NH4 menjadi N-NO3 telah terjadidalam tanah. Semua bentuk ion yang diserap akar tanaman akan diubah menjadibentuk NH2. Jika perakaran menyerap N- nitrat, senyawa ini segera mereduksinyamenjadi amonium dengan melibatkan enzim yang mengandung molibdenum(poerwowidodo, 1993).Kadar Bahan Organik Bahan organik adalah semua sisa jasad hidup dalam tanah, baik yangmasih segar maupun yang telah terdekomposisi, senyawa sederhana maupunkompleks. Ini termasuk akar tanaman, sisa tanaman dan hewan dalam semuatingkat dekomposisi, humus, mikrobia dan beberapa senyawa organik(Kohnke, 1968). Faktor yang menyebabkan rendahnya produktivitas ultisol ini adalah:(1) konsentrasi alumunium, dan mangan yang tinggi, (2) kekahatan kalsium,(3) daya fiksasi fosfor, sulfur, dan molibdenum tinggi, Kandungan bahan organikyang rendah sehingga daya menahan air menjadi rendah, stabilitas agregat tanahrendah dan bobot isi tanah tinggi serta kandungan liat yang tinggi akan terjadiproses pemadatan tanah yang cepat yanag sangat berpengaruh terhadapperkembangan akar tanaman (Thamrin, 2000). Bahan organik dapat meningkatkan ketersediaan hara di dalam tanah danmerupakan zat perekat yang dapat memperbaiki struktur tanah sehingga dapatmengurangi permeabilitas tanah pasir. Pada peruraian bahan organik selain Universitas Sumatera Utara
  7. 7. dihasilkan humus, juga dihasilkan karbondioksida, air dan unsur hara. Penguraianbahan organik menjadi senyawa-senyawa anorganik disebut mineralisasi, dimanaselama proses juga dihasilkan unsur hara yang langsung dapat dipergunakantanaman (Tjwan, 1965). Penambahan bahan organik dan kapur akan meningkatkan kandunganP-tersedia dalam tanah . Hal ini disebabkan oleh adanya pengaruh langsung daripupuk kandang dan kapur serta pengaruh tidak langsung dari pupuk kandang dankapur serta pengaruh tidak langsung terjadi karena proses dekomposisi bahanorganik yang menghasilkan asam-asam organik mampu menon-aktifkananion-anion pengikat fosfat yaitu Al dan Fe yang membentuk senyawa logamorganik, sedangkan pengaruh secara langsung karena bahan organik merupakansumber P dan S yang tersedia bagi tanaman (Miller dan Donahue, 1990). Adapun penambahan bahan organik kedalam ultisol, dimaksudkan untukmemperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah secara simultan. Sutedjo et all(1991) merinci pengaruh pemberian bahan organik ke dalam tanah sebagaiberikut, yaitu pengaruh-pengaruh fisik yang terhadap keadaan biologi tanah.Dengan pengaruh–pengaruh ini struktur tanah menjadi lebih baik, aerasi menjadilebih baik, mempunyai efek pengikat yang baik atas partikel-partikel tanah.Kapasitas menahan airnya meningkatkan daya sanggah tanah,mencegah meningkatnya kemasaman dan alkalinitas yang terlalu tinggi(Sutedjo et all, 1991). Universitas Sumatera Utara
  8. 8. Nisbah C/N Tanah Nilai C/N bahan organik segar menentukan reaksi dalam tanah. Bila C/Nbahan organik tinggi maka akan terjadi persaingan N antara tanaman dan mikroba,dalam hal ini N di mobilisasi. Bila nitrifikasi baik, maka C/N akan rendah, dengandemikian bahan organik bisa cepat habis. Untuk mempertahankan bahan organikdalam tanah harus disediakan N yang cukup. Suatu dekomposisi bahan organikyang lanjut dicirikan oleh C/N yang tinggi menunjukkan dekomposisi belumlanjut atau baru mulai (Hakim, dkk., 1986). Pupuk kandang perlu mengalami proses penguraiaan dengan demikiankualitas pupuk kandang juga turut ditentukan oleh C/N rasio yang tinggi sehinggamikroorganisme memerlukan waktu yang lebih lama untuk menyelesaikanproses penguraiannya sehingga lama mengeluarkan panas misalnya pada sapi,kerbau, dan babi. Dalam dunia pupuk kandang dikenal dengan istilah pupuk panasdan pupuk dingin, pupuk panas adalah pupuk kandang yang proses penguriannyaberlangsung cepat sehingga terbentuk panas, salah satu contohnya adalah kotoranayam, pada pupuk dingin terjadi sebaliknya (Novizan, 2002).Pupuk Kiserit Kieserit segera tersedia bagi tanaman dengan pengaruh yang lama.Kieserit mengandung kurang lebih 26% MgO dan 22% S. Beberapa sifat pentinglainnya berbentuk hablur dan berwarna abu-abu, mudah tersedia bagi tanamanyang bereaksi agak masam karena mengandung SO4, serta kurang tahan disimpandalam waktu yang lama.(Chan dan Suwandi, 1984). Magnesium di dalam tanah berada dalam berbagai mineral yang manayang paling utama adalah kalsium magnesium karbonat CaMg (CO3), dan paling Universitas Sumatera Utara
  9. 9. banyak terdapat pada tanah liat. Tanah liat mengandung 0,5-2,5 MgO dan darijumlah ini kira-kira 10% mudah diserap oleh tanaman, sedangkan persediaanmagnesium pada tanah pasir jauh lebih sedikit yang mana paling banyakmengandung 0,15% MgO. Oleh karena itu pada tanah pasir banyak dijumpaikekurangan magnesium (Rinsema, 1986 ).Pupuk Kandang Ayam Pupuk kandang adalah kotoran padat dan cair dari hewan atau ternak yangdi kandangkan, yang dapat dicampur dengan sisa makanan dan alas kandangnya.Penguraian pupuk kandang menjadi humus merupakan yang penting dalammemperbaiki sifat kimia tanah (Wigati, dkk., 2006). Pupuk kandang mempunyai beberapa fungsi antara lain(1) mengembangkan beberapa unsur hara seperti fosfor, nitrogen, sulfur dankalium; (2) meningkatkan kapasitas tukar kation tanah ; (3) melepaskan unsurhara P dan oksidasi Fe dan Al ; (4) memperbaiki sifat fisik tanah dan strukturtanah; (5) Serta membentuk senyawa kompleks dengan unsur makro dan mikrosehingga dapat mengurangi proses pencuciaaan unsur makro dan mikro sehinggadapat mengurangi proses pencucian unsur. Pupuk kandang adalah pupuk organikyang berasal dari kotoran ternak. Kualitas pupuk kandang tergantung pada jenisternak kualitas pakan ternak dan cara penampungan pupuk kandang. Table 1menunjukan pupuk kandang dari ayam atau unggas memiliki kandungan harayang lebih besar dari pada jenis ternak lainnya . Penyebabnya adalah kotoran padaunggas tercampur dengan kotoran cairnya. Umumnya kandungan unsur hara padaurine selalau lebih tinggi dari pada kotoran padat Universitas Sumatera Utara
  10. 10. Tabel 1. Kandungan Beberapa jenis Unsur hara beberapa jenis pupuk Kandang(Sukristiyonubowo, 1993). Jenis Ternak N(%) P2O5(%) K2O(%) Ayam 1,7 1,9 1,5 Sapi 0,3 0,2 0,3 Kuda 0,4 0,2 0,3 Domba 0,6 0,3 0,2 Pupuk kandang kotoran ayam yang kering mengandung kadar air kurangdari 15 %. Hal ini akan mengurangi kehilangan amonia dan akan menghasilkanpupuk kandang dengan mutu yang baik dan tidak terlalu bau, sehingga mudahditangani dalam pendistribusiannya, harga pupuk kotoran ayam ini lebih mahaldan kandungan haranya lebih tinggi yakni 24 kg N/ton, 20 kg P2O5/ton dan 15 kgK2O (Simpson, 1986). Ciri-ciri pupuk kandang yang baik dapat dilihat secara fisik atau kimia. Cirifisiknya adalah berwarna kecoklatan kehitaman, cukup kering , tidak menggumpaldan tidak berbau menyengat. Ciri-ciri kimiawinya adalah C/N sangat kecil(bahan pembentukannya sudah dan tidak terlihat ) temperature nya relative stabil(Novizan, 2002). Universitas Sumatera Utara

×