IdentitasBullying                  Peer           Remaja SMA   Vokasional       Motivasi
Status Identitas     (James Marcia, 1966, 1980)  Status Identitas     Krisis   KomitmenIdentity Achievement     √         ...
IdentitasBullying                                  Peer            Remaja SMA                               Motivasi     V...
Bandura (1994 dalam Papalia, 2007):  Dengan membandingkan diri mereka dengan individu  lain yang sebaya, seorang anak dapa...
Ormrod (2007):  Peer relationship, terutama hubungan dengan teman dekat  (friendship), memberikan pengaruh dalam perkemban...
IdentitasBullying                                  Peer            Remaja SMA                               Motivasi     V...
Tujuh Topik Motivasi Berprestasi Motivasi ekstrinsik dan intrinsik Atribusi Mastery motivation Self-efficacy Goal set...
Motivasi ekstrinsik dan intrinsik• Motivasi ekstrinsik  melibatkan insentif dari luar,  seperti reward dan punishment• Mo...
Mastery MotivationMastery vs Performance orientationSelf-efficacy• Self-efficacy adalah kepercayaan bahwa seseorang dapat ...
Kecemasan• Yang dimaksud dengan kecemasan adalah perasaan takut   dan khawatir yang tidak jelas dan sangat tidak   menyena...
IdentitasBullying                               Peer            Remaja SMA                               Motivasi     Voka...
Vokasional• Definisi Karier = serangkaian pengalaman yang  dominan dilakukan sepanjang hidup, jenjang  pekerjaan dan peran...
• Kematangan karier  keputusan karier baik                        • Alasan mengikuti perguruan tinggi (Wright,           ...
Fase Perkembangan                                 Vokasional                                   (Sukadji, 2000)• Fase fanta...
Orientasi Masa Depan                         Karier• Gambaran seseorang tentang masa depan• Dasar menetapkan tujuan, peren...
Orientasi Masa Depan                               KarierKonstruk:• Ekspektansi, harapan, dan kekhawatiran individu• Seber...
Orientasi Masa Depan                               KarierFaktor-faktor yg mempengaruhi:• Faktor Individual  – Usia. Semaki...
Faktor Pemilihan Karier Faktor Internal • Karakteristik Genetik    – Gender, Etnik, Fisik • Karakteristik personal – psiko...
Kompetensi Karier yangHarus Dikembangkan di         SMA • Pemahaman tentang pengaruh konsep diri yang positif   terhadap p...
Kompetensi Karier yangHarus Dikembangkan di         SMA• Kemampuan untuk menyiapkan, mencari, mendapatkan,  menjaga, dan m...
IdentitasBullying                                  Peer            Remaja SMA                               Motivasi     V...
• Aksi negatif (verbal maupun fisik) yang dilakukan oleh  seseorang secara sengaja dan mengakibatkan kecelakaan atau  keti...
Menurut Olweus (1993):• Bullying fisik   menonjok, memukul, mencekik, menendang,  menampar,menggigit, mencakar, serta mer...
Karakteristik   bullying   yang   dilakukan   oleh   anakperempuan:  – Cenderung melakukan bullying terhadap anak perempua...
Karakteristik bullying yang dilakukan oleh anak laki-laki:  – Cenderung melakukan bullying secara fisik.  – Menggunakan ve...
ReferensiAndina, Diajeng. (2004). Pemicu Perilaku Bullying pada Siswa SMA “Z”. Depok: Fakultas Psikologi UI.Argaputri, Aid...
Teori pelatihan - PSikologi Pendidikan
Teori pelatihan - PSikologi Pendidikan
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Teori pelatihan - PSikologi Pendidikan

2,682 views
2,448 views

Published on

Slide presentasi ketika kuliah s2 psikologi pendidikan mengenai teori-teori Pelatihan (Training)

Published in: Education
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
2,682
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
5
Actions
Shares
0
Downloads
109
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Teori pelatihan - PSikologi Pendidikan

  1. 1. IdentitasBullying Peer Remaja SMA Vokasional Motivasi
  2. 2. Status Identitas (James Marcia, 1966, 1980) Status Identitas Krisis KomitmenIdentity Achievement √ √ Foreclosure - √ Moratorium √ - Identity Diffusion - -
  3. 3. IdentitasBullying Peer Remaja SMA Motivasi Vokasional Berprestasi
  4. 4. Bandura (1994 dalam Papalia, 2007): Dengan membandingkan diri mereka dengan individu lain yang sebaya, seorang anak dapat mengukur kemampuan-kemampuannya secara lebih realistis dan mendapatkan kesadaran yang lebih jelas mengenai self-efficacy-nya• Berbagai hubungan dengan teman sebaya :  Hubungan pertemanan (friendship)  Kelompok sosial yang lebih besar  Hubungan romantis Peer Relationship
  5. 5. Ormrod (2007): Peer relationship, terutama hubungan dengan teman dekat (friendship), memberikan pengaruh dalam perkembangan personal dan sosial anak-anak dan remaja, yaitu : mempelajari dan melatih social skill menawarkan dukungan sosial dan emosional agen sosialisasi• 3 golongan siswa dalam pergaulan :  Truly popular students  Rejected students  Neglected students Peer Relationship
  6. 6. IdentitasBullying Peer Remaja SMA Motivasi Vokasional Berprestasi
  7. 7. Tujuh Topik Motivasi Berprestasi Motivasi ekstrinsik dan intrinsik Atribusi Mastery motivation Self-efficacy Goal setting, perencanaan, dan self monitoring Kecemasan Strategi instruksional dan motivasi siswa
  8. 8. Motivasi ekstrinsik dan intrinsik• Motivasi ekstrinsik  melibatkan insentif dari luar, seperti reward dan punishment• Motivasi intrinsik dilandasi oleh faktor-faktor internal seperti self-determination, rasa ingin tahu, tantangan, dan usaha Atribusi Hal-hal yang diperkirakan merupakan penyebab yang mendasari hasil yang muncul (Santrock, 2001)  Locus  Stability  Controllability
  9. 9. Mastery MotivationMastery vs Performance orientationSelf-efficacy• Self-efficacy adalah kepercayaan bahwa seseorang dapat menguasai situasi dan memberikan hasil yang positif (Bandura, 1994, 1997, 1998, 2000 dalam Santrock, 2001).Goal Setting, Perencanaan, dan Self-Monitoring• Para peneliti menemukan bahwa self-efficacy dan prestasi meningkat saat siswa menetapkan goal (tujuan) yang spesifik, proximal, dan menantang (Bandura, 1997; Schunk, 1997; Schunk & Ertmer, 2000 dalam Santrock, 2001)
  10. 10. Kecemasan• Yang dimaksud dengan kecemasan adalah perasaan takut dan khawatir yang tidak jelas dan sangat tidak menyenangkan (Santrock, 2001)Strategi Instruksional dan Motivasi Siswa• Strategi mengajar yang penting adalah memonitor pengharapan guru dan memastikan bahwa guru memiliki pengharapan positif terhadap siswa berkemampuan rendah.• Kepercayaan siswa sendiri mengenai strategi instruksional dan motivasional yang efektif juga harus dipertimbangkan.
  11. 11. IdentitasBullying Peer Remaja SMA Motivasi Vokasional Berprestasi
  12. 12. Vokasional• Definisi Karier = serangkaian pengalaman yang dominan dilakukan sepanjang hidup, jenjang pekerjaan dan peran lain dalam bentuk komitmen kerja dan pengembangan diri.
  13. 13. • Kematangan karier  keputusan karier baik • Alasan mengikuti perguruan tinggi (Wright, 1982) Siswa SMA yg Matang Siswa SMA yg tidak Matang Belum jelas apa yang akanKualifikasi profesional utk dilakukan, tetapi yakin bahwapekerjaan gelar akan membantu mendapatkan pekerjaanBetul-betul berminat pada Merasa terpaksa karenapengetahuan terkait dituntut oleh lingkunganIngin menjadi mahasiswa dan Menjadi mahasiswa untuksekaligus memberi waktu menunda keputusanuntuk memikirkan masa depan Menjadi mahasiswa untuk menghindar dari menganggur atau pekerjaan membosankan
  14. 14. Fase Perkembangan Vokasional (Sukadji, 2000)• Fase fantasi (hingga usia 10th)• Fase tentatif usia 11 sampai 17 tahun. – Pada usia 11-12 tahun, pilihan dan perencanaan dilakukan berdasarkan minat. – Pada usia 13-14 tahun, anak mulai memilih berdasarkan kapasitas yang dirasa ia miliki. – Pada usia 15-16 tahun merupakan fase nilai (value). – Selanjutnya, usia 17 tahun yang merupakan masa transisi ke pertimbangan realitas.• Fase realistis – mencoba pekerjaan secara langsung / tdk langsung
  15. 15. Orientasi Masa Depan Karier• Gambaran seseorang tentang masa depan• Dasar menetapkan tujuan, perencanaan, membuat pilihan dan komitmen, serta membantu seseorang menyelesaikan tugas perkembangan (Nurmi, dalam Palupi 2007)
  16. 16. Orientasi Masa Depan KarierKonstruk:• Ekspektansi, harapan, dan kekhawatiran individu• Seberapa jauh ekspektansi dan harapan diharapkan dapat tercapai• Pemikiran individu tentang faktor yang dapat mempengaruhi masa depan (atribusi, kemampuan, usaha)• Perasaan individu terhadap masa depannya (optimis, pesimis)• Cara individu untuk mencapai tujuan
  17. 17. Orientasi Masa Depan KarierFaktor-faktor yg mempengaruhi:• Faktor Individual – Usia. Semakin bertambah usia, semakin berorientasi pada masa depan – Konsep diri dan penghargaan diri (self-esteem). Konsep diri + lebih memiliki perencanaan dan evaluasi mengenai masa depan• Konteks Sosial – Peran gender, SES, Interaksi Orang tua-anak
  18. 18. Faktor Pemilihan Karier Faktor Internal • Karakteristik Genetik – Gender, Etnik, Fisik • Karakteristik personal – psikologi – Bakat, Minat, Kepribadian • Karakteristik personal – sosiologi – SES, gaya hidup Faktor Eksternal • Situasi Kerja, Situasi Sosial (prestise), Kebijakan ekonomi
  19. 19. Kompetensi Karier yangHarus Dikembangkan di SMA • Pemahaman tentang pengaruh konsep diri yang positif terhadap pengembangan karier • Interpersonal dan social skills • Memahami kaitan antara prestasi akademis, perencanaan, pelatihan, dan penempatan karier • Sikap positif terhadap belajar dan pekerjaan • Kemampuan untuk mencari, mengevaluasi, dan memaknai informasi karierSource: National Career Development Guideliness: Local Handbook for High School (1989); dalam Isaacson 1997
  20. 20. Kompetensi Karier yangHarus Dikembangkan di SMA• Kemampuan untuk menyiapkan, mencari, mendapatkan, menjaga, dan menekuni pekerjaan• Kemampuan dalam pengambilan keputusan dan memilih alternatif untuk tujuan pendidikan dan karier• Pemahaman mengenai perubahan peran pada pria/wanita dan bagaimana kaitannya dengan pemilihan karier• Kemampuan terhadap eksplorasi karier dan perencanaanSource: National Career Development Guideliness: Local Handbook for High School (1989); dalam Isaacson 1997
  21. 21. IdentitasBullying Peer Remaja SMA Motivasi Vokasional Berprestasi
  22. 22. • Aksi negatif (verbal maupun fisik) yang dilakukan oleh seseorang secara sengaja dan mengakibatkan kecelakaan atau ketidaknyamanan terhadap orang lain (Olweus, 1993).• Bullying  berulang kali, terus menerus dlm periode tertentu, membuat korban cemas dan terintimidasi.• Elemen bullying (Coloroso, 2003 dalam Andina, 2004): – Adanya ketidakseimbangan kekuatan/kekuasaan, – Adanya maksud atau tujuan untuk menyakiti orang lain, – Adanya ancaman akan munculnya agresi kembali DEFINISI
  23. 23. Menurut Olweus (1993):• Bullying fisik  menonjok, memukul, mencekik, menendang, menampar,menggigit, mencakar, serta merusak atau menghancurkan pakaian maupun barang-barang milik korban.• Bullying verbal  mengolok-olok orang lain, menghina, meremehan orang lain dan juga mengkritik orang lain dengan kejam• Relational bullying perilaku mengucilkan orang lain merusak persahabatan, menyebarkan gossip atau rumor, serta gesture tubuh yang mengartikan permusuhan. BENTUK-BENTUK BULLYING
  24. 24. Karakteristik bullying yang dilakukan oleh anakperempuan: – Cenderung melakukan bullying terhadap anak perempuan lain. – Lebih sering bullying berkelompok dibandingkan dengan anak laki-laki. – Mengakibatkan luka psikologis pada korbannya – Bertingkahlaku baik di depan orang dewasa namun sangat kejam di kelompoknya. – Sering memberikan komentar yang berkaitan degan perilaku seksual dari anak perempuan lain yang tidak disukainya.Bullying berdasarkan jenis kelamin
  25. 25. Karakteristik bullying yang dilakukan oleh anak laki-laki: – Cenderung melakukan bullying secara fisik. – Menggunakan verbal bullying yang berkaitan dengan orientasi seksual dan anggota keluarga, – Cenderung melakukan bullying terhadap individu yang lebih kecil dan lebih lemah. – Terlibat dalam pemerasan dan pelecehan seksual.Bullying berdasarkan jenis kelamin
  26. 26. ReferensiAndina, Diajeng. (2004). Pemicu Perilaku Bullying pada Siswa SMA “Z”. Depok: Fakultas Psikologi UI.Argaputri, Aida. (2005). Gambaran Self-esteem Remaja Pelaku Bullying. Depok: Fakultas Psikologi UI.Ayuningtyas, Ambar Arum. (2005). Analisis Deskriptif Perilaku Bullying di Lingkungan Sekolah Dasar. Depok: Fakultas Psikologi UI.Olweus, D (1993). Bullying at school: what we know and what we can do. Oxford: Blackwell.Ormrod, Jeanne Ellis. (2007). Educational Psychology : Developing Learners (4th ed.) . New Jersey : Prentice HallPalupi, Indah N. (2007). Hubungan Trait Kecemasan dan Keterlibatan dalam Organisasi Kemahasiswaan dengan Orientasi Masa Depan Bidang Karir. Skripsi. Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.Papalia, Dianne, S. W. Olds, dan R. D. Feldman. (2007). Human Development (10th Ed). New York: McGraw Hill.Putriani, Krisna. (2004). Pengaruh Tipe Bullying dan Gender Pelaku-Korbannya di SMA terhadap Persepsi Guru. Depok: Fakultas Psikologi UI.Rigby, Ken. (2008). Children and Bullying: How Parents and Educators Can Reduce Bulying at School. Oxford: Blackwell. Pub.Santrock, John W. (2001). Educational Psychology. Boston : McGraw-HillSantrock, John W. (2007). Adolescence (11th ed). Boston: McGraw Hill.

×